Selasa, 17 Desember 2013

Sinopsis Empress Ki Episode 14

ki-00082

Seung Nyang sudah sembuh. Ia berterima kasih pada Dok Man karena memberinya obat. Tapi Dok Man memberitahu Seung Nyang bahwa obat itu dikirim oleh tabib istana (untuk keluarga karajaan) dan Ta Hwan sering menjenguk Seung Nyang saat Seung Nyang sakit. Ia tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi.

ki-00004 ki-00006

Sementara itu Ta Hwan tak bisa menyembunyikan kegelisahan nya mendengar Wang Yoo masih hidup. Apalagi ketika ia tahu Wang Yoo lah yang memenangkan pertarungan melawan bangsa Turk.

Kegelisahannya memuncak kala ia melihat Seung Nyang. Ia memerintahkan Seung Nyang terus beristirahat dan tidak melangkah keluar dari tempatnya. Walau merasa heran dengan sikap Ta Hwan yang uring-uringan, Seung Nyang mematuhinya.

ki-00009 ki-00011

Danashiri mendengar Wang Yoo akan menghadap Ta Hwan hari ini. Rumor yang beredar menggambarkan Wang Yoo sebagai seorang yang liar dan playboy. Danashiri menganggap rendah Raja Goryeo. Menurutnya pantas saja Wang Yoo kehilangan tahtanya.

Dayang Soh berkata mereka harus melindungi para gadis istana, jadi siapa yang harus mereka kirim untuk melayani Wang Yoo. Senyum licik muncul di bibir Danashiri. Menurutnya Seung Nyang adalah orang yang cocok. Ha.

Danashiri memilih Seung Nyang karena ia dendam pada Seung Nyang yang telah mengkhianatinya. Ia pikir Seung Nyang akan menderita jika dikirimkan pada Wang Yoo.

Menariknya, pada awalnya Raja Goryeo yang akan ditampilkan dalam drama ini adalah Raja Chunghye. Dan dalam sejarah ia memang digambarkan liar dan playboy (dalam drama Faith, ia adalah raja kejam pemabuk yang membunuh guru Choi Young). Namun pihak produksi memutuskan mengganti tokoh Raja Chunghye dengan tokoh fiksi Wang Yoo, diakibatkan munculnya banyak protes jika Raja Chunghye digambarkan sebagai tokoh pahlawan.

ki-00014 ki-00020

Wang Yoo tiba di istana Yuan. Para wanita penghuni istana langsung tergugu gaga melihatnya. Mereka tidak menyangka Wang Yoo seorang yang gagah.

Namun hanya satu yang dicari Wang Yoo. Tapi ia tidak menemukannya. Karena Seung Nyang diperintahkan tidak boleh keluar.

ki-00031 ki-00026

Bayan, Wang Yoo, dan Tal Tal menghadap Ta Hwan. Ta Hwan hendak membeir penghargaan pada Bayan. Tapi Bayan dengan jujur mengaku bahwa bukan dirinya yang membawa kemenangan, melainkan Wang Yoo.

Wajah Ta Hwan semakin kecur. Wang Yoo berkata kemenangan adalah milik mereka yang berjuang dan tetap berdiri. Jadi kemenangan adalah milik mereka semua.

Ta Hwan menghadiahi Wang Yoo 1000 batang emas, dan 10 ribu tael perak. Sementara Bayan dihadiahi 10ribu batang emas dan kenaikan pangkat. El Temur tidak nampak senang mendengar Bayan diberi kenaikan pangkat.

ki-00038 ki-00049

Seung Nyang heran mengapa para dayang tidak ada. Hong Dan memberitahukan kedatangan mantan Raja Goryeo dan semua orang ingin melihat ketampanannya. Seung Nyang kaget. Yang Mulia belum mati? Hong Dan berkata Wang Yoo justru membawa kemenangan.

ki-00058 ki-00060

Seung Nyang langsung berlari ke istana. Ia melihat Wang Yoo diikuti empat sekawan berjalan ke luar. Seung Nyang terus mengikuti Wang Yoo, berharap Wang Yoo menoleh dan melihatnya.

Akhirnya Wang Yoo menoleh. Seung Nyang menatapnya dengan penuh kerinduan dan penuh harap. Tapi Wang Yoo sepertinya tidak melihatnya dan berjalan pergi. Seung Nyang sangat kecewa.

ki-00092 ki-00094

Setelah tiba di kamar, Wang Yoo bertanya pada Sun Woo apakah ia melihat Seung Nyang. Sun Woo tidak melihatnya. Wang Yoo ternyata melihat, ia tahu Seung Nyang melihatnya. Tapi ia pura-pura tidak melihat karena tidak boleh memperlihatkannya di depan umum.

