Selasa, 24 Juni 2014

Sinopsis Empress Ki Episode 37-38

ki-00413

Episode 37:

Untuk melawan tentara El Temur, Ta Hwan menggerakkan para kasim dan pengawal pribadinya.

Seung Nyang memimpin para selir dan dayang untuk membantu mempersenjatai dan membekali prajurit kasim. Mereka harus mempertahankan istana sambil menanti bantuan pasukan Bayan.

ki-00002 ki-00003

El Temur mengajak Ta Hwan minum bersama setelah ia mendengar kabar bahwa Bayan telah dikalahkan oleh Dang Ki Se. Ia sama sekali tidak tahu kalau itu kabar bohong.

Dengan hati gembira El Temur bertanya apakah Ta Hwan masih berniat menjadi pemimpin sesungguhnya negeri Yuan. Ta Hwan dengan jujur mengatakan ia memang ingin menjadi pemimpin sesungguhnya dan ingin memegang kembali stempel kekuasaannya. El Temur menanggapinya dengan sinis dan meremehkan.

El Temur bertanya apakah Ta Hwan tahu mengapa ia masih membiarkan Ta Hwan hidup setelah Ta Hwan mengecewakannya berkali-kali. Untuk mempertahankan kepemimpinannya. Jika Ta Hwan tidak ada, maka akan terjadi perebutan kekuasaan dari berbagai pihak, dan salah satunya mungkin saja Bayan (yang pastinya lebih sulit diatur dan berpotensi memberontak). Karena itu ia membutuhkan boneka seperti Ta Hwan.

ki-00011 ki-00013

Utusan Jenderal Won Jin dibunuh oleh Wang Yoo agar berita yang sebenarnya tidak sampai pada El Temur. Wang Yoo dan pasukannya siap menggempur Won Jin dari dalam benteng.

Sementara itu di benteng ibukota terjadi pertempuran antara pasukan Won Jin dan pasukan Bayan. Karena pasukan Won Jin ditempatkan di atas benteng, mereka memiliki keuntungan dan lebih mudah menyerang. Bayan memerintahkan pasukannya mundur saat Won Jin memerintahkan pasukannya untuk melempar panah berapi pada pasukan Bayan yang telah disiram minyak.

Untunglah pasukan Wang Yoo tiba pada waktunya untuk memanah para pemanah api tersebut. Sekarang Won Jin harus menghadapi serangan pasukan Bayan dari luar benteng, dan pasukan Wang Yoo dari dalam benteng.

ki-00017 ki-00027

Geram karena pengkhianatan Wang Yoo, Won Jin turun dari benteng untuk menghadapinya. Sadar menghadapi musuh yang sama kuat, Wang Yoo menyemangati para prajuritnya. Di saat mereka betempur, Sun Woo dan yang lainnya berhasil membuka gerbang ibukota.

Bayan dan pasukannya berhasil masuk ke dalam ibukota. Bayan dan Wang Yoo bekerja sama membunuh Won Jin.

ki-00035 ki-00040

Akhirnya El Temur menerima kabar yang sebenarnya dari surat Dang Ki Se yang dikirimkan melalui merpati. Ia sadar Ta Hwan telah bekerjasama dengan para gubernur dan Bayan. Ia memerintahkan Tap Ja Hae untuk membunuh seisi istana. Menurutnya langit sudah memberi tanda agar Ta Hwan dan keluarganya dibunuh karena sudah tidak patuh lagi. Errr….keluarga ini memang keluarga penuh delusi.

Tap Jae Hae tidak menemukan Ta Hwan di kamarnya. Ia tersenyum ketika mendengar Ta Hwan ada di kediaman selir. Akan mudah untuk membasmi mereka semua dalam satu tempat.

Danashiri dibangunkan untuk diberitahu bahwa ayahnya memerintahkan agar Ta Hwan dan yang lainnya dibunuh. Danashiri tersenyum karena menurutnya dunia akan lebih tenang jika tidak ada Seung Nyang dan Ta Hwan. Ia akan bisa menikmati kekuasaan dan kekayaan sepenuhnya.

ki-00047 ki-00056

Pasukan Tap Ja Hae terlalu kuat dan terlalu banyak bagi para kasim yang hanya beberapa orang. Mereka kelelahan dan situasi mulai terlihat buruk. Ibu Suri terus berdoa di kamarnya sambil menggendong Ayu. Sementara Danashiri berkata pada Maha bahwa Maha akan segera mengambil alih tahta dan ia yang akan memerintah di belakangnya.

El Temur (yang menurutku sudah kehilangan kewarasannya) menduduki tahta Kaisar dan berkata ia akan menjadi Kaisar karena langit menghendakinya. Ini adalah kesempatan terakhir untuk menjayakan kembali negeri Yuan.

Tapi khayalannya itu langsung buyar begitu seorang anak buahnya mengajaknya melarikan diri untuk menyelamatkan diri. El Temur terkejut saat mengetahui gerbang ibukota telah jatuh ke tangan pasukan para gubernur. Dan juga Bayan telah tiba di istana dan sedang menuju kediaman selir untuk menyelamatkan Ta Hwan.

 ki-00091 ki-00086

Posisi penghuni istana semakin terjepit. Tap Ja Hae memerintahkan untuk membunuh mereka semua tapi Ta Hwan dengan penuh wibawa bertanya siapa yang berani membunuhnya, Sang Kaisar. Tentara Tap Ja Hae terlihat ragu.

