Jumat, 13 Maret 2015

Sinopsis Heard It Through the Grapevine Episode 4

ki-00137

Keberanian In Sang dan Bom untuk menyampaikan keinginan mereka, terbantu oleh kedatangan Dokter Eom. Hanya dengan satu anggukan kepala dari Dokter Eom, Tuan dan Nyonya Han harus menghadapi kenyataan bahwa bayi Ji Young benar-benar cucu mereka.

Mereka meninggalkan meja makan untuk berbicara dengan Dokter Eom dan menyuruh kedua anak muda itu menunggu mereka. Ahjumma berkata Bom harus duduk dengan nyaman karena belum lama melahirkan. Sekretaris Lee menyuruh mereka menunggu di ruang kerja. Meski tadi terlihat berani dan tegar, kaki Bom terasa lemas juga hingga In Sang memapahnya.

Yi Ji berbisik pada kedua pelayan rumahnya apakah orangtuanya meminta diadakan tes DNA. Sekretaris Lee memberi isyarat agar Yi Ji tidak mengungkit hal tersebut.

 ki-00007  ki-00011

Dokter Eom berkata Tuan dan Nyonya Han pasti sudah bisa mengira bahwa DNA In Sang dan bayinya cocok. Ia sudah mengeceknya dengan membandingkan bagian sel In Sang yang mereka simpan saat In Sang lahir dan air ludah bayi Ji Young yang diambil oleh Dokter Cha. Ngga mungkin salah pokoknya ;p

Tuan Han meminta Dokter Eom melenyapkan hasil tes DNA tersebut. Dengan anggapan mereka tidak pernah meminta tes ini diadakan. Dokter Eom mengerti.

Setelah Dokter Eom pergi, Tuan Han berkata pada istrinya untuk menjalankan Plan B. Rencana B. Nyonya Han mengangguk.

Mereka menemui In Sang dan Bom di ruang kerja dengan sikap yang sama sekali berbeda dengan tadi pagi. Mereka beralasan mereka memanggil Dokter Eom untuk menanyakan kondisi kesehatan Bom dan bayinya. Agar mereka bisa langsung mengatasinya jika ada masalah (er…penyakit bawaan atau turunan misalnya?). Tapi syukurlah ibu dan bayi baik-baik saja.

ki-00017 ki-00019

Tuan Han berkata bagi mereka yang terpenting adalah kesehatan dan masa depan In Sang dan Bom. Itu sebabnya ia terlihat membuat keputusan keras.

“Bagaimana mungkin aku tidak tahu betapa kalian saling merindukan? Kami juga pernah mengalaminya. Hanya saja kami berharap kalian bisa mengendalikan diri di waktu yang akan datang.”

In Sang berkata ia mereka juga berpikir masa depan adalah hal yang penting. Tapi saat ini Bom mengalami masa terberat dalam hidupnya, baik tubuhnya maupun pikirannya. Karena itu ada beberapa hal yang harus ia lakukan untuk Bom.

“Sebagai seorang pria. Sebagai seorang ayah.”

Tuan Han tersenyum getir. In Sang bertanya apakah ibunya tidak mengalami hal yang sama. Tentu saja mengalami, kata Nyonya Han. Tapi Bom nampak tidak terlalu percaya.

Tuan Han berkata pemulihan pasca melahirkan adalah hal penting. Mereka akan menghormati dan mendukung Bom. Mereka juga sudah seharusnya bertemu orangtua Bom secepat mungkin untuk menyampaikan maksud mereka.

ki-00029 ki-00037

In Sang dan Bom terkejut. Nyonya Han berkata sudah menjadi tugas mereka untuk mengunjungi rumah Bom.

In Sang dan Bom bahagia tak terkatakan. In Sang berdiri dan berkali-kali membungkukkan badan mengucapkan terima kasih pada orangtuanya. Bom menyuruh In Sang segera kembali dan belajar.

“Oh, baiklah. Aku akan pergi setelah melihat bayi kita sebentar.” Ia membawa Bom keluar sambil berkata ia akan benar-benar mematuhi orangtuanya mulai sekarang.

Bom bertanya apakah ia sudah boleh menyusui bayinya. Tentu saja, kata Nyonya Han. Bom berterima kasih dengan gembira.

