Rabu, 13 Juni 2012

Sinopsis Big Episode 2 (Bagian 2)

k2h-01213

[Sinopsis Bagian 1]

Da-ran mengangguk, siap mendengar pengakuan ’Yoon-jae’. ’Yoon-jae’ menatapnya.

“Puing…puing…”

Harapan Da-ran kandas seketika. Ia terpana.

“Maafkan aku, puing-puing…kami belum tertukar kembali. Aku masih Kang Kyung-joon! Astaga…kau terlihat sangat kecewa.”

k2h-00720 k2h-00722

Da-ran menunduk dan mulai menangis. Kyung-joon masih mencoba bercanda tapi Da-ran semakin tak bisa menahan tangisnya. Kyung-joon merasa tak enak hati.

“Kau…apa kau pikir ini semua hanya gurauan anak kecil? Apakah semua ini menyenangkan?” tanya Da-ran marah.

“Mengapa kau menangis karena gurauan anak kecil?” tanya Kyung-joon pelan.

“Aku yang salah, membiarkan diriku dipermainkan orang sepertimu,” Da-ran pergi meninggalkan Kyung-joon.

k2h-00731 k2h-00732

Kyung-joon bingung mengapa Da-ran marah, bukan salahnya jika mereka tak bertukar balik. Ia hendak mengambil dompetnya tapi Paman dan Bibinya tiba-tiba masuk. Kyung-joon pura-pura bertindak sebagai dokter yang memeriksa ‘Kyung-joon’.

Paman Kyung-joon bertanya mengapa ‘Kyung-joon’ masih tak sadarkan diri padahal tak ada yang salah pada tubuhnya. Hmm….mencurigakan. Apakah ia tidak bisa bangun karena tidak ada roh yang mendiami tubuhnya, sama seperti Ji-hyun dalam 49 Days? Apakah itu berarti roh Yoon-jae masih berada dalam tubuh Yoon-jae?

Bibinya bertanya pada ‘Yoon-jae’ apakah ‘Kyung-joon’ akan terus tak sadarkan diri seperti ini. Pamannya yakin ‘Kyung-joon’ akan sadar, tapi Bibinya berkata ia pernah mendengar ada orang bertahun-tahun dalam keadaan koma.

k2h-00755 k2h-00761

“Bagaimana jika itu terjadi? Apakah kita harus mengurusnya selama itu?” tanya Bibi pada suaminya, jelas terlihat tak suka.

“Dokter, itu tidak akan terjadi, bukan?” tanya Paman pada Kyung-joon.

“Bagaimana jika itu terjadi, apa yang akan kalian lakukan?” tanya Kyung-joon.

“Dokter, hubungan kami tidak seerat itu hingga kami harus mengurusnya. Dia hanya seorang anak dari keluarga yang kami urus karena kewajiban. Apa yang akan kami lakukan padanya bukan urusan rumah sakit,” ujar Bibinya.

Poor Kyung-joon. Kenyataan memang menyakitkan. Ia berdiri di sana mendengar Paman dan Bibinya berdiskusi mengenai apa yang akan mereka lakukan pada Kyung-joon. Tampaknya Paman masih berbaik hati. Bibi ingin mengirim Kyung-joon kembali ke Amerika tapi Paman berkata Kyung-joon tak memiliki siapapun di sana makanya ia kembali ke Korea.

Perawat menanyakan pada Paman dan Bibi apa yang akan mereka lakukan dengan barang-barang Kyung-joon. Bibi dengan kejam membuang semua barang-barang Kyung-joon, termasuk ponselnya. Ia membuka dompet Kyung-joon dan mengambil semua uang berikut kartu-kartunya, lalu membuang dompetnya. Kyung-joon menyaksikan semua itu dengan hati terluka.

k2h-00770 k2h-00782

Ia berjalan ke luar kamar dan melihat Da-ran berdiri di dekat pintu. Sepertinya Da-ran sudah mendengar semuanya. Tapi Kyung-joon sedang sangat emosi. Ia menendang tempat sampah dan melemparkan jas dokter Yoon-jae ke lantai hingga seorang pasiennya ketakutan.

Da-ran mengejar Kyung-joon keluar rumah sakit. Kyung-joon meminta Da-ran membiarkannya sendiri.

