Selasa, 03 Januari 2017

Sinopsis Legend of The Blue Sea Episode 12

snap-00311

Dam Ryeong mengangkat pedangnya untuk menebas Bangsawan Yang. Tapi tiba-tiba datang petugas istana membawa perintah Raja. Petugas itu adalah Detektif Hong di jaman Joseon. Raja memutuskan Dam Ryeong telah tergoda oleh penyihir dan tidak menjalankan tugasnya sebagai pejabat daerah sepenuhnya. Dam Ryeong dianggap telah mengganggu masyarakat dan dihukum diasingkan dalam tahanan rumah di tempat yang jauh.

Di masa kini, Joon Jae ditangkap oleh detektif Hong. Agar Chung tidak tahu, Joon Jae meminta Detektif Hong tidak memanggil bantuan. Ia sendiri yang akan ikut dengannya. Chung menatap untaian lampu di hadapannya dan meminta Joon Jae segera datang. Joon Jae menoleh mendengar kata hati Chung namun ia tidak bisa apa-apa.

snap-00004snap-00005

Sebuah taksi berhenti di dekat Chung berdiri. Chung akhirnya menoleh dan melihat boneka gurita pink yang terjatuh saat Joon Jae ditangkap Detektif Hong. Ia bertanya-tanya di mana Joon Jae.

Joon Jae dimasukkan ke dalam mobil. Ia ingin mengangkat teleponnya tapi Detektif Hong melarang. Detektif Hong juga tidak mau memegangkan ponselnya karena tiga tahun lalu Joon Jae melakukan trik yang sama dengan mengaku ingin menelepon orangtuanya. Padahal Joon Jae menelepon komplotannya dan akhirnya meloloskan diri.

Joon Jae berkeras kali ini tidak sama. Ia berkata kekasihnya sedang menunggunya sendirian. Detektif Hong tidak bergeming. Ia berkata kekasih Joon Jae akhirnya akan pergi jika Joon Jae tidak datang juga.

Joon Jae berkata ia bukan seorang kriminal yang tertangkap basah dan juga ditangkap tanpa surat penangkapan. Ia setuju untuk bekerjasama dalam investigasi dan ikut secara sukarela. Itu saja sudah menjadi alasan Detektif Hong tidak boleh memborgolnya dan ia juga bisa menggunakan ponselnya. Ia berkata Detektif Hong yang sudah melanggar hukum mengenai tugas polisi dan bisa dihukum.

“Ya ya aku akan hidup di penjara....bersamamu. Meski kau akan di sana lebih lama,” ujar Detektif Hong.

Joon Jae mengumpat kesal.

snap-00022snap-00023

Partner Detektif Hong masuk ke dalam mobil dan terkejut melihat Detektif Hong ada di sana bersama Joon Jae. Bukankah mereka datang untuk menangkap Ma Dae Young? Detektif Hong memperkenalkan Joon Jae sebagai orang yang sering menyamar menjadi dirinya (termasuk saat di akuarium).

Joon Jae terkejut mendengar nama Ma Dae Young. Ia bertanya apa Ma Dae Young ada di tempat ini. Detektif Hong mengira Joon Jae hendak menipu mereka lagi. Partnernya berkata mereka tidak tahu apakah Dae Young ada di sini atau tidak. Mereka hanya mendengar info dari orang yang melihatnya di tempat ini.

Joon Jae meminta Detektif Hong melepaskannya. Detektif Hong hendak menahamn Joon Jae dulu baru kembali ke sini untuk mencari Ma Dae Young supaya tidak berisik. Tapi Joon Jae tidak main-main.

Ia menarik kerah Detektif Hong dan berkata Ma Dae Young ada di tempat ini karena mengejarnya. Partner Detektif Hong tidak percaya tapi sepertinya Detektif Hong melihat kesungguhan di mata Joon Jae. Ia bertanyakenapa Dae Young mengejarnya. Joon Jae berkata ia juga tidak tahu tapi saat ini Chung sendirian dan dalam bahaya.

snap-00025snap-00028

Detektif Hong akhirnya mengijinkan Joon Jae menelepon Chung. Chung mengangkat teleponnya. Joon Jae bertanya di mana Chung sekarang. Chung berkata ia masih di tempat tadi. Joon Jae menarik nafas lega. Ia berkata ada hal urusan darurat hingga ia harus pergi dan menyuruh Chung pulang sekarang juga.

Ia bertanya apakah Chung membawa uang. Chung membawa uang dan berkata ia akan naik taksi. Aaaack..ia naik taksi Dae Young!

Joon Jae bertanya apakah Chung tahu alamat rumah. Chung menyapa supir taksi. Dae Young mengangkat wajahnya dan melihat dari spion. Chung terdiam. Pintu dikunci dan taksipun melaju.

Joon Jae bertanya mengapa Chung tidak berbicara. Tiba-tiba terdengar suara Chugn berkata: “Hari ini kau juga mengenakan topi?”

snap-00036snap-00037

Joon Jae tertegun.

“Pria yang mengenakan topi itu Ma Dae Young, bukan?” tanyanya.

Tidak ada jawaban. Joon Jae terus memanggil Chung dan bertanya apa yang dilihat Chung di sekitarnya. Di mana ia berada sekarang.

“Heo Joon Jae, tempat di mana kita berjanji untuk bertemu pada hari pertama salju turun,” kata Chung lirih. Sambungan terputus.

Joon Jae meminta Detektif Hong menyambungkannya lagi, tapi kali ini tidak tersambung. Joon Jae ingat mereka berjanji bertemu di Menara Namsan. Ia menyuruh Detektif Hong pergi ke sana.

Detektif Hong memutuskan untuk mempercayai Joon Jae. Ia berkata jika Joon Jae menipunya lagi, ia akan membunuh Joon Jae meski harus masuk penjara.

“Jika terjadi sesuatu pada wanita itu, aku juga akan membunuhmu,” balas Joon Jae.

snap-00039snap-00048

Ia menyuruh Detektif Hong melepas borgolnya. Detektif Hong kali ini bersedia melepasnya. Ketika melihat Detektif Hong diam, Joon Jae menegurnya dan menyuruhnya menelepon petugas lokal di sekitar Namsan untuk membantu mereka. Joon Jae berusaha melacak keberadaan Chung sementara Detektif Hong menghubungi bala bantuan. Sayangnya GPs ponsel Chung tidak bekerja.

