Jumat, 13 Januari 2017

Sinopsis Legend of The Blue Sea Episode 16

snap-00386

Yoo Ran menatap puteranya dari kejauhan. Rasa rindu, ragu, dan haru menyeruak di dadanya ketika ia mulai melangkah menyeberangi jalan untuk menemui puteranya. Sosok Joon Jae yang sudah dewasa mengingatkannya pada sosok Joon Jae kecil yang menangis memanggilnya “ibu”. Tanpa sadar ia berjalan makin cepat.

Joon Jae menatap ibunya yang selama ini dirindukannya. Ibu yang selama ini dicarinya dengan susah payah. Namun sekarang saat ibunya berdiri di hadapannya, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.

“Joon Jae...” gumam Yoo Ran dengan mata berkaca-kaca.

Ia tak tahan lagi dan memeluk puteranya. Ia menangis sambil berkali-kali meminta maaf. Joon Jae meneteskan air mata. Ia memeluk ibunya yang sekarang bertubuh lebih kecil darinya.

Chung tersenyum melihat pertemuan ibu dan anak itu.

“Di antara banyak kata yang kupelajari setelah datang ke sini, kata-kata terbaik adalah happy ending. Aku yakin saat ini adalah happy ending. Dalam hidup ini waktu terus berjalan dan momen-momen terlewati. Di balik momen penuh kebahagiaan, tak ada yang tahu momen apa yang menanti.”

Joon Jae menoleh dan tersenyum bahagia pada Chung. Ia sudah menemukan ibunya.

snap-00022snap-00027

Joon Jae dan ibunya berbicara di sebuah kedai kopi. Awalnya keduanya terlihat canggung. Akhirnya Joon Jae menanyakan kesehatan ibunya. Yoo Ran balik menanyakan keadan Joon Jae. Meski Joon Jae berkata ia baik-baik saja, Yoo Ran kembali menunduk dan meminta maaf.

“Berhentilah meminta maaf,” kata Joon Jae.

“Ibu seharusnya tidak meninggalkanmu seperti itu. Ibu kira ayahmu yang kaya akan membesarkanmu dengan baik. Ibu kira kau hidup dengan baik sambil sekolah di luar negeri.”

Joon Jae berkata ia tidak sekolah di luar negeri tapi ia hidup dengan baik. Ia juga bertemu banyak orang yang baik. Yoo Ran bertanya kenapa Joon Jae lari dari rumah saat masih SMA. Kenapa tidak bertahan dan tinggal di rumah ayahnya?

“Karena aku merindukan Ibu. Aku sangat merindukan Ibu. Kukira aku bisa langsung menemukan Ibu,” Joon Jae tertawa getir. “Tapi Ibu tidak bisa ditemukan. Aku berpikir banyak hal. Mungkinkah Ibu sudah tiada.... Jadi berhentilah meminta maaf. Aku bersyukur Ibu sehat seperti ini.”

snap-00037snap-00041

Yoo Ran tak tahan lagi dan menangis tersedu-sedu. Joon Jae duduk di samping ibunya lalu mengelap air matanya. Tapi Yoo Ran tak bisa menghentikan tangisnya. Joon Jae memeluk ibunya untuk menenangkannya.

“Ibuku menjadi sangat kecil. Ketika aku kecil, Ibu yang selalu memelukku. Aku akan memeluk Ibu setiap hari.”

Yoo Ran menangis memikirkan betapa beratnya hidup Joon Jae selama ini. Anak 10 tahuny yang cengeng telah tumbuh sebesar ini sendirian tanpa seorang ibu.

“Anakku, pasti sangat sulit bagimu. Ibu tidak tahu betapa kesepiannya dirimu.”

Joon Jae menangis tanpa suara. Ia berkata mulai sekarang ibunya tidak boleh pergi kemanapun.

“Ketika kita terpisah, kita tidak tahu keadaan satu sama lain. Jadi, jangan pergi kemanapun.”

Yoo Ran mengangguk.

snap-00051snap-00053

Saat Joon Jae berbicara bersama ibunya, Chung pulang memberitahu yang lain. Nam Doo terkejut mengetahui ibu Joon Jae yang selama ini mereka cari ternyata pembantu di rumah Shi Ah. Gelandangan Hong berkata itu memang harus diberi ucapan selamat, tapi bagaimana dengan ulang tahun Chung?

“Benar, kenapa kau memutuskan hari ini daripada hari lainnya?” kata Nam Doo.

“Justru karena aku memilih hari yang tepat hingga Heo Joon Jae bisa bertemu ibunya.”

Nam Doo memuji Chung semakin pintar bicara dan semakin logis. Ia berjalan ke dapur untuk mengambilkan lebih banyak makanan. Kakinya terantuk sofa. Sekilas ia teringat kakinya pernah berkali-kali terantuk kursi kolam dan saat itu ada Chung.

Ia mengawasi Chung dengan curiga. Ia masih belum ingat tapi ia merasa ada sesuatu. Sesuatu yang sangat besar.

snap-00058snap-00069

Joon Jae membawa ibunya pulang. Ibunya tak menyangka Joon Jae tinggal di rumah sebesar itu. Joon Jae berkata ia juga tak menyangka selama ini ia memakan makanan yang ibunya buat dan berpikir rasanya sama. Ia sama sekali tak terpikir ibunya yang membuatnya. (Sepertinya Chung sudah memberitahu Joon Jae kalau Yoo Ran selama ini bekerja di rumah Shi Ah)

Yoo Ran teringat saat pertama datang ke rumah ini Shi Ah menyebut rumah itu sebagi rumah pacarnya. Ia bertanya apakah Shi Ah adalah pacar Joon Jae.

“Bukan,” kata Joon Jae. ”Ia hanya teman kuliahku.”

Yoo Ran terlihat lega. “Kalau begitu Chung, kan?”

Joon Jae tersipu. Yoo Ran tersenyum dan bertanya apakah Joon Jae begitu menyukainya hingga tersenyum seperti itu. Ia agak khawatir mengenai mereka tinggal bersama tapi Joon Jae menjelaskan kalau saat Chung tidak memiliki tempat lain karena keadaan.

“Takdir memang aneh. Ibu beberapa kali dibantu Chung-sshi. Ia membantu saat Ibu dicopet. Juga menyelamatkan Ibu saat hampir tertabrak mobil karena melamun.”

