Jumat, 16 Januari 2015

Sinopsis Pinocchio Episode 19 (Bagian 2)

ki-00987

[Sinopsis Bagian 1 klik di sini]

Dal Po mendapat pesan dari Chan Soo yang mengingatkannya pada pesta pindah rumah malam ini. Juga mengingatkan untuk datang dengan “hati yang ringan, tangan yang berat”. Chan Soo berpesan agar Dal Po mengajak Yoo Rae.

Dal Po mengajak Yoo Rae pergi bersamanya dan In Ha. Yoo Rae malah bertanya untuk apa ia pergi bersama Dal Po.

“Untuk apa aku pergi bersama orang yang sudah memiliki kekasih?”

“Apa kau menyimpan kemarahan padaku atau semacamnya akhir-akhir ini?” tanya Dal Po yang masih juga tidak mengerti sikap Yoo Rae.

“Yah, kau itu tidak ada apa-apanya bagiku. Rasa sukaku semakin berkurang.”

“Terserah,” kata Dal Po pasrah. Kalau begitu apa Yoo Rae akan pergi sendirian?

ki-00503 ki-00505

Tidak, jawab Yoo Rae. Ia mengajak Ho Chul tapi Ho Chul berkata ia sedang sibuk. Yoo Rae melihat Gyo Dong lewat.

“Cap Hwang, apa kau mau datang ke pesta pindah rumah Petugas Ahn?”

“Okay.”

Dal Po dan Yoo Rae terkejut.

“Apanya yang okay?” tanya Yoo Rae.

ki-00515ki-00517 

“Bukankah barusan kau mengajakku ke pesta pindah rumah? Aku akan pergi.”

Dal Po dan Yoo Rae sangat terkejut hingga tak bisa berkata-kata. Yoo Rae bertanya ada apa dengan Gyo Dong. Kenapa ia setuju untuk ikut?

“Dia ikut karena kau mengajaknya,” ujar Dal Po.

“Karena itu, kenapa?”

“Itulah yang ingin kutanyakan. Kenapa kau mengajaknya ikut?”

“Karena aku tidak mengira ia mau ikut,” kata Yoo Rae bingung.

ki-00521 ki-00526

Bayangkan pergi ke pesta teman lalu bosmu ada di sana. Awkward >,< Begitu juga yang dirasakan In Ha dan keluarga Chan Soo, bahkan Dal Po dan Yoo Rae. Sementara Gyo Dong dengan cuek melahap makanan yang ada, kesukaannya adalah daging panggang.

In Ha berbisik kenapa Gyo Dong bisa ikut. Dal Po berbisik ia juga tidak tahu kenapa. Yoo Rae bertanya berapa yang ditawarkan Presdir Park sebagai uang damai.

 ki-00538 ki-00540

“Melihat tebalnya amplop itu, kurasa akan cukup untuk melunasi rumah ini dan membayar sekolah anak-anak kami juga,” kata Ji Hee tak bisa menyembunyikan penyesalannya.

Dal Po jadi tak enak hati. Ia berterima kasih karena mereka tidak menerima amplop itu dan tetap teguh.

“Iya, tapi apakah kau tidak merasa hadiahmu terlalu kecil?” sindir Chan Soo. In Ha dan Dal Po menghadiahi mereka peralatan dapur, sabun pembersih dan tissue toilet XD.

ki-00549 ki-00551

“Tapi kurasa kedua orang itu bahkan tidak membawa apapun,” tambahnya lagi. Kata-katanya itu ditujukan pada Gyo Dong dan Yoo Rae.

“Ancaman selalu datang setelah sogokan. Rekam semua pembicaraan dengan pihak Presdir Park. Jika ada petunjuk adanya ancaman, segera beritahu salah satu reporter kami,” Gyo Dong malah menasihati. Maksudnya agar Chan Soo berhati-hati pada ancaman yang mungkin datang.

“Iya, aku mengerti,” kata Chan Soo. Lalu ia berbisik pada istrinya untuk diam-diam mengambil piring daging panggang dari meja begitu ada kesempatan.  

“Ada apa ini? Bukankah kau pernah mengatakan Capmu sangat cool?” bisik In Ha lagi.

“Aku tahu… ia membuatku malu dalam banyak cara hari ini,” keluh Dal Po.

ki-00553ki-00566

Selesai makan, Yoo Rae memangku putera sulung Chan Soo dan membuat selfie. Ini sih iklan ponsel >,< Gyo Dong melahap buah sambil diam-diam memperhatikan Yoo Rae^^

In Ha menggendong anak bungsu Chan Soo dengan Dal Po di sisinya. Mereka melihat foto keluarga Chan Soo dan berkata keluarga mereka terlihat sangat bahagia. Ji Hee berkata Dal Po dan In Ha juga bisa seperti itu. Ia memotret mereka.

 ki-00587 ki-00590

“Apa kalian mau melihat hal yang mengejutkan. Kalian tidak akan percaya ini,” kata Chan Soo. Ia memutar sebuah video. Video kuis 9 tahun lalu.