Chung dalam keadaan tak sadarkan diri karena disuntik suatu obat oleh Ma Dae Young.

Joon Jae menyuruh Detektif Hong memberitahu para polisi lain untuk memeriksa taksi yang dicuri yang melalui ddaerah tersebut karena Dae Young menyamar menjadi supir taksi.

“Katakan juga kalau ada seorang wanita di dalamnya...berusia awal 30-an...berambut panjang....dan sangat cantik.”

Meski sebal karena Joon Jae menyuruh-nyuruh, Detektif Hong melakukan apa yang dikatakannya.

snap-00055snap-00058

Polisi memeriksa setiap mobil yang lewat, tapi Dae Young berbelok ke suatu jalan sebelum pos pemeriksaan. Joon Jae memikirkan jalan apa yang mungkin diambil Dae Young hingga tidak ada laporan sedikitpun mengenai taksi tersebut. Ia ingat ada satu jalan yang sangat mungkin diambil Dae Young agar tidak tertangkap.

Detektif Hong percaya karena keahlian Joon Jae adalah menipu dan melarikan diri. Joon Jae berkata ia lebih tahu jalanan Seoul dibandingkan mereka. Mereka berbelok ke jalan itu. Dalam hatinya Joon Jae memohon agar Chung memanggil namanya.

“Aku akan dengar. Aku akan dengar dan datang padamu.”

Dae Young menghentikan taksinya di depan sebuah rumah sakit lama yang tak digunakan lagi. Chung akhirnya sadarkan diri. Ia berada dalam sebuah ruangan rumah sakit yang kosong dan gelap. Ia menyentuh kakinya yang tidak bisa digerakkan.

Namun yang membuatnya lebih terkejut adalah Dae Young sedang mengisi sebuah tangki dengan air. Ia bertanya apa yang Dae Young lakukan. Dae Young berkata Chung sebaiknya tidak berusaha bangun karena tidak akan bisa. Ia pasti sudah memberi semacam obat bius ke kaki Chung.

snap-00074snap-00075

Dae Young berkata ia memiliki maksud lain pada Chung. Ia hanya seorang yang tidak tahan merasa penasaran akan sesuatu jadi ia ingin memastikannya. Ia bercerita ia terus bermimpi aneh. Awalnya ia mengira itu hanya mimpi tapi ia terus merasa kalau mimpi itu mungkin saja sebuah kenyataan.

Chung bertanya apa hubungan mimpi Dae Young dengan dirinya. Karena ada kaitannya denganmu, kata Dae Young.

“Dalam mimpiku sepertinya kau puteri duyung. Ketika kau berada di dalam air, kau puteri duyung. Saat di darat, kau menjadi manusia. Dan air mata puteri duyung berubah menjadi mutiara. Aku merasa menjadi seorang bangsawan di kehidupan lalu juga tidak masuk akal. Aku terus menerus berpikir. Jika aku memasukkanmu ke dalam air, aku akan bisa memastikannya.”

Partner Detektif Hong mulai ragu karena belum ada mobil yang tertangkap dalam pemeriksaan. Dan mereka tidak tahu ke arah mana mereka pergi. Tapi Detektif Hong ingat ini adalah jalan menuju rumah sakit tempat Dae Young dulu dirawat. Rumah sakit itu sudah ditutup dua tahun lalu hingga mereka kesulitan mendapatkan catatan rumah sakit Dae Young.

Joon Jae segera menyuruh mereka pergi ke sana. Detektif Hong kesal karena Joon Jae main perintah.

snap-00084snap-00088

Mereka tiba di depan rumah sakit dan memarkir mobil di sebelah taksi Dae Young. Ketiganya masuk ke dalam rumah sakit yang gelap itu. Mereka berpencar mencari Chung dan Dae Young.

Kaki Chung sudah mati rasa. Air dalam tangki sudah penuh. Dae Young hendak mengangkat Chung.

“Aku tidak tahu mimpi apa itu. Tapi jika aku adalah puteri duyung dalam mimpi itu, apakah aku memberikan suatu peringatan atau semacamnya? Puteri duyung tidak akan membiarkan orang yang menyentuhnya. Ia bisa menghapus ingatan manusia bila ia menginginkannya.” tanya Chung.

Dae Young teringat peringatan dari pelayan Bangsawan Yang bahwa puteri duyung bisa mengambil jiwa manusia dan menghapus ingatannya. Itu adalah cara puteri duyung melindungi diri dari manusia.

Dengan kata-kata itu saja sudah memastikan kalau Chung adalah puteri duyung dalam impinya. Dae Young melihat wajah Se Hwa dalam wajah Chung. Dan terakhir ia ingat ketika Dam Ryeong mengangkat pedangnya pada dirinya, alias Bangsawan Yang. Ia ingat cerita ada orang yang menjadi gila setelah menyentuh puteri duyung.

Melihat keraguan pada diri Dae Young, Chung berkata ingatan Dae Young akan lenyap begitu menyentuhnya. Itu adalah cara puteri duyung melindungi dirinya dari manusia. Ia mengulurkan tangannya ke arah Dae Young. Dae Young berjalan mundur. Chung menantang Dae Young untuk memastikan siapa dirinya.

Di saat yang sama Dae Young mendengar suara dari luar ruangan. Akhirnya ia memilih untuk melarikan diri melalui jalan lain.

snap-00101snap-00113

“Heo Joon Jae, aku ketakutan,” batin Chung.

Joon Jae yang sudah berada di dekat ruangan itu, mendengarnya. Ia langsung menuju ruangan itu dan melihat Chung dalam keadaan lemah. Ia mendekati Chung dan memeluknya. Chung lega melihat Joon Jae.

“Maafkan aku. Aku datang terlambat.” Sama dengan perkataan Dam Ryung ketika ia menemukan Se Hwa dalam keadaan penuh luka.

