Rabu, 18 Januari 2017

Sinopsis Legend of The Blue Sea Episode 17

snap-00231

Chung terkejut menyadari happy ending Dam Ryeong dan Se Hwa yang diceritakan Joon Jae hanyalah kebohongan belaka. Dae Young terlihat bingung.

“Siapa kau? Kita ada di mana? Kenapa aku ada di sini?” tanyanya ketakutan.

Chung menatap Dae Young. Ia berkata ia melihat orang-orang yang dbunuh Dae Young. Ia mendengar teriakan mereka. Dae Young tidak ingat sama sekali. Ia bertanya siapa yang ia bunuh.

“Orang-orang yang dilahirkan dan dibesarkan sebagai keluarga seseorang. Orang-orang yang akan bertemu dengan orang yang mereka cintai. Orang-orang yang memiliki cita-cita masa depan bahwa mereka akan menjadi tua bersama orang yang mereka cintai. Dengan brutal kau mengakhiri masa depan mereka seketika.”

Dae Young berkata ia tidak tahu apapun. Chung berkata ia juga akan mengakhirinya. Ia akan membuat hidup Dae Young menjadi lembaran kosong.

“Agar kau tak ingat apapun. Agar kau tak bisa diampuni.”

Chung berjalan mendekati Dae Young. Dae Young mundur ketakutan namun ia terdesak di tepi atap. Ia mengeluarkan pisau di sakunya. Chung langsung menangkap tangannya. Genggamannya sangat kuat hingga pisau terjatuh dari tangannya.

Chung memejamkan matanya, menghilangkan dan melihat ingatan yang tersisa dari Dae Young. Ia melihat kelanjutan mimpi Dae Young tentang Se Hwa dan Dam Ryeong. Ia melihat Se Hwa menarik tombak yang menusuk Dam Ryeong hingga menembus tubuhnya sendiri.

Hatinya terasa sakit hingga ia memegang dadanya. Ia melepas tangan Dae Young. Dae Young segera melarikan diri. Chung jatuh berlutut ke lantai. Ia terus memegangi dadanya yang terasa sakit.

Dae Young berlari ke jalanan. Seorang warga tak sengaja bertubrukan dengannya dan mengenali wajah Dae Young. Ia segera menelepon polisi.

snap-00008snap-00023

Joon Jae berkata untuk terakhir kalinya ia meminta ayahnya percaya padanya. Percaya padanya satu kali ini saja dan pergi bersamanya sekarang. Tapi Presdir Heo berkata ia tidak akan pergi. Joon Jae menyerah. Ia keluar dari kamar dan tak mempedulikan Nam Doo yang menegurnya karena sudah berteriak.

Mereka turun ke lantai bawah di mana pembantu keluarga Heo mengamati mereka dengan curiga. Joon Jae membenamkan wajahnya di balik topi hingga wajahnya tak terlihat. Mereka pergi dengan selamat. Sementara Presdir Heo mulai menangis. Kenapa? Menyesal?

snap-00031snap-00034

Nyonya Kang tiba di tempat pertemuan dan melihat beberapa nyonya sudah duduk di sana. Jin Joo belum kelihatan. Tak lama Jin Joo muncul dan pura-pura kaget melihat Nyonya Kang.

“Oh...Kang Seo Hee-sshi juga datang,” katanya. Biasanya ia memanggil “Nyonya Kang”.

Nyonya Kang kaget Jin Joo berani memanggilnya seperti itu.

“Memang benar kau adalah Kang Seo Hee-sshi,” kata Jin Joo merasa tak bersalah. Ia bertanya siapa yang mengundangnya ke sini. Ia berkata ia sengaja tidak mengundang Nyonya Kang karena khawatir ia merasa tak nyaman. Nyonya Kang bertanya kenapa ia harus merasa tak nyaman. Memangnya apa yang akan dikatakan oleh Jin Joo.

“Kak., masuklah!” seru Jin Joo.

Yoo Ran masuk ke ruang pertemuan dengan dandanan anggun sebagaimana seorang nyonya keluarga kaya. Nyonya Kang terkejut melihatnya.

Chung pulang ke rumah. Ruamh itu kosong karena Joon Jae dkk belum pulang. Chung memandang sekeliling rumah itu dengan sedih. Ia teringat banyak hal yang ia alami sejak tinggal di rumah ini.

“Heo Joon Jae, aku benar-benar suka di sini. Ini adalah rumah pertamaku. Tak peduli betapa dinginnya di luar sana, selalu ada tempat hangat untuk aku kembali. Untuk berbicara denganmu, tertawa denganmu, dan bersenang-senang denganmu. Aku bisa melihatmu kapan saja...tempat di mana aku bisa mencintaimu sebanyak yang kuinginkan. Tapi jika aku tinggal di rumah ini, aku tidak merasa aku bisa tinggal di sisimu,” katanya dalam hati.

snap-00045snap-00047

Nyonya Kang langsung pamit pergi begitu melihat Yoo Ran. Tapi Jin Joo menahannya dan berkata ada baiknya Nyonya Kang mendengar alasan mereka berkumpul sebelum ia pergi. Ia berkata mereka semua sudah tadhu dari pesan yang ia kirimkan bahwa Yoo Ran adalah mantan istri Presdir Heo.