Tap Ja Hae berseru pada pasukannya, barangsiapa yang memenggal Ta Hwan akan mendapat imbalan 10 ribu tail. Dalam situasi panas seperti itu, Bayan dan pasukannya tiba di kediaman para selir.

Tap Ja Hae mengancam akan membunuh Ta Hwan bila Bayan berani mendekat. Ia menyuruh Ta Hwan memerintahkan Bayan untuk mundur jika ia mau selamat. Seung Nyang memandang Ta Hwan dengan khawatir.

ki-00092 ki-00095

Ta Hwan memerintahkan pasukan Tap Ja Hae untuk meletakkan senjata. Jika mereka meletakkan senjata, maka ia akan mengampuni mereka. Tapi jika mereka menyerang, maka ia akan menghukum mereka dan keluarga mereka sampai 9 turunan. Ta Hwan berkata ini perintah kerajaan.

Sebenarnya orang Yuan percaya bahwa Kaisar adalah orang yang dipilih langit. Karena itu sebenarnya mereka segan untuk membunuh Ta Hwan. Apalagi dihukum sembilan turunan, itu adalah aib bagi keluarga mereka. Dan lagi mereka cukup pintar untuk menyadari adanya pasukan Bayan yang lebih banyak dan kuat daripada mereka. Mereka pun melepaskan senjata mereka.

Tap Ja Hae sadar ia sudah kalah. Namun seorang prajurit harus mati terhormat. Ia menyerang Bayan dan Bayan membunuhnya dalam sekali tebas.

 ki-00105 ki-00111

Tanpa sadar air mata Seung Nyang mengalir. Akhirnya mereka berhasil menjatuhkan El Temur. Tal Tal menatapnya dan menganggukkan kepala (Bisakah dua orang ini jadi pemeran utama dalam suatu drama suatu hari nanti?^^).

ki-00119 ki-00120

Seluruh gerbang kota telah dikuasai pasukan gubernur hingga El Temur tidak bisa keluar dari ibukota. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang. Ketika tiba di kediamannya, ia melihat barisan pendukung Wang Yoo. Awalnya ia senang karena mengira Wang Yoo datang untuk menyelamatkannya.

Namun ia menyadari ia telah dikhianati ketika anak buah Wang Yoo membunuh para pengawalnya yang tersisa.

El Temur masuk rumahnya dan melihat Wang Yoo sudah menunggunya. Wang Yoo menuangkan secangkir arak dan mempersilakan El Temur minum.

El Temur tidak mengerti mengapa Wang Yoo mengkhianatinya. Bukankah impian Wang Yoo adalah menjadi raja Goryeo kembali? Hanya selangkah lagi maka impiannya akan jadi kenyataan, yaitu setelah ia mengkudeta Ta Hwan.

Wang Yoo berkata Goryeo adalah segalanya baginya. Dan El Temur yang telah menginjak Goryeonya. Menginjak seluruh impian, masa depan, harapannya, semuanya. El Temur berkata Wang Yoo akan mendapat impian baru. Ia meminta Wang Yoo menolongnya keluar dari ibukota. Di luar luar ibukota ia masih memiliki 10 ribu prajurit dan juga kekayaan yang luar biasa, dengan mudah ia akan kembali bangkit untuk menguasai dunia.

Wang Yoo bertanya apa yang akan dilakukan El Temur jika kudetanya berhasil. El Temur berkata ia akan menjadi Kaisar setelah membunuh Ta Hwan. Dan ia akan membunuh Seung Nyang dengan kejam karena Seung Nyang adalah penyebab semuanya. Wrong answer.

ki-00134ki-00137  

Danashiri menanti kabar keberhasilan kudeta yang dilakukan ayahnya dengan tidak sabar. Ia ingin Seung Nyang ditangkap hidup-hidup lalu ia akan menyiksanya sampai mati.

Namun lagi-lagi khayalannya tidak menjadi kenyataaan ketika Seung Nyang menerobos kamarnya. Dayang Seo dan Yeon Hwa protes karena mereka bersikap tidak sopan pada Permaisuri. Hong Dan menampar Yeon Hwa yang berbicara tak sopan pada Seung Nyang. Danashiri terkejut dan pura-pura tidak tahu kalau ayahnya melakukan kudeta.

 ki-00155 ki-00160

Seung Nyang memerintahkan agar Danashiri diseret ke hadapan Ibu Suri. Danashiri masih dengan angkuh berkata kalau ia adalah Permaisuri dan ibu dari petera Kaisar. Ibu Suri berkata Ta Hwan telah memerintahkan agar Danashiri diturunkan dari tahtanya. Ia bahkan berkata ayahnya adalah mertua Kaisar dan tidak akan membiarkan ini. Ibu Suri menampar Danashiri karena Danashiri berkeras tidak mengakui apa kesalahannya bahkan berani bersumpah. Ia bersikukuh sama sekali tidak melakukan kesalahan. Ibu Suri memerintahkan agar Danashiri dikirim ke Istana Dingin.

Danashiri berkata pada Seung Nyang bahwa semua ini belum selesai selama nafasnya belum berhenti. Seung Nyang berkata tampaknya Danashiri ingin cepat mati. Ia akan mengabulkannya. Melihat sikap Seung Nyang pada Danashiri, Ibu Suri tersadar kalau Seung Nyang adalah wanita hebat. Dan menakutkan.

ki-00171 ki-00172

Wang Yoo menyerahkan El Temur pada Bayan yang akan membawanya ke istana untuk diadili. Bayan memberitahu Wang Yoo bahwa Ta Hwan akan memanggil Wang Yoo ke istana. Namun saat ini Wang Yoo ingin prajuritnya beristirahat dan minum sepuasnya. Bayan mengerti.

