Jumat, 04 Oktober 2013

Sinopsis The Master’s Sun Episode 16 (Bagian 2)

fbnd-01097

[Sinopsis Bagian 1 klik di sini]

Jin Woo berkata saat ini pikiran Gong Shil pasti kusut. Gong Shil membenarkan. Orang-orang tidak benar-benar mengerti dirinya dan mengira dirinya hanya bersikap berani (dengan meninggalkan Joong Won). Mereka menganggap lucu jika Gong Shil pergi di saat ada seseorang seperti Joong Won berada di sisinya.

Jin Woo bertanya apakah Gong Shil akan tetap berada di sisi Joong Won seperti sekarang dan terus bertahan sambil menghadapi masalah mereka. Karena ia melihat Joong Won sudah siap untuk melakukan itu.

Gong Shil menggeleng. Sudah berat baginya untuk memutuskan pergi. Bahkan memikirkan ia tidak akan melihat Joong Won lagi mulai sekarang membuatnya merasa ada yang hilang di hatinya. Jin Woo menghela nafas panjang.

fbnd-00762 fbnd-00763

Ia menoleh.

“Anak ini mengikutimu?” tanyanya. Ia melihat hantu Woo Jin di dekat mereka.

Gong Shil berkata nama anak itu Woo Jin dan ia mengkhawatirkan ibunya jadi ia terus mengikutinya. Jin Woo bertanya apakah Gong Shil tidak akan mendengarkan permintaan Woo Jin.

“Aku tidak mau. Terakhir kali, aku hampir membuatnya (Joong Won) terbunuh saat mengikutinya (Woo Jin).Sudah kubilang aku mengikutimu karena aku tidak mau melakukannya lagi.”

Jin Woo berkata ia akan menunggu Gong Shil besok di bandara. “Putuskan sendiri kau akan datang atau tidak.”

Gong Shil tidak menjawab. Ia pergi meninggalkan Jin Woo dan Woo Jin (eh namanya tinggal dibalik^^).

fbnd-00765 fbnd-00769

Jin Woo berjongkok di depan hantu Woo Jin.

“Penderitaan Gong Shil dimulai dari Woo Jin? Sepertinya ia akan membuat keputusan terakhir karena dirimu juga,” kata Jin Woo. Ia mengusap kepala Woo Jin.

fbnd-00776 fbnd-00777

Kang Woo mengunjungi Yi Ryeong di rumah sakit sambil membawakan soju dan cumi bakar. Ia melihat Yi Ryeong sedang tidur.

“Dia tidur? Dia ada di sini karena pura-pura dan setelah mengancamku untuk datang ke sini membawakan barang-barang keperluannya saat ini juga, ia benar-benar tidur?”

Kang Woo melihat skrip film yang ada di samping tempat tidur Yi Ryeong. Kang Woo mengenalinya sebagai sutradara ternama. Ia bertanya-tanya apakah tidak-tidak apa-apa Yi Ryeong kehilangan peran itu (karena tidak jadi datang audisi ke Amerika).

fbnd-00779 fbnd-00780

Ia lalu mengamati Yi Ryeong dari dekat.

“Melihatnya tidur seperti ini, dia kelihatan oke,” ujarnya.

Tiba-tiba Yi Ryeong bangkit dan mengecup bibir Kang Woo. Setelah itu ia langsung bersembunyi di balik selimut sambil tersenyum girang.

fbnd-00789 fbnd-00795

Kang Woo terkejut dengan serangan mendadak Yi Ryeong. Apa Yi Ryeong baru saja menerornya? Yi Ryeong terus bersembunyi.

Kang Woo berkata ia kecolongan dengan serangan mendadak itu, tapi ia tidak marah karena ia sudah mempersiapkan diri.

“Tapi apa ini cukup untukmu? Aku bahkan sudah siap untuk serangan yang lebih agresif karena kau paus bersungut hitam. Terima kasih sudah membuatnya mudah untukku,” kata Kang Woo.

Yi Ryeong langsung bangun. Apa Kang Woo benar-benar tidak akan marah meski ia menyerang lebih kuat?

fbnd-00802 fbnd-00805

“Benar, aku tidak akan marah,” goda Kang Woo. Ia berkata itu kesempatan yang diberikannya pada Yi Ryeong karena melepas kesempatan berperan dalam film kelas dunia. “Sayang sekali.”