Dal Po langsung berteriak meminta video itu dimatikan. Tapi Ji Hee mengamankan remote-nya. Mereka tertawa melihat aksi Dal Po dulu. Gyo Dong melihat video itu dan dengan bangga berkata ia yang menjadi produser acara itu.

Yoo Rae? Shock bukan main XD

 ki-00613 ki-00618

Bum Jo berdiri di depan rumah Chan Soo. Tapi saat ia hendak memencet bel, ia mendengar suara tawa In Ha dan kegembiraan dalam rumah itu. Ia tak jadi memencet bel dan berbalik pergi.

Dal Po kebetulan berdiri dekat jendela karena ia malu melihat video tersebut. Dan ia melihat Bum Jo berjalan pergi dari rumah Chan Soo. Ia beralasan pada teman-temannya akan pergi membeli bir sebentar. Sebenarnya ia pergi menyusul Bum Jo.

“Seo Bum Jo!” panggilnya.

ki-00624 ki-00626

Bum Jo berbalik. Dal Po bertanya kenapa Bum Jo pergi. Bukankah Bum Jo datang untuk menemui Chan Soo? Bum Jo mengiyakan, tapi ia tidak tahu Dal Po dan In Ha ada di sana. Dal Po menjelaskan mereka datang untuk pesta syukuran rumah.

“Mau kupanggilkan Chan Soo untukmu?” ia menawarkan.

“Tidak, aku datang tanpa berpikir untuk memintanya memaafkan ibuku. Tapi sepertinya tidak ada yang bisa kulakukan. Ibuku tidak akan mundur. Dan ia tidak bisa diyakinkan. Ia juga tidak akan bertobat. Tapi, aku tidak punya keberanian untuk menyerahkan ibuku seperti yang sudah kaulakukan. Kurasa akhirnya aku mengerti mengapa In Ha merasa begitu bersalah padamu.”

ki-00632 ki-00634

Dal Po berkata Bum Jo jangan merasa seperti itu. Ia sama sekali tidak memiliki maksud untuk meminta Bum Jo menyerahkan ibunya ke polisi.

“Karena aku tahu berapa sulitnya itu. Dan aku sudah meninggalkan keinginan untuk membalas dendam pada siapapun.”

“Apa kau mengatakan itu hanya untuk menghiburku?” Bum Jo tersenyum.

“Tidak, bukan begitu.” Dal Po memegang kedua pundak Bum Jo. “Seo Bum Jo, aku menyukaimu.”

Mwahahaha XD Bum Jo langsung melompat mundur ketakutan.

ki-00653 ki-00658

“Tapi aku lebih menyukai In Ha,” kata Dal Po tersenyum. Ia sangat menyukai In Ha hingga ia merasa sedih waktu terus berlalu meski ia sedang bersamanya.

“Kenapa kau mengakui itu padaku?” gerutu Bum Jo.

Dal Po berkata waktu-waktu seperti itu terlalu berharga untuknya. Karena itu ia harus melepaskan semuanya. Ia sudah meninggalkan keinginan untuk membalas dendam dan kemarahannya.

“Sekarang aku hanya ingin melaporkan kebenaran sebagai seorang reporter sejati. Melaporkan baik dan buruk secara apa adanya. Aku hanya ingin melaporkan kebenaran pada dunia.”

ki-00659 ki-00667

Dan hal itu juga yang dikatakan Dal Po pada kakaknya. Kakaknya berkata apa yang diputuskan Dal Po tidaklah mudah tapi mengesankan.

“Tidak ada yang mengesankan. Terlalu terobsesi untuk membalas dendam dan mencari kesalahan orang lain telah menghalangiku untuk melihat apa yang seharusnya aku lihat. Aku terus menyelidiki seakan aku sudah mengetahui jawabannya. Dan aku menyelidiki seakan aku tidak bisa melihat kebenaran dalam kehidupan orang lain. Aku terus membuat kesalahan dan itu mulai membuatku takut. Aku takut aku mungkin akan menjadi seorang reporter seperti Song Cha Ok.”

“Tidak, kau tidak boleh seperti itu,” ujar Jae Myung. Ia membebaskan Dal Po untuk memilih mengampuni atau tidak, sesuai dengan apa yang Dal Po anggap benar. Dal Po tidak perlu meminta ijinnya.

“Aku sudah membunuh orang. Jadi hak apa yang kumiliki untuk menyalahkan atau memaafkan orang lain?”

“Kak…”

“Jangan pernah kehilangan kualitasmu itu.”

ki-00677 ki-00682

Bum Jo melihat ibunya sedang berlatih pidato untuk acara peletakkan batu pertama mall mereka. Ia teringat ibunya mengatakan bahwa semua yang dilakukan ibunya adalah untuk mendapatkan apa yang dimiliki Bum Jo dalam hidupnya dan apa yang akan Bum Jo miliki.

Ia menghampiri ibunya lalu memeluknya. Presdir Park tersenyum senang.

