Senin, 29 Oktober 2012

Sinopsis Nice Guy Episode 13

tumblr_mchwc4J7iu1qax84wo2_500

Apakah Eun Gi mengingat sesuatu setelah kilasan ingatan yang muncul saat ia melewati terowongan bersama Maru? Nampaknya belum.

Hari dimulai seperti biasa. Selesai mandi, Maru menulis sesuatu di cermin yang berembun. Sementara itu Eun Gi sibuk memasak sesuatu. Ia memasak dengan gembira hingga wajahnya belepotan tepung. Di dapur berserakan segala macam bahan makanan.

shot0004 shot0011

Maru menulis kata “kebahagiaan” di cermin. Ia memandangi kata itu seakan meresapinya, lalu ia menghapusnya dan tersenyum.

Eun Gi memasukkan jamur dan sepotong bacon ke dalam sup yang dibuatnya. Sambil mengaduk sup, Eun Gi teringat perkataan Dokter Seok.

“Berhentilah melarikan diri. Arahkan pandanganmu pada tujuan. Cobalah mengingat semua kenangan itu. Cobalah mengingat satu kenangan dalam hidupmu, yang paling menyakitkan dan menghancurkan hati. Menemukan ingatanmu akan dimulai dari sana.”

shot0023 shot0031

Eun Gi mencoba menuruti nasihat Dokter Seok. Ia mencoba mengingat kilasan ingatan yang muncul ketika ia melewati terowongan. Ia ingat ia mengemudikan mobil dengan kencang dalam terowongan sambil menangis lalu cahaya lampu mobil dari arah lain menyilaukannya.

Eun Gi tersentak. Ia tak mampu mengingat lebih banyak. Namun ada tangan yang kokoh memegangi pundaknya.

“Kau akan menghanguskan semuanya,” ujar Maru lembut. Ia berdiri di belakang Eun Gi. Tangan kirinya memegangi pundak Eun Gi, dan tangan kanannya menggenggam tangan Eun Gi yang sedang memegang sendok sup. Mereka mengaduk sup bersama.

 shot0043 shot0047

“Kau tahu cara membuatnya?” tanya Maru. Eun Gi mengiyakan. Tampaknya ia merasa kecewa karena belum berhasil mengingat.

“Kau sudah dewasa,” kata Maru. Ia menanyakan di mana Choco. Eun Gi berkata Choco dan Jae Gil pergi ke mata air mineral. Maru berkata akan menjadi masalah jika Eun Gi tidak masuk kerja dalam waktu lama. Ia mengajak Eun Gi kembali bekerja minggu depan walau hanya untuk bertemu rekan kerja. Eun Gi mengangguk.

“Maru-sshi….”

“Hm?”

“Aku takut. Suatu hari nanti kau akan bosan denganku,” kata Eun Gi pelan. “Jika aku menjadi orang yang menyebalkan dan menyusahkan, kau akan melarikan diri dariku.”

“Itu tidak akan pernah terjadi,” kata Maru tersenyum.

shot0050 shot0051

“Kau tidak pernah tahu hati seseorang,” ujar Eun Gi lirih.

Maru membalikkan tubuh Eun Gi hingga berhadapan dengannya. Ia memegang kedua pundak Eun Gi dan menatapnya lekat-lekat.

“Aku yang paling mengenal hatiku. Tidak akan bosan. Juga tidak akan merasa sebal dan terganggu. Sudah pasti melarikan diri juga….,” Maru terdiam sejenak. “Aku juga tidak akan melarikan diri.”

Eun Gi menatap Maru terharu. Keduanya bertatapan sambil tersenyum.

shot0070 shot0072

Sayangnya, kebersamaan mereka diganggu oleh bunyi ketukan pintu. (Fanny: syuh…syuh…)

Maru membuka pintu. Di depan pintu berdiri 3 orang tak dikenal. Mereka dari kantor penuntut umum Seoul dan mencari Maru. Mereka berkata Taesan Grup menuntut Maru atas pencurian dan pembocoran rahasia perusahaan.

Kerjaan siapa lagi kalau bukan Min Young. Ia berkata saat ini orang dari kantor penuntut umum telah tiba di rumah Maru. Ia juga memegang dokumen yang akan menguatkan tuduhan terhadap Maru. Maru tidak akan bisa melepaskan diri dengan mudah. Jae Hee tak mengatakan apapun, tapi kelihatannya ia tidak menyukai rencana ini. Dan Min Young bisa melihat keengganan Jae Hee.

shot0074 shot0088

Karena penuntut itu memperlihatkan surat penggeledahan rumah. Maru tak mau Maru mempersilakan mereka masuk dan membiarkan mereka menggeledah rumah dan laptop Maru. Eun Gi berdiri di samping Maru dengan wajah khawatir.

“Siapa orang-orang ini?” tanyanya pada Maru.

“Pergilah ke atas dan tunggu di kamar,” kata Maru. Eun Gi tak mau meninggalkan Maru.

shot0092  shot0097

Orang-orang dari kantor penuntut umum itu menemukan USB dari sebuah laci dan melihat isinya dengan laptop. Mereka berkata mereka telah menemukan bukti. Eun Gi mengetatkan genggamannya pada tangan Maru.

Orang-orang itu ingin Maru ikut dengan mereka. Dengan tenang Maru berkata ia harus makan.

“Teman di sampingku ini untuk pertama kalinya memasak sarapan untukku. Jadi aku harus memakannya,” kata Maru sambil menoleh pada Eun Gi.

 shot0106 shot0117

Untunglah orang-orang itu membiarkan Maru makan lebih dulu.

Eun Gi tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. Ia bertanya apa yang terjadi. Maru berkata ini adalah cara Taesan Grup menariknya turun. Ia mencicipi sup Eun Gi lalu tersenyum senang.

“Bagaimana bisa kau tak melakukan apapun seperi ini?” tanya Eun Gi.

Maru malah terus menerus memuji sup Eun Gi dan tak menjawab pertanyaannya. Eun Gi mendesak Maru untuk mengatakan apa yang akan Maru perbuat. Maru dengan tenang berkata ia hanya perlu menjernihkan masalah ini. Ia terus memakan supnya sampai habis seakan tak terjadi apapun. Hal ini membuat Eun Gi frustrasi. Bagaimana Maru akan meloloskan diri dari fitnah ini?

shot0119 shot0121

“Seperti ini,” kata Maru tenang sambil mengangkat teleponnya. Ia menelepon Jae Hee dan bertanya di mana Jae Hee.