Meski El Temur adalah musuhnya, namun El Temur juga pernah menjadi panutan Bayan. Karena itu ia memperlakukan El Temur dengan hormat. Malah rakyat yang melempari El Temur dengan batu saat ia dikerangkeng dan diarak menuju istana. Dan rakyat sekarang mengelu-elukan Bayan yang berhasil menangkap El Temur.

Bayan berkata ini adalah wujud kemarahan rakyat atas kediktatoran El Temur selama 30 tahun ini. El Temur malah tertawa. Ia berkata dulu ia juga dielu-elukan rakyat saat ia berhasil menumpas musuh. Ia berkata suatu saat nanti rakyat juga akan bersikap seperti ini pada Bayan. Di dunia ini yang tersulit adalah mengendalikan hati manusia. Pada akhirnya Bayan akan serakah kekuasaan seperti dirinya. Inilah kehidupan.

ki-00182 ki-00185

Dang Ki Se dan pasukannya tidak bisa masuk ke dalam ibukota. Pasukan para gubernur menjaga setiap gerbang masuk. Dang Ki Se yang bertemperamen tinggi langsung memerintahkan untuk menyerang dan tidak mengindahkan nasihat wakilnya untuk mundur. Padahal semangat prajuritnya sedang menurun karena mendengar El Temur telah ditangkap.

El Temur terhenti saat ia melihat tubuh Tap Ja Hae diikat di tiang istana. Ia bertanya siapa yang membunuhnya. Bayan mengaku ia yang melakukannya. El Temur berkata sungguh melegakan anaknya tidak mati di tangan prajurit biasa. Tidak ada air mata dan tangis kesedihan. Ia meminta Bayan menurunkan Tap Ja Hae dan memakamkannya dengan baik.

Tal Tal berkata Ta Hwan yang memerintahkan agar Tap Ja Hae diikat seperti itu dan nantinya akan dipenggal di depan rakyat. El Temur tidak berkata apa-apa lagi. Ia terus memandang tubuh puteranya yang tak bernyawa saat ia berjalan memasuki istana.

Bayan berkata El Temur dulu pernah menjadi pahlawannya, sayangnya berakhir dnegan sad ending. Tal Tal berkata El Temur bukanlah pahlawan dengan sad ending, tapi pecundang yang telah dikalahkan. Ia meminta pamannya kuat dan teguh. Bayan berkata ia sendiri yang mengakhiri kediktatoran El Temur. Bagaimana bisa ia melakukan kesalahan yang sama?

ki-00188 ki-00193

Ta Hwan dan Seung Nyang menemui El Temur di sel penjara. El Temur masih meremehkan Ta Hwan. Ia bertanya apakah semua orang akan bisa menganggap Ta Hwan benar-benar Kaisar setelah melihat El Temur menjinakkannya selama bertahun-tahun. Pasti akan muncul El Temur – El Temur lain yang berusaha menguasai Ta Hwan. Ta Hwan berkata ia akan membunuh mereka yang tidak menganggapnya Kaisar.

Dan itu dimulai dari El Temur. Ia akan memenggal kepala El Temur di hadapan seluruh rakyat. Mendengar itu, seringai di wajah El Temur lenyap.

ki-00204 ki-00205

Ketika Ta Hwan sudah pergi, El Temur bertanya dengan cara apa Seung Nyang bisa mengubah Ta Hwan sedrastis itu. Seung Nyang berkata bukan ia yang mengubah Ta Hwan, melainkan El Temur. Kekejaman El Temur yang membuat rasa takut Ta Hwan menjadi kemarahan.

Seung Nyang berkata sejak awal impian El Temur tidak akan pernah terwujud. Karena Maha bukanlah anak Danashiri dan Ta Hwan. Tidak ada darah El Temur maupun Ta Hwan yang mengalir di darah Maha. El Temur awalnya tidak percaya. Seung Nyang berkata terserah El Temur percaya atau tidak, kebenaran tidak akan berubah.

Sepeninggal Seung Nyang, barulah El Temur menangis. Cucu yang disayanginya ternyata bukanlah cucu kandungnya.

ki-00212 ki-00215

Onbisu melaporkan pada Wang Yoo bahwa Dang Ki Se dan pasukannya berhasil dikalahkan. Hanya saja Dang Ki Se melarikan diri dan saat ini para gubernur sedang mengejarnya. Sun Wo menduga Dang Ki melarikan diri ke tambang El Temur untuk mencari harta terpendam ayahnya. Jika ia berhasil, ia akan bisa membentuk pasukan yang besar.

Wang Yoo berkata saat ini Yuan juga sedang mencari harta itu. Jika ia memperoleh harta tersebut, pasti Yuan akan mengambilnya. Karena itu ia akan mengawasi situasi lebih dulu.

Benar saja, Dang Ki Se melarikan diri ke tambang ayahnya. Dan tanpa membuang waktu ia segera memerintahkan agar Byung Soo mencari harta ayahnya. Byung Soo berkata tambang tua itu berbahaya, karena itu ia mengusulkan untuk mengirim para budak dalam tambang itu.