“Kenapa aku tidak pernah menyadarinya,” kata Bum Jo. “Betapa Ibu harus bekerja keras selama bertahun-tahun ini? Dan karena usaha Ibu, aku bisa menjalani hidupku dalam kemewahan. Aku tidak pernah tahu.”

Presdir Park berkata Bum Jo tidak perlu tahu. Sudah sepatutnya puternya hidup dalam kemewahan.

“Maafkan aku, Ibu.”

Presdir Park tersenyum dan menepuk-nepuk pundak puteranya.

ki-00700 ki-00701

Yoo Rae memperlihatkan foto-fotonya bersama anak Chan Soo pada Ho Chul. Juga ada foto Gyo Dong sedang memakan buah sendirian.

“Bukankah Kapten Hwang cukup tampan?” ujar Yoo Rae.

Hingga pada sebuah foto di mana Gyo Dong terlihat sedangmelihat ke arah Yoo Rae.

“Hei, bukankah terlihat ia sedang menatapmu pada foto ini?” kata Ho Chul.

“Kau benar, ia menatapku,” kata Yoo Rae.

ki-00715 ki-00717

Begitu juga dalam foto-foto selanjutnya. Ho Chul bertanya tidakkah itu aneh. Yoo Rae sependapat.

“Kapten memang sedikit aneh.”

“Benarkah? Kaupikir Kapten Hwang aneh?” tiba-tiba Jang Kepo sudah ada dibelakang mereka. Mereka terkejut.

“Bukan itu maksudku,” Yoo Rae berusaha menjelaskan.

“Tidak apa-apa jika maksudmu seperti itu. Kurasa kau memang dimaksudkan untuk menjadi pemberontak sepertiku,” Jang mengestafetkan bandonya pada Yoo Rae.

ki-00726ki-00729

Yoo Rae menggeleng. “Tidak, aku tidak seperti itu.”

Ia melepaskan bando itu dan mengembalikannya pada Jang Kepo. Jang Kepo tertawa lalu berputar….yup, berputar pergi.

 ki-00732 ki-00736

Bum Jo pergi ke penjara dan mengunjungi anak pemilik bis yang melakukan penyerangan. Ia memperkenalkan dirinya sebagai Seo Bum Jo, putera dari Presdir Park. Si penyerang berbisik apa yang diinginkan Bum Jo.

Bum Jo berkata ia datang untuk menyampaikan pesan bahwa semua berjalan dengan baik. Juga untuk memberitahu anak pemilik bis agar tidak khawatir atas perjanjian yang sudah dibuat. Anak pemilik bis tersenyum lega.

ki-00740 ki-00741

Dal Po menceritakan pada In Ha perihal kedatangan Bum Jo ke rumah Chan Soo semalam juga alasan kenapa Bum Jo tidak jadi masuk ke rumah Chan Soo, yaitu untuk meminta maaf tapi merasa tidak ada yang bisa ia lakukan.

“Meminta maaf? Tapi kukira Bum Jo berpihak pada ibunya,” kata In Ha.

Dal Po berkata Bum Jo hanya berpura-pura. In Ha terkejut. Ia merasa tidak enak karena sudah salah membaca situasi. Dal Po berkata Bum Jo memang tidak ingin memberitahu In Ha agar In Ha tidak khawatir.

“Pasti sangat berat baginya,” kata In Ha prihatin. Dal Po membenarkan.

ki-00745 ki-00748

Dal Po mendapat telepon dari Jang Kepo untuk bersiap-siap meliput acara peletakkan batu pertama Mall Bum Jo sore ini. Ia berkata banyak Senator yang berkaitan dengan Presdir Park akan menghadiri acara ini. Ia bertanya apakah Dal Po sudah mengecek daftar tamu.

Dal Po melihat daftar tersebut dan mengiyakan. Beberapa dari mereka sempat disebut dalam catatan pesan antara Presdir Park dan Cha Ok. Jang ragu mereka akan bersedia diwawancarai tapi ia menyuruh Dal Po untuk menempel mereka seperti lem, setidaknya untuk mendapatkan penolakan untuk diwawancarai.

ki-00751 ki-00752

In Ha juga mendapat telepon yang sama dari Il Joo. Tapi Il Joo mengatakan mall itu akan menjadi mall terbesar di Korea yang memiliki auditorium dan akan menjadi daya tarik bagi para turis.

Il Joo melihat Jang Kepo menatapnya dengan prihatin.

“Apa lihat-lihat?”

“Tidak, aku hanya kasihan melihat bakatmu sia-sia,” ujar Jang. Ia berkata Il Joo sebaiknya bergabung dengan tim promosi daripada dengan tim investigasi. Itu lebih cocok untuk Il Joo.

Il Joo berdehem. Ia menyuruh In Ha mencatat berapa banyak pegawai langsung dan tak langsung yang ditawarkan mall tersebut.

ki-00757  ki-00758

“Ya, saya mengerti,” jawab In Ha bosan.

Dal Po bertanya apa In Ha juga akan pergi ke acara tersebut. In Ha mengiyakan. Hanya saja ia datang untuk promosi. Bukankah itu menggelikan?

