Jumat, 02 September 2016

Sinopsis Cinderella and Four Knights Episode 3

snap-00079

Yoon Sung membawa Ha Won yang basah kuyup ke dalam rumah. Melihat Ha Won gemetaran, Yoon Sung menyampirkan jasnya di pundak Ha Won. Ha Won masih shock dengan kata-kata ayahnya kalau ia bukanlah anak kandung ayahnya.

Ketiga cucu Presdir Kang menanti di ruang tamu. Yoon Sung menemui mereka dan mengumumkan kalau mulai saat ini Ha Won akan tinggal di Rumah Langit bersama mereka bertiga. Tentu saja mereka terkejut dan menganggapnya tak masuk akal.

“Ketika kau bilang semua, apa itu termasuk Kang Ji Woon?” tanya Hyun Min.

Yoon Sung membenarkan. Hyun Min berkata untuk apa membawa kembali orang yang mengatakan tidak ingin tinggal di sini. Ji Woon membalas sama tidak masuk akalnya dengan memaksa seorang playboy dan tunangannya tinggal dalam satu atap. Seo Woo menghela nafas panjang melihat keduanya mulai bertengkar.

Yoon Sung menegaskan kalau ini adalah keputusan Kakek. Seo Woo berpendapat tidak akan nyaman tinggal dengan seorang gadis dan lagi apa sebabnya? Yoon Sung berkata Kakek pasti memiliki rencana. Baru kali ini Hyun Min dan Ji Woon sependapat kalau Kakek tidak memiliki rencana.

snap-00002snap-00007

Yoon Sung berkata ada satu syaratnya. Dilarang berpacaran di Rumah Langit. Seo Woo bingung. Bukankah Ha Won tunangan Hyun Min? Ji Woon dengan enteng berkata kekasih Hyun Min kan bukan hanya satu orang.

“Sebenarnya Hyun Min dan Nona Ha Won...”

Belum selesai Yoon Sung berbicara, Hyun Min sudah menariknya pergi. Yoon Sung berkata ia akan memberitahu yang lain kalau mereka sebenarnya tidak benar-benar bertunangan. Tapi Hyun Min beralasan akan lebih aman jika Seo Woo dan Ji Woon menganggap Ha Won adalah tunangannya, dengan begitu mereka tidak akan melanggar aturan dilarang berpacaran.

“Apa kau tidak tahu kalau mereka menggila untuk segala sesuatu yang memakai rok?”

“Bukannya itu kau?” sergah Yoon Sung.

Hyun Min berusahan meyakinkan Yoon Sung dengan berjanji kalau ia bisa menghentikan mereka semua melanggar aturan. Ia bahkan bersedia menyerahkan semua kartu kreditnya jika terjadi sesuatu.

“Kau sebaiknya memenuhi janjimu,” kata Yoon Sung akhirnya.

snap-00023snap-00024

Mereka kembali ke ruang tamu dan hanya Seo Woo yang ada di sana. Seo Woo bertanya bukankah itu artinya Hyun Min harus putus dengan Ha Won. Hyun Min tersenyum dan berkata dirinya adalah perkecualian.

Ha Won telah selesai mandi. Ia melihat sekeliling kamar besar yang akan ditinggalinya mulai saat ini.

Karena ia hanya mengenakan pakaian yang melekat di tubuhnya, ia mengeringkannya lalu mengenakannya lagi. Ia bingung mencari tempat untuk menaruh abu ibunya. Akhirnya ia menaruhnya di sebuah rak dan meminta maaf karena ibunya sementara disimpan di sana.

“Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja di sini sampai ayah tidak marah lagi.”

snap-00029snap-00033

Ji Woon kembali ke kamarnya di Rumah Langit. Yoon Sung menemuinya dan berkata Ji Woon sudah memilih untuk hidup sebagai Kang Ji Woon.

“Itu bukan pilihan, tapi pemaksaan. Tapi aku ke sini hanya karena ada yang ingin kuketahui. Kenapa kalian begitu berusaha keras menyingkirkan Han Ji Woon? Orang seperti apa ayahku yang telah mencampakkan ibuku dan aku? Dan kenapa aku dipaksa hidup sebagai Han Ji Woon? Aku harus mencari tahu semua itu sendiri.”

“Baiklah, silakan cari tahu. Tapi selama kau tinggal di rumah ini, jangan berani-berani menentang keinginan Presdir,” kata Yoon Sung.

snap-00039snap-00040

Ha Won merasa lapar. Ia masuk ke ruang makan dan terkejut melihat meja makan panjang padahal di sana hanya tinggal 3 orang.