“Kyung-joon-ah…”

“Kenapa? Apa kau khawatir Yoon-jae mu yang berharga ini terlihat buruk di mata orang lain? Apa kau akan menangis lagi? Jika begitu, pergilah sebelum aku membuat semuanya bertambah buruk,” kata Kyung-joon. Ia beranjak pergi tapi Da-ran menahannya.

“Bagaimana aku bisa meninggalkanmu setelah kau mendengar kata-kata yang membuatmu terluka?”

k2h-00785 k2h-00802

“Tidak perlu berpura-pura khawatir. Bukankah Teacher Gil sama dengan pamanku? Kau khawatir aku akan terus mendiami tubuh Yoon-jae-sshi mu yang berharga ini kan? Bukankah itu sama saja dengan pamanku (sama-sama tidak menginginkan Kyung-joon)? Kau jelas-jelas tidak menyukaiku dan menganggap aku beban. Mengapa pura-pura mengkhawatirkanku?” seru Kyung-joon kesal. Da-ran jadi tidak enak hati.

“Kyung-joon-ah…” Da-ran memegangi Kyung-joon.

“Sudah kubilang jika kau terus seperti ini segalanya akan bertambah buruk,” Kyung-joon menepis tangan Da-ran hingga Da-ran terdorong.

“Kakak!!!” seru Choong-sik kaget. Ia ternyata mengkhawatirkan kakaknya dan pergi ke rumah sakit. Ia bergegas menghampiri mereka.

k2h-00816 k2h-00819

“Mae-hyung (kakak ipar laki-laki), kau baru saja mendorong kakakku kan? Mengapa kau bersuara keras pada kakakku?” tanyanya marah. Da-ran berusaha menenangkan adiknya dengan mengatakan kalau ini bukan urusannya. Ia menyuruh adiknya pulang.

Tapi Choong-sik tidak terima. Ia merasa aneh dengan sikap ‘Yoon-jae’ tadi pagi di sekolah, karena itu ia datang untuk mencari tahu dan tampaknya ia datang pada waktu yang tepat.

“Mae-hyung, aku tak pernah melihatmu seperti ini. Mengapa kau jadi aneh?”

Kyung-joon sedang tak ingin berurusan dengan Choong-sik, apalagi ia tidak tahu bagaimana harus menjawabnya. Karena itu ia berjalan pergi tanpa mengatakan apapun. Choong-sik menahannya.

“Mae-hyung!”

“Aku bukan mae-hyungmu!” bentak Kyung-joon kesal. Choong-sik bengong. Dia menoleh pada kakaknya.

“Bukankah aku seharusnya memanggil mae-hyung (kakak ipar laki-laki) pada suami kakak?” tanyanya bingung (beneran bingung :D), “Tak mungkin cheo-je (ipar perempuan), kan?”

“Stupid,” ujar Kyung-joon.

“Stupid???!!!” seru Kyung-joon kaget campur kesal, “Cheo-je, apa kau sedang menghinaku?”

k2h-00822 k2h-00836

Kyung-joon speechless dipanggil cheo-je. Da-ran berusaha menyuruh adiknya berhenti. Kyung-joon geleng-geleng dengan “kebodohan” Choong-sik dan berjalan pergi.

“Cheo-je!! Cheo-je!!” panggil Choong-sik dengan wajah polos. Kyung-joon bener-bener ngga tahan, ia terus berjalan sambil mengumpat, “Stupid! Stupid!”

Choong-sik ini lucu banget :D

k2h-00842 k2h-00845

Da-ran meminta adiknya tidak ikut campur dan menyuruhnya pulang. Tapi Choong-sik tidak mau melihat kakaknya diperlakukan seperti itu. Da-ran berkata segalanya akan bertambah rumit jika Choong-sik ikut campur. Ia mengejar Kyung-joon tapi Kyung-joon tidak terlihat lagi.

Untuk melampiaskan kekesalannya, Kyung-joon minum coke (menentang permintaan Da-ran). Setelah membuang kalengnya, ia teringat pada barang-barangnya yang tadi dibuang oleh Bibinya. Kyung-joon kembali ke rumah sakit tapi tempat sampahnya telah kosong.