Kang Woo berjalan ke pintu. Yi Ryeong mengejarnya. Ia berkata serangannya tadi tidak sah.

“Aku akan melakukannya dengan benar kali ini, katanya sambil memegang pipi Kang Woo. Siap untuk serangan kedua. Tapi Kang Woo menepis tangan Yi Ryeong dan mengingatkan kalau di depan banyak reporter.

“Kau tidak boleh keluar, ya,” kata Kang Woo sambil tersenyum. Lalu ia pergi.

Yi Ryeong melepaskan kekesalannya karena tidak memberikan serangan lebih kuat.

fbnd-00814 fbnd-00820

Gong Shil kembali ke rumahnya dan menemukan Joong Won sudah menunggunya di bangku depan rumah. Meski hatinya sebenarnya terasa berat, Gong Shil menghampirinya sambil tersenyum.

Joong Won berkata saat ia sedang mengatur kesepakatan baru dengan Gong Shil, ia menemukan sesuatu yang dirasakannya tidak adil. Dan semakin memikirkannya, ia merasa semakin tidak masuk akal.

“Kau dan aku bergantian membicarakan akhir. Padahal kita sebenarnya bahkan belum mulai. Tanpa hantu, kita bahkan tidak pernah makan bersama atau berpegangan tangan. Mendiskusikan akhir bahkan tanpa memulainya, bukankah itu lucu?”

“Itu lucu. Aku menyentuh dan memegang Presdir hingga bisa dituntut olehmu tapi tidak pernah satu kalipun aku memegangmu karena aku menyukaimu,” kata Gong Shil.

fbnd-00831 fbnd-00841

Joong Won mengulurkan tangannya.

“Ambillah. Berhentilah membicarakan kau akan pergi atau tidak. Mari kita berpegangan tangan dan makan bersama, setidaknya satu kali.”

Gong Shil nampak ragu, tapi ia meraih tangan Joong Won.

fbnd-00843 fbnd-00846

“Rasanya aneh. Sepertinya ini pertama kalinya aku memegang tanganmu bukan karena hantu.”

“Lihat, kau sendiri merasa tidak adil untuk mengakhirinya begitu saja setelah berpegangan tangan, kan?” kata Joong Won.

Gong Shil setuju. Mereka akan makan bersama sebagai langkah berikutnya. Gong Shil berkata ia akan berganti pakaian lalu mereka akan pergi…..kencan. Joong Won tersenyum dan menyuruhnya cepat.

fbnd-00855 fbnd-00856

Gong Shil membawa Joong Won ke kedai udon favoritnya. Ia berkata makanan di kedai itu adalah yang terenak di sekitar sini. Ia sangat suka udon sehingga ia bisa datang makan di sini paling sedikit 5 kali seminggu.

Joong Won berkata ia baru tahu kalau Gong Shil suka udon. Gong Shil bertanya apa Joong Won menyukainya.

“Aku…tidak suka mie gendut ini di dalam sup panas. Aku lebih suka naengmyeon, mie tipis dan disajikan dingin.”

Walau begitu ia tidak suka naengmyeon di sembarang tempat. Tapi nyonya pemilik kedai naengmyeon favoritnya sudah meninggal dan sejak itu rasanya tidak sama lagi. Jadi ia berhenti makan naengmyeon.

fbnd-00859 fbnd-00861

Gong Shil berkata jika saja ia tahu, ia akan datang ke sana. Siapa tahu ia bisa bertemu hantu nyonya pemilik kedai dan menanyakan mengapa rasanya bisa berubah.

Joong Won berkata jika Gong Shil pergi maka kesempatannya untuk makan naengmyeon kembali juga pergi. Dan ia merasa itu juga tidak adil.

Gong Shil bertanya di mana kedai itu, ia akan mampir sebelum ia pergi.

“Jangan pura-pura perhatian padaku di saat kaubilang kau akan meninggalkanku dan pergi,” kata Joong Won. “Sebelum mie gemuk itu bertambah gemuk, cepatlah dimakan. Makanlah selagi masih panas dan gantilah sebutan udon dengan penderitaan.”

Lalu ia memakan udonnya…penderitaannya. Gong Shil melihatnya dengan sedih. (Dan aku melihat dengan lapar >,<)

fbnd-00867 fbnd-00868

Mereka berjalan-jalan bergandengan tangan menyusuri taman. Gong Shil berkata ia sesekali datang ke taman ini untuk berolah raga (kok di sini ngga ada ya taman sebagus itu…gratis maksudnya >,<). Ia bercerita kalau ia sebelumnya adalah pemain tenis handal.

