Rabu, 20 Januari 2016

Kesempatan Kedua Dalam One More Happy Ending


One more happy ending…

Dalam drama-drama, kita mengatakan drama itu happy ending jika OTP jadian atau menikah  (bahkan memiliki anak). Dalam kehidupan nyata pun demikian. Setiap pasangan yang menikah tentunya berharap pernikahan tersebut akan langgeng sampai maut memisahkan.

Tapi apa yang akan kita lakukan jika ternyata bukan happy ending yang didapat, malah perceraian/perpisahan yang harus dialami?  Mampukah kita bangkit dan percaya bahwa kita berhak mendapatkan happy ending itu kembali?


Sepertinya Han Mi Mo (Jang Na Ra) percaya, sampai-sampai dia menjadi agensi konsultan pernikahan ulang di Brave Wedding. Ingin kenal siapa Mi Mo? Yuk baca dulu perkenalan para tokoh One More Happy Ending di Blog Berbagi Sinopsis ^^



Supaya lebih memahami kira-kira drama ini bercerita tentang apa, mari kita lihat long preview-nya. Belum ada subtitle untuk long preview ini jadi aku menerka-nerka jalan ceritanya dengan bahasa kalbu yaaa hehe^^


Setelah mengalami perceraian yang menyakitkan, Han Mi Mo bangkit kembali dengan mendirikan agen konsultansi perjodohan untuk para janda dan duda.  Dan ia berhasil memberikan one more happy ending pada kliennya. Tapi melihat mereka, sepertinya Mi Mo bertanya-tanya apakah ia juga akan mendapatkan kesempatan yang sama.

Song Soo Hyuk (Jung Kyung Ho) adalah seorang reporter. Ia bisa melakukan apapun demi mendapatkan beritanya. Termasuk menyamar menjadi seorang wanita hamil.


Pertemuannya dengan Mi Mo pertama kali terjadi saat ia tak sengaja menabrak mobil Mi Mo yang sedang diparkir. Mi Mo awalnya mengira Soo Hyuk seorang wanita hamil seperti yang dilihatnya dan memanggilnya ahjumma. Ia terkejut mendengar suara nge-bass Soo Hyuk saat menjelaskan tubrukan tersebut.

Namun ia lebih terkejut saat Soo Hyuk memanggilnya “ahjumeoni (tante)”. “Apa kau tidak tahu siapa aku?” tanyanya. Soo Hyuk tidak tahu. “Ini aku, Angels..”


Angels adalah girl grup yang pernah terkenal bertahun-tahun lalu. Anggotanya adalah Han Mi Mo, Baek Da Jung (Yoo Da In), Go Dong Mi (Yoo In Na), Hong Ae Ran (Seo In Young), dan  Go Sil Ah (Sandara Park – cameo). Sepertinya Go Sil Ah menganggap dirinya lebih penting dari anggota lainnya. Hal ini membuat Mi Mo marah dan mereka berkelahi. Ketiga anggota laiinnya berusaha melerai tapi grup itu tak terselamatkan dan dibubarkan.


Dong Mi sekarang menjadi seorang guru SD dan masih single. Ia mencoba mengikuti acara perjodohan tapi para pria di sana ternyata para pria berumur yang lebih pantas menjadi ayah atau kakeknya.


Da Jung sudah menikah dan memiliki anak. Namun pernikahannya tidak bahagia dan berada di ambang perceraian. 

Ae Ran menjalankan bisnis internet shopping mall dan sudah memiliki tunangan.


Mi Mo juga sebenarnya sudah move on dari perceraiannya dan memiliki kekasih. Tapi sepertinya kekasihnya memutuskannya begitu saja. Patah hati, ia melempar gelang pemberian kekasihnya ke laut. Soo Hyuk kebetulan tak jauh berada di sana sedang menulis berita (ia mengejar berita Go Sil Ah yang sekarang menjadi artis terkenal).

Mi Mo menyesal telah membuang gelang itu dan terjun ke laut untuk mencarinya. Soo Hyuk melihatnya dan menyangka Mi Mo bunuh diri. Tanpa berpikir panjang ia menyusul Mi Mo sambil berteriak-teriak dramatis.


Ujung-ujungnya Mi Mo yang malah harus menyelamatkannya karena Soo Hyuk tak bisa berenang. Dan ia juga yang mengantar Soo Hyuk pulang. Ketika ditanya di mana rumahnya, Soo Hyuk menjawab singkat, “Seoul.”

“Seoul di mananya?!!” tanya Mi Mo galak. Haha seneng deh kali ini Jang Na Ra perannya galak^^


Jejenggg…ternyata apartemen mereka berseberangan.

Entah bagaimana mereka minum bersama dan mulai saling curhat. Moral pertama drama ini: jangan mabuk XD

Karena berikutnya, Soo Hyuk dan Mi Mo pergi ke catatan sipil untuk menikah.  Keduanya masih dalam keadaan mabuk.


Soo Hyuk memanggil temannya, Goo Hae Joon (Kwon Yool) untuk menjadi saksi pernikahan mereka. Hae Joon adalah seorang dokter tampan yang populer di kalangan para wanita.

“Will you marry me?” Soo Hyuk berlutut sambil menyodorkan seikat bunga.
[email protected]#$%#-lutely,” jawab Mi Mo.