Maru keluar dari rumah dan menghampiri orang-orang yang menunggunya. Dengan enteng ia berkata kalau orang-orang itu tidak memiliki surat penangkapan. Ia yakin ia telah dituduh dengan tuduhan palsu djadi ia tidak akan ikut dengan mereka kecuali mereka membawa surat penangkapan. Maru masuk ke mobilnya lalu pergi begitu saja.

shot0132 shot0139

Maru menemui Jae Hee. Jae Hee mengajak Maru bruch bersama. Ia bahkan telah memesan makanan yang disukai Maru.

“Ada apa dengan pertunjukkan yang membosankan dan tidak menghibur ini?”

“Pertunjukkan apa?” tanya Jae Hee.

Maru bertanya apa yang sedang Jae Hee coba lakukan. Jae Hee tersenyum seakan tak terjadi apapun. Ia bertanya mengapa Maru sangat marah. Untuk sesaat Maru tampak ragu.

Jae Hee menjawab telepon di depan Maru. Ia pura-pura terkejut saat kantor penuntut umum meneleponnya mengenai gugatan terhadap Maru (padahal Min Young jelas-jelas sudah memberitahu Jae Hee). Jae Hee memerintahkan agar semua orang menutup mulut hingga masalah tuntutan ini tidak tersebar ke seluruh kantor. Maru hanya tersenyum melihat akting Jae Hee.

shot0153 shot0156

“Apa yang kaulakukan? Apa kau membocorkan informasi rahasia mengenai Taesan pada perusahaan saingan kita?” tanya Jae Hee pada Maru setelah ia menutup teleponnya. “USB yang berisi data informasi tersebut ditemukan dalam laci di kamarmu. Benarkah itu?”

“Itukah yang mereka katakan? Tapi darimana mereka tahu USB itu ada di dalam laci kamarku? Aku mungkin telah dikeluarkan dari sekolah, tapi seingatku IQ-ku lebih tinggi 30 angka daripada IQ-mu,” ujar Maru.

Ia berkata akal-akalan bodoh ini sangat mudah ditebak, bahkan orang berkepala batu seperti Jae Hee pun tidak akan melakukannya (karena terlalu mudah). Masa orang jenius sepertinya tidak bisa menebak muslihat ini? Dengan kata lain Maru sedang menghina kebodohan Jae Hee.

shot0165 shot0169

“Kudengar kau mengalami pengalaman dalam bidang ini, Kang Maru-sshi,” timpal Jae Hee. “Sebelum kau masuk Taesan, kudengar kau bekerja sebagai perantara rahasia dan mata-mata industri.”

Jae Hee mengancam ia memiliki saksi yang bisa menceritakan pekerjaan Maru di masa lalu. Ia juga sudah siap untuk menjatuhkan tuduhan pada Maru. Ia  berdiri dan berjalan mendekati Maru. Ia mengancam kali ini Maru akan sulit keluar dari masalah. Banyak bukti yang menunjukkan Maru menjadi mata-mata di Taesan, sedangkan bukti yang menunjukkan sebaliknya sama sekali tidak ada.

“Karena itu Maru-ya, kau sebaiknya meninggalkan semuanya dan pergi selagi kau bisa. Jika kau pergi diam-diam, aku akan mencabut tuntutan dan aku akan meminta bantuan jaksa yang kukenal dengan baik, untuk menghentikan tuntutan terhadapmu sebelum mencapai proses pengadilan.”

Jae Hee berkata apa yang akan terjadi pada Choco dan Eun Gi jika Maru kembali masuk ke penjara? Jae Hee memegang pundak Maru.

“Tapi aku merasa terhormat. Kau membawa pisaumu yang sudah terasah untuk menusukku, namun kau tak berkesempatan untuk menggunakannya. Gunakan pisau itu di tempat lain. Dengan kemampuan dan otak seperti itu, tidakkan orang seperti Kang Maru akan sukses di manapun dan apapun yang ia lakukan?” kata Jae Hee dengan nada meremehkan.

Maru menatap Jae Hee dengan tajam.

shot0174 shot0187

Eun Gi memandangi tembok kamarnya yang ditempeli informasi orang-orang yang seharusnya dikenalnya. Ia menyebut nama Jae Hee dan Min Young berulang-ulang.

Jun Ha menerobos kantor Min Young. Ia bertanya bagaimana bisa Min Young melakukan hal serendah itu, memfitnah orang tak bersalah dengan memanipulasi bukti. Min Young dengan tenang berkata Maru telah mengaku dan akan segera meninggalkan Taesan. Game over.

Jun Ha mengancam akan menggunakan kartu terakhirnya (bukti keterlibatan Min Young dan Jae Hee dalam kematian Presdir). Kalaupun ada rasa gelisah, Min Young berhasil menutupinya dari Jun Ha. Ia berkata bukankah Jun Ha juga diam-diam mengharapkannya. Berharap Maru menghilang dari hidup Eun Gi.

shot0194 shot0199

Menurutnya Jun Ha bukanlah pria baik tapi pria bodoh. Walau sudah tahu latar belakang Maru tapi masih juga membiarkannya di sisi Eun Gi. Atau jangan-jangan Jun Ha munafik?

“Pakailah akal sehatmu, Jun Ha. Kang Maru bukanlah orang yang harus kautolong, tapi harus kausingkirkan. Jika kau benar-benar menginginkan Seo Eun Gi….”

“Apakah aku harus menginginkannya?” potong Jun Ha. “Jika aku mencintai seseorang, haruskah aku memilikinya? Kurasa tidak.”

Min Young berkata Jun Ha bodoh. Jun Ha balik berkata kalau Min Young tak ada bedanya dengan dirinya. Sama seperti Min Young bertemu Jae Hee, demikian juga ia dengan Eun Gi. Tapi Jun Ha berkata jalan mereka berbeda dan ia memastikan tidak akan berada di jalan yang sama dengan Min Young.

“Jika suatu saat, di masa yang akan datang, kita merasa apa yang sangat kita inginkan tidaklah ada, apakah kita juga akan bertemu di jalan yang sama, Senior?” kata Jun Ha.

shot0205 shot0213

Jae Hee menelepon kantor penuntut umum untuk memberitahukan kalau kantor pengacaranya telah mencabut tuntutan terhadap Maru satu jam lalu. Alangkah terkejutnya Jae Hee ketika penuntut itu mengatakan Maru muncul di kantor polisi secara sukarela dan meminta diselidiki. Jae Hee tak mengerti mengapa Maru menyerahkan diri padahal masalahnya sudah selesai.

