Sabtu, 07 Desember 2013

Sinopsis The Heirs Episode 18 (Bagian 1)

shot0382

“Aku tidak akan menemuinya lagi. Kau bisa memilikinya.”

Mendengar itu, Young Do marah. Ia menarik Tan.

“Apa kau bilang? Apa kau ingin mati?”

Mungkin memang itu yang diinginkan Tan. Karena ia sama sekali tidak memberikan respon.

shot0006 shot0009

“Apa kau bahkan berhak untuk hancur?” ujar Young Do.

“Aku tidak berhak. Aku tidak bisa melakukannya lagi, Young Do-ya....” kata Tan putus asa.

Young Do terhenyak mendengar Tan memanggil seperti itu.  Seperti yang sudah dijelaskan Dee, panggilan “Young Do-ya” adalah panggilan akrab, dan ia belum siap untuk menganggap Tan sebagai temannya lagi meski Tan memanggilnya seperti itu. Ia menghempaskan Tan dan pergi meninggalkannya.

shot0016 shot0020

Won menemui ayahnya. Ia berkata pasti Tuan Kim sudah tahu kalau ia mengangkat Sekretaris Yoon menjadi Wakil Presdir. Tuan Kim berkata Sekretaris Yoon bodoh, tidak memiliki keinginan/ambisi besar. Nyonya Han mendengar percakapan mereka.

“Bahkan kuda berambut merah yang legendaris tidak ada artinya jika tidak ditunggangi Lu Bu (tokoh dalam Kisah Tiga Negara/Sam Kok, kuda berambut merah terkenal karena ketangguhan dan kekuatannya),” kata Tuan Kim.

“Memang benar Lu Bu pernah menjadi pemilik kuda berambut merah, tapi Guan Yu (Jenderal Besar yang terkenal dalam kisah Sam Kok. Setelah Lu Bu mati, Cao Cao menghadiahkan kuda berambut merah pada Guan Yu) mengendarainya lebih lama dalam lebih banyak pertempuran,” sahut Won. Hm..maksudnya, kuda berambut merah itu Sekretaris Yoon? Lu Bu adalah Tuan Kim dan Guan Yu adalah Won?

Tuan Kim tak bisa membalas. Ia berkata Won boleh pergi. Tapi Won datang bukan untuk mencari ayahnya.

shot0031 shot0036

Saat itulah Tan muncul dengan wajah babak belur dan berlumuran darah. Won terkejut melihatnya. Nyonya Han mengkhawatirkan keadaan anaknya, sementara Tuan Kim marah-marah.

“Bodoh, sampai kapan kau akan bertingkah seperti itu? Tingkah seperti itu hanya lucu sehari dua hari!” Yang ngelucu siapa oom??

shot0041 shot0042

Tan sama sekali tidak mempedulikan mereka dan naik ke kamarnya. Won menyusulnya. Ia melihat Tan duduk di lantai dengan tissue brnoda darah berserakan. Ia menyuruh Tan bangun. Ia akan membawa Tan ke rumah sakit. Awww….ada coklat yang meleleh nih Dee^^

“Keluarlah.”

“Kita memiliki perjanjian. Kau bilang kau akan melakukan apapun yang kukatakan. Artinya kau akan menurut. Bangunlah.”

“Keluarlah. Keluar!!”

shot0050 shot0052

Dengan marah Won bertanya sampai berapa lama Tan akan bersikap seperti ini. Tidak ada yang akan berubah dalam keluarga ini hanya karena Tan bertingkah seperti ini. Dan Tan pasti tahu betul akan hal ini.

Tan menatap kakaknya dengan putus asa.

“Kak, kapan aku bisa pergi ke Amerika? Aku akan mati. Biarkan aku pergi. Kumohon selamatkan aku,” Tan menangis.

Hati Won terenyuh melihat adiknya seperti ini.

shot0067 shot0070

Ketika Won kembali ke hotel, ia berpapasan dengan Young Do. Melihat bibir Young Do yang terluka, Won menghentikannya. Ia bertanya apakah Tan berkelahi dengan Young Do.

“Lebih kepada aku memukulinya. Ia pantas mendapatkannya. Kau bisa menuntutku jika mau.”

“Mengapa kau memukul adikku?”

shot0075shot0082

Mendengar panggilan Won pada Tan, Young Do tersenyum sinis.

“Maaf, aku tidak seharusnya memukuli anak-anak yang memiliki kakak. Tapi aku lupa Tan memiliki kakak. Karena ia bersikap ia tidak memilikinya.”

“Sepertinya Tan juga tidak punya teman,” Won membalas perkataan Young Do. Dengan kata lain, Tan juga tidak bersikap memiliki teman seperti Young Do.