Setelah keduanya keluar, Nyonya Han berkata mereka hanya anak-anak. Karena itu kita harus berkepala dingin, kata Tuan Han. Kira-kira apa rencana B mereka?

ki-00041 ki-00047

Bom akhirnya bisa menyusui bayinya langsung. Bom menyuruh In Sang menelepon kedua orangtuanya agar mereka bisa bebenah untuk menyambut kedatangan orang tua In Sang.

Ayah dan ibu Bom bergegas membenahi rumah mereka. Ayah mengomel karena harus bersusah payah seperti ini. Mereka kan bisa bertemu di luar atau mereka yang diundang datang. Ibu berkata mereka seharusnya senang orangtua In Sang bersedia datang ke rumah mereka.

Ayah kesal karena menurutnya dengan bersusah payah seperti ini demi menemui calon besan, sama saja dengan merendahkan diri. Paman setuju. Menurutnya keluarga In Sang tidak memiliki tata krama. Mereka yang seharusnya menunjukkan lebih dulu seperti apa keluarga mereka.

Kalau mereka tahu In Sang berasal dari keluarga mana, sepertinya urutan siapa duluan yang datang tidak penting deh…tetep aja jauuuuh >,<

Ternyata rencana Tuan Han adalah memberikan…mmm apa ya namanya? Sogokan? Kompensasi? Dengan mengikuti kasus yang sebelumnya pernah terjadi, Tuan Han hendak mengajukan tawaran sebesar 1,75 miliar won (kalau di sini sekitar 17,5 miliar rupiah) kepada orangtua Bom. Tanpa ada nias sama sekali untuk menikahkan Bom dan In Sang di masa yang akan datang ataupun mengambil kembali cucunya.

ki-00063 ki-00074

Bom memanggil “ibu” pada Nyonya Han. Melihat Nyonya Han hendak pergi, ia mengira Nyonya Han hendak ke rumah orangtuanya. Ia memberikan beberapa tips mengenai kamar mandi di rumahnya yang terkadang bising, dan juga langit-langit di tangga yang sedikit rendah agar Tuan Han tidak terbentur.

Nyonya Han berusaha mempertahankan keanggunan dan keramahannya. Meski jauh di dalam hatinya, ia hampir mendidih.

Dan kemarahan itu akhirnya ia lampiaskan pada ahjusshi dan ahjumma yang belum ditegur sejak membantu In Sang melarikan diri. Sekretaris Lee juga kena damprat. Ia mengancam akan memecat ahjumma dan ahjusshi jika mereka tidak tahu diri.

In Sang dan Bom bagaikan dalam mimpi. Bom bisa menyusui bayinya dan tidak khawatir karena pengasuh mengurus Jin Young dengan telaten. Ia bahkan merasa tak enak hati karena sudah meragukan orangtua In Sang.

Meski kesulitan untuk fokus belajar, namun In Sang tak henti-hentinya tersenyum. Dan ia nampak cukup bersemangat untuk meraih masa depan setelah masalahnya dan Bom terselesaikan.

ki-00081 ki-00086

Benarkah Tuan dan Nyonya Han mengunjungi orangtua Bom? Hanya Sekretaris Yang yang diutus ke sana. Padahal ayah dan ibu Bom sudah berpakaian rapi untuk menyambut calon besan mereka.

Sekretaris Yang berbasa-basi bahwa ayah In Sang terus menerus memuji Bom. Ayah lebih penasaran dengan apa maksud kedatangan Sekretaris Yang. Sekretaris Yang berkata ayah In Sang merasa tak sopan jika mengatakannya sendiri hingga mengutusnya untuk menggantikannya.

Ia ingin ayah dan ibu Bom memutuskan dengan bijaksana. Tuan Han memutuskan masalah ini setelah memikirkan masa depan puteri mereka dalam-dalam. Ia menyerahkan sebuah dokumen.

Ayah dan ibu terkejut melihat rincian kompensasi itu. Apalagi saat melihat jumlah yang ditawarkan. Ibu bertanya apakah In Sang dan Bom tahu mengenai hal ini. Sekretaris Yang berkata mereka masih anak-anak jadi tugas orangtua untuk menjelaskan pada mereka.