Demikian juga sang penuntut umum. Ia berkata pada Maru kalau Taesan telah mencabut tuntutannya. Maru berkata ia sudah tahu tapi belum terbukti kalau ia tidak bersalah. Ia meminta penuntut menyelidiki kasus ini sampai tuntas. Hanya saja ia harap penyelidikan kasus ini tidak dipengaruhi oleh kesalahan dan kejahatan masa lalunya.

shot0220 shot0229

Maru mengaku ia pernah menjadi mata-mata industri dan perantara bisnis rahasia. Ia mengaku ia telah menipu para pekerja yang telah pensiun.

“Apa kau tahu kau telah mengakui sesuatu di depan seorang penuntut umum yang mungkin tidak akan menguntungkan bagimu. Jika aku menemukan tindak kejahatan yang kausebutkan barusan, aku bisa menangkapmu,” kata penuntut.

Maru berkata ia melakukan semua kejahatan itu karena ia pikir ia akan cepat mati jika hidup seperti itu. Ia tidak bisa meninggalkan adiknya dengan bunuh diri. Jadi ia pikir jika ia hidup seperti itu ia akan dihukum dan lebih cepat mati.

Penuntut itu menarik nafas panjang mendengar penuturan Maru. Ia bertanya bagaimana dengan sekarang. Dulu Maru hidup seperti, itu bagaimana dengan sekarang?

“Sekarang….aku ingin hidup. Karena aku memiliki alasan untuk hidup.”

shot0233 shot0236

Saat Maru berkata demikian, Eun Gi sedang bersiap-siap di rumah. Ia pergi ke rumah keluarganya sendirian dengan taksi.

Eun Gi berjalan menyusuri tembok pagar rumahnya, mencoba mengingat rumah tempat ia dilahirkan dan tempat ia dulu tinggal. Rumah ayah dan ibunya. Eun Gi ragu-ragu saat hendak menekan bel pintu rumahnya. Terdengar suara Eun Seok memanggilnya. Eun Seok baru pulang bersama pelayan rumah Eun Gi. Mereka menghampiri Eun Gi dengan gembira. Eun Gi berusaha mengingat data mereka yang tertempel di tembok kamarnya. Eun Gi menyapa pelayannya.

Eun Seok memeluk Eun Gi dan berkata ia rindu pada Eun Gi. Pelayannya membenarkan. Ia berkata Eun Seok selalu menanti dan merindukan Eun Gi. Eun Gi bingung harus bersikap apa. Ahjumma pelayan mengajak Eun Gi masuk. Ia akan memasak makanan untuk Eun Gi. Eun Gi menolak dengan sopan, ia hendak kembali.

shot0243 shot0253

Tapi Eun Seok menarik-narik tangan Eun Gi dan membujuknya untuk masuk. Eun Gi akhirnya ikut masuk. Ia melihat ke sekeliling rumahnya. Ruang tamu. Sofa. Ia masih berusaha mengingat.

Tiba-tiba ia sadar Eun Seok sedang mengikuti apa yang ia lakukan dan membeo ucapannya.

“Jangan ikuti ucapanku,” kata Eun Gi.

“Jangan ikuti ucapanku,” sahut Eun Seok.

“Hei!”

“Hei!”

Eun Gi tersenyum.

“Apa kau bodoh?” tanya Eun Seok. Eun Gi kebingungan. Eun Seok berkata dulu Eun Gi pernah bertanya seperti itu padanya. Eun Gi tak ingat tapi ia tertawa melihat kelucuan Eun Seok dan mengusap kepalanya dengan gemas.

shot0278 shot0280

Maru pulang ke rumah dengan wajah panik. Rupanya Choco meneleponnya setelah tak menemukan Eun Gi di rumah. Choco berkata ia pergi sebentar untuk bertemu temannya, tapi saat ia kembali Eun Gi sudah tidak ada. Eun Gi juga tak membawa ponselnya. Maru dan Choco mencari Eun Gi ke sekeliling rumah mereka tapi mereka tak menemukan Eun Gi di mana-mana. Maru semakin panik.

shot0286 shot0319

Jae Hee pulang ke rumah. Ia terpaku melihat Eun Gi dan Eun Seok bermain bersama dengan asyiknya. Jae Hee memanggil Eun Gi. Begitu melihat Jae Hee, Eun Gi langsung diam mematung bahkan tidak membalas senyum Eun Seok.

shot0297  shot0309

Maru akhirnya pulang ke rumah. Begitu mendengar suara pintu, ia langsung berdiri dengan wajah penuh harap. Ternyata Jae Gil yang pulang. Maru memarahinya karena Jae Gil tak mengangkat ponsel sejak tadi. Jae Gil berkata ia tadi sedang belajar di perpustakaan.

Maru dengan putus asa berkata kalau Eun Gi menghilang. Jae Gil memberitahu Maru kalau Eun Gi pergi ke rumah keluarganya. Padahal ia sudah menyuruh Eun Gi memberitahu Maru. Ia berkata ia sudah memberitahu Eun Gi kalau hal itu berbahaya. Bagaimana jika Eun Gi ketahuan? Ia sudah mencoba menghentikan Eun Gi tapi Eun Gi berkata dokternya yang menyuruh Eun Gi pergi ke tempat yang ia kenal untuk mengembalikan ingatannya dengan cepat. (Hmmmm…aku kok malah jadi kepikir Aomori ya. Mungkin ngga Eun Gi mendapatkan kembali seluruh ingatannya di sana?)

Maru memarahi Jae Gil karena baru memberitahunya sekarang. Ia bergegas pergi. Jae Gil bengong melihat kegusaran Maru. “Jika aku membiarkan Eun Gi sekali lagi pulang ke rumahnya, aku pasti sudah dibunuhnya,” gumam Jae Gil.

Maru memacu mobilnya ke rumah keluarga Seo.

shot0329 shot0334

Eun Gi makan malam bersama Eun Seok dan Jae Hee. Jae Hee terus memperhatikan Eun Gi sementara Eun Gi makan seperti robot. Eun Seok mengikuti setiap gerakan Eun Gi.

“Kau tidak suka tauge sebelumnya. Sekarang kau makan dengan baik,” kata Jae Hee.

Eun Gi tak mengatakan apapun, tapi ia mengambil makanan lain (tak lagi mengambil tauge). Ia mengambil kerang. Pelayan kaget melihat Eun Gi makan kerang. Eun Gi alergi pada kerang. Pelayan itu khawatir melihat tangan Eun Gi merah-merah karena alergi.

shot0345 shot0348

Eun Gi permisi ke toilet setelah mengeluarkan sisa kerang dari mulutnya. Eun Seok ikut-ikutan ingin ke toilet bersama Eun Gi. Jae Hee agak heran melihat Eun Gi. Ia menyuruh pelayan mengambilkan obat alergi untuk Eun Gi. Pelayan itu berkata Eun Gi seperti orang lain.

