Rabu, 12 Agustus 2015

Sinopsis Scholar Who Walks The Night Episode 8

 ki-00069

Yang Sun berkata ia ingin tahu perasaan Sung Yeol yang sebenarnya. Sung Yeol menarik Yang Sun agar mendekat lalu tersenyum sinis. Ia berkata ia tidak keberatan bersenang-senang semalam tapi apakah Yang Sun juga tidak keberatan?

Yang Sun menatap Sung Yeol dengan perasaan terluka. Sung Yeol mendekati wajah Yang Sun seakan hendak menciumnya, tapi Yang Sun memalingkan wajahnya. Dan tangannya menahan Sung Yeol agar tidak lebih mendekat lagi.

“Kenapa? Apa kau menginginkan lebih dariku? Apa kau pikir aku…mencintaimu?” olok Sung Yeol.

ki-00004 ki-00008

“Meski tanpa kata-kata kejam, aku bisa mengerti perasaanmu,” kata Yang Sun menahan tangis. Ini adalah pertama kalinya ia merasa seperti ini dan ia merasa frustrasi karena tidak bisa menolong Sung Yeol.

Ia menyodorkan obat-obatan yang dibawanya dan berkata hanya itu yang bisa ia lakukan untuk Sung Yeol. Sung Yeol sebenarnya tersentuh tapi ia menguatkan hatinya dan memalingkan wajahnya.

Kecewa dan patah hati, Yang Sun berjalan pergi. Ia berusaha meningatkan dirinya untuk tidak menangis. Tapi ia tak tahan lagi dan akhirnya menangis tersedu-sedu.

ki-00013ki-00014 

Ayah Yang Sun terlihat shock setelah ia melihat Yang Sun bersama Sung Yeol di gibang. Ternyata 10 tahun lalu ia melihat ayah kandung Yang Sun digigit oleh Gwi. Ketika itu ia bersembunyi dan menutupi telinganya agar tidak mendengar erangan memilukan Pelajar Seo. Begitu juga Jin bersembunyi di balik semak-semak sambil menutup mulutnya agar tidak bersuara.

Setelah tak terdengar lagi erangan Pelajar Seo, ayah angkat Yang Sun memberanikan diri untuk melihat lagi ke halaman rumah. Ia melihat Jin kecil menghampiri ayahnya sambil menangis. Pelajar Seo sekarat dan tubuhnya mengejang. Seo Jin terus memanggil ayahnya.

ki-00024ki-00026  

Tiba-tiba Pelajar Seo menoleh dan melotot pada anaknya. Ia berubah menjadi vampir. Ia menerjang dan menggigit pundak Jin. Saat itulah Sung Yeol datang menyelamatkan Jin. Ia berusaha menyadarkan Pelajar Seo dan menanyakan perihal jurnal PM Jung Hyun, tapi Pelajar Seo tidak lagi bisa berpikir jernih dan hanya haus darah.

Sung Yeol terpaksa mengeluarkan belati sunsanya dan menusukkannya ke jantung Pelajar Seo. Dan peristiwa itu dilihat oleh ayah angkat Yang Sun.

  ki-00043 ki-00045

Karena itu, begitu ia melihat Yang Sun ia langsung menyeretnya pulang. Yang Sun menjelaskan bahwa ia pergi dari rumah karena Pelajar Eum Seok Gol terluka kemarin karena dirinya. Ayahnya bertanya dengan marah apakah pria di gibang itu adalah Pelajar Eum Seok Gol yang mencari jurnal PM Jung Hyun.

Yang Sun kaget bagaimana ayahnya bisa tahu tadi ia dan Sung Yeol ada di gibang. Ayah Yang Sun menyuruh keluarganya berkemas sekarang juga. Mereka akan pergi sekarang.

Tentu saja keluarganya kebingungan. Istrinya bertanya apa ayah Yang Sun sudah gila. Sementara Yang Sun berusaha meredakan kemarahan ayahnya dengan mengaku bersalah.

“Apa kata-kata seorang ayah pengangguran tidak ada artinya? Apa karena aku suami yang tidak sehat maka kata-kataku tidak kaudengar?” ujar ayah Yang Sun pada istri dan anaknya.

ki-00052 ki-00057

Gwi tersenyum senang saat mendengar bahwa Sung Yeol sudah melihat Hye Ryung. Ia berkata Sung Yeol pasti sedih karena percaya kekasihnya yang sudha mati hidup kembali. Hye Ryung berkata ia memancing Sung Yeol ke rumahnya, jadi Sung Yeol mungkin sudah tahu kalau ia adalah puteri Perdana Menteri Choi.