Joon Jae langsung mengomeli ibunya sama seperti ia mengomeli Chung. Ia meminta ibunya berhati-hati. Ibunya tersenyum mengiyakan.

Yoo Ran bertanya bagaimana Joon Jae bisa tinggal di rumah sebagus itu. Joon Jae berkata ia memiliki banyak uang meski rumah itu rumah sewaaan. Setidaknya ia mendapatkan tempat untuk mereka tinggal bersama. Ia ingin ibunya berhenti bekerja dan tinggal bersamanya.

“Apa pekerjaanmu, Joon Jae?”

“Hanya...ini dan itu,” Joon Jae menjawab sekilas. Yoo Ran nampak heran tapi tak bertanya lagi.

snap-00078snap-00087

Mereka masuk ke rumah dan bergabung bersama yang lain untuk merayakan ulangtahun Chung. Joon Jae mengingatkan Chung untuk membuat harapan sebelum meniup lilin.

“Aku ingin hidup bahagia di sini bersama Heo Joon Jae,” katanya keras-keras.

Joon Jae tertawa geli. Nam Doo berkata harapan itu seharusnya dibuat di dalam hati agar terkabul. Jika diucapkan keras-keras tidak akan terkabul. (Dalam hati juga pasti kedengaran Joon Jae, jadi sama saja^^)

Melihat Chung mulai panik, Joon Jae cepat-cepat menenangkan kalau harapan itu akan terkabul meski diucapkan. Chung kembali tenang dan meniup semua lilin di atas kue. Joon Jae hendak mencabut lilin-lilin itu tapi Chung menahannya.

“Mari kita tiup sekali lagi. Ada hal lain untuk dirayakan. Kau dan ibumu sudah saling menemukan.”

snap-00096snap-00097

Maka lilin kembali dinyalakan. Joon Jae dan Yoo Ran meniupnya bersama. Tapi lagi-lagi Chung mencegah Joon Jae mecabut lilin. Ia bertanya apakah ada yang lain yang ingin dirayakan.

Yoo Na mengangkat tangannya dan berkata ia mendapat nilai 100 untuk tes Inggrisnya. Chung memutuskan itu harus dirayakan dan Yoo Na harus meniup lilin.

“Kau melakukan ini hanya karena kaupikir ini menyenangkan, kan?” kata Joon Jae tertawa. Chung mengangguk. Maka merekapun kembali menyalakan lilin dan Yoo Na meniupnya.

Tunggu! Kata Chung saat Joon Jae hendak mencabut lilin. Lagi? Tanya Joon Jae. Hentikan! Seru Nam Doo yang mulai bosan.

snap-00103snap-00108

Nam Doo menelepon Shi Ah agar bergabung dengan mereka. Tapi Shi Ah terlalu shock saat mendengar Joon Jae telah menemukan ibunya dan tahu kalau ibunya selama ini bekerja di rumah Shi Ah.

“Bukankah ini bagus untukmu? Kau pasti dekat dengan ibunya karena kalian tinggal di rumah yang sama.”

Shi Ah hampir memecahkan relik yang sedang ditelitinya.

snap-00117snap-00121

Tae Oh akan mengantar Yoo Na pulang. Yoo Na sekali lagi mengucapkan selamat pada Chung yang berulangtahun dan Joon Jae yang menemukan ibunya. Gelandangan Hong juga pamit, sebelum pergi ia meminta goodie bag. Nam Doo menawarkan makanan sisa tapi Gelandangan Hong berkata ia tidak makan makanan yang sudah lebih dari 2 jam.

Setelah Gelandangan Hong pergi, Nam Doo bertanya ada apa dengan semua teman Chung. Apa tidak ada yang normal? Chung berkata mereka temannya dan ia menyukai semua temannya di sini.

“Ibu Heo Joon Jae juga temanku,” katanya.

“Bagaimana bisa ibuku jadi temanmu?” ujar Joon Jae.

Yoo Ran membenarkan ia dan Chung berteman. Joon Jae protes kalau seperti itu lalu ia apanya.

“Rumah ini semakin aneh saja,” ujar Nam Doo.

snap-00130snap-00139

Joon Jae, Nam Doo, Chung, dan Yoo Ran duduk bersantai untuk berbincang. Nam Doo berkata ia berusaha keras mencari Yoo Ran selama ini. Ia bahkan hafal semua alamat lamanya, nama temannya, dan kerabatnya.

Yoo Ran berkata ia tinggal di luar negeri selama beberapa tahun setelah bercerai. Ketika uangnya habis ia kembali dan menjadi pengurus rumah tangga. Joon Jae nampak sedih mendengarnya. Nam Doo mengajak mereka minum untuk meringankan suasana.

Lalu ia bertanya apakah Yoo Ran mengenal seseorang bernama Kang Ji Yeon yang dulu satu SMA dengannya. Yoo Ran menegang. Kang Ji Yeon?

Melihat ekspresi ibunya, Joon Jae tahu ibunya mengenal wanita itu. Yoo Ran bertanya kenapa Nam Doo menanyakannya. Nam Doo berkata ada suatu masalah hingga mereka mencari Kang Ji Yeon tapi KTPnya telah dibatalkan dan tidak ada catatan mengenai dirinya sama sekali.

“Dia seorang yang kukenal. Terlalu kenal. Kau juga mengenalnya,” kata Yoo Ran pada Joon Jae. “Dia adalah ibu tirimu.”

snap-00145snap-00154

Nam Doo dan Joon Jae terkejut. Chung mendengarkan meski tak mengerti apa yang mereka bicarakan. Joon Jae berkata nama wanita itu bukan Kang Ji Yeon. Yoo Ran berkata Kang Ji Yeon sendiri yang memberitahunya kalau ia mengubah namanya menjadi Kang Seo Hee.

“Dia mengubah namanya? Kalau begitu seharusnya ada catatan mengenai itu. Tapi tidak ada,” kata Nam Doo.

Yoo Ran berkata ia tidah tahu mengenai itu tapi namanya di sekolah adalah Kang Ji Yeon. Ia yakin itu. Joon Jae masih sulit percaya Kang Ji Yeon yang mereka cari adalah istri ayahnya. Yoo Ran melihat ekspresinya dan bertanya ada apa.