“Bagaimana jika kau cegukan saat kau melaporkan?” tanya Dal Po.

“Aku yakin aku akan cegukan. Karena laporan itu benar-benar hanya lelucon. Aku akan meliput acara yang sama dan tempat yang sama denganmu tapi tujuan kita benar-benar berbeda,” keluh In Ha, “Apakah aku sebaiknya berhenti saja?”

ki-00763ki-00768  

Dal Po mengingatkan bukankah In Ha bertahan untuk membawa perubahan. In Ha berkata ia sudah berusaha bertahan tapi ia tidak merasa ada jalan untuk melakukan perubahan. Ia dilarang untuk meliput hal penting dan hanya dikirim untuk pekerjaan promosi.

“Apakah ini yang dilakukan reporter? Apa kau yakin aku perlu terus bertahan?”

“Hmm..” Dal Po bergumam.

In Ha dengan kesal menjawel kedua pipi Dal Po. “Jangan jawab aku seringan itu.”

Dal Po meringis.

In Ha kembali menyandarkan kepalanya di meja dan berkata ia ingin membuat berita betulan daripada berita yang palsu. Berita betulan. Dal Po mau tak mau merasa kasihan.

ki-00774ki-00775

Bum Jo memasuki kantor polisi Han Gang. Ia melihat para reporter sedang menunggu berita. Juga dua orang reporter duduk di tangga, yang mengingatkannya saat ia bersama In Ha dulu. Ia tersenyum mengingat saat-saat itu.

Ia naik ke atas dan berpapasan dengan In Ha. Bum Jo menyapa In Ha dengan ceria.

“Aku mengkhawatirkanmu, tapi kau terlihat baik-baik saja.”

“Bukan hanya wajahku, tapi seluruh diriku terlihat baik,” seloroh Bum Jo.

ki-00782 ki-00788

In Ha tersenyum. Ia bertanya apa yang sedang Bum Jo lakukan di sini. Bum Jo berkata ia datang karena suatu urusan. In Ha memberitahunya bahwa ia akan pergi meliput acara peletakkan batu pertama Bum Jo Mall. Apa Bum Jo tidak pergi ke sana?

“Tidak,” kata Bum Jo. Ia senang bisa bertemu In Ha di sini. Ia ingin meminta tolong pada In Ha.

“Minta tolong apa?”

“Jika kau mendapat kesempatan mewawancarai ibuku pada acara itu nanti, bisakah kau menyampaikan pesanku padanya?”

“Pesan apa?” tanya In Ha.

ki-00794 ki-00795

Yoo Rae seperti biasa sedang membujuk atasan Chan Soo untuk memberinya berita. Mereka dikejutkan dengan kedatangan Bum Jo.

“Kukira kau sudah berhenti jadi reporter. Apa yang membawamu ke sini?” tanya atasan Chan Soo.

“Ada apa? Kau benar-benar putus hubungan dengan kami semua. Apa kau kembali?” tanya Yoo Rae.

ki-00809 ki-00812

“Tidak, aku datang karena ada keperluan dengan Kepala Tim untuk suatu urusan,” kata Bum Jo dengan wajah serius.

“Ada urusan apa kau denganku?” tanya atasan Chan Soo.

“Aku datang untuk menyerahkan diri.”

Yoo Rae dan atasan Chan Soo bingung. Menyerahkan diri untuk apa?

“Apa kalian ingat penyerangan yang terjadi di stasiun berita belum lama ini? Orang yang memerintahkan penyerangan itu adalah aku.”

Keduanya terkejut bukan main.

ki-00816 ki-00821

Bum Jo diinterogasi oleh atas Chan Soo sementara Yoo Rae dan reporter lainnya seperti biasa berupaya menguping di pintu.

“Mengapa kau menyewa Jo Dae Gook (putera pemilik bis)?”

“Untuk menghindari kecurigaan. Tidak sulit mencari orang yang mendendam pada ketiga orang itu. Dunia reporter adalah memakan atau dimakan.” Bum Jo menjawab seperti jawaban ibunya.

“Tawaran apa yang kau berikan pada Jo Dae Gook?”

Bum Jo berkata Jo Dae Gook akan dipenjara paling lama selama 2 tahun dan sebagai gantinya akan dijadikan pegawai seumur hidup tanpa perlu kuliah. Karena pemuda itu tidak memiliki masa depan, ia tidak bisa menolak tawaran terebut.

ki-00828 ki-00830

Yoo Rae melaporkan hal ini pada Jang. Jang merasa hal ini tidak masuk akal. Ia bertanya apakah Yoo Rae sudah mengecek pernyataan dari Jo Dae Gook menyangkut pengakuan Bum Jo.

“Ya, aku juga tidak bisa mempercayainya. Jadi aku memeriksanya pada kepala tim. Tapi menurut catatan percakapan telepon, Bum Jo yang lebih dulu menghubungi Jo Dae Gook.”