“Meski dalam pikirannya ia mungkin tahu, hatinya tidak akan mudah menerimanya,” ujar Gwi. Ia menyentuh wajah Hye Ryung. “Bahkan ketika kuamati, kalian benar-benar mirip. Kekasih yang menyerahkan nyawanya untuknya tidak akan mudah dilupakan.”

Ketika Gwi semakin mendekat, Hye Ryung berkata ia akan mempercayai Gwi untuk menepati janjinya. Tentu saja, kata Gwi sambil menjauh.

“Kedudukan istri Pangeran Mahkota akan menjadi milikmu.”

Hye Ryung berkata ia akan membawa Sung Yeol ke tempat tinggal Sung Yeol dahulu jika ia bertemu kembali dengan Sung Yeol.

ki-00063 ki-00067

Wae Son meminta ijin pada Sung Yeol untuk menemui Yoon. Ia ingin menebus kesalahannya pada PM Sadong. Ia ingin menghapus tuduhan palsu terhadap PM Sadong yang pernah dibuatnya sebelum ia mati. Sung Yeol mengijinkan dengan syarat Wae Son tidak boleh memberitahu Yoon mengenai keberadaannya.

Maka Wae Son menemui Yoon dan mengaku ia tidak tahu di mana jurnal itu berada. Tapi ia memiliki bukti lain. Surat dari orang yang menyuruhnya bersaksi palsu melawan PM Sadong. Dalam surat itu Wae Son diangkat menjadi penerjemah negara untuk urusan yang berkaitan dengan Negara Qing. Itu adalah imbalan setelah Wae Son mengkhianati PM Sadong.

Dan orang yang memberikan perintah itu adalah kakek Hak Young, Wakil Perdana Menteri Noh. Hak Young membenarkan bahwa itu adalah tulisan tangan kakeknya. Yoon memerintahkan agar mereka bersiap karena dua hari lagi mereka akan bertindak.

ki-00075 ki-00079

Mayat para polisi yang dimangsa Gwi hendak diselundupkan keluar istana untuk dibakar. Tapi mayat-mayat itu menghilang.

Sung Yeol yang mencurinya, juga mayat Selir Raja yang menjadi mangsa Gwi. Keesokan harinya mayat-mayat para polisi itu ditemukan para warga di tengah kota. Warga dengan jelas melihat bahwa mayat-mayat itu memiliki bekas gigitan di leher meski para petugas istana buru-buru mengambil mayat-mayat itu. Ini dilakukan Sung Yeol agar rakyat mempercayai kata-kata Pelajar Binal mengenai keberadaan Gwi.

ki-00089ki-00094

Yoon menulis selebaran baru. Dalam selebaran itu ia mengakui ia adalah Pangeran Mahkota negeri ini, Putera PM Sadong, dan sekaligus adalah Pelajar Binal. Ia menyatakan bahwa ia akan melawan Gwi mulai sekarang.

Lalu bagaimana dengan mayar Selir Raja? Sung Yeol berencana untuk membangkitkan mayat itu pada hari Yoon mengungkapkan identitasnya sebagai Pelajar Binal. Jika mayat itu meminum darahnya maka mayat itu akan bangkit menjadi vampir. Dan orang-orang akan melihat perubahannya termasuk perubahan vampir itu menjadi abu saat terkena sinar matahari. Dengan begitu orang-orang tidak akan lagi meragukan perkataan Yoon.

Gwi pun tidak akan bisa berbuat apa-apa karena ia tidak bisa keluar pada siang hari. Setelah itu Sung Yeol berniat memberitahu Yoon bahwa ia memiliki tujuan yang sama dengan Yoon.

ki-00101 ki-00111

Perdana Menteri Choi memberitahu Gwi mengenai insiden mayat hilang dan ditemukan warga. Ia berkata Gwi harus bertindak. Jika dibiarkan maka keadaan akan tidak terkendali. Gwi dengan tenang mengatakan ia hanya perlu membunuh orang-orang yang berbicara omong kosong tentangnya. Termasuk Raja dan Yoon.

Ia menyuruh Perdana Menteri Choi menangkap Sung Yeol. Sebagai imbalannya, ia akan mengangkat Perdana Menteri Choi menjadi Raja.

Sementara itu Raja dan Wakil Perdana Menteri juga membicarakan insiden mayat hilang tersebut. Mereka khawatir korban yang berjatuhan bertambah banyak karena Gwi tidak akan membiarkan identitasnya terungkap. Raja berkata semua ini akan berakhir hanya jika ia menangkap Pelajar Binal dan membawanya pada Gwi.

 ki-00119 ki-00120

Yoon pergi ke kuil untuk menemui ibunya yang hidup mengasingkan diri di sana. Ia mengabdikan sisa hidupnya untuk mendoakan PM Sadong dan Yoon. Ia ingin puteranya berjanji satu hal.

