Selasa, 12 November 2013

Sinopsis Empress Ki Episode 4

ki-00211

Seung Nyang datang tepat waktu di saat pembunuh itu (Byung Soo yang mengenakan pakaian serba hitam dan penutup wajah) hendak menghabisi Ta Hwan. Seung Nyang berkelahi dengan Byung Soo. Ia bertanya siapa yang mengirim Byung Soo untuk membunuh Ta Hwan.

Byung Soo tidak menjawab. Mereka kembali bertarung. Kali ini Seung Nyang berhasil melukai tangan Byung Soo. Byung Soo melarikan diri. Seung Nyang hendak mengejar tapi Ta Hwan meminta agar Seung Nyang tidak meninggalkannya sendirian. Seung Nyang tetap pergi mengejar. Ia lalu membunyikan bel tanda peringatan.

ki-00007ki-00011 

Dan yang pertama mendatangi Seung Nyang adalah…Byung Soo, dengan mengenakan seragam prajuritnya. Byung Soo memerintahkan tentara mencari pembunuh itu. Ia mengajak Seung Nyang melapor pada Komandan Ki. Tapi Seung Nyang berkata ia akan tinggal menjaga sang pangeran.

Komandan Ki terus menerus memperhatikan Seung Nyang sejak ia memungut kalung Seung Nyang yang terjatuh.

ki-00015 ki-00017

Byung Soo dan Bool Hwa melapor kalau mereka dan pasukan mereka telah mencari di seluruh pulau namun hanya ada para nelayan dan keluarga mereka. Seung Nyang berkeras ia telah melukai tangan pembunuh itu. Tapi Byung Soo melaporkan tidak ada seorangpun yang terluka di antara orang-orang itu.

Komandan Ki memanggil Seung Nyang agar ikut dengannya. Aaack…jangan tinggalkan Ta Hwan dengan Byung Soo >,<

ki-00018 ki-00031

Komandan Ki menatap Seung Nyang. Seung Nyang bertanya ada apa. Komandan Ki berkata Seung Nyang sangat mirip dengan ibunya. Ia mengeluarkan kalung yang digantungi cincin. Bertanya kenapa Seung Nyang tidak mengatakan apapun padanya.

Komandan Ki hendak menyentuh puterinya dan memangguilnya dengan “Nyang-iah”. Seung Nyang menahan perasaannya dan berdiri, memanggil ayahnya dengan sebutan “Komandan”. Komandan Ki berkata Seung Nyang memiliki beberapa kakak laki-laki. Mereka pasti ingin bertemu Seung Nyang.

ki-00034 ki-00038

Tapi Seung Nyang tidak mau. Sambil berusaha menahan air matanya yang terus mengalir, ia berkata ia suka keadaan seperti sekarang (ia prajurit dan ayahnya komandannya). Ia mengambil kalungnya lalu pergi.

Komandan Ki berkata pada Boo Hwal kalau Seung Nyang berhak marah. Tinggal sendirian selama bertahun-tahun setelah kematian ibunya. Tapi Boo Hwan yang tahu penderitaan Komandan Ki selama ini mengejar Seung Nyang. Ia bertanya tahukan Seung Nyang bahwa selama ini Komandan Ki berusaha keras mencari Seung Nyang dan ibunya.

ki-00049 ki-00053

Tapi Seung Nyang bukan marah pada ayahnya. Ia justru ingin melindungi ayahnya. Ia seharusnya dikirim menjadi upeti ke negeri Yuan, tapi ia malah menyamar menjadi pria. Jika ketahuan, seluruh keluarga Ki akan menderita. Dengan menjadi prajurit seperti sekarang, ia bisa berada dekat dengan ayahnya. Ia mohon agar Boo Hwal merahasiakan hal ini.

ki-00058 ki-00066

Ta Hwan terus mengalami mimpi buruk ia akan dibunuh. Ia meminta Seung Nyang mengajarinya menggunakan pedang. Seung Nyang berkata ia ditugaskan menjaga Ta Hwan, tidak lebih. Ta Hwan membentur-benturkan kepalanya ke meja. Jika ia mati maka Seung Nyang juga akan mati.

