Friday, 2 November 2012

Sinopsis Nice Guy Episode 15 (Bagian 1)

shot0178

Setelah Jae Hee mengumumkan promosi Eun Gi menjadi CEO (jadi CEOnya ada dua, Eun Gi dan Jae Hee), ia sengaja menunggu Maru. Ia menyindir apakah Maru senang sekarang. Maru tersenyum. Ia merasa sangat senang. Tapi ini bukan akhirnya, perjalanan masih panjang untuk mencapai tujuannya.

“Bagaimana bisa kau menggunakan kakakku untuk melawanku? Kau? Bukan orang lain, tapi kau? Kau yang mengetahui orang seperti apa kakakku…”

shot0018 shot0020

“Apakah kau menyimak saat orang lain berbicara?” potong Maru. “Aku sudah tahu kau bodoh tapi aku tidak tahu kau sebodoh itu. Sudah kubilang tidak ada yang tidak bisa kulakukan untuk mengembalikan Seo Eun Gi ke tempatnya.”

Jae Hee berkata ini bukan cara Maru. Jae Hee mungkin menggunakan cara seperti ini (mengancam), tapi Maru tidak. Maru tertawa geli. Semua bisa dilakukan jika ia memang menginginkannya.

“Dalam dunia ini, apa kau pikir Kang Maru dan Han Jae Hee berbeda? Siapapun bisa menjadi seperti Han Jae Hee. Tapi karena mereka tidak ingin berbuat sejauh itu, karena menjadi orang sepertimu adalah hal yang memalukan, mereka menahan diri. Apa kau bersedia berhenti? Apa kau benar-benar tak terpikir untuk meninggalkan segalanya dan diam-diam keluar dari sini?

Jae Hee tak menjawab. Ia menoleh pada Maru. Maru mengangguk lalu pergi meninggalkan Jae Hee.

shot0039 shot0047

“Jika aku menyerah apa kau akan kembali padaku? Jika aku menyerahkan semuanya, apakah kau akan kembali padaku??” tanya Jae Hee. Maru menoleh. Jae Hee berkata ia bersedia membuat kesepakatan jika taruhannya adalah Maru. Satu-satunya syarat untuk ia menyerah adalah Maru.

“Jika kau benar-benar menginginkannya, tak ada yang tak bisa,” ujar Maru. Jae Hee merasa ada secercah harapan. Tapi Maru berkata apa yang bisa dilakukan Jae Hee jika hanya mendapat tubuhnya saja (artinya hati dan jiwa Maru sepenuhnya milik Eun Gi). Maru pergi, berpapasan dengan Min Young yang sepertinya sejak tadi mendengar percakapan mereka.

shot0069 shot0071

Mendengar kata-kata Maru, hati Jae Hee mencelos. Ia berjalan melewati Min Young. Min Young memegang lengan Jae Hee dan meminta Jae Hee menguatkan hati. Jae Hee menepis tangan Min Young.

“Kuatkan dirimu, Han Jae Hee! Apa kau mencapai posisi ini, hanya untuk melepaskannya demi seorang pria yang telah kau campakkan demi posisi ini? Apakah ini jalur yang ingin kaujalani?” tanya Min Young.

shot0087 shot0092

Maru mencari Eun Gi ke halaman kantor. Eun Gi masih memikirkan promosi yang diterimanya. Begitu melihat Maru, ia bertanya ada apa dengan Jae Hee, mengapa tiba-tiba mengangkatnya menjadi CEO. Eun Gi bertanya apakah ada yang harus ia ketahui?

Maru berkata promosi itu berkat kerja keras dan kemampuan Eun Gi. Berkat ketulusan Eun Gi dalam meyakinkan Direktur Nam. Tapi Eun Gi tidak percaya.