“Dia memang Direktur tapi tidak seperti Direktur. Pokoknya ada yang aneh,” kata pelayan itu.

Jae Hee memikirkan perkataan pelayan itu. Ia memiliki sebuah ide. Ia menyuruh pelayan itu membawakan makanan yang tidak boleh dihidangkan oleh Eun Gi sebelumnya. Eun Gi sama sekali tidak berani memakan makanan itu. Semacam masakan dari ikan.

Pelayan itu takut Eun Gi marah seperti dulu. Tapi Jae Hee menyuruh pelayan menghidangkan makanan itu di atas meja.

Eun Gi mencuci mulutnya di toilet. Ia melihat tangannya yang merah-merah karena alergi. Ia baru ingat kalau ia alergi pada kerang dan peach. Ia kesal pada kebodohannya sendiri.

shot0357 shot0363

Jae Hee menaruh makanan yang tak disukai Eun Gi dulu di dekat piring Eun Gi. Maru tiba, ia langsung menanyakan Eun Gi.

Maru berjalan ke ruang makan. Di ruangan itu hanya ada Jae Hee karena Eun Gi masih di toilet. Maru tak mau melihat Jae Hee, ia berkata ia datang untuk menjemput Eun Gi. Jae Hee mengajak Maru ikut makan tapi Maru menolak. Mereka akan segera pergi begitu Eun Gi bersamanya lagi.

Jae Hee bertanya untuk apa buru-buru, Eun Gi masih makan. Mereka bisa pergi setelah selesai makan. Maru akhirnya duduk di meja makan.

“Kudengar kau dengan sukarela pergi ke kantor penuntut umum. Aku sudah membatalkan tuntutan untukmu, mengapa kau pergi ke sana?”

“Agar aku bisa membuktikan aku tak bersalah. Dan lagi aku sedang tak ada kerjaan.”

shot0377 shot0379

Jae Hee tertawa meremehkan, apa Maru pikir Maru bisa membuktikan ketidakbersalahannya dengan mudah. Maru berkata mungkin tidak mudah tapi juga tidak sulit. Ketika jaksa penuntut menemukan penjahat sebenarnya, nama korban (Maru) akan dibersihkan. Penuntut umum telah menjamin demikian. Senyum hilang dari wajah Jae Hee.

Eun Gi kembali ke ruang makan. Maru tersenyum padanya dan berkata ia datang menjemput Eun Gi. Eun Gi tersenyum dan mengangguk. Jae Hee tampak kesal melihat keduanya.

Eun Gi mengambil obat anti alergi dan meminumnya. Maru tampak khawatir, ia bertanya itu obat apa. Eun Gi menjelaskan ia telah makan kerang padahal ia alergi. Sejenak Maru nampak cemas kalau Jae Hee telah mengetahui sesuatu.

shot0384 shot0385

Jae Hee menyuruh Eun Gi mencoba makanan ikan itu (makanan yang dulu sangat dibenci Eun Gi hingga tak boleh terhidang di meja). Eun Gi yang tak ingat apapun mengambil makanan itu. Namun belum sempat ia memakannya, pelayan datang memberitahukan kalau Eun Seok muntah-muntah karena kebanyakan makan. Jae Hee bergegas pergi dan menyuruh Maru dan Eun Gi makan duluan.

Karena tinggal berdua, Maru menegur Eun Gi karena kembali ke rumahnya. Eun Gi meminta maaf, tapi ia tidak mau menunggu ingatannya kembali tanpa melakukan apapun. Ia merasa ia juga harus melakukan sesuatu. Ia ingin segera pulih dan membantu Maru. Ia tak mau terus berlindung di belakang Maru selamanya.

Maru melunak setelah mendengar penjelasan Eun Gi. Ia meraih tangan Eun Gi. Melihat tangan Eun Gi yang merah-merah karena alergi, Maru nampak sedih.

shot0414 shot0420

Pelayan datang membawakan tambahan piring untuk Maru. Ia berkata ia sangat senang melihat Eun Gi jauh lebih baik setelah kecelakaan itu.

“Direktur benar-benar seperti orang lain. Anda bermain dengan Eun Seok dan makan apapun tanpa pilih-pilih. Anda juga tidak protes melihat makanan ikan itu terhidang di atas meja.”

Maru terkejut mendengar kata-kata si pelayan. Berarti tadi Jae Hee sengaja menawari makanan itu untuk mengetes Eun Gi.

shot0422 shot0426

Jae Hee menidurkan Eun Seok. Eun Seok meminta ibunya untuk meminta Eun Gi tak pergi lagi dan tinggal bersama mereka. Jae Hee berkata ia akan melakukan sesuai keinginan Eun Seok.

Ketika Jae Hee kembali ke ruang makan, ruangan itu telah kosong. Pelayan memberitahu Jae Hee kalau Maru dan Eun Gi telah pergi. Jae Hee marah karena menganggap mereka tak sopan pergi tanpa pamit. Bagaimanapun ia orang yang dituakan di rumah ini.

Jae Hee melihat ada secarik kertas di meja. Ia membacanya: “Walau aku tidak tahu kau memiliki keraguan seperti apa terhadapku karena aku bermain dengan Eun Seok, kurasa ini tidak benar, ibu Eun Seok. Makanan ikan itu benar-benar sebuah kehormatan.” (Kata-kata ini pasti ide Maru, untuk menghapus kecurigaan Jae Hee terhadap Eun Gi)

shot0428 shot0438

Eun Gi dan Maru dalam perjalanan pulang ke rumah mereka. Eun Gi berkata ia terkejut. Maru berkata mulai sekarang Eun Gi harus selalu bersamanya kemanapun juga. Dikiranya Eun Gi terkejut karena Jae Hee berniat mengetes Eun Gi. Tapi yang Eun Gi maksudkan adalah ia tak mengira dulu ia marah hanya karena ada makanan yang tak disukainya terhidang di atas meja.

“Menakutkan jika tiba-tiba ingatan itu kembali. Saat ini saja aku sudah sangat terkejut. Setiap kali aku tahu aku dulu seperti apa, aku selalu terkejut dan merasa gila. Saat aku mengingat dulu aku orang seperti apa, apakah aku akan kecewa?”