Sun Woo berkata ia akan meminta pertolongan orang yang ia kenal agar Wang Yoo bisa bertemu dengan Seung Nyang diam-diam.

ki-00096  ki-00098

Ta Hwan menjamu Wang Yoo secara pribadi. Ia mengingatkan hari pertama ketika ia dulu tiba di istana Goryeo. Ketika itu Wang Yoo memarahinya. Wang yoo ketika itu berkata bukan Yuan yang akan membuat Ta Hwan tetap hidup melainkan Goryeo.

Ta Hwan dengan sinis berkata dunia ini memang lucu. Dulu ia diasingkan namun sekarang menjadi Kaisar. Dulu Wang Yoo adalah seorang raja, namun sekarang tak lebih dari seorang sandera.

“Walau begitu aku melakukan segalanya untuk menjagamu tetap hidup.”

“Kau tidak menyelamatkanku. Seung Nyang yang melakukannya.” Sigh…andai ia tahu Seung Nyang melakukan itu demi menyelamatkan ayahnya dan ayahnya malah mati karena Ta Hwan mengkhianatinya.

Ia bertanya apa Wong Yoo ingin bertemu dengan Seung Nyang. Wang Yoo meminta Ta Hwan mengembalikan Seung Nyang ke Goryeo.

“Rakyatmu menghina orang-orang yang kembali dari Yuan. Apa kau mengharapkan hal itu terjadi padanya?”

“Ia akan lebih bahagia di sana daripada di sini.”

Ta Hwan berkata ia yang akan memberi Seung Nyang kebahagiaan. Wang Yoo bertanya apa itu yang diinginkan Seung Nyang. Ta Hwan menggebrak meja.

“Aku adalah kaisar. Surga atau neraka, nasibnya ada di tanganku, bukan di tanganmu. “

“Kalau begitu siapa yang menentukan nasib Kaisar?” tanya Wang Yoo. Nasib Ta Hwan tidak berada di tangan Ta Hwan, bagaimana bisa menentukan nasib orang lain?

Ta Hwan jadi kesal. Wang Yoo berkata ia mengenal Seung Nyang dengan baik. Ta Hwan tidak akan pernah mendapatkan apa yang Ta Hwan inginkan. Lalu ia pamit undur diri.

Ta Hwan tidak bisa menyangkal karena dalam hatinya ia juga menyadari hal itu.

ki-00112ki-00113

Siapa teman Sun Woo? Tak lain tak bukan si kepala dayang, Dok Man. Mereka melepas rindu dengan bergurau dan tertawa bersama. Sun Woo meminta bantuannya untuk mempertemukan Seung Nyang dengan Wang Yoo. Dok Man tidak mau. Walau ia berasal dari Goryeo, tapi sekarang ia abdi Yuan.

Sekali orang Goryeo tetap orang Goryeo, kata Sun Woo. Ia terus membujuk Dok Man.

ki-00121 ki-00131

Seung Nyang merenung di kamarnya. Bertanya-tanya apakah tadi Wang Yoo memang tidak melihat-lihatnya atau pura-pura tidak melihat. Sambil menghela nafas panjang, ia pikir Wang Yoo mungkin hanya menganggapnya sebagai bawahannya.

Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu. Sun Woo melongok masuk. Seung Nyang terkejut. Sun Woo sangat senang melihat Seung Nyang. Untuk pertama kalinya ia melihat Seung Nyang sebagai wanita. Ia memuji kecantikan Seung Nyang. Seung Nyang jadi sedikit malu.

Seung Nyang menanyakan keadaan Wang Yoo. Sun Woo berkata Wang Yoo dalam keadaan baik. Ia meminta Seung Nyang menemui Wang Yoo malam ini di depan kuil jam 8 malam. Seung Nyang sangat senang.

ki-00138 ki-00146

Danashiri kesal karena pagi dan sore ia harus memberi salam pada musuhnya, Ibu Suri. Ibu Suri berkata pasti lelah harus menemuinya pagi dan sore. Sambil tersenyum (walah mengamuk dalam hati), Danashiri berkata ini sudah menjadi tugasnya.