Ia berkata Yoo Ran terpisah dari puteranya setelah bercerai. Tapi baru-baru ini mereka berdua bertemu kembali. Nyonya Kang kaget karena ia baru tahu. Para nyonya itu bertepuk tangan.

“Sudah kubilang aku akan menemukan Joon Jae-ku dan mengembalikannya ke tempat seharusnya,” kata Yoo Ran tenang.

Tapi Nyonya Kang malah tersenyum sinis dan mengucapkan selamat. Ia berkata sungguh mengharukan Yoo Ran bisa menemukan puteranya.

“Tapi mengembalikan puteramu ke tempatnya tidak akan mudah. Karena tempat itu sudah tidak ada lagi.”

Semua heran apa maksud perkataan Nyonya Kang. Nyonya Kang berkata mereka belum dengar kalau Presdir Heo mewariskan semuanya padanya dan Chi Hyun. Jika Presdir Heo mundur maka yang mewarisi posisinya adalah Chi Hyun. Semua terkejut.

“Aku akan mengingat semua wajah orang yang berkumpul di sini hari ini. Saat kalian menjalani hidup kalian, berdoalah agar kalian tidak pernah memerlukan bantuanku,” katanya angkuh. Lalu ia pergi.

Yoo Ran terdiam mendengar semua itu. Jin Joo bertanya apakah mungkin yang dikatakan Nyonya Kang benar. Jika begitu maka Presdir Heo sudah gila karena menyisihkan putera kandungnya sendiri. Dan lagi kenapa begitu terburu-buru membuat surat wasiat?

Ia berkata jika itu benar maka Presdir Heo hanya sebuah boneka. Sayangnya boneka itu tidak menyadari kalau ia sudah menjadi boneka, bukan lagi Presdir.

snap-00062snap-00069

Nyonya Kang menelepon Dae Young. Dae Young tidak lupa cara mengangkat telepon. Siapa kau, tanyanya. Ia berkata ia dikejar orang-orang tapi ia tidak tahu kenapa. Apa ia harus mengenal mereka?

Nyonya Kang bingung dengan perkataan Dae Young yang aneh. Ia mengira Dae Young tak minum obatnya lagi dan jadi gila. Ia bertanya di mana Dae Young sekarang. Dae Young berkata ia tidak tahu ia ada di mana dan siapa dirinya.

Chi Hyun tiba di rumah dan bertanya pada pembantunya di mana ayahnya. Pembantunya berkata mereka sudah pergi dan ia jelas mendengar seseorang berteriak: “Ayah!” di dala kamar Presdir Heo. Tapi bisa saja ia salah dengar.

snap-00082snap-00086

Chi Hyun naik ke kamar ayahnya dan melihatnya duduk terpekur di tempat tidur. Ia bertanya apakah ada seseorang yang masuk ke kamar ini. Presdir Heo pura-pura bingung. Chi Hyun berkata tadi ada beberapa pekerja yang berkeliaran. Presdir Heo berkata ia tidak tahu kalau ia tadi tidur. Justru kebohongannya ini yang membuat Chi Hyun tahu kalau ayahnya berbohong. Tapi ia tidak menanyakan apa-apa lagi.

Chi Hyun menelepon operator CCTV untuk memeriksa rekaman selama 2 jam terakhir. Tapi sistem error selama 2 jam terakhir hingga tidak diperoleh rekaman apapun. Chi Hyun mengamuk.

snap-00087snap-00094

Di rumah, Joon Jae dkk mengadakan pertemuan dengan Detektif Hong dan partnernya. Tae Oh menyerahkan USB berisi data yang disalinnya dari laptop Presdir Heo. Ia memastikan kalau Presdir Heo sudah mengesahkan warisannya dengan memberikan semuanya pada Nyonya Kang dan Chi Hyun. Semua memandang iba pada Joon Jae.

“Sepertinya kau benar-benar dicampakkan,” kata Nam Doo.

Tapi Joon Jae berkata tidak ada bukti ayahnya benar-benar melihat surat wasiat itu. Ia berkata ayahnya kehilangan hampir semua penglihatannya. Ayahnya menatapnya tapi tidak bisa mengenalinya. Detektif Hong bertanya kenapa Joon Jae tidak membawa ayahnya keluar dari rumah itu.

“Ia tidak bisa mempercayaiku karena aku seorang penipu,” Joon Jae tersenyum getir.

snap-00096snap-00101

Ia mengeluarkan benda-benda yang ia ambil dari ruangan Nyonya Kang. Jarum, yang diduga menjadi penyebab kerusakan kornea mata Presdir Heo. Obat, yang dicurigai diberikan Nyonya Kang pada ayahnya. Detektif Hong memerintahkan partnernya memeriksakan obat itu dan siapa yang membelinya.

Terakhir, Joon Jae memperlihatkan foto bunga ungu di ponselnya. Ia berkata ruangan itu dipenuhi bunga tersebut dan sepertinya mencurigakan. Nam Doo mengenali bunga itu sebagai Akonitum (wolfsbane), yang juga dijuluki “racun ibu tiri”.

Ia berkata pada jaman Romawi, ibu tiri biasa menggunakan bunga ini untuk membunuh pangeran saat perebutan tahta. Detektif Hong berkata beberapa tahun lalu di Jepnag dan juga di Korea ada kasus di mana orang merebus bunga tersebut untuk membuat orang lain ketagihan lalu membunuh mereka.