Seung Nyang terpaksa mengajari Ta Hwan. Ia mengajar dengan keras walau Ta Hwan seorang pangeran. Hingga ia tak sengaja membuat kepala Ta Hwan berdarah. Keduanya langsung panik.

ki-00088 ki-00091

Seung Nyang dimarahi ayahnya dan Bangsawan Zhang. Seung Nyang berkata ini adalah kesalahannya. Tapi Ta Hwan berkata kepalanya terbentur, bukan salah Seung Nyang. Salahkan saja batu yang membuatnya tersandung.

ki-00098 ki-00102

Wang Yoo sudah menerima laporan mengenai adanya pembunuh di pulau Daechong. Ia bertanya pada Wang Go apakah Wang Go terlibat dalam hal ini. Yah..mana mungkin dia ngaku >,<

Tapi Wang Yoo tahu Wang Go pasti terlibat walau Wang Go terus menyangkal. Wang Go tidak terima disebut pengkhianat Goryeo. Menyerahkan Goryeo pada Yuan apa bukan pengkhianat namanya, tanya Wang Yoo. Wang Go berkata sampai berapa lama Goryeo bisa bertahan menentang Yuan. Apakah Wang Yoo tidak memikirkan penderitaan rakyat?

Wang Yoo berteriak memangnya siapa yang membuat rakyat Goryeo menderita seperti itu. Wang Go berkata jangan pikir hanya Wang Yoo yang mencintai rakyat Goryeo. Wang Yoo mengingatkan Wang Go, pada negara mana Wang Go mengabdi? Ketidaksetiaan tidak layak mendapatkan pengampunan.

ki-00114 ki-00118

Ta Hwan memamerkan keahlian memanahnya, yang bahkan tidak bisa menembak tepat pada sasaran tengah (meleset ke pinggir). Jelas ia kalah dari Seung Nyang. Hal ini membuat Ta Hwan kesal karena kalah terus menerus dari Seung Nyang.

Seung Nyang mengantarkan pakaian Ta Hwan saat Ta Hwan mandi. Ta Hwan menyuruh Seung Nyang memijat kakinya. Seung Nyang terpaksa melakukannya, tanpa menoleh ke arah Ta Hwan pastinya.

ki-00129 ki-00144

Ta Hwan berkata ia yakin bisa mengalahkan Seung Nyang dalam hal berkuda. Seung Nyang tertawa geli. Ta Hwan berkata tidak ada yang bisa berkuda sebaik orang Mongol (Yuan). Seung Nyang balas berkata ia memiliki darah orang Goryeo. Ta Hwan menantang balap kuda.

Seung Nyang tidak mau, anggap saja ia kalah. Tapi Ta Hwan berkata ia bosan di dalam terus. Ia memohon Seung Nyang membawanya keluar sehari saja.

Seung Nyang berkeras tidak mau karena pembunuh belum tertangkap. Ta Hwan ngadat seperti anak kecil. Seung Nyang tidak bergeming.

Ta Hwan bangkit berdiri dari bak mandinya. Seung Nyang kaget. Ta Hwan mengancam bunuh diri. Ia menenggelamkan diri di bak mandi. Pfft…..this kid ;p

ki-00173 ki-00188

Baru beberapa detik Ta Hwan keluar dari air, tak sanggup menahan napas lama-lama.

Namun Seung Nyang akhirnya membawa Ta Hwan berkuda. Mereka balap kuda dengan Ta Hwan mencuri start lebih dulu. Dengan mudah Seung Nyang menyusul Ta Hwan. Tak mau kalah, Ta Hwan melompat ke kuda Seung Nyang. Ia memegangi Seung Nyang hingga keduanya terjatuh ke air. Mereka berkelahi di air. Seung Nyang lagi-lagi menang.

ki-00214 ki-00215

Ta Hwan tertawa ia tidak bisa mengalahkan Seung Nyang. Namun tawanya itu berganti dengan tangis.

“Ayahanda, aku tidak mau mati. Aku ingin pulang dan membalaskan kematian Ayahanda. Juga pengasinganku….bagaimana bisa Ayahanda meninggalkanku? Ayahanda, aku merindukan Ayahanda. Ayahanda…”

Ta Hwan berteriak memanggil ayahnya. Seung Nyang mau tidak mau ikut sedih dan memandangi cincin ayah dan ibunya. Ia mengerti rasanya ditinggalkan orangtua yang dicintai.

ki-00236 ki-00239

Wang Yoo datang ke Daechong. Ia mencari Ta Hwan dan Seung Nyang.

Kuda yang tersisa tinggal satu karena satu kuda melarikan diri. Ta Hwan berkata ia tidak akan melupakan Seung Nyang jika ia bisa menjadi Kaisar. Seung Nyang berkata ia tidak peduli hal itu. Hanya saja jika Ta Hwan suatu saat memerintah Yuan, ia meminta agar Ta Hwan tidak menjadikan orang Goryeo sebagai gundik maupun kasim. Terpisah dari keluarga dan mati di tanah asing, Ta Hwan sudah tahu bagaimana rasanya.