Ibu Suri berkata ia menyiapkan minuman obat untuk Danashiri. Sudah waktunya bagi Danashiri untuk hamil. Sulit bagi seorang Permaisuri untuk memenuhi perannya jika tidak memiliki anak laki-laki. Danashiri tahu betul, Ibu Suri sedang meledeknya. Namun ia tetap tersenyum dan berterima kasih karena ia tidak tahu Ibu Suri mengkhawatirkannya.

Ibu Suri berkata tentu saja ia khawatir. Apa Danashiri pikir ia tidak menyukainya? Tentu saja tidak, jawab Danashiri. Semua orang tahu betul Ibu Suri orang seperti apa. Senyum di wajah Ibu Suri menghilang. Ia berkata tiada maaf di tempat ini, Danashiri harus berusaha lebih keras.

ki-00153 ki-00161

Danashiri pergi dengan marah dari kediaman Ibu Suri. Ia merasakan tekanan untuk mendapatkan keturunan. Dayang So memberitahunya mengenai sebuah kepercayaan bahwa membungkuk 108 kali di kuil pada bulan purnama akan membantu untuk mendapatkan keturunan. Banyak Permaisuri yang sudah melakukannya.

Tapi Danashiri tidak mau. Dengan melakukan itu sama saja dengan mengumumkan bahwa ia tidak bisa memiliki anak. Dayang Soh berkata saat ini mereka harus mencoba semuanya. Danashiri tidak mau karena ia masih memiliki harga diri.

ki-00166 ki-00170

Wang Yoo terus menerus bercermin hingga diledek oleh Sun Woo dan Moo Song. Seung Nyang tak henti-hentinya tersenyum karena sebentar lagi ia akan berjumpa dengan Wang Yoo.

 ki-00177 ki-00182

Dalam kegalauannya, Ta Hwan terus minum arak. Ia teringat Seung Nyang yang berkata bahwa ia akan selalu mengabdi pada Wang Yoo seperti anak ayam yang mengenali induknya begitu telur menetas. Lalu ia teringat ucapan Wang Yoo bahwa Ta Hwan tak akan pernah mendapatkan apa yang ia inginkan.

“Tidak aku akan mendapatkan apapun yang kuinginkan, bagaimanapun caranya.”

Berlawanan dengan apa yang dikatakannya, Danashiri pergi berdoa di depan kuil (bukan kuil sih tepatnya…mirip stupa). Ibu Suri tertawa ketika mendengar hal itu. Membungkuk seribu kalipun, Danashiri tidak akan mendapatkan keturunan. Bangsawan Zhang bertanya mengapa Ibu Suri begitu yakin. Hanya Buddha yang tahu, jawab Ibu Suri.

ki-00191 ki-00195

Seung Nyang bersiap pergi ketika tiba-tiba Ta Hwan masuk ke dalam kamarnya. Seung Nyang kaget, apa yang dilakukan Ta Hwan di kamarnya. Ini istanaku, jawab Ta Hwan. Ia bebas pergi ke mana saja. Ia berjalan mendekat Seung Nyang. Seung Nyang mundur menghindari Ta Hwan.

ki-00200 ki-00201

Danashiri berdoa sungguh-sungguh agar Buddha memberinya anak laki-laki. Tiba-tiba ia melihat seseorang berjalan ke arah kuil. Danashiri buru-buru bersembunyi di balik stupa sambil mengomel. Sebelumnya ia sudah memerintahkan Dayang Soh agar melarang siapapun datang ke kuil malam ini.

Orang itu mendekat. Malihat pakaian dan dandanannya, Danashiri langsung menduga Wang Yoo adalah Raja Goryeo yang dimaksud. Wang Yoo mengambil dupa dan hendak berdoa. Danashiri ingin melihat lebih dekat karena penasaran.

ki-00213 ki-00215

Ia tidak sengaja menyenggol lonceng hingga bersuara. Danashiri buru-buru bersembunyi. Ketika ia melihat ke arah meja sembahyang, Wang Yoo sudah tidak ada. Danashiri heran bagaimana bisa Wang Yoo menghilang secepat angin.

Ia berbalik dan terlompat kaget karena Wang Yoo berdiri di belakangnya. Wang Yoo mengira Danashiri seorang dayang (Danashiri hanya mengenakan gaun putih polos). Danashiri berkata tidak ada pria yang diijinkan masuk ke tempat ini. Ia memerintahkan Wang Yoo pergi sekarang juga.

ki-00231 ki-00234

Wang Yoo berkata setahunya tempat ini dilarang setelah jam 8 malam. Dan sekarang belum jam 8. Danashiri pergi dengan kesal.