Dae Young melarikan diri dengan taksinya. Detektif Hong dan rekannya berlari keluar rumah sakit namun terlambat.

snap-00126snap-00127

Joon Jae dan Chung pulang ke rumah. Mereka disambut cerita Nam Doo yang baru saja melihat berita mengeni Dae Young dicari seluruh polisi.

“Apa kau tahu siapa polisi yang menangani kasus Ma Dae Young? Jangan kaget ya, Mi Mi Hong Dong Pyo.”

Detektif Hong berjalan masuk dan berkata sepertinya ia orangnya. Nam Doo terkejut.

“Mi Mi itu singkatan apa?” tanya Detektif Hong.

“Mi-chin Mi-sery (sangat sengsara),” gumam Nam Doo masih shock.

Joon Jae mengantar Chung ke dalam. Hanya Tae Oh yang menyadari Chung tidak seperti biasanya. Sementara Nam Doo bingung harus bersikap bagaimana pada kedua polisi di depannya. Ia mempersilakan mereka duduk.

Detektif Hong dan rekannya memperhatikan isi rumah Joon Jae yang cukup berkelas. Nam Doo berkata ia selalu ingin memberitahu Detektif Hong kalau ia berniat menyumbangkan semua uangnya untuk amal jika ia meninggal. Apa mereka akan ditangkap?

snap-00132snap-00134

Joon Jae membaringkan Chung di tempat tidurnya. Chung hendak membicarakan Dae Young tapi Joon Jae meminta Chung tidak memikirkan itu untuk sekarang dan hanya beristirahat. Ia membiarkan Chung tidur di tempat tidurnya sementara ia akan tidur di kamar atas. Chung berkata ia sangat senang bisa pulang.

“Benar. Karena itu jangan pergi sembarangan dan tetaplah tinggal di sini.”

Selamanya, tanya Chung. Joon Jae berkata Chung tidak bisa selamanya tinggal di sini karena ia hanya menyewa rumah itu selama 2 tahun. Paling tersisa satu setengah tahun lagi. Ia menjelaskan kalau ia bukan pemilik rumah ini tapi ia memiliki furnitur di dalamnya. Nanti mereka harus memindahkan semuanya.

“Memindahkan semuanya? Siapa yang memindahkan?”

“Kau yang memindahkan. Karena kau akan pergi bersamaku.” Awww...

“Bersama?” tanya Chung terharu.

Joon Jae membelai rambut Chung dan menyuruhnya tidur. Ia akan membicarakan beberapa hal dengan Detektif Hong.

snap-00150snap-00151

Detektif Hong ingin menanyai beberapa hal pada Chung. Joon Jae melarangnya karena Chung masih shock. Dan lagi ia lebih tahu mengenai Ma Dae Young daripada Chung. Detektif Hong berkata pasti ada alasannya Dae Young sampai menculik Chung. Sudah kubilang aku alasannya, kata Joon Jae.

Ia menyuruh Tae Oh memperlihatkan rekaman CCTV depan rumah mereka saat Dae Young menyamar menjadi polisi. Tae Oh memperlihatkannya. Joon Jae memperlihatkan pesan “Manajer Nam” untuk menemuinya di suatu tempat.

Ia bercerita kalau pemilik ponsel itu mengalami kecelakaan dan dalam keadaan koma. Namun beberapa waktu kemudian ia mendapat pesan dari ponsel korban. Nam Doo menambahkan kalau Joon Jae mengikuti pesan dari sms itu dan hampir terbunuh. Joon Jae berkata itu bukan kecelakaan dan Ma Dae Young terlibat.

Detektif Hong bertanya apakah Joon Jae pernah menipu Dae Young atau kerabatnya. Nam Doo berkata mereka tidak tahu pasti. Detektif Hong beralih dari masalah Dae Young pada masalah penipuan yang dilakukan Joon Jae dkk.

Joon Jae berkata tidak akan mudah bagi Detektif Hong untuk menangkap mereka. Tidak ada satupun korban mereka yang melaporkan ke polisi. Nam Doo menambahkan itu karena semua uang itu juga bukan uang bersih.

“Kau berkeliaran berpura-pura menjadi diriku,” Detektif Hong tidak menyerah.

Joon Jae berkata ia tidak menyamar menjadi polisi untuk melakukan kejahatan. Ia tidak pernah melukai siapapun. Dan menyamar menjadi petugas bukankah hukumannya hanya membayar denda?

“Mari kita tangkap dulu si gila Ma Dae Young. Aku akan membantu,” kata Joon Jae.

Detektif Hong berkata tanpa Joon Jae pun ia memang akan menangkap Ma Dae Young. Joon Jae berkata mereka akan membicarakan masalah mereka nanti setelah Dae Young tertangkap. Ia akan melakukan keinginan Detektif Hong. Detektif Hong tidak percaya.

Joon Jae berkata ia bahkan sudah memberitahu Detektif Hong di mana tempat tinggalnya. Bagaimana ia bisa lari? Ia berkata saat ini ia bisa kehilangan banyak hingga ia tidak bisa melarikan diri sesuka hatinya lagi. Ia berkata silakan jika Detektif Hong tidak percaya tapi ia meminta hari ini saja Detektif Hong membiarkan mereka.

snap-00163snap-00169

Chung tidak bisa tidur karena terus menerus ingat ketika Joon Jae memeluknya saat menemukannya, juga ketika Joon Jae berkata mereka akan pindah bersama setelah waktu sewa rumah ini selesai.

Ia bertanya-tanya dalam hatinya apakah maksudnya pindah bersama itu menikah. Ia menepis sendiri anggapan itu karena sepertinya Joon Jae tidak bermaksud demikian. Joon Jae yang mendengar semua pemikiran Chung tertawa geli mendengarnya. Ia tidur di kamar atas.

“Apa ia membutuhkanku untuk memindahkan semua barang?” batin Chung lagi.

“Kaupikir itu artinya? Dasar bodoh,” Joon Jae tertawa.

“Apa maksudnya ia akan menikah dengan orang lain dan aku yang memindahkan furniturnya?”

“Bukan itu!” Joon Jae berbicara pada kasur di bawahnya.