Mereka berteriak sambil berputar-putar. Meski merasa aneh, sepertinya Hae Joon menjadi saksi pernikahan mereka.


Dan bisa ditebak, begitu sadar dari mabuk dan menyadari apa yang sudah terjadi, Mi Mo dan Soo Hyuk langsung panik. Kira-kira bagaimana ya kisah mereka? Karena sepertinya Mi Mo malah jatuh hati pada Hae Joon yang tampan meski Hae Joon memanggilnya dengan sebutan “kakak ipar”.


Selain dengan kisah mereka, aku juga tertarik dengan kisah para Angels yang lain. Terutama Dong Mi. Aku malah mendukung Dong Mi sama Hae Joon aja hehe^^

Sekilas drama ini sepertinya drama rom-com ringan. Tapi aku sejak dulu menyukai drama ringan namun memiliki hati. Dan sepertinya drama ini akan menjadi drama seperti itu.

Belum lagi ini pertama kalinya aku menonton drama Jung Kyung Ho setelah Smile, You. Mereka adalah salah satu pasangan drama favoritku. Tapi dalam kenyataan Lee Min Jung akhirnya menikah dengan  Lee Byung Hun, dan Jung Kyung Ho menyerahkan hatinya pada SNSD Soo Young^^


Aku terakhir menonton Jang Na Ra dalam drama Fated To Love You di mana di sana ia memerankan seorang wanita yang sangat sabar dan baik hati. Sementara Mi Mo digambarkan sebagai seorang yang tidak ragu mengungkapkan apa yang ada di benaknya, termasuk mengumpat.


Penampilan lainnya yang membuatku tertarik adalah Yoo In Na. Biasanya ia mendapat peran seorang wanita karir yang rapi  atau aktris terkenal yang glamour. Tapi kali ini ia mengacak-acak penampilannya. Ia mengungkapkan dalam salah satu wawancara bahwa ia ingin mencoba peran yang sama sekali berbeda. Karena itu ia rela menaikkan bobotnya sebanyak 3 kilo dan berusaha tampil culun.

Sepertinya aktor satu ini muncul di berbagai drama akhir-akhir ini hehe…tapi siapa yang keberatan? Kim Tae Hoon  akan berperan sebagai Kim Jeon Hak, suami Da Jung. Ia seorang chaebol dan Da Jung menikah dengannya saat masih muda.

Selain Sandara Park yang muncul sebagai cameo, pasangan We Got Married Kim So Yeon-Kwak Shin Yang juga akan muncul sebagai cameo. Kim So Yeon membintangi drama Falling For Innocence bersama Jung Kyung Ho dan mereka memang berteman. Jung Kyung Ho pernah menjadi tamu bagi pasangan WGM tersebut.


Uniknya lagi, dalam cameo tersebut kabarnya Kim So Yeon akan berperan menjadi ahjumma kurang menarik. Hehe…terus apa Mi Mo akan memasangkannya dengan Kwak Shin Yang? Kalau orang sudah cantik dari sononya, tetap saja cantik yaaa…

Ngomong-ngomong Jang Na Ra ini tidak berubah ya. Aku pertama mengenal Jang Na Ra sebagai penyanyi pada tahun 2002. Haha jadul yaa…tapi coba liat deh, wajahnya ngga berubah banyak^^ mungkin itu keuntungan memiliki tubuh mungil ;D


Drama ini akan ditayangkan di MBC setiap Rabu-Kamis, mulai malam ini (20 Januari). Aku akan membuat sinopsisnya bergantian dengan Mumu di Blog Berbagi Sinopsis. Episode pertama oleh Mumu. Nantikan kami yaaa^^





Jumat, 08 Januari 2016

Pengumuman Pemenang Giveaway 5th Anniversary Kdramatized


Akhirnya setelah hampir sebulan, sempat juga membuat postingan pemenang giveaway. Maaf banget ya teman-teman dan terima kasih untuk kesabarannya^^ Saranghae (pinjem tangan Young Ho dan Joo Eun)

Terima kasih untuk partisipasi teman-teman mengikuti Giveaway 5th Anniversary Kdramatized. Total ada 63 jawaban yang masuk baik dari email-email, dari komentar blog, dan dari Facebook Page. Bacanya sih seneng banget sampe berkali-kali….yang pusing tuh menentukan pemenangnya. Soalnya jawabannya bagus-bagus dan keren-keren sih^^

Hari ini aku meluangkan waktu untuk membalas semua email jawaban teman-teman sebagai bentuk apresiasi atas partisipasinya. Juga untuk memilih para pemenang giveaway kali ini. Bulan lalu aku sudah membaca semua dan sudah menyisihkan komentar-komentar yang menarik perhatianku. Tapi karena kelamaan jadi lupa lagi hahaha XD


Dari 62 jawaban, 12 di antaranya tidak memiliki idola atau lebih melihat alur dramanya daripada aktor/aktrisnya atau berganti-ganti idola tergantung drama mana yang sedang disukai. Dan 70% penjawab mengakui memiliki idola mempengaruhi hidup mereka.

Jawaban teman-teman memberiku pemahaman apa artinya memiliki seorang idola. Selama ini pendapatku mengenai para fans cenderung negatif dikarenakan fans-fans yang berlebihan hingga menimbulkan fanwar. Rasanya jadi males berbicara dengan fans semacam itu.