Wang Yoo memegang tangannya untuk bertanya. Danashiri langsung menamparnya. Beraninya Wang Yoo menyentuhnya. Wang Yoo tak kalah terkejutnya.

Danashiri mengancam akan berteriak. Wang Yoo mempersilakan Danashiri melakukannya. Bersama pria asing di malam hari begini, pasti akan berdampak tidak baik pada Danashiri. Danashiri mengangkat tangannya untuk menampar Wang Yoo lagi. Tapi Wang Yoo menangkap tangannya. Ia menegaskan ia akan pergi pada waktunya.

“Pelayan macam apa kau?” ujarnya. “Menampar seorang pria tanpa bertanya lebih dulu siapa dia? Kau benar-benar hebat.”

“Kita lihat siapa yang hebat di siang hari,” kata Danashiri dalam hati. Ia pergi dengan kesal.

ki-00249 ki-00250

Lonceng jam 8 berbunyi. Wang Yoo bertanya-tanya apa yang menahan Seung Nyang.

Ta Hwan menjatuhkan Seung Nyang ke tempat tidur. Seung Nyang bertanya mengapa Ta Hwan bersikap seperti ini. Ta Hwan berkata beraninya Seung Nyang bertanya. Bahkan jika Seung Nyang berteriak sekalipun tidak akan ada yang menolongnya karena kasimnya mengelilingi tempat ini.

Seung Nyang tersu meronta. Ta Hwan bertanya apakah Seung Nyang akan bersikap seperti ini jika ia adalah Wang Yoo. Seung Nyang mendorong Ta Hwan dengan marah.

ki-00263 ki-00265

Ta Hwan memegangi tangan Seung Nyang. Ia meminta Seung Nyang tidak pergi. Ia tidak akan pernah memberikan Seung Nyang pada Wang Yoo. Seung Nyang menepis tangan Ta Hwan.

Ta Hwan berkata sama seperti Seung Nyang menganggap Wang Yoo orang yang pertama dilihatnya, baginya Seung Nyanglah orang yang pertama dilihatnya begitu ia keluar dari cangkangnya.

Seung Nyang terpaku. Ia menoleh pada Ta Hwan lalu pergi.

Tapi ketika ia tiba di kuil, Wang Yoo telah pergi.

ki-00271 ki-00275

Wang Yoo kembali ke kamarnya. Ia bertanya pada Sun Woo bagaimana keadaan Seung Nyang. Sun Woo berkta Seung Nyang nampak bersinar dan sehat. Ia berkata ia akan memanggil Seung Nyang lagi besok. Tapi Wang Yoo melarangnya. Baginya yang terpenting kebahagiaan Seung Nyang. Jika Seung Nyang hidup dengan baik di sini, maka ia tidak akan mengganggunya.

ki-00281 ki-00284

El Temur memberitahu kedua anaknya bahwa ayah Ta Hwan menulis dan menyimpan surat wasiat sebelum ia mati diracun olehnya. Sebelum El Temur datang, ayah Ta Hwan menulis surat dengan darahnya lalu menyelipkannya dalam sebuah buku.

Kemudian El Temur masuk membawa racun dan menyuruh ayah Ta Hwan meminumnya. Sebelum minum racun, ayah Ta Hwan meminta El Temur berjanji padanya bahwa Ta Hwan akan meneruskan tahtanya. El Temur berjanji. Ayah Ta Hwan minum racun dan langsung mati. Hmm…aneh, kaisar kok nurut sama El Temur.

El Temur melihat jari ayah Ta Hwan meneteskan darah. Saat itu ia sadar ayah Ta Hwan telah menulis surat wasiat berdarah. Tapi tidak ada yang tahu di mana surat itu berada. El Temur hanya tahu ada pihak lain yang mencari surat itu. Dan jika orang itu menemukan surat berdarah lebih dulu, maka El Temur dalam bahaya besar.

ki-00289 ki-00299

Kepala pengawal menghadap El Temur. Ia berkata ia telah menemukan orang yang dicari. Orang itu tahu siapa yang mencari surat berdarah itu.