Tapi masalahnya Ta Hwan tidak yakin ia bisa tetap hidup. Seung Nyang berkata Ta Hwan harus tetap hidup demi Goryeo. Ta Hwan berkataSeung Nyang tidak tahu kalau orang yang mengirimnya ke sini adalah orang-orang keji dan tidak punya ampun. Mereka akan terus berusaha membunuhnya.

ki-00244 ki-00251

Wang Yoo menyusul ke pantai mencari Ta Hwan dan Seung Nyang. Ia memarahi Seung Nyang karena berkeliaran di saat ada pembunuh. Ta Hwan membela Seung Nyang bahwa itu adalah perintahnya. Hm…tapi Wang Yoo jadi kesal karena kesannya Seung Nyang mengikuti perintah Ta Hwan dan bukan perintahnya.

Namun ia tidak mempermasalahkan lagi. Ia menyuruh Seung Nyang membonceng kudanya. Ta Hwan menyuruh Seung Nyang membonceng kudanya. Dan Seung Nyang pun bingung. Astaga masih jadi “cowo” aja udah rebutan gini >,<

Tapi cara berpikir Seung Nyang lain. Ia tidak berani membonceng Rajanya. Dan lagi ia harus melindungi Ta Hwan. Maka ia pun naik ke kuda Ta Hwan. Wang Yoo kecewa namun ia tidak mengatakan apa-apa lagi.

ki-00261 ki-00269

Malam harinya, Wang Yoo dan Seung Nyang membicarakan si pembunuh. Wang Yoo menasihati agar Seung Nyang berhati-hati dalam mempercayai orang. Ia bertanya apakah ada masalah dalam mendampingi Ta Hwan yang tabiatnya aneh. Seung Nyang menggeleng, ia malah merasa tugasnya ini menarik.

Seung Nyang berkata ia melihat Ta Hwan kurang nafsu makan dan juga tidak ada penjahit yang membuatkan pakaian. Wang Yoo berkata ia akan mengirim koki istana dan penjahit. Ia menghela nafas panjang karena ia harus memenuhi kebutuhan Ta Hwan (yang notabene adalah musuhnya), atas permintaan Seung Nyang pula.

ki-00276 ki-00280

Ta Hwan gelisah tanpa kehadiran Seung Nyang. Bangsawan Zhang berkata saat ini Seung Nyang sedang bersama Wang Yoo. Ia lebih suka Seung Nyang dipindahtugaskan karena menurutnya Seung Nyang ditugaskan Wang Yoo untuk mengawasi Ta Hwan. Ta Hwan tidak peduli. Ia sendiri yang akan memanggil Seung Nyang.

Seung Nyang pamit pada Wang Yoo untuk menjaga Ta Hwan. Wang Yoo meminta Seung Nyang menjaganya malam ini. Seung Nyang terkejut. Ia beralasan pembunuh masih berkeliaran. Wang Yoo berkata ia sudah mengirim pengawal lain untuk menjaga Ta Hwan.

Tepat saat itu, Ta Hwan mengetuk kamar Wang Yoo mencari Seung Nyang. Tanpa diundang, ia langsung duduk. Ia hendak menuangkan minuman untuk Seung Nyang. Tapi Seung Nyang menolak karena ia sedang bertugas.

ki-00293 ki-00299

Ta Hwan berkata Seung Nyang hanya menjalankan perintah. Jika Wang Yoo memberi perintah maka Seung Nyang pasti melakukannya. Maka Wang Yoo pun menyuruh Seung Nyang minum. Seung Nyang menurut.

Ta Hwan berkata Wang Yoo memiliki orang-orang yang hebat. Ia merangkul pundak Seung Nyang. Ia ingin membawa Seung Nyang jika ia kembali ke Yuan. Ia meminta Seung Nyang pada Wang Yoo. Seung Nyang langsung tersedak.

ki-00307ki-00313 

Ta Hwan berkata untuk hal ini pun Seung Nyang membutuhkan perintah dari Wang Yoo. Wang Yoo dalam keadaan serba salah. Jelas ia tidak menginginkan Seung Nyang pergi, tapi ia juga berusaha untuk tidak menolak permintaan Ta Hwan. Maka ia berkata, meski ia memaksa Seung Nyang, Seung Nyang tidak akan pergi. Seung Nyang merasa kecewa, karena sebenarnya ia ingin Wang Yoo menahannya. 