Tapi jawaban teman-teman membuka mataku bahwa menjadi fans tidaklah seperti itu. Memiliki idola juga ada segi-segi positifnya. Banyak jawaban mengatakan idola memberi mereka inspirasi untuk kerja keras, membantu mereka menghadapi masa sulit, mengubah mood yang jelek,  mendapatkan banyak teman, memotivasi untuk belajar bahasa Korea dan Inggris, rajin menabung supaya bisa nonton konser, lebih baik ngepoin idola daripada ngomongin tetangga hihihi^^

Sementara sisi negatifnya hampir semua mengatakan membuat dompet bocor karena boros hehe… Selain itu ada juga yang jadi susah mencari jodoh karena standarnya terlalu tinggi (mencari yang seperti idola), diledek teman-teman karena suka KPOP dan Kdrama, lebih senang berada di dunianya sendiri, terlalu fokus pada idola hingga merasa idola kita paling baik dan paling benar….ujung-ujungnya fanwar ;p

Hampir semua setuju idola juga manusia biasa yang bisa membuat kesalahan. Selama mereka mengakui kesalahan dan  meminta maaf, para fans tetap akan mendukung. Ada juga yang memilih beralih mencari idola lain jika kesalahan yang dilakukan terlalu berat.
Kesimpulannya, memiliki idola boleh-boleh saja selama menjaga batasannya dan juga menyadari kalau idola tidaklah terjangkau oleh tangan kita. Mereka bisa menjadi inspirasi, tapi tidak bisa menjadi milik kita.

Kesimpulan yang tepat kudapatkan dari salah satu jawaban teman (Fitra Aulianty)
-Anak remaja cenderung punya bias karena mereka butuh contoh/panutan
-Tidak masalah punya bias asal jangan terlalu berlebihan
-Efek yg paling sering timbul setelah jadi fans itu ialah konsumtif. Entah itu uang atau konsumtif sama info bias atau foto bias
-Untuk beberapa orang, setelah mereka dewasa mereka akan berhenti jadi
fans karena mereka punya kesibukan sendiri dan sudah menemukan apa yg
mereka cari.


Setelah membaca berulang-ulang jawaban teman-teman, akhirnya aku berhasil memilih para pemenangnya. Susah banget milihnya hehehe…kalau bisa sih semua dikasih hadiah >,< Tadinya  aku berencana memilih hanya 10 pemenang, tapi akhirnya aku memutuskan 16 orang pemenang.

Pemenang Etude House CC Cream:  I'm Anggiify 

Pemenang Etude House  Lip Tint Pink: Tri Purwanti
                                                        Piyuffie

Pemenang Etude House Lip Balm: Fitra Aulianty
                                                Laila yesung 

Pemenang DVD berisi mp3 kumpulan OST dan lagu-lagu KPOP favoritku

    Ayu Ristamaya Yusuf
    Lendy Aprillia
    Suhe suhariyah
    Karin Koizumi
    Safira apriliwati 
    Raci Netralliana 
    Kristy Natalia
    Haifa ipeh
    Vensa Walean
    Siti Inayah
    Jessica Pratama 

Selamat untuk semua pemenang^^ Para pemenang harap mengirim nama, alamat lengkap, dan nomor hape ke emailku yaaa^^ Hadiah aku usahakan dikirim minggu depan.


Buat teman-teman yang belum berhasil, tetap semangat ya^^ Bagi mereka yang ingin membeli produk Etude House asli dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin, bisa mencarinya di:

Facebook : Kosmetik Etude 
Pin BB : 5206E5A0
IG: @kosmetiketude
Line: kosmetik_etude
WA : 0813.12.768.738

Oya, membaca jawaban teman-teman ternyata banyak lho yang berbakat menulis^^ Kalau membicarakan bias memang seru banget ya hehehe J
Sampai jumpa pada giveaway berikutnya…

 

Kamis, 07 Januari 2016

Sinopsis Oh My Venus Episode 15


Setelah berbagai hal yang mereka lalui dan kehebohan pesta Natal serta ulang tahun Young Ho., akhirnya Joo Eun dan Young Ho dapat menikmati waktu mereka berdua.

Young Ho menunjukkan plester di tangannya dan Joo Eun tersenyum karena Young Ho melihat plester yang ia tempelkan di pintu rumah sakit. Young Ho berkata ia dapat bertahan karena plester itu.

“Maaf karena membuatmu menunggu, Kang Joo Eun,” kata Young Ho dalam hati sambil menatap Joo Eun.

“Terima kasih karena kembali lebih cepat dari yang kukira, Coach-nim,” kata Joo Eun dalam hati.

Joo Eun bertanya apa harapan ulang tahun Young Ho. Agar tidak sakit lagi? Bukan, kata Young Ho. Harapannya adalah agar Joo Eun tidak sakit.


Joo Eun memeluk Young Ho. Young Ho berharap mereka bisa menghabiskan malam yang santai dan hangat bersama. Okay, sahut Joo Eun.

Young Ho mengecup kening Joo Eun. Joo Eun malah memberi kiss. Young Ho kembali mengecup kening Joo Eun dan memeluknya lebih erat. Joo Eun balas mengecup kening Young Ho dan menatapnya sambil tersenyum.

“Malam yang hangat,” Young Ho mengingatkan.