“Tapi Eun Gi, apa yang akan kita lakukan jika ini bukan cara yang benar? Karena tak ada cara lain, kita hanya bisa melihat jalan ini (menggunakan Jae Shik untuk mengancam Jae Hee) dan berakhir seperti ini (Eun Gi menjadi CEO). Tapi semakin kau terlihat dan semakin banyak orang yang memperhatikan, maka kau akan mendapat semakin banyak tekanan dan bahaya. Aku tidak tahu apa yang membawa kita pada perang yang penuh resiko ini,” kata Maru.

shot0101 shot0109

Eun Gi mengingatkan kalau Maru berkata Jae Hee yang memulai perang duluan. Maru membenarkan. Namun Eun Gi harus mengembalikan ingatannya secepat mungkin, sebelum ada orang lain yang tahu kondisi Eun Gi sebenarnya.

“Mulai sekarang, segalanya bergantung pada usaha dan tekadmu. Ingatanmu bisa kembali besok atau bahkan sekarang, bergantung pada keteguhan hatimu.”

Eun Gi mengangguk. Maru meraih tangan Eun Gi dan menggenggamnya. Ia berkata yang pertama kali Eun Gi harus berusaha untuk ingat, adalah dirinya. Jika Eun Gi bisa mengingat Maru, maka semua ingatan itu mungkin akan kembali.

“Ingatlah aku, Eun Gi…”

shot0130 shot0132

Jae Hee pergi ke rumah Maru yang lama. Demikian juga Maru dan Eun Gi. Eun Gi berusaha mengingat jalanan yang mereka lalui ke rumah Maru tapi ia tak ingat apapun.

Jae Hee tiba di depan rumah Maru yang lama. Seorang ahjumma menyapa Jae Hee dan memangginya Presdir. Ia berkata Jae Hee sering datang akhir-akhir ini. Ia bertanya apakah Maru tahu kalau Jae Hee telah membeli rumahnya? Tidak, jawab Jae Hee. Ia lalu masuk ke dalam pekarangan rumah kosong itu.

Maru dan Eun Gi tiba di depan rumah yang sama. Eun Gi memegang pintu pagar rumah Maru. Ia berusaha mengingat rumah itu.

shot0148 shot0153

“Rumah di mana aku menanti Maru-sshi. Jika aku menekan bel....pintu akan terbuka dan Maru-sshi akan keluar dari rumah ini,” gumam Eun Gi. Maru memperhatikan Eun Gi. Eun Gi berkata pada Maru kalau ia tidak ingat.

Eun Gi hendak membuka pintu pagar tapi Maru mengajaknya pergi karena mungkin saja ada pemilik rumah yang baru di dalamnya. Benar, tapi ia tidak tahu kalau orang itu adalah Jae Hee yang masih duduk termenung di sana.

shot0159 shot0162

Jae Shik dipukuli hingga babak belur. Begitu melihat Min Young, ia langsung menghambur ke arahnya. Tapi para pemukulnya memeganginya agar tak bisa menyentuh Min Young.

Min Young berjongkok di depan Jae Shik. Ia bertanya kesepakatan apa yang telah dibuat Jae Shik dengan Maru. Berapa banyak yang ia harus berikan pada Jae Shik agar Jae Shik balik menggigit Maru.

shot0169 shot0170

Maru mengajak Eun Gi ke suatu tempat. Eun Gi bertanya apa yang pernah mereka lakukan di tempat itu.

“Perpisahan. Kita pernah putus di sini.”

“Kenapa?” tanya Eun Gi.

“Karena kau tahu aku orang brengsek yang seperti apa.”

“Memangnya kau orang brengsek seperti apa?” tanya Eun Gi, terlihat tak percaya dengan pengakuan Maru.

“Temukan sendiri jawabannya. Temukan sendiri aku orang brengsek seperti apa.”

Eun Gi berkata ia mengerti, ia akan mengingat semuanya. Melihat wajah Eun Gi yang kebingungan karena berusaha mengingat, Maru tak tega. Ia mengajak Eun Gi pulang.

shot0174 shot0179

Mereka berjalan bergandengan tangan menuruni jalanan dekat rumah Maru. Mereka berpapasan dengan sepasang kekasih yang berjalan sambil berciuman. Hal itu berbekas di hati Eun Gi.