Ta Hwan bertanya apa jawaban Seung Nyang. Seung Nyang berkata ini sudah larut malam, jadi ia pamit. Seung Nyang keluar dari kamar Wang Yoo. Ta Hwan dengan senang hati mengikutinya.

Wang Yoo bertanya-tanya mengapa hatinya terasa terbakar walau ia sudah melakukan apa yang benar.

 ki-00316ki-00317

Bayan dan Tal Tal dilepaskan dari penjara dan dibawa menghadap El Temur. El Temur berkata sekarang saatnya bagi mereka untuk menebus kesalahan. Ia akan mengerahkan pasukan ke Daechong untuk membunuh Ta Hwan. Pasukan itu akan menyerang pulau dengan mengenakan seragam Goryeo.

Dang Ki Se dan Tap Ja Hae (keduanya putera El Temur) mengajukan diri untuk memimpin pasukan itu. El Temur memerintahkan mereka untuk membunuh semua orang yang ada di pulau itu. Semua orang tanpa terkecuali.

ki-00322 ki-00323

Wang Go menerima perintah yang sama dari El Temur. Wang Go menyadari El Temur adalah orang yang mengerikan. Ia memerintahkan anak buahnya membantu pasukan Yuan menyerang markas setempat. Byung Soo juga mengetahui rencana itu. Ia melapor bahwa tak seorangpun mencurigainya, termasuk Komandan Ki.

Tapi ternyata Wang Yoo curiga. Ia menyuruh Komandan Ki memeriksa para bawahannya. Tidak ada yang terkecuali.

ki-00328 ki-00330

Wang Yoo melihat Seung Nyang sedang mengajari Ta Hwan memanah. Ta Hwan sangat payah hingga Seung Nyang harus mengajarinya memegang panah dengan benar. Tapi tetap saja Ta Hwan gagal. Seung Nyang tertawa. Wang Yoo jadi kesal melihat kedekatan mereka berdua.

ki-00339 ki-00345

Seung Nyang menemui Wang Yoo. Ia bertanya mengapa Wang Yoo tidak suka ia bersama dengan Ta Hwan. Wang Yoo beralasan ia tidak menyukai Ta Hwan.

“Benarkah hanya itu?” tanya Seung Nyang sambil tersenyum. “Kenapa aku tidak percaya?”

“Jangan tersenyum seperti itu.”

“Kenapa aku tidak boleh tersenyum” Seung Nyang tersenyum manis. Haha…ini pasti khayalannya Wang Yoo doank.

ki-00355 ki-00357

“Sudah kubilang hentikan,” kata Wang Yoo ketakutan.

Seung Nyang tertawa geli.

“Ini perintah. Tidak boleh lagi tersenyum.”

Seung Nyang malah melompat mendekati Wang Yoo dan tersenyum di depan wajahnya. Bahkan menyentuhnya (noel kalau istilah Sunda-nya^^).

ki-00369 ki-00370

“Hentikan!!!” Wang Yoo terbangun. Ternyata mimpi, bukan khayalan XD

Sun Woo dan Moo Song khawatir melihat Wang Yoo seperti itu. Mereka meminta maaf pada Wang Yoo karena mereka tidak bisa melihatnya lebih awal. Sun Woo dengan sedih berkata ia bisa menyediakan wanita cantik manapun tapi kenapa Wang Yoo malah memilih pria. Ia dan Moo Song berpikir Wang Yoo menyukai Seung Nyang.

Wang Yoo terkejut dan menyangkal (padahal bener hehe^^). Moo Song langsung lega mendengarnya.

ki-00386 ki-00393

Wang Yoo akan kembali ke ibukota. Ta Hwan khawatir Wang Yoo akan membawa Seung Nyang pergi. Wang Yoo memerintahkan agar Seung Nyang tetap menjaga Ta Hwan, tapi tidak lebih dari itu. Jangan sampai persahabatan mengaburkan penilaian Seung Nyang. Seung Nyang mengerti, walau agak malu juga ditegur di depan orang banyak seperti itu.

ki-00398 ki-00400

Komandan Ki menemukan obat salep untuk luka di kamar Byung Soo. Ia langsung menanyai Byung Soo. Boo Hwal memegang lengan Byung Soo dan Byung Soo langsung mengernyit kesakitan, bahkan luka itu kembali mengeluarkan darah. Komandan Ki dan Boo Hwal langsung mencurigai Byung Soo dan meminta Byung Soo menjelaskannya. Byung Soo beralasan ia terluka saat berlatih.