Won menasihati agar Young Do mengobati lukanya, nanti bisa membekas.

shot0083 shot0093

Bo Na dan Chan Young sedang belajar bersama, tapi Chan Young tidak konsentrasi penuh dan terus memandangi ponselnya. Bo Na mengira Chan Young sedang memandangi foto-fotonya.

“Kenapa melihat gambar 2D disaat ada versi 3D di hadapanmu?” ujar Bo Na. Ia melihat ponsel Chan Young.

“Heol, kau melihat SNS Eun Sang saat kau bersama denganku??!” protesnya.

shot0094 shot0096

Chan Young berkata ia sedang mencari petunjuk keberadaan Eun Sang. Bo Na ikut melihat-lihat.

“Apa ia gila? ‘Aku berharap Jeguk Grup bangkrut.’ ‘Kau di mana?’ ‘Aku sedang minum air.’ Kenapa ia bicara pada dirinya sendiri?” ujar Bo Na bingung. Padahal itu adalah percakapan antara Tan dan Eun Sang dulu (Tan selalu login ke dalam akun Eun Sang).

Chan Young berkata itu tidak seperti Eun Sang. Bo Na berkata siapa lagi kalau bukan Eun Sang, itu kan akun Eun Sang. Lalu ada foto Tan dengan tulisan: Kim Tan tampan sekali.

“Tuh kan, pasti Eun Sang. Dan ini ada tulisan: di mana kau Cha Eun Sang? Kenapa ia mencari dirinya sendiri?” seru Bo na bingung. pfft….

Sepertinya Chan Young bisa menerka siapa yang menggunakan akun Eun Sang.

shot0112 shot0114

Eun Sang juga sedang melihat-lihat akun SNSnya. Ia membaca pesan yang sama. “Di mana kau Chan Eun Sang? Aku merindukanmu.”

Kemudian ia melihat berbagai foto dirinya yang baru kali ini dilihatnya, kebanyakan diambil dari arah belakang. Eun Sang mulai menangis karena ia tahu siapa yang memposting foto-foto tersebut.

shot0117 shot0131

“Aku selalu di sana. Di mana kau berada. Jadi tunggulah di sana sebentar lagi. Aku pasti akan datang untukmu. Aku akan ada di sana. Di manapun kau berada, aku akan berada di belakangmu.”

Eun Sang menguatkan hatinya. Sambil menangis, ia mulai menghapus semua foto-foto itu.

Tan yang juga sedang melihat akun Eun Sang, menyadari semua foto itu dihapus oleh Eun Sang.

shot0144 shot0150

Hyo Shin mengajak Tan minum di kedai tempat Eun Sang dulu bekerja. Melihat minuman yang dibelikan Hyo Shin, Tan teringat Eun Sang sering membelikan minuman yang sama.

“Eun Sang membelikannya untukmu? Kau datang dari keluarga berada dan kau membiarkannya menraktirmu?” ledek Hyo Shin.

“Tadinya kupikir aku akan bisa membalasnya.”

Meski Tan menjawabnya dengan ogah-ogahan, Hyo Shin terus mencoba bercanda. Tan bertanya bisakah Hyo Shin tidak mengajaknya keluar terus. Sebaiknya Hyo Shin belajar.

shot0151 shot0154

Hyo Shin mengingatkan makanan di rumah sakit tidak enak, dan Tan tidak akan mau merusak kesehatan di masa muda. Itu dikatakannya karena ia khawatir Tan terus melukai dirinya sendiri. Tan berkata ia tidak berencana mati.

“Jika kau benar-benar tidak tahan. Pergilah culik dia. Itu tidak akan mengubah keadaan. Tapi akan lebih mudah untuk bernafas jika kau memberontak (daripada menyerah),” Hyo Shin menasihati.

Tan merenungkan nasihat Hyo Shin.

shot0163 shot0167

Tapi Young Do sudah lebih dulu mencari Eun Sang. Ia berkeliaran di dekat rumah Eun Sang dan berpapasan dengan ibu Eun Sang. Ibu Eun Sang ingat pada Young Do karena Young Do pernah berbicara dengannya di depan rumah keluarga Kim.

Ibu Eun Sang melihat Young Do mengenakan seragam Jeguk, karena itu ia sedikit ketakutan ketika Young Do menanyakan Eun Sang. Tapi kemudian ia berubah pikiran. Mungkin melihat wajah Young Do yang memelas kali ya hehe^^

shot0175 shot0177

Ibu Eun Sang menyiapkan makanan untuk Young Do. Young Do agak bingung karena sudah lama tidak makan dengan ibu-ibu. Ia mengajak ibu Eun Sang makan bersama.

