Kamis, 04 Oktober 2012

Sinopsis Faith Episode 8

shot0319

Choi Young bertempur habis-habisan melawan Eum Ja dan para kroco Ki Chul. Tapi melihat Hwasuin menaruh tangan apinya di bahu Eun Soo, ia menyerah dan melepas pedangnya. Choi Young dipaksa berlutut. Ia dirantai dan digeledah. Seluruh senjatanya diambil sebelum ia dimasukkan dalam kerangkeng.

Ki Chul menyingkapkan selimut yang menutupi tubuh Pangeran Kyeong Chang. Ia melihat luka melepuh di dada Kyeong Chang, artinya Pangeran telah meminum racun itu.

Eum Ja menyerahkan pedang Choi Young pada Ki Chul. Ia melirik tubuh Pangeran dan terlihat sedikit bersimpati. Ki Chul membuka pedang Choi Young. Mengagumi Pedang Hantu yang diwariskan kepala Jeokwoldae pada Choi Young.

Ki Chul berkata Pangeran telah meminum racun yang seharusnya diberikan pada Choi Young. Eum Ja yakin Choi Young pasti memaksa Pangeran meminum racun itu. Ki Chul meragukannya.

shot0024 shot0025

Hwasuin menjaga Eun Soo dalam sebuah kamar. Eun Soo berjalan mondar mandir. Ia merasa ada yang salah. Sejarah seharusnya tidak seperti ini. Menurut ingatannya, Choi Young akan hidup sampai menjadi kakek-kakek. Tidak mungkin Choi Young mati secepat ini.

“Apa kau benar-benar tahu apa yang akan terjadi di masa depan?” tanya Hwasuin.

“Semuanya tertulis di dalam catatan,” jawab Eun Soo.

Hwasuin berkata kalau begitu ia juga seharusnya ada dalam catatan itu. Ia memamerkan kemampuannya. Tangannya mengeluarkan api, membakar kertas di dinding. Eun Soo bengong.

Hwasuin bertanya apakah dalam catatan itu ia tertulis sebagai guru energi api Hwasuin atau tercatat sebagai wanita yang telah memakan hati banyak pria.

shot0026 shot0027

Eun Soo tidak mempedulikan khayalan Hwasuin, yang pasti terjadi pelencengan dalam sejarah walau sedikit. Ia bertanya apa yang akan terjadi pada Choi Young? Tentu saja dia akan mati dihukum karena pengkhianatan, jawab Hwasuin. Dia akan diikat dalam sebuah pilar di tengah keramaian, lalu dagingnya diiris sedikit demi sedikit bagai membuat dendeng. Dengan sangat pelan….hingga ia tidak langsung mati. Hiiiiy….perempuan ini sadis >,<

“Apakah tidak ada proses pengadilan? Aku bisa menjadi saksinya. Dia mungkin pembunuh tapi tidak melakukan pengkhianatan. Aku melihatnya.”

“Jangan katakan itu padaku, tapi katakan pada kakak seperguruanku. Walau Raja tidak bisa menyelamatkannya (Choi Young) tapi kakakku bisa.”

Eun Soo bergegas ke pintu. Hwasuin menyuruh Eun Soo berusaha keras. Ia sendiri akan merasa sedih jika pria sehebat Choi Young mati begitu saja.

Eun Soo bertanya apakah Ki Chul memiliki kelemahan. Hwasuin tertawa, jika ia tahu kelemahan kakaknya ia pasti sudah menggulingkannya. Tapi ia memberi satu tips, jangan pernah terlihat lemah di hadapan Ki Chul. Ki Chul selalu ingin menindas orang yang lemah, seperti kutu.

shot0030 shot0033

Choi Young tidur di dalam kerangkeng. Gubernur Ganghwa mendekatinya. Ia berkata saat ini Choi Young pasti sedang menyalahkannya. Tanpa membuka matanya Choi Young berkata bagaimana bisa ia menyalahkan orang lain saat dirinya sendiri yang berjalan ke dalam perangkap.

Gubernur memberitahu Choi Young 3 hal penting yang diteruskan dalam keluarganya turun temurun sebagai pejabat pemerintah. Pertama, menemukan orang yang berkuasa. Kedua, ikuti orang itu, tanpa peduli apapun. Ketiga dan yang terpenting, mempercayai apa yang sedang dikerjakan adalah hal yang benar. Tak peduli apapun itu.

Choi Young tersenyum geli. Sangat menjengkelkan jika prinsip seperti itu diteruskan dari generasi ke generasi. Ia tidak akan mengikuti prinsip seperti itu.

shot0027 shot0032

Perbincangan mereka diinterupsi oleh kedatangan Ki Chul dan rombongannya, termasuk Eun Soo. Choi Young menatap mereka. Eun Soo menatap Choi Young beberapa saat lamanya sebelum Ki Chul mengajaknya pergi.

Eun Soo kembali melihat Choi Young tapi Choi Young telah melihat ke arah lain. Eun Soo naik ke atas kuda dibantu oleh Ki Chul. Saat Eun Soo tidak melihat, barulah Choi Young melihatnya kembali.

shot0038 shot0041

Ratu No Gook melihat ada yang aneh dengan pengawal Raja hari ini. Mereka bukan para woodalchi. Dayang Choi menjelaskan saat ini tentara militer yang mengawal Raja. Tapi bukan hanya itu, di antara mereka juga berkeliaran pasukan pribadi Ki Chul.