Joo Eun malah mendekati Young Ho seakan hendak memberi kiss kedua. Tapi ia hanya menggoda dan bersandar di dada Young Ho. Hehe…walau Young Ho “hanya” ingin malam yang hangat dan bergerak mundur saat Joo Eun mendekatinya, ia terlihat kecewa ketika Joo Eun tidak memberinya kiss seperti yang ia kira.


“Apa ini tidak terlalu berlebihan untuk malam yang hangat?” tanyanya.

Joo Eun berkata ia terbiasa tidur sambil memeluk “Si Brengsek”. Ia terus menggoda Young Ho. Young Ho bergumam Joo Eun benar-benar kejam.

“Suruh siapa kau kembali begitu tampan dan seksi,” kata Joo Eun. Mana tahaaaan XD

“Aku tarik kembali malam yang hangat,” kata Young Ho. “Malam erotis, okay?”

Okay, Joo Eun membuat huruf O dengan tangannya. Young Ho berkata Joo Eun yang lagi-lagi menggodanya duluan. Dan mereka pun menghabiskan malam bersama.


Joo Eun bergumam ia harus segera bangun karena Ji Woong dan Joon Sung sebentar lagi pulang. Young Ho menyuruh Joo Eun kembali tidur karena Joon Sung dan Ji Woong bermalam di rumah ibu Joon Sung.

Joo Eun mendorong pipi Young Ho dengan jarinya. Ia lega karena ini bukan mimpi.
“Kau ini memangnya selama ini bermimpi apa?” ujar Young Ho.

Joo Eun berkata Young Ho harus selalu berada di sisinya kecuali saat bekerja dan urusan pribadi. Young Ho mengiyakan. Mereka pun tidur kembali.


Joo Eun membuka matanya dan membalikkan tubuh mencari Young Ho. Ia merasa lega saat melihat Young Ho sedang menatapnya.

“Kau bilang kau ingin selalu melihatku, tapi kau yang membelakangiku,” ledek Young Ho.
“Aku lapar, Oppa, aku lapar,” kata Joo Eun menggemaskan. Young ho tersenyum gemas dan berkata Joo Eun harus berpakaian lebih dulu sebelum terjadi pagi yang erotis. Waduh episode ini benar-benar episode 17 tahun ke atas >,<


Mereka sarapan bersama. Joo Eun sudah memasakkan sup rumput laun untuk Young Ho kemarin (karena Young Ho ulang tahun). Young Ho mengingatkan Joo Eun mengenai hipotiroidnya. Joo Eun berkata dokter sudah menghentikan obatnya bulan lalu. Kadar kolesterol dan tiroidnya sudah normal.

“Kau semakin cantik dan seksi. Bagus,” puji Young Ho.

Joo Eun merasa pujian itu tidak cukup. Ia menarik tangan Young Ho dan mengusapkannya di kepalanya seakan Young Ho membelai kepalanya.

“Sudah kubilang jika aku membulatkan tekad, aku bisa melakukan apapun. Boleh aku pidato?” ia membuat tangan Young Ho menjadi mic.


Dengan gaya dramatis ia berkata merindukan seseorang bisa membuat stress. Dan dalam keadaan stress itu ia bisa menghadapi hipotiroidnya.

“Aku Daegu Venus, yang sekarang menjadi Venus-nya Kim Young Ho, Kang Joo Eun, ingin berbagi kehormatan ini …dengan diriku sendiri.”

Young Ho tersenyum dan berkata ia mengakuinya. Joo Eun meminta Young Ho memakan supnya karena ia hanya sedikit membumbuinya. Young Ho menurut. Ia bertanya apa yang mereka lakukan hari ini.

Joo Eun berkata ia ada meeting malam ini. Jadi sampai saat itu tiba ia ingin melekat bersama Young Ho. Young Ho malu-malu setuju.


Keduanya menghabiskan waktu seharian bersama. Mereka menonton TV dan tertawa bersama. Joo Eun tak sengaja meneteskan yoghurt saat Young Ho berbaring di pangkuannya. Ia mencium Young Ho untuk membersihkan yoghurt itu.

Young Ho tiba-tiba bangkit dan berkata ia harus memeriksa sesuatu. Ia terus mendekati Joo Eun. Joo Eun tersenyum nakal.


Coach-nim ya tetep coach-nim… yang ia periksa adalah ketahanan Joo Eun melakukan plank selama 1 menit. Joo Eun protes. Young Ho berkata Joo Eun yang mengatakannya dalam video yang dikirimnya (salah satu video yang dikirim Joo Eun saat Young Ho di Amerika), jadi ia hanya ingin memastikannya.

Joo Eun mengeluh berapa kali Young Ho harus memeriksanya karena mereka sudah melakukannya sebanyak 5 kali sejak tadi. Young Ho berkata 5 kali sudah cukup, jadi sebagai latihan penutup Joo Eun harus lari 30 menit.


Joo Eun mengomel Young Ho membuatnya berlatih keras di tengah-tengah situasi mesra. Young Ho mengingatkan Joo Eun yang ingin mereka terus bersama. Terpaksa Joo Eun mengikuti perintah coach-nimnya.

Ia agak khawatir melihat Young Ho melatih kakinya. Young Ho berkata tulang yang sembuh dari patah tulang, melekat lebih kuat jika dilekatkannya dengan benar. Ia memastikan tulangnya melekat dengan sempurna, sesempurna Joo Eun. Joo Eun tersenyum lega.