Ketika kepala pengawal pergi ke tempat yang ditentukan, ia malah menemukan Tal Tal. Tal Tal berkata orang yang dicari komandan pengawal sudah mati. Komandan pengawal segera sadar Tal Tal adalah orang yang mencari surat itu.

Bayan keluar dari persembunyiannya dan mencekik leher komandan dengan tali. Komandan pengawal mati. Bayan berniat mencari surat itu untuk menjatuhkan El Temur dan meraih kekuasaan.

ki-00306 ki-00311

Danashiri mengomel pada para dayangnya karena menurutnya pakaiannya tidak cukup bagus dan mewah untuk pesta nanti. Dayang Soh mengingatkan nanti Danashiri akan terlambar. Tapi Danashiri tidak mau tahu. Hari ini ia akan memperlihatkan pada pria angkuh dan kasar itu. Ia juga berubah pikiran untuk mengirimkan Seung Nyang pada Wang Yoo.

ki-00312 ki-00316

Ibu Suri terus memuji kemenangan Wang Yoo. Ketampanannya juga kejantanannya. Melihat Seung Nyang tersenyum bangga, Ta Hwan bertambah kesal mendengarnya. Ibu Suri berpendapat Ta Hwan akan terbantu jika dikelilingi orang-orang berbakat seperti Wang Yoo.

Ta Hwan mengadakan pesta untuk merayakan kemenangan melawan bangsa Turk. Sambil menunggu kehadiran Ta Hwan, El Temur berbicara dengan Wang Go. Ia berkata pesta ini juga pesta perpisahan untuk Wang Go. Ia menyuruh Wang Go pergi dari ibukota. Mengusir lebih tepatnya.

Wang Go bertanya apakah El Temur membuangnya. El Temur berkata ia tidak membuang, tapi melepaskan. Wang Go disarankan untuk melupakan tahta Goryeo dan menjalani sisa hidupnya dengan tenang. Tentu saja Wang Go tidak terima, tapi El Temur tidak peduli dan tidak bisa dibantah.

ki-00330 ki-00331

Ta Hwan dan Ibu Suri tiba di aula istana tempat pesta diadakan. Saat itulah Seung Nyang melihat Wang Yoo. Ia tersenyum. Wang Yoo menoleh dan tersenyum pada Seung Nyang. Seung Nyang segera sadar ia berada di mana dan cepat-cepat menunduk. Wang Yoo juga menyadari itu.

ki-00336 ki-00337

Ibu Suri yang baru pertama kali melihat Wang Yoo kembali memujinya. Wang Yoo melirik Seung Nyang. Dan hal ini tidak lepas dari pengamatan Ta Hwan. Ibu Suri berkata Wang Yoo akan menjadi suami yang hebat bagi puteri keluarga kerajaan. Ia menanyakan pendapat Ta Hwan. Ta Hwan hendak protes.

Wang Yoo berkata ia belum terpikir untuk menikah. Ibu Suri berkata Goryeo seperti putera bagi Yuan. Bakat hebat seperti Wang Yoo tidak boleh disia-siakan. Ia menanyakan pendapat El Temur. Dengan kesal El Temur berkata tidak ada waktu untuk mengobrol, sebaiknya pesta segera dimulai. Ta Hwan menyuruh mereka untuk makan dan minum sepuasnya.

ki-00351ki-00352

Danashiri tiba. Ia meminta maaf karena datang terlambat. Kemudian ia menatap Wang Yoo. Wang Yoo langsung mengenalinya sebagai gadis yang dilihatnya malam itu. Ia berdehem malu.

ki-00357 ki-00361

Dalam pesta, Wang Yoo dan Seung Nyang tak henti-hentinya saling mencuri pandang. Ta Hwan menyadari hal itu dan terus minum arak.

ki-00368 ki-00369

Seorang dayang masuk ke ruang arsip dan menemukan mayat komandan pengawal tergantung di langit-langit. Ia berteriak ketakutan.

 ki-00375 ki-00377

Ibu Suri meminta Wang Yoo memainkan geomungo karena ia mendengar kehebatan Wang Yoo dalam memainkannya. Wang Yoo berkata ia lebih banyak memegang pedang akhir-akhir ini dan sudah lama tak berlatih. Danashiri berkata ia juga ingin mendengarnya.

Wang Yoo melihat Seung Nyang. Seung Nyang tersenyum memberinya semangat. Wang Yoo akhirnya mengikuti kemauan mereka.