Kyung-joon menatap tubuhnya yang terbaring. “Karena warisan ibuku, mereka belum akan membuangmu. Jadi jangan khawatir,” ujarnya. Setengah pada Yoon-jae yang terbaring di dalam tubuhnya, setengah pada dirinya sendiri.

k2h-00862 k2h-00863

Kyung-joon pulang ke rumahnya dan menemukan tas kertas tergantung di pintu. Isinya adalah barang-barangnya yang tadi dibuang Bibinya (seragam, dompet, dan HP). Hal pertama yang dicari Kyung-joon adalah gambar malaikat yang terselip di dompetnya. Ia lega ketika menemukannya. Ia juga menemukan sekotak mandoo. Kyung-joon membaca tulisan pada kotak mandoo itu: “Restoran Mandoo Gil”.

“Gil? Gil Da-ran?” tanyanya. Mandoo itu adalah mandoo yang dibawa ayah Da-ran ke rumah sakit untuk Yoon-jae dan dititipkan di bagian informasi. Da-ran pasti yang memasukkannya.

k2h-00874 k2h-00879

Da-ran diinterogasi oleh ayah dan adiknya di rumah. Mereka bertanya apakah pernikahan Da-ran dibatalkan. Mengapa ‘Yoon-jae’ berkata ia bukan mae-hyung, kata Choong-sik. Ayah Da-ran bertanya mengapa Yoon-jae tak mengangkat teleponnya. Da-ran beralasan Yoon-jae sedang banyak hal yang harus dikerjakan.

“Dia menghinaku dengan menyebut stupid,” kata Choong-sik.

“Ia juga mengabaikan ayah,” Ayah Da-ran mengadu.

“Yoon-jae-sshi tidak seperti itu,” Da-ran membela tunangannya.

“Kalau begitu siapa orang yang kami lihat tadi?” tanya Choong-sik dan ayah Da-ran.

“Itu…Yoon-jae-sshi…” jawab Da-ran pasrah. Ayah Da-ran dan Choong-sik mengeluh segalanya telah berakhir.

k2h-00887 k2h-00899

Kyung-joon pergi ke restoran mandoo ayah Da-ran. Saat ia melongok-longok di luar pintu, seseorang menepuknya dari belakang.

“Aigooo…menantu Seo kami datang!” seru Ibu Da-ran senang, “Apa kau sudah memakan mandoo-nya?”

Kyung-joon kebingungan.

k2h-00901 k2h-00903

“Menurutmu apa isinya?” tanya ibu Da-ran bersemangat.

“Eh?”

“Coba tebak!”

“Daging?”

Ibu Da-ran menggeleng.

“Udang?”

“Bukan. Bentuknya seperti ini. Jika kau menangkapnya, ia akan terlepas kembali. Sulit untuk menangkapnya,” Ibu Da-ran memeragakan dengan tangannya.

“Seperti ini?” tanya Kyung-joon.

“Iya panjang seperti nama puteri kami, Gilllllll Da-ran…” Ibu Da-ran memberi isyarat dengan bibirnya.

“Giiiiiiillldaran (panjang sekali)? Belut?”

“Benar!! Bagaimana kau bisa tahu?” tanya ibu Da-ran senang. Ia menarik Kyung-joon masuk ke dalam. Thiiiis gonna be fun ^0^

k2h-00908 k2h-00928

Mereka berdua masuk ke dalam rumah di mana ayah Da-ran, Choong-sik, dan Da-ran sedang murung.

“Sayang! Lihat siapa yang datang? Menantu Seo! Dia bisa menebak isi mandoonya!” seru ibu Da-ran gembira. Ketiganya terkejut, terutama Da-ran. Namun tak ada yang nampak gembira melihat ‘Yoon-jae’.

Kyung-joon mengenali mereka. “O-ow…”

“O-o-omma…” gumam Da-ran.

Dengan keahlian analisisnya (musik Mission Impossible), Kyung-joon menyadari ahjumma di sebelahnya adalah Ibu Da-ran: ibu mertua Yoon-jae. Ahjusshi di depan Da-ran adalah ayah mertua. Dan Choong-sik adalah adik Da-ran: adik ipar.

k2h-00939 k2h-00943

“Apa kabar, Ayah mertua,” sapa Kyung-joon sambil membungkuk.

“Kau datang, menantu Seo,” ayah Da-ran menatap Kyung-joon dengan tajam.

“Halo, Adik ipar,” kata Kyung-joon pada Choong-sik. Choong-sik masih nampak kesal. Kyung-joon lalu menyapa ibu Da-ran. Satu-satunya orang yang nampak senang.