Joon Jae meminta Detektif Hong membantunya karena mereka tidak memiliki banyak waktu. Mereka sudah mendapatkan bukti jadi mereka harus segera mendapatkan surat perintah untukj masuk dalam rumah ayahnya. Partner Detektif Hong berkata tidak semudah itu mendapatkan surat perintah. Namun Detektif Hong memotong perkataannya dan berkata ia akan mendapatkan surat itu secepatnya.

snap-00114snap-00117

Nyonya Kang mengemudikan mobilnya sendiri ke tempat Dae Young bersembunyi. Dae Young malah berjalan pergi begitu mobil Nyonya Kang mendekatinya. Nyonya Kang memanggilnya dan berkata ia adalah Kang Seo Hee. Dae Young menoleh namun tampak tak mengenali Nyonya Kang.

“Ini aku!! Kang Ji Yeon!!” kata Nyonya Kang kesal.

Nama itu memicu ingatan masa kecil Dae Young setelah ia dipulangkan kembali oleh keluarga angkatnya ke panti asuhan. Dae Young kecil sedang menggambar di tanah saat Kang Ji Yeon mendekatinya dan memperkenalkan dirinya. Ia akan diadopsi keluarga tersebut menggantikan Dae Young. Ia bertanya kenapa Dae Young dikembalikan.

“Karena aku akan berteriak dan menangis semalaman akibat mimpi buruk.”

Ji Yeon bertanya apakah keluarga itu kaya. Kakak kembarnya diadopsi keluarga kaya jadi ia berharap ia juga begitu. Ia bertanya apakah ia boleh mengirim surat pada Dae Young jika ia ada pertanyaan. Dae Young mengangguk. Ji Yeon tersenyum dan berterimakasih. Ia bertanya apa yang digambar Dae Young. Puteri duyung.

snap-00133snap-00137

Joon Jae masuk ke kamar dan mendengar suara berisik lagu keras dari kamar Chung. Ia naik ke atas dan melihat Chung sedang berbaring. Ia khawatir dan bertanya apakah Chung sakit. Ia mematikan radio lalu meraba dahi Chung. Ia memegang tangan Chung dan kaget karena terasa dingin.

Chung menepis tangan Joon Jae dan menyuruhnya pergi. Joon Jae terkejut dengan sikap Chung yang tidak seperti biasanya.

Chung menyuruh Joon Jae pergi. Ia tidak ingin Joon Jae mendengar pikirannya. Ia harus memikirkan sesuatu tapi karena Joon Jae bisa mendengarnya ia jadi tidak bisa berpikir dengan jernih. Pikirannya sangat kacau.

“Memikirkan apa?” tanya Joon Jae.

“Jangan tanya. Apa kau pikir kau mendapat ijin? Aku tidak tahu sedikitpun yang kaupikirkan tapi kau mendengar semua pikiranku. Apa kau tahu betapa menyebalkannya itu? Kumohon menjauhlah dariku!”

snap-00143snap-00145

Joon Jae tertegun melihat kemarahan Chung. Chung bertanya apakah ia sebaiknya pergi. Tidak, jawab Joon Jae cepat. Ia berkata ia akan jauh-jauh dari Chung.

“Pikirkan apa saja semaumu.”

Ia memeluk Chung dan bertanya apakah Chung benar tidak apa-apa. Ia merasa detak Chung baik-baik saja. Chung mendorong Joon Jae pelan lalu memintanya pergi. Takut Chung bertambah marah atau benar-benar pergi dari rumah, Joon Jae cepat-cepat pergi.

Ia bertanya apa ia sebaiknya pergi dari rumah atau hanya meninggalkan kamarnya. Tapi di luar dingin, jadi ia akan tidur di sofa ruang tamu. Ia tidak akan bisa mendengar Chung di sana. Chung hanya diam.

“Aku benar-benar tidak akan mendengar. Aku akan memberitahu jika aku bisa mendengarnya dan memintamu untuk tidak berpikir keras-keras.”

“Aku mengerti, sekarang bisakah kau pergi?” tanya Chung.

Begitu Joon Jae menutup pintu, Chung kembali menyalakan radio.

snap-00148snap-00150

Joon Jae bergabung dengan Nam Doo yang belakangan ini memang tidur di ruang tamu. Mendengar Joon Jae diusir Chung, Nam Doo berkata Joon Jae sepertinya sudah melakukan suatu kesalahan. Joon Jae tidak merasa melakukan kesalahan. Chung hanya berkata ia ingin memikirkan beberapa hal.

Nam Doo bertanya apa Joon Jae tahu apa artinya jika seorang wanita berkata seperti itu. Itu artinya wanita itu tahu si pria melakukan kesalahan dan sedang memikirkan apa yang harus ia lakukan pada pria itu dan kesalahan yang dilakukannya. Ia bertanya apa Joon Jae yakin tidak membohongi Chung atau menyembunyikan sesuatu darinya. Joon Jae berusaha memikirkannya.

snap-00155snap-00157

Nyonya Kang bertanya apa saja yang diingat Dae Young. Dae Young hanya ingat Kang Ji Yeon, panti asuhan dan sekilas beberapa mayat korbannya. Mayat yang tidak ia kenal. Ia mendengar teriakan orang-orang tapi ia tidak tahu apa yang mereka lakukan padanya.