“Jangan biarkan aku kehilangan puteraku satu-satunya.”

Yoon terlihat sedih mendengar kata-kata ibunya. Terdengar suara seorang wanita memanggil ibu Yoon untuk makan siang. Ibu Yoon mempersilakan wanita itu masuk untuk diperkenalkan pada Yoon.

ki-00122 ki-00126

Bukan kejutan, wanita itu adalah Hye Ryung. Ia pura-pura tidak tahu siapa Yoon. Ibu Yoon berkata Hye Ryung sudah menjadi teman bicaranya setahun terakhir ini dan ia sangat berterimakasih padanya. Yoon dengan sopan berterimakasih pada Hye Ryung.

Hye Ryung balik berterimakasih karena ibu Yoon membantu merawatnya ia bisa pulang dalam keadaan sehat. Ibu Yoon jelas menyukai Hye Ryung. Sementara Yoon tampaknya tidak ingat pernah bertemu dengan Hye Ryung.

ki-00128 ki-00129

Yang Sun kembali nampak sedih saat melihat buku Pelajar Malam. Dam jadi meminta maaf karena gara-gara dirinya mereka harus pergi ke Pulau Tamra dan Yang Sun tidak bisa bertemu Sung Yeol.

Yang Sun menenangkan adiknya bahwa ia akan meneruskan novel Pelajar Malam. Ceritanya mengenai Pelajar Malam bertemu seorang wanita karena ingin mencari sebuah buku. Sejak pertemuan pertama, Pelajar Malam jatuh hati dengan aroma wanita itu dan terus menerus mengikutinya secara diam-diam. Perasaannya bertambah dalam dan akhirnya Pelajar Malam mengakui perasaannya.

Sambil mengkhayalkan cerita itu, Yang Sun teringat pada peristiwa yang pernah dialaminya bersama Sung Yeol. Dan itu membuatnya semakin sedih. Ia berkata ceritanya membosankan dan hanyalah sebuah mimpi. Ia berbaring membelakangi adiknya agar adiknya tidak bisa melihat air matanya yang mengalir.

ki-00133 ki-00139

Ternyata jurnal PM Jung Hyun belum dibakar ayah angkat Yang Sun. Ia buru-buru menaruh buku itu di balik pakaiannya saat istrinya datang. Istrinya mengomel saat tahu suaminya hendak pergi sembahyang. Ia bertanya sinis apakah ayah angkat Yang Sun hendak menyembahyangi wanita yang dicintainya, yaitu ibu kandung Yang Sun yang sudah meninggal.

Ayah Yang Sun menyuruh istrinya berhenti bicara omong kosong. Ia pergi sendirian ke kuil untuk bersembahyang.

Ternyata ia menyembahyangi Pelajar Seo, ayah kandung Yang Sun. Ia meletakkan jurnal PM Jung Hyun dan kotak kuas Jin di depan altar, dan bertanya apa yang harus ia lakukan dengan buku itu.

“Tuan, aku benar-benar tidak bisa menanganinya,” ujarnya.

ki-00142 ki-00143

Sung Yeol, Ho Jin, dan Soo Hyang mengamati situasi di pasar. Mereka tahu hari ini selebaran Yoon akan dibagikan. Anak buah Yoon menyamar menjadi para pedagang dan menyembunyikan tumpukan selebaran di balik barang dagangan mereka.

Ho Jin juga berpura-pura menjadi salah satu pedagang. Ia duduk di atas sebuah kotak kayu yang isinya adalah mayat Selir Raja (errr…emangnya ngga bau apa ya?).

Dengan agak ketakutan, ia berkata tidak mungkin mayat itu bangkit sendiri kan? Sung Yeol berkata tanpa darahnya, mayat itu hanya mayat. Ia berkata ia akan pergi menemui Yoon. Sementara Ho Jin dan Soo Hyang tetap berjaga di sana.

ki-00146 ki-00147

Yang Sun sudah selesai berkemas dan hendak berangkat tapi ia tidak menemukan sepatu kulitnya. Ia meminta ijin pada ibu angkatnya untuk pulang mengambil sepatu itu. Tentu saja ia langsung mendapat omelan dan tidak diijinkan. Tapi ayah Yang Sun mengijinkannya bahkan mengantarnya pulang.

Hak Young melapor pada Yoon bahwa selebaran itu akan disebar tepat jam 1 siang. Ia bertanya untuk terakhir kalinya apakah ia tidak boleh menggantikan Yoon mengakui kalau ia adalah Pelajar Binal. Ia mengkhawatirkan keselamatan Yoon.