“Yoon-jae-sshi…kau datang??” Da-ran terpaksa ikut bersandiwara. Semua memperhatikan Kyung-joon hingga Kyung-joon merasa kikuk.

“Surprise!!!” serunya sambil mengangkat kedua tangan. “Yoohoo!!” LOL^^

k2h-00966 k2h-00970

Da-ran menarik Kyung-joon keluar. Ia bertanya mengapa Kyung-joon datang ke rumahnya. Kyung-joon berkata ia hanya hendak mencari Da-ran tapi ibu Da-ran muncul dan bertanya ini itu.

Dia memuji dirinya sendiri yang telah berpikir cepat. Seandainya tadi ia bertanya, “Ahjumma, siapa kau?” Bukankah semua akan kacau? Ia telah melakukan tugasnya dengan menyapa keluarga Da-ran, sekarang terserah Da-ran bagaimana cara membereskannya. Kyung-joon berjalan pergi.

Da-ran cepat-cepat menahannya. Kyung-joon harus membereskan masalah yang telah dibuatnya. ”What?!!”

k2h-00994 k2h-00996

Keluarga Da-ran mempersiapkan makan malam. Kedatangan ‘Yoon-jae’ membuat mereka yakin kalau pernikahan tidak batal. Ayah Da-ran berkata mungkin saja sikap ‘Yoon-jae’ aneh karena baru mengalami kecelakaan, hampir saja mereka salah paham. Ibu Da-ran menyarankan agar suaminya dan ‘Yoon-jae’ makan mandoo pedas dan minum bersama untuk menjernihkan kesalahpahaman. Ia menyuruh Choong-sik membeli bir. Beli soju juga, ujar ayah Da-ran.

Choong-sik keluar dan menemukan Da-ran dan ‘Yoon-jae’ sedang bertengkar. Kyung-joon tak mau ikut campur sedangkan Da-ran ingin Kyung-joon membantunya, jika tidak mereka akan ketahuan. Mereka sebisa mungkin harus menyembunyikan kebenarannya.

k2h-00998  k2h-01009

“Menyembunyikan apa?” tanya Choong-sik.

“O-ow..”

Choong-sik mendekati mereka berdua dan bertanya apa yang sebenarnya mereka sembunyikan. Da-ran menjawab dengan jawaban paling aman : “Anak kecil tidak perlu tahu.”

Lalu Da-ran menarik Kyung-joon masuk ke dalam.”Anak kecil tak perlu tahu,” ujar Kyung-joon pada Choong-sik berulang-ulang, senang karena ia “bukan” anak kecil lagi. So childish ^^

k2h-01025 k2h-01026

Da-ran membantu ibunya di dapur, sementara Kyung-joon melihat-lihat rumah Da-ran. Ayah Da-ran berusaha bersikap ramah pada menantunya walau menantunya ini bersikap aneh dan tak sopan.

“Kudengar kau mengalami kecelakaan baru-baru ini, bagaimana keadaanmu?” Ayah Da-ran membuka percakapan.

“Sangat sehat. I’m good,” Kyung-joon menepuk dadanya. Ayah Da-ran mengangguk walau sedetik kemudian melihat ‘Yoon-jae’ menggaruk-garuk tubuhnya.

“Aku merasa gatal. Tubuh ini terkena alergi,” ujar Kyung-joon menjelaskan.

k2h-01037 k2h-01061

Kyung-joon melihat banyak batu-batuan dipajang di rumah Da-ran.  “Aku mengoleksi semua batu ini,” kata ayah Da-ran bangga.

Kyung-joon mendekati rak untuk melihat batu-batu tersebut. Ayah Da-ran senang calon menantunya tertarik dengan koleksinya. Kyung-joon dengan seenaknya menepak-nepak batu tersebut. Ayah Da-ran buru-buru memperlihatkan batu yang mewakili keluarganya sebelum Kyung-joon merusak sesuatu.

“Batu yang hitam dan besar ini adalah aku. Batu yang putih dan cantik adalah Ibu Da-ran. Yang bulat adalah Da-ran, dan yang paling imut adalah Choong-sik,” kata Ayah Da-ran bersemangat.