Nyonya Kang terkejut dan menyuruhnya mendengar perkataannya. Ia berkata ia tidak tahu kenapa ingatan Dae Young datang dan pergi.

“Meskipun ingatanmu hilang, Ma Dae Young adalah Ma Dae Young.”

“Ma Dae Young? Orang seperti apa dia?”

Seseorang yang membalaskan dendam, kata Nyonya Kang. Dunia membuang Dae Young dan bahagia dengan mereka sendiri. Dae Young tidak pernah bahagia sejak dilahirkan dan hidup seakan sedang menjalani hukuman. Karena itu Dae Young membalas dendam pada dunia yang sudah membuangnya.

Dae Young berkata apakah itu artinya ia sudah membunuh orang-orang (dalam ingatannya yang kabur) itu. Ia tidak ingat apapun. Nyonya Kang berkata Dae Young selalu memiliki masalah amarah dan kalau kambuh mungkin saja Dae Young jadi tidak ingat.

“Jangan khawatir. Aku akan selalu di sisimu seperti biasanya. Aku akan memberitahumu pada siapa kau harus membalas dendam.”

snap-00167snap-00173

Keesokan paginya Joon Jae muncul di kamar Chung dengan mengenakan headphone. Ia berteriak memanggil Chung untuk makan dan berkata ia tidak bisa dengar apapun. Ia memasak juga mengenakan headphone tersebut. Tae Oh muncul dan bertanya bukankah itu miliknya.

“Apa katamu?” tanya Joon Jae yang tak kedengaran.

“Kenapa begitu berisik?” tanya Nam Doo yang baru muncul.

“Oh, sup pasta kedelai untuk sarapan,” kata Joon Jae keras.

“Kenapa begitu berisik?” tanya Nam Doo lagi.

“Sup pasta kedelai!!” teriak Joon Jae.

Tae Oh menarik headphonenya dan berkata itu miliknya. Joon Jae berkata ia memerlukannyua jadi ia meminjamnya. Ia sangat lega karena sekarang begitu tenang. Ia pikir telinganya akan meledak.

“Aneh, aku menutupi telingaku tapi kenapa tenggorokanku yang sakit?” ujarnya terbatuk-batuk. Ya iyalah teriak-teriak terus^^

Begitu melihat Chung, Joon Jae langsung memasang headphone lagi di telinganya. Dengan ceria ia mengajak Chung makan.

snap-00192snap-00195

Atasan Detektif Hong menolak memberikan surat perintah karena bukti-bukti itu diperoleh dengan cara ilegal yaitu menyusup ke rumah orang. Apa Detektif Hong mau dipecat?

Detektif Hong berkata itu bukan menyusup namanya karena Joon Jae adalah anak pemilik rumah. Itu namanya pulang ke rumahnya sendiri.

“Dengan menyamar sebagai petugas?”

“Dia selalu berpakaian seperti itu. Seperti seragam. Itu kan pilihan pribadinya,” bela Detektif Hong.

Tapi atasannya tidak mau dengar. Detektif Hong tidak menyerah. Ia berkata obat yang mereka dapatkan adalah obat anti coligernik (mempengaruhi fungsi saraf) yang digunakan sebagai pelemah otot dalam prosedur bius. Biasanya diberikan pada penderita insomnia.

Ia yakin Nyonya Kang memberikan obat itu pada Presdir Heo lalu merusak korneanya. Atasan Detektif Hong berkata bukti yang didapatkan secara ilegal tidak bisa diterima di pengadilan dan Detektif Hong tahu itu. Aku tidak tahu, kata Detektif Hong frustrasi.

snap-00200snap-00204

Ia mengintai rumah Presdir Heo bersama Joon Jae dan Tae Oh. Ia berkata ia sudah bertemu dokter mata Presdir Heo dan dokter setuju jarum itu bisa saja menjadi penyebab kerusakan kornea. Dokter berkata ayah Joon Jae harus segera dioperasi matanya.

Tae Oh sedang melacak para saksi dan pengacara surat wasiat ayahnya. Detektif Hong melihat Tae Oh sedang meretas dan melacak mereka. Detektif Hong memejamkan mata dan berkata ia akan berpura-pura tidak melihat apapun.

Sialnya, Nyonya Kang menghitung sisa pil di dalam botol dan ia tahu ada obat yang berkurang. Ia bertanya pada pembantunya apakah ada orang yang masuk ke dalam ruangannya. Pembantunya memberitahu baru-baru ini ada petugas pembasmi hama. Nyonya Kang memarahi pembantunya karena sudah membiarkan orang lain masuk ruangannya.

Pembicaraan mereka terdengar oleh Joon Jae, Tae Oh, dan Detektif Hong melalui alat penyadap yang dipasang Joon Jae. Mereka sadar ada kemungkinan mereka sudah ketahuan oleh Nyonya Kang dan itu artinya situasinya semakin berbahaya. Joon Jae berkata mereka harus mendapatkan surat perintah itu dan beraksi besok. Jika tidak, mereka akan memaksa masuk tanpa surat perintah.

snap-00212snap-00213

Nyonya Kang membawakan obat untuk Presdir Heo. Ia berkata suaminya harus minum obat agar bisa dioperasi. Presdir Heo berkata ia akan meminumnya nanti. Nyonya Kang nampak curiga dan berjalan pergi.