Yoon berkata masalah ini tidak bisa digantikan siapapun karena ia adalah putera PM Sadong. Ia menyuruh Hak Young membawa Wae Son ke kota sebagai saksi peristiwa 10 tahun lalu. Hak Young pun pergi.

ki-00151 ki-00154

Tiba-tiba Yoon merasa hembusan angin yang cukup kuat hingga memadamkan api lilin. Ia tahu ada seseorang di ruangannya. Ia berbalik menatap kursinya yang kosong.

“Siapa itu?” tanyanya waspada.

“Bersamaan dengan disebarnya selebaran di pasar hari ini, mayat Selir Raja yang dibunuh Gwi akan bangkit,” kata Sung Yeol yang bersembunyi di balik kursi Yoon. “Jika itu terjadi maka semua orang akan tahu bahwa Yang Mulia mengatakan yang sebenarnya.”

Yoon pelan-pelan berjalan mendekati kursinya dan bertanya siapa Sung Yeol. Sung Yeol berkata ia memiliki tujuan yang sama dengan Yoon. Yoon bertanya apakah Sung Yeol yang menyembunyikan semua selebaran, menyelamatkan para pelajar Sungkyunkwan, mengurus keluarga penjual buku yang sudah mati dan juga menyebarkan mengenai keberadaan Gwi. Sung Yeol membenarkan semuanya.

ki-00155 ki-00156

Yoon bertanya apa alasan Sung Yeol membantunya. Sung Yeol berkata ia juga mencari jurnal PM Jung Hyun untuk membunuh Gwi.

“Bagaimana kau bisa tahu mengenai Gwi? Siapa kau?” Yoon semakin mendekati kursinya.

Sung Yeol bisa merasakannya dan menyuruh Yoon berhenti. Ia akan mengungkap siapa dirinya jika Yoon percaya padanya. Tapi Yoon berpendapat sebaliknya. Ia harus tahu siapa Sung Yeol agar ia bisa percaya.

Sebelum ia sempat melihat siapa yang ada di balik kursinya, terdengar pengumuman bahwa Raja tiba di ruangan Yoon. Yoon terpaksa menghadap kakeknya. Ia melihat pengawalnya yang ia tugaskan mengawal Yang Sun berada di sisi Raja. Ia menyadari pengawalnya itu adalah mata-mata kakeknya.

ki-00167 ki-00168

Sementara itu di pasar, tiba-tiba anak buah Yoon disergap oleh para pengawal istana. Mereka berusaha melawan, namun pada akhirnya tertangkap atau terbunuh.

Anak buah Yoon yang mengawal Wae Son juga disergap di perjalanan. Wae Son tertikam tapi ia berhasil melarikan diri.

Raja berkata hari ini terjadi sesuatu yang membuatnya senang karena itu ia menemui Yoon.

“Akhirnya kita bisa menangkap Pelajar Binal dan para pengikutnya. Dia tak lain tak bukan adalah….”

ki-00172 ki-00174

Yang Sun menemukan sepatu barunya. Ayahnya menyuruhnya memakai sepatu itu. Yang Sun menurut. Ayahnya terlihat senang melihat Yang Sun mengenakan sepatu bagus itu. Yang Sun menggandeng ayahnya dan berjanji akan membelikan sepatu kulit bagus untuk ayahnya jika ia menghasilkan uang banyak di Pulau Tamra.

Ketika mereka hendak pergi, terdengar suara seseorang memanggil mereka dengan lirih. Yang Sun dan ayahnya terkejut melihat Wae Son yang hampir kehabisan darah karena lukanya.

ki-00181 ki-00182

“Pelajar Binal yang menyamar menjadi penjual buku adalah Jo Yang Sun,” kata Raja.  Whaaa???

Yoon terkejut. Begitu juga Sung Yeol yang masih bersembunyi di balik kursi Yoon. Raja memerintahkan agar diumumkan bahwa Pangeran Mahkota Yoon yang sudah berhasil menangkap Pelajar Binal.

Yoon nampak marah menyadari Raja sudah mengkambinghitamkan Yang Sun karena tahu bahwa Pelajar Binal yang sesungguhnya adalah Yoon.

ki-00183 ki-00184

Wae Son mengeluarkan surat pengangkatan dirinya yang akan ia jadikan barang bukti. Ia menyadari ia tak akan bertahan dan menyerahkan surat itu pada Yang Sun. Ia berkata surat itu untuk mengungkap ketidakadilan yang diterima PM Sadong. Kemudian pada ayah Yang Sun ia berkata Pelajar Binal adalah Pangeran Mahkota dan meminta ayah Yang Sun menceritakan semuanya pada Yoon.