Nam Doo bertanya apakah Yoo Ran mengetahui seorang buronan bernama Ma Dae Young. Yoo Ran merasa pernah mendengarnya. Nam Doo berkata mereka sedang melacak Ma Dae Young dan Kang Ji Yeon sepertinya ada hubungan dengan Ma Dae Young. Chung semakin menyimak begitu mendengar nama yang ia kenal.

“Hubungan seperti apa?” tanya Yoo Ran.

Nam Doo hendak menjelaskan tapi Joon Jae menghentikannya. Ia berkata tidak ada apa-apa, hanya seorang detektif kenalan mereka pernah menanyakannya. Tapi Yoo Ran dan Chung bisa merasa ada sesuatu yang disembunyikan Joon Jae dan Nam Doo.

snap-00166snap-00168

Saat Tae Oh pulang dari mengantar Yoo Na, ia melihat Shi Ah berdiri tak tenang di depan pagar. Shi Ah bertanya apakah ibu Joon Jae ada di dalam. Mungkin, jawab Tae Oh.

“Apa ia mengatakan sesuatu tentang aku?” tanya Shi Ah.

“Tentang apa?” Tae Oh balik bertanya. Ia bertanya apakah Shi Ah tidak akan masuk. Shi Ah mengajak Tae Oh minum bersamanya. Tapi sudah bisa diduga penolakan Tae Oh tidak akan didengar Shi Ah.

Tae Oh menguap lelah sambil mengamati jamnya yang sudah menunjukkan jam 9 lebih. Di hadapannya Shi Ah terus minum sambil berceloteh.

“Aku tidak tahu seberapa besar kau menyukaiku, tapi apa kau mau aku membuatmu tak menyukaiku lagi? Aku tahu ahjumma adalah ibu Joon Jae.”

“Kenapa kau tak mengatakan apapun?” tanya Tae Oh.

“Aku bersikap buruk padanya selama ini. Kami sama sekali tidak dekat. Lalu aku menemukan kalau ia adalah ibu Joon Jae. Aku berusaha memperbaiki hubunganku dengannya sebelum memberitahu Joon Jae. Tapi semuanya sudah berakhir sekarang.

Begitu ia tahu, ia bahkan tidak akan mau berteman denganku, kan? Ia akan mengusirku, kan? Aku tahu aku orang yang sangat buruk. Bagaimana perasaanmu setelah mendengar semua ini? Perasaanmu padaku lenyap seketika, bukan? Berterimakasihlah,” kata Shi Ah sambil menangis.

Ia juga berharap perasaannya pada Joon Jae hilang sama sekali. Tapi ia tidak bisa hingga ia merasa sangat menderita. Karena itu ia tidak ingin Tae Oh menderita sama seperti dirinya. Ia menyuruh Tae Oh membuang perasaannya padanya. Tae Oh tersenyum.

snap-00183snap-00188

Joon Jae menelepon Detektif Hong dan memberitahunya kalau Kang Ji Yeon adalah ibu tirinya. Jika ia masih berhubungan dengan Ma Dae Young, berarti alasan Dae Young mengincar dirinya adalah karena ibu tirinya itu.

Detektif Hong tak mengerti mengapa ibu tiri Joon Jae hendak membunuh Joon Jae. Partnernya yang menguping berkata pasti karena Joon Jae sangat menyebalkan. Joon Jae teringat perkataaan Chi Hyun mengenai warisan ayahnya. Ia berkata alasannya adalah karena harta warisan.

Deteketif Hong bertanya memangnya harta warisan sebanyak apa hingga wanita itu bertindak sejauh itu untuk melukai Joon Jae. Awalnya ia mengira Joon Jae menipunya lagi tapi ia terkejut ketika tahu siapa ayah kandung Joon Jae.

Joon Jae berkata itu tidak penting. Ia ingin Detektif Hong menangkapnya sekarang juga. Detektif Hong berkata mereka tidak bisa tanpa bukti yang kuat. Dan lagi ibu tiri Joon Jae akan waspada kalau polisi mencurigainya. Mereka harus berhati-hati sampai mereka menemukan bukti.

Joon Jae berkeras mereka tidak punya waktu dan ia punya insting kuat mengenai hal ini. Ia akan melakukannya dengan caranya sendiri. Ia akan menemukan bukti dan mengungkapkannya secepat mungkin.

snap-00201snap-00206

Manajer Nam selamat. Istrinya terus menangis karena lagi-lagi suaminya hampir mati dan sekarang kembali koma. Dokter berkata pasien dalam keadaan seperti Manajer Nam terkadang bisa tiba-tiba sadar dari komanya. Belum diketahui penyebab pastinya tapi orang menyebutnya keajaiban. Istri Manajer Nam berharap keajaiban itu terjadi pada suaminya.

Dalam keadaan komanya, Manajer Nam melihat dirinya di kehidupan lalu. Orang yang menyelinap dalam kamar Dam Ryeong hanya menyentuh sebuah buku lalu keluar. Sahabat Dam Ryeong cepat-cepat mencari gulungan kertas sesuai permintaan Dam Ryeong lalu keluar. Tapi di luar orang tadi sudah menantinya. Bukan hanya satu orang, melainkan 2 orang. Chi Hyun.....dan Nam Doo (di kehidupan dahulu).

Sahabat Dam Ryeong melarikan diri membawa gulungan itu. Kedua orang tadi mengejarnya. Masalahnya sahabat Dam Ryeong masih dalam keadaan luka dan kakinya sedikit timpang.

snap-00219snap-00222

Chi Hyun menemui ibunya dan bertanya apakah Dae Young ayah kandungnya. Ia nampak sangat marah. Nyonya Kang bertanya haruskah ia memastikannya. Ia tak mengerti puteranya.

“Kau hanya tinggal duduk dan menunggu tanpa tahu apapun, tanpa melakukan apapun. Ibu yang akan melakukan semuanya. Kenapa kau begitu penasaran?”

“Aku sangat benci aku adalah anak orang seperti dia!” bentak Chi Hyun. Karena ia merasa seperti lumut yang tak akan pernah terkena matahari.