Entah karena perasaan rindu setahun yang menumpuk, entah karena Young Ho terlalu seksi. Bahkan Young Ho yang sedang minum pun terlihat sangat seksi di mata Joo Eun. Ia kembali menggoda Young Ho.

Mereka hampir kiss ketika tiba-tiba ponsel Joo Eun berdering.

“Itu ibu!!” kata Joo Eun kaget.

“Maafkan aku, Ibu,” gumam Young Ho.

Joo Eun mengangkat telepon itu. Ibunya sedang berada di Seoul. Joo Eun berkata ia ada di dekat rumah dan akan segera pulang. Setelah menutup telepon, dengan sedih ia berkata sekarang waktunya bagi mereka untuk berpisah.

Young Ho berkata mereka bisa bertemu besok. Joo Eun berkata ibunya akan menginap besok.

“Ibu sungguh beruntung, bisa bermalam dengan Kang Joo Eun,” ujar Young Ho.  Joo Eun tersenyum dan mengecup pipi Young Ho.


Young Ho mengantar Joo Eun pulang. Sebelum berpisah, ia berkata mulai sekarang mereka akan menebus waktu berkencam mereka tahun lalu.

“Mari kita lakukan semuanya, Kang Joo Eun.”

Joo Eun mengangguk. Ia akan mengingat semua kencan itu dan bahagia dua kali lipat.
“Mengenai ibumu…”

“Nanti saja. Kau bisa menemuinya pada waktunya, tidak perlu buru-buru.”

Dengan berat hati mereka pun berpisah.


Ibu Joo Eun mengira Joo Eun baru dari pesta pernikahan karena melihat Joo Eun mengenakan pakaian bagus. Ia mulai mengomeli puterinya yang belum menikah juga. Joo Eun tidak meladeni omelan ibunya dan masuk ke kamar.

Tapi ibu Joo Eun belum selesai. Ia masuk ke kamar dan bercerita kalau temannya sudah memiliki 3 cucu. Temannya tidak punya kekhawatiran lagi dalam hidup setelah semua anaknya menikah.

Joo Eun mengingatkan kalau ibunya juga sudah punya cucu dan menantu berusia 22 tahun. Ibu Joo Eun mengiyakan menantunya yang berusia 22 tahun sudah punya bayi. Sedangkan Joo Eun?

Ia bertanya kenapa Joo Eun belum juga memperkenalkannya pada kekasihnya. Nanti, jawab Joo Eun.

“Nanti akan terlalu terlambat. Kenapa? Apa ia seorang penipu para wanita? Apa ia punya masalah?”

Joo Eun tertawa dan menyangkal semuanya. Ia berkata ia tahu apa yang ia lakukan. Hingga tiba di kantor pun ia masih tertawa mengingat dugaan ibunya kalau Young Ho adalah seorang penipu wanita.


Joo Eun sedang menangani kasus pelecehan seksual yang dialami kliennya. Ia dan kliennya berhadapan dengan pelaku dan pengacaranya di kantor Soo Jin. Pelaku adalah seorang pejabat dan menyangkal tuduhan yang ditimpakan padanya. Ia ingin menyelesaikan kasus ini dengan berdamai.

Soo Jin membenarkan. Dalam kasus ini memang tidak ada bukti fisik. Juga tidak ada catatan kesehatan sebelum insiden untuk dibandingkan. Cedera yang sembuh dalam waktu 2 minggu biasanya diselesaikan di luar pengadilan.


“Tapi…” Soo Jin memberi isyarat pada Joo Eun.

Joo Eun memperlihatkan rekaman video yang menunjukkan si pelaku sedang melecehkan kliennya. Si klien dan pengacaranya terkejut. Mereka berkilah Soo Jin dan Joo Eun tidak bisa membuktikan siapa wanita dan pria dalam video itu karena wajah mereka diburamkan.
Soo Jin berkata ia sudah mendapatkan file audio dalam video tersebut dan file tersebut sedang dianalisis. Joo Eun berkata tidak akan ada penyelesaian cara damai.

Soo Jin berkata pelaku sudah melakukan pelecehan seperti ini berkali-kali. Ia sudah mendapatkan pernyataan dari korban lainnya. Joo Eun membacakan pasal-pasal yang dapat menjerat si pelaku dan mengingatkan agar pelaku tidak coba-coba melarikan diri.


Nenek Young Ho mendapat laporan dari sekretarisnya mengenai keadaan Young Joon dan Nyonya Choi. Young Joon cuti kuliah dan akan mengikuti wamil. Sedangkan Nyonya Choi aktif dalam kegiatan sosial. Nenek menyadari Nyonya Choi sama sekali tidak berpikir untuk hidup menikmati hidup nyaman (pastinya Nenek sudah memberikan kompensasi sangat banyak pada Nyonya Choi tapi Nyonya Choi tidak mau menggunakannya untuk dirinya sendiri melainkan untuk kegiatan sosial).

Sekretarisnya juga melaporkan mengenai latar belakang Joo Eun. Ayah Joo Eun meninggal karena kecelakaan. Memiliki ibu dan seorang adik laki-laki yang sudah menikah. Nenek langsung bisa menduga keadaan finansial Joo Eun.


Persahabatan Joo Eun dan Soo Jin sudah kembali. Joo Eun melihat cincin di jari Soo Jin dan berkata cincin itu cantik. Soo Jin tersenyum.

