Tuesday, 25 June 2013

Sinopsis Gu Family Book Episode 23 (Bagian 1)

shot0085

Kilas balik pada Park Mu Sol yang tersenyum. Seo Hwa tersenyum sambil menggenggam tangan Kang Chi dengan kehangatan seorang ibu. Wol Ryung menaruh tangannya di pundak Kang Chi lalu tersenyum sedih dan pergi meninggalkan puteranya.

“Aku tidak ingin lagi mengucapkan selamat tinggal. Dia satu-satunya orang yang berani kunyatakan sebagai milikku. “

shot0001 shot0007

Kilas balik pada ucapan Kang Chi di hutan, bahwa ia takut kehilangan Yeo Wool. Lalu kata-kata So Jung bahwa salah satu dari mereka akan mati, karena itu ia harus meninggalkan Yeo Wool. Dan malam ini, Yeo Wool terluka karena tidak sengaja terkena cakar Kang Chi.

“Aku ingin memastikan ia tidak akan mengeluarkan air mata yang dipenuhi kesedihan. Tapi…Yeo Wool mungkin akan mati.”

 shot0014 shot0018

Maka Kang Chi mengatakan pada Yeo Wool bahwa hubungan mereka berakhir di sini. Air mata menetes di pipi Yeo Wool, setengah tak percaya dengan apa yang baru saja Kang Chi katakan.

“Ini adalah keinginanku yang ketiga, Dam Yeo Wool,” Walau hatinya terasa sangat sakit, Kang Chi mengucapkan kata-kata itu dengan tegas. Lalu ia berbalik pergi.

shot0023 shot0027

“Mengapa kau seperti ini?” sergah Yeo Wool. “Jika kau bilang berakhir maka semuanya berakhir? Jika kau memutuskan hubungan perasaan maka semuanya berakhir begitu saja? Bagaimana bisa begitu? Apa kau bisa?”

“Apa lagi yang bisa kulakukan? Kau mungkin akan mati!” Kang Chi tak tahan lagi mengungkapkan isi hatinya.

“Semua orang pasti mati. Beberapa orang panjang umur lalu mati secara alami. Beberapa orang mati lebih awal karena penyakit. Seperti ibuku, orang bisa mati saat melahirkan. Seperti Park Mu Sol, orang bisa mati karena melindungi seseorang. Kau mungkin tahu kapan kau dilahirkan, tapi tidak ada seorang pun di dunia ini yang tahu kapan mereka akan mati.” (eeeeppp…apa writer-nim baca surat Dee buat So Jung ya???)

“Tapi ini kau!! Dari semua orang, kau mungkin akan mati. Dan dari semua alasan, kau mungkin akan mati karena aku! Bagaimana aku bisa tinggal di sisimu? Hidupmu yang menjadi taruhan di sini. Bagaimana bisa….”

shot0033 shot0059

Yeo Wool berkata mengapa mereka harus seperti ini untuk hal yang bahkan belum terjadi. Kang Chi berkata So Jung sudah memberinya peringatan sebelum Tuan Park meninggal. Ia mengabaikan peringatan itu dan karena itulah Tuan Park meninggal.

“Itukah sebabnya kau hendak pergi dariku sekarang?” tanya Yeo Wool.

Kang Chi meraih tangan Yeo Wool yang terluka. Apa Yeo Wool tidak melihat akibat perbuatannya? Jika ia meleset sedikit saja, ia mungkin sudah merobek jantung Yeo Wool.

“Apa kau tahu saat ini kata-katamu lebih merobek hatiku?” tanya Yeo Wool pedih.

shot0067 shot0072

“Luka akan menutup dan sembuh seiring berjalannya waktu. Tapi kematian bukanlah sesuatu yang bisa dipulihkan. Jika aku benar-benar harus kehilanganmu…jika itu karena aku… aku tidak akan bisa menanggungnya. Aku tidak akan bisa hidup dengan baik.”

“Kang Chi-ah..”

“Karena itu Yeo Wool, lakukan seperti yang kukatakan. Esok pagi aku akan berpamitan pada Guru dan aku akan pergi dari sini,” Kang Chi memegang pundak Yeo Wool.