Jokho, yang memang sedng bertugas sebagai mata-mata Onbisu di tambang itu, bertanya pada Dang Ki Se apa yang harus mereka cari dalam tambang tua tersebut. Dang Ki Se dengan jujur berkata di dalam tambang itu banyak terdapat bebas. Ia akan membebaskan budak yang berhasil menemukannya dan menghadiahinya 1000 tail emas.

Byung Soo bertanya apa yang akan dilakukan Dang Ki Se jika menemukan emas itu. Dang Ki Se berkata ia akan membentuk tentara yang besar dan berperang. Byung Soo yang rakus tentu saja diam-diam tidak setuju.

ki-00233 ki-00234

Danashiri menangis histeris dan jatuh pingsan saat mendengar ayahnya akan dieksekusi hari ini.

El Temur dibawa ke hadapan Ta Hwan. Ta Hwan memerintahkan agar El Temur dihukum mati. Namun sebelum matipun, El Temur masih sempat menyebarkan “racun”.

Ia berkata Ta Hwan terlalu bergantung pada wanita Goryeo, alias Seung Nyang. Seung Nyang tidak boleh dijadikan Permaisuri dan puteranya tidak boleh menjadi Putera Mahkota karena Seung Nyang pasti akan mengisi jabatan pemerintah dengan orang-orang Goryeo. Dan pada akhirnya Ta Hwan kembali menjadi boneka.

El Temur menunjuk-nunjuk Seung Nyang dengan penuh kebendian dan berkata Seung Nyang akan menjadi penyebab kejatuhan Yuan. Ia memperingatkan Ibu Suri bahwa Seung Nyang juga mungkin akan menyingkirkannya. Ia juga memperingatkan Bayan untuk terus mempertahankan Yuan. Para gubernur juga tampaknya mulai terpengaruh.

ki-00254 ki-00258

Ta Hwan sangat marah dan memerintahkan eksekusi dilaksanakan sekarang juga agar El Temur tidak bisa biacara lagi. Bayan mengajukan diri. Untuk menjaga agar darah El Temur tidak tertumpah (itu adalah tradisi klan bangsawan Yuan), Bayan mencekik El Temur dengan tali.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, El Temur menunjuk Seung Nyang dengan penuh kebencian. Lalu ia mati.

Seung Nyang melirik El Temur dengan kebencian yang sama. Dalam hatinya ia berkata El Temur telah menunjukkan jalan baginya. Ia akan membuat puteranya menjadi Putera Mahkota, dan ia pasti akan menjadi Permaisuri. Demi Goryeo, ia akan menguasai dunia.

ki-00276 ki-00275

Episode 38:

Dang Ki belum berhasil menemukan harta terpendam ayahnya. Ia malah mendapat kabar buruk bahawa ayahnya telah dieksekusi dan mayatnya serta mayat adiknya akan diarak sepanjang jalan ibukota.

Mayat Tap Ja Hae dan mayat El Temur diarak sepanjang ibukota, diiringi oleh Ta Hwan, Seung Nyang dan Ibu Suri. Rakyat membicarakan kekejaman El Temur bahwa ini adalah pembalasan dari langit. Lalu mereka mulai mengelu-elukan Ta Hwan dan Seung Nyang. Hmmm…sepertinya ini akan menjadi masalah baru karena Ibu Suri tampaknya tidak suka.

ki-00302 ki-00299

Danashiri mengamuk saat tahu ayahnya dieksekusi dan diperlakukan bak penjahat. Ketika Ta Hwan akhirnya menemuinya, ia mengutuk Ta Hwan. Ia berkata Ta Hwan akan mengalami hal yang sama dengannya, kehilangan orang-orang yang dicintainya.

Ta Hwan tampaknya sudah lelah menghadapi Danashiri. Ia berkata obat untuk mengakhiri hidup Danashiri akan segera dikirim. Ia menasihati agar Danashiri meminta maaf atas kejahatan yang pernah dilakukannya, setidaknya mengakui kalau ia telah melakukan kejahatan.

Tapi Danashiri memang tidak bisa berubah. Sepertinya ia tidak meiliki rasa kemanusiaan. Ia malah berpikir pembalasan dendam. Ia mewanti-wanti Dayang Seo dan Yeon Hwa agar menceritakan pada Maha bahwa ia telah diperlakukan tidak adil dan dibunuh dengan kejam. Bingung deh sama orang seperti ini, ia menangisi ayahnya yang amti tapi dengan mudahnya membunuh orang lain. Orang lain kan punya keluarga juga >,< benar-benar egois tingkat tinggi.

ki-00310 ki-00311

Rasa tidak suka Ibu Suri semakin meningkat ketika melihat pada gubernur mengirimkan hadiah pada Seung Nyang. Ia tidak tahu kalau Seung Nyang memberikan semua hadiah itu. Sepertinya untuk amal.

Salah satu hadiah dikirimkan oleh Raja Goryeo (ayah Wang Yoo). Isinya adalah ginseng segar dan dibawanya ada surat rahasia. Hong Dan dan para dayangnya mengutarakan ketidaksukaan mereka pada Raja Goryeo. Mereka berkata raja Goryeo tidak memikirkan mereka sedikitpun saat mengirim mereka ke Yuan. Dan juga jika para dayang kembali ke Goryeo, keluarga mereka tidak mau menerima mereka hingga akhirnya mereka mati bunuh diri.

 ki-00321 ki-00320

Raja Goryeo juga mengirim surat pada Wang Yoo agar membantu Seung Nyang menjadi Permaisuri. Jika orang Goryeo menjadi Permaisuri Yuan, maka Goryeo akan ikut terangkat. Tapi Wang Yoo saat ini lebih memikirkan harta terpendam El Temur.