Presdir Heo teringat perkataan Joon Jae mengenai Nyonya Kang dan bagaimana kematian mereka. Ia meraih tissue, membungkus obat-obat itu, lalu membuangnya. Ia meminum air agar terlihat ia sudah minum obat.

Astaga, Nyonya Kang belum pergi! Ia berdiri di ambang pintu dan melihat apa yang dilakukan suaminya.

snap-00216snap-00217

Yoo Ran menjenguk Manajer Nam di rumah sakit. Istri Manajer Nam ikut senang mendengar Yoo Ran sudah berkumpul kembali dengan Joon Jae. Yoo Ran menghibur Manajer Nam juga akan segera sadar. Istri Manajer Nam ragu karena hanya keajaiban yang bisa membuat suaminya sadar. Selama hidupnya suaminya selalu tidak beruntung. i tidak pernah di pihak mereka.

Yoo Ran berkata hal baik dan hal buruk sudah ada ukurannya bagi tiap orang. Karena Manajer Nam dan istrinya selama ini mengalami hal buruk maka tinggal hal baik yang menanti mereka.

Manajer Nam kembali bermimpi kehidupannya terdahulu. Ia melarikan diri dan Nam Doo dan Chi Hyun jaman dulu, dan berusaha bersembunyi. Tapi Nam Doo menemukannya dan menyeringai licik.

snap-00221snap-00226

Nam Doo pergi ke wahana akuarium menyamar sebagai calon investor. Manajer akuarium memperlihatkan hiu langka yang terdapat di sana dan harganya yang fantastis. Nam Doo bertanya berapa harga puteri duyung jika puteri duyung itu benar-benar ada. Puteri duyung sungguhan.

Manajer itu berkata ia tidak tahu. Memang pernah ada dugaan mengenai puteri duyung sungguhan tapi belum dipastikan kebenarannya. Jika puteri duyung sungguhan benar-benar ada maka tidak mungkin baginya untuk memberikan harga. Karena harganya bisa-bisa mencapai triliunan won. Mendengar itu, mata Nam Doo berbinar.

Ia sebenarnya belum ingat apa yang terjadi hari itu. Tapi ia naik ke kamar Chung dan melihat wadah penuh mutiara di sana. Dan pada hari ulangtahun Joon Jae, ia mendengar ketika Joon Jae menyebutnya “puteri duyung nakal”.

snap-00239snap-00240

Chung memanggil Yoo Na dan Gelandangan Hong ke rumahnya. Ia berkata ia hanya ingin melihat wajah mereka. Dalam hatinya ia berkata mungkin ia akan pergi jadi ia ingin mengucapkan selamat tinggal sebelumnya. Ia memberi isyarat tutup mulut pada Yoo Na yang bisa mendengar suara hatinya.

Pada Yoo Na ia berkata Yoo Na adalah teman baiknya yang pertama ketika ia baru datang ke sini. Ia seorang yang bisa diandalkan saat Chung mengalami kesulitan. Dan terkadang Yoo Na lebih seperti kakaknya daripada sebaliknya.

Pada Gelandangan Hong ia berkata Gelandangan Hong adalah gurunya. Ia datang ke sini tanpa tahu apapun tapi Gelandangan Hong mengajarinya segalanya. Ia berkata Gelandangan Hong benar-benar pintar. Menurutnya cerita-cerita Gelandangan Hong terlalu bagus untuk tidak dibagikan.

Gelandangan Hong sendiri merasa Chung adalah satu-satunya orang yang mendengarnya. Chung berkata Gelandangan Hong adalah guru kehidupan yang baik untuknya.

“Hidup adalah serangkaian kesempatan untuk bertemu. Ketika kita menghargai pertemuan, maka hidup dipenuhi hubungan yang baik. Jika tidak, hidup akan sungguh sepi,” kata Gelandangan Hong.

Yoo Na setuju Gelandangan Hong juga selalu mengajarinya sesuatu. Chung ingin memeluk mereka berdua. Maka mereka bertiga pun berpelukan.

snap-00249snap-00269

Joon Jae dalam perjalanan pulang bersama Tae Oh. Shi Ah meneleponnya dan ingin berbicara berdua saja karena ada yang ingin ia bicarakan. Tae Oh mendengar perkataan Shi Ah karena Joon Jae menggunakan speaker ponselnya.

Mereka berbicara di sebuah kafe dekat rumah Joon Jae. Mereka mulai membicarakan Yoo Ran yang selama ini ternyata tinggal di rumah Shi Ah. Shi Ah berkata entah kenapa ia selalu merasa Yoo Ran dekat dan tidak asing dengannya ketika mereka tinggal bersama. Dan setelah ia tahu Yoo Ran adalah ibu Joon Jae ia pikir mungkin semua hal ini ada kaitannya.

Kaitan seperti apa, tanya Joon Jae. Akhirnya Shi Ah mengakui kalau ia sangat menyukai Joon Jae. Bukan sebagai teman tapi sebagai pria. Selama 7 tahun ia lebih banyak melihat punggung Joon Jae daripada mata Joon Jae. Ia juga bukannya tidak tahu siapa yang ada di hati Joon Jae sekarang ini. Karena itu ia akan menunggu.

“Kau bilang kau akan menunggu?”

“Bukankah suatu saat nanti Chung-sshi harus pergi? Aku tahu ia wanita yang aneh, unik, dan menawan. Tapi aku tidak percaya ia akan terus tinggal.”