“Selain tenis, aku mahir berkuda, menembak, golf. Hampir semuanya,” kata Joong Won tak mau kalah.

“Sepertinya kau begitu suka berolah raga karena kau tidak bisa membaca. Sedangkan aku banyak membaca karena aku tidak bisa keluar rumah.”

“Tidak adil. Kau bisa merekomendasikan buku yang kaubaca dan aku bisa mengajarimu olah raga yang kukuasai jika kita bersama. Pada dasarnya, kau pergi setelah menghancurkan sistem terbaik yang disebut ‘saling membantu’.”

fbnd-00874 fbnd-00878

Gong Shil berkata sejak dulu ia ingin belajar berkuda dan golf. Joong Won berkata ia memiliki kuda, lapangan golf, lapangan tenis, dan kolam. Semuanya.

“Kau punya kuda? Aku pernah melihat hantu kuda.”

“Kau tidak bisa menaikinya. Kau bisa naik kudaku,” kata Joong Won sambil tersenyum.

fbnd-00891 fbnd-00896

Mereka terus berjalan. Gong Shil menunjuk sebauh bangku kosong tak jauh dari tempat mereka berdiri. Ia berkata di bangku itu ada hantu wanita tua yang suka mencampuri pasangan yang berkencan. Jika ada pasangan duduk di sana, mereka pasti akhirnya putus.

Sepasang pemuda pemudi hendak duduk di bangku itu. Gong Shil hendak memperingatkan mereka tapi Joong Won menghentikannya.

“Tapi mereka akan putus!” kata Gong Shil.

“Biarkan saja mereka putus. Bahkan aku juga akan putus. Aku tidak bisa melihat pasangan lain berjalan baik. Ayo kita pergi.”

fbnd-00904 fbnd-00905

Mereka lalu menonton pertunjukan musik di taman itu.

Demi alasan cinta…

Malam tak terhitung saat kita bertengkar…

fbnd-00916fbnd-00918

sekarang telah menjauh….

dan terkubur dalam kenangan….

  fbnd-00921fbnd-00925

Semua kisah yang kita bagi…

masih tersimpan dalam hati kita…

Sekarang…

Hanya senyum dari kenangan lama…

yang tersisa dalam diriku.

 fbnd-00927 fbnd-00928

Joong Won menoleh pada Gong Shil. Seiring lagu itu, perasaan mereka semakin berat. Gong Shil menunduk sedih. Joong Won mengeratkan rangkulannya di pundak Gong Shil.

“Tae Gong Shil….jangan pergi…”

Gong Shil meraih tangan Joong Won yang memegang pundaknya. Air matanya tak terbendung lagi.

So sad…….

fbnd-00931 fbnd-00939

Sekretaris Kim dan Kang Woo membicarakan kepergian Gong Shil. Sekretaris Kim berkata Gong Shil pergi untuk dirinya sendiri jadi Joong Won tidak bisa menghentikannya dan memintanya tidak pergi.

Kang Woo berkata ia pikir Joong Won bisa melakukan apa yang tidak bisa ia lakukan untuk Gong Shil. Karena itu ia mundur dan hanya memperhatikannya dari jauh. Tapi jika Gong Shil takut pada dirinya sendiri maka yang bisa Joong Won lakukan hanyalah melihat dan menunggu, sama seperti yang Kang Woo lakukan selama ini.

“Joo-gun tidak pernah menerima keputusan orang lain begitu saja. Aku tidak tahu apakah ia bisa mengerti, memikirkan, dan menerima keputusan yang dibuatnya (Gong Shil),” kata Sekretaris Kim.

fbnd-00950 fbnd-00952

Gong Ri menumpahkan kekesalannya dengan minum-minum. Ia kesal karena sudah pergi makan-makan dengan Han Joo tanpa tahu Han Joo adalah mulut ember yang menggali informasi darinya. Tiba-tiba Han Joo datang dan meminum minuman dari gelas Gong Ri.

“Ini minumanku. Aku tidak menuangkannya untuk masuk ke mulut embermu,” kata Gong Ri marah sambil sedikit mabuk.

Tapi Han Joo malah minum lagi tanpa mengatakan apapun.

fbnd-00958 fbnd-00959

“Hei, mulut ember. Kenapa kau tidak mengatakan apapun? Katakan sesuatu. Mulut embermu itu tidak ada gunanya lagi selain mengoceh, bukan?”