“Jadi saat ini sebenarnya Raja sedang dikurung,” ujar No Gook.

Dayang Choi memukul dadanya dengan kesal, hal ini membuatnya marah tapi memang begitulah situasinya saat ini.

Ratu teringat serangan yang diarahkan padanya saat ia hendak ke kediaman Ki Chul. Ia bertanya apakah orang-orang Ki Chul yang saat itu menyerangnya. Dayang Choi berkata para woodalchi yakin begitu.

Ratu sangat marah karena Ki Chul menganggap nyawanya seperti lalat dan Raja memiliki seorang Ratu yang lebih buruk dari seekor kutu. Dayang Choi kaget dengan kata-kata ratu yang keras.

“Itulah sebabnya Yang Mulia….sendirian saat ini….,” gumam Ratu menahan kesedihannya.

Dayang Choi bertanya apakah Ratu hendak menemui Raja, ia akan mengumumkan kedatangannya.

“Yang Mulia adalah seorang yang bodoh,” gumam No Gook. “Ia benar-benar bodoh!”

Ratu kembali ke kediamannya dengan kesal.

shot0048 shot0054

Gong Min benar-benar dikurung. Jika ia membuka pintu kamar, Ki Won akan mendatanginya dan meminta Gong Min memberitahukan ke mana ia hendak pergi. Entah sudah berapa lembar kertas yang dihabiskan Gong Min untuk menghabiskan waktu dalam ruangan itu sendirian.

 shot0069 shot0071

Dae Man mengendap-endap di atas menara barak woodalchi. Sementara itu Deok Gi mengalihkan perhatian para penjaga dengan memaksa masuk sambil membawa segerobak rumput berbau kotoran.

Dae Man berhasil masuk ke barak. Para woodalchi menyambutnya dengan gembira. Choong Seok menanyakan di mana Joo Seok. Dae Man berkata Joo Seok pergi ke kediaman Raja untuk menyampaikan pesan Choi Young.

Kasihan Dae Man, dia lagi-lagi kesulitan dan tergagap-gagap untuk menerangkan hingga teman-temannya jadi kesal. Ia berkata Raja saat ini dijaga oleh tentara militer dan pasukan Ki Chul. Juga, ada rumor bahwa Choi Young tertangkap.

shot0081 shot0087

Choong Seok tak percaya itu. Dae Man berkata itulah yang dikatakan semua orang. Deok Man bertanya bagaimana dengan nasib mereka jika Choi Young tertangkap? Dol Bae mengusulkan mereka mendobrak pintu barak untuk menyelamatkan Choi Young. Aww…mereka tidak percaya daejang mereka berkhianat.

Choong Seok berkata apa yang akan mereka lakukan selanjutnya jika mereka menyelamatkan Choi Young? Dol Bae berkata mereka bisa meninggalkan Goryeo atau mati sebagai pengkhianat negara. Atau mereka juga bisa menjadi bandit internasional. He^^ asal jangan jadi pengedar narkoba aja ya…

shot0097 shot0042

Usul terakhir membuahkan tendangan Choong Seok. Ia berkata semua perlengkapan dan senjata mereka telah disita. Dengan apa mereka akan melawan? Aku kagum dengan kesetiakawanan mereka. Walau akan sama-sama dicap pengkhianat, mereka tetap percaya dan ingin menyelamatkan Choi Young. Mereka benar-benar mengidolakan Daejang mereka.

Choi Young ditahan dalam penjara bawah tanah. Tangan dan kakinya dirantai ke tembok. Ia teringat saat-saat terakhir Pangeran Kyeong Chang. Pangeran telah mengorbankan diri untuknya. Choi Young kembali berduka dan menangis.

Ia lalu teringat reaksi Eun Soo dan tatapan Eun Soo yang jijik padanya. Ia mengeluarkan botol aspirin pemberian Eun Soo, lalu mengambil setangkai bunga kuning yang telah layu. Bunga pemberian Eun Soo. Tampaknya Eun Soo telah menempati hati Choi Young.

Karena tak ada lagi yang bisa dilakukannya, Choi Young membaringkan dirinya di lantai penjara yang dingin.

shot0109 shot0121

Eun Soo dikurung di dalam sebuah kamar di kediaman Ki Chul. Ia juga teringat pada Choi Young. Ketika pintu dibuka, ia melihat Choi Young!

Tapi itu hanya khayalannya. Sebenarnya Eum Ja yang membuka pintu kamarnya karena Ki Chul ingin menemui Eun Soo. Eun Soo teringat Choi Young telah berkali-kali menjaganya dan melindunginya tanpa mempedulikan nyawanya sendiri.

Ia masuk ke sebuah ruangan. Hwasuin mengedipkan mata saat melihatnya. Ki Chul duduk di meja yang dipenuhi makanan dan mempersilakan Eun Soo duduk.

Eun Soo mempraktekkan nasihat Hwasuin. Ia berusaha terlihat seperti preman dengan menendang kursi. Semua terkejut tapi tersenyum geli. Kursi itu hanya bergeser beberapa senti. Tak menyerah, Eun Soo menaikkan sebelah kakinya ke atas kursi lalu menopang kepalanya. Eh kepleset hehehe^^

shot0133 shot0140

Ki Chul dengan ramah berkata ia telah menyiapkan makanan untuk Eun Soo. Eun Soo menganggap sikap Ki Chul aneh. Sebelumnya ia disebut siluman dan wanita jalang oleh mister poni, lalu diancam akan digantung oleh Hwasuin. Sekarang apa lagi? Apakah makanannya diracuni?