Ia masuk ke dapur dan membuka kulkas. Tiba-tiba seorang ahjumma menegurnya dan bertanya siapa dia. Ha Won berkata ia lapar. Ahjumma mengira Ha Won pelayan baru. Meski nampak tegas, tapi ia seorang yang baik kelihatannya. Setelah menanyakan nama Ha Won, ia mengajak Ha Won ikut dengannya karena ketiga cucu Presdir Kang akan marah jika melihat Ha Won di sana.

snap-00045snap-00046

Tak tahu apa-apa, Ha Won ikut saja saat Ahjumma menuntunnya keluar rumah. Mereka tiba di rumah kecil tempat Ahjumma tinggal, yang sepertinya masih berada dalam kompleks Rumah Langit. Ia berkata Ha Won akan tinggal di sana mulai sekarang. Ha Won tersenyum senang dan berkata ia lebih senang tempat ini (dibandingkan dengan Rumah Langit).

Yoon Sung masuk dan terkejut melihat Ha Won. Ahjumma menjelaskan kalau Ha Won adalah pegawai termuda mereka. Yoon Sung dengan tegas berkata kalau Ha Won datang bukan untuk bekerja melainkan tamu khusus Presdir Kang dan ahjumma harus sopan.

Sikap Ahjumma langsung berubah. Ia menyalami Ha Won dan meminta maaf. Ha Won berkata tidak apa-apa karena ia juga seorang pekerja paruh waktu. Yoon Sung menyuruh Ha Won ikut dengannya. Sebelum pergi Ha Won menenangkan Ahjumma kalau ia benar-benar tidak apa-apa.

snap-00050snap-00055

Saat berjalan kembali ke Rumah Langit, Ha Won berkata Yoon Sung tidak perlu segalak itu pada Ahjumma. Bukankah ia juga pekerja sama seperti mereka? Apalagi Ahjumma lebih tua darinya. Tapi Yoon Sung berkata semua pekerja di rumah itu harus melayani Ha Won dengan penuh hormat. Apapun protes Ha Won berikutnya ia hanya menjawab kalau ini adalah perintah Kakek.

Tiba-tiba perut Ha Won berbunyi. Ha Won tersenyum malu.

Yoon Sung memasakkan beberapa masakan lezat untuk Ha Won. Ha Won makan dengan lahap sampai lupa menawari Yoon Sung yang terus berdiri dekat meja makan.

snap-00069snap-00076

Ketika hendak kembali ke kamar, Hyun Min menariknya ke tempat sepi dan berbisik kalau mereka masih “bertunangan”.

“Jangan omong kosong,” Ha Won balas berbisik.

“Hei, kau ini tidak punya rasa takut tinggal di rumah yang seluruhnya pria. Akan lebih aman jika kau tinggal di sini sebagai tunanganku. Apa kau akan mengatakan pada semua orang kalau kau berpura-pura demi uang?”

Ha Won berkata itu tidak masalah karena memang itu pilihan yang ia ambil saat itu. Dan laig bukankah Yoon Sung sudah mengatakan kalau dilarang berpacaran. Hyun Min berkata ia tidak meminta mereka berpacaran tapi berpura-pura jadi tunangannya. Untuk apa, tanya Ha Won.

Hyun Min bertanya apa Ha Won menolak karena ia belum membayar Ha Won waktu itu. Atau ingin ia membayar lebih. Ha Won berkata ia tidak membutuhkan uang Hyun Min.

“Jadi kau melakukannya gratis?” Hyun Min tersenyum nakal. “Apa kau jatuh cinta padaku dalam waktu sesingkat ini?”

“Angkat tanganmu,” ujar Ha Won.

Hyun Min mengangkat tangannya ke arah dada Ha Won. Ha Won menyuruh Hyun Min mengangkatnya lebih tinggi dan lebih tinggi. Lalu ia mengayunkan tinjunya.

Tapi Hyun Min berkelit dan menangkap Ha Won. Ha Won terkejut menyadari mereka begitu dekat.

“Sudah kubilang aku akan melindungimu,” kata Hyun Min tersenyum.

Ha Won jadi salah tingkah dan cepat-cepat pergi. Ia malah berpapasan dengan Ji Woon. Dengan wajah judes, Ji Woon bertanya berapa banyak uang yang didapat Ha Won kali ini. Duh ini orang ya....

snap-00096snap-00107

Ha Won tidak bisa tidur. Dari tiga cucu Presdir Kang, hanya Seo Woo yang membuatnya tenang. Kata-kata Ji Woon membuatnya marah sedangkan sikap Hyun Min membuatnya salah tingkah.

