Saturday, 10 November 2012

Sinopsis Faith Episode 16

shot0249

Choi Young menghunus pedangnya ke leher Deok Heung. Ia bertanya apa yang sebenarnya Deok Heung inginkan. Dengan tenang Deok Heung menyarankan agar mereka berbicara dengan tenang. Apakah Choi Young tidak mau penawarnya dan berniat kembali kepada Raja?

Pilihan yang tak mudah. Saat ini Gong Min terancam kudeta dan Eun Soo kembali pingsan karena racunnya kembali bekerja.

Choi Young memanggil remaja penombak dari Suribang, Ji Ho (akhirnya tahu namanya juga^^). Ia menyuruh Ji Ho memberitahu para woodalchi agar mengawal Raja dan Ratu keluar dari istana. Tidak perlu melawan atau balas menyerang. Pokoknya mereka harus melarikan diri. Mereka harus menyerahkan istana untuk sementara.

shot0002 shot0004

Choi Young duduk di dekat Deok Heung. Ia berkata sekarang ia tahu orang brengsek seperti apa Deok Heung itu. Deok Heung kesal Choi Young berbicara padanya dengan tidak sopan. Ia berkata kali ketiga Choi Young memonta penawarnya, ia akan meminta Choi Young untuk memanggilnya dengan seopan sebagai kerabat Raja.

“Kau (dalam bahasa tidak formal)! Yang kaumiliki hanya lidahmu yang sepanjang 3 cm itu, kan? Kau bahkan tidak pintar. Setidaknya kau harus setia pada Deok Seong (Ki Chul) jika ingin melawanku.”

“Jangan khawatir, kau bisa mendapatkan kepercayaan siapapun setiap saat,” kata Deok Heung.

Choi Young berkata saat ini ia akan kembali ke istana. Deok Heung terkejut, bagaimana dengan Eun Soo? Eun Soo akan mati jika penawarnya terlambat diberikan.

“Ji Heol!” panggil Choi Young. Remaja pemanah Suribang menyahut dari luar.

“Ambil penawarnya dari orang ini dan langsung pergi ke tabib langit,” perintah Choi Young. “Ia akan memberikannya.”

“Aku akan memberikannya?” tanya Deok Heung sinis. Kenapa ia mau memberikannya begitu saja?

Choi Young berkata jika terjadi sesuatu pada Eun Soo maka Deok Heung tidak memiliki kartu apapun lagi, baik untuk menghadapi Choi Young maupun untuk menghadapi Ki Chul. Ia tahu Deok Heung tak punya nyali untuk menyerahkan nyawa.

“Ji Heol! Bunuh dia jika ia tidak memberikan penawarnya,” ujar Choi Young. Ia keluar begitu saja meninggalkan Deok Heung. Ji heol masuk dan mengarahkan panahnya pada Deok Heung.

Walau nampak penuh percaya diri saat menggertak Deok Heung, sebenarnya Choi Young khawatir gertakannya tidak mempan. Ia baru bisa tersenyum lega saat mendengar isyarat dari Ji Heol kalau ia sudah mendapatkan penawarnya.

shot0009 shot0018

Situasi di istana semakin genting, para woodalchi bertempur melawan para tentara istana. Tapi mereka kalah jumlah banyak walau mereka jauh lebih perkasa. Beberapa woodalchi gugur.

Dol Bae melapor pada Gong Min kalau mereka tidak memiliki jalan untuk pergi ke istana lain. Gong Min mengkhawatirkan keselamatan ratu. Choong Seok menyarankan agar mereka melarikan diri terlebih dulu. Pembicaraan terhenti karena tentara istana menyerang mereka. Gong Min segera dibawa menjauhi medan pertempuran.

shot0022 shot0024

Dae Man muncul membantu rekan-rekannya. Ia memberitahu perintah Choi Young kalau mereka harus melarikan diri. Ia lalu meniup peluit peringatan. Para woodalchi mundur seketika itu juga begitu mendengar suara peluit. Sayangnya Deok Man terpanah saat ia berusaha menyeret temannya yang terluka. Untunglah Deok Man berhasil melarikan diri.

Melihat banyaknya tentara istana yang mengepung mereka, Choong Seok meminta Gong Min keluar dari istana. Gong Min terkejut, bagaimana bisa ia melarikan diri sendirian tanpa No Gook.

“Yang Mulia, itu isyarat dari daejang. Melarikan diri. Yang Mulia baru bisa melawan jika Yang Mulia tetap hidup,” kata Choong Seok.

Dol Chi ikut membujuk Gong Min. Ratu pasti dilindungi dayang Choi dan para mogakshi. Mungkin saja saat ini mereka sudah meninggalkan istana. Gong Min akhirnya mengikuti para woodalchi untuk meninggalkan istana.

shot0030 shot0042

Dayang Choi dan para mogakshi melindungi Ratu dan mengawalnya keluar. Tentara istana menyerbu mereka. Sekali lagi, mereka kalah jumlah.

Untunglah di saat genting, Choi Young muncul dan menghabisi para tentara itu. Ratu nampak lega melihat kedatangan Choi Young. Choi Young meminta ratu untuk melarikan diri. Ratu mengkhawatirkan Raja. Choi Young berkata sepertinya Gong Min sudah pergi lebih dulu.