“Kalau begitu, tetaplah seperti ini. Tidak usah menemukan ingatanmu yang hilang dan tetaplah seperti ini,” kata Maru sungguh-sungguh.

“Apa kau serius?”

“Ya.”

shot0453 shot0456

“Kurasa kau benar-benar serius. Aku tidak mau. Sebenarnya aku tidak tertarik dengan ingatan lain, tapi aku ingin menemukan ingatanku saat aku bersamamu lagi. Bagaimana kita pertama kali bertemu, bagaimana kita saling mencintai, ke mana kita pernah pergi, pembicaraan di antara kita, pembicaraan yang kita dengar, dan cita-cita yang kita impikan. Aku ingin mengingat semua itu.”

Maru hanya diam mendengar semua itu. Namun ada rasa takut tergambar di wajahnya. Jika Eun Gi mengingat apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka, Eun Gi tak akan mau bersamanya lagi.

Eun Gi menyalakan radio. Lagu “San Fransisco” kembali mengalun. Eun Gi bertanya apakah Maru ingat lagu itu. Dulu mereka pernah mendengar lagu itu bersama. Apakah Maru ingat?

Maru terkejut. Ia menoleh pada Eun Gi. Eun Gi tersenyum senang.

 shot0468 shot0469

Keesokan harinya, Maru kembali ke Taesan. Ia bertemu Jun Ha di lift. Jun Ha tahu Maru telah mengakui semua kejahatannya dulu pada penuntut umum. Ia bertanya apakah Maru tahu berapa banyak denda yang harus dibayar untuk kejahatan semacam itu.

Maru dengan cuek berkata ia tidak tahu. Jun Ha kesal Maru menganggap entang masalah. Maru berkata bukankah Jun Ha akan memberinya setengah Taesan jika ia bisa mengembalikan Eun Gi ke tempatnya semula. Karena Jun Ha akan memberinya sebanyak itu, maka ia sanggup mempertaruhkan hidupnya. Dan lagi hidupnya tidaklah penting.

shot0475 shot0480

Mereka berpapasan dengan Jae Hee dan Min Young. Maru dan Jun Ha membungkuk memberi hormat (karena Jae Hee Presdir sementara, mau tak mau mereka harus bersikap sebagai karyawan saat di kantor).

Jae Hee berkata ia sedih jika memikirkan tak akan melihat Maru lagi di kanotr (akibat kasus tuduhan mata-mata itu), karena itu ia senang melihat Maru kembali. Jae Hee mengulurkan tangannya. Maru menyambut uluran tangan Jae Hee, menyalaminya.

“Bagaimana mungkin? Jangan bohong,” ujar Maru sinis. Jun Ha sampai terkejut melihat keberanian Maru.

shot0485 shot0490

Maru berkata rumahnya dipasangi CCTV, dan melalui CCTV itu ia dan pihak berwajib sedang mencari orang mencurigakan yang muncul di rumahnya (untuk menyelipkan USB itu di kamar Maru). Mereka juga sedang menyelidiki USB itu dan komputer yang digunakan. Jae Hee dan Min Young nampak kaget.

Maru berkata ia juga berniat memberitahu media mengenai kasus ini. Jika media tahu, maka dengan mudah ia bisa membalikkan kasus ini. Bahkan kasus yang tak pernah terungkap, kasus teratas dari yang teratas, akan terlihat. Jun Ha tak mengerti apa yang Maru bicarakan, tapi ia bisa melihat perubahan ekspresi Jae Hee dan Min Young (kasus pembunuhan enam tahun lalu hanya diketahui Jae Hee dan Maru, Min Young juga tahu karena Jae Hee pernah memberitahunya).

shot0499 shot0501

Eun Gi menemui Dokter Seok. Ia menceritakan kemajuan ingatannya. Ia berkata ia ingat mengendarai mobil melewati terowongan. Saat itu banyak emosi tergambar di wajahnya, kesedihan, dendam, dan banyak emosi. Ia tidak tahu mengapa ia berekspresi seperti itu. Ia juga ingat mengendarai ke arah seseorang. Ia tak yakin siapa orang itu karena ia tidak bisa melihatnya. Ia mendadak mengubah jalur mobilnya dan menaikkan kecepatan mobilnya. Ia tidak tahu apa sebabnya ia melakukan itu.

Dokter Seok memuji kemajuan Eun Gi. Ia meminta Eun Gi mencari tahu mengapa Eun Gi mengubah jalur mobil, siapa yang ia lihat dan Eun Gi melaju ke arah siapa. Eun Gi tersenyum sedih, seakan tak percaya diri ia bisa mengingatnya.

shot0509 shot0510

Min Young memerintahkan Sekretaris Jo mencari hasil CT Scan dan MRI Eun Gi setelah kecelakaan, dari rumah sakit yang pertama kali merawat Eun Gi setelah kecelakaan itu. Ia meminta Sekretaris Jo menunjukkan hasil CT Scan dan MRI itu pada dokter keluarga Seo untuk memastikan kalau itu milik Eun Gi. Ia curiga kondisi medis Eun Gi telah dipalsukan. Jika ia berada di posisi Eun Gi, ia juga akan memalsukannya.

Eun Gi berusaha keras mengingat siapa orang yang dilihatnya dalam terowongan itu, tapi wajah orang itu gelap dalam ingatannya. Ia tidak bisa mengingat siapa orang itu.

shot0523 shot0528

Suara bel pintu rumah berbunyi. Eun Gi melihat siapa yang datang. Jae Hee.

Eun Gi tak membuka pintu. Ia segera menelepon Maru. Begitu mengangkat telepon, Maru langsung mengajak Eun Gi kencan. Eun Gi memberitahu Maru kalau Jae Hee ada di depan pintu.

“Jangan buka pintu! Jangan buka sampai aku datang. Aku akan segera sampai,” kata Maru tegas. 

Maru langsung memacu mobilnya. Ia kelihatan kesal dan khawatir.

shot0531 shot0539

Jae Hee memanggil-manggil Eun Gi dari depan rumah dan terus membunyikan bel. Akhirnya Eun Gi membukakan pintu.

Jae Hee masuk membawakan makanan. Ia menegur Eun Gi karena pulang tanpa pamit waktu itu. Ia berkata Eun Gi telah salah paham. Ia sama sekali tidak tahu Eun Gi begitu membenci makanan itu. Ia minta maaf dan akan lebih berhati-hati. Eun Gi bersikap kaku dan menjawab dengan dingin. Jae Hee bertanya di mana Choco dan Jae Gil.

“Kau mengenal mereka?” tanya Eun Gi bingung.