Ia ingat peringatan Yoon Sung bahwa dilarang berpacaran di rumah ini. Jika melanggar, maka Ha Won akan diusir. Ha Won mengenyahkan pikiran itu dengan meyakinkan dirinya kalau ia tidak akan pernah berpacaran dengan mereka.

Karena tak bisa tidur di kasur mewah, Ha Won memilih tidur di bawah meja beralaskan selimut.

snap-00116snap-00121

Hyun Min dan Ji Woon berpapasan di halaman. Keduanya tanpa sengaja saling menghalangi satu sama lain. Ji Woon berkata sebaiknya mereka menjalani jalan masing-masing dan tidak saling mengganggu. Kali ini Hyun Min sengaja menghalanginya dan berkata ia kira Ji Woon tidak akan kembali.

Ia bertanya kenapa Ji Woon kembali. Urus urusanmu sendiri, sergah Ji Woon. Mereka pun pergi berlawanan arah. Ji Woon menyibak semak-semak tinggi yang menyembunyikan sebuah pintu.

Ia membuka pintu tersebut. Di dalamnya adalah sebuah ruangan seperti bengkel berikut benda-benda kenangannya. Meski berdebu, tempat itu tidak berubah sedikitpun. Ia membuka sebuah kotak dan melihat foto ibunya bersama dirinya saat ia masih kecil.

snap-00131snap-00132

Hari baru di Rumah Langit. Ha Won terbangun karena suara alarm. Ia lupa kalau ia tidur di bawah meja hingga tak sengaja membenturkan kepalanya. Ia membaca pesan dari Ja Young, sahabatnya, yang menanyakan apa yang terjadi setelah kemarin. Ha Won memberitahunya kalau ia pindah ke Rumah Langit dan akan menceritakannya nanti. Ja Young meminta Ha Won mengirimkan beberapa foto. Ha Won ber-selfie ria dan mengirimnya pada Ja Young.

Ha Won keluar dari kamar dan terkejut saat melihat tirai kamarnya tidak tertutup rapat dan terlihat dari luar jendela. Ia lebih terkejut lagi saat menyadari kamarnya berada di antara kamar Hyun Min dan kamar Ji Woon.

Ha Won melihat-lihat keadaan di sekitar Rumah Langit. Tempat itu sangat luas dan dirawat oleh banyak pegawai profesional.

Yoon Sung masuk ke ruang makan dan heran melihat Ha Won duduk di sana tanpa menyentuh sarapan. Ha Won berkata ia tidak enak hati kalau makan duluan.

“Jangan khawatir dan makanlah. Tidak ada satupun dari mereka yang akan datang.”

“Kenapa tidak?”

“Karena mereka bertiga tidak pernah duduk makan bersama satu kalipun juga.”

Ha Won terkejut. Lalu bagaimana dengan semua makanan ini. Yoon Sung berkata mereka punya cara untuk menanganinya. Sayang sekali, gumam Ha Won.

snap-00162snap-00173

Kakek menelepon Ha Won (video call).

“Aloha!!” sapa Kakek.

Ha Woon tersenyum dan menyapanya dengan riang. Kakek bertanya bagaimana malam pertama Ha Won di Rumah Langit. Ha Won berkata ia belum tahu.

“Begitu....cobalah untuk makan bersama mereka semua bersama-sama. Itu adalah misi pertamamu. Aku akan menghubungimu lagi. Aloha!”

Setelah sarapan, Yoon Sung memperlihatkan kontrak yang sudah dipersiapkan Kakek sebelumnya. Dalam kontrak itu disebutkan kalau Ha Won akan mendapat bonus setiap kali berhasil menyelesaikan sebuah misi dari Presdir Kang. Bonus itu akan setimpal dengan misi yang diberikan.

“Tapi jika kau gagal, kau harus meninggalkan Rumah Langit. Dan seperti yang sudah kukatakan kemarin, dilarang keras berpacaran. Kau hanya perlu menahan diri untuk tidak berpacaran.”

“Baiklah,” kata Ha Won.

snap-00177snap-00185

Ayah Ha Won pergi lagi untuk bekerja. Sebelum pergi ia berpesan pada ibu tiri Ha Won. Ia yakin Ha Won tidak akan bertahan satu minggu di luar dan akan kembali.

“Jangan berani-beraninya kau biarkan ia kembali.”

Ibu tiri Ha Won bertanya apakah ibu Ha Won benar-benar berselingkuh. Ayah Ha Won tidak mau membicarakannya. Ia berkata ia akan pergi selama beberapa waktu.