Keramahan Ibu mulai hilang. Ia bertanya apa sebenarnya pekerjaan Tuan Han. Sekretaris Yang tidak mau mengatakannya. Ibu mulai marah tapi ayah meminta Ibu tenang. Apakah Ayah tergoda dengan ganti rugi itu?

ki-00102 ki-00108

Hyun Soo bertanya pada ibunya apakah ada seseorang yang memiliki bayi di keluarga In Sang. Ia memperlihatkan foto bayi yang diposting Yi Ji pada ibunya.

Young Ra malah menduga bahwa bayi itu adalah anak “haram” Tuan Han dengan wanita lain yang lebih muda dari Nyonya Han. Dan ia menceritakan kecurigaannya itu pada Jae Won dan So Jung. Jae Won berkata Tuan Han bukanlah tipe pria seperti itu.

Rupanya Young Ra pernah dekat dengan Tuan Han ketika mereka berusia 20-an, sementara Jae Won pernah menyukai Nyonya Han. Dan tampaknya masih belum bisa move on. Bahkan berkali-kali menutupi rumor demi Nyonya Han. Menurutnya tak ada gunanya menyebarkan rumor karena Nyonya Han tidak akan bercerai dari suaminya.

Young Ra masih penasaran dan ingin tahu siapa kekasih terakhir Tuan Han. Tapi Jae Won tidak suka bergosip seperti itu dan memilih menunggu hingga Nyonya Han sendiri yang bercerita pada mereka.

Nyonya Han datang dan heran melihat sikap teman-temannya. So Jung seperti mengasihaninya dan berusaha menghiburnya. Sementara Young Ra mengungkapkan kekecewaannya karena Nyonya Han merahasiakan sesuatu dari mereka.

ki-00119 ki-00124

Ayah, ibu, dan paman Bom mencari tahu siapa ayah In Sang melalui internet (berdasarkan nama pada dokumen kompensasi). Mereka terkejut saat tahu siapa ayah In Sang. Ayah melihat bahwa alamat yang tertera adalah alamat yang pernah ia datangi. Apakah artinya mereka mengusir ayah ketika itu?

Young Ra mengirimkan buket bunga pada Nyonya Han dengan ucapan selamat atas kelahiran bayi yang baru lahir. Nyonya Han marah dan menyuruh Sekretaris Lee mengembalikan hadiah itu.

Sekretaris Lee menelepon Young Ra. Young Ra malah menegur Sekretaris Lee karena tidak menasihati Nyonya Han dengan baik pada saat seperti ini. Bagaimanapun juga kelahiran kehidupan baru adalah hadiah dari surga. Jika Nyonya Han merawat bayi itu dan membesarkannya seperti puteranya sendiri pasti Nyonya Han akan mendapat karma baik.

ki-00130ki-00136

Tuan Han pulang dan melihat buket itu. Nyonya Han curhat pada suaminya sementara Tuan Han menanggapinya dengan enteng. Untuk apa mempedulikan sebuah rumor? Nyonya Han menyalahkan hobi suaminya hingga teman-temannya mengasihaninya (memangnya apa ya hobi Tuan Han?).

Tuan Han jadi kesal. Apa istrinya sedang menyindirnya? Ia bahkan tidak bisa mengakui cucunya sendiri. Nyonya Han berkata itu adalah hukuman yang harus diterima Tuan Han.

Ketika ahjumma mengantarkan makanan ringan ke kamar Bom. Sikapnya berubah setelah dimarahi Nyonya Han. Ia tidak menjawab peryanyaan Bom. Hanya Yi Ji yang memberitahu Bom bahwa atmosfer di rumah malam ini berbeda dengan pagi tadi.

Nyonya Han berkata pada suaminya bahwa Bom mengira mereka sudah memberi ijin atas hubungan Bom dan In Sang, sampai-sampai memanggilnya ibu. Tuan Han menenangkannya bahwa orangtua Bom akan menandatangani dokumen itu dan menjemput Bom pulang bersama mereka. Mereka tidak akan bisa menolak tawaran itu karena ayah hampir bangkrut sementara paman sering terkena tuntutan hukum (karena sering demo).

ki-00152 ki-00155

Keluarga Bom membicarakan hal itu. Ia kesal karena Bom dan In Sang tidak dimintai pendapat mengenai hal ini. Paman mengingatkan bahwa keduanya masih di bawah umur. Ayah menyadari perbedaan keluarga mereka bagai bumi dan langit. Tidak mungkin keduanya diijinkan menikah dengan mudah. Keluarga seperti itu biasanya mencari keuntungan dari pernikahan dengan koneksi.