Bukannya berbicara, Han Joo malah menggunakan mulut embernya untuk mencium Gong Ri.

“Hei! Apa yang baru saja kaulakukan dengan mulut embermu?” kata Gong Ri kaget.

Han Joo berkata mulutnya saat ini tidak bisa memberikan alasan apapun selain dengan ciuman tadi.

“Alasanmu….pendek,” kata Gong Ri pelan.

Han Joo berbinar. “Kalau begitu apakah aku harus membuat alasan yang lebih panjang?”

Gong Ri menyuruh Han Joo terus minum. Dengan senang hati Han Joo melakukannya.

fbnd-00967 fbnd-00990

Gong Shil dan Joong Won belum mau berpisah dan melanjutkan kencan mereka di mobil. Joong Won berkata ia menyukai rumah atap Gong Shil. Ia bisa melihat mengapa Gong Shil merasa nyaman di sana. Itu adalah tempat yang tepat untuk duduk-duduk dan minum bir.

“Aku ingin memenuhi kulkasmu dengan kaleng bir dan minum satu kaleng setiap harinya (dengan kata lain, setiap hari bersama Gong Shil). Tae Gong Shil, berapa banyak kaleng bir yang bisa kutaruh di kulkasmu? Apakah aku harus memberi satu kaleng untuk hari ini atau membelinya sebanyak mungkin dan memenuhi kulkasmu?” tanya Joong Won.

Sebenarnya ia menanyakan itu karena ia ingin tahu apakah Gong Shil akan pergi atau tidak. Jika Gong Shil menjawab satu maka hanya untuk hari ini saja. Tapi jika Gong Shil menjawab sebanyak mungkin, artinya Gong Shil tidak pergi dalam waktu dekat.

“Untuk sekarang, satu pak,” jawab Gong Shil.

“Enam kaleng?” Enam hari?

Gong Shil mengangguk. Ia bisa ikut minum sambil berpegangan pada Joong Won. Jika itu enam kaleng, mereka bisa minum semua itu hari ini atau jika ada sisa, mereka bisa minum lain kali.

fbnd-01001fbnd-01003 

Joong Won senang mendengarnya dan turun untuk membeli bir di minimarket. Gong Shil mendesah, ia akan berusaha menghabiskan satu pak bir hari ini, ia merasa tidak adil jika ia pergi begitu saja tanpa minum sepuasnya dengan Joong Won . Sementara Joong Won mengambil satu pak bir dengan berpikir ia akan bersama Gong Shil selama 6 hari ke depan.

Tiba-tiba hantu Woo Jin muncul di depan jendela Gong Shil. Gong Shil terkejut. Woo Jin meminta Gong Shil menyelamatkan ibunya. Gong Shil menggeleng. Ia tidak mau. Ia tidak akan pergi. 

Kenapa? Karena ia sedang bersama Joong Won, bahkan mungkin menjadi pertemuan terakhirnya dengan Joong Won. Tapi hantu Woo Jin kembali muncul di tempat duduk pengemudi dan terus memohon.

Gong Shil melihat ke minimarket. Joong Won sedang membayar di kasir. Lalu ia menoleh pada hantu Woo Jin yang menatapnya dengan pandangan memohon. Gong Shil berkata ia tidak akan pergi dan menyuruh Woo Jin pergi.

fbnd-01009fbnd-01016

Tapi ketika Joong Won kembali ke mobil, Gong Shil sudah tidak ada. Ia mencoba menelepon Gong Shil tapi Gong Shil tidak mengangkat teleponnya. Ia tidak mau kejadian dulu terulang. Joong Won pernah hampir mati saat mengikutinya.

Joong Won panik. Lalu ia teringat pada alat pelacak yang diberikan Kang Woo. Alat pelacak itu masih di dalam tas Gong Shil karena Gong Shil tidak tahu. Joong Won melacak keberadaan Gong Shil.

fbnd-01017 fbnd-01021

Gong Shil mengendarai taksi dengan mengikuti petunjuk Woo Jin. Mereka tiba di sebuah jembatan. Ibu Woo Jin berdiri di pinggir jembatan, masih mengenakan pakaian rumah sakit.