Melihat Soo Jin yang pucat, Joo Eun bertanya apakah Soo Jin sakit. Soo Jin berkata ia hanya sakit perut. Ia mengucapkan selamat pada Joo Eun atas kembalinya Young Ho.
Joo Eun tersenyum lalu ia memberanikan diri untuk menasihati Soo Jin. Ia berkata Soo Jin harus makan.


“Kau sudah cukup langsing dan lebih dari cantik.”
“Aku tahu. Siapa bilang aku membuat diriku sendiri lapar?” kilah Soo Jin.

Joo Eun meminta Soo Jin memeriksakan diri ke rumah sakit atau ia yang akan menyeretnya ke sana. Soo Jin tersenyum mengiyakan dan mengucapkan selamat tahun baru.

Tapi sepertinya kondisi Soo Jin memang tidak baik. Ia tak mengangkat telepon Woo Shik dan tak membalas pesan-pesannya. Karena rasa sakitnya tak juga berkurang, ia akhirnya menelepon rumah sakit.


Joo Eun membaca pesan Young Ho yang menanyakan ia ada di mana. Joo Eun meneleponnya dan berkata ia baru mau pulang. Ia menyuruh Young Ho beristirahat karena Young Ho belum lama kembali dari Amerika dan mungkin mengalami jet lag. Young Ho berseloroh ia kelelahan bukan karena jet lag.

Ia berkata ia mengirim Joon Sung dan Ji Woong ke rumah Joo Eun agar ibu Joo Eun tidak merasa kesepian. Joo Eun tersenyum, ibunya memang menyayangi Ji Woong dan juga Joon Sung. Ia menutup percakapan dan berjanji akan berkirim pesan sebelum tidur.


Soo Jin akhirnya mengangkat telepon Woo Shik. Ia berkilah ia sedang meeting dan akan pulang terlambat karena masih ada rapat lain. Woo Shik bertanya apakah Soo Jin sudah makan. Tentu saja, jawab Soo Jin.

Tapi Woo Shik tahu betul Soo Jin selalu makan sangat sedikit. Ia berkata ia akan membawakan bubur dalam perjalanan pulang nanti. Tak sengaja ia melihat Soo Jin di tempat parkir rumah sakit Gahong. Ia bertanya Soo Jin sedang ada di mana.

Tak menyadari Woo Shik sudah melihatnya, Soo Jin berbohong ia ada di kantor. Woo Shik pura-pura percaya. Ia turun dari mobil dan mengikuti Soo Jin. Ia melihat Soo Jin menemui dokter kandungan. Seulas senyum menghiasi wajahnya.


Joo Eun bermain kartu (go stop) bersama ibunya, Ji Woong, dan Joon Sung. Mereka sangat akrab. Saking akrabnya, Ji Woong memanggil ibu Joo Eun dengan namanya (tidak memanggil ibu). Joon Sung berkata itu tidak sopan. Tapi ibu Joo Eun tidak keberatan karena ia dengar di Amerika memang seperti itu.

Terdengar suara bel pintu. Joon Sung berkata itu pasti pesanan makanan mereka yang datang. Joo Eun membukakan pintu.


Wah kalau pengantar makanannya keren gini sih bakal pesen tiap hari…bawa bunga lagi hehehe^^ Joo Eun bengong melihat Young Ho berdiri di depan pintu rumahnya dengan mengenakan pakaian formal, membawa sebuket bunga, dan banyak makanan.

Ia bertanya bagaimana Young Ho bisa ke sini. Young Ho ingin menyapa ibu Joo Eun meski hanya sebentar. Joo Eun berkata ibunya saat ini sedang mengenakan sweater Young Ho jadi jangan sampai Young Ho tertawa saat melihatnya.

“Saat ini aku sama sekali tidak terpikir untuk tertawa,” jawab Young Ho tegang. Ia menaruh tangan Joo Eun di dadanya. Joo Eun terkejut karena jantung Young Ho berdebar kencang menandakan ia sangat gugup.

“Kenapa kau seperti ini? Dia hanya ibuku,” Joo Eun menenangkan.

“Beliau bukan “hanya ibu”. Beliau adalah ibu Kang Joo Eun,” kata Young Ho. Ini pertama kalinya ia merasa seperti ini.


Joo Eun mengajak Young Ho masuk. Ibu, Ji Woong, dan Joon Sung tertegun melihatnya. Joon Sung cepat-cepat mengajak Ji Woong pergi. Mereka meminta ibu Joo Eun baik-baik pada Young Ho.

“Ok Boon (nama ibu Joo Eun), Hyung is my hero. Jadi jangan menyusahkannya ya. Sampai ketemu lagi, aku adalah Go-stopper profesional,” ujar Ji Woong sebelum pergi.

“Dia ini bicara apa,” gumam ibu Joo Eun bingung. Pfft...

Young Ho diam-diam berbisik pada Joo Eun, “Untung aku berganti pakaian sebelum ke sini. Bisa-bisa aku menyapa ibumu dengan mengenakan couple look.”

Joo Eun tertawa geli.


“Joo Eun, siapa dia? Apa dia pengantar makanan?” kata ibu Joo Eun. Young Ho cepat-cepat menaruh makanan di meja.

“Bertanya padahal sudah tahu jawabannya pastilah menurun dari keluarga kita,” sahut Joo Eun.