“Timing yang sempurna, bukan? Dia melemparkan bom tepat pada hari peletakkan batu pertama ibunya?” ujar Jang.

“Senior, apa kita benar-benar harus menerima penyerahan dirinya?” tanya Yoo Rae.

ki-00838 ki-00839

Para Senator koneksi Presdir Park yang hendak menghadiri acara peletakkan batu pertama, langsung memutar arah mobil mereka begitu mendengar putera Presdir Park menyerahkan diri untuk percobaan pembunuhan. Mereka mendengar hal tersebut dari Komisaris Polisi.

Tak ada satu Senator pun yang datang pada acara tersebut, kecuali para pegawai Presdir Park dan para reporter yang hendak meliput acara tersebut.

ki-00849 ki-00852

Asisten Presdir Park menerima telepon mengenai Bum Jo dan ia langsung naik ke panggung membisikkannya pada Presdir Park. Presdir Park terlihat kaget dan terpukul mendengar berita tersebut. Sampai-sampai ia tidak sanggup berdiri sendiri dan harus dibantu menuruni panggung.

Para reporter merasa aneh melihat hal tersebut. Mereka bertanya-tanya apa yang terjadi. Saat itulah Dal Po mendapat telepon dari Gyo Dong mengenai penyerahan diri Bum Jo. Para reporter lain juga mendapat kabar yang sama.

ki-00867 ki-00872

“Seo Bum Jo, si brengsek itu.” Dal Po berusaha menelepon Bum Jo.

“Apa? Apa yang terjadi?” tanya In Ha panik.

“Ia menyerahkan diri pada polisi dan memberitahu mereka bahwa ia memerintahkan penyerangan yang dilakukan Jo Dae Gook,” Dal Po menjelaskan. Bum Jo tidak mengangkat teleponnya. Ia berkata sepertinya Bum Jo menyerahkan diri untuk menggantikan ibunya.

In Ha jadi teringat pada pesan Bum Jo tadi padanya. Ia memberitahu Dal Po bahwa tadi ia sempat bertemu Bum Jo dan Bum Jo meminta sesuatu yang sangat aneh. In Ha berkata Bum Jo ingin ia menyampaikan pesan pada ibunya jika ia berkesempatan mewawancarainya.

ki-00883 ki-00888

Atasan Chan Soo bertanya apakah Bum Jo mengakui bahwa semua yang dikatakan Bum Jo padanya adalah benar adanya. Bum Jo mengangguk.

Sementara itu para reporter mengerubungi Presdir Park dan mencecarnya dengan pertanyaan perihal penyerahan diri Bum Jo. In Ha menyeruak di antara mereka dan berkata Bum Jo ingin ia menyampaikan pesan. Apakah ia bisa menyampaikan pesan itu? Presdir Park berbalik menatap In Ha.

 ki-00903 ki-00906

“Pesan dari puteramu adalah: Semua yang kumiliki dalam hidupku dan semua yang akan kumiliki, aku akan memikul tanggung jawab itu bersama Ibu, bersama-sama. Ia juga ingin aku menyampaikan permintaan maafnya karena ia tidak tahu ibunya selama ini sendirian. Mulai sekarang ia ingin selalu bersama ibunya.”

Presdir Park terpaku mendengar pesan Bum Jo tersebut. Sementara para reporter mengartikan pesan Bum Jo tadi bahwa Presdir Park dan Bum Jo telah bersekongkol dalam penyerangan tersebut. Tidak ada yang meragukan kata-kata In Ha karena In Ha seorang Pinocchio.

“Di mana puteraku sekarang?” tanya Presdir Park.

“Dia ada di kantor polisi Han Gang,” jawab In Ha.

Presdir Park langsung naik ke mobilnya dan pergi meninggalkan tempat itu.

ki-00920 ki-00929

“Kurasa Bum Jo ingin memastikan pesan itu tersampaikan pada ibunya. Tapi wawancara tadi tidak akan ditayangkan di MSC, bukan?” kata In Ha sedih.

Dal Po membenarkan. Tapi karena semua orang meliput wawancara tadi maka sudah pasti semua stasiun berita akan menayangkannya. In Ha merasa lega.

ki-00935 ki-00940

Ponsel Dal Po bergetar. Ia melihat Bum Jo lah yang meneleponnya. Ia segera pergi ke tempat sepi untuk mengangkat telepon itu.

“Hei brengsek, apa yang baru saja kaulakukan!” seru Dal Po marah.

“Aku bisa mendengarmu, jadi pelankan suaramu.”

“Kenapa kau tidak menjawab teleponmu?”

“Aku sedang diinterogasi. Aku akan dibawa ke penjara sebentar lagi jadi mungkin ini percakapan terakhir kita.”

ki-00944 ki-00946

“Katakan para mereka bahwa itu tidak benar. Aku tahu kenapa kau melakukan ini, tapi ini tidak benar.” Dal Po mulai berkaca-kaca.

“Jika kau sudah tahu, maka simpanlah untuk dirimu sendiri. Karena inilah satu-satunya cara.”