Eun Soo terus memprotes kata-kata Ki Chul. Ki Chul bertanya apakah Eun Soo bersikap seperti ini karena dikurung di dalam kamar. Ternyata benar. Eun Soo telah ratusan kali ingin berbicara dengan Ki Chul tapi Ki Chul malah mengabaikannya dan mengurungnya. Mister poni marah karena Eun Soo bersikap tak sopan pada Ki Chul. Ki Chul menenangkannya.

“Aku hendak meminta bantuanmu, tabib langit,” kata Ki Chul.

“Ah…kau memerlukan bantuanku, jadi mendadak kau memasang “business face”?” sindir Eun Soo. “Aku juga cukup pintar berbisnis dan membuat kesepakatan. Kalau begitu mari kita membuat kesepakatan, aku juga memerlukan bantuanmu.”

shot0143 shot0152

Eun Soo duduk di kursi. Ia bertanya apa “card” Ki Chul. Ki Chul diam mematung. Eun Soo mulai khawatir. Melihat Eun Soo sedikit takut, Ki Chul tersenyum dan memberi tanda pada mister poni.

Yong Gak menaruh sebuah baki di meja. Eun Soo mengenali peralatan operasi di baki itu sebagai miliknya yang tertinggal di istana. Apakah Ki Chul mencurinya?

Yong Gak membuka kotak yang juga di atas baki itu. Isinya peralatan operasi seperti milik Eun Soo namun sudah berkarat.

Eun Soo kaget. Ia melihat peralatan itu. Tertulis “made in Korea”. Peralatan itu bukan miliknya. Bagaimana semua itu bisa ada di sini? Ki Chul tertarik melihat reaksi Eun Soo. Eun Soo mendesak Ki Chul menjelaskan sebenarnya ada apa di sini.

shot0164 shot0172

Joo Seok menyamar sebagai seorang mantri yang membawakan obat untuk Raja. Jang Bin menemaninya agar Joo Seok bisa melewati penjagaan ketat Ki Won.

Ki Won berkata ia tidak tahu kalau raja membutuhkan obat. Jang Bin pura-pura marah. Bagaimana bisa Ki Won tidak tahu kalau Raja membutuhkan obat? Jang Bin menyuruh asistennya membuat catatan jadwal pemberian obat Raja pada Ki Won karena Ki Won orang baru. Ki Won merasa tersindir. Ia terpaksa membiarkan Jang Bin dan Joo Seok masuk.

shot0175 shot0178

Jang Bin melaporkan kedatangannya pada Raja. Ia memberi isyarat ke arah pintu, tempat Ki Won berusaha menguping. Gong Min mengerti. Ia pura-pura memang sekarang jadwal minum obatnya. Asisten Jang Bin menutup pintu rapat-rapat agar Ki Won tak bisa menguping lagi.

Joo Seok berlutut memberi hormat pada Gong Min. Jang Bin meminta Gong Min merendahkan suaranya. Joo Seok memperkenalkan dirinya sebagai woodalchi.

“Para woodalchi sedang ditahan dalam barak mereka.”

“Hamba melanggar perintah kerajaan dan pergi ke Pulau Ganghwa untuk menemui Daejang.”

“Jadi kau woodalchi yang menentang perintah dan pergi atas perintah wakil daejang.”

“Hamba pantas mati atas kesalahan hamba.”

Gong Min bertanya apakah Joo Seok bertemu dengan Choi Young. Apa yang sedang ia lakukan? Joo Seok menjawab ia bertemu Choi Young dan Choi Young sedang bersembunyi di gunung bersama Pangeran Kyeong Chang dan Eun Soo. Joo Seok menyampaikan perkataan Choi Young bahwa ini semua jebakan.

shot0187 shot0191

Sayangnya Gong Min mengira ini semua akal-akalan Choi Young karena telah tertangkap. Ia mengira Choi Young mengatakan semua ini jebakan sebagai usaha untuk melepaskan diri dari hukuman. Joo Seok berusaha menjelaskan kalau ia seharusnya datang lebih awal. Tapi Gong Min terlanjur kecewa dan tak mau mendengarnya walau Joo Seok bersikeras Choi Young bukan orang seperti itu. Ia membungkuk memohon.

Gong Min melemparkan pedangnya ke hadapan Joo Seok. Bukankah tadi Joo Seok mengatakan pantas mati? Maka Joo Seok bisa mati. Gong Min membalikkan tubuhnya membelakangi Joo Seok seakan tak peduli lagi.

Joo Seok terkejut tapi ia adalah woodalchi yang menuruti perintah Raja. Ia menghunus pedang itu ke lehernya.

shot0208 shot0210

“Daejang menyuruh hamba menyampaikan sebuah pesan pada Yang Mulia. Setelah hamba menyampaikan pesan itu, hamba akan mengambil nyawa hamba. Daejang berkata: woodalchi Choi Young belum bisa menyelesaikan misi yang Paduka berikan.”

“Hanya itu?” tanya Gong Min.

“Hamba telah berikan semuanya,” kata Joo Seok dengan suara bergetar, “Yang Mulia, semoga sehat selalu dan menjadi raja besar bagi negeri Goryeo ini.”