Ia menemui Bayan yang saat ini sedang mengobrak-abrik kediaman El Temur untuk mencari harta tersebut. Wang Yoo menemuinya dan bertanya kenapa Bayan menduduki kediaman El Temur. Bayan berkata sudah sepatutnya ia menggantikan posisi El Temur untuk membenahi negeri ini.

Namun ia mengucapkan kata-kata yang membuat Wang Yoo waspada. Bayan berkata Wang Yoo harus membantunya jika sudah kembali menjadi Raja Goryeo. Membantu? Bayan berkata sudah sewajarnya negeri yang diduduki membantu negeri yang mendudukinya. Tal Tal bisa melihat bahwa Wang Yoo sama sekali tidak menginginkan hal itu. Namun ia tidak mengatakan apapun.

ki-00329 ki-00331

Saat Wang Yoo berpapasan dengan Seung Nyang, ia menasihati Seung Nyang agar berhati-hati terhadap Bayan. Bagaimanapun juga bangsa Mongol adalah bangsa yang sangat mementingkan klan dan keluarga mereka. Ia juga menyarankan agar Seung Nyang tidak terlalu banyak tampil di hadapan umum. Semakin banyak pendukung, berarti semakin banyak juga musuh. Meski Seung Nyang pintar namun belum betul-betul mengerti politik.

Boo Hwal berkata tidak ada salahnya Seung Nyang mendengar nasihat Wang Yoo. Tapi Seung Nyang tampaknya masih percaya pada Bayan.

ki-00337 ki-00338

Para gubernur memang memiliki tujuan lain dengan memberikan hadiah pada Seung Nyang. Mereka tahu pendapat Seung Nyang didengar oleh Ta Hwan. Mereka tidak ingin Bayan menjadi pengganti El Temur, karena secara hierarkhi Bayan lebih muda dan lebih junior. Jika Seung Nyang membantu mereka, mereka akan membantu Seung Nyang menjadi Permaisuri.

Seung Nyang dengan bijak berkata ia tidak mau ikut campur dalam masalah ini dan lagi bukan waktunya untuk membicarakan pembagian kekuasaan. Namun untuk menenangkan mereka, ia berkata akan memberi tahu pendapat mereka pada Ta Hwan asalkan mereka tetap setia pada Ta Hwan.

Saat Seung Nyang menenui Ta Hwan, Ta Hwan memang sedang kebingungan membagi penghargaan pada para gubernur. Seung Nyang yang baru saja mengetahui adanya hierarki di antara para gubernur terkejut melihat pembagian itu. Ia lalu mengusulkan sesuatu.

ki-00341 ki-00343

Ibu Suri datang menemui Ta Hwan untuk membicarakan pembagian penghargaan pada para gubernur. Ia terkejut saat melihat pembagian itu sudah selesai. Ia senang melihat bagaimana Ta Hwan membagi pengharagaan itu. Namun kesenangannya hilang ketika ia tahu bahwa Seung Nyang lah yang membuatnya.

Seung Nyang meminta maaf, ia berkata Ta Hwan yang meminta pendapatnya. Denga senyum dipaksakan, Ibu Suri berkata Ta Hwan beruntung karena memiliki Seung Nyang di sisinya.

Ibu Suri merasa dilangkahi oleh Seung Nyang dalam hal itu. Tapi Ibu Suri berkata pintar dan politik adalah dua hal yang berbeda. Ia berkata pada Bangsawan Zhang bahwa Bayan tidak akan suka dengan pembagian penghargaan yang diusulkan Seung Nyang. Dan dektrit itu akan menimbulkan perebutan kekuasaan di antara para gubernur.

 ki-00350 ki-00351

Sebenarnya apa isi dekrit tersebut? Isinya adalah Bayan menjadi Perdana Menteri menggantikan El Temur. Sementara ketiga gubernur senior (yang juga adalah ayah para selir) masing-masing menjadi Penasihat Besar, Penasihat Utama, dan Penasihat. Wang Yoo dikembalikan menjadi Raja Goryeo dan bisa kembali ke negaranya kapan saja.

Bayan protes bahwa posisi penasihat sudah ditiadakan. Ta Hwan berkata ia mengadakan kembali jabatan tersebut untuk membangun pemerintahan yang utuh kembali. Bayan nampak tidak puas dan kesal namun tidak bisa berbuat apa-apa. Mengapa ia kesal? Karena itu artinya kekuasaan terbagi antara dirinya dan ketiga penasihat.

ki-00362 ki-00364

Ta Hwan mengumumkan ia akan menunjuk Permaisuri baru dan ia berkata Seung Nyang berjasa besar dalam menjatuhkan El Temur. Alasannya adalah Danashiri belum dihukm mati. Seung Nyang heran dengan sikap Ibu Suri yang tiba-tiba seakan menentangnya.

Ta Hwan berkata Danashiri akan segera dihukum mati. Ibu Suri berkata tidak ada salahnya menunggu hingga saat itu tiba. Seung Nyang menengahi bahwa usul Ibu Suri tidaklah jelek. Jadi sebaiknya mereka menunggu. Wang Yoo yang mengamati, bisa merasakan mulai adanya pertentangan terhadap Seung Nyang.

ki-00367 ki-00374

Seung Nyang memberitahu Tal Tal bahwa ia yang mengusulkan jabatan 2 penasihat itu untuk mempertahankan dukungan para gubernur pada Ta Hwan. Padahal posisi itu sebenarnya posisi kosong yang tidak ada artinya. Kekuasaan tetap dipegang oleh Bayan sebagai Perdana Menteri.