“Seo Bum Jo!”

ki-00953 ki-00955

Air mata Bum Jo mengalir. Ia berkata seharusnya Dal Po mengatakan hal yang sebaliknya. Seharusnya Dal Po berkata bahwa ia masih menyalahkan dan membenci ibunya. Dengan begitu, ia mungkin akan pura-pura tidak melihat dan mengabaikan kesalahan ibunya sedikit lebih lama.

“Aku juga tidak memiliki maksud lain. Aku melakukan ini karena aku ingin mengungkapkan kebenaran pada dunia. Hal baik dan buruk, seperti apa adanya… dengan caraku sendiri. Aku melakukan ini untuk memunculkan kebenaran.”

“Bum Jo-ya…”

“Meski hanya sebentar, aku pernah menjadi seorang reporter,” Bum Jo tersenyum di sela-sela air matanya.

ki-00969ki-00974  

“Kenapa kau melakukan semua ini? Kenapa?” tanya Dal Po.

“Apa kau tidak ingat apa yang pernah kukatakan padamu? Bahwa aku berada di pihakmu? Bayangkan betapa setianya aku hingga melakukan ini. Apa akhirnya kau percaya padaku?”

“Sejak awal aku percaya padamu, dasar gila.”

ki-00981 ki-00982

Komentar:

Dan aku pun menangis  T_T

Matahari, Angin, dan Pengembara adalah salah satu fabel Aesop. Ceritanya Matahari dan Angin ingin menentukan siapa yang terkuat di antara keduanya. Mereka melihat seorang pengembara sedang berjalan. Maka mereka memutuskan siapa yang biasa membuat pengembara itu melepaskan jubahnya, maka ia adalah yang terkuat.

Angin mendapat giliran pertama. Ia berhembus sekuat-kuatnya untuk menerbangkan jubah si pengembara. Tapi si pengembara malah semakin erat memegangi jubahnya untuk melindungi tubuhnya dari angin.

Giliran Matahari. Ia bersinar terang. Semakin lama semakin terik. Akhirnya pengembara tak tahan akan panasnya dan melepaskan jubahnya. Matahari pun menang.

Fabel ini sering digunakan untuk menggambarkan bahwa pendekatan dengan kekerasan tidak berhasil, sedangkan pendekatan yang persuasif akan mendatangkan hasil.

Segala daya upaya untuk membuat Presdir Park menyerah dan sadar sama sekali tidak membuahkan hasil. Terpaan dari YGN secara bertubi-tubi hanya bisa mementahkan segala upaya Presdir Park untuk menutupi kebenaran. Tapi apa yang akan terjadi jika puteranya mengorbankan diri?

Awalnya aku mengira Bum Jo menyerahkan diri untuk menggantikan ibunya karena ia didera perasaan bersalah dan tak berdaya melihat ibunya terus menerus terperosok. Tapi ternyata bukan.

Ia sengaja meminta In Ha menyampaikan pesan itu pada ibunya karena ia tahu ibunya akan percaya jika In Ha yang mengatakannya. Ia tahu ibunya akan percaya bahwa ia yang menitipkan pesan itu.

Pesan itu memang dibuat agar seolah-olah Bum Jo bersekongkol dengan ibunya dalam mendalangi penyerangan itu. Dan dengan demikian ibunya tidak bisa berkelit lagi di saat Bum Jo sudah mengakui semuanya. Bum Jo tahu ibunya tidak seperti Jae Myung yang bersedia menyerahkan diri. Ia juga tahu ibunya tidak seperti Cha Ok yang akhirnya lelah menanggung perasaan bersalah dan memutuskan untuk berbalik. Satu-satunya cara adalah membuat ibunya tidak bisa tidak mengakui semuanya, dan itu artinya ia yang harus mengorbankan diri.

Sekarang pilihan ada di tangan Presdir Park. Apakah ia akan diam saja melihat putera tersayangnya menanggung kejahatan yang ia buat? Apakah ia akan membiarkan puteranya berbagi tanggung jawab atas kesalahannya? Atau apakah ia akan melindungi puteranya dan akhirnya mengakui semuanya?

Sungguh tak menyangka Bum Jo akan membuatku terharu seperti ini. Meski ia sering saling meledek dengan Dal Po, tapi pertemanan itu ada dalam hati mereka. Meski di luar tampaknya mereka tidak saling memperhatikan, tapi sebenarnya mereka saling peduli. Bum Jo seringkali menuduh Dal Po tidak menyukainya dan tidak mempercayainya, tapi  kali ini Dal Po menyatakan ia menyukai Bum Jo dan sejak awal mempercayainya.