Lihat saja angka yang ditawarkan. Mereka bisa mendapat keuntungan lebih banyak dengan mengeluarkan Bom dari rumah mereka. Itu yang membuatku kesal, ujar Ibu marah. Apakah orangtua In Sang tidak memiliki hati?

Paman mencoba bersikap realistis. Meski keduanya bersama, tidak ada jaminan mereka hidup bahagia. Bom akan disisihkan dan diperlakukan salah, seperti Cinderella yang akhirnya menangis dan pergi.

ki-00158 ki-00159

Noo Ri kembali dari wawancara kerjanya untuk menjadi pembaca berita. Tapi ia ditolak karena katanya Noo Ri berpenampilan orang tak punya. Ia harus terlihat seperti seseorang yang diurus orangtuanya dengan penuh kasih sayang.

Ibu tak tahan lagi mendengar kabar menyedihkan dari kedua puterinya sekaligus. Ia menceritakan pada Noo Ri apa yang terjadi hari ini.

Paman berkata Tuan Han Jung Ho (ayah In Sang) benar-benar pekerja keras. Ia pernah membaca Tuan Han bangun jam 6 pagi setiap hari, membaca 5 makalah besar, 4 makalah bahasa Inggris, dan 3 makalah keuangan sebelum pergi kerja. Jadwalnya padat hingga per menit. Namun tetap memiliki waktu untuk menghibur pegawai yang diturunkan jabatannya. Sementara sebagai seorang aktivis, Paman tidak pernah belajar.

Ayah Bom mulai mempertimbangkan tawaran itu. Dengan uang sebanyak itu, mereka tidak perlu lagi khawatir tentang uang seumur hidup mereka. Noo Ri setuju. Sebaiknya mereka terima uang itu, lalu membawa Bom dan bayinya pulang. Mereka bisa menasihati Bom agar mengerti dan tidak perlu lagi khawatir tentang uang.

ki-00168 ki-00169

Hanya Ibu yang masih belum menyerah. Semalaman ia memikirkan masalah ini. Akhirnya ia memutuskan mengirim pesan agar bisa bicara dengan Bom. Tentu saja yang menerima pesan itu adalah Ahjumma karena In Sang sebelumnya menelepon rumah Bom dengan ponselnya.

Ahjusshi menyuruh istrinya membuat alasan saja. Ahjumma merasa kasihan pada ibu Bom. Ia sudah tahu mengenai tawaran kompensasi itu. Seberapa besar pun jumlahnya, tidak akan bisa membuat orang tua Bom bahagia. Tapi ahjusshi berkata sekarang bukan waktunya untuk memikirkan orang lain. Ia masih merinding saat mendengar ancaman akan dipecat oleh Nyonya Han. Hal itu belum pernah terjadi padanya sebelumnya. Ahjumma akhirnya menurut.

Tapi rupanya Bom mengirim email pada Noo Ri. Ia memberitahu bahwa ia diperlakukan dengan baik, namun tetap saja terasa berat baginya. Ia ingin tahu apa saja yang dibicarakan orangtua In Sang dengan orangtuanya.

Ibu dan Noo Ri marah karena Bom dibohongi. Mereka harus memberitahu Bom.

Bom juga mengirim email pada In Sang mengenai keraguannya. Ia berkata ia merasa mereka tidak benar-benar diberi ijin untuk bersama. Semangat belajar In Sang langsung turun drastis.

ki-00176 ki-00181

Keesokan harinya, ibu dan ayah Bom pergi menemui orang tua In Sang. Ibu ke rumah, sementara Ayah ke kantor Hansong. Kali ini ayah ikut marah karena Bom dibohongi.

Tapi ayah dan paman tidak bisa masuk tanpa membuat janji temu lebih dulu. Bahkan penjaga pintu melarang ayah dan paman berdiri di depan pintu.