Tal Tal mengerti tapi ia khawatir pamannya tidak berpikir seperti itu. Ia khawatir pamannya mulai menjauhi Ta Hwan. Seung Nyang kebingungan, padahal ia sudah berpikir keras agar tidak terjadi perebutan kekuasaan di antara para gubernur. Ia yakin Bayan bukanlah orang yang tidak setia dan tidak akan berbalik dari Ta Hwan begitu saja. Ia meminta Tal Tal menjelaskan maksudnya pada Bayan.

ki-00378ki-00380

Sayangnya Bayan telah lebih dulu dihasut oleh Ibu Suri. Ibu Suri memberitahu Bayan bahwa Seung Nyang yang memberikan jabatan 3 penasihat itu dan ditukar dengan penunjukkannya sebagai Permaisuri. Bayan awalnya tidak percaya Seung Nyang orang seperti itu. Tapi Ibu Suri berkata Kaisar Yuan tidak boleh dikotori oleh darah Goryeo. Ia berkata Seung Nyang tidak boleh jadi Permaisuri dan Ayu tidak boleh jadi Putera Mahkota.

Sun Woo berbincang dengan teman lamanya, Deok Man. Ia menanyakan bagaimana nasib Maha jika Danashiri dihukum mati. Deok Man sendiri tidak tahu. Sun Woo meminta diperbolehkan melihat Maha dengan alasan Wang Yoo merasa bersalah karena menyebabkan kejatuhan keluarga ibunya (Danashiri).

Sun Woo menangis saat melihat Maha yang (menurutnya) sangat mirip dengan Wang Yoo. Ia juga mengecek kaki Maha dan memastikan bahwa Maha adalah anak Wang Yoo dan Seung Nyang. Sun Woo menangisi nasib Maha.

ki-00387 ki-00392

Danashiri meminta Ibu Suri menemuinya. Ia berlutut dan memohon agar Ibu Suri mengampuni Maha dan merawatnya. Ia menangis dan meratap agar Maha-nya diselamatkan. Ia juga meminta kedua dayangnya diampuni untuk merawat Maha. Ibu Suri menepis tangan Danashiri yang memegangi jubahnya.

ki-00401 ki-00404

Bayan termakan hasutan Ibu Suri. Ia marah karena Ibu Suri berkata Seung Nyang telah melemahkan kekuatan Bayan dengan membuat ketiga posisi penasihat. Padahal Ibu Suri yakin Bayan adalah orang yang sanggup memperbaiki negeri ini. Ia lalu mengusulkan pernikahan politik.

Ia dengar keponakan Bayan adalah seorang wanita yang cantik dan pintar. Jika keponakan Bayan menjadi Permaisuri, maka kedudukan Bayan akan semakin kokoh.

Bayan lalu memanggil Tal Tal dan memerintahkannya memberitahu Bayan Khutugh, keponakannya, untuk mempersiapkan diri menjadi Permaisuri. Tal Tal menocba mengingatkan bahwa Seung Nyang yang akan menjadi Permaisuri. Tapi Bayan tidak mau dengar. Tal Tal sadar, pamannya telah terkena “virus” El Temur.

ki-00408 shot0066

Hari kematian Danashiri. Danashiri dibawa ke tempat eksekusi untuk minum racun yang sudah dipersiapkan. Danashiri masih sempat memarahi para selir dan dayang yang berkumpul di sana untuk menjadi saksi kematiannya.

Ketika ia disuruh minum racun, ia malah melempar mangkuk racun itu dan isinya. Lalu ia berteriak-teriak menyuruh Ta Hwan menemuinya.

Ta Hwan datang dengan barisan dayang membawa mangkuk-mangkuk berisi racun (biar ngga bolak balik dapur kali ya XD). Danashiri menumpahkan racun dari mangkuk dan melemparnya pada Ta Hwan. Ia bertanya apa salahnya hingga Ta Hwan menghukum mati dirinya. Bukankah Ta Hwan sudah membalas kematian kaisar terdahulu dengan kematian ayahnya dan kakaknya?

ki-00417 ki-00426

Ta Hwan mengingatkan bahwa Danashiri sudah membunuh Selir Park dan banyak dayang, juga berbagai kejahatan lainnya yang bahkan enggan untuk Ta Hwan sebutkan karena hanya akan mengotori mulutnya saja. Sampai sekarang pun Danashiri tidak merasa bersalah?

Danashiri berkata semua adalah kesalahan Ta Hwan. Sejak awal Ta Hwan tidak mempedulikan dirinya dan tidak menganggapnya. Ta Hwan yang telah membuatnya menjadi begitu kejam.

Seung Nyang tiba dan menyuruh Danashiri tutup mulut. Ia berkata kematian dengan racun tampaknya terlalu terhormat bagi Danashiri. Ia memerintahkan agar Danashiri dihukum gantung di tengah kota. Danashiri masih sempat-sempatnya memaki Seung Nyang. Namun ia shock saat Ta Hwan benar-benar menjatuhkan hukuman gantung padanya. Soalnya kalau hukumannya ngga diganti bisa-bisa istana kehabisan mangkuk XD

ki-00432 ki-00434

Menyadari kali ini nyawanya tak tertolong lagi, Danashiri memohon pada Seung Nyang untuk diperbolehkan melihat Maha terakhir kalinya. Seung Nyang bertanya di mana anak Danashiri. Danashiri kaget, ke mana Maha? Bukankah ia ada di istana?