Note: tolong tahan komentar untuk episode 20 ya^^ Komentar untuk episode 20 silakan disampaikan nanti di sinopsis episode 20. Thank you^^

27 komentar:

  1. Bener mb fan..sungguh ga menyangka kl bum jo akan bertindak smp sejauh ini utk membantu dal po..awalnya ak kira waktu dia blg mau bantu dukung dal po akan berhenti ketika tau ibu nya yg salah tp tnyt smp akhir dia ttp membantu dal po..keren dan salut
    Senenhg liat pasangan yo rae dan cap lucu liat mereka
    Cha ok akhirnya bertobat jg..sungguh ga nyangka kl dia bs bertobat mlh presdir park yg awal nya ak kira baik tny

    Mb fanny mksh bgt sinopsisnya..meskipun udh ntn kl blm bc sinopsis dan komentar nya mb fan msh berasa krg

    Ep 20 sapa yg pos mb fanny atau mb mumu

    BalasHapus
  2. saya juga menangis mbak. terharu banget dengan persahabatan Bum Jo dan Dal Po.

    BalasHapus
  3. wowww.. aq pertama nih yg nulis di komen mba fanny^^,hehehe
    baca komentar mba fanny udah benar2 mewakili di fikiran saya.. sy jdi terharu akan kesetiaanbon jo terhadap dal po dan in ha.. ssemoga sj nyanya park bisa sadar dan mengakui semua perbuatannyaa di masah lalu
    faighting mba fanny.. dan terima kasihtelah buat sinopsisnya dgn cepat..

    BalasHapus
  4. Mbak Fanny ngebut nih hehehe. Bum Jo-Dal Po so sweet yaaaa. ^^

    BalasHapus
  5. Hiks hiks dwi nangis pas liat scene dalpo ama bum jo telponan, mrk itu jauh di mulut dkt dihati, bum jo harus ambil tindakan itu agar ibunya sadar. Dwi senyum2 kalo liat cap gyo dong ama you rae, semoga hubungan dalpo ama inha happy end ya. Makasi mba fanny jg mumu, semangattt

    BalasHapus
  6. Blm bc komen dl ah... Hehehe... Sist fany is the best dah... lg coba" tengok blog eh ud ad episod 19ny... Tnggl 1 lg d... Semangt truz y sist n jangn lp jg kesehatn itu yg lbh pntng... ^^ makaciiih...

    BalasHapus
  7. 1 eps Ɩªƍɪ̣̇.. Yaa ampun,, daebak bgt dh.. Romancenya,, kekeluargaannya,, persahabatannya,, dan kejahatannya pun rapih (??)..
    Semangat eonni.. Dan selalu sehat yaa (˘ʃƪ˘) .. Semangat (ง'̀д'́)ง

    BalasHapus
  8. Hiiih,, ternyata bum jo yang menumbalkan dirinya sendiri T.T

    BalasHapus
  9. Gak nyangka air mata saya bakalan tumpah di episode19 ini :(:( kasihan banget ma bum joo yang mencoba untuk melindungi ibunya.. drama ini tidak hanya mengajari kita tntg arti kejujuran, pertemanan tapi juga cara melindungi orang2 yg kita cintai. Yang semangat ya mbak untuk 1 episode nya lagi. Saya sudah tidak sabaran

    BalasHapus
  10. Akhirrnya tgl 1 ep lgi, aku hnya menyayabgkan knapa scene bromance ny dalpo n bumjo, jga romantisme cap dan yoo rae ^^ sedikit dn udah diakhir2 bgini? Hmm aku jd shiperin cap n yoo rae. Indwa

    BalasHapus
  11. sejak awal... pas bum jo menelpon kapten kim, dan menyatakan berhenti dari reporter msc news



    saya sudah merasa aneh, karna kamera langsung menyorot ponsel bum jo yg diletakan dmeja...


    Meski triknya yg ini jg tlah di ketahui ibu nya sejak awal.


    Tapi benar banget kan, kalo seo bum jo itu orang baik....

    ¤jadi penasaran nih, ayah seo bum jo ini siapa.....??????


    ¤karakterna sudah beda banget kan sama nyonya park ro sa

    ¤tapi sayangnya hingga episode akhir pun, saya tak menemukan jawaban siapa ayah bum jo... :(((((

    ¤mungkinkah mbak fanny tau, siapa ayah seo bum jo ?
    :))))))))
    #maap y mbak fanny kalo saya salah nanya :)))))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayah Bum Jo pasti suaminya Nyonya Park^^ Tidak diberitahukan siapa. Tapi Bum Jo jadi anak baik menurutku karena didikan ibunya. Ibunya memang mendidik Bum Jo menjadi anak yang baik dan melimpahinya dengan kasih sayang. Hanya Bum Jo tidak tahu kalau diam-diam ibunya ternyata tidak baik.
      Di awal-awal drama kita diperlihatkan baiknya ibu Bum Jo yang memberikan makanan dan selimut hangat juga mengantar In Ha dan Bum Jo berkeliling kantor polisi.

      Hapus
  12. mbak Fanny... maaf aku baru komen di episode ini padahal aku udh baca sinopsis Pinocchio dari awal :( xD

    aku ga tahan.aku nangis pas nonton episode ini.aku ga nyangka bum Jo bakal bertindak sejauh itu,aku ga nyangka Bum Jo bakal menjatuhkan dirinya sendiri dan masuk penjara..
    Aku harap Park Ro Sa sadar.mudah2an dia mengakui kesalahannya dan menyerahkan diri ke polisi lalu membebaskan Bum Jo dari penjara.