Setelah naik ke truknya, ayah Ha Won mendapat telepon. Ternyata selama ini ayah Ha Won menyebarkan pamflet mencari seseorang bernama Kang Young Jin, yang pernah tinggal di Apartmen Yongak unit 308 sekitar 10 tahun lalu. Hmmm...marga Kang?? Dan orang yang dicarinya ini pernah menjadi guru Taekwondo. Orang yang meneleponnya tahu informasi mengenai Kang Young Jin dan ayah Ha Won akan menemuinya.

snap-00193snap-00195

Yoon Sung datang ke rumah Ha Won dan memperlihatkan kartu namanya pada ibu tiri Ha Won. Ia datang untuk mengambil barang-barang Ha Won.

Yoon Sung terus mengawasi saat Yoo Na mengemas barang-barang Ha Won. Ibu tiri menyuguhkan teh tapi Yoon Sung menolaknya dengan sopan. Ia bertanya bagaimana Ha Won bisa tinggal di Rumah Langit.

“Ia menerima undangan untuk tinggal di sana dari Presdir Kang Jong Du.;”

“Dia diundang oleh Presdir?” Ibu tiri terkejut. Yoo Na juga.

Yoon Sung berkata ia akan menjelaskannya nanti. Ia langsung pamit dan membawa barang-barang Ha Won meski ibu tiri dan Yoo Na berusaha menahannya lebih lama. Yoon Sung bertanya ke mana ayah Ha Won.

snap-00200snap-00203

Ha Won senang mendapat misi pertama dan mendapat kontrak. Karena rasanya ia sedang mengerjakan pekerjaan penting. Ia berpikir apa susahnya membuat mereka bertiga makan bersama.

Ia melihat sekeliling dan tidak melihat satu foto keluarga pun.

Seo Woo menghampirinya dan memberikan buket bunga Ha Won yang waktu itu tertinggal di hotel. Ha Won sangat senang.

Seo Woo duduk di sampingnya dan bertanya apakah terjadi sesuatu semalam. Ia beralasan melihat Ha Won menangis. Ha Won berkata ia tidak menangis tapi karena air hujan.

“Ah, begitu. Kukira terjadi sesuatu pada keluargamu.”

“Kenapa kau berpikir begitu?” tanya Ha Won curiga.

Seo Woo kesulitan untuk menjawab. Ha Won memperhatikan reaksi Seo Woo dan menyadari kalau Seo Woo bukannya tidak sengaja menghapus pesannya semalam.

“Tentu saja tidak sengaja,” kilah Seo Woo.

“Apa pesannya seburuk itu?” tanya Ha Won sambil tersenyum.

snap-00211snap-00221

Menyadari Ha Won sudah mengetahuinya, Seo Woo mengakui ia menghapus pesan itu karena takut hati Ha Won terluka.

“Apa Yoo Na itu benar-benar keluargamu? Aku baru kali ini melihat hubungan bersaudara seburuk itu.”

“Hubungan kami tidak seburuk hubunganmu dengan para saudara sepupumu,” kata Ha Won.

Ia berkata ia dengar kalau mereka bertiga bahkan tidak pernah makan bersama. Keluarga seperti apa itu? Setidaknya ia masih makan bersama keluarganya setiap hari meski hanya untuk dilihat orang.

“Kau orang yang sangat baik,” kata Seo Woo.

“Bagaimana jika kita semua makan bersama?” kata Ha Won bersemangat.

Belum sempat Seo Woo menjawab, mereka melihat Ji Woon berjalan masuk melewati ruang tamu.

“Apa lihat-lihat?!” ujarnya galak tanpa melihat pada mereka.

“Kau lihat sendiri, kan?” kata Seo Woo sambil bangkit berdiri. “Ia pasti tidak akan mau makan bersama kita.”

snap-00226snap-00227

Ha Won pergi menyusul Ji Woon. Ia melihat Ji Woon berbelok tapi kemudian menghilang. Ia menemukan pintu di balik semak-semak tinggi dan masuk ke dalam.

Yoon Sung sedang membawa barang-barang Ha Won menuju rumah tapi tiba-tiba ia mendapat telepon. Yoon Sung meninggalkan barang-barang Ha Won begitu saja.

Ji Woon bertanya apakah hobi Ha Won adalah masuk ke tempat pribadi orang lain. Ha Won tidak melihat ada yang spesial pada tempat itu. Ia menghampiri meja tapi Ji Woon menghalanginya.

“Apa yang membuatmu tidak apa-apa tinggal di sini?”

“Aku memiliki alasan sendiri,” kata Ha Won.

Ji Woon berkata tinggal di tempat ini tidaklah semudah itu. Aku tahu, kata Ha Won. Ia datang untuk melindungi sesuatu yang penting untuknya.