Tentara istana berdatangan kembali. Choi Young meminta maaf lalu menarik tangan Ratu sambil menyerang para tentara itu. Dengan mudah Choi Young mengalahkan mereka. Ratu berhasil melarikan diri.

shot0053 shot0058

Penasihat Jo kaget saat tahu raja dan ratu berhasil melarikan diri. Ia telah mengalahkan 500 tentara…untuk melindungi mereka. Agar raja dan ratu bisa tetap tinggal di istana.

Ia memanggil para menteri untuk berkumpul di aula kerajaan. Para menteri marah karena mereka ditahan berada di aula semalaman. Mereka bertanya di mana Yang Mulia saat ini. Penasihat Jo berkata ia telah mengirimkan 1500 tentara untuk menyerang kediaman Ki Chul dan saat ini sedang menunggu hasilnya. Hasilnya? Tentara Ki Chul menyerang istana.

Penasihat Jo kaget. Tentara Ki Chul sedang menyerang ke istana sementara para tentara kerajaan yang menyerang kediaman Ki Chul belum kembali. Atau mungkin sudah gugur semua. Penasihat Jo berkata tidak mungkin, bukan begitu rencana Deok Heung.

“Di mana Yang Mulia” tanya Deok Heung yang tiba-tiba muncul.

“Pangeran Deok Heung!” sambut Penasihat Jo senang. Ia berkata Raja tidak ada di istana. Ia menggeleng, memberi isyarat pada Deok Heung.

shot0073 shot0074

“Bagaimana bisa kau melakukannya? Sebenarnya bagaimana ini bisa terjadi?” seru Deok Heung dengan nada menuduh pada Penasihat Jo. Penasihat Jo kebingungan.

Deok Heung memberitahu semua menteri bahwa Penasihat Jo telah menemuinya dan mengatakan bahwa Raja sedang tidak berpikir dengan akal sehat sehubungan dengan masalah stempel kerajaan.

“Kau mengatakannya, bukan?” tanya Deok Heung pada Penasihat Jo.

“Aku?” Penasihat Jo bingung. Melihat Deok Heung mengangguk, ia membenarkan perkataan Deok Heung bahwa ia telah mengatakan semua itu.

“Karena itu sebelum negeri ini menghadapi semakin banyak bahaya, kita akan menyerang Ki Chul yang bersekutu dengan Yuan dan mengganti Raja yang sedang tidak waras.”

“Benar. EH? Mengganti Raja?”

“Bukankah kau bilang kau ingin menjadikan aku Raja?” tanya Deok Heung.

Penasihat Jo telah masuk perangkap. Deok Heung membuat seolah-olah semua rencana kudeta ini hanya dilakukan oleh Penasihat Jo dan ia tidak terlibat. Ia berkata walau Gong Min bukan raja yang baik tapi Penasihat Jo telah melakukan kejahatan besar terhadap Raja, keponakannya sendiri.

Belum sempat Penasihat Jo mengatakan yang sebenarnya, Deok Heung telah menikamnya dengan pedang. Deok Heung melakukan itu seakan-akan ia sedang menghukum Penasihat Jo atas pemberontakannya, padahal ia sedang membungkam Penasihat Jo untuk selamanya. Penasihat Jo mati atas kebodohannya sendiri.

shot0084 shot0086

Deok Heung mengusulkan agar mayat Penasihat Jo diberikan pada Ki Chul untuk meredam kemarahan Ki Chul. Karena para menteri masih shock melihat kematian Penasihat Jo, mereka terpaksa menuruti Deok Heung. Ia bertanya apakah Raja benar-benar telah melarikan diri.

“Tak peduli betapa takutnya beliau, jika Yang Mulia meninggalkan istananya dan melarikan diri, apa yang akan beliau lakukan?” tanyanya pura-pura prihatin. Ia menoleh melihat tahta yang kosong.

Eun Soo telah sadarkan diri setelah meminum penawar kedua. Ia mendengar keributan di luar kamarnya dan berjalan ke sana. Choi Young sedang memberi perintah pada para woodalchi untuk mencari keberadaan Gong Min. Eun Soo tersenyum melihat Choi Young kembali melakukan tugasnya.

shot0094 shot0097

Choi Young menanyai keadaan luka Deok Man. Deok Man berkata lukanya masih terasa perih. Choi Young memukulnya dan mengomelinya karena telah terpanah. Ia juga memerintahkan Suribang mengekori para menteri setelah mereka keluar dari istana.

Eun Soo tiba-tiba membuka pintu. Ia membawa peralatannya. Choi Young segera menghampirinya dan berbisik seharusnya Eun So berbaring di tempat tidur. Eun Soo berkata punggungnya terasa pegal, ia tidak seperti seseorang yang bisa tidur dalam waktu lama.

Eun Soo menghampiri para woodalchi. Ia akan merawat luka mereka. Para woodalchi melihat ke arah Choi Young. Tapi Choi Young mana berkutik menghadapi Eun Soo. Para woodalchi dengan gembira mengerumuni Eun Soo.

shot0103 shot0106

Paman Manbo menemui Choi Young. Ia memberitahu kalau Deok Heung sejak pagi berada di istana dan telah menarik pasukan dari kediaman Ki Chul. Saat ini Ki Chul sudah tiba di istana. Choi Young menduga keduanya sedang mulai bernegosiasi saat ini.