Wae Son menghembuskan nafasnya yang terakhir. Tepat saat itu para pengawal istana tiba dan berkata mereka adalah komplotan Pelajar Binal. Ia merebut surat di tangan Yang Sun dan membacanya.

“Orang ini adalah Pelajar Binal!” tuduhnya pada Yang Sun.

Yang Sun dan ayahnya kebingungan. Apalagi ketika rumah mereka digeledah, ditemukan selebaran-selebaran Pelajar Binal berikut buku-bukunya. Yang Sun tak mengerti mengapa semua itu ada di rumahnya. Ia dan ayahnya ditangkap.

Orang-orang melihat penangkapan itu. Mereka mengira Yang Sun benar-benar Pelajar Binal. Apalagi selama ini Yang Sun sering membicarakan Pelajar Malam dan vampir.

ki-00191 ki-00194

Sung Yeol bergegas ke tempat kerabat Yang Sun namun hanya menemukan Dam dan ibunya. Dam langsung mengenali Sung Yeol sebagai Pelajar Malam yang sering diceritakan kakaknya. Sung Yeol bertanya di mana Yang Sun. Dam berkata Yang Sun kembali karena tertinggal sesuatu di rumah.

Sung Yeol bergegas ke sana dan melihat para pengawal istana mengeluarkan banyak tumpukan buku-buku dan selebaran Pelajar Binal.

Ia kembali ke pasar. Soo Hyang melapor bahwa anak buah Pelajar Binal ditangkapi. Anehnya hanya anak buah Yoon yang ditangkap seakan semua ini memang sudah direncanakan.

Untungnya mayat Selir Raja tidak ketahuan dan diamankan di gibang. Sung Yeol memberitahu Soo Hyang bahwa Yang Sun ditangkap dengan dituduh sebagai Pelajar Binal. Ia menyuruh Soo Hyang menyiapkan perahu di dermaga menuju Pulau Tamra. Ia akan membebaskan Yang Sun dan ayahnya lalu membawa mereka ke dermaga.

ki-00207 ki-00210

Sementara itu Yoon ditahan di kediamannya dan tidak diperbolehkan keluar. Ia terkejut saat mendengar sahabatnya Hak Young juga ditangkap karena dituduh bersekongkol dengan Pelajar Binal.

Yang Sun dan ayahnya dimasukkan ke dalam sel. Yang Sun bertanya pada ayahnya mengenai Pelajar Binal yang ternyata Pangeran Mahkota. Tapi kenapa sekarang ia yang dituduh?

Ayahnya berkata ini semua adalah tuduhan dibuat-buat. Ia mewanti-wanti Yang Sun agar tidak mengatakan pada siapapun bahwa Pangeran Mahkota adalah Pelajar Binal. Pokoknya mereka harus mengatakan tidak tahu apapun sampai akhir.

“Tapi bagaimana jika kita yang disalahkan untuk semuanya?” protes Yang Sun.

“Begitu kita mengatakan bahwa Pangeran Mahkota adalah Pelajar Binal, kita akan mati!”

Ayahnya berkata ia akan mencari cara untuk bisa keluar dari sini.

ki-00211 ki-00220

Sung Yeol mengalahkan para pengawal penjara untuk membebaskan Yang Sun dan ayahnya. Tapi begitu melihat Sung Yeol, ayah Yang Sun ketakutan dan berteriak-teriak histeris memanggil penjaga untuk menyelamatkannya.

“Kau tidak bisa melakukan ini pada anakku! Selamatkan kami!”

Melihat itu, Sung Yeol bertanya apakah ayah Yang Sun mengenalnya. Ayah Yang Sun tak berani melihat Sung Yeol. Yang Sun berkata ayahnya dulu adalah pengurus buku pribadi PM Sadong. Ia berkata ia tidak tahu kenapa ayahnya melarangnya dekat-dekat dengan Sung Yeol.

“Apa kau tahu sesuatu mengenai jurnal PM Jung Hyun?” tanya Sung Yeol.

Ayah Yang Sun terlalu histeris untuk bisa menjawab.

ki-00225 ki-00226

Di luar, Raja tiba di luar ruang tahanan. Ia terkejut melihat para pengawal penjara bergeletakan di tanah. Para pengawalnya segera siaga untuk melindungi Raja juga untuk menyergap penyusup yang merobohkan para pengawal itu.

Yang Sun berusaha menenangkan ayahnya dan membujuknya untuk naik perahu. Tapi ayah Yang Sun tidak mau.