“Bagimu yang penting adalah uang, kan?”

“Sudah kubilang bukan itu!”

“Lalu apa? Apa kau hendak merayuku dan semacamnya?” ledek Ji Woon.

Ha Won berkata Ji Woon memang sudah gila. Ia berbalik pergi tapi tiba-tiba Ji Woon menariknya dan merangkulnya. Ha Won terkejut.

“Bukankah sudah kubilang jangan pernah menyentuhku lagi?” kata Ha Won gugup. Ia cepat-cepat keluar dari sana.

Sebenarnya alasan Ji Woon menarik Ha Won adalah karena tadi Ha Won hampir tertusuk gergaji yang menyembul keluar dari kotak peralatan.

snap-00234snap-00238

Karena gugup, Ha Won tak sengaja menabrak barang-barangnya sendiri yang ditinggal Yoon Sung di luar. Barang-barang Ha Won jatuh ke dalam sungai kecil yang mengalir di sana. Ha Won panik dan langsung masuk ke dalam sungai kecil itu untuk memunguti barang-barangnya.

Hyun Min dan Seo Woo melihatnya dan menghampirinya. Hyun Min mengira itu sampah karena isinya benda-benda tak jelas. Ha Won berkata itu semua adalah barang-barangnya, bukan sampah.

Seo Woo berkata Ha Won bisa terkena flu, kenapa tidak dibuang saja. Tentu saja Ha Won tidak mau. Ia menyuruh mereka berdua masuk ke dalam. Seo Woo berpikir sejenak lalu menyuruh Ha Won menunggu sebentar. Ia pergi.

Ha Won memunguti sampel-sampel kosmetik miliknya. Hyun Min berkata Ha Won bisa membuang semua itu.

“Aku bisa menggunakan satu ini saja untuk 3 hari,” kata Ha Won bangga. Haha...kok sama yaaa XD

snap-00248snap-00254

Seo Woo kembali membawa tongkat berjaring. Ia membantu Ha Won keluar dari sungai. Hyun Min mengajak Ha Won masuk agar tidak terkena flu. Tapi Ha Won malah mengambil tongkat dan menyuruh mereka berdua yang masuk.

“Apa kau memaksa masuk ke sini untuk diperlakukan seperti ini?” kata Ji Woon yang baru muncul.

Ia menyerahkan buket bunga Ha Won yang tadi dilihatnya hanyut ke sungai kecil itu. Ia menasihati Ha Won agar baik-baik mengurus diri hingga tidak membuat orang lain khawatir.

Ada Ji Woon. Ada Hyun Min. Pasti ada pertengkaran.

Hyun Min berkata Ji Woon memang tidak perlu khawatir karena ia yang akan mengkhawatirkan Ha Won.

“Kalau begitu pasti ia tidak ada di hadapanku setiap saat. Atau kenapa kau tidak pergi saja? Apa kau menganggapnya mainan baru atau semacamnya?” ujar Ji Woon.

“Kenapa? Apa kau menginginkannya?” tantang Hyun Min.

“Hentikan kalian berdua,” ujar Seo Woo. “Jangan pedulikan mereka. Mereka seperti ini setiap kali bertemu.”

“Terserah,” kata Ha Won tak tahan lagi. Ia menyuruh mereka bertiga meninggalkannya sendirian.

Ji Woon pergi dengan kesal. Ha Won mengangkat barang-barangnya dibantu Seo Woo. Lalu ia pergi meninggalkan mereka berdua.

snap-00258snap-00259

Saat menuju kamarnya, ia melihat Ji Woon juga sedang masuk ke kamar. Ia melihat bagian bawah celana Ji Woon basah sama seperti dirinya. Ia menyadari Ji Woon masuk ke sungai untuk mengambil buket bunga miliknya itu. Ji Woon melakukannya karena ia ingat melihat Ha Won di rumah abu dengan membawa buket tersebut dan mencarinya di hotel.

Ha Won lagi-lagi mengeringkan pakaiannya. Seseorang mengetuk pintu kamarnya. Ha Won membuka pintu dan berhadapan dengan Yoon Sung yang nampak menyesal.

“Aku minta maaf. Seharusnya aku lebih berhati-hati dengan barang-barangmu.”

Ia tambah menyesal melihat pakaian Ha Won di meja, di sebelah hair dryer.

“Tidak apa-apa, Ahjusshi. Terima kasih sudah membawakan semuanya ke sini.”