Ki Chul menemui Deok Heung di ruangan kerja Gong Min. Ia menyindir Deok Heung pasti sibuk seharian ini. Ia bertanya apakah Penasihat Jo yang telah menggerakkan pasukan untuk menyerang kediamannya. Tampaknya ia mencurigai Deok Heung sebagai otak di belakangnya. Tapi Deok Heung berkata Penasihat Jo telah mengakui semuanya.

“Adikku telah mati!!”

“Ah, aku tidak tahu,” kata Deok Heung pura-pura simpati.

“Barang-barangku juga lenyap,” ujar Ki Chul. Barang yang ia maksud adalah kotak berisi barang-barang Hwata. Deok Heung berkata tentara kerajaan memang menyita beberapa barang, ia akan memberitahu lebih lanjut jika telah menemukannya.

Deok Heung mempersilakan Ki Chul duduk. Ki Chul bertanya apakah Deok Heung tidak takut menjadi musuhnya. Si licik Deok Heung berkata semua ini memang tujuan mereka sejak semula. Ia menjadi Raja dan Ki Chul mendapatkan Eun Soo. Ia berjanji memberikan Eun Soo pada Ki Chul 3 hari lagi (setelah efek obat penawar kedua habis). Sebagai gantinya Ki Chul harus memastikan Gong Min tidak pernah kembali lagi ke istana.

shot0118 shot0119

Eun Soo terus menerus teringat pada mimpinya saat ia pingsan. Mimpi ia menemukan Choi Young dalam keadaan tak sadarkan diri (atau mati?). Choi Young menemuinya dan berkata mereka akan menyusul ke tempat persembunyian ratu. Karena mereka harus pergi diam-diam, kira-kira membutuhkan waktu sehari semalam perjalanan.

Eun Soo meminta Choi Young duduk di sampingnya. Melihat Choi Young ragu, Eun Soo berkata ia tidak akan bersandar pada Choi Young. Choi Young akhirnya duduk di sebelah Eun Soo. Eun Soo bertanya apakah Choi Young sudah bertanya pada Deok Heung mengenai halaman terakhir bukunya. Hehe, Choi Young lupa. Dia bangkit berdiri hendak menanyakannya sekarang. Tapi Eun Soo menahannya. Ia meminta Choi Young tidak marah atas permintaan yang akan ia ajukan.

Ia berkata ia pikir ia harus bertemu Ki Chul atau Deok Heung. Choi Young tak habis pikir, orang itu yang telah meracuni Eun Soo. Eun Soo berkata ia harus melihat bagian akhir bukunya. Jika bagian itu memang ada, ia rasa bagian itu adalah surat yang ia tulis pada dirinya sendiri. Sebelum ia mengetahui ada apa dengan mimpinya, ia bisa gila. Choi Young bertanya mimpi apa yang membuat Eun Soo menangis dalam tidurnya selama berhari-hari. Eun Soo tidak mau menceritakannya. Choi Young berkata mereka akan berangkat setelah makan siang. Eun Soo hanya diam.

“Apa kau berencana pergi diam-diam jika aku tidak setuju?” tanya Choi Young. Eun Soo berkata Ki Chul tidak akan melukainya. Ia juga akan meminta sendiri penawarnya pada Deok Heung. Tidak bisa, Choi Young menegaskan.

Eun Soo bercerita di dunianya ada yang namanya film. Dalam film banyak trik dan ia ingin mencobanya. Ia merengek agar Choi Young memperbolehkannya. Choi Young menarik nafas panjang dan membuat daftar panjang prioritas yang harus dilakukannya.

Eun Soo membuat kamera dengan jari-jarinya, menangkap wajah Choi Young untuk diabadikan di dalam hatinya.

shot0139 shot0140

Joo Seok memberi tanda isyarat di tembok rumah penduduk agar para woodalchi lain bisa menemukan tempat persembunyian Raja dan bergabung dengan mereka.

Gong Min menanyakan kabar dari Ratu dan Choi Young tapi Dol Bae berkata belum ada tanda mengenai keberadaan mereka.

“Aneh. Benar-benar aneh. Aku adalah Raja Goryeo, bukan? Tapi meski aku pergi ke jalanan dan memberitahu orang-orang kalau aku adalah Sang Raja, tidak ada seorangpun yang akan percaya. Tidak ada yang mengenaliku. Karena itu walaupun orang-orang Deok Seong menangkapku atau membunuhku dan berkata: orang ini meniru raja jadi ia harus mati, siapa yang akan mengenaliku? Bahwa akulah Sang Raja yang sebenarnya?” ujar Gong Min. Para woodalchi menunduk sedih.

“Dol Chi, karena tidak ada bukti untuk membuktikan diriku sendiri setelah aku meninggalkan istana. Mungkin…bukan aku rajanya, tapi istana-lah rajanya,” kata Gong Min lagi. Ia tersenyum pahit.

shot0141 shot0150

Deok Heung dengan tanpa rasa malu sekarang menduduki ruang kerja Gong Min. Rupanya kotak Ki Chul yang berisi barang-barang Hwata juga berada di tangannya. Ia melihat si kotak itu. Dan memang benar, ada bagian akhir diari Eun Soo yang terlepas dari bukunya. Karena tulisan dalam buku itu bertulisan Hangul, Deok Heung tidak bisa membacanya (tulisan Hangul/Korea baru ditemukan pada jaman Jeoseon, jaman setelah Goryeo).

Deok Heung tidak sempat membuka kotak ketiga karena ia mendapat pemberitahuan kalau para menteri sedang menunggu di aula.