“Tapi kenapa ia menyentuh rambutku. Ia benar-benar membelai dengan penuh kasih sayang. Mungkinkah Heo Joon Jae bukan hanya berencana untuk menyukaiku tapi benar-benar sudah menyukaiku? Apakah ia sudah jatuh cinta? Apakah ini awal cinta romatis? Ah tidak, apa yang harus kulakukan?!” Chung tersenyum sendiri.

Tapi ia lalu tersadar kalau Joon Jae terlalu sering menegurnya jadi bagaimana bisa menyukainya. Lalu ia teringat kembali sentuhan di rambutnya. Juga piyama Joon Jae yang berwarna hijau. Apakah itu tandanya lampu hijau baginya untuk mendekat? Chung terus berpikir keras.

snap-00180snap-00186

Joon Jae yang mendengar semua itu akhirnya tak tahan lagi karena ia tidak bisa tidur. Ia membuka pintu atas dan menyuruh Chung tidur. Tentu saja jadi aneh karena sejak tadi Chung hanya berbaring, yang sibuk adalah pikirannya.

Chung berkata ia akan tidur. Joon Jae berharap Chung tidur cepat karena Chung pasti lelah.

“Jangan terlalu banyak berpikir. Kau harus tidur nyenyak. Agar kau bisa bangun pagi dan menonton sinetron pagi kesukaanmu.”

Chung mengiyakan. Joon Jae menutup pintu dan tersenyum lega saat tidak mendengar apapun lagi. Ia naik ke tempat tidur dengan gembira.

“Ia terdengar marah....kenapa ia marah? Bukan ia tidak marah. Ia bilang selamat malam dan tersenyum padaku. Apa arti senyumnya itu? Ia mengkhawatirkanku. Apa ia menyukaiku? Bukan. Ia menyuruhku memindahkan semua barang...apa artinya ia mengajak menikah? Suaranya seperti terganggu...sungguh aneh,” Chung berdebat dalam hatinya.

Namun bagi Joon Jae, itu seperti mendengar suara radio yang tak ada putusnya. Malam itu ia tidak bisa tidur.

snap-00194snap-00203

Jin Joo berusaha menelepon Nam Doo lago tapi teleponnya tidak diangkat. Suaminya berpikir apakah usaha mereka sia-sia. Jin Joo berkata uang mereka (meski uang penggelapan) diperoleh juga dengan susah payah, jika mereka berusaha pasti akan menghasilkan lebih. Karena merasa akan membutuhkan waktu lama mengandalkan Nam Doo dan Kim Jae, Jin Joo memutuskan untuk mencoba kembali mendekati Presdir Heo. Ia menelepon Nyonya Kang dan membuat janji untuk makan malam bersama.

Nyonya Kang kembali menukar obat suaminya. Kali ini perbuatannya terlihat oleh Chi Hyun tanpa sepengetahuannya. Begitu ibunya pergi, Chi Hyun mengambil obat yang tadi dimasukkan ibunya.

snap-00206snap-00209

Saat sarapan, Joon Jae dan Chung terlihat lesu dan tak bersemangat. Nam Doo bertanya apa mereka tidak bisa tidur nyenyak semalam.

“Iya, banyak yang harus kupikirkan,” jawab Chung.

“Iya, karena ia (Chung) banyak pikiran,” jawab Joon Jae.

Ketiga yang lain menatapnya heran. Joon Jae buru-buru berkata Chung bergerak terus semalaman jadi ia tidak bisa tidur.

“Aku banyak bergerak?” tanya Chung.

“Iya, banyak,” jawab Joon Jae tegas.

Chung bertanya-tanya dalam hatinya apakah Joon Jae sedang marah padanya. Kenapa? Apa ia mulai tidak menyukainya hanya dalam waktu semalam? Apa yang sudah ia lakukan? Joon Jae mengajaknya pindah dan memberinya lampu hijau lalu kenapa ia sekarang marah?”

snap-00213snap-00212

Joon Jae menghela nafas panjang lalu tak tahan lagi dan berseru, “Bukan begitu!”

Semua terkejut karena bagi mereka Joon Jae tiba-tiba “meledak” tanpa alasan. Joon Jae berkata maksudnya adalah Chung tidak terlalu berisik meski banyak bergerak.

Joon Jae melihat ke arah kolam renang dan memikirkan bagaimana Chung pasti merindukan air. Ia sengaja mengajak Nam Doo dan Tae Oh untuk membeli pohon Natal. Chung ingin ikut tapi Joon Jae melarangnya, tanpa menjelaskan alasannya.

“Tidak, kau tinggal di rumah. Aku akan pergi bersama Nam Doo dan Tae Oh. Kami bertiga akan pergi jadi kau di rumah sendirian,” kata Joon Jae. Dalam hatinya ia berharap Chung masuk ke dalam air seperti yang ia inginkan.

Tapi dalam hati Chung, ia mengira Joon Jae sedang menghukumnya. Joon Jae cepat-cepat berkata Chung selama ini tinggal bersama tiga orang pria, jadi pasti ada hal yang tidak bisa dilakukan Chung saat mereka ada.

“Jadi lakukan itu. Kami tidak akan pulang sebelum jam 7 malam. Jadi sampai waktu itu, kau tinggal di rumah dan lakukan apapun yang kauinginkan. Anggap saja kau pemilik rumah.”

Chung berpikir apakah Joon Jae sedang menyuruhnya membersihkan rumah. Joon Jae cepat-cepat berkata bukan hal seperti membersihkan rumah, tapi hal-hal yang membuat Chung rileks dan nyaman. Saking frustrasinya, ia menjawil pipi Chung dengan gemas.

snap-00233snap-00239

Nam Doo dan Tae Oh membela Chung. Joon Jae jadi malu dan pergi ke ruang tamu. Chung memegangi pipinya yang terasa panas.

“Kenapa wajahku terasa panas? Apa karena ia mencubitnya? Tidak, wajahku sudah panas bahkan sebelum dicubit. Ada apa denganku ini?” tanya Chung dalam hati sambil senyum-senyum.