Kang Chi menguatkan hatinya lalu pergi meninggalkan Yeo Wool. Setelah Kang Chi tak lagi terlihat, barulah tangis Yeo Wool pecah.

 shot0086 shot0088

Gon melihatnya dengan sedih. Seseorang berdiri mengawasi di balik pohon. Gon bisa merasakannya dan berbalik, tapi orang itu tidak ada.

shot0090 shot0092

Kang Chi pergi ke kediaman Lee Soon Shin. Saat Lee Soon Shin menemuinya, ia sendiri tidak tahu harus mengatakan apa. Lee Soon Shin mengajaknya berjalan-jalan.

“Tuan, ada yang membuatku penasaran. Seandainya seorang yang paling Tuan cintai mungkin akan mati karena Tuan, apa yang akan Tuan lakukan? “

“Aku akan melakukan yang terbaik agar hal itu tidak terjadi.”

“Bagaimana jika itu artinya aku harus meninggalkan orang itu? Jika orang itu hanya bisa hidup jika aku pergi, yang terbaik adalah aku meninggalkannya. Iya kan?”

Lee Soon Shin bertanya apa yang paling Kang Chi takuti.

“Kehilangan orang itu. Bahwa akan terjadi sesuatu padanya karena aku.”

“Kalau begitu apa yang paling orang itu takutkan? Apa yang paling ditakuti oleh orang yang paling kaucintai?”

shot0108 shot0112

Belum sempat Kang Chi menjawab, tiba-tiba muncul beberapa orang ninja mengepung mereka.

Jo Gwan Woong meminjam 10 ninja pada Pil Mok untuk membunuh Lee Soon Shin. Pil Mok tidak mau meminjamkan karena misi mereka hanyalah membuat peta dan mengumpulkan informasi. Ia tidak mau terlibat dalam pembunuhan Lee Soon Shin.

Jo Gwan Woong berkata Pil Mok tidak perlu turun tangan sendiri untuk melakukan itu. Ia menyuruh seseorang masuk. Seseorang berpakaian hitam melangkah masuk. Ia adalah Senior Yoon. Senior yang paling membenci Kang Chi sejak awal karena Kang Chi bukan manusia. Rupanya ia telah didekati oleh Pengawal Seo dan telah disogok uang.

shot0122 shot0124

Tugas pertamanya saat itu adalah membuat Kang Chi dan Wol Ryung bertempur. Karena itu ia yang melaporkan penemuan banyak mayat di hutan pada Kang Chi, dengan tujuan agar Kang Chi mencari Wol Ryung (episode 19).

shot0126 shot0127

Pil Mok bertanya apa sebenarnya rencana Jo Gwan Woong.

“Lee Soon Shin akan dibunuh Choi Kang Chi,” ujar Jo Gwan Woong. Hmmm….akal licik apa lagi ini >,<

shot0129 shot0130

Kang Chi melindungi Lee Soon Shin. Ia berkata ia akan menghadapi para ninja ini dan Lee Soon Shin diminta menyelamatkan diri.

“Tidak perlu melakukan itu, Kang Chi,” kata Lee Soon Shin tenang. “Aku yang mengundang mereka.”

Kang Chi bingung. Samurai bodyguard Seo Hwa muncul. Lee Soon Shin menyapanya.  

“Pejuang Goon Bon, Kageshima Lojyo. Benar, bukan?”

Kageshima menunduk hormat. Ia bertanya ada apa Lee Soon Shin memanggilnya.

shot0135shot0138

“Untuk memberimu nasihat,” kata Lee Soon Shin. “Aku memberimu waktu 3 hari. Dalam 3 hari ini tinggalkan tempat ini. Jika kau tidak pergi dalam 3 hari, tidak ada satupun dari pedagang Goon Bon yang akan kembali ke Jepang hidup-hidup. Dan juga mulai sekarang, selama aku menjadi laksamana Jeolla, pedagang Jepang dengan nama Goon Bon tidak akan menginjakkan kakinya di propinsi selatan dan aku juga tidak mengijinkan kegiatan mata-mata dalam bentuk apapun. Aku Lee Soon Shin pasti melakukannya. Jadi kembalilah ke negaramu sekarang.”