Nyonya Kang menghela nafas panjang. Ia bercerita ia memiliki saudara kembar. Mereka dilahirkan pada jam dan hari yang sama, dan diletakkan dalam keranjang yang sama kemudian dibuang di sebuah panti asuhan. Saudara kembarnya diadopsi keluarga yang baik, tapi dia sebaliknya.

Ayah angkatnya seorang pemabuk yang penuh kekerasan sementara ibu angkatnya menyedihkan. Mereka keluarga miskin tanpa masa depan. Namun dalam situasi seperti itu, ada satu hal yang berhasil untuknya. Kelemahan.

snap-00235snap-00241

Kilas balik saat masih remaja ia menangis di depan polisi saat ayah angkatnya ditemukan meninggal. Lalu ia meratapi kematian salah satu suaminya seperti seorang istri yang benar-benar kehilangan suaminya.

“Orang mempercayai apapun yang dikatakan seorang yang lemah. Ibu berhasil melewat jalan yang panjang dan sulit sejauh ini dengan menggunakan hal itu sebagai senjata satu-satunya.”

Ia menghampiri Chi Hyun dan berkata ia tidak ingin Chi Hyun mengambil jalan memutar yang panjang. Baik Ma Dae Young maupun Heo Il Joong hanyalah jalan pintas. Chi Hyun menepis tangan ibunya.

“Ambillah jalan pintas itu dan pergilah ke bawah cahaya matahari. Hiduplah bukan sebagai lumut, tapi sebagai bunga. Hanya itu yang harus kaulakukan,” kata Nyonya Kang dengan mata berkaca-kaca.

Lalu ia kembali menunjukkan wajah tanpa ekspresi dan duduk melanjutkan kegiatannya saat Chi Hyun datang. Memotongi bunga-bunga berwarna ungu.

snap-00247snap-00258

Tae Oh mengantar Shi Ah pulang. Shi Ah agak mabuk dan hampir terjatuh. Tae Oh memeganginya.

“Kak, aku sudah memikirkannya. Aku akan berhenti menyukai Kakak mulai sekarang.”

Shi Ah tak menyangka secepat itu dan berkata ia senang mendengarnya. Tae Oh menyarankan agar Shi Ah juga mengakui perasaannya pada Joon Jae dengan benar. Shi Ah khawatir dalam keadaan seperti ini Joon Jae tidak akan mau menemuinya lagi.

“Apakah ada artinya Kakak terus menemuinya seperti ini?” tanya Tae Oh. Ia pamit lalu pergi. Shi Ah bergumam bagaimana Tae Oh bisa secepat itu melepas perasaannya.

Yoo Ran menelepon Jin Joo untuk memberitahu ia akan menginap di rumah puteranya malam ini. Jin Joo senang mendengarnya.

snap-00269snap-00275

Chung berbicara dengan Nam Doo di tepi kolam. Ia bertanya apa hubungan ibu tiri Joon Jae dengan Ma Dae Young. Nam Doo bertanya kenapa Chung ingin tahu. Chung berkata Dae Young ingin melukainya dan Joon Jae. Jadi ia berhak tahu.

Nam Doo berkata Dae Young hanya memiliki satu wanita dalam hidupnya, yaitu Kang Ji Yeon. Dan Kang Ji Yeon dikelilingi kematian-kematian misterius keluarga angkatnya. Entah itu serangan jantung, bunuh diri, kecelakaan. Kedua suaminya menjadi buta dan meninggal karena sakit dan kecelakaan. Ia mengira Chung tidak mengerti apa yang dikatakannya tapi Chung berkata ia mengerti semuanya karena ia sering menonton berita akhir-akhir ini.

Nam Doo berkata Kang Ji Yeon memiliki seorang anak tapi mereka tidak bisa menemukannya karena tidak tercatat. Jika Kang Ji Yeon adalah ibu tiri Joon Jae, maka anak itu kemungkinan Heo Chi Hyun. Chung nampak sedih dan berkata ia merasa Joon Jae sangat kesepian.

“Mungkin saja...tapi syukurlah ia bertemu denganku setelah pergi dari rumah. Rumah itu entah bagaimana benar-benar menakutkan...”

Chung meminta Nam Doo memberitahunya jika menemukan hal lain. Setelah Chung pergi Nam Doo kembali teringat peristiwa di kolam. Ia teringat ia menyuruh Chung menangis. Ia bingung mengapa ia menyuruh Chung menangis. Ia pikir ada hubungannya dengan air mata.

snap-00291snap-00299

Chung memperlihatkan kamarnya pada Yoo Ran. Yoo Ran bertanya apakah malam ini ia boleh tidur bersama Chung. Tentu saja, kata Chung. Ia melihat dua kotak hadiah di meja. Dengan bersemangat ia membuka amplop yang ada di sana dan membaca surat dari Joon Jae.

“Untuk Bodohku (Chung=bodoh) tersayang, kau melalui banyak hal untuk datang dan berada di sisiku. Aku bersyukur kau datang. Mulai sekarang aku akan memastikan kau hanya memakai sepatu cantik dan berjalan di jalan yang bagus (kehidupan yang baik).”

Chung membuka satu kotak dan berseru senang saat melihat isinya sepasang sepatu. Ia langsung mengenakannya dan melompat-lompat. Yoo Ran tersenyum melihat tingkahnya. Chung membuka satu kotak lagi dan melihat boneka gurita pink yang selama ini diinginkannya.

“Kau akhirnya datang ke rumah kami!” katanya gembira. Yoo Ran bertanya apakah itu semua dari Joon Jae. Chung mengangguk sambil tersenyum.

snap-00311snap-00317

Yoo Ran memeluk Chung dan berterimakasih karena Chung ada di sisi Joon Jae. Chung balas memeluk dan berkata ia juga sangat lega dan bersyukur Yoo Ran bisa bersama Joon Jae.

“Tapi jika sesuatu terjadi dan aku tidak berada di sisi Heo Joon Jae lagi, kumohon jangan pergi ke mana-mana dan tetaplah bersamanya.” Err...kenapa Chung berkata seperti itu ya??