Tulisan pada bagian akhir diari Eun Soo:

Aku berharap tulisan ini mencapaimu. Ketulusan menjalin hubungan dengan takdir. Dan hanya kenangan yang bisa mencapai saat itu.

shot0152 shot0157

Deok Heung memasuki aula. “Kudengar kalian sedang menungguku,” ujarnya angkuh.

“Yang kami tunggu adalah Yang Mulia,” jawab Lee Jae Hyun. Lee Saek bertanya mengapa Raja belum kembali juga padahal keadaan sudah kembali seperti semula.

“Aku tidak tahu. Kurasa Raja yang masih muda sangat shock dengan insiden ini. Tangan kanannya yang selalu bersamanya selama 10 tahun terakhir telah memberontak dan Yang Mulia melihat pedang yang ditujukan sendiri ke arahnya. Jadi wajar saja jika ia takut untuk kembali ke istana.”

Tiba-tiba Ki Chul masuk dan mengumumkan kalau ia membawa titah Raja. Deok Heung tersenyum penuh kemenangan. Ki Chul berdusta dengan berkata ia baru saja menemui Gong Min di tempat persembunyianya dan Raja menyatakan menyesal atas serangan ke kediaman Ki Chul. Ia juga berkata Raja telah menitipkan titah untuk diberikan pada Deok Heung.

Deok Heung dan Ki Chul saling tersenyum. Isi titah itu adalah menyerahkan urusan kenegaraan untuk sementara kepada Deok Heung. Para menteri terkejut.

shot0162 shot0166

Deok Heung mengedarkan titah itu agar dibaca oleh para menteri. Menteri Lee Jae Hyun melihat stempel pada titah itu adalah stempel pemberian Kerajaan Yuan, yang jelas-jelas telah disingkirkan oleh Gong Min.

Ki Chul dengan enteng berkata sepertinya Gong Min telah berubah pikiran. Yang pasti stempel itu adalah stempel Raja, dan tidak ada seorangpun yang memilikinya kecuali Raja (Ki Chul memiliki stempel itu karena Choi Young yang menyerahkannya pada Deok Heung untuk ditukar dengan penawar Eun Soo).

Deok Heung berkata ia akan menuruti titah Raja. Lalu ia naik ke atas tahta dan mendudukinya. Menteri Lee Jae Hyun tidak setuju tapi Deok Heung tidak peduli. Hal pertama yang dilakukannya adalah ia hendak mengganti kerugian Ki Chul akibat serangan tentara kerajaan. Para menteri tak bisa berbuat apa-apa.

shot0171 shot0177

Eum Ja dan Hwasuin berusaha melacak keberadaan Gong Min. Dae Man mengalihkan perhatian telinga peka Eum Ja dengan membuat keributan. Hwasuin mencegah Eum Ja meladeni Dae Man, tapi Eum Ja tak tahan lagi. Ia mengejar Dae Man.

Hal ini memudahkah Choi Young menemui Gong Min tanpa sepengetahuan Eum Ja dan Hwasuin. Gong Min lega melihat kedatangan Choi Young. Choi Young berkata ia akan mengawal Gong Min ke desa Hyeonggo. Ia telah menyiapkan tempat dan Ratu sudah menunggu di sana.

“Apa Ratu baik-baik saja?” tanya Gong Min cemas.

“Hamba dengar ia gembira karena tidak perlu mengenakan hiasan rambut yang berat,” jawab Choi Young tersenyum. Gong Min tersenyum lega.

Choi Young berkata Suribang dan para woodalchi akan mengawal Gong Min ke sana. Ia sendiri akan menyusul setelah urusannya di ibukota selesai. Ia berkata ia tidak akan membiarkan Gong Min berada di luar istana terlalu lama jadi ia berharap Gong Min bisa bertahan sebentar.

“Dengan tulus aku berkata padamu, kita tidak perlu tergesa-gesa kembali ke istana. Jika kita berada di istana, aku tidak akan bisa berbicara denganmu yang sekarang seorang kriminal.”

Choi Young meminta maaf karena telah menyulitkan Gong Min gara-gara stempel itu. Gong Min menanyakan keadaan Eun Soo. Choi Young berkata Eun Soo akan baik-baik saja.

shot0200 shot0201

Jang Bin telah mengetahui racun apa yang mengenai Eun Soo. Racun Muho. Semakin besar dosisnya, semakin cepat racun itu bekerja. Mengenai penawar, Jang Bin masih membutuhkan waktu untuk menemukannya.

Racun Muho tidak berwarna dan tidak berbau. Seseorang akan teracuni jika ia meminum racun atau racun itu mengenai sistem pencernaan. Choi Young membawa sebotol racun itu pergi.

Eun Soo dan Choi Young dalam perjalanan menyusul rombongan Gong Min. Eun Soo tak henti-hentinya berusaha membujuk Choi Young untuk membiarkannya menemui Ki Chul dan Deok Heung. Deok Man dan Dae Man senyum-senyum melihat keduanya.

Lama-lama Choi Young dan Eun Soo berdebat. Eun Soo protes mengapa Choi Young yang harus mencari penawarnya padahal ia yang terkena racun. Choi Young berkata Eun Soo terkena racun karena dirinya.

“Itu tidak benar!” sergah Eun Soo. Orang-orang itu memang mengincar dirinya, bukan Choi Young. Ia ingin Choi Young tidak terus menghalanginya untuk melakukan sesuatu.