Kageshima melaporkan kata-kata Lee Soon Shin pada Pil Mok. Pil Mok berang, beraninya Lee Soon Shin mengancam mereka padahal bukan dalam keadaan perang. Kageshima berkata jika mereka dalam keadaan perang, Lee Soon Shin tidak akan memberi peringatan dulu pada mereka dan akan langsung menyerang. Ia menyarankan agar mereka mundur. Tapi Pil Mok tidak setuju. Ia dan Jo Gwan Woong telah membuat kesepakatan.

shot0148 shot0151

Kang Chi dan Lee Soon Shin kembali ke kediaman Lee Soon Shin. Kang Chi bertanya bagaimana bisa Lee Soon Shin menemui orang-orang itu tanpa pengawalan sedikitpun. Untung saja ia ada di sana, apa yang akan terjadi jika tadi ia tidak datang?

“Mati tidaklah semenakutkan itu, Kang Chi. Apa yang benar-benar kutakutkan adalah bagaimana jika aku mengambil keputusan yang salah saat aku hidup. Dan melukai orang-orang tak bersalah. Itulah yang kutakuti. Jika perang terjadi., ratusan hingga ribuan, bahkan puluhan ribu jiwa akan menjadi taruhannya. Karena itu keputusan yang kubuat haruslah dengan sangat berhati-hati dan sungguh-sungguh. Aku berada dalam jurang kesendirian dan ketakutan, tapi ada satu alasan mengapa aku tidak menghindari tugas ini. Aku ingin melindungi.”

Lee Soon Shin berkata para prajuritnya diminta untuk mengorbankan nyawa mereka demi negara ini. Karena itu ia ingin melindungi beban nyawa mereka. Dan untuk melindungi mereka, pilihan terbaik adalah berada di sisi mereka.

shot0162 shot0168

Mendengar itu, Kang Chi tersentak. Ia teringat percakapannya dengan Yeo Wool beberapa waktu lalu. Saat itu ia menanyakan apa yang paling ditakuti Yeo Wool.

“Hal yang paling kutakutkan?” Yeo Wool terdiam sejenak. “Kau.”

“Aku?? Aku yang paling menakutkan?”

“Hmm..Satu hari nanti kau akan menghilang dari sisiku. Itulah yang paling kutakutkan.”

shot0170 shot0175

Saat itu Kang Chi tersenyum dan bertanya mengapa Yeo Wool mengkhawatirkan hal semacam itu. Saat itu ia sama sekali tidak terpikir akan meninggalkan Yeo Wool seperti sekarang.

“Biasanya kau akan seperti itu jika kau menyukai seseorang. Kau mengkhawatirkan mereka sebesar kau menyukai mereka. Juga banyak rasa takut,” kata Yeo Wool.

“Contohnya?”

“Bagaimana jika kau bosan padaku suatu hari nanti? Satu hari nanti aku akan menjadi tua dan lemah, dan kau mungkin akan mengabaikan aku karena aku telah menjadi perempuan tua.”

Kang Chi tertawa.

shot0181 shot0185

“Tidak saja aku tidak bisa hidup tanpamu, tapi aku juga putera Wol Ryung. Siapa itu Wol Ryung? Seorang lugu yang menemukan cinta pertamanya setelah seribu tahun. Dan setelah menjadi iblis seribu tahun, ia tetap mengingat ibuku. Seorang romantis sejati. Ini turunan keluarga. Kami hanya bersama satu wanita tak peduli bagaimanapun juga (seperti Chul Soo –Werewolf Boy dan Jacob –Twilight ;p).

Karena itu pastikan kau tidak akan bosan padaku. Karena mataku hanya akan tertuju padamu….selamanya.”

“Beneran beneran?” tanya Yeo Wool.

“Beneran beneran.”

“Janji janji?”

“Janji janji,” ujar Kang Chi sambil tertawa melihat kelucuan Yeo Wool. Saat itu Yeo Wool tersenyum dan tertawa sangat bahagia.

shot0198 shot0206

Kang Chi keluar dari kediaman Lee Soon Shin. Hanya satu nama yang keluar dari mulutnya. “Yeo Wool-ah…”

Yeo Wool hanya berbaring tanpa melakukan apapun. Gonita bertanya mengapa Yeo Wool seperti ini. Tiba-tiba Yeo Wool duduk.

“Choi Kang Chi si brengsek itu. Bagaimana bisa ia melakukan itu? Bukankah begitu, Nyonya?”

“Ya?” tanya Gonita bingung.

shot0213 shot0216

“Lupakan saja,” Yeo Wool kembali berbaring. Gonita bertanya apa yang sebenarnya telah terjadi.