Seung Nyang bertanya di mana anak Danashiri sebenarnya, karena Maha bukanlah anak kandung Danashiri. Danashiri langsung pucat. Seung Nyang berkata ia akan membongkar identitas Maha yang sebenarnya, dengan begitu keturunan El Temur akan layu tak berbekas.

ki-00448 ki-00447

Dalam perjalanan keluar istana, Danashiri berpapasan dengan Wang Yoo. Dengan wajah penuh kesedihan, Danashiri berkata ia menyalahkan Wang Yoo. Ia mengaku selama ini menyimpan Wang Yoo dalam hatinya. Karena itu ia mengutuk Wang Yoo dan Seung Nyang. Wang Yoo berkata ia akan menerima semua kutukan itu sendiri (termasuk bagian Seung Nyang) jika itu membuat Danashiri tenang dan pergi dengan damai.

Danashiri meminta Wang Yoo tidak melihat saat ia dieksekusi. Ia tidak ingin Wang Yoo melihatnya dalam keadaan seperti itu. Wang Yoo mengerti.

ki-00455 ki-00459

Dang Ki Se menyamar menjadi rakyat biasa dan menyusup di antara rakyat yang menyaksikan ekseskui Danashiri. Ia menangis saat melihat adiknya diseret ke panggung. Danashiri awalnya masih berteriak-teriak angkuh bahwa ia adalah Ratu negeri ini. Tapi begitu penutup kepalanya dibuka dan ia melihat rakyat meneriaki kematiannya, hatinya langsung ciut. Ia berbisik mencari ayah dan kakaknya. Ia sempat melihat kakaknya, namun ketika ia hendak memanggilnya, sang algojo telah menarik tuas.

Dang Ki Se menangis tak berdaya melihat kematian adiknya di depan matanya. Seung Nyang yang menyaksikan eksekusi itu juga menangis karena akhirnya ia membalaskan kematian Selir Park, teman-temannya, dan juga kematian anaknya.

ki-00482 ki-00494

Para selir mendukung Seung Nyang untuk dijadikan Permaisuri dan Ayu menjadi Putera Mahkota. Seung Nyang berjanji akan menaikkan ranking selir mereka jika ia menjadi Permaisuri. Dalam hatinya ia bertekad untuk melindungi Ayu, agar peristiwa Byul tidak terulang.

Ibu Suri merawat Maha. Bangsawan Zhang bertanya bukankah Ibu Suri meragukan siapa orangtua Maha sebenarnya. Ibu Suri berkata kasih sayang Danashiri jelas adalah kasih sayang seorang ibu, karena itu ia percaya Maha adalah anak Ta Hwan dan Danashiri.

ki-00500ki-00506 

Saat rapat di aula istana, Ta Hwan mengumumkan ia akan menunjuk Permaisuri pengganti Danashiri. Para gubernur mendukungnya. Namun terdengar protes dari luar istana. Ibu Suri ternyata sedang berdemo tunggal menentang penunjukkan Seung Nyang untuk menjadi Permaisuri.

Ta Hwan heran, bukankah Ibu Suri tahu semua jasa Seung Nyang. Ibu Suri tidak menyangkal jasa Seung Nyang tapi orang Goryeo tidak boleh menjadi Permaisuri dan Putera Mahkota tidak boleh berdarah Goryeo.

ki-00522 ki-00524

Ta Hwan berjanji pada Seung Nyang ia akan menjadikannya Permaisuri meski langit runtuh sekalipun. Tapi lagi-lagi ia menerima protes. Kali ini dari Bayan dan 6 menteri yang memiliki ketidaksetujuan yang sama dengan Ibu Suri.

Ta Hwan kembali heran, bukankah Seung Nyang adalah anak angkat Bayan. Bayan berkeras darah Kaisar haruslah darah murni bangsa Mongol.

Seung Nyang bertanya apakah itu satu-satunya alasan atau habis manis sepah dibuang. Bayan berkata tujuan Seung Nyang masuk istana adalah menjatuhkan El Temur. Dan sekarang tujuan itu sudah tercapai. Jadi tidak ada alasan bagi Seung Nyang untuk maju lebih tinggi lagi. Ia bisa memberi kenaikan tingkat pada Seung Nyang hanya sampai Selir Utama, tidak lebih dari itu. Seung Nyang tersenyum dan berkata ia mengerti.

ki-00531 ki-00534

Seung Nyang kembali ke kamarnya dan teringat nasihat Wang Yoo untuk berhati-hati terhadap Bayan. Seung Nyang lalu membaca surat rahasia yang dikirim Raja Goryeo (ayah Wang Yoo) padanya.

Ta Hwan dan Ibu Suri menyambut kedatangan Bayan Khutugh. Ibu Suri terus menerus memuji kecantikan dan kepandaiannya, tapi Ta Hwan tidak terkesan.

Bahkan setelah melihat Khutugh (aku singkat aja ya biar tidak tertukar dengan pamannya^^), Ta Hwan langsung menyuruhnya pulang karena ia tidak akan memilihnya menjadi Permaisuri. Tanpa diduga Khutugh dengan lembut berkata Ta Hwan akan memilihnya dan Ta Hwan akan bersyukur untuk itu.