“Maru-sshi….”

“Hm?”

“Tidak ada apa-apa…….Maru-sshi?”

“Hm?”

“Mengapa kau tak pernah menciumku? Kau selalu terlihat seperti orang yang bersiap pergi setiap saat,” kata Eun Gi. Maru menatapnya tanpa mengatakan apapun. Eun Gi jadi malu.

shot0190 shot0199

“Apa kita pernah kiss? Pada masa yang tidak kuingat?” tanya Eun Gi. Maru menatapnya, tersenyum dengan keterusterangan Eun Gi.

“Pasti sudah, kan? Kita sepasang kekasih dan sudah cukup umur.”

“Kita tidak pernah kiss,” jawab Maru.

“Tidak mungkin,” kata Eun Gi tercengang.

shot0214 shot0216

Maru teringat pada ciuman mereka di Jepang. Jelas ia tidak ingin menganggap ciuman itu ciuman pertamanya dengan Eun Gi karena tidak dilakukan dengan perasaan cinta. Ia sekali lagi menegaskan kalau mereka tidak pernah berciuman.

Eun Gi jadi malu dan melepaskan tangannya dari genggaman tangan Maru. Malam itu keduanya tak bisa tidur.

shot0227 shot0228

Lewat tengah malam, Eun Gi telah berpakaian rapi dan membangunkan Maru yang sedang tidur. Ia mengajak Maru ke kantor. Maru melihat jam, baru jam 2 pagi.

Eun Gi ingin Maru mengajarinya di kantor. Ia tidak bisa menunggu ingatannya kembali. Jika Maru mengajarnya, ia akan belajar dengan rajin. Maru meminta waktu 10 menit lagi untuk tidur. Tapi Eun Gi merengek. Maru menyerah.

shot0231 shot0240

Mereka pergi ke kantor. Maru mengajari Eun Gi mengenai proyek yang dulu dikerjakan Eun Gi. Eun Gi malah tertidur. Maru tersenyum lalu menggetok kepala Eun Gi.

Eun Gi terbangun. Maru pura-pura memarahinya karena tertidur sementara Eun Gi yang membangunkannya.

“Aku tidak tidur. Aku tidak tidur,” ujar Eun Gi, membelalakkan matanya lebar-lebar. Tak sampai 5 detik, ia sudah memejamkan mata kembali. Maru menatapnya dan tersenyum sayang.

shot0260 shot0263

Hari sudah Eun Gi. Maru dan Eun Gi masing-masing berada di toilet kantor yang terpisah namun mereka berbicara dengan bluetooth. Maru menceritakan proyek terakhir Eun Gi mengenai sebuah resort di Pulau Jeju (proyek yang sempat hendak dipindahkan Jae Hee ke daratan utama). Maru bercerita dibutuhkan waktu 2 tahun bagi Eun Gi untuk membujuk para warga di sana untuk menjual tanah mereka. Maru berkata Eun Gi tinggal di rumah kepala desa di sana dan membujuk para warga satu per satu.

“Seo Eun Gi adalah orang seperti itu,” kata Maru. Eun Gi tersenyum bangga mendengarnya.

shot0266 shot0268

Saat membawakan sarapan untuk Eun Gi, Maru menerima kabar dari Jun Ha kalau Eun Gi dituduh menggelapkan uang perusahaan. Penuntut umum menemukan uang itu di rekening Eun Gi. Maru bertanya bagaimana bisa uang itu ada dalam rekening Eun Gi.

Jun Ha berkata sepertinya Jae Hee menaruh uang itu (30 miliar won keuntungan hasil transaksi dengan Taesan Chemical yang melebihi nilai yang seharusnya) dengan nama Eun Gi.