Gong Min menoleh pada Jang Bin. Joo Seok siap menebas lehernya. Jang Bin maju dan menjatuhkan pedang itu dari tangan Joo Seok. Fiuhhhhh….

Gong Min berkata masih ada tugas yang harus Joo Seok lakukan.

shot0219 shot0223

Ki Chul membawa Eun Soo ke gudang tempat ia menyimpan peralatan Hwata. Eun Soo bertanya apakah itu peralatan Hwata yang digunakan ratusan lalu. Ki Chul berkata masih ada dua lagi benda milik Hwata. Eun Soo ingin melihatnya.

Ki Chul hanya menatap Eun Soo. Eun Soo bingung, bukankah Ki Chul membawanya ke sana untuk memperlihatkan semua benda itu padanya.

Ki Chul menceritakan taruhannya dengan Gong Min mengenai mendapatkan hati Eun Soo dalam 7 hari. Eun Soo tertawa tak percaya.

“Jika aku menang maka kau menjadi milikku. Jika aku kalah, maka kau tetap milik Yang Mulia. Di mana hatimu berada sekarang?” tanya Ki Chul penasaran.

“Hatiku di dalam sini.”

shot0230 shot0238

“Apakah kau akan memberikannya padaku?” tanya Ki Chul penuh harap.

“Aku tidak mau,” kata Eun Soo tegas.

“Tidak mau? Di hadapanku, Bangsawan Deok Seong, kau bilang kau tidak mau?”

Eun Soo mengambil sikap serius. Bukankah Ki Chul tahu apa arti benda-benda peninggalan Hwata ini? Dan juga arti dua benda lainnya? Ki Chul tertarik, apakah Eun Soo bisa menjelaskan semua padanya?

Eun Soo berkata ia tidak tahu dua benda yang lainnya tapi jika benda itu datang bersama alat bedah karatan ini tentu saja ia tahu. Karena benda itu berasal dari dunianya. Jika Ki Chul ingin tahu maka Ki Chul harus menyelamatkan Choi Young.

Ki Chul berkata Eun Soo menggunakan barang yang salah untuk membuat kesepakatan. Jika Eun Soo menjadi orangnya maka Eun Soo pasti menjelaskan arti semua benda ini padanya. Ia ingin hati Eun Soo dan Eun Soo menjadi orangnya, barulah ia akan menyelamatkan Choi Young.

shot0247 shot0248

Ki Won memeriksa Choi Young di tahanan. Penjaga berkata Choi Young telah tidur sejak kemarin tanpa bangun satu kalipun. Tidak makan, tidak buang air. Tidur terus menerus.

Choi Young kembali bermimpi. Ia berada dalam padang es yang sama. Ia melihat ayahnya. “Kau masih belum menemukannya,” ujar ayah Choi Young.

“Apa yang sedang kucari?” tanya Choi Young. Ayahnya tak menjawab. Choi Young berjalan menghampiri ayahnya. Tapi tiba-tiba ia masuk ke dalam air di bawahnya.

Choi Young bergerak panik karena kehabisan udara. Tiba-tiba ia berada dalam padang rumput indah berwarna-warni. Ayahnya bertanya apa yang sedang Choi Young lakukan. Choi Young bertanya sejak kapan esnya meleleh. Sebelumnya air danau dan semuanya membeku.

Ayahnya berkata danau itu tidak pernah membeku, tidak sekalipun. Tempat itu selalu seperti ini. Choi Young terheran-heran melihat semuanya. Ia terbangun. Apakah ini menandakan kebekuan di hati Choi Young telah mencair?

shot0258 shot0267

Gong Min terus memikirkan pesan yang disampaikan Choi Young padanya. Ia teringat keinginan Choi Young untuk berhenti menjadi woodalchi. Saat itu Gong Min memberi tugas pada Choi Young dan bertanya perintah siapa yang akan Choi Young ikuti, raja sebelumnya atau perintahnya?

Gong Min sadar, Choi Young mengikuti perintahnya. Perkataan Choi Young yang mengatakan ia belum bisa menyelesaikan tugas dari Gong Min artinya Choi Young sedang melakukan perintah Gong Min.

Pencerahan ini membuat Gong Min sangat senang dan bersemangat. Ia memasuki aula kerajaan tenpat para pejabat telah menunggu.

Penasihat Jo berkata mereka telah mendiskusikan mengenai hukuman Choi Young. Hukuman itu harus sekeras guntur dan diputuskan secepat kilat sebelum tahanan memiliki kesempatan melarikan diri. Mereka harus segera menyingkirkan akar permasalahan begitu ada buktinya.

“Lakukan itu,” ujar Gong Min cepat. Penasihat Jo bingung.

shot0283 shot0288

Gong Min berkata mereka harus menentukan hukuman itu secepat kilat dan sekeras guntur, karena itu ia akan mengadakan chingook. Ia akan menginterogasi langsung Choi Young secara pribadi.

Penasihat Jo memprotes. Gong Min bertanya apakah ia terlihat tidak kompeten untuk melakukan chingook? Penasiha Jo beralasan ia khawatir Raja akan menghadapi seorang kriminal yang begitu jahat dan kejam.

“Apa maksudmu aku bukan tandingan penjahat kejam?!” tanya Gong Min meninggikan suaranya.