Yoo Ran juga terkejut dengan perkataannya. Ia bertanya sesuatu seperti apa. Chung tersenyum dan berkata ia hanya berjaga-jaga.

snap-00324snap-00329

Joon Jae sedang menulis sesuatu dalam bukunya ketika ia mendengar suara hati Chung yang berterimakasih atas hadiah-hadiahnya. Ia tersenyum lalu mengirim pesan menanyakan kenapa Chung belum tidur. Chung menjawab dengan berkata dalam hatinya kalau hari ini ulangtahunnya tapi ia belum melihat wajah Joon Jae dengan benar. Joon Jae mengirim pesan agar Chung membuka pintu.

Chung menoleh ke arah Yoo Ran yang sedang tidur. Ia pelan-pelan turun dari tempat tidur dan berjingkat ke arah pintu. Ia membuka pintu dan melihat Joon Jae sedang berdiri di bawah memandangnya. Mereka saling tersenyum.

Joon Jae mengirim pesan menyuruh Chung tidur karena Chung sudah melihat wajahnya. Ia menyuruh Chung berhenti membuat keributan (dengan pikirannya).

“Aku melihat di TV, kiss itu sebuah keharusan saat berulang tahun,” Chung mengerucutkan bibirnya.

Joon Jae hampir tak bisa menahan tawa. Hei!! Serunya tanpa suara. Apa? Balas Chung tanpa suara. Joon Jae memberi isyarat agar Chung turun. Chung melirik ke arah Tempat tidur dan memastikan Yoo Ran masih tidur. Ia mengenakan jaketnya lalu turun. Yoo Ran tersenyum...ha, ibu mertua belum tidur.

snap-00341snap-00348

Joon Jae dan Chung bertemu di pinggir kolam. Chung bertanya apa Joon Jae akan memberinya kiss ulangtahun. Ia memejam mata dan memajukan bibirnyua, siap menerima kiss. Tapi Joon Jae malah menudungi kepala Chung dengan gemas.

“Hei puteri duyung nakal, kau berbicara mengenai cinta romantis tapi selalu melaju pada cinta ‘kotor’.”

“Apanya yang kotor? Seperti ini? Apa kau bercanda?” Chung cemberut.

Joon Jae tertawa. Ia berkata ia ingin memperingatkan agar Chung tidak berpikir terlalu banyak sebelum tidur. Sangat berisik untuknya.

“Memalukan, menguping isi pikiranku,” kata Chung.

“Aku juga tidak ingin mendengarnya tapi kau terus mengoceh jadi aku bisa mendengarnya. Aku kan sudah bilang aku tinggal dalam rumah karena ia tidak suka kebisingan dari lantai lain (dalam apartemen). Ocehanmu dari lantai atas membuatku insomnia.”

“Aku mengerti Tuan Lantai Bawah. Jadi apa kau menyuruhku menemuimu untuk protes mengenai kebisingan?” tanya Chung kesal.

snap-00359snap-00368

Joon Jae tersenyum lembut. Tentu saja tidak, katanya. Ia memeluk Chung.

“Untuk melakukan ini. Hari ini aku harus memeriksa apakah jantungmu berdetak dengan baik. Tapi sepertinya tidak terlalu baik.”

“Benarkah? Kurasa baik-baik saja,” kata Chung.

Joon Jae mengecup bibir Chung lalu kembali memeluknya. Ia berkata sekarang detaknya sudah benar. Chung akhirnya tersenyum dan balas memeluk Joon Jae.

snap-00373snap-00379

Keesokan harinya Yoo Ran kembali ke rumah Jin Joo. Jin Joo bersikap sangat baik setelah tahu Yoo Ran sudah menemukan puteranya. Ia berkata Yoo Ran sekarang bisa kembali ke rumah Presdir Heo bersama Joon Jae. Yoo Ran tidak mau kembali ke rumah itu, tapi ia ingin Joon Jae kembali pada tempat yang menjadi haknya.

Ia beranjak untuk membuat makan malam. Jin Joo cepat-cepat berkata Yoo Ran tidak usah memasak. Ia ingin Yoo Ran bercerita lebih banyak sambil minum teh. Tapi ia tidak tahu tempat teh di mana hingga Yoo Ran harus memberitahunya.

Suami Jin Joo pulang membawa belanjaan. Ia juga bersikap sangat hormat pada Yoo Ran. Tapi sayur yang dibelinya sudah layu dan dagingnya banyak lemak. Jin Joo langsung memarahi suaminya. Yoo Ran berkata ia bisa mengerti karena suami Jin Joo seorang pria yang tidak biasa berbelanja. Ia berkata ia akan kembali ke toko untuk menukarnya. Jin Joo kembali memarahi suaminya karena membuat Yoo Ran lebih sibuk.

snap-00396snap-00404

Yoo Ran menoleh dan melihat Shi Ah yang cepat-cepat balik ke kamarnya begitu melihatnya. Ia menyusul Shi Ah yang terlihat gugup.

“Kau sudah tahu kalau Joon Jae puteraku, bukan?” tanyanya.

Shi Ah menunduk dengan perasaan bersalah. Ia berkata tadinya ia akan memberitahu Joon Jae.

“Apa ahjumma akan memberitahu Joon Jae?” tanyanya ketakutan.

Yoo Ran menggenggam tangan Shi Ah dan berkata ia tidak akan memberitahu Joon Jae. Sebaliknya ia berterimakasih karena Shi Ah menjadi teman baik Joon Jae dan ia berharap begitu untuk seterusnya. Teman lho yaaa...

Shi Ah sangat lega. Ia berterima kasih sambil memanggil “ibu” dan hendak memeluk Yoo Ran. Yoo Ran langsung menghindar. Ia berkata sebaiknya Shi Ah seperti dulu saja, lalu cepat-cepat keluar kamar.

“Dia tersenyum saat bicara denganku, tapi kenapa aku merasa tak tenang?” gumam Shi Ah. “Apa ia baru saja menarik batas antara diriku dan Joon Jae?”

snap-00411snap-00415

Joon Jae muncul di kantor ayahnya. Begitu melihat Chi Hyun ia langsung bertanya di mana ayahnya. Chi Hyun yang saat itu bersama rombongan direktur, menyuruh mereka jalan lebih dulu. Ia mendengar mereka berbisik-bisik apakah Joon Jae anak kandung Presdir Heo.

Chi Hyun bertanya kenapa Joon Jae ke sini. Joon Jae bertanya apakah ayahnya ada di kantor. Chi Hyun berkata Presdir Heo sedang liburan bersama teman-temannya. Ke mana, tanya Joon Jae dingin.