“Han Jae Hee menggelapkan uang perusahaan dan menimpakan kesalahan pada Seo Eun Gi?” tanya Maru geram. Ia setuju dengan Jun Ha untuk tidak memberitahu Eun Gi mengenai masalah ini agar Eun Gi tidak khawatir. Mereka akan menyelidiki hal ini lebih lanjut.

shot0276 shot0278

Maru pergi ke ruangan Eun Gi. Ia melihat Eun Gi serius belajar. Tak mau mengganggu, Maru menaruh makanan di meja dan pergi keluar.

Min Young memberitahu Jae Hee kalau masalah ketidakmampuan Eun Gi dalam menduduki posisinya tetap menjadi masalah besar saat ini. Sekretaris Jae Hee memberitahukan kedatangan Direktur Kim Jung Hoon dari Iltto Grup.

Jae Hee menyalaminya, mereka terakhir kali bertemu dalam upacara pemakaman ayah Eun Gi.

Jung Hoon berkata ia sebenarnya hendak menghadiri acara pengangkatan Jae Hee menjadi Presdir tapi ia tidak bisa hadir karena masalah pribadi. Ternyata ia telah bercerai beberapa bulan lalu.

Jae Hee hendak memperkenalkan Jung Hoon pada Min Young. Min Young berkata ia mengenal Jung Hoon. Jung Hoon adalah mantan kekasih Eun Gi saat di Amerika dan mereka pernah bertemu beberapa kali. Jae Hee tidak nampak terkejut mendengarnya. Hm….ada rencana apa lagi nih si rubah betina ~,~

shot0285 shot0295

Eun Gi masih berkutat dengan pekerjaannya ketika tiba-tiba Jung Hoon masuk.

“Eun Gi-ya…” panggil Jung Hoon. Eun Gi terpana.

shot0296 shot0298

Maru membicarakan masalah Eun Gi dengan Jun Ha. Ia ingin menemui Direktur Kim dari Taesan Chemical untuk menanyakan masalah penggelapan uang yang dituduhkan pada Eun Gi. Jun Ha berkata Direktur Kim dan ayah Eun Gi dulu tidak memiliki hubungan yang baik jadi hal ini tidak akan mudah.

Sekretaris Hyun menemui mereka dan memberitahukan kedatangan mantan kekasih Eun Gi. Jun Ha bertanya apakah orang itu Kim Jung Hoon? Ia memberitahu Maru kalau dulu Eun Gi menyukai Jung Hoon saat masih di America. Maru hanya diam mendengarnya. Cemburu?

Sekretaris Hyun bertanya apakah tidak apa-apa Jung Hoon bertemu dengan Eun Gi? Bagaimana jika Jung Hoon mengetahui keadaan Eun Gi yang sebenarnya?

shot0301 shot0309

Jung Hoon bertanya mengapa Eun Gi menatapnya seperti menatap orang asing. Eun Gi tak menjawab. Jung Hoo berkata ia hendak berlari menemui Eun Gi ketika tahu Eun Gi telah kembali. Tapi ia dengar Eun Gi kembali dengan seorang tunangan, itu sebabnya ia tidak berani mendekati Eun Gi.

Jung Hoon teringat percakapannya dengan Jae Hee sebelum ia menemui Eun Gi. Jae Hee berkata Eun Gi telah kehilangan seluruh ingatannya setelah kecelakaan dan kembali dengan seorang pria yang tak jelas asal usulnya. Jae Hee berkata ia tidak tahu bagaimana memisahkan keduanya. Ia bertanya apakah Jung Hoon bersedia membantunya. Jika Jung Hoon bersedia, maka Taesan akan mundur dari persaingan akuisisi sebuah perusahaan kertas.

shot0312 shot0315

Dengan kesepakatan itu, Jung Hoon sekarang mendekati Eun Gi. Ia berkata Eun Gi sekarang bertambah cantik. Eun Gi berterima kasih atas pujian itu.