Seorang pejabat (yang merupakan sekutu Ki Chul) melaporkan kalau mereka sedang mempersiapkan interogasi Choi Young. Jika saja Raja mau menurunkan perintah…

“Aku sedang memberi perintah saat ini!” seru Gong Min kesal. Ia bersikeras hendak menginterogasi Choi Young secara pribadi. Saat ini juga. Penasihat Jo hendak protes lagi tapi Gong Min malah memintanya mengantar ke tahanan.

Pejabat tadi berusaha menghalangi Gong Min. Gong Min marah besar, beraninya pejabat itu menghalangi jalannya di depan seluruh pejabat lainnya. Terpaksa pejabat itu mundur jalan dan minta maaf.

shot0293 shot0298

Gong Min berjalan ke tahanan. Penasihat Jo protes, untuk melakukan chingook ada protokolnya, mereka akan menyediakan lapangan untuk interogasi. Bagaimana bisa Gong Min berjalan ke tempat mengerikan seperti ini?

Gong Min tak mempedulikan mereka. Ia sampai di depan sel Choi Young dan memerintahkan membuka pintu.

Penasihat Jo mengkhawatirkan keselamatan Gong Min. Atau lebih tepatnya, khawatir jika Gong Min pada akhirnya melepaskan Choi Young.

Gong Min berkata Choi Young dirantai, bagaimana bisa melukainya? Apakah rantai yang digunakan begitu lemah hingga keselamatannya perlu dikhawatirkan.

Ki Won berkata itu rantai khusus yang diinstruksikan Ki Chul. Rantai biasa tidak cukup untuk menahan Choi Young karena Choi Young memiliki naegong. Itulah sebabnya mereka menahan Choi Young dengan rantai baja, kata Ki Won bangga.

“Rantai baja. Bisakah aku percaya padamu?” tanya Gong Min. Dengan senang hari Ki Won memperlihatkan rantai itu pada Gong Min. Rantai itu dibuat tukang besi nomor satu di Beijing dan kekuatannya 12 kali lipat rantai biasa.

“Ini memang terlihat spesial,” Gong Min tersenyum, “Jika begitu, bisakah kita membuka pintunya sekarang?”

shot0307 shot0311

Ki Won yang lugu membuka pintu untuk Gong Min. Gong Min berjalan masuk dan mengunci pintunya dari dalam agar tidak ada yang bisa masuk. Penasihat Jo dan pejabat lainnya berteriak-teriak memanggil Gong Min. Duh berisik banget >,<

“Semua diaam!” teriak Gong Min. “Mulai sekarang aku akan menjalankan chingook.”

Tanpa mempedulikan Penasihat Jo yang bersikeras protes, Gong Min masuk ke bagian dalam sel untuk menemui Choi Young. Choi Young langsung berlutut memberi hormat.

“Misi yang kuberikan padamu belum bisa kauselesaikan?” tanya Gong Min. Choi Young membenarkan.

“Artinya, kau masih mengerjakan misi yang kuberikan padamu. Aku memberimu 2 tugas. Pertama, menemukan bukti.”

Choi Young berkata tugas itu telah diselesaikannya.

“Maka tugas kedua. Siapa yang harus kulawan dan mengapa?”

“Melalui bukti itu, Yang Mulia sudah tahu siapa yang harus Yang Mulia lawan. Tapi alasan mengapa Yang Mulia harus melawannya, hamba belum menemukannya.”

Penasihat Jo dan Ki Won berusaha keras untuk bisa mendengar pembicaraan mereka.

shot0320 shot0322

“Aku tahu mengapa aku harus melawan. Jadi apakah kau akan mengajariku untuk melawan?”

Choi Young tersenyum kecil. Ia adalah pengkhianat yang sedang ditahan.

“Apa kau berpikir untuk mati di sini? Inikah yang benar-benar kauinginkan? Apakah semuanya sudah berakhir?”

Gong Min berjongkok di hadapan Choi Young.

“Ajari aku melawan. Bagaimana aku harus melawan agar bisa menyelamatkanmu?”

Choi Young tetap diam. Gong Min memegang tangan Choi Young. Ia berkata alasan ia mengirim Eun Soo pada Ki Chul adalah karena itu satu-satunya cara yang terpikir olehnya agar Eun Soo tetap selamat. Jika Eun Soo berada di sisinya, maka akan lebih berbahaya. Ia tidak memiliki kekuatan dan tidak memiliki pilihan lain.

Choi Young bertanya apakah Eun Soo aman di kediaman Ki Chul. Gong Min mengaku mereka tidak tahu sama sekali. Tampaknya Choi Young telah mengambil keputusan.

shot0332 shot0333

Pejabat kroco Ki Chul berlari-lari ke rumah Ki Chul untuk mengabarkan berita terkini. Bahwa Raja menginterogasi langsung Choi Young. Tapi Eum Ja berkata tidak peduli sepenting apapun itu, siapapun tidak boleh mengganggu Ki Chul. Ini adalah perintah Ki Chul.

Ternyata Ki Chul sedang mendapat “pelajaran” dari Eun Soo. Pelajaran membuat minuman gaya dunianya. Ki Chul jelas tidak tertarik.

Eun Soo cuek, ia bahkan memanggil Hwasuin dengan sebutan unni. Lalu memanggil Ki Chul dengan sebutan “ahjusshi” walau segera diralatnya, dan menawarinya minuman.