Seung Nyang melihat pertemuan mereka dari jauh. Namun bukan mereka yang mengganggu pikirannya, melainkan kabar bahwa Bayan meminta 300 gadis sebagai upeti pada Goryeo.

ki-00548 ki-00553

Seung Nyang mengadakan pertemuan rahasia dengan Wang Yoo. Ia berkata selama ini ia memfokuskan diri untuk menjatuhkan El Temur hingga sempat terlena dengan tabiat orang Yuan. Ia memberitahu Wang Yoo bahwa ia menerima surat dari Raja Goryeo yang bersedia mendukungnya menjadi Permaisuri.

Demi Goryeo dan demi keselamatan puteranya, Seung Nyang meminta bantuan Wang Yoo untuk menjadikannya Permaisuri dan menjadikan puteranya Putera Mahkota. Apakah Wang Yoo bersedia bekerja sama dengannya dalam pertempuran ini?

ki-00564 ki-00565

Komentar:

Akhirnya klan El Temur jatuh meski masih menyisakan Dang Ki Se. Namun kematiannya membuktikan bahwa pengaruhnya tidak terhenti meski dengan kematiannya. Kata-katanya sebelum ia mati sanggup menggoyahkan Ibu Suri dan Bayan. Bye bye Danashiri...meski ia seorang yang kejam tapi aku suka Baek Jin Hee. She’s pretty and cute^^

Sekarang Ibu Suri dan Bayan mulai melihat Seung Nyang sebagai ancaman. Dan Seung Nyang akan melakukan apapun demi melindungi anaknya. Sebenarnya masuk akal jika Seung Nyang ingin menjadi Permaisuri. Hanya dengan menjadi Permaisuri maka nyawa Ayu akan terjamin. Jika Ta Hwan memiliki Permaisuri baru dan memperoleh anak darinya, maka nyawa Ayu akan selalu terancam (perebutan kekuasaan antar saudara selalu mewarnai keluarga kerajaan di manapun juga dan biasanya menimbulkan perang saudara >,<). Sebenarnya kehadiran Maha juga menjadi ancaman karena tidak ada orang lain yang tahu bahwa Maha bukan anak Ta Hwan. Karena itu Seung Nyang harus mengungkap identitas Maha sebelum Ibu Suri mempergunakan Maha untuk melawannya.

Hanya saja apakah Seung Nyang akan lebih dulu tahu bahwa Maha adalah Byul? Kira-kira apa yang akan ia lakukan? Atau Seung Nyang nantinya terlanjur membongkar identitas Maha dan baru ketahuan kalau ia adalah Byul?

ki-00499 ki-00451

Sebenarnya aku ingin Danashiri tahu sebelum kematiannya kalau Maha yang selama ini dirawatnya sebagai anak adalah anak dari musuhnya. Tapi mungkin hanya Maha yang bisa mengingatkan bahwa bagaimanapun Danashiri pernah menjadi seorang ibu, meski bukan untuk anak kandungnya.

Awalnya  Ibu Suri dan Bayan sama-sama memiliki niat yang baik, bahkan sebenarnya El Temur juga awalnya seperti itu. Yaitu menjayakan kerajaan Yuan.  Namun mereka tidak mempercayai Ta Hwan adalah orang yang mampu karena itu mereka ingin menjadi orang yang membimbing Ta Hwan untuk memperbaiki negeri mereka. Itulah sebabnya mengapa mereka marah ketika Ta Hwan lebih mendengar kata-kata Seung Nyang daripada perkataan mereka. Aku yakin jika Seung Nyang bukan dari Goryeo pun mereka akan merasa terancam dengan kepandaiannya.

Musuh terbesar bukanlah musuh yang kejam yang terlihat di depan mata kita. Musuh terbesar kita adalah keserakahan, kesombongan, dan ambisi diri sendiri.

ki-00298 ki-00407

7 komentar:

  1. masih setia nunggu sinopsis empress ki sampe tamat. .
    lanjut terus kak hwaiting :)

    BalasHapus
  2. Ciye ganti background <3 suk sama yg ini mbak fan, tdnya pake yg YAS sdkt mengganggu ketika baca karena fokus liat seung gi nya xD
    Finally itu si danasiri metong... aihh tp seberapa jahatpun dia ga ngefek ke saya nya gara2 suk sam BJH pas di high kick 3.. semakin melejit ya namanya.. semakin dikenal.. hhheee
    Mbak fanny selain suka ma wy aku jg shipperin tal tal ma sn hheee sayang ga ada love line nya xD
    Semangat mbak fanny utk bikin sinopnya...fighting!

    BalasHapus
  3. weeeeessss...joss banget kata-kata mba Fanny.
    Musuh terbesar adalah keserakahan, kesombongan dan ambisi diri sendiri.
    thanks mba Fanny udah apdet..

    BalasHapus
  4. Makasih mbak...tetep semangat ya....hwaiting...

    BalasHapus
  5. waw,,,wlw pun ud lammmmmaaaaaaa bgt g ngikutin drama in tp trnyt begitu baca eh malah penasaran trz makin dbaca malah bikin makin penasaran
    emg deh in drama keren pake bgt bwt ditonton pdhl sy ud cape bgt ngikutin drama2 berat macam in tp in drama slalu bikin nagih
    gomawo yo eoni fanny

    BalasHapus
  6. orang korea klo bikin alur crita slalu bikin ketagihan buat di ikutin :)

    BalasHapus

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)