“Tunanganmu yang sekarang…bagaimana kau bertemu dengannya? Sudah berapa lama kalian bersama? Dia orang seperti apa?”

“Dia pria yang baik.”

“Kalau begitu bagaimana denganku? Aku orang seperti apa bagimu?”

Maru berpapasan dengan Jung Hoon saat ia menuju ke kantor Eun Gi. Menyadari kalau Jung Hoon adalah pria yang disebutkan Sekretaris Hyun, Maru bergegas ke kantor Eun Gi.

Maru melihat Eun Gi termenung dan bingung dengan apa yang baru dialaminya. Maru memutuskan untuk membiarkan Eun Gi.

shot0326 shot0327

Jae Shik pergi ke rumah Maru. Jae Gil dan Choco melihatnya dengan takut-takut. Jae Shik menegur mereka karena pindah rumah tanpa memberitahunya.

Choco bertanya apakah Jae Shik benar-benar telah berubah. Jae Shik menarik nafas panjang, bagaimana caranya ia menjelaskan kalau jiwanya sekarang seputih kapur. Apakah ia perlu membelah kepalanya dan memperlihatkan isinya?

Jae Gil menepuk kepala Jae Shik. Jae Shik bengong lalu menarik Jae Gil. Jae Gil segera berseru kalau Jae Shik masih seperti yang dulu. Jae Shik melepaskan tangannya dari baju Jae Gil dan mengomentari Jae Gil telah bertambah tinggi sejak terakhir kali mereka bertemu. Dalam beberapa tahun, Jae Gil akan tumbuh menembus langit.

shot0338 shot0343

Mereka duduk kembali. Jae Shik bertanya apakah Choco sudah memiliki kekasih. Choco berkata kekasihnya adalah Jae Gil. Jae Gil protes. Jae Shik bengong.

Choco berkata Jae Gil selama ini jual mahal. Jae Shik berkata pria memang seperti itu. Ia bertanya sejauh mana hubungan Jae Gil dan Choco.

“Kiss,” jawab Choco. Jae Gil lagi-lagi protes. Keduanya terus berdebat hingga tiba-tiba Jae Shik mendorong kepala Jae Gil. Jae Gil tak sengaja mencium Choco!

shot0354 shot0363

Choco kaget. Jae Shik dengan cueknya menyuruh Jae Gil untuk menggosok punggungnya saat ia mandi.

Jantung Choco berdebar keras karena ciuman tak sengaja itu. Jae Gil juga, tapi ia berusaha menutupinya dan buru-buru menyusul Jae Shik ke kamar mandi.

Jae Shik menasihati Jae Gil untuk baik-baik pada Choco. Jae Gil kaget melihat Jae Shik sedang mengoleskan sesuatu di wajah. Jae Shik berkata ia sedang mengoleskan krim BB.

“Sebenarnya apa yang kakak sedang kerjakan saat ini?” tanya Jae Gil.

“Aku sedang mengamati seharusnya aku berada di pihak yang mana, untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan.”

shot0373 shot0375

Min Young termenung di kantornya. Ia teringat perkataan Jae Hee untuk mempertahankan Maru setelah mereka memisahkan Maru dan Eun Gi. Jae Hee menginginkan Maru. Lalu ia teringat percakapan Jae Hee dan Maru setelah rapat. Jae Hee bertanya apakah Maru akan kembali jika ia menyerahkan segalanya. Min Young mengepalkan tangannya dengan kesal.

Maru menunggu seseorang di depan sebuah rumah. Ia menelepon Eun Gi dan memberitahunya kalau ia tidak bisa pulang malam ini. Maru bertanya mengapa Eun Gi belum tidur. Eun Gi berkata ia tidak bisa tidur, hari ini ia bertemu seseorang. Ia akan memberitahu Maru besok pagi. Maru berjanji menjemput Eun Gi jam 5 pagi untuk pelajaran di kantor.

shot0380 shot0382

Rupanya Maru menunggu Direktur Kim dari Taesan Chemical. Ia memperkenalkan dirinya saat Direktur Kim muncul. Direktur Kim berkata ia tahu mengapa Maru mencarinya tapi tidak ada yang hendak ia katakan pada Maru (mengenai penggelapan uang itu).