Ki Chul berkata bukankah ia menginginkan hati Eun Soo dan bukannya minuman. Eun Soo berkata hati seseorang bukanlah tas desainer. Tidak bisa dibeli dengan uang, juga tidak bisa diambil dengan paksa. Ia melakukan tos dengan cangkir minuman Ki Chul lalu minum lagi. Hwasuin jadi meragukan Eun Soo. Sebenarnya Eun Soo itu seorang tabib atau alkoholik?

shot0342 shot0343

Ia memprotes Ki Chul yang tidak mau meminum minuman racikannya, bukankah Ki Chul menginginkan hatinya? Ki Chul meminumnya. Eun Soo bersiap mengisi gelasnya lagi tapi Ki Chul memegang tangannya.

Ia berkata ia tidak tahan orang yang mempermainkan dirinya, baik itu seorang raja maupun tabib langit sekalipun. Hal itu tidak akan pernah ia biarkan seumur hidupnya.

Tanpa gentar Eun Soo berkata ia juga sama, ia tidak main-main dalam memberikan hatinya pada seseorang. Jika Ki Chul ingin mengambil hatinya maka Ki Chul harus berusaha.

“Apakah meminum minuman termasuk dalam usaha itu?” tanya Ki Chul.

“Seseorang yang tidak pintar selalu membuat orang lain mengatakan hal yang sama dua kali. Aku jelaskan padamu sekali lagi untuk terakhir kalinya. Jika kau ingin mengambil hati seorang gadis sepertiku, kau harus minum dengannya sedikitnya sekali seminggu. Berbagi segelas alkohol akan melancarkan percakapan, apa Tuan tidak tahu itu?”

Ki Chul sebenarnya kesal tapi ia tidak membalas perkataan Eun Soo. Eun Soo melirik tangan Ki Chul yang memegang pergelangan tangannya. Ia berkata memegang tangan baru akan terjadi pada tahap selanjutnya.

Ki Chul melepas tangan Eun Soo dan tertawa. Eun Soo meminum minumannya lagi. Entah doyan entah untuk meredakan rasa gugup.

shot0364 shot0365

Para penjaga sel Choi Young terkejut melihat darah berceceran di dekat Choi Young. Choi Young menunduk tak bergerak. Para penjaga itu panik karena tidak boleh terjadi apa-apa pada Choi Young. Mereka segera membuka pintu.

Seorang dari mereka dengan takut-takut mendekati Choi Young untuk memeriksa keadaannya. Saat ia mengulurkan tangan, tiba-tiba Choi Young memukulnya. Choi Young menjatuhkan para penjaga itu dan mengambil kunci untuk membuka rantainya.

Lalu darah siapa yang berceceran di lantai? Darah seekor tikus yang malang. Choi Young melarikan diri dari tahanan.

Setelah minum-minum, tahap selanjutnya adalah kencan. Eun Soo protes melihat iring-iringan yang mengikutinya dan Ki Chul.

“Kencan itu untuk dua orang. Kau tidak bisa diikuti barisan begitu banyak orang,” omel Eun Soo. Dengan begitu banyaknya pasang mata yang melihat mereka, bagaimana mereka bisa maju ke tahap selanjutnya?

Eun Soo buru-buru meralatnya. Ia mengatakan itu bukan karena ia ingin maju ke tahap selanjutnya tapi memang begitulah aturannya. Ki Chul memberikan tanda agar Eum Ja dan para pengawalnya tidak mengikutinya. Aneh ya si Ki Chul ini, dia kan hebat kok masih harus dikawal? Biar berasa jadi raja?

Diam-diam, Choi Young mengamati mereka berdua dari balik pepohonan.

shot0377 shot0385

Ki Chul menanyakan keadaan “langit” pada Eun Soo. Eun Soo menceritakan di dunianya presiden yang memerintah. Mereka berjalan ke sebuah kolam cantik yang memiliki sebuah gazebo di tengahnya.

“Raja macam apa itu?” tanya Ki Chul.

“Presiden berbeda dari raja. Jika ayahnya seorang raja maka anaknya menjadi raja berikutnya. Tapi presiden dipilih oleh rakyat dengan suara terbanyak, sekali tiap beberapa tahun. Rakyat memilih orang yang paling mereka sukai.”

“Bagaimana mereka tahu siapa yang memiliki kemampuan menjadi raja?”

Eun Soo menjelaskan para calon presiden itu berkampanye dan menjanjikan berbagai macam hal jika mereka terpilih. Ki Chul tertawa terbahak-bahak. Ia membayangkan puluhan ribu dan ratusan ribu orang berteriak bahwa mereka bisa menjadi raja terbaik. Ehem..di jaman Eun Soo sih bukan puluhan ribu orang lagi tapi jutaan :p

shot0389 shot0393

Perhatian Eun Soo teralihkan pada tanaman bunga kuning di dekat kolam. Ia teringat pada bunga yang ia berikan pada Choi Young. Ki Chul bertanya apakah Eun Soo menyukai bunga itu. Eun Soo bergumam ia hanya mengenal bunga itu, tampa menyadari Choi Young sedang memperhatikannya.

Ki Chul memetik setangkai bunga kuning dan mencium wanginya. Hehe…bener-bener kontras sama penampilan Ki Chul yang sangar.

shot0398 shot0400

Pejabat kroco Ki Chul akhirnya bisa menemui Ki Chul da memberitahu kunjungan raja ke penjara. Eun Soo memanfaatkan kesempatan ini untuk melarikan diri diam-diam. Diam-diam tapi berisik hehe… Ki Chul hanya tersenyum geli melihat usaha Eun Soo. Eun Soo berlari ke dalam hutan.