Ketika Raja dan para pengawalnya tiba di sel Yang Sun, Sung Yeol sudah pergi. Ayah Yang Sun masih histeris dan terus berteriak memohon diselamatkan.

ki-00233 ki-00234

Soo Hyang membawa ibu angkat Yang Sun dan Dam ke gibang. Ia menjelaskan apa yang terjadi pada Yang Sun dan ayahnya. Ibu angkat Yang Sun meminta bantuan Sung Yeol karena Yang Sun tidak membuat kesalahan apapun. Masalahnya bukti-bukti itu ditemukan di rumah mereka. Besar kemungkinan mereka dituduh berkhianat dan dieksekusi.

Ibu angkat Yang Sun mengajak Dam untuk pergi memprotes penangkapan suaminya dan Yang Sun. Sung Yeol berkata ada satu cara untuk menyelamatkan mereka. Yaitu jurnal PM Jung Hyun.

Ibu angkat Yang Sun teringat ia pernah memergoki suaminya dengan buku itu. Ia menuliskan judul buku itu dan memperlihatkannya pada Sung Yeol. Judulnya “Pangeran Mahkota Jung Hyun”. Sung Yeol yakin buku itu yang dicarinya. Ia berkata ia tahu di mana buku itu berada dan menangis memohon Sung Yeol menyelamatkan suami dan anaknya.

Tapi ketika ia dan Dam membongkar semua buku mereka, mereka tidak menemukan buku tersebut. Ibu angkat Yang Sun berkata ia jelas-jelas melihat buku itu dibungkus kain kuning emas.

ki-00249 ki-00250

Ho Jin masuk melaporkan kalau orang-orang yang tadi ditangkap semuanya menghilang. Sung Yeol mengecek ke tahanan dan tahanan itu kosong.

Ia diam-diam menguping pembicaraan Raja dan Gwi. Raja tidak mau memberitahu Gwi di mana “Pelajar Binal” berada. Perdana Menteri Choi berkata seharusnya Raja langsung membawa “Pelajar Binal” ke hadapanj Gwi begitu menangkapnya.

Raja mengejek Perdana Menteri Choi yang tidak berhasil menangkap Pelajar Binal. Ia beralasan vampir yang pernah disebut Gwi telah datang ke tempat ini. Maksudnya adalah Sung Yeol.

Ia bertanya apa yang akan Gwi lakukan jika Sung Yeol muncul kembali dan mengambil Pelajar Binal. Karena itu ia menyembunyikan mereka di tempat yang diketahui siapapun termasuk oleh vampir.

Gwi bertanya apa yang akan Raja lakukan jika mereka tidak mengaku. Raja meminta Gwi memberinya waktu 2 hari untuk menyerahkan mereka pada Gwi. Jika mereka memang memiliki jurnal PM Jung Hyun, Gwi boleh mendapatkannya. Tapi Gwi belum mempercayai Raja.

Raja mempertaruhkan nyawa Yoon sebagai jaminannya. Jika ia melakukan sesuatu yang melanggar kepercayaan Gwi, maka Gwi boleh membunuh Yoon. Gwi akhirnya memberi Raja waktu 2 hari.

ki-00258 ki-00263

Sung Yeol berusaha mencari Yang Sun dan ayahnya tapi ia tidak menemukan mereka di manapun di istana maupun di tempat yang mungkin di kota. Sung Yeol menduga Raja sudah tahu Yoon adalah Pelajar Binal. Atau Raja sebenarnya berencana untuk melawan Gwi?

Sung Yeol masih tidak yakin apa maksud Raja sebenarnya. Tapi yang pasti Raja menjadikan Yang Sun Pelajar Binal untuk melindungi cucunya.

ki-00266 ki-00272

Yang Sun dan ayahnya disekap di sebuah gudang. Yang Sun ngeri melihat tempat itu dipenuhi alat-alat penyiksaan. Ia berusaha mengalihkan perhatiannya dengan bertanya pada ayahnya mengapa tadi ayahnya bersikap seperti itu saat bertemu Sung Yeol padahal Sung Yeol hendak menyelamatkan mereka.

“Menyelamatkan orang? Itu tidak benar! Apa kau tahu siapa yang sudah dibunuh orang itu? Orang itu menangkap manusia dan memakan…” ayah Yang Sun tak menyelesaikan perkataannya.

Yang Sun mendesak ayahnya agar memberitahunya yang sebenarnya. Tapi tiba-tiba pintu dibuka. Hak Young dan anak buah Yoon (yang menyamar jadi pemimpin budak) digiring masuk ke dalam. Yang Sun tampaknya mengenali Hak Young. Hak Young bingung melihat Yang Sun ditangkap.

ki-00273 ki-00345

Wakil Perdana Menteri menginterogasi mereka dengan menunjukkan bukti yang ditemukan di rumah Yang Sun. Yang Sun berkeras ia sudah difitnah. Meski ia menghidupi keluarganya dengan menjual buku Pelajar Binal, ia tidak pernah menulis buku-buku itu.