“Tentu saja aku mengenal mereka.”

“Kapan kau pernah bertemu mereka?”

Jae Hee berkata tentu saja ia pernah bertemu Choco dan Jae Gil. Mereka adalah adik dan sahabat Maru.

Eun Gi bingung mengapa Jae Hee bisa mengenal orang-orang yang berada di dekat Maru, sementara Jae Hee mengira Eun Gi memang telah mengetahui hubungan masa lalu Jae Hee bersama Maru (Jae Hee masih belum tahu kalau Eun Gi sebenarnya amnesia).

shot0551 shot0557

Jae Hee mengajak Eun Gi pulang ke rumah keluarga Seo. Walau ia tahu Eun Gi membencinya dan ia juga tidak menyukai Eun Gi tapi tetap saja hal ini tidak benar. Maru dan Eun Gi belum menikah. Orang-orang mulai membicarakan mereka.

“Aku merasa nyaman di sini. Aku akan tinggal di sisi Maru-sshi.”

“Mengapa Kang Maru? Dari semua pria, mengapa Kang Maru? Apa kau tidak punya pria lain? Hanya karena kau membenciku. Hanya karena kau ingin menghancurkan hidup ibu tirimu, kau menghancurkan hidupmu sendiri?”

Eun Gi tak mengerti apa yang Jae Hee bicarakan. Tapi tiba-tiba ia ingat sesuatu. Ia ingat Jae Hee pernah memperingatkannya kalau ayah Eun Gi sanggup melakukan apapun termasuk membunuh Maru, jadi sebaiknya Eun Gi mengakhiri semuanya.

Eun Gi berpegangan pada ujung meja, terkejut dengan ingatan itu. Jae Hee meraih tangan Eun Gi.

shot0571shot0574

“Walau aku tak menyukaimu tapi aku juga tidak membencimu. Jika saja kau memperlakukanku sebagai manusia. Jika kau mengakui Eun Seok seperti sekarang, maka kita tidak akan seperti sekarang. Aku tidak ingin kau terluka karena aku. Aku tidak mau kau berdarah karena aku,” kata Jae Hee. 

Eun Gi mendadak ingat ketika Jae Hee berteriak kalau yang akan terluka pada akhirnya adalah Eun Gi.

Eun Gi shock dengan ingatan itu. Jae Hee sekali lagi mengajak Eun Gi pulang bersamanya.

“Mengapa kau tak menyetujui hubunganku dengan Maru?” tanya Eun Gi dengan wajah pucat pasi. Tubuhnya berkeringat dingin.

“Mengapa wajahmu seperti itu?” tanya Jae Hee khawatir. “Apa kau sakit?”

Jae Hee mengulurkan tangannya untuk membelai kepala Eun Gi. Eun Gi memegang tangan Jae Hee, ia bertanya mengapa Jae Hee begitu tak menyukai Maru. Sedangkan ia sangat menyukai Maru dan tak bisa hidup tanpanya. Mengapa Jae Hee tak menyetujui hubungan mereka?

shot0589 shot0593

“Apa kau bertanya karena kau tak tahu?” tanya Jae Hee. “Benar-benar tidak tahu?”

Eun Gi berkata ia benar-benar tidak tahu.

“Setidaknya kau tahu alasan Kang Maru mendekatimu, kan? Jika kau tahu, bagaimana bisa….”

Jae Hee berhenti bicara karena melihat Eun Gi bertambah pucat dan lemah. Eun Gi berkata ia tidak tahu, sama sekali tidak tahu alasan Maru mendekatinya. Ia meminta Jae Hee memberitahunya. Mengapa Maru mendekatinya?

Tiba-tiba Eun Gi teringat Jun Ha pernah memberitahunya kalau Maru mendekati Eun Gi untuk balas dendam. Eun Gi semakin shock. Ia terus menggelengkan kepalanya.

shot0613 shot0618

Jae Hee khawatir melihat keadaan Eun Gi. Ia mengajak Eun Gi ke rumah sakit. Eun Gi memegangi kepalanya dan mengeluh kesakitan. Jae Hee memanggil-manggil Eun Gi dan berusaha menyadarkannya.

Maru tiba. Melihat keadaan Eun Gi seperti itu, dengan marah ia mendorong Jae Hee ke samping hingga Jae Hee terjatuh.

shot0621  shot0629

Eun Gi tak sadarkan diri. Maru terus memanggil namanya dengan panik.

“Maru-ya….” Panggil Jae Hee.

“Pergi! Kubilang pergi!” kata Maru marah.

Jae Hee terkejut dengan sikap Maru. (biasanya kan Maru yang selalu menghampiri Jae Hee saat Jae Hee terkena masalah, tapi kali ini Maru benar-benar tak peduli pada Jae Hee)

Maru menggendong Eun Gi keluar rumah, meninggalkan Jae Hee duduk di lantai sendirian.

shot0633 shot0643

Maru terus menggenggam tangan Eun Gi sepanjang perjalanan ke rumah sakit. Ia juga terus menjagai Eun Gi.

shot0648 shot0650

Sekretaris Hyun memarahi Choco dan Jae Gil karena terjadi sesuatu pada Eun Gi. Bukankah ia kemarin mendapat firasat buruk dan meminta keduanya menjaga Eun Gi baik-baik? Choco berkata ia mendadak menerima panggilan dari agennya jadi ia keluar sebentar. Ia minta maaf.

“Dan kau! Kudengar kau sarjana pengangguran. Pengangguran seharusnya tinggal di rumah. Kau keluyuran ke mana saja?” omel Sekretaris Hyun pada Jae Gil. Dengan gugup Jae Gil menjelaskan kalau pengangguran lebih sibuk. Banyak tempat dan orang yang harus didatangi untuk mendapatkan pekerjaan.

Sekretaris Hyun mengeluh ia harus percaya pada siapa lagi. Jae Gil berkata ia dan Choco akan lebih berhati-hati lagi dan menjaga Eun Gi tanpa berkedip sedikitpun. Choco membenarkan.  

“Tapi, sekretaris itu sedikit mirip The Hulk,” bisik Choco pada Jae Gil. “Begitu marah, ia langsung berubah. Berbicara dengan dialek dan tidak mau mendengar apapun. Benar kan, oppa?”

Jae Gil membenarkan. Sekretaris Hyun lagi-lagi menegur mereka.

shot0661shot0670

Dalam tidurnya Eun Gi teringat ketika ia melewati terowongan. Ia melihat siapa orang di mobil satunya. Namun wajahnya masih samar-samar. Eun Gi terkejut dan membuka matanya. Ia melihat Maru memandanginya dengan khawatir.