“Mari kita pergi. Mobil sudah menunggu,” kata Yoon Sung.

snap-00267snap-00269

Yoon Sung membawa Ha Won ke butik mewah di mall. Ha Won bergurau apakah mereka sedang syuting film “Pretty Woman” (film Hollywood terkenal mengenai seorang wanita tunasusila yang di-makeover dibintangi Julia Roberts dan Richard Gere).

“Ini adalah perintah Presdir,” kata Yoon Sung.

Ha Won berkata ia sudah cukup dengan pakaian yang ia kenakan. Yoon Sung memutuskan ia yang akan memilihkan beberapa pakaian untuk Ha Won.

“Ini adalah...”

“Ini adalah perintah Presdir, begitu kan? Aku hanya akan mengembalikan semuanya.”

Yoon Sung menyuruh Ha Won beristirahat sebentar di kafe meski Ha Won protes. Akhirnya Ha Won menurut.

snap-00271snap-00272

Saat berjalan ia tak sengaja menubruk seorang ahjumma. Tas ahjumma itu jatuh. Ha Won cepat-cepat meminta maaf. Tapi ahjumma itu malah mengoceh tentang tas kulit buayanya yang jatuh.

“Kaukira permintaan maaf bisa menyelesaikannya? Tas ini tergores karena kau menabrakku!”

Ha Won hendak melihat tas itu tapi ahjumma itu tidak mau memberikannya dan berkata tas itu berharga 30 juta won. Ia menyuruh Ha Won membayar ganti rugi. Ha Won terpaku. Dari mana uang 30 juta won?

“Benarkah?” ujar seseorang.

Ha Won menoleh dan melihat Hye Ji. Hye Ji mengambil tas ahjumma itu dan berkata barang yang asli memiliki 5 jahitan di masing-masing sisi logo tas tersebut. Tapi tas ahjumma itu tidak memilikinya. Bahkan bahannya saja berkualitas buruk. Ia bertanya di mana ahjumma itu membelinya.

“Omo...memangnya apa urusanmu,” Ahjumma itu merebut tasnya kembali lalu cepat-cepat pergi.

snap-00276snap-00285

Ha Won tersenyum penuh terima kasih pada Hye Ji. Mereka pergi ke kafe bersama. Hye Ji bertanya apakah Ha Won sedang berbelanja.

“Tidak, aku sedang menunggu seseorang,” kata Ha Won.

“Kurasa kita selalu bertemu pada saat-saat yang tidak menyenangkan.”

Ha Won berkata ia benar-benar berterima kasih karena tadi ia sempat panik. Ia bertanya bagaimana Hye Ji bisa tahu kalau tas itu palsu.

“Orang yang banyak memegang jarum cenderung tahu mengenai hal-hal seperti ini,” kata Hye Ji.

Melihat ekspresi bingung Ha Won, ia menjelaskan kalau ia sangat tertarik dengan desain busana dan berencana mengambil jurusan itu.

“Ah, pantas saja kau berbusana sangat baik,” puji Ha Won.

“Kau tidak terlihat seperti orang dari “dunia itu” juga.” Dunia orang kaya.

“Juga? Jadi kau juga bukan??”

Hye Ji berkata ia bukan berasal dari keluarga super kaya seperti para pemuda itu. Ia dan Hyun Min tinggal dalam lingkungan yang sama sejak kecil. Jadi mereka dekat sejak saat itu. Ia bertanya bagaimana Ha Won bisa mengenal Hyun Min.

snap-00293snap-00295

Ha Won bingung menjelaskannya. Ia berkata mereka bertemu di minimarket tempatnya bekerja.

“Aku minta maaf jika terlalu ingin tahu. Aku tahu Hyun Min banyak berpacaran tapi ia tidak pernah memperkenalkan siapapun sebagai tunangannya,.” Kata Hye Ji.

Ha Won cepat-cepat minum untuk menutupi kegugupannya. Hye Ji berkata Ha Won pasti bahagia karena bisa berpacaran secara resmi dengan Hyun Min. Belum sempat Ha Won mengatakan apapun, Yoon Sung datang membawa banyak barang belanjaan dan mengajaknya pulang.

Hye Ji mengenali Yoon Sung dan bertanya kenapa Yoon Sung berbelanja untuk Ha Won. Apa disuruh oleh Hyun Min? Ha Won menunduk semakin dalam. Yoon Sung menjelaskan kalau Ha Won tinggal di Rumah Langit jadi ia mengurusnya. Hye Ji terkejut.

“Jadi orang yang kautunggu adalah Kak Yoon Sung?”

“Iya,” Ha Won menjawab dengan raut wajah merasa bersalah.

Hye Ji nampak kecewa dan pamit pergi. Ha Won jadi tak enak hati. Ia baru menyadari kalau Yoon Sung berbelanja sangat banyak.