Sekretaris Yang memberitahu Tuan Han mengenai kedatangan mereka. Ia sudah memberitahu ayah Bom bahwa Tuan Han sedang di luar kantor tapi mereka tidak pergi. Ia sudah meminta penjaga untuk tetap bersikap sesopan mungkin.

Ayah dan Paman Bom berdiri kedinginan di luar gedung Hansong. Ayah mulai merasa minder berdiri di depan gedung 14 lantai yang seluruhnya milik ayah In Sang.

ki-00186 ki-00188

Ibu sudah berada di ruang tamu rumah keluarga Han. Nyonya Han kebingungan saat ibu Bom memperkenalkan diri. Ahjumma hanya bisa menunduk karena merasa telah melakukan kesalahan dengan membukakan pintu bagi ibu Bom.

Nyonya Han menyangkal kalau ia adalah ibu In Sang dan buru-buru hendak pergi. Tapi ibu Bom tidak bodoh. Ia bertanya kenapa Nyonya Han menghindarinya. Ia tahu uang dengan begitu banyak angka nol bisa mengakhiri kesusahannya. Ia bisa membayar hutang, membeli rumah, menyekolahkan anaknya ke luar negeri, makan daging selama sisa hidupnya, dan melakukan apapun. Tapi bagaimana bisa Nyonya Han setega itu sebagai seorang manusia?

Ia bertanya apa yang akan Nyonya Han lakukan jika Bom dan In Sang tak mau berpisah? Bagaimana jika mereka mengatakan kematianpun tak bisa memisahkan mereka?

Nyonya Han mundur ketakutan. Dengan terbata-bata ia bertanya bagaimana ibu Bom bisa yakin kalau mereka tidak akan berubah pikiran. Ibu Bom berkata keputusan ada di tangan In Sang dan Bom. Kenapa Nyonya Han memberinya ujian seperti ini?? Ia berteriak-teriak penuh emosi dan melemparkan dokumen kontrak ke lantai hingga Sekretaris Lee mengamankan Nyonya Han ke kamar.

Ahjumma menenangkan ibu Bom dengan mengingatkan bahwa Bom bisa mendengarkan perkataannya. Biarakan ia dengar, teriak ibu. Bom harus mendengarnya dan pergi bersamanya.

ki-00201 ki-00203

Suara tangis bayi yang membuat ibu Bom berhenti berteriak histeris. Bom memanggil ibunya. Ibu Bom terduduk lemas di lantai. Bom membantu ibunya berdiri dan mengajaknya ke kamar bayi. Ia sudah mendengar perkataan ibunya tadi. Dan ia tidak marah pada ibunya.

Nyonya Han gemetaran di kamarnya. Ia tidak pernah bertemu dengan wanita seperti ibu Bom dan ia tidak mau menantu dari wanita seperti itu.

Ibu Bom menggendong cucunya dengan kebanggaan dan kasih sayang seorang nenek. Bom berkata pada ibunya kalau ia tidak bisa berpisah dengan In Sang. Ibu sudah tahu, tapi bagaimana Bom bisa tahan tinggal di rumah ini? Bom berkata ia akan mencari rencana baru.

Ia bertanya berapa uang yang ditawarkan orangtua In Sang agar ia berpisah dengan In Sang? Tidak ada gunanya kau tahu, kata ibu bom. Toh Bom sudah mengatakan tidak mau berpisah. Bom bertanya apa ibunya tidak sayang melepas uang itu. Ibu tidak bohong dan mengatakan sebenarnya sayang melepas uang sebesar itu.

ki-00213 ki-00219

Dokumen itu dipungut oleh Ahjumma. Ahjumma, ahjusshi, pengasuh, dan Sekretaris Lee membaca dokumen tersebut. Pengasuh berpendapat sebaiknya keluarga Bom menerima tawaran itu. Ia sudah bekerja di berbagai keluarga dan hubungan yang tidak direstui tidak akan bertahan lama.

Ayah dan Paman akhirnya menyerah. Mereka pergi dari kantor Hansong.

Tapi ternyata Tuan Han tidak sebersih yang dikira semua orang. Ia memiliki cara untuk mempertahankan reputasinya dan juga reputasi klien-kliennya. Yaitu dengan menggali hal buruk yang pernah dilakukan seseorang. Ketika ada seorang reporter terkenal yang berusaha menggali keburukan perusahaannya, dengan mudah Tuan Han membungkamnya karena ia mengetahui si reporter tersebut memasukkan anaknya ke sekolah internasional dengan cara ilegal.