“Eun Gi, kau tak apa-apa? Kau mengenaliku? Maafkan aku datang terlambat,” kata Maru pelan. Ia terlihat sedih dan merasa bersalah.

Eun Gi tak mengatakan apapun. Ia memejamkan matanya dan kembali tidur.

shot0688 shot0690

Jun Ha bergegas ke rumah sakit. Melihat Maru merawat Eun Gi dengan penuh perhatian, Jun Ha tak menghampiri mereka dan keluar dari sana dengan sedih. Poor Jun Ha :(

shot0704shot0708   

Jae Hee kembali ke kantor. Min Young menemuinya. Ia melarang Jae Hee minum minuman beralkohol di kantor, tak peduli bagaimanapun perasaan Jae Hee saat ini. Jae Hee berkata sekarang Min Young ikut campur dalam segala hal.

“Kau terlihat lemah dan menyedihkan. Jangan minum di kantor, bahkan di hadapanku,” ujar Min Young. Ia menyerahkan pendapat dokter keluarga Seo atas hasil CT Scan dan MRI Eun Gi setelah kecelakaan, dan buku Eun Gi yang ia temukan di rumah Sekretaris Hyun pada Jae Hee.

Min Young memberitahu kondisi Eun Gi yang sebenarnya setelah kecelakaan diketahui pertama kali oleh Jun Ha. Dan Jun Ha telah membelokkan hasilnya. Jae Hee melihat buku Eun Gi. Min Young mengungkapkan keseriusan cedera otak yang diderita Eun Gi. Hilang ingatan dan hilang kemampuan membaca dan menulis. Selama ini Eun Gi dibantu orang lain dan hanya berpura-pura.

shot0717 shot0725

“Tidak mungkin,” kata Jae Hee tak percaya. Min Young berkata Maru dijadikan perisai dan Eun Gi tak pernah pergi ke manapun tanpa Maru.

Jae Hee teringat keanehan-keanehan Eun Gi dan Maru selalu bisa menutupinya. Min Young berkata ia akan mencari lebih banyak bukti. Jika kecurigaannya benar, ia ingin mencabut hak Eun Gi sebagai ahli waris dengan alasan tidak mampu. Jika Eun Gi menjadi Presdir Taesan, maka semua kekayaan dan saham Taesan, juga rumah akan menjadi milik Eun Gi. Jae Hee terkejut mendengar itu, tapi begitu menyadari seluruh kekayaan akan berpindah pada Eun Gi, raut wajahnya berubah.

shot0743 shot0744

Eun Gi membuka matanya. Ia melihat Maru tertidur di dekat tempat tidurnya.

Maru terbangun. Ia terkejut melihat tempat tidur Eun Gi kosong. Ia mencari-cari Eun Gi di sekitar rumah sakit dan menemukan Eun Gi tertidur meringkuk di bangku taman.

Maru mencoba membangunkan Eun Gi dan menyelimutinya dengan jasnya. Eun Gi terbangun.

shot0746 shot0764

“Apa yang harus kulakukan jika kau keluar tanpa mengatakan apapun?” tegur Maru. “Apa kau tahu betapa khawatirnya aku?”

Eun Gi menatap Maru.

“Apa kau tak dengar apa yang kukatakan? Jika kau terus melakukan hal seperti ini….” Maru sadar sejak tadi ia memarahi Eun Gi. Ia meminta maaf dan mengajak Eun Gi masuk ke dalam. Ia mengulurkan tangan untuk membantu Eun Gi.

shot0773 shot0774

Tapi Eun Gi menepis jas Maru dan mendorongnya. Ia menatap Maru dengan curiga.

“Kau siapa?”

“Eun Gi, mengapa kau seperti ini?” tanya Maru sambil memegang lengan Eun Gi. Eun Gi menepisnya.

“Aku tanya kau siapa?”

shot0782 shot0785

“Hei, Seo Eun Gi!” ujar Maru kaget.

“Aku tanya siapa kau?” kata Eun Gi lagi. Sepertinya ia benar-benar tak mengenali Maru.

Maru terpana.

shot0786 shot0787

Komentar:

Maru tampaknya menemukan alasan untuk hidup melalui Eun Gi. Namun jangan lupa, ia juga memiliki alasan untuk mati karena Eun Gi. Jika Eun Gi kembali seperti dulu dan malah menolak Maru, apakah Maru akan tetap berkeinginan untuk hidup? Sebaliknya, jika Eun Gi memintanya untuk hidup, apakah Maru juga akan menurutinya?

Eun Gi di akhir episode ini adalah Eun Gi yang dulu. Gaya bahasanya dan sikapnya, seperti Eun Gi yang dulu. Jika Eun Gi yang dulu telah kembali ingatannya, apakah Eun Gi yang baru akan menghilang seluruhnya? I hope not^^

29 komentar:

  1. halo mba fanny, aku udah nonton eoisode ini tp masih pengen baca sinop bikinan mba fanny hehe
    kasian jg ke eun ginya sih. terus yang aomori itu saya juga mikirnya disana ya, abis di foto btsnya ada eunma kencan sementara di dramannya belum keluar kencan aslinya
    semoga ingatan eungi cepet balik, 6 episode terakhir sih ya
    semangat jg buat mba fanny dan mba dee :))

    -gd-

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya 6 eps terakhir jika tidak diperpanjang :)

      Hapus
  2. Maruuuuuuuuuuuu jae hee sialan dia yg bikin ingatan eun gi balik sialan !! Tp dari awal udah dibikin selalu narik nafas huf haaaa disini maru sm eun ginya so sweet banget sebelom dikacoin sm jae hee tp salut sm aktingnya bisa bikin yg liat emosi aaaaah ini drama super sekali joongki love you thank you mbak fanny

    BalasHapus
  3. ini beneran dibuat malem2 mbak?
    GOMAWO!!! ^^
    i hope not too...
    oppa juga ingin demikian kan?selain karena lebih manis (ini mah IMO),ia juga tidak ingin kesakitan itu menghampiri eungi lagi t.t

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe...di-uploadnya kemaren malem, bikinnya sih berhari-hari >,<

      Hapus
  4. waaa mbak fani, makasih. aku selalu pengen baca sinop dan komentar mbak fani walopun aku udah ntn epi ini. I hope so mbaaaak :) aku juga berharap walaupun Eun Gi nanti bakalan inget lagi tapi aku sangat mengharapkan ingatan Eun Gi yang baru ga hilaang >__< dengan begitu Eungi bisa liaat perjuangan2 Maru, ketulusan Maru, tatapan Maru, kesabaraaan maru :) :)
    aja aja fighting mbak Fani ^o^