“Lalu bagaimana kau menjelaskan ini?” Wakil PM menunjukkan surat Wae Son.

“Aku hanya diminta mengirimkannya,” ayah Yang Sun yang menjawab. Ia berkata Yang Sun tidak tahu apapun.

Yang Sun menoleh pada ayahnya tapi ayahnya tidak memberi isyarat agar Yang Sun tidak mengatakan apapun. Wakil PM memerintahkan agar mereka dipukuli sampai mengaku.

ki-00280  ki-00281

Sung Yeol tak henti-hentinya berusaha mencari Yang Sun dengan mengandalkan kekuatan indera penciuman vampir yang dimilikinya. Tapi ia tetap tidak berhasil.

Ibu angkat Yang Sun menemui Sung Yeol dan mengatakan ia ingat dua malam lalu suaminya pergi ke kuil. Ia sempat melihat suaminya membawa bungkusan berisi buku dan menyembunyikannya di balik bajunya.

Sung Yeol segera pergi ke kuil tersebut ditemani Ho Jin. Pada papan di altar tertulis nama ayah kandung Yang Sun, Seo Jung Do. Ia teringat peristiwa 10 tahun lalu di mana ia menikam Pelajar Seo yang sudah menjadi vampir. Tapi kenapa ayah Yang Sun menyembahyanginya, tanya Ho Jin.

ki-00293 ki-00300

Yang Sun, ayahnya, Hak Young, dan pemimpin budak babak belur karena disiksa, terutama kaki mereka yang terus menerus dipukuli. Wakil Perdana Menteri berkata mereka bisa tetap hidup jika mereka mengungkapkan bahwa Yang Sun adalah Pelajar Binal.

Begitu Raja sendiri yang menginterogasi mereka besok, maka tak seorangpun bisa luput dari hukuman mati meski mereka mengaku.

“Aku bukan Pelajar Binal!” ujar Yang Sun meski menahan sakit.

Hak Young berseru menghentikan kakeknya yang terus memerintahkan penyiksaan.

“Orang-orang di sini bukanlah orang-orang yang seharusnya dipukuli sampai mati. Mereka yang dibutakan oleh kekuasaan dan kekayaan, mereka yang menyerahkan nyawa rakyat pada vampir, adalah Raja dan para pejabat yang berkuasa. Orang yang menyerahkan ayahku pada vampir itu…Kakek, kaulah yang seharusnya duduk di tempat ini.”

  ki-00308 ki-00313

Wakil Perdana Menteri tidak bergeming. Ia memerintahkan agar pakaian mereka dibuka dan tubuh mereka dibakar dengan besi panas.

Yang Sun, ayahnya, dan Hak Young terkejut karena tahu Yang Sun adalah wanita. Yang Sun mulai menangis dan berkata mereka tidak bisa melakukan itu padanya. Begitu juga ayah Yang Sun.

“Akulah Pelajar Binal!” kata Hak Young.

Tapi Wakil Perdana Menteri memerintahkan agar hukuman itu dijalankan sekarang juga. Para penjaga meraih pakaian Yang Sun dan hendak merobeknya. Yang Sun menangis ketakutan.

“Wanita!!! Anakku seorang wanita!” seru ayah Yang Sun. “Ampunilah dia. Ia bukan Pelajar Binal.”

Wakil Perdana Menteri terkejut.

ki-00321 ki-00327

Yoon menghadap kakeknya dan mengaku kalau ia adalah Pelajar Binal. Raja sama sekali tidak terkejut.

“Tutup mulutmu! Jika kau mengatakan satu kata lagi, aku akan menyekapmu di sumur seperti yang kulakukan pada ayahmu.”

“Atau Kakek akan menyerahkan aku pada vampir itu seperti yang Kakek lakukan pada ayahku!”

Raja berkata ia memang kehilangan puteranya tapi selama ini ia melindungi Yoon. Ia melindungi keselamatan keluarga kerajaan dan negara ini.

“Sementara kau, apa yang kaulindungi sekarang? Jika bukan karena aku, kau sudah dibunuh oleh Gwi ketika kau membuat buku dengan nama Pelajar Binal dan menyebarkan selebaran.”

Yoon bertanya bagaimana bisa kakeknya diam saja meski sudah tahu semuanya. Raja berkata ia memberi Yoon kesempatan untuk mengetahui apakah Yoon memiliki kemampuan untuk berjuang.

“Dan seperti diduga, sama seperti ayahmu kau jatuh karena ambisi yang bodoh dan menyebabkan kematian para pengikutmu.”

ki-00333 ki-00336

Kasim kepala membisikkan sesuatu pada Raja. Raja nampak terkejut. “Dia seorang wanita?” gumamnya.