Para gadis istana langsung terpesona. Eh…termasuk Ibu Suri dan Danashiri?? >,<

ki-00383 ki-00387

Namun pandangan Wang Yoo hanya terarah pada Seung Nyang. Keduanya teringat awal perjumpaan mereka di mana Wang Yoo mengira Seung Nyang adalah pria dan mengajarinya geomungo, juga kebersamaan mereka setelahnya. Mereka mulai diliputi perasaan sedih. Kali ini bukan hanya Ta Hwan yang menyadarinya, tapi Dang Ki Se juga.

ki-00393 ki-00394

Tiba-tiba Dok Man menerobos masuk ke dalam aula dan mengumumkan kematian komandan pengawal Gop Sol. Semua terkejut. Bahkan Bayan dan Tal Tal. Kecuali….Wang Go yang dengan tenang meminum tehnya. Hmm.

Bayan buru-buru bangkit berdiri dan berkata ia akan memeriksanya. Ia dan Tal Tal bergegas pergi ke ruang arsip tempat mayat itu ditemukan. Tal Tal memerintahkan pada Byung Soo agar tidak seorangpun diperbolehkan masuk ke dalam ruang arsip. Byung Soo tersinggung tidak diikutsertakan.

ki-00400 ki-00401

Bayan dan Tal Tal melihat mayat Gop Sol. Bayan bertanya bagaimana ini bisa terjadi. Tal Tal berkata semalam ia telah membuang mayat Gop Sol ke dalam sumur. Sumur itu terletak di desa Goryeo di luar ibukota. Desa itu sedang terserang wabah, tambah satu mayat lagi tidak akan ada bedanya.

Tapi tidak mungkin mayat itu berjalan kembali ke istana sendiri. Bayan berkata pasti ada yang melihat mereka membunuh Gop Sol.

ki-00409 ki-00412

Dang Ki Se masuk dan memeriksa mayat itu. Ia menemukan dua tanda bekas tali di leher Gop Sol. Tidak mudah baginya untuk menyimpulkan Gop Sol dibunuh dengan dicekik menggunakan tali lalu digantung di ruang arsip. (Biasanya mayat yang tergantung mengindikasikan orang itu bunuh diri)

Tal Tal berkata jika berita ini keluar maka akan menimbulkan kehebohan. Lebih baik menyelidiki hal ini diam-diam.

Tampaknya Dang Ki Se berpendapat sama. Karena itu ia membiarkan Bayan memberitahu Ta Hwan bahwa Gop Sol mati bunuh diri dengan menggantung diri. Dang Ki Se berbisik pada ayahnya bahwa Gop Sol sebenarnya mati dibunuh.

ki-00415 ki-00418

Ta Hwan yang mabuk sama sekali tidak peduli Gop Sol mati gatung diri atau dibunuh. Ia mengumumkan pesta telah usai dan menyuruh semua orang keluar. Ibu Suri bertanya mengapa Ta Hwan minum begitu banyak. Ta Hwan menjawab karena ia sangat gembira.

Ia pergi meninggalkan aula diikuti para pengikutnya, termasuk Seung Nyang. Danashiri juga keluar namun ia sempat tersenyum pada Wang Yoo.

ki-00427 ki-00430

Setelah semua orang keluar, Wang Go menghampiri Wang Yoo. Ia bertanya apakah Wang Yoo tahu desa Goryeo di Yuan. Desa itu adalah tempat di mana rakyat asal Goryeo tinggal. Ia berkata pastinya Wang Yoo ingin tahu tempat itu.

Wang Yoo berkata ia sudah mengirimkan orang ke sana. Dan ia berkata Wang Go yang munafik tidak perlu membahas rakyat dengannya. Wang Go berkata ia akan kembali ke Goryeo besok. Sebelum itu ia ingin bertemu dan berbincang dengan Wang Yoo tidak mau. Tapi begitu Wang Go bertanya apakah Wang Yoo percaya Gop Sol mati bunuh diri, Wang Yoo jadi penasaran.

ki-00432 ki-00434

Byung Soo memeriksa mayat Gop Sol. Ia buru-buru bersembunyi ketika mendengar suara pintu dibuka. Ternyata El Temur yang datang bersama para puteranya, Bayan, dan Tal Tal untuk melihat mayat itu.

El Temur berkata pembunuhnya pasti tidak jauh dari mereka dan ingin mayat ini ditemukan. Ia memerintahkan Bayan untuk mencari pembunuh Gop Sol dengan diam-diam.