Maru menahan Direktur Kim yang hendak masuk ke rumahnya. Ia berkata Direktur Kim seharusnya tahu kalau penggelapan ini bukan Eun Gi yang melakukannya. Ia bertanya siapa orang yang telah melakukan pemalsuan surat-surat hingga bisa memasukkan uang gelap itu ke dalam rekening Eun Gi.

Direktur Kim tak mau mengaku. Maru mengancam untuk pergi bersama ke bank membuktikan hal tersebut. Ia hanya memberi waktu satu hari pada Direktur Kim untuk mengatakan kebenarannya.

shot0384 shot0388

Maru lalu berjalan pergi ke mobilnya yang terletak di belakang rumah itu. Ia tidak tahu kalau Sekretaris Jo sejak tadi mengawasinya dan menyuruh orang-orangnya menyerang Direktur Kim sepeninggal Maru.

Ia juga tidak menyadari mobil polisi yang melewati mobilnya ke arah rumah Direktur Kim, karena ia sedang tidur. Sementara itu Eun Gi akhirnya tertidur sambil memeluk fotonya bersama Maru.

shot0391 shot0397

[Bersambung ke Bagian 2]

11 comments:

  1. cepat sekali update sinop nya mba fanny...
    seneng lihat Maru nge bantu Eun Gi dalam pekerjaan,, biar tau rasa tuh Jae heE, Maru juga bisa melakukan apapun demi melindungi Eun Gi,

    Kang Maru cemburu sama mantan pacar Eun Gi itu artinya dia Love sama eun Gi

    Wah kaya nya Jae Gil mulai suka tuh sama choco, sampai berdebar gitu Jantung nya...

    Di tunggu sinop eps 15 part 2 nya mba Fanny

    Fighting

    ReplyDelete
  2. mba fanny + dee --> DAEBAAKK!!

    Semangat terus mba fanny, update sinopsisnya cepet banget. Aku geregetan dan ngga sabar nungguin endingnya nih tapi ngga pengen drama ini buru2 tamat, hahahaha... *galau*
    kita semua berharap EunMa bakalan happy ending yaa, amin...Park Joon Ha oppa mah sama aku aja *ngimpiiiiiiii*

    ReplyDelete
  3. Part 2nya ditunggu ya mba...

    ReplyDelete
  4. suka deh sama jae shik disini ~ haha

    ReplyDelete
  5. Mba fanny bikin sinopsisnya kerrrennn badaiii! :-D
    Belum pernah nonton dramanya tp berasa udah nonton hanya dgn baca sinop ajah
    Gomawo mba fanny ^_^

    ReplyDelete
  6. Mb fanny mb dee aku tnggu sin0psis berikutny....

    ReplyDelete
  7. Mb fanny mb dee aku tnggu sin0psis berikutny....

    ReplyDelete
  8. yang semangat nulis sinopsisnya ya mba fanny, ditunggu updatenya...
    gomawo...

    ReplyDelete
  9. di tg part 2 nya mba fanny..smgt^^
    knp ya ak ko kepikiran ending nya maru mati setelah semua nya beres si soalnya diliat dr skr dia berkorban bt eun gi tanpa memperhatikan kesehatan nya...smg pikiran ku salah si.smg aja eun gi cpt tahu sakitnya maru ya jd bisa cpt disembuhin.
    ttp berharap happy ending..^^ (smg yg ini yg bener)

    ReplyDelete
  10. mb fanny,, fighting!!
    update trs ya mb!!

    ReplyDelete
  11. wah keren nih , maaf ya selama ini cuma jadi silent reader , fighting ya kak buat sinopsis nya :)

    ReplyDelete

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)