Nam Doo mengusulkan agar mereka sekalian membuat pesta Natal sederhana dan mengundang Shi Ah juga. Ia dan Tae Oh masuk kamar masing-masing untuk bersiap-siap.

Chung masih memegangi pipinya yang terasa sakit. Tapi anehnya ia menyukainya. Ia bertanya-tanya dalam hatinya perasaan apa ini. Apakah ia sudah gila? Joon Jae tersenyum geli mendengar pikiran Chung.

“Aku tidak mau hanya aku yang merasakan hal baik seperti ini. Aku ingin Heo Joon Jae juga merasakannya,” pikir Chung.

Joon Jae langsung melompat dari sofa karena takut Chung mencubit pipinya. Chung mengulurkan tangannya ke arah Joon Jae. Joon Jae memeganginya hingga Chung bersandar di tembok dan ia berdiri sangat dekat dengannya.

“Saat kau sendirian, pastikan kau melakukan apa yang kauinginkan,” kata Joon Jae lembut.

“Ada apa ini? Aku tidak bisa berpikir dalam sekejap?” pikiran Chung mulai bekerja kembali. Ia terus bertanya-tanya apa maksud Joon Jae dan apa yang dipikirkan Joon Jae mengenai dirinya. Joon Jae menutup kedua telinganya dan kabur.

snap-00247snap-00254

Pengacara Lee menemui Presdir Heo berkenaan dengan pengesahan surat wasiat Presdir Heo. Chi Hyun masuk dan memberi isyarat pada Pengacara Lee agar tidak memberitahukan kedatangannya pada ayahnya. Sekretaris Lee bertanya kenapa Presdir Heo terburu-buru membuat surat wasiat.

Jawaban Presdir Heo membuat Chi Hyun tertegun. Presdir Heo berkata ia ingin mewariskan semuanya: saham, perumahan, aset internasional, apapun itu pada Joon Jae. Semuanya sebanyak yang bisa ia berikan. Pengacara Lee merasa tak enak hati karena Chi Hyun mendengar semua itu.

Ia berkata Chi Hyun dan Nyonya Kang juga sebaiknya diberi setidaknya bagian mereka yang sudah diatur secara hukum agar nantinya tidak menjadi masalah tuntutan hukum. Presdir Heo bertanya berapa yang akan Joon Jae terima jika dikurangi bagian Nyonya Kang dan Chi Hyun. Pengacara Lee berkata paling banyak 9/14 bagian. Chi Hyun nampak hancur hatinya.

snap-00258snap-00261

Jin Joo dan Nyonya Kang makan malam bersama. Nyonya Kang berkata malam ini ia yang traktir karena selama ini Jin Joo sering mengirimi mereka makanan enak. Jin Joo langsung berkata ia yang akan traktir. Ia menuangkan arak untuk Nyonya Kang dan mengajak tos untuk persahabatan keluarga mereka.

Jin Joo langsung menenggaknya tapi Nyonya Kang tidak jadi meminumnya. Jin Joo mulai membicarakan tentang suaminya dan masalah investasi. Tapi Nyonya Kang mendapat telepon dan sibuk berbicara di telepon. Jin Joo menunggu sambil terus meminum arak.

Dalam keadaan mabuk ia memanggil Nyonya Kang dengan sebutan “eonni (kakak)” karena Nyonya Kang jauhhhh lebih tua darinya. Biasanya ia memanggil dengan sebutan “nyonya”.

“Kau sudah tua, jadi kau eonni,” ujar Jin Joo dengan sikap tak sopan.

Ia berceloteh ia merasa kecewa pada Nyonya Kang. Ia sudah mengirim begitu banyak macam makanan hingga bisa membuka restoran lengkap, tapi Nyonya Kang mengabaikannya?

“Bukankah itu artinya SMP? Sudah Makan Pulang?” gerutunya.

Ia berkata seharusnya Nyonya Kang tahu cara membalas pemberian orang, bukannya jual mahal seperti orang sedang pacaran.

snap-00268snap-00269

Nyonya Kang marah mendengar celotehan Jin Joo dan menelepon supirnya untuk mempersiapkan mobil. Ia berkata sebaiknya mereka pergi.

“Shut up!!” bentak Jin Joo. “Listen carefully...kau akan menyertakan kami atau tidak?”

Nyonya Kang bangkit berdiri dan berjalan pergi. Tapi ia mendengar Jin Joo berceloteh kalau Nyonya Kang sangat kejam sampai merayu suami teman SMA-nya sendiri. Ia membacanya di tabloid gosip kalau istri pertama menghilang dan anak pertama keluarga Heo terusir. Nyonya Kang menghancurkan keluarga Heo.

“Wah, kau ini benar-benar sesuatu,” kata Jin Joo.

Nyonya Kang terkejut mendengar semua itu dan pergi dengan marah.

snap-00286snap-00288

Joon Jae dkk sibuk mempersiapkan makan malam untuk pesta Natal sederhana mereka. Shia Ha sudah bergabung. Hanya Chung yang belum keluar. Joon Jae mendengar Chung memikirkan pakaian apa yang akan ia kenakan. Ia tahu Joon Jae tidak suka pakaian pendek. Pokoknya ia ingin terlihat lebih cantik dari Chi Ah. Joon Jae tersenyum geli mendengarnya.

Chung akhirnya keluar dengan gaun yang indah dan dandanan cantik. Nam Doo memujinya sementara Joon Jae menatapnya dengan senang. Chung tersenyum lalu mendelik pada Shi Ah yang sama –sama melihatnya dengan pandangan tak suka.

Tae Oh lagi-lagi mengambil foto Chung diam-diam. Dan lagi-lagi ketahuan Joon Jae hingga ia mengejar Tae Oh. Shi Ah mengira Tae Oh mengambil foto dirinya.

snap-00295snap-00296

Selesai makan, mereka berkumpul bersama di ruang tengah. Joon Jae melempar snack ke udara lalu menangkapnya dengan mulutnya. Chung mengikutinya dan langsung bisa. Semua kagum, kecuali Shi Ah tentunya.