    BalasHapus
  13. pokok nya thanks beraaaaat buat mba fanny 😃

    BalasHapus
  14. Nambah pengetahuan lagi deh gegara komennya mba fanyy...si bum jo...makin episode t'akhir makin cetar gantengnya..jiahhh salah fokus...hehehe....di pinnochio ngajarin gmna yg namanya nahan perasaan sama orng yg dibenci dan dicinta pd saat yg bersaamaan...ngajarin juga ga selamanya orang tua membawa pengaruh baik buat anaknya...beruntung inhabumjo pnya hati yg kuat... mba fanny makasih ia sinop pinocchionya..sampe ketemu lagi dirmhnya hyun bin ya...hehehehe...oia dpt mba kita dpt piku slm perpisahan dr inhadalpo ga...biasa. nya mba fanny kan suka bikin...hehehe

    BalasHapus
  15. Speechless and cry a lot liat scene terakhir. Omegaaattt bum joo-yaaa T.T

    btw, semoga di ep selanjutnya tiba2 cap hwang ngelamar si yu rae, yaa minimal nembak laahh. Imut bgt sih liat mereka berduaa >,<

    BalasHapus
  16. episode bikin gregetan sm nyonya park yg gk mau nyerah tapi bum jo anak yg berbakti melindungi ibunya rela berkorban. beda bngt sm sifat ibunya yg kebalikannya. semoga di episode terakhir nanti semua terungkap dan nyonya park akhirnya sadar akan kesalahannya. banyak hikmah dan pelajaran dari drama ini. aku suka -_-

    BalasHapus
  17. Dal po sm bum jo jg pantas di jadikan favorite couple....nangis bombay deh....
    Aku pasti kangen mereka semuaaaa...
    huhuhu...

    BalasHapus
  18. wow,,,bkin terharu bum jo & dalpo,, persahabatan kalian benar2 daebak,,
    penasaran 1 episode lg,,
    kuharap da kejutan dari cap & yoo rae couple..hehe

    BalasHapus
  19. Bum jo kenapa sih km membuatku nangis... bum jo ah....

    BalasHapus
  20. halo mba fanny, sebenernya aku readers setia mba fanny, tapi maafin baru komen sekarang hehehe.
    aku agak bingung, kenapa Jang kepo memakai bando sebagai bentuk pemberontakannya? apa aku melewatkan sesuatu? sama sebenernya chaok itu kan suka manipulasi yg kayak kasus banjir dan sepatu anak kecil itu, hal itu tuh udah dilakuin sebelum kasus ki ho sang, apa sesudahnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. waktu awal Jang Kepo jadi reporter, ia juga dlatih berat oleh Gyo Dong. Akibatnya ayah Jang Kepo pernah melempar seember ular pada Gyo Dong XD (aku lupa di episode berapa). Mungkin karena Gyo Dong suka memarahi Jang maka Jang seperti murid yang sedang memberontak. Sama seperti Yoo Rae yang kena marah Gyo Dong.

      Menurutku setelah kasus Ki Ho Sang, dan itu juga sama-sama merupakan manipulasi berita yang diperintahkan Presdir Park. KAsus Ki Ho Sang adalah yang pertama.

      Hapus
  21. Iya juga si ya, bum jo kyk kunci ke dir.park. tp entah apa yg bakal dilakukan dir park stlh tau anak kesayangannya spt itu, apa bakal nyelamatkan atw gimana.
    Bum jo, jjang.. but poor him.

    BalasHapus
  22. Aku terharu sama yang dilakukan Bum Jo. Dia begitu setia dengan persahabatannya. Aku nggak nyangka sama yang dilakukan Bum Jo. Kira-kira bagaimana perasaan Ny. Ro Sa setelah menerima pesan Bum Jo dan apa yang sudah dilakukan Bum Jo? Semoga Ny. Ro Sa cepat sadar dan mau mengakui kesalahannya...
    Dan yang buat ketawa waktu Ha Myung bilang dia suka sama Bum Jo, tapi yang jelas itu rasa suka sebagai teman, hehe... sama yang In Ha narik pipi Ha Myung, itu lucu banget menurutku...

    BalasHapus
  23. pinnochio sekarang jadi drama aku nomor dua setelah jewel in the palace mbak hehe, semuanya perfect dari cerita pemilihan tokoh sampe aktingnya 100 semua xD aku seneng minggu ini langsung diputer tiga ep terakhir. sekarang ngarep dan nungguin park shin hye maen ama kim woo bin aja jadi pemeran utama XD
    salam drama korea all

    BalasHapus
  24. bum jo dari awal episode emank udah baik ibunya jg baik manis pula bicaranya tapi kuk mau endding ibunya bum jo menyeramkan Cha Ok aja udah baik di chanel One baru mpe episode 15 karna penasaran enddingnya q baca duluan dah mpe episode ini makasih mbak fanny

    BalasHapus

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)