“Ini adalah perintah Presdir.”

Ia berkata ia juga harus menjalankan tugasnya. Ha Won tetap merasa itu terlalu banyak. Yoon Sung berkata ia akan pastikan mengurus Ha Won dengan baik agar tidak mengalami masalah lagi. “Itu juga perintah Presdir.” Errr...aku kok jadi merasa kalau ini alasan Yoon Sung saja yaaa^^

Ia lalu membungkuk meminta maaf mewakili para cucu Presdir Kang. Ha Won menyerah. Ia memutuskan untuk mengambil satu saja dan mengajak Yoon Sung mengembalikan sisanya. Ia berkata ia merasa tidak enak jika harus menerima semua itu. Yoon Sung tersenyum.

snap-00299snap-00305

Yoo Na menemui Ja Young untuk mencari informasi mengenai Ha Won. Ia berkata ia dengar Ha Won sekarang tinggal di Rumah Langit. Sebagai sahabat yang setia, Ja Young berkata ia tidak tahu. Yoo Na tidak percaya dan merebut ponsel Ja Young.

Ia terkejut saat melihat foto-foto Ha Won di Rumah Langit. Di dalam kamar yang luas dan bagus. Ja Young berkata ia merasa iri pada Ha Won, pasti Yoo Na juga kan?

“Untuk apa aku iri?” sergah Yoo Na.

Ja Young merebut ponselnya dan berjalan pergi. Yoo Na hendak merebutnya kembali tapi tangannya malah masuk dalam plastik sampah yang dibawa Ja Young. Ia berteriak-teriak panik saat Ja Young memberitahunya kalau plastik itu berisi tissue toilet sejak 3 hari lalu.

snap-00314snap-00317

Seo Woo menemukan buku tabungan Ha Won di lantai. Karena penasaran ia membukanya. Ia terkejut melihat sisa uang Ha Won di tabungannya hanyalah 800 won saja setelah membayar krematorium sebanyak 4 juta won.

Ha Won meminta Yoon Sung tidak mengkhawatirkan dirinya. Baginya pekerjaan yang ia lakukan sekarang dan semua pekerjaan paruh waktu yang pernah dikerjakannya hanyalah pekerjaan untuk mencari uang. Ia tidak memiliki alasan untuk merasa terluka karenanya. Ia pernah mengalami hal yang jauh lebih buruk.

“Kau bukan hanya pekerja paruh waktu. Kau tamu istimewa kami,” Yoon Sung menegaskan.

Ha Won tersenyum. Ia berkata ia akan melakukan semua pekerjaan yang diperintahkan Presdir sebelum ia meninggalkan Rumah Langit. Ia menyemangati dirinya sendiri kalau ia pasti bisa melakukannya.

snap-00328snap-00333

Hye Ji menemui Ji Woon dan bertanya mengenai Ha Won yang ia dengar sekarang tinggal di Rumah Langit. Ji Woon terpaksa membenarkan. Hati Hye Ji mencelos. Ia berkata ia tidak tahan lagi dan akan pergi menanyakannya langung pada Hyun Min karena Ji Woon tidak akan memberitahunya. Sekarang juga.

Saat Ha Won tiba di Rumah Langit, Seo Woo sedang duduk menantinya. Ha Won bercerita kalau Yoon Sung membelikannya pakaian karena pakaiannya basah semua. Seo Woo memberikan buku tabungan Ha Won dan meminta maaf karena sudah melihat isinya. Ha Won tidak marah.

Seo Woo tersenyum dan berkata sedikit demi sedikit ia mulai mengetahui rahasia Ha Won. Ha Won tertunduk malu. Seo Woo menghibur sudah sewajarnya anak SMA tidak punya uang.

“Bagaimana dengan kalian?” tanya Ha Won.

“Eh, kami? Ehm...kami....”

“Tidak apa-apa, kalian memiliki dunia kalian sendiri dan aku memiliki duniaku sendiri. Hanya saja dunia kita bertemu untuk sementara.”

Seo Woo berkata kata-kata Ha Won membuatnya sedih. Apa itu artinya Ha Won hanya sementara bertunangan dengan Hyun Min lalu memutuskannya?

“Apa kau Casanova yang lebih hebat dari Kang Hyun Min?”

Ha Won berkata Seo Woo sebaiknya tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan lalu mengacungkan tinjunya. Seo Woo tidak bertanya lagi.

snap-00345snap-00349

Ha Won masuk ke kamar dan menemukan sekotak kosmetik di mejanya. Ia bertanya-tanya siapa yang menaruhnya di sana. Ia pikir Yoon Sung.