Tawanya berhenti di tengah jalan saat melihat ‘Yoon-jae’ menguap, tanda bosan. Kyung-joon buru-buru berjongkok di sebelah ayah Da-ran dan berkata semua batu itu menarik.

k2h-01086 k2h-01089

“Batu ayah, batu ibu, batu anak-anak! Yeaahh!” ujar Kyung-joon. Ayah Da-ran mengusulkan agar ‘Yoon-jae’ mencari batunya karena ia akan menjadi bagian keluarga Gil.

“No thanks, untuk apa mencari batu?” Kyung-joon tertawa, lalu cepat-cepat mengoreksi, “Ayo kita cari batu menantu. Di sini tempatnya kan?” Tanya Kyung-joon sambil menunjuk tempat kosong di antara batu Da-ran dan ibu Da-ran.

“Apa kriteria dalam mencari batu yang tepat?” tanya Kyung-joon.

“Kriteria?”

Kyung-joon berkata hal itu sangat relatif. “Jika kriterianya berdasarkan ukuran, maka yang tertinggi adalah Choong-sik, Ahjumma, Gil Da-ran, Ahjusshi (yang terkecil). Jika kriterianya berdasarkan kecantikan, maka yang tercantik….Ahjumma, Choong-sik, Gil Da-ran, dan ahjusshi (lagi-lagi terkecil). Benar-benar relatif, Ayah mertua.”

“Benar, aku yang terpendek dan terjelek di rumah ini, sementara kau yang tertinggi dan tertampan, bukan?” tanya ayah Da-ran dengan nada penuh sindiran.

k2h-01122 k2h-01134

“Oh no, no, no, no…Aku hanya penasaran sebenarnya aku ini batu seperti apa,” kata Kyung-joon.

Ayah Da-ran berkata kriterianya adalah keseimbangan, asalkan seimbang dengan yang lain maka itulah batu ‘Yoon-jae’. Terserah ‘Yoon-jae’ mau mencari batu itu atau tidak. Ayah Da-ran buru-buru ke dapur sebelum diberi pertanyaan aneh lagi.

Kyung-joon bergumam kalau orang dewasa selalu mengalihkan pembicaraan jika tak mau membicarakan suatu hal. Akhirnya ia berpikir itu adalah batu ’Yoon-jae’, jadi bukan urusannya.

Mereka makan malam bersama. Kyung-joon tak terbiasa dengan rasa pedas hingga ia terus minum. Da-ran berbisik agar ‘Yoon-jae’ makan dengan etiket yang benar. Kyung-joon mengeluh rasanya terlalu pedas, bagaimana ia bisa makan dengan etiket yang benar.

Ayah Da-ran menawari bir pada ‘Yoon-jae’ yang langsung disambut dengan senang hati. Da-ran hendak merebut gelas Kyung-joon.

“Satu gelas tidak akan membunuhku,” gumam Kyung-joon pada Da-ran.

“Ayah, nanti Yoon-jae-sshi harus mengemudikan mobil,” kata Da-ran pada ayahnya.

“Setelah kecelakaan mobil, tidak ada mobil lagi,” sahut Kyung-joon senang.

k2h-01160 k2h-01167

Da-ran berkata ‘Yoon-jae’ baru mengalami kecelakaan jadi tidak boleh minum alkohol. Kyung-joon buru-buru berkata satu gelas saja akan membantunya tidur nyenyak. Choong-sik memanfaatkan kesempatan dengan meminta segelas pada ayahnya.

“Kau masih anak-anak, tidak boleh!” tegur Da-ran.

“Anak-anak, tidak boleh!” sahut Kyung-joon, dasaaaaar… Choong-sik merengut kesal.

Da-ran berkata sebagai seorang guru ia tidak boleh membiarkan muridnya minum. Iamengatakan itu sambil menatap Kyung-joon dengan tajam. Kyung-joon meleletkan lidahnya lalu mengulurkan gelas pada ayah Da-ran.

Kyung-joon siap menenggak minumannya tapi Da-ran merebutnya dan menenggak habis isinya. Semua terpana. Kyung-joon merebut gelas kosong itu dan menjilati gelasnya. Da-ran tersenyum menang sementara Kyung-joon memelototinya. Cute^^

k2h-01194 k2h-01203

Da-ran mengantar Kyung-joon pulang karena tadi Kyung-joon minum alkohol. Kyung-joon mengeluh ini bukan pertama kalinya ia minum dan lagi hanya sedikit. Da-ran bersikeras kalau ia bertanggungjawab karena Kyung-joon adalah muridnya.