Choi Young menyuruh Dae Man dan Deok Man berjalan lebih dulu. Setelah mereka tinggal berdua, Eun Soo kembali berbicara. Tapi kepalanya terasa sakit.

shot0214 shot0216

Hari pertama ia memakan penawar tidak akan apa-apa tapi hari berikutnya ia akan terus menerus merasa pusing. Dan besoknya lagi akan semakin pusing. Choi Young kesal karena Eun Soo masih bisa tersenyum dalam keadaan seperti ini. Eun Soo meminta Choi Young berhenti memarahi dan mengomelinya.

“Jika aku pergi nanti, apa yang akan kaulakukan jika tidak ada orang yang bisa kaumarahi? Jika hal seperti ini menjadi kebiasaan, kau akan merasa sangat kosong nantinya.”

Choi Young terdiam mendengar kata-kata Eun Soo. Ia mengajak Eun Soo duduk dan beristirahat sejenak. Choi Young duduk sedikit jauh dari Eun Soo. Tapi ketika Eun Soo berkata udaranya dingin, ia beringsut mendekat dan merangkul pundak Eun Soo. Eun Soo menyandarkan kepalanya di bahu Choi Young.

shot0223 shot0225

Eun Soo berseloroh di dunianya Choi Young akan langsung menjadi perjaka tua dengan kepribadian seperti itu.

“Aku tidak akan ke sana,” sahut Choi Young.

“Kalau begitu apa kau akan ke rumah Deok Seong, dan bukannya ke langit?”

“Berisik.”

Eun Soo menahan senyumnya melihat wajah Choi Young yang tetap cool. Ia bertanya apakah Choi Young sadar kalau Choi Young sekarang selalu menjawab apapun pertanyaan yang diajukan Eun Soo. Choi Young dulu selalu mengacuhkannya bahkan sebelum ia selesai berbicara.

Choi Young beralasan Eun Soo selalu cerewet dan menggunakan banyak bahasa langit yang tak ia mengerti. Eun Soo kembali bersandar pada Choi Young. Ia bertanya apakah bersandar pada Choi Young sekarang sudah menjadi kebiasaannya?

“Begitu familiar….Jika aku tertidur di sini, tolong gendong aku,” Eun Soo memejamkan matanya.

“Jika aku menggendongmu, aku tidak akan bisa memegang pedangku. Jadi aku tidak bisa menggendongmu.”

Eun Soo membuka matanya lalu memejamkannya lagi. Choi Young mengetatkan pelukannya.

shot0250 shot0252

Deok Heung memperketat pengawalan di istana untuk mencegah Choi Young masuk. Ia lalu menyembunyikan kotak barang-barang Hwata.

Ki Chul terkejut saat tahu Eun Soo menemuinya. Rupanya Choi Young menyerah dan akhirnya membawa Eun Soo menemui Ki Chul. Eun Soo berkata ia hendak membuat ”deal” dengan Ki Chul. Ia sudah tahu kapan gerbang langit akan dibuka. Mendengar itu, Ki Chul sangat girang seperti anak kecil.

“Apa kau mau pergi denganku? Ke langit?” tanya Eun Soo. Ki Chul ternganga. Ia bertanya apa yang bisa ia lakukan untuk Eun Soo.

Eun Soo bertanya apakah bukunya memiliki bagian akhir. Ki Chul tersenyum, memang ada. Eun Soo ingin melihatnya. Senyum Ki Chul menghilang, ia mengaku buku itu telah diambil orang dan ia pikir Deok Heung-lah yang sudah mengambilnya.

“Apa kau memerlukannya? Jika kau tak memilikinya, kau tak bisa kembali ke langit?”

shot0260 shot0262

“Jika bagian awal buku mengenai kapan kita bisa melewati gerbang langit, maka kurasa bagian akhirnya adalah mengenai bagaimana caranya kita melewati gerbang langit.”

“Aku akan mengambilnya untukmu,” Ki Chul menegaskan. Eun Soo juga menanyakan benda Hwata ketiga. Ki Cul berkata ia juga akan mengambilnya. Tapi tiba-tiba ia sadar, mengapa Eun Soo tiba-tiba membuat kesepakatan dengannya.

Choi Young dengan jujur mengaku kalau nyawa Eun Soo terancam. Jika bukan untuk menyelamatkan nyawa Eun Soo, mungkinkah Choi Young datang menemui Ki Chul? Ki Chul panik saat melihat Eun Soo mulai merasakan kelumpuhan lagi di tangannya. (Bagi Ki Chul, Eun Soo adalah satu-satunya jalan baginya untuk ke langit. Jika terjadi sesuatu pada Eun Soo maka impiannya hancur).

shot0268 shot0273

Gong Min dan rombongannya tiba di tempat sementara yang disediakan Choi Young. Dayang Choi senang melihat Gong Min tiba dengan selamat. Gong Min langsung menanyakan ratu.

Ia berdiri di ambang pintu, melihat No Gook sedang bercengkrama bersama para dayangnya. Melihat No Gook tersenyum ceria tanpa beban, Gong Min pun terpesona.

“Yang Mulia Ratu baik-baik saja di sini. Walau makanan dan pakaian di sini sederhana dibandingkan dengan istana tapi…” Dayang Choi menjelaskan.