Pejabat itu melaporkan ia tidak bisa menahan Gong Min. Semuanya terjadi begitu cepat seakan sudah direncanakan sebelumnya. Ki Chul bertanya apa yang dibicarakan Gong Min dengan Choi Young. Pejabat itu mengaku ia tidak bisa mendengar apapun.

“Mereka berdua….apa yang bisa mereka lakukan?” kata Ki Chul meremehkan. Pejabat itu menunjuk ke arah Eun Soo pergi, khawatir Eun Soo melarikan diri lebih jauh lagi. Ki Chul tidak khawatir, ia tertawa dan berkata jika begitu mereka harus menangkap Eun Soo.

shot0401 shot0413

Eun Soo terus berlari. Tiba-tiba ia terpeleset. Choi Young menangkapnya dari belakang agar Eun Soo tidak terjatuh. Eun Soo tidak bisa melihat Choi Young dan mengira Ki Chul yang menangkapnya. Eun Soo meronta-ronta meminta maaf pada Ki Chul. Ia bilang ia hanya ingin tahu sejauh mana ia bisa lari.

Choi Young melepaskan Eun Soo. Eun Soo berbalik dan tak melihat seorangpun. Eun Soo bingung. Akhirnya ia berjalan kembali ke tempat Ki Chul sambil terus menoleh ke belakang mencari orang yang telah menyelamatkannya.

Ki Chul tiba-tiba muncul dan bertanya apa yang Eun Soo cari. Eun Soo tidak menjawab. Ki Chul bertanya apa ada seseorang yang datang ke tempat itu. Eun Soo tidak menjawab tapi Ki Chul merasa curiga.

shot0422 shot0429

Mereka kembali ke kediaman Ki Chul. Ki Won melaporkan bahwa Choi Young telah melarikan diri. Ki Chul marah dan memerintahkan Yong Gak mengumpulkan semua pasukan mereka. Eun Soo merasa ada yang tak beres melihat sikap mereka.

Yong Gak bertanya para pasukan itu akan dikirim ke mana. Ki Chul menduga Choi Young akan menemui para woodalchi lebih dulu. Ia memerintahkan pasukannya dikirim ke barak woodalchi.

Ki Won membawa pasukan menerobos barak woodalchi dan memerintahkan penggeledahan.

shot0436 shot0439

Sementara itu Jang Bin (mengenakan penutup hidung) berjalan melewati para tentara kerajaan sambil membawa mangkuk yang mengeluarkan asap. Setiap tentara yang menghirup asap itu langsung jatuh terkapar. Pingsan.

Setelah seluruh pengawal kerajaan dirubuhkan oleh asap itu, Choi Young melenggang ke istana tanpa gangguan.

shot0441 shot0448

Ia langsung menemui Raja dan memberi hormat. Gong Min tertawa. Seorang pengkhianat jelas tak memiliki batasan mengenai tempat yang dikunjungi. Choi Young tersenyum, ia memiliki satu pertanyaan dan akan menjawab satu pertanyaan. Gong Min tersenyum dan mengangguk.

Ki Chul menyusul ke barak woodalchi tapi Ki Won melaporkan Choi Young tidak berada di sana. Ki Chul tersenyum getir, ia tahu Choi Young menemui Gong Min. Ia memutar balik kudanya menuju istana.

Menyambung percakapan mereka di penjara, Choi Young bertanya mengapa Gong Min harus melawan.

“Untuk menjadi seorang Raja.”

“Tapi Yang Mulia adalah seorang Raja.”

Gong Min berkata Choi Young mengatakan itu walau dalam hati tidak menganggapnya sebagai seorang Raja. Itu sama saja sia-sia.

“Yang Mulia meminta hamba mengajari Yang Mulia cara untuk melawan. Hamba akan menjawabnya. Seorang Raja bukanlah seseorang yang harus melawan. Seorang Raja adalah seseorang yang harus memiliki. Ada raja yang memiliki beberapa orang, atau ribuan orang, atau puluhan ribu orang. Pertama, miliki aku. Maka aku yang akan melawan bagi Yang Mulia.”

shot0456 shot0462 

Ki Chul memacu kudanya memasuki istana. Ia melihat para tentara kerajaan bergelimpangan di lantai. Ki Chul langsung menerobos ke ruang Raja.

Gong Min duduk di meja kerjanya. Seorang diri. Ki Chul tak memberi hormat maupun memberi salam. Ia melihat ke sana kemari mencari Choi Young.

Gong Min menegurnya apakah Ki Chul baru datang sekarang. Apakah benar tentara kerajaan di luar ditempatkan oleh Ki Chul? Ia baru saja mengadakan tes tapi bagaimana mereka bisa melindunginya jika seperti ini?

“Ganti mereka,” Gong Min memerintahkan. Hehe^^

“Aku akan mengurusnya, tapi apakah orang yang membuat tentara di luar seperti itu adalah Choi Young?”

“Choi Young? Maksudmu orang yang saat ini sedang di dalam penjara?” tanya Gong Min polos. Bukankah adik Ki Chul yang menjaganya? Apakah telah terjadi sesuatu?

shot0475 shot0481

Ki Chul menahan kemarahannya. Ia pergi ke penjara bawah tanah. Dan di situlah Choi Young. Duduk manis di dalam selnya.