“Juga, aku minta maaf karena kau harus berpura-pura menjadi tunanganku. Dan terima kasih.”

“Tidak ada yang perlu dimaafkan. Aku menemukan dompetku. Jika kau benar-benar merasa bersalah, tolong isi dompetku ini. Wajah tua ini harus punya uang untuk naik bus, dan lagi kita harus melakukan sesuatu mengenai pakaian. Sepatuku hampir sobek dan celanaku selalu tersangkut di bokong.”

Da-ran punya ide, daripada membeli pakaian baru, lebih baik memakai pakaian Yoon-jae.

k2h-01226 k2h-01242

Ibu dan ayah Da-ran membicarakan keanehan ‘Yoon-jae’. Ia tidak sopan dan tidak beretika, tidak seperti biasanya.

“Kau juga merasa begitu?” tanya Ayah Da-ran.

“Betul, itulah sebabnya aku bahagia, “ ujar Ibu Da-ran tertawa. “Dia akhirnya menganggap kita sebagai keluarga. Aku senang dia benar-benar telah menjadi menantu kita.”

Ayah Da-ran tidak terlalu setuju, tapi jika Yoon-jae memang sudah merasa nyaman dengan keluarga Da-ran, maka itu adalah hal yang baik.

k2h-01250 k2h-01255

Apartemen Yoon-jae menggunakan kunci sidik jari, itulah sebabnya Da-ran tidak bisa membukanya sebelumnya. Dan sekarang Kyung-joon bisa keluar masuk apartemen tiu.

Da-ran menyuruh Kyung-joon memilih pakaian Yoon-jae yang bisa ia kenakan. Kyung-joon melihat semuanya kemeja dan jas. Akhirnya ia menemukan kaus lengan panjang dan memilihnya.

Saat ia berganti pakaian, Da-ran masuk membawakan perlengkapan bercukur. Ia terkejut dan berteriak melihat Kyung-joon tidak berpakaian.

“Mengagetkanku saja, “ gerutu Kyung-joon.

Da-ran mengomel bagaimana bisa Kyung-joon berganti di sembarang tempat.

“Bukankah kau sudah melihatnya tiap hari? Mengapa harus terkejut?” kata Kyung-joon.

Da-ran menoleh untuk melihat namun cepat-cepat berbalik saat Kyung-joon memergokinya. Kyung-joon berkata Da-ran tidak perlu mengintip, bukankah ia telah tiap hari melihatnya.

k2h-01279 k2h-01284

Da-ran berkata ia tidak pernah melihat. Kyung-joon mengingatkan kalau Da-ran memeluknya yang tengah tidak mengenakan pakaian saat di rumah sakit dan menangis. Da-ran berkata itu karena situasi pada saat itu. Ia belum pernah melihat sebelumnya.

“Astaga,…jadi Teacher Gil dan ahjusshi ini belum pernah “sedekat” itu?” tanya Kyung-joon kaget, seakan itu hal yang aneh (padahal itu hal yang seharusnya :p). “Pernikahan kalian tinggal sebulan lagi, bagaimana bisa kalian belum…”

“Apakah anak kecil pantas membicarakan hal itu? Ayo cepat ambil barang yang kauperlukan,” kata Da-ran menutupi rasa malunya.

“Teacher Gil, apa aku perlu memperlihatkannya padamu?” tanya Kyung-joon. Ia menyingkapkan kausnya dan memperlihatkan tubuh Yoon-jae yang berotot. Da-ran memalingkan wajahnya.

Kyung-joon berkata tubuh sebagus itu tidak bisa diperoleh hanya dalam waktu satu-dua bulan. Ia bertanya-tanya mengapa Yoon-jae tak pernah memperlihatkannya pada Da-ran.

“Kukira ia berolahraga untuk membuat Teacher Gil senang.”

“Yoon-jae-sshi pekerja keras dan senang berolahraga,” Da-ran mengakui.

k2h-01311 k2h-01317

“Itu benar, kau harus berolahraga dengan rajin 2 jam sehari untuk bisa mendapatkan tubuh seperti ini.”

“Benarkah ia harus berolahraga 2 jam tiap harinya untuk jadi seperti itu?” tanya Da-ran.