“Jadi ini,” potong Gong Min. “Maksudku, pandangan mengenai seluruh dunia dari seorang suami (artinya No Gook adalah seluruh dunia Gong Min).

shot0283 shot0286

No Gook akhirnya menyadari kedatangan Gong Min. Ia berdiri dan memberi salam dengan mata berbinar. Gong Min berjalan masuk ke dalam rumah. Ia bertanya apa yang sedang No Gook kerjakan.

“Aku sedang menanti (Yang Mulia).”

“Kurasa aku harus membuatmu menanti lebih sering,” kata Gong Min sambil tersenyum. No Gook tersipu malu sambil melepaskan rangkaian bunga yang tadi dipakaikan oleh para dayangnya.

shot0295 shot0296

Gong Min memanggil Choong Seok. Ia bertanya ada berapa banyak woodalchi yang menyertai mereka. Lima puluh orang, jawab Choong Seok.

“Kudengar 50 woodalchi setara dengan 500 tentara kerajaan. Apakah itu benar?”

Choong Seok membenarkan. Gong Min berkata pada Do Chi, mulai sekarang ia akan mengurus urusan kerajaan di tempat ini. Ia memerintahkan agar berita disebarkan ke seluruh negeri kalau ia tinggal di sini untuk sementara dan rakyat bisa menemuinya di sini jika ada masalah yang harus diselesaikan. Do Chi terkejut, ia mengkhawatirkan keselamatan Raja.

“Apa kau masih belum mengerti? Jika aku bersembunyi, mereka akan bisa menyerangku. Tapi, jika aku mengungkapkan keberadaanku, mereka tidak akan berani menyerang. Dan lagi, aku masih Raja, bukan?”

Dol Chi dengan senang hati mematuhi perintah Gong Min. Gong Min meminta No Gook mengantarnya melihat-lihat rumah. Dan tempat pertama yang hendak ditunjukkan oleh No Gook adalah…kamar mereka^^

shot0300 shot0301

Ki Chul, Choi Young, dan Eun Soo pergi ke istana untuk menemui Deok Heung. Deok Heung tersenyum licik saat melihat mereka, tapi ruangan itu dipenuhi oleh pengawal kerajaan, menandakan ia takut (memangnya dia pikir pengawal kerajaan bisa mengalahkan Choi Young dan Ki Chul? Ckckck…).

Eun Soo marah-marah saat melihat orang yang telah meracuninya. Choi Young sampai harus menariknya agar Eun Soo tenang. Choi Young bertanya apakah Ki Chul akan menangani masalah ini.

Ki Chul bertanya pada Deok Heung apakah Deok Heung telah meracuni Eun Soo. Deok Heung berkata bukankah ia sudah bilang kalau Eun Soo akan datang sendiri setelah 3 hari. Jadi mengapa Ki Chul marah?

shot0306 shot0313

Ki Chul menyuruh Deok Heung memberi Eun Soo penawar dan mengembalikan kotak Hwata padanya. Deok Heung tertawa. Jika ia menyerahkan semua kartunya, ia bisa mati di tempat ini juga. Ki Chul berkata beraninya Deok Heung bersikap tak sopan pada perwakilan kaisar Yuan.

Choi Young tak sabar lagi. Ia menitipkan pedangnya pada Eun Soo lalu merobohkan pengawal kerajaan. Ki Chul ikut membantu. Ia lalu berteriak-teriak kesal dan dalam sekejap kembali tenang. Ia mempersilakan Choi Young melanjutkan.

“Kau meracuninya dengan racun muho, bukan?”

“Ini kantor Raja, berani-beraninya kau….”

Choi Young menjatuhkan Deok Heung ke atas meja lalu menumpahkan sebotol racun muho ke dalam mulut Deok Heung. Sebotol penuh.

“Eeerr…apa itu tidak kebanyakan?” tanya Ki Chul. LOL^^

“Aku tidak tahu, aku tidak pernah menggunakan racun sebelumnya,” jawab Choi Young.

Deok Heung berkata Ki Chul tidak boleh bekerjasama dengan Choi Young. Ki Chul tersenyum, ia sedang buru-buru. Jadi sebaiknya Deok Heung memberi penawar pada Eun Soo dan menyelesaikan semuanya.

Deok Heung ingin Eun Soo mengambil penawarnya sendirian. Hanya berdua. Choi Young jelas tak setuju, tapi Eun Soo menenangkannya dan pergi memapah Deok Heung keluar dari sana. Ki Chul menenangkan Choi Young, jika Deok Heung mati maka Eun Soo tidak akan tertolong. Choi Young hendak menyusul Eun Soo tapi Ki Chul menghalanginya. Kehadiran Choi Young akan membuat Deok Heung menahan penawarnya. Choi Young terpaksa menurut.

shot0319 shot0338

Eun Soo meminta Deok Heung memberi penawarnya. Deok Heung berkata Eun Soo adalah tabib langit palsu. Bagaimana bisa seorang tabib langit tidak bisa menyembuhkan dirinya sendiri? Tadinya ia pikir Eun Soo bisa sembuh sendiri. Apakah Eun Soo seperti dirinya, hanya cangkang yang bertahan hidup.

Eun Soo tak sabar lagi, mengapa Deok Heung tidak segera mengeluarkan penawarnya. Apakah Deok Heung ingin mati? Apakah nyawa orang tidak ada artinya? Deok Heung batuk darah. Ia lalu mengeluarkan penawarnya dan memberikannya pada Eun Soo.

“Itu berbeda dengan penawar yang biasa kumakan,” kata Eun Soo ragu.