Boo Hwal tidak percaya. Komandan Ki bertanya siapa yang melukai Byung Soo. Seorang anak buah Byung Soo mengaku ia tak sengaja melukai Byung Soo saat berlatih, prajurit lain juga bisa menjadi saksinya.

Walau begitu Komandan Ki memerintahkan Boo Hwal untuk mengawasi Byung Soo.

ki-00404 ki-00407

Pasukan Yuan mulai bergerak melewati laut menuju pulau Daechong. Bayan dan Tal Tal membicarakan mengapa El Temur begitu terburu-buru ingin membunuh Ta Hwan yang sedang diasingkan. Bayan yakin El Temur yang membunuh kaisar terdahulu (ayah Ta Hwan). Tal Tal berkata ia dengar penyakit Kaisar (adik Ta Hwan) semakin memburuk. Jika Kaisar mangkat, maka Ta Hwan yang akan menjadi penerusnya.

Bayan mengerti sekarang. El Temur sedang berpacu dengan waktu. Ta Hwan harus mati sebelum Kaisar agar tidak ada lagi penerus, dan El Temur bisa menggantikannya. Jika Ta Hwan masih hidup saat Kaisar mati, maka tahta langsung diturunkan pada Ta Hwan.

ki-00421 ki-00422

Byung Soo mengendap-endap keluar markas. Ia menemui Dang Ki Se dan Tap Ja Hae yang sudah mendarat di Pulau Daechong. Dang Ki Se menyuruh Byung Soo melaporkan situasi dan di mana letak kamar Ta Hwan. Byung Soo melaporkan Ta Hwan sedang tidur di kamarnya dekat gerbang Utara.

Dang Ki Se memerintahkan pasukannya ke Utara, sementara Bayan dan Tal Tal ia perintahkan menyerang gerbang Selatan dan samping. Sepertinya Dang Ki Se tidak mau Bayan yang membunuh Ta Hwan dan mendapat pujian dari ayahnya (El Temur).

ki-00425 ki-00427

Boo Hwal melapor pada Komandan Ki bahwa Byung Soo menghilang dan tidak muncul saat giliran jaga. Komandan Ki sekarang yakin Byung Soo adalah pembunuhnya. Ia menyuruh Boo Hwal menangkap Byung Soo.

Tiba-tiba terdengar suara riuh. Seorang pasukan melapor pada Komandan Ki bahwa mereka diserang. Anehnya mereka diserang oleh tentara Goryeo. Itu karena pasukan Yuan mengenakan baju tentara Goryeo.

ki-00432 ki-00435

Pasukan Dang Ki Se dan Tap Ja Hae menggempur gerbang utara. Karena para penyerang juga mengenakan pakaian Goryeo, sulit untuk membedakan mana lawan mana kawan.

Bayan dan Tal Tal yang menggempur dari gerbang belakang menemukan Bangsawan Zhang. Bayan mengancam Bangsawan Zhang untuk menunjukkan di mana Ta Hwan berada.

ki-00441 ki-00442

Seung Nyang membawa Ta Hwan keluar dari kamar. Ta Hwan bingung kenapa orang Goryeo mau membunuhnya. Seung Nyang berkata pasukan itu bukan orang Goryeo. Dan benar saja, Dang Ki Se menghampiri mereka. Seung Nyang langsung meraih panahnya.

Namun keadaan tidak memungkinkan karena dari arah berlawanan muncul Tap Ja Hae dan pasukannya. Seung Nyang menarik Ta Hwan untuk berlari sekencang-kencangnya.

ki-00446 ki-00453

Mereka terdesak. Tembok di belakang mereka. Seung Nyang memanah musuh yang mendekat. Ia menyuruh Ta Hwan melompat melewati dinding. Ta Hwan ketakutan tapi hanya itu satu-satunya cara.

Ta Hwan berhasil naik ke tembok dengan bantuan Seung Nyang. Ia mengulurkan tangannya untuk membantu Seung Nyang naik. Tapi Seung Nyang tahu, tidak ada waktu baginya untuk naik. Ia mendorong Ta Hwan hingga terjatuh ke sisi luar tembok. Komandan Ki menyelamatkan Ta Hwan.

ki-00467 ki-00470

Ta Hwan berteriak Seung Nyang ada di dalam. Meski sedih, Komandan Ki memerintahkan gerbang ditutup. Ia lalu berteriak agar Seung Nyang melompati tembok.