Tapi Ki Chul tahu Choi Young dan Gong Min sudah mempermainkannya. Ki Chul berkata ia hendak menjadikan Choi Young orangnya karena ia sangat menghargai Choi Young.

Choi Young menyindir apakah cara yang digunakan Ki Chul selama ini, menjadikannya pengkhianat, menahan rekan-rekannya, memberi racun Pangeran Kyeong Chang, adalah cara untuk memilikinya.

Ki Chul berkata ia hanya tidak tahu Choi Young menyukai raja yang mana, karena itu ia menyuruh Choi Young untuk memilih.

“Oya, ada yang mau kutanyakan. Jadi pada akhirnya orang yang membuat Pangeran minum racun itu adalah kau?” tanya Ki Chul. Choi Young tak menjawab.

Ki Chul berdecak kesal. Jika Choi Young sabar menanti, besok ia sudah melepaskan Choi Young dari semua tuduhan dan bulan depan menaikkan pangkat Choi Young. Mengapa Choi Young berbuat ceroboh dengan menemui seorang wanita dan raja?

shot0487 shot0492

Ki Chul memberitahu kalau Eun Soo juga memintanya melepas Choi Young secepatnya. Sebaiknya Choi Young menghentikan permainan tarik ulur ini mulai sekarang. Ki Chul berbalik pergi.

“Tuan,” panggil Choi Young. Ia mendekati Ki Chul dari dalam selnya. “Orang biasanya mengatakan: aku akan meneruskan hidup. Tapi sebenarnya bukan seperti itu. Aku akan mati. Suatu hari nanti pasti akan mati. Karena itu aku memutuskan untuk mati dengan layak dan setenang mungkin. Tapi, Tuan terus memprovokasiku yang baik dan patuh ini. Untuk bangun dari tidurku. Untuk bangkit! Mencoba hidup.”

Choi Young menatap Ki Chul dengan penuh tekad.

shot0496shot0501

Gong Min menemui No Gook. Dol Chi ber jalan di belakangnya membawa kotak besar. No Gook menyambutnya. Keduanya nampak kikuk.

Gong Min berkata ia datang malam-malam untuk meminta bantuan No Gook. Mulai sekarang ia akan lebih berani karena ada orang yang ingin ia miliki. Untuk itu ia harus menunjukkan keberaniannya pada orang itu. Dan keberanian itu hanya terwujud jika No Gook membantunya.

“Apakah kau akan membantuku?”

No Gook tak menjawab.

“Walau kau mungkin membenciku dan berpikir aku ini orang malang dan tak masuk akal, tapi aku sekarang sedang berusaha membuat terobosan. Apakah kau akan membantuku?

Gong Min menoleh. Dayang Choi mengeluarkan isi kotak itu. Sehelai pakaian baru. No Gook menatap Gong Min.

shot0513 shot0515

Keesokan harinya, Ki Chul memasuki aula istana bersama Eun Soo. Para menteri menghormati Ki Chul dan berkasak kusuk saat melihat Eun Soo.

Gong Min memasuki aula. Ia menoleh sekilas pada Ki Chul dan Eun Soo. Gong Min mempersilakan semua menteri untuk duduk. Ia akan mengumumkan beberapa hal jadi sebaiknya semua mendengar dengan baik.

shot0519 shot0526

“Pertama!”

Para kasim melepas jubah Gong Min (yang berwarna kuning keemasan, mengikuti kerajaan Yuan) dan melemparnya ke lanti, lalu menggantinya dengan jubah kerajaan Goryeo. No Gook memasuki aula, dengan pakaian Ratu kerajaan Goryeo (yang diberikan Gong Min semalam).

Penasihat Jo dengan bangga mengumumkan Raja dan Ratu telah melepas jubah Yuan dan mengenakan pakaian Goryeo. Raja mengenakan jubah dengan hiasan naga emas dan topi yang disebut Ikseongwan.

shot0548 shot0541

Ki Chul memberi isyarat pada menteri kroconya. Menteri itu bangkit berdiri. “Yang Mulia!! Ja Woon di sini memberanikan diri untuk bicara.”

“Aku belum selesai berbicara!” bentak Gong Min.

Menteri Ja Woon mau tak mau duduk kembali. Gong Min meneruskan kata-katanya.

“Kedua, selama 10 tahun terakhir aku telah memerintahkan untuk menyelidiki kehidupan di Goryeo diam-diam dan bersikap seakan tidak tahu. Jadi aku akan memberikan hadiah yang pantas untuk orang-orang yang menjalankan tugas itu. Biarkan mereka masuk!”

Maka berjalankan Choi Young dan para woodalchi dengan gagah. Mereka berlutut memberi hormat.

Eun Soo menoleh. Choi Young menatapnya.

shot0562 shot0564

shot0565 shot0568

 

Komentar:

Yeaaayyy…akhirnya kepercayaan Gong Min pada Choi Young telah kembali, walau agak kesel juga Gong Min meragukan Choi Young. Mengenai kepercayaan, tampaknya Pangeran Kyeong Chang lebih percaya pada Choi Young. Tapi mau bagaimana lagi, mereka belum lama berteman^^

Raja telah menantang Ki Chul dengan melepaskan jubah Yuan-nya. Hmm….sepertinya pertempuran akan semakin memanas…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)