Beristirahat di Hawaii, jawab Chi Hyun. Joon Jae berkata ayahnya sudah cukup lama padahal ia tahu ayahnya tidak pernah tinggal lebih dari seminggu di luar negeri karena tidak cocok dengan makanannya. Bahkan dalam perjalanan bisnis penting sekalipun. Apa maksudmu, tanya Chi Hyun.

“Aku tidak bisa mempercayaimu,” kata Joon Jae. “Dan aku menarik kembali ucapanku mengenai kau menjadi putera yang berbakti pada ayah.”

snap-00422snap-00427

Detektif Hong memeriksa apakah Presdir Heo bepergian ke luar negeri. Ternyata sama sekali tidak ditemukan adanya catatan mengenai Presdir Heo keluar negeri dalam 6 bulan terakhir. Ia yakin Presdir Heo masih di Korea.

Joon Jae menelepon Nam Doo dan berkata mereka harus mencuri di suatu tempat. Nam Doo sangat bersemangat mendengarnya. Karena Chung ada di ruangan yang sama dengannya, ia cepat-cepat berlari ke area kolam agar Chung tidak mendengar.

Nam Doo terkejut ketika Joon Jae mengatakan mereka akan mencuri di rumah ayahnya. Joon Jae ingin masuk ke sana dan mengumpulkan beberapa bukti. Diam-diam Chung menguping pembicaraan mereka. Ia mendengar Nam Doo berkata Nyonya Kang adalah wanita yang menakutkan. Bagaimana kalau mereka ketahuan? Seperti biasa Joon Jae tak peduli dan langsung menutup teleponnya.

“Aku juga akan membantu,” kata Chung tiba-tiba.

Nam Doo terkejut mengetahui Chung menguping pembicaraannya. Tadinya ia menolak bantuan Chung tapi ia ingat Chung kenal dengan Chi Hyun sementara Yoo Ran mengenal Nyonya Kang.

“Tetap saja kau tidak bisa. Berbahaya jika Joon Jae tahu. Bagaimana jika kita melakukannya tanpa sepengetahuannya?” tanya Nam Doo.

Chung mengangguk.

snap-00445snap-00447

Yoo Ran juga sepertinya dilibatkan karena ia meminta bantuan Jin Joo untuk membuat Nyonya Kang keluar dari rumah selama 2 jam. Jin Joo berkata Nyonya Kang tidak suka kumpul-kumpul jadi sulit untuk mengajaknya keluar. Tapi ia ada ide agar Nyonya Kang mau tidak mau keluar rumah.

Maka tersebarlah gosip kalau Jin Joo mengadakan pertemuan (para nyonyah) tanpa mengundang Nyonya Kang. Dan kabarnya Jin Joo akan mengungkapkan informasi yang sangat penting. Sesuatu mengenai kebohongan tak bisa menang melawan kebenaran. Nyonya Kang geram mendengar hal itu dari seorang nyonya. Ia bertanya di mana dan kapan pertemuan itu diadakan.

snap-00453snap-00461

Chi Hyun menemui Presdir Heo dalam keadaan sedikit mabuk. Presdir Heo dalam keadaan lemah karena obat. Chi Hyun di tempat tidur ayahnya dan bertnaya tidak bisakah hanya dirinya yang menjadi putera Presdir Heo. Jika begitu ia akan melindungi ayahnya dengan baik.

“Apakah harus ada Joon Jae juga?”

Presdir Heo hanya diam.

Chi Hyun berkata ia kesal karena sudah berkali-kali memberitahu Joon Jae mengenai ayah mereka yang sakit tapi Joon Jae tidak mau datang.

“Ia berkata padaku: karena dia ayahmu, uruslah dia sendiri. Apa ayah tahu apa yang dikerjakannya? Ia berkeliaran menipu orang. Aku khawatir saat aku mengetahuinya. Tapi tetap saja...apakah harus Joon Jae?”

“Kau mabuk. Tidurlah,” kata Presdir Heo singkat. Chi Hyun menurut.

snap-00469snap-00470

Nam Doo mulai beraksi dengan menukar brosur pembasmi hama di kotak surat Presdir Heo dengan brosur buatannya sendiri. Joon Jae, Nam Doo, dan Tae Oh menyamar menjadi pembasmi hama. Chung berdandan cantik dan mengenakan pakaian bagus saat mereka hendak pergi.

Joon Jae bertanya Chung mau pergi ke mana. Chung balik bertanya Joon Jae mau ke mana. Joon Jae berkata ia ada pekerjaan. Tumben pikiran Chung tidak berbicara keras seperti biasanya ;p

Joon Jae sempat protes pakaian Chung terlalu pendek. Nam Doo dan Chung berkata pakaiannya tidak sependek itu. Joon Jae berkeras Chung mengganti pakaiannya.

“Terlalu cantik,” katanya. Nam Doo cepat-cepat menarik Joon Jae pergi sambil diam-diam mengedipkan mata pada Chung. Chung balas mengedipkan matanya.

Chung sependapat hari ini ia tidak perlu terlalu cantik lalu pergi berganti pakaian.

snap-00483snap-00490

Detektif Hong dan partnernya telah seminggu mengintai di dekat rumah Presdir Heo, di dalam mobil samaran pembasmi hama. Mereka melihat Nyonya Kang keluar dari rumah dan pergi. Ia mengetuk jendela belakang.

Joon Jae dkk keluar dari pintu belakang. Joon Jae memastikan pada Nam Doo kalau Chi Hyun akan pulang malam. Nam Doo berkata ia sudah memastikannya. Saat mereka berjalan menuju rumah Presdir Heo, Detektif Hong mengingatkan agar mereka tidak melakukan sesuatu yang ilegal dan berhati-hati.

“Apa kau sedang mengantar anakmu?” sindir partnernya.

snap-00501snap-00504

Ketiganya diterima pembantu keluarga Heo yang sempat heran karena mereka datang terlalu awal bulan ini. Nam Doo beralasan mereka harus memasang perangkap biru. Joon Jae terdiam melihat rumah yang sudah bertahun-tahun ditinggalkannya.