Setelah Bayan dan Tal Tal pergi, Dang Ki Se berkata pada ayahnya bahwa pembunuhnya pastilah orang yang mencari surat berdarah itu juga. Ia ragu Bayan diserahi tanggung jawab untuk mencari pembunuh Gop Sol. Tapi El Temur memiliki tugas lain untuk putera sulungnya. Mencari surat berdarah itu. Ia yakin surat itu ada di dalam istana. Mereka harus menemukannya sebelum pihak lain menemukannya.

Byung Soo yang menguping pembicaraan mereka, ikut mendengar mengenai surat berdarah itu. Dan ia langsung merasa surat itu adalah tiketnya untuk menuju puncak.

ki-00449 ki-00451

Terganggu dengan perkataan Wang Go, Wang Yoo pergi ke desa Goryeo. Jeom Bak Yi dan Boo Hwal yang sebelumnya dikirim Wang Yoo untuk melihat keadaan, melarang Wang Yoo masuk ke desa karena desa itu diserang wabah.

Tapi karena Wang Yoo peduli pada rakyatnya, ia nekat masuk. Keempat sekawan mengikutinya. Desa itu sungguh mengerikan. Semua orang mengenakan penutup hidup dan mayat-mayat bergelimpangan. Namun ketika mereka mengetahui Wang Yoo adalah raja Goryeo, mereka malah menyiram Wang Yoo dengan air.

Mereka mengira Wang Yoo membuang mereka dan berkata Wang Yoo lebih buruk dari wabah yang menyerang mereka. Wang Yoo terpaksa pergi. Tapi kepala desa itu sempat mengomel beberapa waktu lalu ada orang gila memungut mayat dari sumur. Wang Yoo langsung teringat pada Wang Go.

ki-00460 ki-00462

Ia pergi menemui Wang Go. Wang Go tidak nampak terkejut. Ia tahu Wang Yoo pasti akan menemuinya. Wang Yoo bertanya apa yang ingin dikatakan Wang Go.

Wang Go bertanya apakah Wang Yoo ingin El Temur jatuh. Walau motifnya dan Wang Yoo berbeda, tapi tujuan mereka sama. Dengan kematian El Temur, Wang Yoo bisa mendapatkan tahtanya kembali.

Wang Yoo heran, selama sepuluh tahun lebih Wang Go telah menjadi anjing pemburu El Temur. Wang Go tidak menyangkal. Tapi El Temur telah membuangnya seperti sampah dan ia tidak mendapatkan apapun.

Wang Yoo bertanya mengapa Wang Go membunuh Gop Sol. Wang Go berkata bukan ia yang membunuhnya. Ia hanya memindahkan mayat itu ke istana.

Wang Yoo bertanya siapa dan mengapa mereka membunuh Gop Sol. Wang Go berkata mereka menginginkan surat berdarah. Surat wasiat mendiang kaisar yang ditulis oleh darahnya sendiri. Siapapun yang menemukan surat itu bisa menyingkirkan El Temur dan mendapatkan kekuasaan sebenarnya.

ki-00469 ki-00470

Ta Hwan lagi-lagi tidak membiarkan Seung Nyang pergi dari hadapannya. Ia takut Seung Nyang akan meminta agar ia mengirimnya pada Wang Yoo. Ia memerintahkan Seung Nyang membacakan buku untuknya. Meski ia telah tidur, Seung Nyang harus terus membaca.

Meski kesal, Seung Nyang membaca untuk Ta Hwan. Walau Seung Nyang berada di sisinya, kegelisahan Ta Hwan tidak hilang.

ki-00478 ki-00480

Wang Yoo memikirkan perkataan Wang Go. Wang Go berkata El Temur pasti mulai mencurigai orang-orang terdekatnya dengan kematian Gop Sol. Betapapun kecilnya sebuah retakan, air bisa merembes masuk. Ia menyarankan Wang Yoo menggunakan retakan itu. Begitu retak, maka kehancuran hanyalah tinggal menunggu waktu. Wang Go berkata itulah hadiah terakhirnya untuk Wang Yoo.

Wang Yoo berpikir ia membutuhkan orang yang mengenal istana. Dan tentu saja yang terpikir olehnya adalah Seung Nyang. Ia bertanya pada Sun Woo bagaimana caranya ia bisa masuk ke istana untuk menemui Seung Nyang.

ki-00481 ki-00482

Di saat yang sama, Ta Hwan terbangun. Ia tidak habis pikir Seung Nyang tetap memilih Wang Yoo meski ia sudah sangat baik padanya. Ia memutuskan mencari Seung Nyang.