“Tidak diragukan lagi, jika ia memiliki waktu sebanyak itu, mengapa ia tidak pergi menemui Teacher Gil? Dia bilang ia sibuk tapi menggunakan waktunya untuk berolahraga. Mungkin bagi ahjusshi ini, memiliki otot lebih penting daripada Teacher Gil,” celoteh Kyung-joon, tanpa menyadari perubahan ekspresi wajah Da-ran.

Da-ran menunduk sedih dan kecewa. “Walau ia berkata ia sibuk tiap hari tapi ia sepertinya memiliki waktu untuk berolahraga. Jadi apakah selama ini ia hanya mencari alasan? Apakah ia sebenarnya tak ingin menemuiku?”

k2h-01323 k2h-01334

Melihat Da-ran sedih, Kyung-joon berusaha menghibur. “Bagaimana bisa ia tak mau bertemu denganmu? Bukankah ia sedang dalam perjalanan menemui Teacher Gil hari itu? Bukankah ia akan mengatakan sesuatu padamu jika ia bertemu denganmu?”

Da-ran masih sedih. Ia sekarang ragu apakah Yoon-jae akan mengatakan mencintainya jika mereka jadi bertemu hari itu. Bagaimana jika tidak?

Kyung-joon mendekati Da-ran dan menatapnya. “Gil Da-ran-sshi…aku mencintaimu.”

Da-ran langsung tersenyum manis mendengar pengakuan itu keluar dari bibir tunangannya. Kyung-joon terpana.

k2h-01350 k2h-01356

“I-itulah yang akan ia katakan,” katanya.

“Benarkah? Akankah seperti itu?” tanya Da-ran, kembali tersenyum. Ia menyebut dirinya bersikap seperti orang bodoh, begitu berbunga-bunga walau ia tahu Kyung-joon yang tadi mengatakannya.

k2h-01359 k2h-01365

Dengan ceria, Da-ran memilihkan pakaian untuk Kyung-joon. Semuanya bagus untuk ‘Yoon-jae-sshi’. Saat Da-ran mencari tas untuk baju-baju itu, Kyung-joon menjatuhkan semuanya. Ia mengomel apakah Seo Yoon-jae sehebat itu? Hehe…mulai cemburu??

Kyung-joon mengambil sebuah mantel. Sesuatu terjatuh. Sepertinya sebuah kunci. Kyung-joon bertanya pada Da-ran apakah itu kunci apartemen Yoon-jae. Da-ran menggelengkan kepala, mungkinkah itu kunci rumah baru mereka?

k2h-01377 k2h-01385

Tiba-tiba telepon berbunyi. Da-ran dan Kyung-joon terkejut. Da-ran menyuruh Kyung-joon mengangkat telepon dengan normal. Da-ran mengangkat telepon dan menempelkannya di telinga Kyung-joon.

Se-young yang menelepon. Da-ran berkata itu adalah mantan kekasih Yoon-jae. Se-young berkata ia khawatir pada ‘Yoon-jae’ karena tidak bisa dihubungi melalui telepon. Ia baru dengar kalau Yoon-jae mengalami kecelakaan. Ia sedang dalam perjalanan ke rumah Yoon-jae untuk mengantarkan barang-barangnya.

k2h-01395 k2h-01400

Da-ran menganggap hal itu bagus, ia belum sempat mengambil barang-barang Yoon-jae dari rumah sakit. Kyung-joon bertanya apa yang harus ia lakukan sebagai Yoon-jae, apakah ia harus bekerja besok. Da-ran mengusulkan agar Kyung-joon beralasan ia baru mendapat kecelakaan dan meminta waktu istirahat beberapa hari di rumah.

“Bagaimana dengan pernikahan? Apakah aku harus melakukannya juga?” tanya Kyung-joon kaget. Da-ran kembali sedih. Ia berusaha meyakinkan dirinya kalau Yoon-jae sudah kembali pada saat itu.

“Aku juga tidak mau melakukannya,” kata Kyung-joon.

Da-ran mengajak Kyung-joon membersihkan rumah Yoon-jae. Kyung-joon tak mau. Ia sudah membersihkan tubuh Yoon-jae, masa ia harus membersihkan rumahnya juga.

Kyung-joon turun ke bawah untuk menunggu Se-young. Da-ran mengingatkannya agar memperlakukan Se-young dengan baik.