“Jangan tunggu aku. Chung tidak akan pergi ke mana pun. Ia akan terus berada di sisiku. Meski ia pergi ke tempat lain, aku akan mengikutinya. Jadi jangan tunggu aku, Shi Ah. Mulai sekarang bahkan jangan melihat punggungku. Carilah pria baik yang bisa menatap matamu. Aku seharusnya memberitahumu lebih cepat, jadi aku minta maaf.”

Joon Jae pergi meninggalkan Shi Ah yang patah hati.

snap-00284snap-00287

Ketika ia tiba di dekat rumah, ia melihat Chi Hyun. Ia bertanya mengapa Chi Hyun ada di sini.

“Karena kau datang ke rumahku...tak ubahnya seperti seekor tikus.”

Joon Jae tak tahan lagi dan meninju wajah Chi Hyun. Chi Hyun berusaha membalas tapi ia malah terkena pukulan kedua.

Chi Hyun bertanya dengan marah kenapa Joon Jae datang ke rumahnya. Apa Joon Jae hendak bertemu ayah mereka?

“Joon Jae, ayah memberitahuku bahwa ia lebih baik tidak melihat puteranya yang penipu. Ia bilang aku seorang cukup sebagai anaknya.”

Joon Jae menarik kerah Chi Hyun dan menyuruhnya tutup mulut. Dengan sinis Chi Hyun berkata Joon Jae memang penipu. Sungguh memalukan.

“Kenapa kau tidak bilang penglihatan ayah dalam keadaan seperti itu?”

“Aku mengatakannya padamu. Kau yang mengabaikannya.”

“Lalu kenyataan bahwa itu akibat perbuatan ibumu?” tanya Joon Jae.

snap-00296snap-00298

Chi Hyun terdiam. Joon Jae bertanya apa Chi Hyun tidak tahu apa yang selama ini ibunya lakukan. Dan Chi Hyun membiarkannya meski tahu semuanya? Ekspresi wajah Chi Hyun menjawab iya kedua pertanyaan tersebut. Joon Jae marah dan mengguncang Chi Hyun.

“Apa kau gila?! Kau bilang ia adalah ayah pertama yang kaumiliki, jadi bagaimana bisa kau melakukannya?! Hentikan ibumu sekarang juga. Hentikah apapun yang akan ia lakukan pada ayahku. Aku sudah tahu dan aku tidak akan diam lagi. Jika berlanjut, kau dan ibumu akan mati. Aku akan pastikan itu.”

Joon Jae berbalik pergi. Chi Hyun bertanya apa Joon Jae mengirim Chung hanya agar ia bisa menyelinap ke rumahnya. Itu hal yang baru Joon Jae ketahui tapi ia tidak mengatakan apapun. Chi Hyun berkata Joon Jae memperalat Chung untuk mengalihkan perhatiannya, yang artinya itu membahayakan Chung.

“Apa kau pikir kau bisa melindungi siapapun?” ujarnya..

Joon Jae tidak mempedulikannya dan pergi.

snap-00314snap-00315

Setibanya di rumah, ia naik ke kamar Chung di mana Chung masih menyendiri di balik suara radio. Ia meminta Chung mengatakan semua pikiran Chung yang Chung tak ingin ia dengar, juga alasan kenapa Chung seperti ini.

Chung berkata tadinya gelang yang ia temukan di dasar laut adalah sebuah kebetulan. Tapi setelah ia pikirkan lagi, itu bukanlah kebetulah. Itu adalah saat di mana semua kembali dimulai.

“Aku selalu bertanya-tanya apa alasan aku melintasi lautan untuk menemukanmu. Tapi ternyata itu adalah takdir. Takdir yang seharusnya tidak terulang.”

Ia bertanya kenapa Joon Jae berbohong mengenai akhir hidup Dam Ryeong dan Se Hwa. Ia berkata itu bukanlah akhir hidup bahagia selamanya.

“Kita mati pada akhirnya. Kau karena diriku. Aku karena kau. Di dalam laut yang dingin.”

Ia bercerita pada hari Joon Jae ke rumah ayahnya, ia menemui Chi Hyun. Dan ia juga bertemu Ma Dae Young. Ia memegang tangan Ma Dae Young dan menghapus semua ingatannya. Saat itulah ia melihat akhir kehidupan dahulu mereka. Sekarang ia mengerti apa arti mimpi buruk Joon Jae.

“Aku adalah mimpi burukmu. Bukankah begitu?”

“Bukan.”

“Kau masih ingin mengambil jalan yang sama meski tahu itu terulang?”

“Sudah kubilang itu tidak benar. Siapa bilang terulang? Itu tidak akan terjadi,” Joon Jae berkeras.

Chung berkata seharusnya ia tidak datang agar tak ada yang terulang. Joon Jae bertanya apa Chung menyesali pertemuan mereka. Apa Chung menyesal datang ke sini dan menyesali kebersamaan mereka?

snap-00328snap-00334

Chung memikirkan semua yang telah mereka lalui sejak mereka pertama bertemu di Spanyol. Ia sadar, ia tidak menyesali semua itu.

“Bagaimana aku bisa menyesalinya?”

“Aku juga sama. Meski aku tahu semua, aku tidak bisa menyesalinya,” kata Joon Jae. “Bertemu denganmu bukanlah sesuatu yang bisa kusesali.”