Posisi Seung Nyang semakin terjepit. Dang Ki Se semakin mendekat ke arah Seung Nyang. Seung Nyang mengenali Dang Ki Se sebagai pembunuh ibunya. Ia menancapkan pedangnya ke tanah dan menantang Dang Ki Se membunuhnya.

ki-00485 ki-00487

Untunglah Seung Nyang tidak memusatkan diri pada balas dendamnya. Saat Dang Ki Se mengayunkan pedangnya, Seung Nyang menendangnya hingga Dang Ki Se membungkuk. Seung Nyang menggunakan punggung Dang Ki Se sebagai pijakan untuk melompati tembok. Ia berhasil.

ki-00493 ki-00497

Ta Hwan lega saat melihat Seung Nyang. Begitu juga Komandan Ki saat melihat puterinya. Komandan Ki memerintahkan untuk ke gerbang selatan.

Tapi dari sana muncul pasukan Bayan dan Tal Tal, dengan membawa Bangsawan Zhang sebagai sandera. Bayan memerintahkan mereka menyerah atau mati. Komandan Ki menolak menyerah. Mereka berani mati sebagai prajurit Goryeo.

ki-00505ki-00508 

Komandan Ki memerintahkan Seung Nyang melindungi Ta Hwan. Lalu ia memberi perintah untuk menyerang.

Barisan depan menyerbu pasukan Bayan. Mereka tertembak panah musuh. Saat musuh sibuk mengisi panah mereka, Komandan Ki dan pasukannya menyerbu. Mereka bertempur mati-matian.

Komandan Ki memerintahkan Seung Nyang membawa Ta Hwan ke pantai, di sana ada perahu. Ia memerintahkan Seung Nyang membawa Ta Hwan keluar dari pulau. Seung Nyang tidak mau pergi tanpa ayahnya.

ki-00519 ki-00520

“Patuhi perintah ayahmu!”

“Ayah….” Tangis Seung Nyang.

“Seung Nyang…kau harus hidup. Kau harus hidup untuk melindungi Ta Hwan. Ini adalah perintah terakhir ayahmu.”

Seung Nyang tak sanggup meninggalkan ayahnya, tapi Ta Hwan menariknya keluar. Komandan Ki menoleh melihat puterinya.

“Maafkan Ayah, Seung Nyang. Gadis kecilku….”

ki-00528 ki-00531

Komandan Ki dan pasukannya semakin terjepit karena Dang Ki Se dan Tap Ja Hae berhasil mendobrak gerbang.

Seung Nyang dan Ta Hwan terus berlari menyusuri hutan. Bayan dan pasukannya mengejar mereka. Seung Nyang dan Ta Hwan tiba di pantai. Mereka menemukan perahu dan berusaha mendorong perahu itu ke air. Tapi perahu itu terlalu berat dan mereka sudah terlalu lelah.

Bayan dan pasukannya berhasil mengejar. Meski begitu Seung Nyang dan Ta Hwan terus berusaha mendorong perahu. Bayan mengambil panah dan menembakkannya ke arah Ta Hwan. Seung Nyang melindungi Ta Hwan hingga lengannya yang terpanah.

ki-00547 ki-00552

Bayan menancapkan pisau ke pasir. Ia menyuruh Ta Hwan bunuh diri untuk menjaga kehormatan keluarga kerajaan. Tapi Seung Nyang memungut pisau itu dan siap bertempur, walau harus mati. Maka Bayan pun mengambil pedangnya. Ia akan membunuh Ta Hwan.

Tanpa diduga, Ta Hwan maju ke hadapan Bayan.

“Lihat aku. Siapa aku. Yesun Temur Khan memilihku sebagai penerusnya. Aku adalah pewaris Yuan (lah…kok ngga ikutan di SMA Jeguk? *abaikan*). Bunuh aku dan kau selamanya akan menjadi anjing El Temur. Tapi klanmu akan dikutuk karena sudah membunuh Kaisar. Sekarang, angkat pedangmu dan bunuh aku. Basahi pedangmu dengan darah naga.”

ki-00557 ki-00568

Bayan berkata naga tanpa tahta tak lebih dari seekor ular. Ta Hwan mengingatkan hidup adiknya (Kaisar) tidak lama lagi. Sedikit waktu lagi ia akan menduduki tahta naga. Bayan berkata walau ia tidak membunuh Ta Hwan, orang lain tetap akan membunuhnya.

Ta Hwan dengan tegas berkata ia tidak akan mati karena kakek moyangnya Genghis Khan melindunginya.