Nbam Doo bisa memastikan Chi Hyun pulang malam karena ia menugaskan Chung untuk memanggil Chi Hyun keluar. Chi Hyun sangat senang Chung meneleponnya dan mengajak makan malam bersama.

Tapi kesenangannya sirna begitu Chung menanyakan apakah Chi Hyun kenal dengan Ma Dae Young. Chung bertanya apa hubungan antara Dae Young, Chi Hyun dan ibunya. Duh, Chung kok polos banget nanyanya ya >,<

“Kenapa kau bertanya seperti itu?” tanya Chi Hyun waspada.

“Ma Dae Young terus berada di sekitar kami. Aku tidak tahu kenapa. Jika ada kaitannya dengan keluargamu, kupikir kau mungkin bisa menghentikannya.”

“Maaf, tapi aku tidak bisa. Aku tidak ada hubungan dengan orang itu,” kata Chi Hyun ketus.

Mereka berdua tidak tahu Dae Young duduk tak jauh dari mereka.

snap-00519snap-00520

Tae Oh meretas CCTV rumah Presdir Heo dan memadamkan semuanya. Lalu ia meng-copy semua isi laptop Presdir Heo.

Joon Jae masuk ke dalam ruangan yang berisi banyak bunya berwarna ungu. Ia memotret bunga tersebut. Ia membuka laci lalu mengambil beberapa butir obat dalam toples, sebuah benda seperti jarum, lalu memasangkan alat penyadap di bawah meja.

Nam Doo mengalihkan perhatian pembantu rumah agar Joon Jae bisa naik ke atas mencari ayahnya. Ia masuk dalam kamar ayahnya. Kamar itu gelap gulita. Ayahnya sedang duduk di tepi tempat tidur.

snap-00524snap-00530

Mendengar orang masuk, Presdir Heo meraba meja untuk menyalakan tombol lampu. Ia menoleh. Awalnya ia mengira Chi Hyun yang datang, lalu ia bertanya siapa itu. Ia meraba meja untuk mengambil ponselnya. Joon Jae tercekat menyadari ayahnya tidak bisa melihatnya.

Ia menghampiri ayahnya, mengambilkan ponselnya dan memberikannya.

“Apa ini yang kaucari, Ayah?” tanyanya.

“Joon Jae?”

Joon Jae sangat sedih sekaligus marah melihat keadaan ayahnya. Sama seperti ketika akhirnya mereka bertemu dan ayahnya menegurnya. Waktu itu Presdir Heo menegur Joon Jae yang terluka karena kabur dari rumah hanya untuk babak belur seperti itu. Kali ini Joon Jae menegur ayahnya yang jadi seperti ini karena memilih berpisah dengan keluarganya.

“Sebenarnya apa yang Ayah lihat di sini? Ada apa dengan Ayah? Ayah bahkan tidak mengenali anak sendiri. Untuk menderita seperti ini, Ayah berpisah dengan Ibu dan memperlakukanku dengan buruk?” Tanpa sadar Joon Jae meninggikan suaranya.

snap-00544snap-00549

Pembantu di bawah mendengar suara keras dari lantai atas (dari kamar Presdir Heo). Ia jadi curiga dan tidak peduli meski Nam Doo berusaha mengalihkan perhatiannya.

Joon Jae mengajak ayahnya pergi. Ke mana? Tanya ayahnya. Ke mana saja asalkan bukan di rumah ini.

“Jika Ayah tinggal di sini lebih lama, kami tidak tahu apa yang akan terjadi pada Ayah.”

Presdir Heo menepis tangan Joon Jae yang hendak menuntunnya keluar. Ia berkata ini rumahnya. Apa yang akan terjadi padanya di rumahnya sendiri. Joon Jae berkata semua yang terjadi pada Manajer Nam, ayahnya, dan semua orang adalah perbuatan Nyonya Kang.

“Ayah tidak tahu bagaimana kau masuk dalam rumah ini, tapi kembali ke rumah setelah 10 tahun, kau hanya bisa menghina ibumu?”

“Siapa ibuku?” ujar Joon Jae.

Presdir Heo berkata Joon Jae ingin mengatakan bahwa pilihannya adalah salah. Joon Jae membenarkan. Pilihan ayahnya salah dari awal sampai akhir.

“Siapa kau bisa menghakimi begitu. Ini pilihan Ayah. Hidup Ayah! Tidak salah! Ayah bahagia. Hanya karena penglihatan Ayah sedikit buruk, kau mau bilang pilihan Ayah dan hidup Ayah gagal? Mata ini akan sembuh begitu dioperasi. Karena kondisi tubuh Ayah tidak bagus maka Ayah tidak bisa dioperasi. Jika saja Ayah dioperasi...”

snap-00554snap-00565

Joon Jae berkata ayahnya bukan hanya tak bisa melihatnya yang berdiri di hadapannya, ayahnya tak bisa melihat apapun. Ayahnya bahkan tidak berpikir untuk melihat bagaimana hidupnya bisa hancur.

“Apa kau begitu ingin mengkritik ibu tirimu? Dia adalah wanita baik yang membersihkan kamarmu dan menunggumu pulang. Setelah hidup bersama selama 17 tahun, ia yang paling mengenal Ayah. Kau tahu apa?!”

Joon Jae berkata nama asli Kang Seo Hee adalah Kang Ji Yeon. Ia pernah menikah 2 kali dan kedua suaminya jadi buta lalu meninggal dalam kecelakaan. Presdir Heo tertegun mendengar cerita Joon Jae.

“Akan bagus sekali jika kondisi Ayah hanya sebuah kebetulan, tapi semuanya mengatakan sebaliknya.”

Presdir Heo bertanya dari mana Joon Jae mendengar semua kebohongan itu. Joon Jae berkata terserah ayahnya mau percaya atau tidak. Tapi ia tidak bisa meninggalkan ayahnya sendirian seperti ini. Ia akan membawa ayahnya meski dengan paksa. Ia memegangi tangan ayahnya. Tapi ayahnya meronta sangat keras.

“Lepaskan Ayah!! Dia bilang kau selama ini menipu orang. Karena itu kau melakukan hal buruk ini pada Ayah sekarang, dasar brengsek!”