Chung berkata ia takut Joon Jae mati karena dirinya. Joon Jae berkata jika...hanya jika itu terjadi maka jantung Chung harus terus berdetak.

“Kau harusnya sudah tahu sekarang. Bahwa meski aku tidak ada di sisimu, aku akan terus mencintaimu,” Joon Jae membelai rambut Chung.

snap-00352snap-00353

Shi Ah menelepon Tae Oh dan menyalahkannya atas patah hatinya. Tae Oh menghela nafas panjang dan bertanya Shi Ah di mana. Shi Ah sedang melampiaskan kesedihannya dengan bernyanyi sambil menangis di karaoke. Melihat Shi Ah menangis, Tae Oh merasa kasihan juga. Tapi begitu Shi Ah kembali menyanyi, ia tersenyum. Ia tahu Shi Ah bisa mengatasi kesedihannya.

“Tae Oh, apa kau juga sakit seperti ini? Apa kau sesedih ini? Hatiku sangat sakit seakan dirobek-robek. Aku telah lama benar-benar sangat menyukainya.”

Shi Ah tak sanggup menyanyi lagi. Tae Oh merangkulnya dan menepuk pundaknya.

snap-00358snap-00367

Presdir Heo terbangun dan menyadari Nyonya Kang tidak ada di sisinya. Ia keluar dan mendengar suara Nyonya Kang berbicara dengan seseorang.

Nyonya Kang sedang berbicara dengan Dae Young. Ia menyuruh Dae Young tinggal sementara di rumah itu. Selama siang, Dae Young boleh tinggal di basement, dan setelah pembantu pulang Dae Young bisa naik ke rumah. Percakapan mereka terdengar oleh Detektif Hong dan partnernya yang sedang mengintai.

Sayangnya mereka tidak tahu Nyonya Kang berbicara dengan siapa karena mereka hanya melihat mobil Nyonya Kang masuk ke dalam garasi. Dan lagi Dae Young sendiri tidak berbicara.

Presdir Heo pelan-pelan bergerak menuruni tangga. Nyonya Kang berkata Presdir Heo mengenali suara Dae Young dan berpikir Dae Young adalah pengganti Manajer Nam, jadi mereka bisa menggunakan alasan Dae Young tinggal untuk membantunya. Mereka harus memastikan Presdir Heo tidak keluar dari rumah dan tidak menghubungi siapapun dengan ponselnya. Itu tidak akan sulit karena Presdir Heo tidak bisa melihat.

snap-00373snap-00375

Melihat Dae Young diam saja, Nyonya Kang jadi kesal dan bertanya apa ia masih belum ingat. Ia menyuruh Dae Young sadar karena penantian mereka hampir berakhir.

Presdir Heo shock mendengar semua itu. Ia hendak kembali naik ke atas tapi tak sengaja membentur tangga. Nyonya Kang mendengarnya dan keluar dari ruangan. Ia melihat tidak ada siapa-siapa dan hendak masuk kembali ketika ia berhenti.

Ia menoleh dan melihat pantulan Presdir Heo dari lemari seperti cermin. Presdir Heo bersembunyi di balik sofa. Sama sekali tidak sadar kalau ia sudah ketahuan.

snap-00381snap-00382

Detektif Hong membawa rekaman tersebut ke rumah Joon Jae dan memperdengarkannya. Nam Doo bertanya pada siapa Nyonya Kang berbicara. Detektif Hong berkata suara orang satunya lagi sama sekali tidak terdengar.

“Ma Dae Young,” kata Chung yang diam-diam bergabung dengan mereka. Ia berkata Ma Dae Young tidak ingat apapun sekarang ini.

Detektif Hong bertanya kenapa Chung berbicara seperti itu. Joon Jae menyela Detektif Hong bisa menanyakannya langsung pada Ma Dae Young setelah ia ditangkap. Ia menanyakan surat perintah. Detektif Hong berkata mereka akan mendapatkannya besok pagi (karena sudah ada bukti yang kuat kalau Presdir Heo dalam bahaya).

snap-00387snap-00390

Presdir Heo memadamkan ponselnya lalu menyembunyikannya di bawah tempat tidur. Nyonya Kang masuk ke kamar membawakan obat dan menyuruhnya minum. Lalu ia menanyakan ponsel Presdir Heo. Presdir Heo berkata ia tidak tahu.

Nyonya Kang menelepon ponsel Presdir Heo dan mengetahui kalau Presdir Heo memadamkan ponselnya. Presdir Heo bertanya apakah Nyonya Kang pernah mencintainya sejak mereka bertemu.

“Tidak pernah ada waktu di mana aku tidak mencintaimu,” Nyonya Kang tersenyum sinis. Ia lalu pamit pergi.

Presdir Heo meraih obatnya, membungkusnya dengan tissue, dan kembali membuangnya. Lalu ia minum air yang sayangnya tidak ia ketahui bukan air putih karena ia tidak bisa melihat. Ia memang merasa agak sedikit aneh dengan rasanya hingga tak minum sampai habis.

Tapi itu cukup bagi Nyonya Kang yang melihat semuanya. Ia pergi dari rumah dan menelepon Chi Hyun untuk minum bersamanya di tempat yang banyak orang. Diam-diam partner Detektif Hong membuntutinya.

snap-00398snap-00403

Mendengar ajakan ibunya yang tidak seperti biasanya, Chi Hyun langsung curiga. Ia berkata ia memiliki janji dengan orang lain. Ia menyuruh supirnya menuju ke rumah secepatnya.