“Genghis Khan….” gumam Bayan penuh hormat.

ki-00580 ki-00582

Tal Tal mengingatkan sebentar lagi Dang Ki Se akan menyusul. Bayan pun mengayunkan pedangnya. Membunuh semua pasukan yang mengikutinya. Ia dan Tal Tal melepaskan Ta Hwan.

“Berjanjilah padaku. Tetaplah hidup dan tunjukkan siapa kau sebenarnya,” kata Bayan.

“Langit tidak akan meninggalkan naga,” ujar Ta Hwan.

Bayan memberi hormat, diikuti Tal Tal. Bayan berkata Ta Hwan adalah kaisarnya mulai sekarang. Jangan sampai Ta Hwan melupakannya.  Ia dan Tal Tal membantu mendorong perahu.

ki-00584 ki-00593

Mereka menyaksikan perahu Ta Hwan yang kian menjauh. Tal Tal bertanya apakah Bayan (paman Tal Tal) tidak menyesal. Bayan berkata jika Kaisar mati maka Ta Hwan yang akan menjadi kaisar. Ia lebih suka berpihak pada yang menang. Dan ia bertaruh pada Ta Hwan.

Dang Ki Se tiba beserta pasukannya. Ia panik melihat Ta Hwan berhasil meloloskan diri. Tahu Bayan yang telah melepaskan Ta Hwan, Dang Ki Se langsung memukulinya.Tal Tal hanya bisa menggeleng pasrah.

ki-00600 ki-00604

Wang Yoo mendapat laporan kalau Wang Go pergi ke Inju, itu artinya terjadi sesuatu di Daechong. Ia memerintahkan Moo Song memanggil Jeom Bak Yi dan anak buahnya.

Wang Go tiba di Inju (sepertinya Inju ini berseberangan dengan Pulau Daechong) untuk menemui Dang Ki Se. Ia kesal saat tahu Ta Hwan masih hidup.

ki-00607 ki-00609

Seung Nyang dan Ta Hwan telah mendarat. Seung Nyang hendak membawa Ta Hwan ke ibukota. Wang Yoo harus tahu kalau Ta Hwan masih hidup. Tapi Ta Hwan tidak setuju. Wang Go jelas-jelas terlibat dalam hal ini. Ibukota bukan tempat yang aman.

Seung Nyang tidak peduli. Ia terus berjalan. Saat itulah ia melihat di bawah tebing, ayahnya digiring oleh pasukan Yuan. Dalam keadaan terluka dan lemah.

ki-00617 ki-00618

Wang Go menghampiri Komandan Ki. Komandan Ki sadar Wang Go sudah mengkhianati Goryeo lalu memakinya. Wang Go berkata ia akan membawa Komandan Ki ke ibukota. Dang Ki Se terlihat keberatan. Wang Go menenangkan. Ia akan memotong lidah Komandan Ki agar tidak bisa mengatakan apapun.

Wang Go berbisik pada Komandan Ki bahwa Byung Soo yang akan membuat laporan, bahwa Komandan Ki yang merencanakan pembunuhan Ta Hwan. Komandan Ki meraung marah, berseru agar Wang Go membunuhnya saja.

Seung Nyang tak tega melihat ayahnya. Apalagi ketika Wang Go memerintahkan agar lidah Komandan Ki dipotong. Ta Hwan menahannya

ki-00628 ki-00634

“Ayah, kumohon lihat kemari. Kumohon, Ayah,” batin Seung Nyang sambil menangis. Ta Hwan heran mengapa Seung Nyang menangis seperti itu.

Komandan Ki dibawa pergi. Seung Nyang terus menangis.

ki-00645 ki-00648

Komentar:

Entah kenapa aku malah suka dengan Bayan hehehe…menurutku dia itu lucu. Terlihat sangar tapi sebenarnya penakut. Ketika Ta Hwan menyebut Gengis Khan, kelihatan bahwa Bayan langsung terpengaruh. Senjata Ta Hwan cukup menyebut nama ayahnya dan nama Gengis Khan XD

Identitas Seung Nyang sebagai wanita belum diketahui tapi sudah ada dua pria yang memperebutkannya. Dua-duanya raja lagi >,<

Ta Hwan memang lucu tapi kekanakkan banget. Wang Yoo juga sebenarnya lucu tapi Seung Nyang terlanjur menganggap Wang Yoo sebagai Raja-nya.