Pantas saja Tuan Han begitu menjaga agar sama sekali tidak ada hal buruk yang bisa ditemukan dari keluarganya maupun dari dirinya. Karena itu tahu sebuah kelemahan bisa digunakan untuk menyerangnya. Ironisnya, ia sendiri yang mengatakan bahwa tidak ada orang di dunia ini yang tidak melakukan kesalahan.

ki-00222 ki-00236

In Sang membaca dokumen kompensasi yang ditawarkan pada keluarga Bom. Ia memperoleh dokumen tersebut dari ahjumma yang datang membawakan makanan ke apartemen belajar. In Sang merobek dokumen tersebut dengan marah lalu pergi.

Gurunya mencegahnya. Tapi melihat penderitaan dan tekad In Sang, akhirnya ia membiarkan In Sang pergi.

Ternyata ia pergi ke rumah Bom. Ibu masih marah dan kesal. Tapi In Sang menangis hingga ibu tak tega dan membiarkannya masuk.

Ia bertanya mengapa seorang tuan muda dari keluarga begitu kaya dan terkenal menyukai puterinya. Apa Bom yang menggoda In Sang lebih dulu? In Sang berkata Bom memang menggodanya tapi ia yang lebih dulu mendekati Bom. Sampai sekarang pun ia masih menyukai Bom.

Ibu mengingatkan bahwa In Sang sebentar lagi menjadi mahasiswa dan Bom harus membesarkan bayinya. Kakek In Sang seorang hakim militer sementara ayah In Sang lulus ujian saat masih sekolah. Dan mereka pasti berharap In Sang mengikuti jejak mereka.

Tapi bagi In Sang, hidupnya tak berarti tanpa Bom. Impiannya adalah membesarkan bayinya bersama Bom dan bersekolah. Jika Bom meninggalkan rumah bersama bayi mereka, ia akan meninggalkan semuanya mengikuti Bom.

Ibu bertanya bagaimana In Sang bisa menghidupi Bom dan bayinya. Bahkan rumah sekecil rumah mereka pun harganya mahal. Semuanya mahal. In Sang berkata ia bisa menjadi guru les.

Ibu berkata In Sang sendiri masih mengikuti les, bagaimana bisa mengajar orang lain? In Sang tidak menyerah. Ia berkata ia akan melakukan apapun yang ia bisa. Ia minta ibu Bom percata padanya. Meski ia seorang yang bodoh dan masih diajar guru les, tapi ia sendiri memutuskan mencintai Bom sepenuh jiwa dan raga. Untuk pertama kalinya ia mengambil keputusan tanpa perintah dari guru les. Ibu Bom menghela nafas panjang.

ki-00267 ki-00270

Keesokan harinya Tuan dan Nyonya Han berencana untuk mengunjungi apartemen belajar In Sang saat makan siang. Tuan Han menenangkan isterinya bahwa masalah In Sang akan segera selesai.

In Sang mengenakan pakaian rapi dan bersiap pergi dari apartemennya. Gurunya berkata ia tidak tahu kenapa ia bisa tergerak oleh seorang pemuda seperti In Sang. Ia berharap In Sang berhasil. Eh, berhasil apa?

In Sang pulang ke rumah dan langsung ke kamarnya mencari Bom.Ia nampak penuh percaya diri dan penuh tekad. Ia memakaikan jaket tebal pada Bom lalu membimbingnya keluar.

Seisi rumah bingung dengan sikap In Sang. Nyonya Han bertanya ke mana mereka akan pergi. In Sang meminta ibunya tidak menghalanginya.

“Kami akan menikah.”

Ibu tak bisa berkata-kata saking shocknya. In Sang tak mempedulikan ibunya dan menarik Bom pergi. Tidak, teriak Nyonya Han.

ki-00275ki-00287  

Tuan Han langsung bergerak keluar kantor begitu mendengar kabar tersebut. Ia memerintahkan Sekretaris Yang dan Sekretaris Min untuk pergi lebih dulu. Lalu ia menelepon isterinya dan menyuruhnya berpakaian rapi. Mereka harus mengambil tindakan lebih dulu dan memikirkan tindakan selanjutnya setelah itu.