“Dia bahkan bilang “beneran beneran” dan “janji janji”. Bagaimana bisa hanya dengan satu kata dari biksu, ia melakukan ini padaku? Bukankah begitu, Nyonya?”

“Kau harus bilang apa yang terjadi supaya aku bisa mengerti, Nona,” protes Gonita. “Aku tidak tahu apapun, benar-benar membingungkan. Ya?”

shot0221 shot0224

Yeo Wool berkata lupakan saja. Ia merasa hatinya seakan hendak meledak. Ia akan keluar berlatih pedang. Yeo Wool mengambil pedangnya lalu keluar dari kamar.

Di luar, ternyata Senior Yoon sudah menunggunya. Si pengkhianat itu berkata ada yang hendak ia katakan pada Yeo Wool dan meminta Yeo Wool mengikutinya. Nooo!!!

shot0231 shot0236

Untunglah Gonita mendengar mereka. Ia pergi keluar mencari Yeo Wool dan berpapasan dengan Gon. Ia bertanya apa Gon sempat melihat Yeo Wool. Bukankah sekarang sudah waktunya bagi Yeo Wool untuk beristirahat, tanya Gon.

“Seorang murid bernama Yoon mengajaknya keluar karena ada hal penting yang hendak dibicarakan. Tapi ia belum juga kembali.”

Gon heran untuk apa Yoon memanggil Yeo Wool malam begini. Ia bertanya sudah berapa lama Yeo Wool pergi. Sekitar kurang dari setengah jam yang lalu. Gon berpikir sejenak. Lalu ia meminta Gonita membangunkan Sung dan mencari Yeo Wool dan Yoon di dalam sekolah. Ia sendiri akan mencari di sekitar sekolah.

shot0247 shot0253

Yoon membawa Yeo Wool ke hutan. Yeo Wool mulai bosan, sebenarnya apa yang hendak dikataka Yoon padanya.

“Ini mengenai Choi Kang Chi,” kata Yoon.

Yeo Wool terkejut, ada apa dengan Kang Chi?

shot0255 shot0258

Sementara itu Kang Chi kembali ke sekolah. Sung menyapanya. Kang Chi bertanya apa yang Sung lakukan malam-malam begini. Sung menceritakan ia sedang mencari Yeo Wool.

“Apa yang kaubicarakan?” tanya Kang Chi s.

“Aku tidak tahu pasti apa yang terjadi. Senior Yoon membawa Guru Dam (Yeo Wool) ke suatu tempat, kami tidak bisa menemukan mereka,” jawab Sung. Karena itu ia mencarinya bersama Nyonya Gonita. Sedangkan Gon mencari di sekitar sekolah.

shot0259 shot0263

“Ada apa dengan Kang Chi? Apa terjadi sesuatu padanya?” tanya Yeo Wool panik.

“Lihat, kau selalu saja berada di pihaknya dan melindungi si brengsek Choi Kang Chi yang bahkan bukan manusia. Kurasa aku tidak bisa mengikutimu lagi.”

Yeo Wool terkejut. Belum selesai ia berbicara, ia merasa ada orang lain di dekatnya. Ia berbalik tapi wajahnya dilempar bubuk putih lalu perutnya dipukul dengan gagang pedang. Yeo Wool jatuh tak sadarkan diri.

shot0269 shot0274

Orang yang melempar bubuk putih ternyata ninja. Dua ninja lainnya muncul. Mereka menutupi kepala Yeo Wool dengan kain hitam lalu memanggulnya.

Merasa tugasnya beres, Yoon beranjak pergi. Alangkah terkejutnya ia ketika Gon tiba-tiba muncul. Yoon pura-pura tidak terlibat dan berkata Yeo Wool hendak dibawa ketiga ninja itu.

shot0280 shot0289

Gon maju menghadapi ketiga ninja itu dan menyuruh mereka menurunkan Yeo Wool. Tak disangka, Yoon yang berdiiri di belakangnya mengeluarkan pedang. Lalu menusuk pinggang Gon.

Gon terkejut. Ia berbalik tak percaya telah dikhianati muridnya sendiri.