Ibu Eun Sang menulis di notesnya. Ia memberitahu Young Do kalau Eun Sang sedang pergi ke Seoul untuk menyerahkan tugas sekolah.

shot0187 shot0190

Young Do mulai makan. Ibu Eun Sang menyodorkan lebih banyak makanan ke hadapan Young Do. Seiring dengan suapan demi suapan, perasaan Young Do semakin sedih. Tiga tahun lamanya ia tidak merasakan kehangatan dan perhatian seorang ibu. Ia berusaha menahan air matanya dan memuji masakan ibu Eun Sang.

shot0193 shot0200

Ibu Eun Sang bertanya (melalui notes). Apakah Young Do teman sekelas Eun Sang? Apakah mereka bersahabat? Young Do yang tidak mau menjadi teman Eun Sang menjawab: “Aku menyukai Eun Sang.”

Ibu Eun Sang menatap Young Do dengan penuh pengertian.

shot0204 shot0205

Entah bagaimana Eun Sang malah berbicara dengan Tuan Kim. Apa Tuan Kim membuntutinya ke sekolah? Atau Eun Sang yang menemui Tuan Kim?

Tuan Kim menyatakan ia tahu di mana tempat tinggal Eun Sang sekarang. Dan ia juga tahu Tan menemui Eun Sang. Eun Sang berkata itu tidak disengaja.

“Itulah sebabnya aku hendak mengirimmu ke belahan dunia lain. Saat kau melanggar janji dan melarikan diri, kukira kau telah mengerti maksudku. Jadi aku membiarkanmu. Dan sekarang kau mengatakan kau menemui Tan di depanku?”

shot0207 shot0210

“Tan…”

“Beraninya kau menyebut namanya!”

“Ia baik, spontan, dan hangat. Karena itu aku sangat menyukainya. Tidak ada yang salah dengan perasaanku padanya.”

Tuan Kim mengingatkan bahwa Eun Sang telah menerima uangnya dan pemberiannya. Jika setelah itu Eun Sang menyukai Tan, maka itu sebuah kesalahan. Eh? Apa hubungannya oom??

Eun Sang berkata ia pasti membayar kembali semua hutang yang telah dibayarkan oleh Tuan Kim. Tapi karena Tuan Kim memberikan itu tanpa perjanjian, maka ia akan mengembalikannya secepat ia bisa tanpa kurang sedikitpun.

“Jadi setelah kau membayarku kembali, kau akan melihatnya lagi? Bagaimana kau bisa sebandel ini pada usia semuda itu?” ujar Tuan Kim marah.

“Karena aku menyukai Tan! Dan aku masih menyukainya. Tidak peduli Tuan menakutiku, aku tidak berbohong dengan mengatakan aku tidak menyukainya lagi. Tapi karena Tuan menyuruhku tidak menemuinya, aku tidak akan menemuinya lagi. Jadi kumohon…berhentilah memanggilku,” Eun Sang menangis putus asa.

Tuan Kim berdehem. Ih...ngga malu oom bikin anak orang nangis ;p

Oo…ternyata Tuan Kim yang memanggil Eun Sang dan Eun Sang berbohong pada ibunya kalau ia akan ke sekolah.

shot0226shot0237

Dalam perjalanan pulang, ia menyempatkan pergi ke toko dreamcatcher. Tapi toko itu tutup dan akan disewakan. Eun Sang terlihat kecewa.

Tan sedang berjalan di jalan yang sama dan ia terpaku melihat Eun Sang.

shot0241 shot0247

Eun Sang menoleh. Melihat Tan dengan wajah penuh luka, membuat hati Eun Sang ikut terasa sakit. Ia hendak memanggil Tan tapi ia menguatkan hatinya.

Tan berjalan menghampiri Eun Sang. Eun Sang menghampiri Tan. Namun mereka hanya saling melewati tanpa menoleh sedikitpun.

shot0250 shot0261

Tapi, apakah perasaan begitu mudah dikendalikan? Ketika orang yang kaucintai berlalu di hadapanmu dan kau mungkin tidak akan melihatnya lagi, sanggupkah kau membiarkannya begitu saja?

Tan tidak bisa. Ia berbalik dan mencari Eun Sang. Eun Sang sudah tidak ada. Tan tidak menyerah. Ia menyusul ke halte bus dan naik ke bus yang Eun Sang tumpangi, tepat sebelum bus berangkat.

shot0276 shot0281

Eun Sang terkejut melihat Tan duduk di kursi seberang. Mereka berdua berdiam diri sepanjang perjalanan. Setelah turun dari bus, Tan terus mengikuti Eun Sang. Mengantar dalam diam.

Eun Sang menyadari Tan terus berjalan di belakangnya. Namun ia tidak menoleh. Ia mempercepat langkahnya dan langsung masuk ke rumah.

shot0283 shot0293

Tapi, ketika seseorang yang kaucintai berada di depan pintu rumahmu dan kau mungkin tidak akan bertemu lagi dengannya, apakah kau sanggup tidak melihatnya lagi? Satu kali...satu kali saja ingin melihatnya lagi?