Young Ho memperkenalkan dirinya. Ibu Joo Eun terus mengamatinya. Joo Eun memberi isyarat kalau Young Ho adalah orangnya.

“Apa kau akan terus chatting dan tertawa dengan Joo Eun-ku?” tanya ibu Joo Eun.


Young Ho bingung dan dengan gugup mengiyakan.

“Kalau begitu cukup,” kata ibu Joo Eun. Haha…gampang banget ya^^

Ia berkata ia sudah melihat Young Ho dan Young Ho berkata akan terus chatting dan tertawa bersama Joo Eun. Baginya itu sudah cukup.

Joo Eun tersenyum lega. Young Ho menyerahkan buket bunga yang dibawanya. Ah cantik sekali, kata ibu Joo Eun. Young Ho berkata ia pintar bermain kartu. Ibu langsung mengajaknya bermain.


Soo Jin duduk merenung di kamarnya. Woo Shik datang membawakan bubur. Soo Jin meminta maaf karena ia tidak memiliki selera makan. Ia melihat bungkusan lain yang dibawa Woo Shik. Ternyata isinya sepasang sepatu bayi. Wajahnya langsung sedih.

Woo Shik mengaku ia tadi melihat Soo Jin di rumah sakit dan mengetahui Soo Jin menemui dokter kandungan. Soo Jin berkata ia tidak hamil.

“Tidak ada alasan untukku hamil, dan aku juga tidak menginginkannya. Aku sudah memikirkannya dan kurasa aku belum siap. Aku juga ingin bekerja lebih banyak. Jika aku menikah dan punya anak, bukankah akan menghalangi pekerjaanku?”


Woo Shik bertanya mengapa Soo Jin berbicara seperti itu. Jika Soo Jin tidak hamil, lalu apakah Soo Jin sakit? Soo Jin jadi kesal. Ia menyuruh Woo Shik pergi. Woo Shik bingung dengan sikap Soo Jin yang tiba-tiba berubah seperti itu.

Soo Jin berkata ia lelah dan ia masih banyak pekerjaan. Woo Shik masih berusaha berbicara baik-baik dengan Soo Jin tapi Soo Jin makin emosi dan menyuruhnya pergi.

“Hanya karena aku mendapat cincin darimu, bukan berarti semuanya sudah pasti.”
Woo Shik menyerah dan akhirnya pergi.


Mengapa Soo Jin seperti itu? Dokter mengatakan kalau ia mengicap sindrom ovarium polisistik. Rahimnya tipis dan lemah jadi akan sulit hamil secara normal. Tes darah juga menunjukkan kalau Soo Jin kekurangan gizi. Soo Jin mengakui ia menjalani diet sangat ketat baru-baru ini.

Dokter berkata Soo Jin juga menderita anemia dan haid tidak teratur. Ia bertanya sudah berapa lama Soo Jin menggunakan obat anti depresi. Soo Jin bertanya apakah obat itu ada pengaruhnya. Ia sudah 2 bulan tidak meminum obat itu dan hanya minum obat untuk anemia.

Sayangnya dokter berkata obat itu berpengaruh. Ia merasa kasihan saat melihat cincin di jari Soo Jin. Ia berkata bukannya tidak mungkin untuk memiliki anak setelah dirawat dan diobati. Hanya ia tidak bisa menjamin keberhasilannya. Ia berkata masih ada harapan.

“Harapan? Orang lain memiliki anak secara alami, sedangkan aku hanya bisa berharap?” tanya Soo Jin sedih.


Sesuai janji, sebelum tidur Joo Eun dan Young Ho saling berkirim pesan. Young Ho berkata  ibu Joo Eun sangat mirip dengan Joo Eun. Joo Eun berkata banyak yang mengatakan seperti itu. Ia berterima kasih atas kedatangan Young Ho tadi.

Young Ho berkata tidak akan mudah bagi Joo Eun menghadapi keluarganya. Joo Eun mengingatkan kalau ia bukan wanita biasa. Semuanya lebih baik baginya selama ia tidak berpisah dengan Young Ho dan terus bersamanya. Young Ho mengajak Joo Eun pergi ke suatu tempat bersamanya besok. Ke mana? Ke luar Seoul.


Young Ho menjemput Joo Eun keesokan paginya. Ia bingung melihat Joo Eun membawa koper. Apa Joo Eun akan ke luar negeri? Giliran Joo Eun yang bingung, bukankah Young Ho yang bilang mereka akan keluar Seoul.

Young Ho langsung memeriksa koper Joo Eun. Haha…sudah bisa ditebak isinya pakaian seksi. Joo Eun membela diri ia kira mereka akan menginap dan ia hanya bersiap-siap.
“Maaf mengecewakanmu tapi hari ini kita tidak akan menginap. Koper ini akan kusimpan untuk berjaga-jaga.”


Young Ho membawa Joo Eun ke kuil tempat ibunya. Meski begitu Joo Eun merasa gugup. Ia bertanya apakah syalnya terlalu pink, apakah ia terlihat cantik?

Young Ho membawanya masuk ke dalam. Joo Eun melihat kotak kaca berisi syal rajutan Young Ho yang belum selesai di sebelah papan nama ibu Young Ho. Itu adalah rajutan yang dibuat Young Ho ketika ia masih kecil dan mendengar kecelakaan ibunya. Joo Eun terkejut menyadari syal yang dikenakannya dibuat oleh Young Ho sendiri.