Nam Doo dan Joon Jae memuji Chung. Shi Ah berusaha mengikuti tapi gatot...gagal total. Ia meminta Joon Jae mengajarinya. Joon Jae mengajarinya. Chung cemburu dan bertanya dalam hatinya kenapa ia begitu pandai melakukan hal itu. Karena ia sudah bisa, Joon Jae tidak bisa mengajarinya.

“Meski aku berusaha berhenti, aku tidak bisa,” keluhnya dalam hati. “Snack ini terlalu enak.”

Joon Jae langsung tertawa geli.

snap-00319snap-00323

Shi Ah menunggu untuk bisa bicara berdua dengan Chung. Ia kesal karena Chung kembali ke rumah Joon Jae. Chung berkata ini adalah rumahnya jadi ia bisa pergi dan kembali. Jika Joon Jae pindah setelah sewa rumah selesai, ia juga akan ikut. Shi Ah tak percaya dan bertanya memangnya Chung akan menikah dengan Joon Jae.

“Kami belum memastikannya, tapi kami memang membicarakan rencana di antara kami.”

“Rencana apa?”

“Rencana Heo Joon Jae untuk menyukaiku.”

Shi Ah terkejut apalagi saat Chung mengatakan Joon Jae sendiri yang mengatakannya. Tapi kemudian ia berkata Joon Jae memang sering berbicara seperti itu. Ia berkata pasti Chung sering bertanya-tanya dalam hatinya apakah Joon Jae menyukainya atau tidak. Apa arti tatapannya? Apa arti sikapnya yang baik? Sikap yang seperti menyukai tapi tidak mengatakan apapun hingga membuat bingung.

Chung terkejut dan bertanya apakah Shi Ah bisa membaca isi hati orang. Shi Ah berkata ia tidak bisa membaca isi hati orang tapi ia tahu apa yang Joon Jae lakukan adalah memelihara kolam. Melempar umpan dan menjaga agar tangkapannya tetap dalam kolam dengan memberinya harapan tinggi.

“Kau tidak bisa menangani Joon Jae. Aku mampu tidak terbawa oleh taktik itu dan tetap berada di sisi Joon Jae. Sedangkan kau adalah ikan yang terperangkap dalam kolam.”

“Aku bukan ikan,” kilah Chung.

“Kau adalah ikan. Kau sudah cukup lama berada di sini jadi kembalilah ke tempat asalmu entah itu di sungai atau lautan.”

snap-00340snap-00342

Dae Young melihat Nyonya Kang meneleponnya, namun ia tidak mau mengangkatnya. Nyonya Kang jadi kesal. Chi Hyun menghampiri ibunya dan bertanya sebenarnya siapa ayah kandungnya. Nyonya Kang terkejut dan bertanya kenapa Chi Hyun tiba-tiba ingin tahu. Chi Hyun berkata selama ini ia ingin tahu tapi tidak sanggup menanyakannya pada ibunya.

“Chi Hyun, ayah kandungmu menyayangimu dengan caranya sendiri. Ia tahu betul bahwa tidak muncul di hadapanmu dan kau tidak mengenalnya adalah hal yang akan membuatmu bahagia. Karena itu ia tidak menampakkan dirinya. Jadi kau tidak perlu tahu. Kau hanya harus tahu bahwa orang yang bisa dipercaya di dunia ini hanya kau dan aku, hanya kita berdua.”

Chi Hyun melihat ibunya dengan sedih dan berkata sepertinya memang begitu.

snap-00354snap-00355

Shi Ah mengajak Tae Oh minum di kedai minum. Ia memberikan pas fotonya pada Tae Oh. Daripada Tae Oh diam-diam mengambil fotonya di tempat ramai sebaiknya Tae Oh memintanya langsung. Tae Oh berusaha menjelaskan, tapi seperti biasa sulit menjelaskan sesuatu pada Shi Ah.

“Tak perlu repot-repot menjelaskan. Sudah kukatakan aku tidak bisa menerima perasaanmu, tapi jangan mengecilkan perasaan cintamu. Jangan melakukan sesuatu sembunyi-sembunyi tapi katakan langsung padaku perasaanmu yang terluka.”

“Aku tidak terluka. Aku benar-benar tidak merasa terluka,” kata Tae Oh.

Shi Ah berkata sudah 7 tahun sejak ia melihat Joon Jae di hari pertama ia masuk kuliah. Dan selama 7 tahun itu ia hanya melihat dari jauh dan menjaga hubungan mereka tetap seperti itu. Itu karena ia tidak mau membebani Joon Jae dan menjaga jarak yang tepat. Ia berpendapat itulah cinta yang dewasa. Tae Oh mendengar dengan santai seakan ini bukan pertama kalinya ia mendengar kata-kata Shi Ah seperti itu.

snap-00362snap-00364

Dan cinta dewasa itu pula yang membuat Shi Ah menelepon Joon Jae sambil menangis agar tidak menutup telepon. Dalam keadaan mabuk ia bertanya memangnya hanya Joon Jae dan Chung yang bisa membuat rencana. Ia sendiri berencana tidak bertunangan tapi langsung menikah seperti trend belakangan ini. Ia menyebutkan trend pernikahan para selebritis dan berkata ia akan melakukannya.

Ia juga berceloteh ia tidak akan mengadakan upacara 100 hari bayi mereka tapi akan menyumbangkan uang ke UNICEF. Itulah tren sekarang ini. Ia terus merengek agar Joon Jae tidak menutup telepon. Ia bertanya apakah usahanya selama ini sia-sia. Tae Oh menemani tak jauh dari Shi Ah.

Joon Jae berkata polisi akan datang jika Shi Ah bersuara keras seperti itu di jalanan. Ia menyuruh Shi Ah cepat pulang diantar Tae Oh. Nam Doo berkata sekarang baru terasa akhir tahun setelah mendengar telepon mabuk Shi Ah. Ternyata hal ini memang bukan hal baru bagi mereka. Shi Ah selalu menahan diri dengan baik sepanjang tahun dan menumpahkan semuanya di akhir tahun.

snap-00378snap-00379

Joon Jae masuk ke kamarnya dan melihat Chung berbaring di tempat tidurnya. Ia menyuruh Chung naik ke kamarnya sendiri. Chung menatapnya dengan sedih. Ada apa, tanya Joon Jae.