Racun di minuman tadi bereaksi. Presdir Heo merasakan sakit di dadanya. Ia meraih ponsel di bawah tempat tidurnya lalu menelepon Joon Jae. Tapi ponsel Joon Jae ada di kamar (sementara semua orang di ruang tamu) dan dalam mode getar hingga tak seorangpun tahu mengenai telepon itu. Presdir Heo akhirnya meninggalkan pesan.

Di rumah keluarga Heo, Dae Young memasukkan semua pot bunga ungu di ruangan Nyonya Kang ke dalam sebuah ember besar lalu membawanya keluar. Ia berpapasan dengan Chi Hyun yang baru pulang.

“Kau seharusnya belum pulang,” ujarnya datar.

Chi Hyun bergegas naik ke kamar ayahnya.

snap-00405snap-00418

Joon Jae akhirnya masuk ke kamar dan mendengar pesan ayahnya. Mendengar itu, ia langsung berlari keluar. Ia meminta Nam Doo menelepon Detektif Hong. Dan karena ia tidak akan pulang malam ini, ia menitipkan Chung padanya.

Ada apa, tanya Chung. Tidak tahu, kata Nam Doo. Diam-diam ia melihat Chung dengan penuh arti.

snap-00420snap-00424

Dalam perjalanan, Joon Jae mendengar seluruh pesan yang ditinggalkan ayahnya.

“Joon Jae, ayahmu salah. Kau benar. Keputusan Ayah salah dari awal hingga akhir,” kata Presdir Heo menangis sambil menahan rasa sakitnya. “Ayah tidak tahu kenapa begitu sulit mengakuinya. Ayah tidak tahu kenapa butuh waktu selama ini. Ayah selalu merindukan waktu bersamamu dan ibumu. Ayah ingin kembali pada masa-masa itu. Kenapa Ayah hidup tanpa menerima perasaan itu? Kenapa permintaan maaf begitu sulit Ayah ucapkan? Ayah sangat menyesal sekarang.”

Joon Jae tiba di rumah ayahnya dan memarkir mobilnya di belakang ambulans. Ia berlari dan melihat dua petugas membawa seseorang di atas tandu dengan seluruh tubuhnya ditutup kain putih.

snap-00435snap-00438

“Jika Ayah dilahirkan kembali, Ayah ingin hidup sebagai suami istriku dan ayah dari puteraku. Kurasa ini karena keserakahan Ayah. Ayah minta maaf, Joon Jae.”

Pelan-pelan Joon Jae membuka kain putih itu dan melihat ayahnya.

“Ayah menyayangimu, puteraku.”

Joon Jae shock melihat ayahnya sudah tiada. Ia menyangkali kepergian ayahnya yang begitu tiba-tiba.

“Seharusnya belum berakhir, Ayah. Ayah, tunggu. Kumohon tunggulah. Belum waktunya, Ayah,” tangisnya. “Ayah! Aku minta maaf. Aku minta maaf...”

snap-00443snap-00463

Komentar:

Episode tersedih karena sepanjang episode Chung sama sekali tidak tersenyum dan pada akhirnya Joon Jae kehilangan ayahnya.

Nyonya Kang itu level kejahatannya benar-benar ya >,< Melebihi Dae Young menurutku. Ngeri membayangkan dia menusuk mata Presdir Heo di saat Presdir Heo terbius. Dan dengan dinginnya ia membiarkan suaminya jatuh begitu saja. Dan Dae Young adalah orang yang ia peralat untuk memenuhi ambisi dan keserakahannya.

Nam Doo juga termasuk orang yang serakah. Sejak di kehidupannya terdahulu mungkin. Hanya saja apakah persahabatannya dengan Joon Jae sama sekali tidak berarti? Apakah semua orang dalam kehidupan sekarang sudah pasti memiliki karakter sama dengan kehidupan di masa lalu? Benar-benar tidak bisa diubah lagi?

Sayang sekali kali ini sudah ada penutup kain putih. Ayah Joon Jae tidak selamat. Penyesalannya terlalu terlambat. Ia terlalu keras kepala. Dan itu ternyata berakibat sangat fatal. Mendengar penyesalannya malah tambah nyesek karena selama ini ia ingin kembali pada Yoo Ran dan Joon Jae tapi terlalu gengsi. Jadi jangan gengsi minta maaf ya kalau ada salah^^

Menurutku Joon Jae juga ada andil karena ia memilih tidak bersama ayahnya dan memilih mencari ibunya. Dua orang keras kepala yang sama-sama tidak mau mengalah. Sigh....

Agak berharap Chi Hyun masih di tengah-tengah, tapi aku merasa kematian Presdir Heo juga ada kaitan dengan Chi Hyun. Aku menduga Chi Hyun mendengar pesan ayahnya untuk Joon Jae dan sakit hati karena ayahnya menyesali hidup bersamanya dan ibunya. Seharusnya ia bisa menyelamatkan ayahnya namun ia tidak melakukannya. Atau bisa juga ia memanggil ambulans namun terlalu terlambat.

Dugaanku yang pertama sih...Chi Hyun membiarkan Presdir Heo mati atau bahkan mempercepatnya karena tahu Joon Jae akan datang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)