“Melihat kalian semua membela Choi Kang Chi yang bahkan bukan manusia, lebih dari saudara kalian yang manusia, aku muak pada kalian. Matilah, Senior Gon!” Yoon kembali mengayunkan pedangnya.

shot0296shot0299

Untunglah Gon lebih cepat. Ia menebas Yoon hingga Yoon mati. Ketiga ninja buru-buru hendak membawa Yeo Wool pergi tapi Gon menghalangi mereka.

Para ninja bermunculan untuk menghalangi Gon. Gon berusaha menghentikan ketiga ninja yang membawa Yeo Wool. Tapi lukanya terlalu parah dan ninja yang dihadapinya terlalu banyak. Dengan sekuat tenaga ia melawan para ninja itu.

Satu per satu ninja berjatuhan. Gon semakin lemah tapi ia bertahan. Tiba-tiba seorang ninja menebas punggungnya. Gon jatuh berlutut.

“Nona….Nona Yeo Wool…Nona Yeo Wool…” hanya Yeo Wool yang saat itu berada dalam pikirannya.

shot0309 shot0327

Seorang ninja mengayunkan pedangnya hendak membunuh Gon. Kang Chi muncul tepat pada waktunya dan membunuh ketiga ninja yang tersisa. Ia menghambur ke hadapan Gon yang semakin melemah.

“Cepat…selamatkan Nona Yeo Wool..,” gumam Gon. Ia lalu jatuh pingsan.

Kang Chi menyembuhkan luka Gon dengan darahnya. Ia lalu berlari mengejar penculik Yeo Wool. Tapi ia kehilangan jejak mereka karena para penculik itu melempar bom asap untuk menhilangkan bau mereka.

shot0337 shot0345

Bong Chul dan anak buahnya sedang buang air kecil ketika sanak buahnya melihat ada ninja memanggul Yeo Wool. Bong Chul melihat mereka lalu buru-buru bersembunyi.

 shot0363 shot0364

Gon terbangun di tempat tidurnya. Guru Dam dan Guru Gong sedang menungguinya. Gon langsung berlutut di hadapan Guru Dam.

“aku minta maaf. Aku gagal melindungi Nona Yeo Wool. Aku benar-benar minta maaf,” ujar Gon sedih.

Guru Dam berkata Tae Soo yang menemukan Gon di hutan. Ternyata Tae Soo juga ada di kamar Gon. GuruDam berkata ia dengar di pakaian Gon terdapat banyak darah.

“Apa Kang Chi yang menyelamatkanmu?”

Gon membenarkan.

“Kalau begitu ke mana Kang Chi pergi?” tanya Guru Dam.

shot0375 shot0380

Kang Chi pergi ke Penginapan Seratus Tahun. Jo Gwan Woong sudah menunggunya. Kang Chi bertanya di mana Yeo Wool. Apa yang Jo Gwan Woong lakukan padanya?

“Entahlah…” jawab Jo Gwan Woong tersenyum licik.

Kang Chi dengan marah bergerak cepat menuju Jo Gwan Woong. Tapi ia berhenti saat sebilah pedang terhunus di depan lehernya. Pedang Kageshima.

shot0383 shot0386

“Berhati-hatilah, kepalamu mungkin terpenggal,” ujar Pil Mok. Ia berkata Kang Chi setengah manusia. Jika kepala Kang Chi dibuang ke laut, tidak mungkin Kang Chi akan tetap hidup walau Kang Chi berdarah abadi.

“Apa kaupikir kau bisa membunuhku?”

“Aku yakin pedang Kageshima bisa,” jawab Pil Mok.

“Jika kau melukaiku, kau tidak akan bisa melihat Dam Yeo Wool dalam keadaan hidup.”

“Lepaskan Yeo Wool sekarang juga!!”

“Jika kau ingin ia kembali dengan selamat maka pertama, bunuhlah Lee Soon Shin. Jika kau membunuh Lee Soon Shin, aku akan menyelamatkan Dam Yeo Wool. Tapi jika kau tidak bisa membunuhnya, Dam Yeo Wool akan mati. Bukan hanya itu…”

Choi dan Ok Man diseret dalam keadaan terikat. Mereka diperhadapkan pada Kang Chi.  

“Ayah! Ok Man!” seru Kang Chi.

shot0402shot0403

Jo Gwan Woong berkata tadinya ia hendak membunuh keduanya karena telah menjadi mata-mata Kang Chi. Tapi ia memberi kesempatan terakhir pada Kang Chi untuk menyelamatkan mereka. Jika Kang Chi membunuh Lee Soon Shin, maka nyawa ketiga orang yang terdekat dengan Kang Chi akan selamat.