Eun Sang tidak sanggup.. Ia berlari keluar dari rumah mencari-cari Tan, namun Tan tidak ada lagi.

shot0314 shot0318

Dengan perasaan kecewa, Eun Sang pulang. Tapi siapa itu yang ada di hadapannya? Orang yang selama ini dirindukannya.

“Mengapa kau mencariku?” tanya Tan.

“Jangan bicara padaku,” kata Eun Sang takut. Takut dirinya akan goyah kembali.

shot0322 shot0324

Tan menghampiri Eun Sang.

“Jangan mendekat.”

Eun Sang berbalik meninggalkan Tan. Tan memeluk Eun Sang dari belakang.

“Hentikan,” kata Eun Sang sambil menangis.

“Cha Eun Sang, aku tidak bisa melepasmu. Apa yang harus kulakukan?”

Eun Sang menangis. Ia menguatkan hatinya lalu melepaskan diri dari pelukan Tan dan pulang ke rumahnya.

shot0331 shot0336

Nyonya Han terkejut mendengar perkataan Tuan Kim. Tuan Kim berkata Tan seperti itu karena menurun dari ibunya, darah resepsionis lobi rendahan yang berani memanjat hingga kantor Presdir. Bagaimana bisa Tuan Kim mengatakan itu padanya?

“Kenapa tidak?” ujar Tuan Kim dengan angkuh. “Baik ibu maupun anak tidak menghargai hidup mewah mereka. Kau menjalani hidup yang tidak bisa dibayangkan orang lain. Mengapa kau tidak bisa berkorban satu hal saja?”

shot0344 shot0345

Nyonya Han berkata Tuan Kim yang mengajaknya. Tuan Kim yang memperbolehkannya datang ke lantai atas tempat Presdir. Hubungan mereka tidak mungkin terjadi hanya karena perbuatan satu orang.

“Karena itu aku melalui semua ini. Aku telah terpikat perhiasan murahan yang berkilau. Dan perhiasan itu menghancurkan keluargaku. Pastikan beritahu Tan. Jika ia tidak yakin mana yang harus ia pilih, ia harus memilih yang paling mahal. Jangan memilih perhiasan murah berkilau seperti yang sudah dilakukan ayahnya. Katakan padanya untuk sadar.”

Wanita mana yang tidak sakit hatinya dihina seperti itu? Nyonya Han yang malang >,<

“Kau pengecut! Bagimu aku ini apa?”

“Aku sudah mengatakannya. Untuk apa lagi kau bertanya?” ujar Tuan Kim. Ugggghhh…

 shot0376 shot0380

Nyonya Han kembali ke kamarnya dengan hati hancur. Ia melepaskan seluruh perhiasannya.

shot0386 shot0387

Rachel pergi ke butik untuk membatalkan pesanan gaun pengantin dan gaunnya. Young Do datang dan melakukan hal yang sama.

“Pernikahan dibatalkan, pertunanganmu juga. Dan aku kehilangan sister yang seksi. Aku jadi patah hati.”

“Jangan khawatir, aku akan tetap seksi agar kau tidak merasa terlalu sedih.”

Young Do tersenyum. Rachel mengajak Young Do untuk merayakan batalnya pernikahan. Ia tahu tempat sushi yang seksi.

“Jangan menggodaku. Kau bukan adikku lagi, kau tidak akan pernah tahu apa yang akan kulakukan,” seloroh Young Do. Rachel tersenyum.

shot0399 shot0400

Young Do menolak tawaran Rachel karena ia ingin pergi ke suatu tempat. Ia pergi ke kedai tteobokki. Saat melihat tulisan Eun Sang di dinding, tanpa sengaja ia melihat sebuah tulisan yang baru kali ini terlihat olehnya. Tulisan itu kecil…terletak agak jauh ke bawah.

“Bagaimana kabarmu, Young Do-ya?”

Tulisan ibunya.

Young Do tercekat. Air matanya berlinang. 

shot0409 shot0410

Hyun Joo bersama Won di hotel. Won memainkan kalung wishbone yang dikenakan Hyun Joo (kalung yang dihadiahkan Won sepulangnya dari Amerika dan katanya bisa mengabulkan keinginan pemakainya). Ia bertanya apakah sampai saat ini Hyun Joo tidak memiliki keinginan. Hyun Joo bertanya apakah Won akan menjadikannya kenyataan.

“Katakan padaku, aku akan membuatnya jadi kenyataan.”

“Kau tidak akan bisa.”

Apa itu pernikahan? Tanya Won. Pernikahan terlalu dangkal, jawab Hyun Joo. Ia tahu Won menanyakan itu karena Won merasa bersalah pergi ke kencan buta. Won bertanya mengapa Hyun Joo tidak menanyakan nama gadis itu, berapa umurnya, cantik atau tidak.

shot0413 shot0414

Hyun Joo berkata ia tidak peduli pada semua itu (karena bukan semua itu kriteria pendamping Won di mata Tuan Kim). Tapi ia memang ingin tahu dari keluarga mana gadis itu berasal.