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama** yup, berharap Eun Gi bisa merasakan ketulusan Maeu, sayangnya ia mengadakan kesepakatan dengan Jun Ha mengenai setengah Taesan setelah Eun Gi kembali ke posisinya. Tapi sepertinya Jun Ha mengetahui kalau Maru tulus mencintai Eun Gi. Mudah2an happy ending ya

      Hapus
  5. pdhl sy berharap ada adegan lain saat maru dan eun gi d dapur itu,
    kekeke^^

    semoga....
    seluruh ingatan eun gi cpt kembali,
    baik itu kesan buruk yg dtinggalkn maru pd eun gi sblm kecelakaan, maupun ketulusan maru stlh eun gi kecelakaan,
    dan eun gi ttap mencintai maru ...

    jd maru nya ada keinginan untuk hidup...

    semoga.............

    ~titaRha~

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepertinya perasaan cinta Eun Gi pada Maru tidak akan berubah, yang menjadi masalah adalah apakah Eun Gi percaya pada cinta Maru? Bisakah Eun Gi percaya kalau Maru sekarang mencintainya dan tidak lagi mencintai Jae Hee, karena Maru sendiri tampaknya masih kurang yakin >,<

      Hapus
    2. kurang yakin kayak mana mba fanny?
      *berharap maru ud 100% suka sm eun gi

      Hapus
    3. Maru sebenarnya mencintai Eun Gi tapi dia sendiri ngga sadar kalau yang dirasakannya itu namanya cinta. Mungkin dia bingung antara tanggung jawab (untuk menebus kesalahannya pada Eun Gi) dan cinta. atau dia merasa tidak berhal menerima cinta Eun Gi karena telah melukai Eun Gi begitu dalam.

      Hapus
  6. gumawo mb fanny,
    setiap hari plang kerja langsung buka blog mb fanny buat liat udah ada update sinop ni drama. . .
    keren badaii. . .

    mb fanny,
    keep fighting. .

    _Me

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama, makasih udah sabar menunggu ya semuanya^^

      Hapus
  7. oia, itu gmbr yg d awal, BTS ya mba...?

    BalasHapus
  8. bener bener nice guy,,
    perhatian bangetttt,
    bikin iri saja

    BalasHapus
  9. ("˘ _˘ ")..Hä Ðέêu♓*˚*(つ_-”) makin ƍäª bisa d tebak ini ending drama....moga ƍäª sad ending dah....Ţђαŋƙ'ş buat recapnya mba....

    BalasHapus
  10. Cuma drama moon embraces sun n nice guy yg paling byk komentar ny,membuktikan drama ini bagus bgt.^.^

    BalasHapus
  11. bsk dah rabu mbk,,, yg 14 donk di muat... selalu menunggu sinopsisnya... mksh y mbk fanny

    BalasHapus
  12. Nah!BINGO!sy sependapat dg mbk fanny :"karena Maru sendiri tampaknya masih kurang yakin'',cz itu jg yg sy pikirkan (efek kata2nya JH d ep.14 plus liat ekspresinya MR yg termangu&diem aj bkin gk tenang, stdkny sy brhrp saat tu MR mbalas kata2x JH/mmbantahnya, mlh jd pgn tau ap yg ad d pkran MR saat tu,tp mdh2n ini hny prasaan sy aj.dr sepanjang pngorbanan MR k EG mpe skrg sy yakin dia tulus,hny aj sptx MR msh sdkt rapuh ma hatiny mgkn efek kenangan2 d msa lalux brsma JH,jg jka mngingat pngorbanan dia yg dkhianati JH,ini spt jd klemahan wat MR.JH sptx tau itu,dan mnggunakanny sbg snjata dia,bs d liat dr ekspresi MR d.ep14 kta2x JH itu sptx sdkt mmpengaruhix,tp mdh2n ini salah&hy prasaan sy)
    kl cintanya EG k maru sy dan smua jg psti yakin gk akn berubah,hny aj stlh ingatan EG kmbli apakah dia bs memaafkan dan mprcyai MR/tdk atau apakah akn mmutuskn tetap brsama MR/tdk.
    we'll see!

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo menurutku di situ maru syok.. karena ga nyangka wanita yg dulu dicintainya kayak begitu wujudnya... mengangap cinta itu hal yg se egois itu.. dan bla bla bla

      *sebenarnya itu komentar untuk meyakinkan diri sendiri juga* haha

      tapi menurutku, maru uda suka eun gi sejak awal (ga dari pertama sih) cuma maru ga sadar, krn itu dia merasa bersalah memperalat eun gi, pdhl eun gi tulus cinta sm maru. kalo maru ga suka, harusnya biasa aja, ga perlu sampe menderita smpe 1 th pasca kecelakaan. kalo ga suka rasa bersalah/penyesalan yg ditunjukin ga spt yg ditunjukin maru seharusnya
      *mulai ngelantur* hehe maaf ya :D

      Hapus
  13. 1 pertanyaan buat mbak fanny.. asisten pribadi udah balik mbak?
    hahhahhhhahaha... #oot

    Song Joongki itu cakep kalo lg senyum, ketawa, ngedipin mata, napas, bicara, bergerak,, pokonya mau ngapain aja pasti cakeeeeppppppp.. XD #oot #lagi

    Kebersamaan kita dengan Drama Nice Guy tinggal 2minggu lg :( (minggu ini ga diitung)

    BalasHapus
  14. Masih ga ngerti deh maksudnya Maru minta setengah harta taesan kalo ingatan Eun Gi sudah kembali. Padahal selama ini Maru keliatannya sangat perhatian, tulus dan sabar dampinging Eun Gi tanpa imbalan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Permintaan Maru itu bukan karena ia benar-benar menginginkan setengah Taesan. Ia ingin membantu Eun Gi tapi ia juga merasa tak berhak di sisi Eun Gi. dengan permintaan itu, ia bisa membantu Eun Gi tapi juga memberi alasan pada Eun Gi untuk menyingkirkannya setelah ingatan Eun Gi pulih.

      Hapus
  15. awww...makin penasaran gimana endingnya, happy ending please. Eun Gi please maafin maru dan terima maru apa adanya yang sekarang

    BalasHapus
  16. Mb Fani,kapan ya..Maru..mulai ada perasaan cinta pa EG>>di episode brp terlihatnya...penasaran banget nich

    BalasHapus

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)