Gong Shil berlari ke atas jembatan. Ibu Woo Jin memanggil anaknya dan berkata ia akan menyusulnya. Lalu ia naik ke pagar jembatan dan hendak menjatuhkan dirinya. Untunglah Gong Shil tiba pada waktunya. Ia menarik ibu Woo Jin dari pagar jembatan.

fbnd-01041 fbnd-01051

Ibu Woo Jin berpegangan pada pagar dan meminta Gong Shil melepasnya. Gong Shil berhasil menarik ibu Woo Jin. Mereka terjatuh ke lantai. Gong Shil berusaha menenangkan ibu Woo Jin sementara ibu Woo Jin terus berteriak dan menangis ingin menyusul anaknya. Joong Won tiba dan melihat kejadian itu.

fbnd-01059 fbnd-01060

Ibu Woo Jin dibawa kembali ke rumah sakit dan disuntik obt penenang. Gong Shil melihat hantu Woo Jin terus berada di sisi ibunya yang terbaring. Joong Won menghampiri Gong Shil.

“Woo Jin ada di sana. Ia datang dan memintaku menolongnya. Berkata ibunya dalam bahaya. Aku hampir membuatmu terbunuh dengan mengikutinya…tapi aku mengikutinya lagi. Walau aku berusaha, tapi ibu itu mungkin mau melakukannya lagi (bunuh diri).”

Joong Won berkata bagaimana bisa Gong Shil bertanggungjawab untuk nyawa ibu itu. Tapi Gong Shil sadar ia tidak bisa mengabaikan permintaan para hantu itu. Ia terus goyah karena ia terus melihat dan mendengar mereka.

fbnd-01069 fbnd-01070

“Aku benar-benar membencinya tapi itulah diriku.” Gong Shil mulai menangis. “Di saat aku tidak bisa menangani diriku sendiri, bagaimana kau bisa menangani diriku?”

Gong Shil menangis. Joong Won meraih Gong Shil dalam pelukannya.

fbnd-01093 fbnd-01098

Mereka duduk di depan kamar ibu Woo Jin. Joong Won bertanya apakah kemampuan Gong Shil akan hilang jika mengikuti Jin Woo. Gong Shil berkata ia tidak tahu. Tapi mungkin ia akan tahu kenapa ia menjadi seperti ini.

“Kalau begitu aku akan menerima keputusanmu. Ini adalah akhirnya,” Joong Won melepaskan tangan Gong Shil dari genggamannya lalu bangkit berdiri.

fbnd-01104 fbnd-01112

Ia berkata kebersamaan mereka hanyalah berpegangan tangan satu kali dan makan bersama satu kali. Artinya hubungan mereka adalah hubungan yang dapat dengan mudah dilupakan.

“Aku akan melupakanmu.”

“Baiklah. Jika kau sangat membenciku, kau bisa menyebutku wanita jahat yang telah memikatmu lalu pergi.”

“Lupakan saja. Untuk apa aku repot-repot memakin wanita yang hanya satu kali kupegang tangannya dan satu kali makan bersama?”

Gong Shil menatap Joong Won dengan sedih.

fbnd-01126 fbnd-01127

“Aku pergi,” kata Joong Won.

Gong Shil menangis melihat kepergian Joong Won.

Joong Won berjalan dengan langkah berat menyusuri lorong rumah sakit.

“Hingga akhir, ia tidak pernah mengatakan ia mencintaiku.”

Ia berpegangan pada dinding dan diam-diam menangis.

fbnd-01131 fbnd-01144

Pada suatu pagi yang cerah, Joong Won membuka matanya.

“Sudah 375 hari sejak Tae-yang menghilang. Dan aku belum hancur.”

fbnd-01146fbnd-01147

Joong Won bangkit dari tempat tidur. Tampaknya hari-hari Joong Won kembali seperti dulu. Ia berpakaian sesuai seleranya dan tetap menjadi Presdir yang mengutamakan keuntungan. Terutama keuntungan besar melebihi Giant Mall.

fbnd-01151 fbnd-01157

Bibi Joo berkata pada suaminya bahwa suaminya akan menjadi Presdir menggantikan Joong Won jika tahun depan Joong Won pergi ke Shanghai. Direktur Do sangat senang. Tapi bibi Joo bertekad untuk menikahkan Joong Won sebelum Joong Won pergi. Ia berniat kembali menjodohkan Joong Won dengan Park Seo Yeon, sang kutukan ke-4.