“Jika aku melakukan apa yang Tan lakukan, apa kaupikir kita tidak akan seperti ini?” tanya Won.

“Apa yang Tan lakukan?”

“Ia menerobos semuanya, jatuh dan hancur. Ia kacau.”

“Oppa tidak bisa melakukannya, karena oppa selalu memimpikan tempat tertinggi di dunia. Tapi Tan memiliki impian bahwa Eun Sang adalah seluruh dunianya.”

Won terdiam. Karena itu artinya Hyun Joo tahu bahwa dirinya bukanlah impian utama Won. Hyun Joo berkata ia tidak akan menghalangi Won. Sebaliknya, ia akan memberi semangat agar Won bisa mencapai impiannya.

“Aku sedang ke sana. Tunggulah sebentar lagi,” kata Won sambil membelai pipi Hyun Joo.

shot0423 shot0440

Eun Sang membaca sebuah puisi dalam sebuah buku saat ia sedang menunggui toko buku tempatnya bekerja.

“Ketika kita bergandengan tangan di tengah keramaian orang banyak, kita menggunakan tulang-tulang kita, otot, dan pembuluh darah agar pegangan kita tidak terlepas. Itulah yang aku tahu mengenai cinta. Selain itu, ada apa lagi dalam cinta? Kecuali kenyataan bahwa aku tidak bisa melepaskan tangan itu.”

shot0442 shot0449

Seorang pengunjung toko membuat Eun Sang kaget. Won.

Mereka minum teh bersama. Won berkata Tan pasti sudah datang ke tempat ini. Apakah Eun Sang bertemu dengannya?

“Jika kau bertemu dengannya kau pasti tahu ia dalam keadaan kacau. Tidakkah kaupikir itu kesalahanmu? Kurasa sebagian adalah salahmu. Bagaimana menurutmu?” tanya Won.

Eun Sang diam tak menjawab.

shot0457 shot0460

Won bertanya bagaimana dengan sekolah. Bagaimana dengan Tan? Apa Eun Sang tidak merindukannya? Eun Sang menatap Won.

“Apa kau berusaha bertahan melaluinya atau kau sudah melepaskannya? Kau harus mengatakan sesuatu agar aku bisa mengatakan apa yang akan kukatakan padamu.”

“Aku tidak akan menemuinya. Aku tidak akan melihatnya. Aku akan melupakannya! Aku pasti akan melupakannya!” Eun Sang berusaha meyakinkan Won, dan mungkin dirinya sendiri. Tapi itu juga berarti ia belum melupakan Tan.

Ia bertanya apa yang hendak Won katakan padanya, karena ia sedang sibuk.

“Kapan kau ingin segalanya kembali seperti semula?” tanya Won. Eun Sang bingung.

shot0473shot0475

Won berkata Eun Sang berada di sini karena kesalahan ayahnya. Ia dan Tan tahu betul hal itu. Jadi Eun Sang bisa meminta apa yang Eun Sang inginkan. Ia datang untuk melakukan apa yang seharusnya ia lakukan. Apa yang akan Eun Sang lakukan?

Eun Sang tidak bisa menjawab.

“Jika sulit untuk memutuskan, jangan melihat terlalu jauh ke depan. Cukup pikirkan mengenai hari esok. Pikirkan apa yang mau kaulakukan besok. Dan itu akan memberimu jawaban yang berbeda. Jika kau memerlukan alasan untuk kembali pada Tan, bagaimana dengan ujian akhir? Terkadang membuat alasan cukup membantu saat kau tidak bisa mengumpulkan keberanian.”

shot0484 shot0487

Won menemui Tan yang duduk menyendiri di gudang anggur. Ia berkata bukankah Tan akan melakukan apapun yang ia katakan. Tan bertanya kapan ia ke Amerika, ia akan pergi.

“Hal pertama yang kuinginkan darimu adalah...berusahalah di ujian akhir. Pergilah ke sekolah. Jika kau mendapat ranking terakhir….” Won menghela nafas panjang.

shot0491 shot0496

Ia berjalan ke deretan wine miliknya dan mengambil sebuah surat terlipat. Rupanya Eun Sang meninggalkan surat itu di situ karena tahu Won sering mengambil wine tersebut dan berharap Won akan memberikan surat itu pada Tan. Won berkata ia menemukan surat itu beberapa hari yang lalu dan tadinya ia tidak akan memberikannya pada Tan. Apa untungnya baginya?

“Tapi jika ini bisa menjadi alasanmu untuk hidup, maka hiduplah. Kau yang memintaku menyelamatkanmu,” kata Won, mengulurkan surat itu pada Tan.

 shot0503 shot0509

Tan mengambil surat itu dan membacanya.