“Bukankah cukup untuk ditukar dengan nyawa Lee Soon Shin?”

“Tidak, Kang Chi. Kau tidak boleh melakukannya, ya,” kata Choi. “Kau akan selamanya dikenal sebagai orang yang membunuh Laksamana. Bagaimana kau bisa hidup seperti itu? Tidak, walau kami dipukuli, kau tidak boleh membunuh Laksamana.”

Ninja Seo langsung memukuli Choi. Kang Chi sangat menderita melihat ayahnya dipukuli.

shot0411shot0412 

“Apakah kekejamanmu tidak ada akhirnya?!” serunya marah pada Jo Gwan Woong.

“Kekejaman?”

“Jika menukar nyawa orang untuk membunuh orang lain bukan kekejaman, maka apa namanya?”

“Apa macan yang kuat memakan kucing kecil disebut kejam? Elang memangsa tikus, apa itu juga disebut kekejaman?”

“Kau mungkin terlihat manusia, tapi di dalam kau adalah monster!”

shot0416 shot0419

“Siapa yang kau sebut moster padahal kau sendiri adalah monster,” ujar Jo Gwan Woong sinis. Duh pengen banget jitak nih orang pake kebo supaya sadar >,<

Jo Gwan Woong memberi waktu pada Kang Chi sampai matahari terbit esok hari. Jika besok pagi Kang Chi tidak membawa kepala Lee Soon Shin, nyawa Yeo Wool-Choi-Ok Man akan lenyap selamanya.

Kang Chi terdiam. Dalam hatinya ia memanggil Yeo Wool.

“Kang Chi-ah…” panggil Yeo Wool dalam hati. Ia disekap dalam sebuah peti tertutup di sebuah gudang. Tangan, kaki, dan mulutnya terikat. Yeo Wool masih dalam keadaan lemah.

shot0427 shot0431

Pil Mok menyuruh samurai penjaga untuk terus menyalakan dupa agar Kang Chi tidak bisa mencium bau Yeo Wool.

Kang Chi diusir dari penginapan Seratus Tahun. Kata-kata Lee Soon Shin terngiang di benaknya.

“Karena aku ingin melindungi mereka. Untuk melindungi mereka, berada di sisi mereka adalah pilihan terbaik.”

“Yeo Wool, apa yang kulakukan padamu,” kata Kang Chi dengan penuh penyesalan dalam hatinya. Ia mengerti kata-kata Lee Soon Shin. Jika ingin melindungi orang yang kita cintai, kita harus berada di sisi mereka, bukan meninggalkan mereka.

shot0432 shot0434

[Bersambung ke Bagian 2]

Komentar:

Seringkali kita harus merasakan akibatnya lebih dulu, baru kita mengerti kesalahan kita. Dan inilah yang Kang Chi rasakan saat ini.

Ia pikir meninggalkan Yeo Wool adalah jalan terbaik daripada berada di sisinya. Tapi, ternyata dengan ia meninggalkan Yeo Wool pun, bahaya bisa datang kapan saja.Aku yakin jika ia berhasil berkumpul kembali dengan Yeo Wool, ia tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

Apakah Kang Chi akan menuruti Jo Gwan Woong? Aku yakin tidak. Ia seharusnya tahu walaupun ia benar-benar membunuh Lee Soon Shin, orang sekejam Jo Gwan Woong tidak akan melepaskan mereka.

20 comments:

  1. Ah apakah aku yg pertama komen??
    Wooww :D
    mbak fan aq sbernya rela gak rela nih buka sinopsisnya,,aq gak rela kangchi malam ni eps terakhir tapi kl g bca sinopnya bs2 aq pnsaran g bs tdr >.<

    moga akhirnya happy ending ya,,cz aq ksian bgt sm hdup kang chi,,dy sangat pantas untuk bahagia..