“Apa kau melihatku sebagai ikan?” tanya Chung dalam hatinya. “Apa kau sedang mengurus kolam? (mengumpulkan orang yang cocok untuk dijadikan pendamping baru kemudian dipilih)”

Joon Jae kembali menyuruh Chung naik ke atas. Tapi pikiran Chung terus bertanya apa maksud dari perkataan Joon Jae. Apa Joon Jae tidak tahan melihatnya? Apa Joon Jae ingin ia pergi? Ia bangkit dengan lesu.

Joon Jae berkata ia yang akan tidur di atas dan memohon agar Chung tidak memikirkan apapun lagi dan pergi tidur.

Baru saja Joon Jae hendak menaiki tangga, Chung berkata dalam hatinya kalau jantungnya kembali berdebar kencang. Apakah mungkin ia bisa lolos dari kolam itu? Joon Jae menarik nafas panjang. Sudah berhari-hari ia tidak bisa tidur karena Chung.

snap-00392snap-00394

Jin Joo bangun di tempat tidurnya. Ia tidak ingat bagaimana ia bisa ada di sana. Suaminya bertanya apa Jin Joo sudah bicara dengan Nyonya Kang. Jin Joo berusaha mengingat apa yang terjadi pada acara makan malam itu. Ia langsung teringat pada semua perkataan buruk dan tak sopan yang ia katakan pada Nyonya Kang. Ia berteriak malu dan frustrasi.

Di lantai bawah, Shi Ah juga baru sadar dari mabuknya. Ia melihat ponselnya dan melihat ia menelepon Joon Jae berkali-kali. Ia berteriak seperti kakak iparnya.

Yoo Ran heran melihat keduanya.

snap-00396snap-00405

Jin Joo segera menemui Nyonya Kang dan berlutut di depannya. Ia berkata Nyonya Kang sebaiknya membunuhnya saja. Ia berkata biasanya kebiasaan minumnya cukup baik. Nyonya Kang menyindir kenapa Jin Joo tidak menceritakan semuanya saja pada tabloid gosip. Jin Joo berkilah ia tidak pernah melihat gosip.

Ia berkata apapun yang dikatakannya semalam bukanlah dirinya. Bukan Ahn Jin Joo. Ia berharap Nyonya Kang menganggap setan dalam dirinya yang mengacau.

snap-00411snap-00413

Tae Oh terkejut saat Chung tiba-tiba duduk di sebelahnya. Wajahnya langsung merona. Chung bertanya apakah rona wajah Tae Oh memang seperti itu. Tae Oh menggeleng cepat. Chung ingin Tae Oh mengajarinya komputer. Belajar dari TV sangat terbatas dan ia dengar mereka bisa belajar banyak hal dari komputer.

“Apa kau juga bisa tahu bagaimana ciri-ciri orang terjerat (cinta)?” bisiknya.

Joon Jae melihatnya dan menegur mereka. Chung tak peduli dan terus berbisik pada Tae Oh apakah mereka bisa tahu bagaimana agar tidak terjerat dan bagaimana cara mengetahui apakah seseorang hanya menggoda mereka.

Joon Jae cemburu dan menyuruh mereka duduk berjauhan. Ia melarang Chung berbisik pada Tae Oh melainkan hanya berpikir.

“Hei, Tae Oh! Kenapa telingamu memerah! Jangan menjadi merah! Kalian sedang apa?!”

Chung berkata Tae Oh akan mengajarinya komputer. Joon Jae berkata ia yang akan mengajari Chung.

“Tidak!” kata Chung. Dalam hatinya ia berkata ia harus mencari tahu apakah Joon Jae benar-benar menyukainya atau hanya menggodanya.

“Apa aku harus mengatakannya keras-keras agar kau tahu?” tanya Joon Jae.

Apa, tanya Chung heran. Joon Jae berkata apakah Chung harus mengatakan keras-keras untuk diajari komputer. Chung kan bisa sedikit-sedikit melirik untuk mempelajarinya. Merasa ucapannya sendiri tak masuk akal, Joon Jae menyerah dan berkata terserah kalau Chung ingin belajar dari Tae Oh. Tae Oh berkata ia akan menunjukkan cara mencari secara online.

snap-00423snap-00427

Presdir Heo menemui dokter ditemani Nyonya Kang. Dokter merasa heran kenapa penyakit Presdir Heo memburuk meski sudah minum obat dengan rajin. Presdir Heo berkata ia semakin merasa pusing dan penglihatannya semakin buram. Dokter berkata mereka tidak bisa membiarkannya karena Presdir Heo bisa menjadi buta.

Nyonya Kang pura-pura khawatir dan bertanya apa yang bisa mereka lakukan. Mereka harus melakukan apapun yang mereka bisa sebelum terlambat. Dokter berkata mereka bisa melakukan operasi karena lukanya di bagian luar. Jika kerusakan di dalam retina maka tidak ada cara lain. Mereka memutuskan untuk menjadwalkan operasi.

Dokter berkata selain operasi, Presdir Heo harus berhati-hati. Ia kembali bertanya apakah mata Presdir Heo tidak tertusuk sesuatu atau tidak terluka. Tidak, kata Presdir Heo.

snap-00437snap-00438

Keluar dari ruang dokter, Nyonya Kang meminta Presdir Heo duduk sementara ia mengurus administrasi. Di saat yang sama Yoo Ran berada di rumah sakit. Dan ia terkejut melihat mantan suaminya. Tapi Presdir Heo tidak mengenalinya karena penglihatannya buram.

Yoo Ran cepat-cepat berpaling. Nyonya Kang membantu Presdir Heo berjalan keluar. Ia mengajak suaminya makan siang bersama Chi Hyun. Presdir Heo mengiyakan. Mereka terlihat sangat dekat hingga Yoo Ran sangat terluka.

snap-00452snap-00455

Ia tahu betul siapa Nyonya Kang karena mereka dulu berteman. Saat usaha Presdir Heo mulai maju, Nyonya Kang menemuinya karena mereka satu sekolah meski tidak saling mengenal dengan baik. Ketika itu nama Nyonya Kang masih Kang Ji Hyeon.