Tapi Direktur Do berkata keduanya hanya bersemangat saat membicarakan uang jadi tidak ada harapan. Bibi Joo mendesak agar Direktur Do merencanakan kencan untuk mereka berdua setelah rapat.

Direktur Do terpaksa menurut. Tapi ia memberitahu istrinya kalau ia melihat Joong Won masih menunggu.

“Apa masuk akal Joong Won menunggu seseorang? Jika ia mau, aku bisa mendapatkan antrian wanita hingga ke bulan (buset panjang amat^^). Bang Shil? Memangnya dia itu apa? Puteri kelas dunia? Mengapa ia harus menunggunya?” omel Bibi Joo.

Tapi dalam hantinya, jelas Bibi Joo tahu bahwa kata-kata suaminya sebenarnya benar.

fbnd-01163 fbnd-01166

Joong Won duduk di bangku mall tempat hantu tempat sampah.

“Aku menunggu Tae-yang (matahari) untuk kembali terbit. Untuk memberiku harapan bahwa matahariku akan kembalit erbit, tolong ‘bang’ tutupnya satu kali. “

Bang! Tutup tempat sampah bergerak sendiri. Joong Won menoleh dan tersenyum. Ia berterima kasih dengan tulus. Melihat tempat sampah itu bergerak sesekali benar-benar telah menghiburnya. Ia menepuk bangku tempat ia duduk. Seakan menepuk tangan hantu yang menghuninya.

fbnd-01173 fbnd-01176

Sekretaris Kim sepertinya terserang fli lagi. Ia berkata pada Jin Joo bahwa ia telah membuat kesalahan dengan memesan tempat di Kingdom Hotel untuk rapat dengan Grup Sejin (grup milik Park Seo Yeon) padahal seharusnya di Palace Hotel. Jin Joo yang akan menemani Joong Won ke rapat itu merasa khawatir Joong Won akan marah jika Joong Won tiba lebih pagi dari yang lainnya.

Sekretaris Kim menenangkannya, ia akan memberitahu Joong Won kalau ini kesalahannya. Ia bertanya-tanya mengapa ia bisa membuat kesalahan seperti ini. Apakah ia disihir hantu?

fbnd-01180 fbnd-01182

Joong Won benar-benar tiba lebih awal dari jadwal rapat. Ia bertanya-tanya apakah Sekretaris Kim sangat sakit. Lalu ia meneleponnya.

“Sekretaris Kim, apa kau sudah menemui dokter? Kau harus mempertimbangkan usiamu meski hanya flu. Beristirahatlah beberapa hari.”

Tanpa ia sadari, Gong Shil duduk di luar ruangan. Dandanan dan penampilan Gong Shil tampak berubah. Ia terlihat anggun dan penuh percaya diri. Bahkan ia menuang wine ke gelasnya. Apakah sekarang ia sudah bisa minum? Apakah kemampuannya hilang hingga ia tidak takut lagi kerasukan saat minum minuman beralkohol?

Joong Won masih berbicara dengan Sekretaris Kim di telepon. Ia akan mengirim dokter ke rumah Sekretaris Kim.

“Bagaimana dengan makanan? Akau akan mengirim bubur tuna. Tidak, kau tidak boleh makan es krim!” Bwahahahaha XD

Ia pergi, tanpa melihat Gong Shil.

fbnd-01191fbnd-01195

Seorang pria mendekati meja Gong Shil. Ia melihat Gong Shil duduk sendirian jadi ia mengajak Gong Shil minum bersamanya. Gong Shil berkata ia tidak sendirian. Pria itu berkata ia melihat Gong Shil sendirian sejak tadi.

Gong Shil akhirnya meminta pelayan untuk pindah tempat duduk. Pria itu langsung pergi setelah penolakan jelas seperti itu.

fbnd-01198 fbnd-01199

Gong Shil pindah ke meja di atap hotel. Ia berkata hotel itu semakin bagus setelah renovasi (hmm..berarti ia mengingat tempat ini). Tanpa ia sadari, Joong Won berdiri di belakangnya.

“Nona, apa kau bersedia minum denganku?”

“Tidak , terima kasih. Tolong pergilah,” kata Gong Shil sedikit kesal.

“Kau terlihat sangat mirip dengan seseorang yang kukenal.”

“Sudah kubilang tidak, terima kasih.”

“Apa kau benar-benar tidak akan melihatku?”

fbnd-01208fbnd-01215

“Aku memiliki teman.”