Yoon mendengar itu. Raja berkata Yang Sun sudah melanggar aturan. Meski Yang Sun bukan Pelajar Binal, ia tetap akan dihukum karena melanggar hukum. Yoon khawatir dengan apa yang akan terjadi pada Yang Sun.

Untuk sementara Yang Sun dan ayahnya berhenti disiksa. Namun keadaan mereka sangat mengkhawatirkan.

ki-00338 ki-00340

Sung Yeol berkata ia tidak bisa membiarkan Yang Sun begitu saja. Soo Hyang berkata setelah Raja menginterogasi mereka langsung, Yang Sun dan semua pengikut Pelajar Binal akan dieksekusi.

“Aku tahu. Karena itu dengan taruhan nyawanya, aku akan membuat kesepakatan dengan ayahnya,” kata Sung Yeol.

ki-00341 ki-00343

Komentar:

Wah tambah seru aja nih^^ Meski drama ini memiliki kelemahan karena terlalu banyak kebetulan, tapi alurnya tetap bisa dinikmati. Dan penulis cukup pintar menyelipkan hal-hal kecil ke dalam alur cerita, contohnya Yang Sun yang sering membicarakan Pelajar Malam dan vampir hingga orang-orang mudah percaya kalau ia adalah Pelajar Malam.

Tapi ada satu hal yang membuatku bertanya-tanya. Mengapa tidak semua orang yang digigit menjadi vampir? Kalaupun mereka menjadi vampir, kenapa mereka lebih seperti mayat hidup? Tidak seperti Sung Yeol atau Gwi yang tidak melupakan jati diri mereka, tetap bisa berpikir dan bertindak layaknya manusia biasa.

Contohnya ayah kandung Yang Sun yang sama sekali tidak mengenali anaknya sendiri. Ia bahkan tidak bisa berkomunikasi dengan Sung Yeol. Begitu juga para vampir penjual buku yang digigit Gwi.

8 komentar:

  1. kan sungyeol digigit oleh hesoo n dikasih kekuatannya utk melawan gwi.. so dia msh ingat akn identitasnya. beda dg org2 yg hny jdi korban vampir tnp dikasih kekuatan. *apalah ini*
    makin greget aja ini film tpi kok di korea sana ga seheboh di indonesia y? dlu kalah ma MASK. skrg kalah ma Yongpal. astaga semoga epi selanjutnya bisa mengangkat rating neh drama *kok curhat ya :) *

    BalasHapus
  2. Meski kalah ama MAKS dan YONGPAL yg penting aku suka dgn film ini. Mbk cpt d lanjutin y ep 9ny aku udh g sabar lagi dgn ceritanya.

    BalasHapus
  3. Kyaaaa ini drama bgitu mnegangkan...penasaran banget sama kelanjutan ceritanya.
    Kasihan sm yang sun dan ayahnya, mrk disiksa padahalkan nggak salah apa2 :'(
    Kakeknya hak young kej

    BalasHapus
  4. Mksdq, kakeknya hak young kejem banget. (Enakan baca di pc, jd klo komen gk salah2 kyak gini huffft..)
    Buat mbak fanny, gomawo ats sinopnya....
    KEEP FIGHTING EONNI!!!!

    BalasHapus
  5. Penasaran ma jlan ceritanya ...tq mbak fanny dah bikin sinopsis nya walaupun aq nya masih agak lemot nyambungin jalan ceritanya..

    BalasHapus
  6. Keren ceritanya...penasaran knapa yang sun kecil di pakai baju cowok .?..makasih fanny sinopsisnya..hwaiting...

    BalasHapus
  7. Eeehhhmmmm karena mereka Ɣƍ digigit gwi itu mati dulu...baru hidup lagi jadi mungkiiiinnn mereka merasa hauuuussss gt mbak fanny....jd mreka langsung mmbunuh manusia jg utk mredakan rasa hausnya......hwehehhhhh munggggkiiinnnn

    Apapun itu Ɣƍ jelas makasiiiiihhhh banyak buat mbak fanny Ɣƍ udah buatin sinopsisnya........ttp semangaaaaattttt (ง'̀⌣'́)ง

    BalasHapus
  8. Sebelumnya salam kenal mba fanny,aku baru komen pertama kali ini,sblmnya aku silent reader(habis mau komen gk bisa)aku suka dg recapan kdrama nya mba,krn pembawaannya asik dan ringan and makasih bwt ngeluangin waktunya utk buat recapan kdramanya..sabar y mba yg ngedepin copasser itu tuh..:)����
    #apalah arti nonton kdrama tanpa mba fanny

    @dyana

    BalasHapus

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)