In Sang mengantri di kantor catatan sipil. Bom merasa terharu dan bahagia dengan kesungguhan In Sang untuk menikahinya.

Ayah dan ibu Bom tiba. Mereka menjadi saksi saat In Sang mengisi surat nikah.

 ki-00302 ki-00304

Mereka hendak mengesahkan surat tersebut dengan cap mereka ketika tiba-tiba Sekretaris Yang dan Min menghalangi mereka. Sekretaris Min meminta In Sang menyerahkan surat tersebut.

Ayah berkata mereka tidak takut meski keluarga In Sang mengajukan tuntutan pembatalan. Tapi ternyata bukan untuk itu kedatangan Sekretaris Yang dan Min.

“Kalian harus melakukannya dengan restu dari orangtua kedua belah pihak!” seru Sekretaris Yang. Semua terdiam.

Tuan Han masuk dan berteriak memanggil nama puteranya. Semua terkejut. Tapi anehnya Tuan Han tersenyum dan mengangguk hormat pada orangtua Bom.

ki-00311 ki-00316

“Kami sedikit terlambat….pada acara yang berarti ini,” Tuan Han tersenyum kaku.

In Sang dan Bom berpandangan.

Ayah Bom membubuhkan cap lebih dulu. Tuan Han mengambil pena lalu membubuhkan tandatangannya.

ki-00326 ki-00332

Komentar:

Err….apa ini rencana C??

Rencana A, mengeluarkan In Sang dari rumah. Gagal. Rencana B, membuat Bom keluar dengan memberi kompensasi. Gagal.

Rencana C, menikahkan mereka lalu....? Keep trying, Mister^^

15 komentar:

  1. Hahaha bner2 menyenangkan deh nonton drama ini.. Apalagi backsound ny, mlah lucu2 gituu.. deg2an tapi sambil png ketawa juga..
    Kyany sih tuan han nyiapain rencna dari A-Z buat insang dan bom .. Hee
    Fighting mba fanny buat terus lanjut bkin sinopsisnya..

    BalasHapus
  2. Lanjut uni ,,

    Drama nya kocak

    Makasi udah di lanjut unni

    BalasHapus
  3. tuh kan bener. aku klewat gak nntn ep ini. pantes pas nntn ep 5, asa gak nyambung XDDD

    BalasHapus
  4. Lanjuuut ya mba fany.. Suka suka sukaaa

    BalasHapus
  5. ahhh penasaran sama sinopsis selanjutnya, :)

    BalasHapus
  6. aduh.,. tegang, lucu campur aduk. makin gemes sma critanya.
    mksh buat sinopsisnya mbk, q tunngu klnjutanya za.

    BalasHapus
  7. mba..ada yang tau link buat download drama ini kah..kumawo..onnie fighting buat sinopsisnya..

    BalasHapus
  8. Penasaran ama rencana selanjut nya ____
    Keep fighthing ya buat nulis sinop nya ____saya akan slalu stay di sini buat nunggu
    Okeeh____

    BalasHapus
  9. makasiii uda dibikinkan sinopsis drama ini. so far so gooood. keren dramanya. panjang juga ya 32 eps.

    BalasHapus
  10. Hay mbak fanny, salam kenal
    aku dah lama jadi reader disini, cuman jarang komen. Hehe

    maaf kalo komen.y melenceng dari postingan
    Mau nanya aja, mbak fanny ada minat buat sinopsis pengganti "Kill Me Hell Me" gak? Itu tuh drama Kim Yoo Jung "angry mom"??
    Gomawo ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Angry Mom menarik dari segi cerita dan pemerannya, tapi aku tidak akan membuat sinopnya. Blog lain yang akan membuat sinop drama ini ^_^

      Hapus
  11. pantang menyerah nih bapaknya In Sang,

    BalasHapus
  12. Mungkinkah....
    Genre black Comedy,
    Di drama ini kayaknya seh....
    Di point....

    Rencana A
    Rencana B
    Rencana C
    ......dst.... ^^

    BalasHapus
  13. Wah..apa rencana ayah nta insang ya? Sumph mpe terharu sm kesungghn insang pa lg pas tn.han malh merestui merk#mpe nangis.

    BalasHapus

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)