Joong Won menghampirinya. “Siapa? Hantu?”

Gong Shil tertegun. Pelan-pelan ia menoleh.

fbnd-01218fbnd-01219

“Kau benar-benar adalah Tae Gong Shil. Wanita jahat yang telah memikatku lalu pergi.”

Mereka bertatapan.

fbnd-01220 fbnd-01224

fbnd-01225 fbnd-01226

Komentar:

Apakah kemampuan Gong Shil telah hilang? Ada kemungkinan tidak. Karena sepertinya wine yang tersedia bukan untuknya. Jika diperhatikan, dalam adegan ini, tas Gong Shil digantung pada kursi sebelah kiri, sedangkan wine disajikan untuk kursi sebelah kanan. Dengan begitu bukan Gong Shil yang akan meminumnya.

fbnd-01205

Kalau begitu mengapa ia kembali? Apakah akhirnya ia menerima secara penuh kemampuannya seperti Jin Woo? Apa yang ia temukan dalam perjalanannya? Akankah ia kembali kepada Joong Won?

Dalam kencan mereka, Joong Won benar-benar berusaha menggunakan semua usahanya untuk mencegah Gong Shil pergi. Karena itu ia sangat gembira ketika membeli 1 pak bir. Ia pikir ia memiliki waktu enam hari untuk terus mengubah keputusan Gong Shil. Dan siapa tahu Gong Shil tidak jadi pergi untuk seterusnya.

Tapi setelah melihat Gong Shil menolong ibu Woo Jin, Joong Won sadar. Tidak peduli bagaimanapun ia bersedia menerima Gong Shil apa adanya, Gong Shil belum bisa menerima dirinya sendiri. Ia benci dan takut pada dirinya sendiri, tapi di sisi lain ia juga tidak bisa mengabaikan permintaan para hantu itu.

Karena itu  satu-satunya cara adalah dengan melepas Gong Shil pergi dengan orang yang berkemampuan sama dengannya dan mencari tahu apa penyebab dirinya berakhir seperti itu. Jika Gong Shil tidak pernah melakukannya, selamanya Gong Shil akan takut dan benci pada dirinya sendiri yang bisa melihat hantu. Dan hidup dengan membenci diri sendiri? Hmmm….

Aku akan menghargai jika dalam kolom komentar, readers tidak meninggalkan komentar mengenai episode 17. Dengan begitu readers yang belum menonton episode 17 dan tidak ingin tahu ceritanya sebelum menonton, bisa terhindar dari bocoran.

Jika ingin membicarakan episode 17 silakan berkomentar di postingan spoiler atau sinopsis episode 17 nanti. Terima kasih^^

32 komentar:

  1. Akhirnya..mkasih mbak fanny :)

    BalasHapus
  2. Aku sukaaa partnya KangWoo-YeRyeong :)) mereka lucu!

    Padahal aku berharap setelah 375 hari teyang balik, rambutnya berubah warna gitu.
    :))

    Eniiweiiiii... DILARANG SPOILER EPISODE 17 DI COMMENT BOX INI! ><

    BalasHapus
  3. makasih mbak ... ^^ salam kenal ,,

    by khilda

    BalasHapus
  4. uuuh..ga sabar nunggu episode 17....mbak fanny thank's....... By yulia

    BalasHapus
  5. yeayy , udah ada part 2 nya . Mbak fanny Jjang ! :D
    O iya , yang diatas itu judul lagunya apa mbak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi, salam kenal
      aku juga sama, penasaran dengan lagu yang diatas
      akhirnya ketemu ^_^ yeeeei (heboh sendiri)
      lagu itu mirip (bukan mirip memang iya)
      cuma beda yang nyanyikan
      Spring Waltz OST_That's Why It's Called Love
      ^_^

      Hapus
  6. g sbr pengen tau endingnya

    BalasHapus
  7. Mb Fanny Ngebut banget.. Hehe...
    Ini sinop terakhirnya utk TMS ya mb.. Nggak terasa udh selese aja..
    Msh penasaran apakah akn diketahui alasannya knp para hantu bisa ngilang kl GS Bersentuhan dgn JW.. Udh ada penjelasannya blom yah? Jgn2 akunya yg gak nyimak.. Hihi...
    Makasih kerja kerasnya mb Fanny. Sampe ketemu di proyek berikutnya.. Semangattt...