Di saat yang sama, Wang Yoo menerobos istana. Ia melihat Seung Nyang namun langsung bersembunyi ketika melihat Ta Hwan mencari Seung Nyang.

Seung Nyang menoleh ketika mendengar panggilan Ta Hwan.Tiba-tiba dari samping seseorang menariknya masuk ke dalam sebuah ruangan.

Wang Yoo menutup mulut Seung Nyang dengan tangannya. Seung Nyang terkejut melihat Wang Yoo.

ki-00489ki-00490  

Ta Hwan tiba di depan ruangan itu dan berteriak-teriak mencari Seung Nyang. Seung Nyang nampak bimbang.

ki-00491 ki-00494

Komentar:

Setelah episode-episode sebelumnya kita dibuat tegang dengan perang taktik baik di istana maupun di medan perang, kali ini kita dibuat penasaran dengan pencarian harta karun…eh surat wasiat berdarah yang mungkin menjadi penyebab kejatuhan El Temur.

Kira-kira siapa yang akan menemukan surat itu lebih dulu?

Akhirnya semua bertemu kembali dalam istana ini. Ta Hwan semakin gelisah. Hm…kapan ya kaisar yang satu ini mulai memikirkan langkah ke depan selain memikirkan Seung Nyang >,<

Namun aku juga tidak setuju jika Wang Yoo lagi-lagi menggunakan Seung Nyang demi keperluannya. Saat ini Seung Nyang tidak yakin Wang Yoo melihatnya sebagai seorang wanita. Jika Wang Yoo lagi-lagi memberinya tugas, maka sama saja dengan menyatakan bahwa ia menganggap Seung Nyang sebagai anak buahnya. Dan lagi hal itu akan membahayakan Seung Nyang.

Aku yakin Seung Nyang akan dengan senang hati membantu Wang Yoo, tapi apakah ini awal yang bagus setelah pertemuan mereka kembali?

14 komentar:

  1. Gumawo mbak fanny, aku liat komennya dulu baru baca.. berhubung udah nonton hheeee...
    Akhirnya setelah terpisah mereka ketemu yeah... shippernya WY ma SN... ngeliat gelagatnya Wy pas deg2an sama selalu ngeliat cermin sebelum ketemu SN aku yakin kalo WY itu nganggep SN sbg wanita hheee..
    Aku inginnya WY balik ke Goryeo hhee bawa SN.. abisnya kesel ma Tahwan yg seenaknya aja ma SN hhheee ngejar2 cintanya SN, padahal SN udah jelas bgt ga bakalan suka sama Tahwan karena satu2nya raja dan pria yg dia sukai adalah WY hheee..
    #WY&SNshippper

    BalasHapus
  2. Mksh mba lanjutan sinopnya... Aku gak semangat nontonya coz pake bahasa kalbu,jd selalu menunggu sinop mbak fanny.. Luph u always mba

    BalasHapus
  3. mba makasih ya kelanjutan sinopnya ....
    mba episode selanjutnya harap cepat ya mba :)

    mba fanny semangat (Y)

    BalasHapus
  4. Wahh, udah keluar ,
    sudah di mulai cinta segitiga nya ^^, ttep semangat mbak fanny, bkin sinop nya !!

    BalasHapus
  5. Masih belom bisa move on dr drama the heirs nih....hiks...help me....

    BalasHapus
  6. Makasi ya mba ceritax tambah menarik. Tetap semangat.

    BalasHapus
  7. ha ji won emank kece kalo main film ya...naksir bget ma ni film...huaaa

    BalasHapus
  8. Gomawo sinopsisnya eonni fanny

    BalasHapus
  9. omo,,,akhir episode yg bkin pengen haha
    tp bener jg nti SY malah mikir WY cma nganggap dy bawahan
    nyatakan cinta z pdhl drpd ngasih misi hehehe mau nya sy it mah

    BalasHapus
  10. Wah bau2nya bkal ada loveline Danashiri-WangYoo nih...Ni drama intrikny bnyk bngt...Tp seruuu

    BalasHapus
  11. \ >< / Mba fanny...nunggu2 di episode 15 dan 16 nich...!!!

    BalasHapus
  12. 15 -16 duuuummmssss mbaaa faann :D

    BalasHapus

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)