Joo Eun memperkenalkan dirinya. Ia berkata ia akan terus berada di sisi Young Ho agar Young Ho menjalani sisa hidupnya sebagai pria seksi dan bahagia. Ia membungkuk memberi hormat meminta restu dan berterima kasih berkali-kali karena sudah melahirkan pria setampan itu. Young Ho tersenyum sayang dan terharu.

Saat Joo Eun sendirian, ia mendapat pesan dari nenek Young Ho. Nenek Young Ho ngin bertemu dengannya besok. Joo Eun tidak memberitahu Young Ho soal itu.


Young Ho mengajak Joo Eun pergi berkencan. Meski ia paling benci dingin, ia bersedia berjalan-jalan bergandengan tangan bersama Joo Eun.

Mereka berjalan-jalan dengan gembira. Orang-orang sempat diam-diam menertawakan mereka karena mereka mengenakan satu syal berdua.

“Orang berpacaran memang harus sedikit memalukan dan norak,” Joo Eun membela diri. 

“Saat tergila-gila satu  sama lain, sudah wajar tidak bisa berpikir dengan benar, bukan?”

“Berkencan itu memang sulit. Tapi tunggu, kau bilang kau tergila-gila? Seberapa gila?” Yeee Young Ho ketularan norak XD


Mereka melihat sebuah lorong yang dipenuhi pesan-pesan para pasangan yang berkunjung ke tempat ini. Isinya harapan-harapan mereka. Joo Eun mengajak Young Ho untuk melakukannya juga.

“Untuk apa?” jawab Young Ho.

Ujung-ujungnya ia menurut dan menulis pesan. Bahkan ia dengan serius merenung apa yang hendak ia tulis hingga Joo Eun meledeknya. Young Ho berkata ia harus memikirkannya dengan betul karena ia hanya boleh menulis satu kalimat.


Joo Eun diam-diam mengkhawatirkan pesan dari nenek Young Ho. Selama ini ia melihat nenek Young Ho bak seorang ratu. Seorang yang sangat dihormati dan berwibawa.

Namun ia tidak memperlihatkan kekhawatirannya itu pada Young Ho. Ia melambaikan jarinya dan menyindir jarinya terasa dingin.

“Setidaknya kau bisa menaruh cincin dari tutup botol soju. Aku bahkan sudah bertemu ibumu. Ah lupakan, orang berduit cenderung lebih pelit.”

Young Ho menatapnya. Joo Eun jadi tak enak hati dan berkata ia bukannya materialistis.

“Kau sudah menerimanya dan pura-pura tidak tahu apa-apa?” ujar Young Ho.

Joo Eun bingung.


Young Ho memegang bandul di ujung syal Joo Eun, lalu ia menarik simpulnya. Ia terus berjalan mundur menarik benang wol itu. Joo Eun ternganga saat melihat bandul itu sudah terurai semua. Sebentuk cincin tergantung pada tali itu.


Ia menjulurkan tangan untuk meraihnya. Tapi Young Ho menurunkan benang yang dipegangnya hingga cincin itu meluncur turun. Ia mengambil cincin itu.

“Aku hendak memasangkannya padamu. Jadi kau harus ke sini.”

Ia merentangkan kedua tangannya. Joo Eun tersenyum dan berlari ke dalam pelukan Young Ho. Ia sangat tersentuh.


Young Ho menatap Joo Eun. “Kang Jo Eun, aku mungkin membuatmu sedih. Aku mungkin menyulitkanmu. Tapi tetap saja aku ingin menjalani hidupku bersama Kang Joo Eun selamanya.”

Joo Eun tersenyum dan mengangguk bahagia.

Young Ho memasangkan cincin di jari Joo Eun.

“Sekarang Kang Joo Eun adalah milikku.”


Apa isi harapan mereka? Harapan Joo Eun: bersama Young Ho hyungnim, coach-nim. Harapan Young Ho: bersama Oh My Venus, Kang Joo Eun.


Mereka berpelukan.


Komentar:

Writernim baik banget. Setelah minggu kemarin membuat sinopsis sambil berurai air mata, sekarang menulis sambil senyum-senyum sendiri^^

Meski aku senang dengan episode kali ini yang penuh keseksian dan senyum, tetap terasa kalau penulis sepertinya kehabisan cerita hehe…Tidak keberatan sih berhubung chemistry antara So Ji Sub dan Shin Min Ah luar biasa. Tidak bosan-bosannya melihat mereka berdua.

Kadang saat melihat mereka berdua, yang ada di benakku adalah, “Woo Bin…yang sabar yaaaa…” Soalnya yang lebih agresif di drama ini Joo Eun^^

Aku juga tidak mau kalau tiba-tiba di 2 episode terakhir ini gantian Joo Eun yang sakit atau kecelakaan. Atau ibu Joo Eun mendadak tidak setuju hehehe…atau ayah Young Ho mendadak kolaps yang mengharuskan Young Ho mewarisi perusahaan dan mengikuti kata nenek…atau Nenek yang kolaps hingga Young Ho terpaksa meninggalkan Joo Eun lagi. Lah…itu sih bagiannya drama makjang hehe^^

Tapi ngomong-ngomong soal nenek, kira-kira apa yang hendak ia bicarakan? Tinggal satu episode lagi masa iya hubungan mereka dipersulit ;p