“Dear Tan, dua musim telah berlalu. Musim panas saat kita bertemu terlihat jauh seperti mimpi. Tempat itu sangat panas di siang hari dan terlalu dingin di malam hari. Dan aku menyukaimu.

Kita saling dibutakan oleh cinta. Kita terlalu panas dan terlalu dingin. Mungkinkah aku bisa melupakan itu? Maaf aku harus melarikan diri seperti ini. Aku minta maaf karena telah berbohong bahwa aku akan menunggumu. Kau satu-satunya hal baik yang terjadi padaku. Sekarang aku akan menghilang seperti mimpi di musim panas. Menyenangkan melihatmu dalam mimpi itu, Kim Tan.”

Eun Sang memandang seragam Jeguknya. Memikirkan perkataan Won siang tadi. Apa yang akan ia lakukan?

shot0514 shot0516

[Bersambung ke Bagian 2]  - sudah diposting

Komentar:

Terkadang coklat meleleh memang lebih menyenangkan untuk dinikmati daripada coklat keras. Hidup Won!!

Harapan bahwa Tuan Kim sebenarnya orang baik berakhir sudah. Bagaimana ia bisa menyakiti hati wanita yang selama ini hidup dengannya? Meski Nyonya Han bukan istri sah, tapi ia adalah ibu dari anaknya. Dan seperti kata Nyonya Han, tidak mungkin hubungan mereka terjadi jika Tuan Kim tidak mengajaknya ke tempatnya.

Kita sering melihat dalam Kdrama, entah wanita atau pria (banyakan sih wanita^^) yang meninggalkan orang yang mereka cintai karena mengira itu yang terbaik bagi mereka. Tapi pada akhirnya mereka menyadari orang yang mereka cintai tidak lebih baik dengan kepergian mereka.

Dan itulah yang terjadi pada Eun Sang dan Tan. Eun Sang mungkin pergi demi ibunya dan demi Tan. Tapi apakah itu yang terbaik bagi ibunya? Juga Tan?  Tan hancur setelah kepergian Eun Sang.

Pada akhirnya puisi itu yang mengingatkan, bahwa cinta artinya tidak pernah melepaskan pegangan kita pada orang yang kita cinta….jika kita benar-benar saling mencintai tentunya.

53 komentar:

  1. yeyyy pertama, mba fanny daebakk!!!!!

    BalasHapus
  2. terharu...
    makasih sinopsisnya eonni, dtggu part 2 nya :D

    BalasHapus
  3. Won oppa buat meleleh, setuju ma mbak fanny. Gak sbr nunggu posting selanjutnya ^_^

    BalasHapus
  4. yepp betul tuanbesar sangattttt kejammm berhati iblis... melihat anaknya babak belur masih aja dimarahi...
    berbeda dengan won walaupun won sikapnya sangat dingin pada adeknya ternyata punya hati nurani,,, melihat adeknya hancur, won ga sanggup menahan kesedihan, akhirnya dialah yang membantu tan dan eunsang..

    BalasHapus
  5. makasih mbak sinopsisnya, tetap semangat :)

    BalasHapus
  6. Mbaa fanny aku meleleh baca tulisan kamuu
    Penenkanan kata satu kali. . .satu kali saja kenaa bgtt dihatii
    akuu jadii nangis baca yg baguan ituu
    Makasiiih mbaa
    Tetap semangatt

    BalasHapus
  7. tuan kim anda jahat sekali tuan, duhh geleng2 kepala liat tuan kim, tan aj dimarahin udah babak belur seperti it.,
    semoga drama nya happy ending, 2 episode lg nih,
    gomawo sinopsisny eonni, ^^

    BalasHapus
  8. Makin seru aja....won dah rada mendingan ya ke tan. semoga dia sadar klu py adik yg tulus & baik pdnya. Semangat Mbak fanny.....!!! makasih banyak tuk sinopsisnya....

    BalasHapus
  9. penasaran akhirnya..ntar hyun jo sama won gmana ya??trus rachel ntar sama sapa young do ato hyo shin..wkwkwk,, tapi yg pasti chan young.bona,,eun sang.tan jadi couple tersoo sweett di drama keren ini,,hahaha,, ga sabar,, makasih mba dee mba fanny...

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak yakin tp menurutq won cocoknya emang ama hyun joo. Trus awalnya aku maunya young do kalau tdk bs ama eun sang, maunya ama rachel. Tp dr baca sinopsisnya sampai skrg ini kok kayaknya dia cocok juga ama hyo sin, dia bs jad couple favoritq ke 3 setelah Won <3 Hyun joo, & Bo Na <3 Chan Young..... Penasaran bgt.

      Hapus
  10. Ah daebak,sedih liat tan rapuh..huhu
    cha eunsang perjuangkan cintamu kembalilah pada kim tan..