“Penawar yang kaumakan selama ini adalah penawar palsu. Racunnya memang bekerja seperti itu, gejalanya akan kembali setiap 3 hari. Ini adalah penawar sebenarnya.”

Eun Soo merah penawar itu. Deok Heung memegang tangan Eun Soo. Ia mengajak Eun Soo bekerja sama untuk mengendalikan Ki Chul yang begitu percaya dengan adanya gerbang langit.

Jadi, Deok Heung sama sekali tidak percaya Eun Soo berasal dari langit. Ia pikir Eun Soo selama ini menipu semua orang untuk bertahan hidup. Karena Ki Chul sangat percaya pada Eun Soo, Deok Heung ingin bekerja sama dengan Eun Soo untuk mengendalikan Ki Chul. Apakah Eun Soo bersedia?

Eun Soo menanyakan bagian akhir bukunya. Deok Heung akan memberikannya. Satu lagi, Eun Soo berkata Choi Young tidak boleh dilukai. Sepertinya ia bersedia membuat kesepakatan dengan Deok Heung.

shot0346 shot0348

Eun Soo menemui Choi Young. Ia sudah memakan penawarnya dan sekarang sudah sembuh. Eun Soo mengajak Choi Young pergi. Diam-diam Ki Chul dan Deok Heung memperhatikan mereka. Mereka sadar akan sulit untuk mendapatkan Eun Soo jika Choi Young masih ada.

Manbo bersaudara membuka tempat makan kecil-kecilan di dekat kediaman sementara Raja. Menteri Lee Saek sedang berjalan-jalan dan menyamar dengan pakaian rakyat biasa. Ia melihat banyak orang berkumpul di daerah itu dan merasa hal itu tidak biasa. Lee Saek menanyakannya pada seorang penduduk yang keluar dari sebuah rumah dengan wajah sumringah.

“Apa yang ada di rumah itu?” tanya Lee Saek.

“Jadi kau belum dengar rumor mengenai Raja? Di rumah itu ada seorang raja yang akan mendengar apapun yang kaukatakan. Semuanya. Bahkan sumpah serapah pada raja pun didengarkan dengan baik.”

“Mungkinkah itu Raja yang sebenarnya?”

“Mana mungkin? Kau hanya pergi ke sana dan melepaskan kekesalanmu. Ia juga tak menerima uang. Orang-orang hampir mati di sana karena begitu menyenangkan.”

shot0357 shot0358

Dol Bae mendekati Lee Saek dan mengantarnya ke kediaman Gong Min. Lee Saek berdiri di dekat pintu, memperhatikan apa yang sedang terjadi.

Sebuah meja bundar besar terletak di halaman rumah. Gong Min dan No Gook duduk di sana. Seorang ibu sedang berkeluh kesah pada Gong Min. Ia membawa putrinya yang masih kecil dan ia khawatir karena puterinya berwajah cantik. Gong Min tak menganggap itu sebuah masalah.

Seseorang yang hadir di sana berkata kalau Gong Min tidak tahu apa-apa walau seorang raja. Mereka menertawakan Gong Min. Anak-anak wanita yang cantik selalu dijadikan upeti untuk negeri Yuan. No Gook nampak sedih dan tak enak hati saat mendengarnya.

Ibu itu bertanya apakah ia perlu menikahkan anaknya lebih dulu, memotong rambutnya, atau menjadikannya biksuni. Ia ingin Gong Min menerawang masa depan anaknya ( eh emangnya raja itu merangkap shaman ya?). No Gook bertanya apa yang akan terjadi pada anak-anak yang dijadikan upeti ke negeri Yuan. Seorang dari mereka berkata biasanya anak perempuan bangsawan akan dijadikan selir bangsawan, sedangkan anak perempuan rakyat biasa sangat malang nasibnya, dijadikan budak kerja paksa atau dipaksa menikah dengan tentara.

shot0361 shot0362

Si ibu meminta jimat gratis untuk puterinya. Ia dengar ada jimat yang bisa membuat anak perempuan tidak terlihat cantik dan menjadi sangat jelek. Gong Min berkata ia akan menggambar wajah anak perempuan itu. Jika ada yang menyebut wajahnya jelek atau semacamnya, ia tinggal menunjukkan gambar itu. Orang-orang tertawa, mana ada Raja yang menggambar. Tapi Lee Saek tersenyum senang menyaksikan Raja berinteraksi dengan rakyatnya.

 shot0371 shot0372

Choi Young berjalan bersama Dae Man. Eun Soo tidak bersama mereka. Dae Man bertanya apakah mereka berdua bertengkar. Choi Young menyuruh Dae Man diam. Ia ingat percakapannya dengan Eun Soo.

Eun Soo memutuskan untuk tinggal dan kembali ke klinik istana. Eun Soo menyebutnya “Operasi Matahari”. Matahari adalah mata-mata terkenal yang menggunakan kecantikannya untuk mengumpulkan informasi dari musuh.

Choi Young menghela nafas panjang. Ia berkata Eun Soo tidak berpikir dan tidak punya perasaan. Dae Man tak mengerti apa yang dikeluhkan Choi Young.

shot0376 shot0377

Choi Young menemui Lee Saek dan Lee Jae Hyun. Mereka berkata sejak awal mereka tahu Choi Young difitnah. Mereka juga tahu para woodalchi yang telah mengeluarkan raja dan ratu dari istana dan di mana mereka sekarang.