Syukurlah Seung Nyang sempat bertemu ayahnya dan ayahnya sempat menemukan puterinya. Karena sepertinya hidup Komandan Ki tidak akan lama lagi >,<

28 komentar:

  1. Akhirnya keluar juga sinopsis ke 4 udah bolak balik ngecek blognya mbak fany :-). terima kasih mbak fany moga sehat selalu biar cepet keluar sinopsis ke 5nya

    BalasHapus
  2. sediiih ih ..
    di hari ayah dan lagi kangen sama ayah juga,, eh lihat ini jadi makin menguras air mata .. gimana kalo aku diposisi Seung Nyang ,,, pastinya udah doa aja sama Allah biar diturunin petir buat menghantam org2 jahat itu ><

    BalasHapus
  3. Ya ampun tambah seru bngt ni drama

    BalasHapus
  4. Ya ampun tambah seru bngt ni drama

    BalasHapus
  5. mksi mbk fanny sinopsisx...tetap smgt..ditunggu sinopsis epsd 5...

    ---ayu----

    BalasHapus
  6. mbak ditunggu episode selanjutnya. semagat ya mbak.. :)

    BalasHapus
  7. yeyey.. episose 4 nya dah kluar. tp sedih liat komandan Ki :'( smga ayah & anak ini bs brsma dlm wkt yg lbh lama..

    BalasHapus
  8. yeyey.. episose 4 nya dah kluar. tp sedih liat komandan Ki :'( smga ayah & anak ini bs brsma dlm wkt yg lbh lama..

    BalasHapus
  9. akhirnya keluar juga sinop eps 4-nya....ditunggu lanjutannya yah mb Fanny...tengkyu

    BalasHapus
  10. Hmmm....Penasaran kapan dan gemana scene saat identitas seung nyang sebagai cewe terungkap. he... Makasih mba Mumu ^^
    -Yumenas-

    BalasHapus
  11. Hwa.. RALAT! Maksudnya makasih mba Fanny. Huhu... Maaf mba Fanny, salah ngetik. heu... Gara2 ngantuk terus sambil buka sinop2 di blog lain. Nggak konsen nngelindur nampaknya.hwa... Maaf ya mba Fanny. Mo di edit udah ke buru gak bisa. Hwa....
    -Yumenas-

    BalasHapus
  12. Ditunggu kelanjutannya mba.
    Fighting. Gomawo... ^^

    BalasHapus
  13. Salah mbak fanny.. Yg 1 raja, yg 1 lgi calon kaisar.. Heheheh makasih sinopnya mbak

    BalasHapus
  14. Critanya sejauh ini msih bgus, dtggu ep slnjutx ya mbk... mbk fanny daebak... hehehe...

    BalasHapus
  15. Mbk kapan the heirs nya.... aku

    BalasHapus
  16. yah....ini nih yg kurang aku suka dari saeguk, cerita intimidasinya itu bikin emosi luar biasa...brasa banget gak adilnya....aaarrrggghhh
    kasian kan sama Seung Nyang yg baru aja ketemu ama ayahnya udah harus pisah, mana caranya ngenes beud..
    eww...Ta Hwan sekilas kaya Shim Changmin DBSK yah? hihihi...lucu tuh anak..
    Semangat Mba Fanny...ditunggu selanjutnya..

    BalasHapus
  17. mbak fanny..
    ditunggu sinop ep 5nya..
    makin seru ceritanya..
    dh nntn sih..
    tapi tetap nunggu sinop mbak keluar

    BalasHapus
    Balasan
    1. nontonya pake sub apa ga??? kalo ia download sub ep 5 ma 6 dmn?? soalnya q bolak-balik ke subscene ga ad ad!! tolong di jawab ea!!

      Hapus
  18. Dh makin seru ceritanya.. makasih mbak fany...
    ditunggu episode lima nya..
    :)

    BalasHapus
  19. @ria pratiwi saya nntnnya di youtube..gc pake sub sih..pake bahasa kalbu aj..jadi tetapp nunggu sinop mbak fanny

    BalasHapus
  20. blog mumuzizi gbs di buk lg y
    ada yg tw g knp???
    lg rajin baca sinop The Heirs, Secret Love n skrg Empress Ki yg tnyt jg keren bngt

    BalasHapus
  21. sinopsis 5 dan 6 donkk lama bgt kluarnya :)...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ia mbak fany....episode 5 dan 6 nya mana....udah kagak sabar nunggunya,,,, huhuhuh

      Hapus
  22. nyasar ke sini gara - gara healer:)
    ha ji won eonni benar - benar kerasa kayak noona nya chang wook oppa. So cute! but sad:(

    BalasHapus

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)