    BalasHapus
  11. akhir nya aku suka juga sikap nya won
    ooooh keren

    BalasHapus
  12. Terharu banget ƪ‎​​‎​(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    Mksih sinopsis,y mba...

    BalasHapus
  13. scene Young Do sama ibu Eun Sang buat airmata saya meleleh mba fanny, terharu bgt,.. di eps in malah scene Young Do yg buat saya air mata saya meleleh... termasik Tan n Eun Sang juga...

    Bener2 yah Tn. Kim gregetan lihat dia, ngomong kaya gitu sama Ny. Ha, parah bgt sih kata2 nya... >_<

    Mba fanny.. kok scene pas Tan ngikutin Eun Sang, tempat nya familiar, hampr sma tempatnya sama Scene Nice Guy, pas end eps yang SJK ksh cincin sma MCW...
    #perasaan saya aja mungkin hehhe

    ditunggu part 2 nya mba fanny... Fighting

    BalasHapus
    Balasan
    1. Young do, berjiwa besarlah...
      Semoga dia bisa dekat dengan ibunya Eun Sang ya..., kasian sih...

      Hapus
  14. Wonnnn.... Gitu dongggg.. Seneng banget liat Tan n Won di ep 18 ini..
    Liat scene HJ-Won jd mikir, bisa gak sih aq kyk Hyun Jo? Dia ngerti n menerima Won apa adanya, dia rela kalah oleh ambisi Won mencapai puncak tertinggi. Apakah cinta Won yg sprti ini bener2 bisa bikin HJ bahagia? Mungkin iya.. Tp kalau itu aq, hmmmm...mungkin tidak!
    Tp sllu ada hikmah dr setiap hal buruk yg terjd.. Akhirnya coklat itu meleleh setelah sekian lama menjd sekeras batu.. Horeeee...
    Btw, Happy Sunday mb Fanny.. God Bless u n fam...

    BalasHapus
  15. semangat terus tulis sinopsisnya,,
    keren bangeeet
    aku gak tau mau koment apa...jadi bingung??hehehe

    BalasHapus
  16. waaaahhh.. Won nya udah mulai memperlihatkan perhatiannya terhadap tan nihh.. Daebakk
    Gomawo mba fanny..

    BalasHapus
  17. Wah ada banyak scenenya chan young ^^ ditunggu part 2 nya ^^

    BalasHapus
  18. Mksh mb fanny sinopsisny.. kshn KT... Dia bnyk trluka skng frustasiny... rasany pngn tak pukul CEO kim yg biarin KT gtu...YD jgn sdh y liat tlsn dinding di wrg teobokki..mga ja penulis mngjinkn YD ktmu ibu kndungny...Aduh dongsengny KT dan YD kok g nongol wat nglucu sih.. ska kalo MS datang dg klucuanny diantara kemelut mslh yg dtng .. ok ok mksh mb fanny,dtunggu bag 2ny...fighting.
    .

    BalasHapus
  19. Huwa sedih banget tuan kim kmu mati aja

    BalasHapus
  20. Huwa sedih banget tuan kim kmu mati aja

    BalasHapus
  21. Makasih mbak :) ditunggu yg part 2ny mbak :D hwaiting!! :)

    BalasHapus
  22. Di episode 17-18 ini, mata bengkak baca sinopx, smangat ya eonni,, ditunggu part 2 nyaaaa....

    BalasHapus
  23. Scene paling dalem uh pas yd sm ibunya eun sang..betul bgt deh mba fanny pupus harapan klu tuan kim baikk..heran ada orng tua jahat bgt...(semoga kena stroke) halahhhh pikiran apa inihh....heheheheeh..kasian young do nungguin ibunya dikedai dobokki sendirian jd pengen. Nemenin berat diongkoss sihh..hehhehehe thanks mba fanny n dee sinopnya semangat trussss...hwaiting

    BalasHapus
  24. ottoke! ottoke!!! Saya jatuh cinta sama Kim Tan bahkan ketika mukanya bonyok, apa presdir kim juga akan menyingkirkan saya??? (#Diketok pke tongkat presdir)

    Hati yong do di eps ini jadi hangat karena diperhatikan para ibu. Kuatkan hatimu yong do-ya jangan terpikat sama ibu2.. Hehee (#Dibanting yong do)

    Trims mba buat sinop kerennya..

    BalasHapus
  25. ep 17 dan ep 18 memperlihatkan dgn jelas klo toko dreamcather nya tutup dan disewakan...apa itu tanda2 bahwa eun sang dan ibu nya akan tinggal disitu dan mulai usaha dgn toko itu? hehehe... atau mungkn nanti kim tan yg memberikan toko dreamcather itu utk eun sang...mengingat drama ini sangat lekat dgn dreamcather,mudah2an di ahir episode drama ini bukan skedar mimpi eun sang spt yg mba dee posting bbrp hari lalu... I hope....