    *fanny

    ReplyDelete
  2. Eaak, komen dulu ah! :D Duh malam ini ep terakhir nasibnya Yeo Wool gmana ya? Kmrin bca di twttr ktanya Yeo Wool kena senapan :( Smg nanti happy ending deh yaaa! Semangat mbak fanny (^.^)9

    ReplyDelete
  3. Sambil nunggu downloadan GFB yg lemot bc dulu sinopsisnya, tinggal be2rapa eps lg hiks3...
    Mksh mba sinopsisnya cepet bgt, d tunggu part 2 nya... -V

    ReplyDelete
  4. Wooow, cepat sekali
    Pdhl setiap 15 menit bolak-balik ke blog ini.
    Mmmuuaaaaacccch

    ReplyDelete
  5. wuaaah mb Fanny daebak!!!tq yaa mb ditunggu part ke2...
    ini drama pertama yg bkin q nggk rela brakhir..hiks hikss
    Pkokny hrs happy ending kang chi - yeo wool klau nggk siap2 jha Script Writerny jd Nation Enemy,hahaha...


    *mimi*

    ReplyDelete
  6. Malam ini malam terakhir bagi kitaaa #sing :p
    Yaah gk ad lagi yg ditunggu dihari senin dan selasa...sediih :(

    ReplyDelete
  7. Kpn part 2 x,pokok x hwaiting,hwaiting ngelnjutinxa

    ReplyDelete
  8. utungla yeo wol pikiranya terbuka...tuh kang ci dengerin yg uri yeo wol bilang jgn langsung terima aja ucapan biksu soojong hehesenengnya akhirnya yg ditunggu" di post jg udh dr tadi pagi aku berharap eps 23nya mbak fanny post, mbak fanny emang daebak deh ^^

    ReplyDelete
  9. Kangchi kangchi kangchi berfkrLah dLu sbLum brtindak naak
    KesaLahn keciL km brakibat besar bwt orng Ч a͡ήG̲̣̣̣̥ km cintai,,,˚◦°•hмм...(―˛―“)..•°‎​​

    Bneer kta M̶̲̥̅̊b̶̲̥̅̊ά̲̣̥k fanny pen jitak jo wong edan pake kebo,ato gajah sxn yo M̶̲̥̅̊b̶̲̥̅̊ά̲̣̥k [н̲̅]ɑ[н̲̅]ɑ[н̲̅]ɑ[н̲̅]ɑ[н̲̅]ɑ

    ReplyDelete
  10. Dasar jo gwan woong monster...ciri ciri makhluk yg hrs dibinasakan dari muka bumi ini...

    ReplyDelete
  11. gomawo, episode terakhir...ga rela aku.

    ReplyDelete
  12. Hihiihihihi..keren bgt..ini kali pertama ngikutin sinopsis kdrama..ternyata seru..ketagihan..makasih mba fanny..

    ReplyDelete
  13. kerrreeeeeeeeeeeeeeentttttttttttttttttt................

    makassie Mbak sinopnyaaaa... :D

    ReplyDelete
  14. ahhh gimana niih makin kacau deh,, dan semoga si jahat licik dan minster jo gwan woong bisa masuk neraka jahanam pualing bawah dan panas Amiin...... abis kesel dari awal ampe mau keakhir bikin kacau semua nya...
    kamsahamida mbak buat sinopnya tinggal 1 episode lagi ditunggu
    semangat buat mbak-mbak semua yang bikin sinop pualing daebak ini ^^i semangaatt!!!!

    ReplyDelete
  15. komen dulu sbelum baca
    aku kiraaa episode ini besok keluar gtwnya kmren jga udah ada
    hebattt makasih mbakkk :):)

    ReplyDelete
  16. ih aku bingung dh.
    sbnrny yg dimau sm joo gwan woong itu apa?

    maaf ya . aku baru comment sekrng.

    ReplyDelete
  17. ih aku bingung dh.
    sbnrny yg dimau sm joo gwan woong itu apa?

    maaf ya . aku baru comment sekrng.

    ReplyDelete
  18. Baru sempet bca skarang..:(
    seru..seru.. makasih mba..^^

    ReplyDelete
  19. Jo gwan woong tu emang bener'' kurang ajar . . Perlu di basmi dari muka bumi . . Klo ktemu gue jitak deh tu aki-aki ..

    ReplyDelete
  20. MBA kayaknya kang chi ga nurutin kata kata bi jo deh,kan akhirnya laksamana bisa ngelawan jepang dengan perahu kura kuranya....udah di tulis kok d sejarah.hehehehehehe....

    ReplyDelete

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)