Da-ran masuk ke kamar Yoon-jae untuk mencari penghisap debu, tapi ia malah menemukan koper Yoon-jae yang telah terisi berikut paspornya. Da-ran bertanya-tanya ke mana Yoon-jae hendak pergi tanpa mengatakan apapun padanya.

k2h-01421k2h-01430

Se-young telah tiba di tempat parkir, ia memiliki kunci yang sama dengan kunci yang saat ini diamati oleh Kyung-joon. Kyung-joon tiba di tempat parkir. Se-young memanggilnya. Kyung-joon melambaikan tangan dan menyapa dengan ramah.

Se-young malah berlari dan memeluk Kyung-joon. Kyung-joon terkejut. Se-young berkata ia sangat khawatir begitu tahu Yoon-jae mengalami kecelakaan. Jika terjadi hal seperyi itu seharusnya ia orang yang pertama kali tahu. Se-young memalingkan wajahnya hendak mencium ‘Yoon-jae’.

 k2h-01455 k2h-01457

Kyung-joon buru-buru menjauh dan mendorong Se-young. “Yoon-jae, aku mencintaimu,” kata Se-young.

Kyung-joon terkejut.

“Yoon-jae-sshi…” panggil Da-ran. Ia menatap Kyung-joon dan Se-young bergantian.

Kyung-joon melihat keduanya dan bergumam, “Seo Yoon-jae, kau brengsek.”

k2h-01466 k2h-01468

 

Komentar:

Akhirnya Da-ran menerima kenyataan kalau tubuh tunangannya benar-benar ditempati Kyung-joon. Walau ia sedih tapi kebaikan dan kepolosan hatinya membuatnya bisa menerima Kyung-joon, apalagi setelah ia mengetahui kalau Kyung-joon sebatang kara dan tak ada yang memperhatikan.

Meski sikap Kyung-joon yang diperankan Gong Yoo dan Shin berbeda feelnya, aku tak keberatan. Sepertinya Shin selama ini bersikap dewasa untuk menutupi luka hatinya. Saat ia menempati tubuh Yoon-jae, sesuatu yang tak bisa dianalisis oleh akal maupun sikap sedewasa apapun juga, mau tak mau naluri 18 tahunnya keluar. Itu menurutku lho ya^^ Bagaimana bisa seorang pemuda berusia 18 tahun, mendadak menempati tubuh pria 30 tahun, lalu bersikap dewasa? Untuk mengetahui bagaimana sebenarnya cara pikir dan tingkah pemuda 18 tahun, bandingannya adalah Choong-sik. Menurut drama ini, pemuda usia 18 tahun seharusnya seperti Choong-sik...polos dan ingin dianggap dewasa.

Melalui Kyung-joon, Da-ran juga menemukan hal-hal baru mengenai tunangannya. Sampai saat ini rasa percayanya pada tunangannya tak tergoyahkan, akankah ia goyah pada akhirnya?

7 komentar:

  1. sy ketawa ketiwi sendiri d tmpt umum, baca sinopsis nya mba fanny ini ^^
    hihii

    salam kenal mba^^
    sy ikutn trs sinops nya mba dr TMTETS..

    dtunggu sinopsis episode selanjutnya..
    semangat eonni ^o^

    BalasHapus
  2. perkenalan tp g sebutn nama, :p
    perkenalkan, sy tita ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo tita^^ salam kenal ya :)

      Hapus
  3. ini sinopsis seru ^^ haha
    salam kenal ya mba, aku nunggu sinopsis episode selanjutnya,, HWAITING ya mba nulisnya,,, #bawa spanduk haha

    BalasHapus
  4. mbak fanny,, annyeong,,,
    akhirnya aku nonton drama ini juga,,, tapi baru sampe episode 2,, Huah,,, suka banget sama Kyung Joon, pas dia ada di tubuhnya Yun Jae, dia lucu banget,, suka,, >.<,,, Gong Yoo keren pas jadi Kyung Joon, kalo lagi jadi dia Yun Jae,, ngebosenin banget yah? dgr2 diepisode 8 Daran dan Kyung Joon akhirnya nikah juga ya? makasih sinopsisnya jadi lebih ngerti deh,,,

    BalasHapus
  5. ramee ^^ next ah baca sesudahnya. Tinggalin jejak dulu hhe :D salam kenal ya kaka

    BalasHapus
  6. Bener, shin meranin kyung joon ko dingin banget, giliran gong yoo eh jadi kocak

    BalasHapus

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)