    BalasHapus
  26. hueeeeeeee......sedihhhh....Tan bener2 jatuh....kuharap Young Do bisa sedikit ngringanin(?) sedihnya Tan...

    BalasHapus
  27. Laahh hyun joo ngapain itu di kamar won??waduuhh .. Neng gak boleh loh tdur satu kasur bgtu ,
    Aduhh mau donk sekamar sm won?? Hahaaa .. *abaikan*

    BalasHapus
  28. Gw setuju sama juni. Tempatnya familiar bgt. Rmh ES persis sama sama rumah SJK di nice guys.pantainya jg..
    Thanks sinopsisnya oenni..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi.. kirain saya aja, tapi emang mirip sih, tapi ga tau juga yah hehheeh :)

      Hapus
  29. Ternyata cinta seperti itu...seperti berpegangan tangan, kita menggunakan otot2 kita, tulang2 dan pembuluh darah agar pegangan kita tidak terlepaskan...kata2 bijak yang sederhana tapi dalam...

    BalasHapus
  30. Penasaran bgt episode 19.gda preview..huhu..kayaknya happy ending sih menurutku..krna drama ini ratingnya bagus..gak kayak future choice..endingnya ngegantung..jdi buat penonton kecewa...klo the heirs happy ending maka jdi sempurna drama korea terfavorit spt meteor garden dulu yg booming bgt...

    BalasHapus
  31. aaaaaaaa.....kasian Ny.Han,,,,aku sebagai wanita juga akan sedih dan marah jika direndahkan seperti itu,,kejamnya Tuan Kim,,

    BalasHapus
  32. Wahh terima kasih sinopsisnya..

    BalasHapus
  33. Ihhhhh.tuan kim ini ia sama siapa aja dia jahat.perasaan ni orng ga pnya sisi baik walupun dikit#amit" deh sambil ketok" meja# mdh" an rachel sama hyo sin jadiaan.kok jdi suka sama ni couple :D komen my bad boynya di part 2 aja ah maksih mba :)

    BalasHapus
  34. Priorotas Won utk menempatkan karir nya di posisi teratas sepertinya mmg ttp hrs di apresiasi, krn berbagai alasan mgkn ya... krn tak mungkin kl dia berlawanan sengit gak jelas gt sm Presdir Kim, toh Won ttp memiliki keyakinan utk mencintai Hyun Joo sbgi satu2nya wanitanya.
    Hanya Won tak seekstrim Tan dikarenakan Won dengan silsilah yang jelas dan Tan meragukan sbg anak dluar nikah, tentu melahirkan kepercayaan diri yang berbeda menghadapi dunia....
    Keduanya memiliki sifat yg mirip yg tentu tdk di dapat dr garis keturunan presdir Kim, tp dr darah ibu2 mereka.... Berharap ending Bahagia utk mrk b2...

    BalasHapus
  35. Di tunggu oeni yg ke 2 nya...
    Sikap tuan kim bner-bner gx bisa dimaklumi..
    The best buat won yg udah mulai luluh sama kim tan
    Moga akhirnya happy anding Ƴɑ̤̥̈̊ªªª•̃⌣•̃

    BalasHapus
  36. Penasaran bg sm kelanjutannyà ........

    BalasHapus
  37. Ini drama dalam bgt ya..sampi nangis aq, tp aq trharunya saat si coklat meleleh...aduh tan hebat bgt sampi berasa sedih. Bangkitlah!
    g kerasa tinggl 2 episode lg....semoga happy end

    BalasHapus
  38. Jujur aku nangis lihat kelakuan Tan yang kacau saat dia di tinggal pergi oleh Eun Sang... hehehe
    Berharap ending yang menakjubkan thanks mba'

    BalasHapus
  39. Cinta yg terlalu berat buat anak sma

    BalasHapus
  40. Hidup Won !!! Aaaa.... Won kereen!! >_< knapa ya aku liat Won disini serasa ngeliat Myungsoo / L Infinite ._. Mirip banget weeh.. *menurutku sih* makasih yah abang Won.. Kek mak comblang deh nyatuin Eun Tan. Hihi xD
    P. Kim mh udh kek iblis, gk punya hati nurani tau gak! Oh ya, P. Kim itu Seo Dae Suk yang jd ayahnya Seo Do Yeon di drama IHYV bukan??

    Hahh aku pnasaran bagaimana endingnya, apa yang akan trjadi dgn P. Kim nanti, apa ia akan sadar? Atau gmanaa?? Huh moga tidak mengecewakan! :)

    BalasHapus
  41. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  42. Saya meleleh :')

    BalasHapus
  43. AwalNya Sech Gwe Cuek Ajja Klo Ada Drama Korea
    Tapi Yang 1 Nii Gilak Bgt
    KayakNya Gwe Udah Di Hipnotis Ma Nii Drama
    Top Dech AktingNya Artis Korea

    BalasHapus

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)