    BalasHapus
  8. Mb Fanny Ngebut banget.. Hehe...
    Ini sinop terakhirnya utk TMS ya mb.. Nggak terasa udh selese aja..
    Msh penasaran apakah akn diketahui alasannya knp para hantu bisa ngilang kl GS Bersentuhan dgn JW.. Udh ada penjelasannya blom yah? Jgn2 akunya yg gak nyimak.. Hihi...
    Makasih kerja kerasnya mb Fanny. Sampe ketemu di proyek berikutnya.. Semangattt...

    BalasHapus
  9. hwaaa tngaal 1 episde trakhir..:))
    g sabar banget dgn klanjutanya...
    semangat mba^^

    BalasHapus
  10. penasaran sama endingnya :D
    udah ga sabar nunggu episode 17

    BalasHapus
  11. mkzih kak fanny..ku mzih pnzarn zma alzn knpa Joong Won klw di zntuh zma Gong Shil hntu2 pda ngilang..
    aku zneng deeh zma couple'y Kang Woo~yi Ryeong..so cute bnget ziih.. :D

    BalasHapus
  12. Aigooooo senyum manisnya KW bikin kesemsem deehh (´̯ ̮`̯ƪ) kiyut bget psangan ini

    BalasHapus
  13. mba fanny,,daebak!! makasih ya buat sinopsisnya,,,saya sukaaaaaaaaaa,,,,

    BalasHapus
  14. Gomawo fanny noona bwt semua postingan sinopsis selama ini,,, semoga happy ending ^^

    BalasHapus
  15. ka fanny, w dh baca dari episode 1. tapi baru sekarang w bru posting, asli,,, keren banget lw kak. berbakat habis, kece badai, ohhiyaaa , aku sambil baca sinopsis ka fanny dan ka mumu di tab yang lainnya aku buka juga http://www.kshowgo.net/ jadi kebayang deh itu apa yang mereka omongin , habisnya movienya ful korea.

    ohh yaaa, buat semua klw mau liat videonya , liat aja di link yang aku kasih tadi,
    tengkiuuuu ka fanny ka mumu, kalian kerennnnnnnn ...

    BalasHapus
  16. berat mw pisah ma drama ini...
    suka liat setan2 yg muncul tiba2...
    tapi kok di sinop hampir g dinampakan...
    tp saya ad liat yg khusus postingan yg setan2...
    wkwkwk

    BalasHapus
  17. makin jadi gak sabarrrrrr ni mbak...
    Semangat ya Mbak....

    BalasHapus
  18. Suka sama pasangan KANGWO YIRYOUNG ^ ^
    Sweet bgt ♡(ʃƪ ˘з˘)

    BalasHapus
  19. Satu episode lagi abis itu tamat :'(
    Sedih deh pisah sama couple JW - GS :(
    katanya episode final dpet rating tertinggi yaa? Drama master' sun
    Emang daebak
    Makasiii ka fanii dan ayo ka mumu semangat utk episode akhirnya, aku menanti :)

    BalasHapus
  20. ngomong2 kelanjutan jong woon dan ayahnya jadinya gmana ..
    malah penasaran aq nya

    BalasHapus
  21. Dan air matakupun mulai menetes seiring dengan perpisahan mereka.. Tp ttep bahagia krn endingny sesuai keinginan.. Gomawo un

    BalasHapus
  22. baca sinopsis sambil dngerin sondtrack yang dinyanyiin sama hyorin... nambah mewekkk..."^" arini

    BalasHapus
  23. Thankyou buat sinopnya, project selanjutnya apa nih?? The heirs sama future choice dong! Hehe

    BalasHapus
  24. suka banget baca sinopsis TMS ini.....tiap episode selalu dinantikan. gak terasa ud episode terakhir aj. thanks banget yo mbak.

    BalasHapus
  25. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  26. eps 17 nya belum yah ?penasaran :(
    kapan yah ?

    BalasHapus
  27. mba aku ko ga bisa buka episode 17...kenapa ya mba?
    padahal aku udah nunggu bangetzzzz kelanjutannya???
    sinopsisnya keren,,

    BalasHapus
  28. eonni mw tanya dong. lagu yg diatas judulnya apa ya? yg saat gong shil ma joong won ditaman, nyari ga nemu2 :(

    BalasHapus
  29. eonni mw tanya dong. lagu yg diatas judulnya apa ya? yg saat gong shil ma joong won ditaman, nyari ga nemu2 :(

    BalasHapus

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)