Joon Jae terpukul mendengar perkataan ayahnya. Ayahnya bukan hanya tak mempercayainya, tapi juga menuduhnya.

snap-00572snap-00573

Pembantu rumah menelepon Chi Hyun dan melaporkan ia mendengar suara keras dari lantai atas.

“Mereka mengaku petugas pembasmi hama tapi saya mendengar panggilan ayah dan lainnya.”

Chi Hyun berkata ia akan pulang sekarang. Ia melarang ayahnya pergi dan jika terjadi sesuatu ia menyuruh pembantunya melapor polisi.

“Sepertinya Joon Jae ada di rumah,” kata Chi Hyun pada Chung. Mereka ada di tempat parkir.

Chi Hyun bertanya inikah sebabnya Chung mengajaknya bertemu hari ini. Chung hanya diam. Dengan dingin Chi Hyun berkata ia tidak bisa mengantar Chung pulang. Ia naik ke mobil dan langsung pergi.

snap-00575snap-00579

Seseorang muncul tak jauh dari belakang Chung. Chung menoleh dan melihat Dae Young. Dae Young tersenyum. Tangannya berada di balik punggungnya memegang sebuah palu. Chung tidak takut. Ia malah berjalan mendekati Dae Young, bahkan ketika Dae Young mengeluarkan palunya.

Tapi tiba-tiba Dae Young melemparkan palunya pada pipa pemadam air di langit-langit Air mulai memancar. Chung berbalik dan melarikan diri. Dae Young mengejarnya.

Chung berlari ke tangga darurat dan terus naik ke lantai paling atas. Dae Young menyusulnya. Begitu membuka pintu ia terkejut karena Chung sedang menunggunya di balik pintu. Chung meraih tangannya dan menariknya. Dae Young sangat terkejut hingga tak bisa mengatakan apapun.

“Ingatanmu akan hilang dan aku yakin kau akan ditangkap. Meski kau tak ingat apapun, kuharap kau merasakan neraka untuk waktu yang lama.”

snap-00594snap-00604

Chung mulai memejamkan matanya dan melihat semua ingatan Dae Young. Mulai dari para korban Dae Young yang mati dengan paku menancam di tubuh mereka. Lalu sosok Nyonya Kang muda saat suaminya mengalami kecelakaan. Sosok Nyonya Kang remaja yang tersenyum melihat ayah angkatnya tewas.

Hingga ingatan Dae Young mengenai mimpi kehidupan dahulunya. Mayat di pinggir pantai. Bangsawan Yang menemukan puteri duyung yang sangat mirip dengan Chung. Bagaimana Se Hwa disiksa demi mutiara. Lalu Bangsawan Yang memburunya ke lautan dan melemparkan tombak.

snap-00610snap-00626

Kemudian ia melihat Dam Ryeong melawan anak buah Bangsawan Yang hingga terluka. Dam Ryeong yang berteriak memanggil nama Se Hwa lalu terjun ke dalam laut. Dan seseorang melempar tombak hingga menusuk tubuh Dam Ryeong.

Chung menangis. Ia teringat akhir bahagia kisah Se Hwa dan Dam Ryeong yang diceritakan Joon Jae padanya.

“Bohong... Semua adalah kebohongan lagi...” katanya marah dan kecewa.

snap-00637snap-00649

Komentar:

Aku tak menyangka akan begitu terharu melihat pertemuan kembali Joon Jae dan ibunya. Meski Joon Jae selalu merindukan ibunya tapi kita tidak diperlihatkan bagaimana usahanya mencari ibunya kecuali saat ia pertama bertemu Nam Doo atau kilas balik saat ia kecil. Begitu juga selama ini tidak diperlihatkan usaha Yoo Ran untuk mencari puteranya, hanya membicarakannya sesekali.

Karena itu tadinya kukira pertemuan keduanya (apalagi sudah banyak spoiler mengenai adegan ini) akan terasa biasa. Tapi ternyata akting keduanya sangat baik hingga kita bisa merasakan kerinduan antara keduanya dan ikut terharu bersama mereka. Atau karena aku memang ahjumma sensi ya XD

Tuh kan Manajer Nam selamat^^ Namun yang paling mengejutkan adalah Nam Doo di kehidupan dahulu. Errr...meski kadang curiga kadang tidak, tapi tetap saja terkejut saat tahu kalau Nam Doo benar-benar ada di kehidupan dahulu. Berarti yang belum muncul Shi Ah dan Tae Oh ya^^

Gemes deh sama Presdir Heo. Apa sih yang dia lihat dari Nyonya Kang sampai dibela mati-matian seperti itu? Apa yang sudah dilakukan Nyonya Kang hingga ia membutakan mata hatinya seperti itu? Keras kepala banget....

Seharusnya ia sadar Joon Jae tiba-tiba datang menemuinya pasti ada alasannya. Selama ini Joon Jae menghindar bertemu ayahnya dan sama sekali tidak mau berhubungan dengannya. Jadi kalau Joon Jae tiba-tiba pulang dan mengajaknya pergi pasti ada alasan yang sangat kuat.

Mungkin sebenarnya Presdir Heo dalam hati kecilnya menyadari ia sudah melakukan kesalahan. Tapi ia menolak mengakui karena harga dirinya yang tinggi. Ia menolak mengakui ia yang salah. Sepeti kata Joon Jae, ia menolak untuk benar-benar melihat. Karena tidak mau melihat kalau ia salah.

Di sisi lain, Joon Jae juga sama keras kepalanya. Jika ia berbicara dengan baik-baik atau mungkin mengatakan kalau ia sudah menemukan ibunya, Presdir Heo mungkin bisa bersikap lebih tenang. Entahlah....ikut emosi melihat keduanya >,<

Syukurlah Chung bukanlah Se Hwa yang kalem. Chung seorang yang kuat dan berani. Aku senang penulis tetap konsisten dengan karakter Chung. Chung sepertinya menghapus ingatan seseorang dengan melihat semua ingatan orang tersebut. Dan ia sepertinya menghapus semua ingatan Dae Young sama sekali.

Aku senang penulis drama ini membangun cerita secara konsisten hingga makin lama makin menarik. Seperti membuka lapisan demi lapisan yang setiap kali menawarkan sesuatu yang baru. Apapun itu kuharap akhirnya happy ending karena kata-kata Chung pada Yoo Ran kok mengkhawatirkan ya...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)