Lee Jae Hyun berkata mereka akan menemui Gong Min. Mereka telah membuat stempel Goryeo. Bukan dari Yuan, tapi dari rakyat Goryeo, stempel kerajaan Goryeo. Mereka akan membawa stempel itu paada Gong Min. Choi Young tersenyum kecil, Gong Min pasti akan senang.

Choi Young beranjak berdiri tapi mereka belum selesai bicara. Choi Young berkata ia bukan lagi woodalchi jadi ia seharusnya bersembunyi dari orang pemerintahan. Dan tidak benar membicarakan urusan kerajaan dengan kriminal sepertinya.

Lee Saek berkata hidup mereka dalam bahaya jika stempel itu diketahui pihak musuh. Karena itu mereka meminta Choi Young melindungi mereka hingga stempel itu sampai di tangan Raja. Choi Young mengusap keningnya, lagi-lagi harus melindungi orang lain.

Lee Jae Hyun berkata mereka akan berangkat besok pagi, apakah Choi Young akan ikut?

shot0382 shot0385

Jang Bin khawatir Deok Heung akan kembali mencelakai Eun Soo. Tapi Eun Soo sangat ingin tahu isi dari sisa bukunya. Sayangnya Deok Heung memang licik. Ia hanya memberikan setengah dari bagian buku yang Eun Soo inginkan.

Eun Soo membacanya.

Aku benar-benar berharap surat ini mencapaimu. Ketulusan membangun hubungan. Hanya kenangan yang akan menjadikan saat itu menjadi nyata.

Eun Soo berkata itu adalah tulisan tangannya. Tapi ia tidak ingat pernah menulisnya. Kertas itu sudah lusuh dan tulisannya buram hingga hanya terbaca sedikit. Itu adalah isi surat dari Eun Soo (entah dari jaman apa) pada Eun Soo.

“Tolong…catatan ini….dengan orang yang berada di sisimu.”

shot0389 shot0394

Choi Young mengatur pengamanan untuk perjalanan para menteri menemui Gong Min. Mereka akan menggunakan kereta untuk perjalanan ini. Ia sendiri yang akan mengeluarkan para menteri itu dari tempat mereka.

Eun Soo bingung dengan isi buku itu. Ia tidak pernah menulis buku itu tapi itu tulisannya dan tulisan itu ditujukan padanya. Juga buku itu sepertinya berasal dari masa lalu karena sudah rusak tapi bertulisan Hangul yang baru akan ditemukan di masa setelah Goryeo. Jang Bin mendengar dengan setia namun ia tidak tahu jawabannya.

Eun Soo curhat pada Jang Bin sambil minum bersama. Selama ini ia bertemu pria dan berusaha menyukai mereka tapi hatinya tak pernah terbuka untuk mereka. Walau ia berusaha, hatinya akan tertutup dan bersembunyi. Ia seakan tahu bukan mereka orangnya.

Saat pertama bertemu Choi Young pun begitu. Ia menarik garis batas dan berharap Choi Young tidak melewatinya. Bukan karena sewaktu-waktu ia akan pergi tapi hatinya tak membiarkan. Kadang-kadang ia merasa terbiasa dengan kehadiran Choi Young di sisinya dan sangat merindukannya hingga ia tak tahan. Ia meyakinkan dirinya tidak bisa bersama Choi Young. Tapi setiap kali ia berbalik, Choi Young ada di sana menatapnya. Walau ia tak bisa melihat Choi Young tapi ia tahu Choi Young ada di sisinya setiap saat ia memanggilnya.

Eun Soo tak tahan lagi dengan kegalauannya dan pergi tidur. Jang Bin memasukkan kertas-kertas itu kembali ke kotaknya.

shot0396 shot0409

Eun Soo memimpikan isi catatan itu:

“Hari itu kau akan pergi ke tempat yang jauh. Malam itu seseorang akan mencarimu. Orang itu akan meminta bantuanmu. Janga tolak permintaannya. Kumohon pada hari itu kau harus kembali. Dengan begitu orang itu akan selamat.”

Eun Soo terjaga. Itu adalah hari di mana Dayang Choi meminta bantuan Eun Soo untuk menghentikan Choi Young.

“Hari itu anak itu memecahkan kendi obat (Eun Soo melihat Deok Gi mengumpulkan pecahan kendi obat). Apa lagi? Benar, banyak bunga krisan di dekat jendela. Hari itu kau tidak boleh mengirim orang itu pergi. Hari itu, apa yang ditunggunya adalah sebuah jebakan. Jadi Eun Soo-ya, tolong tahan orang itu.”

shot0413 shot0416

Eun Soo membaca isi buku itu dan menyadari peristiwa itu akan terjadi hari ini.

Choi Young berjalan ke suatu tempat. Tiba-tiba ia menoleh.

shot0418 shot0421

Komentar:

Jebakan apa yang dimaksud buku itu? Apakah para menteri mengkhianati Choi Young? Atau musuh sudah mengetahui pergerakan mereka? Apa yang akan terjadi?

Isi buku diari Eun Soo memang sedikit membingungkan. Sepertinya buku itu ditulis Hwata (yang sebenarnya adalah Eun Soo) ditujukan pada Eun Soo. Dengan kata lain Eun Soo tidak hanya satu kali ini saja melakukan perjalanan melintasi waktu. Apakah ia sempat kembali ke waktu yang salah?

No comments:

Post a Comment

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)