Kang Ji Hyeon berkata namanya diganti menjadi Kang Seo Hee karena alasan pribadi. Yoo Ran berkata usaha suaminya berjalan lancar. Sementara Kang Seo Hee mengeluh tidak mudah membesarkan anaknya seorang diri setelah suaminya mendadak meninggal. Yoo Ran berkata ia akan membeli asuransi Seo Hee dan akan meminta suaminya membeli asuransi juga. Ia berkata Seo Hee bisa menemui suaminya di kantor.

Hmmm...memangnya Yoo Ran tidak tahu kalau Seo Hee yang sudah merebut suaminya?

snap-00464snap-00465

Chi Hyun menelepon Joon Jae dalam keadaan mabuk. Ia menyebut Joon Jae anak asli sementara ia anak palsu.

“Apa kau pikir kau sudah akrab denganku?” tanya Joon Jae.

“Tidak mungkin. Bagaimana bisa yang palsu dekat dengan yang asli?” sindir Chi Hyun.

Joon Jae menyadari Chi Hyun mabuk. Chi Hyun dipenuhi emosi ketika ia berkata ia sepertinya tidak sanggup melindungi ayah Joon Jae.

“Lindungi ayahmu sendiri. Aku akan melindungi ibuku.”

“Apa yang sedang kaulakukan?”

“Ini adalah peringatan terakhir dan hadiah dari yang palsu untuk yang asli,” Chi Hyun lalu menutup telepon.

snap-00474snap-00475

Joon Jae memikirkan perkataan Chi Hyun tadi sambil berjalan ke kamarnya. Ia melihat Chung lagi-lagi berbaring menunggunya di tempat tidurnya. Ia bertanya apa Chung akan mengambil alih kamarnya. Chung berkata ia menunggu untuk menanyakan sesuatu.

“Kenapa kau berkata kau berencana untuk menyukaiku? Kenapa kau datang menyelamatkanku? Kenapa kau memelukku? Kenapa kau membelai rambutku? Apa kau menyukaiku? Atau seperti yang Cha Shi Ah bilang, kau hanya menggodaku? Ada banyak hal di internet tapi meski aku mencari seharian, aku tidak menemukan isi hatimu. Aku tidak tahu. Kau menyukaiku atau tidak?”

Sayangnya semua pertanyaan itu tidak dikatakan Chung langsung, namun hanya di dalam hatinya saja. Untungnya Joon Jae mendengar semua itu dan bertanya kenapa Chung tidak menanyakan apa yang ingin ia tanyakan.

Chung berkata ia belum memilahnya. Joon Jae berkata Chung bukan orang yang memilah-milah tapi langsung mengatakan apa yang ingin ia katakan. Chung berkata ia akan memilahnya dulu sebelum mengatakannya.

“Aku akan memikirkannya malam ini.”

“Kau akan memikirkannya malam ini?” tanya Joon Jae kaget.

snap-00489snap-00490

Chung berkata ia akan memikirkannya semalaman dan mengatakannya pada Joon Jae besok. Joon Jae menarik nafas panjang memikirkan ia tidak akan bisa tidur lagi malam ini.

Chung hendak naik ke kamarnya tapi Joon Jae menahannya. Ia bertanya seberapa banyak yang akan dipikirkan Chung malam ini. Hanya semalaman. Joon Jae berkata ia tidak tahu apa yang Chung pikirkan tapi ia meminta Chung tidak memikirkannya.

“Apa ini? Apa ia melarangku memikirkannya? Ada apa dengan tatapannya? Apa ia marah padaku? Kenapa?” pikiran Chung kembali sibuk berbicara.

Joon Jae mengecup keningnya.

“Sekarang sudah tenang dan sepi. Mulai sekarang jangan pikirkan apapun dan lakukan apapun,” kata Joon Jae, lalu ia mencium Chung.

snap-00499snap-00504

Komentar:

Cara yang ampuh^^

Puteri duyung kita benar-benar banyak pikiran ya...untung tidak sampai stress ;p

Di satu sisi bisa membaca pikiran Chung memudahkan Joon Jae untuk mengetahui siapa Chung sebenarnya, bisa menyelamatkan Chung, dan juga bisa mengetahui apa yang Chung pikirkan. Tapi di sisi lain pikiran itu sangat berisik karena siapa yang bisa menghentikan pikiran seseorang?

Aku berpikir apa yang dilakukan Presdir Heo tidaklah tepat. Joon Jae sama sekali tidak memerlukan warisan. Ia hanya ingin ayahnya kembali. Ia hanya ingin ibunya kembali. Ia ingin keluarganya kembali meski ia tidak mengatakannya secara langsung.

Meninggalkan dan membiarkan Joon Jae selama bertahun-tahun lalu tiba-tiba mewariskan semuanya tidaklah akan bisa menebus kepedihan Joon Jae. Begitu juga dengan kepedihan hati Chi Hyun yang selama bertahun-tahun menganggap Presdir Heo sebagai ayahnya lalu tiba-tiba dicampakkan begitu saja karena bukan anak kandungnya.

Mungkin pemikiran Presdir Heo adalah Chi Hyun selama ini sudah menerima kasih sayangnya secara moril dan materil, karena itu ia merasa bersalah dan ingin menebusnya dengan mewariskan semuanya pada Joon Jae. Tapi hubungan ayah dan anak tidak bisa diukur secara materi.

Agak heran juga kenapa hanya Joon Jae dan Dae Young yang terus bermimpi kehidupan masa lampau mereka. Bagaimana dengan Chung? Hanya satu kali ia bermimpi tentang Se Hwa dan Dam Ryeong..

Meski Chung dan Joon Jae lucu dan menggemaskan, aku merasa alur cerita drama ini terlalu lambat. Aku ingin tahu lebih banyak tentang Se Hwa dan Dam Ryeong. Juga tentang Yoo Ran. Yah, mungkin karena 20 episode jadi harus menunggu dengan sabar hehe^^

2 komentar:

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)