Hyun Min meneleponnya tapi Ha Won tidak mau mengangkatnya dan bersiap untuk tidur. Hyun Min mengirimnya pesan dan kali ini Ha Won membalasnya. Hyun Min menyuruh Ha Won ke kamarnya karena ia hendak memberikan sesuatu. Ha Won langsung menolak meski Hyun Min berkata Ha Won pasti akan terkejut dan tersentuh saat melihat pemberiannya. Ha Won tidak peduli dan men-silent ponselnya.

Hyun Min tak percaya ia baru saja diabaikan seorang gadis. Ia keluar lalu mengetuk pintu kamar Ha Won. Ha Won terpaksa membuka pintu saking ributnya.

“Tunggu di sini,” kata Hyun Min. Ia berlari ke kamar lalu keluar lagi membawa seragam Ha Won.

snap-00366snap-00376

Ia menolak menyerahkan seragam itu dan mengancam akan mengguntingnya jika Ha Won tidak datang mengambilnya sendiri. Ha Won berlari menyusul Hyun Min hingga masuk ke kamar. Ia harus mengenakan seragam itu untuk kelulusannya.

Hyun Min berkata Ha Won adalah gadis pertama yang masuk dalam kamarnya. Ia bahkan sudah mengirim seragam itu untuk di-dry clean. Ia mengajak Ha Won makan ramen...dengan caviar.

Ha Won berjalan mendekati Hyun Min dan berkata hanya ada 2 macam pelanggan yang datang ke minimarket jam 4 subuh. Pelanggan yang pergi bekerja sangat pagi dan pengangguran yang berpesta seperti Hyun Min.

“Apa kau membandingkan satu-satunya kekasihmu dengan tipe pria seperti itu?” gurau Hyun Min dengan wajah serius. “Itu tidak baik.”

Ha Won berkata ia menghadapi orang seperti itu sesuai dengan apa yang terima. Kekurangajaran dengan kekurangajaran. Banmal (bahasa pergaulan/informal) dengan banmal. Kekerasan dengan kekerasan. Lalu rayuan Hyun Min dibalas dengan?

Ha Won memegang pundak Hyun Min lalu mendekatkan wajahnya untuk menciumnya. Hyun Min siap menerima ciuman itu.

snap-00385snap-00397

Buk! Ha Won membenturkan kepalanya ke bibir Hyun Min. Hyun Min berkata kalau Ha Won memang sulit diduga. Ia mengulurkan seragam Ha Won. Ha Won hendak mengambilnya tapi Hyun Min berkelit hingga Ha Won hampir terjatuh dan Hyun Min menangkapnya. Haha...benar-benar playboy tulen.

Hyun Min menatap Ha Won dan tersenyum, “Kau semakin lama semakin mempesona.”

Lalu ia menunduk untuk mencium Ha Won.

Tepat pada saat itu Ji Woon tiba bersama Hye Ji. Ji Woon melihat apa yang terjadi di kamar Hyun Min dan cepat-cepat berdiri di depan Hye Ji. Ia memegangi kepala Hye Ji agar menatapnya hingga Hye Ji tidak melihat apa yang terjadi di kamar Hyun Min.

snap-00411snap-00412

Komentar:

Wah semakin menarik nih dengan bergabungnya Ha Won di Rumah Langit^^

Melihat ayah Ha Won mencari orang bermarga Kang, apakah benar dugaanku kalau Ha Won sebenarnya cucu Kakek? Masih misterius sih.

Makin frustrasi dengan Ji Woon yang suka mengambil kesimpulan sendiri dan mengatakan hal yang menyakitkan pada Ha Won. Tapi di sisi lain ia juga diam-diam melindungi Ha Wona hingga membuat Ha Won bingung dengan sikapnya.

Aku suka Seo Woo yang baik dan ramah. Juga Hyun Min yang saat ini paling menarik interaksinya dengan Ha Won. Dia pasti penasaran banget karena Ha Won tidak mudah jatuh dalam kegombalannya dan rayuannya^^

Tapi yang paling kusuka ternyata Yoon Sung hahaha... Mungkin karena ia yang paling berpikir dewasa di antara semuanya dan sangat baik pada Ha Won. Plus pintar masak...wah calon suami idaman itu sih XD

2 komentar:

  1. Makasih mb fanny....
    btw, sinopsi moon lovers jg duunk mb... heheheh

    BalasHapus
  2. Makasih eonni.. salam kenal.. aku selalu suka sudut pandang Kak Fanny.. bacaan yang pas banget setelah pagi tadi menyelesaikan K2.. kamsahamnida..!!!

    BalasHapus

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)