Rabu, 21 Agustus 2013

Sinopsis The Master’s Sun Episode 4 (Bagian 1)

shot0377

Gong Shil tersenyum dalam tidurnya. Ia lalu membuka matanya. Ia menoleh dan melihat Joong Won tidur di sampingnya. Jari mereka saling bertautan. Apakah mereka semalam tidur bersama?

shot0001 shot0004

Gong Shil mengira ia sedang bermimpi karena terlalu menginginkan situasi seperti ini. Ia mengelus tangan Joong Won. Ia bahkan berharap melakukan lebih karena ini hanya mimpi.

“Agar aku bisa mendapatkan energi “yang” seperti yang dikatakan kakak,” ujarnya sambil memeluk tangan Joong Won.

Joong Won terbangun.

“Joo-gun, kau sudah bangun?” sapa Gong Shil.

“Joo-gun?” Joong Won memelototi Gong Shil. Karena Gong Shil pegawainya, seharusnya Gong Shil memanggilnya dengan sebutan Presdir.

shot0008 shot0009

Gong Shil tertawa dan mengajak tidur lebih lama lagi karena ia belum ingin bangun (dari mimpinya). Joong Won menarik tangannya hingga Gong Shil berguling ke dekatnya.

“Siapa kau sekarang?” tanyanya.

Gong Shil kebingungan.

“Kau Tae Gong Shil, benar kan?”

“Iya, tapi apa ini bukan mimpi?” Gong Shil memperhatikan sekelilingnya.

shot0017 shot0020

Joong Won mendorong Gong Shil lalu melompat turun dari tempat tidur.

“Benar kau pasti merasa ini mimpi karena kau sudah bangun. Sedangkan bagiku, aku merasa ini mimpi yang bertambah buruk setelah aku bangun.”

Ia lalu berkata Gong Shil tidak perlu berteriak dan meributkan situasi ini (seperti dalam drama-drama) karena mereka hanya tidur sambil berpegangan tangan. Benar-benar hanya tidur.

“Ngomong-ngomong, aku berada di mana?” tanya Gong Shil.

“Ini rumahku.”

“Rumah Presdir?!” Seru Gong Shil kaget. “Wah, rumahmu bagus.”

shot0022shot0023 

Joong Won bertanya apa reaksi Gong Shil seperti reaksi orang normal. Biasanya wanita akan berteriak dan membuat keributan jika terbangun di tempat asing bersama seorang pria, tapi Gong Shil malah bertanya “aku berada di mana?”.

Gong Shil tersenyum. Walau tidak sering terjadi tapi ia sudah pernah mengalami situasi seperti ini sebelumnya.

“Sebelumnya, aku bahkan pernah terbangun di TPU Mangwoori,” Gong Shil tertawa.

“Tentu saja aku tahu kau seorang abnormal yang pemurung, tapi apa kau tidak apa-apa bangun di sembarang tempat seperti itu?”

“Aku sedikit takut pada hantu tapi kadang mereka juga bisa membantu. Kadang-kadang mereka memberitahu jika ada orang jahat, dan bahkan menakuti mereka pergi. Tapi…apa Presdir mengkhawatirkan aku?”

“Bukan kau…tapi aku mengkhawatirkan orang-orang yang telah kautakut-takuti. Apa akibatnya jika kau muncul seperti itu di pemakaman?”

shot0040 shot0041

Gong Shil teringat saat ia terbangun di pemakaman, orang-orang yang melihatnya berteriak dan berlari ketakutan. Ia mengaku mereka semua ketakutan. Ia lalu tersadar.

shot0055 shot0058

“Omo…apa mungkin Presdir juga? Apa kau baik-baik saja?” tanya Gong Shil.

“Apa kau baru sadar kira-kira bagaimana perasaanku? Aku juga….sangat ketakutan.”

“Tapi aku kan bangun dengan tenang di tempat tidur,” kata Gong Shil.

“Berkat kau, banyak “tamu” datang dan pergi di rumahku kemarin.”

shot0061  shot0063

Kilas balik kejadian semalam:

Gong Shil merengek di lantai seperti anak kecil dan menangis: “Tuan, di mana Ibuku? Di mana ibuku?!”

“Sadarlah,” ujar Joong Won.

“Tuan, di mana ibuku?” Gong Shil mengulurkan tangannya.

“Bangun!”

“Carikan ibuku!”

“Kubilang bangun!” Joong Won meraih tangan Gong Shil. Tiba-tiba hantu yang merasuki Gong Shil berambus keluar.

 shot0074 shot0078

Gong Shil sadarkan diri untuk sesaat dan meminta air minum pada Joong Won (karena sudah berteriak-teriak dan merengek). Joong Won melepaskan pegangannya pada Gong Shil.

Saat ia kembali dengan air minum di tangan, ia melihat Gong Shil sedang menari berputar-putar dan berbicara dalam bahasa Prancis. “Aku ingin menari…aku ingin menari….”

Lalu ia terkulai di pelukan Joong Won.

“Aku bisa gila,” gumam Joong Won kesal.

shot0084 shot0090

Lalu Gong Shil menggonggong dan meraung seperti anjing di atas tempat tidur. Joong Won duduk di hadapannya dan melempar bantal ke arah Gong Shil.

“Gigit ini!”

Kejadian berikutnya membuat Joong Won bergidik ngeri. Hahaha…ekspresinya itu lho XD

shot0096 shot0103

Gong Shil mengelus bantal yang tercabik-cabik akibat kebuasannya semalam. Wajahnya menunjukkan rasa malu dan penyesalan.

“Kau…setelah minum…menjadi seekor anjing.”

“Anjing? Aku menjadi seekor anjing?”

“Mendengar kerasnya suara salakanmu, kau bukan sekor anjing kecil seperti chihuahua, tapi anjing besar seukuran Siberian Husky.”

Gong Shil berkata ia semalam tidak mabuk jadi ia tidak tahu kenapa ia menjadi anjing. Apa mungkin karena ia terlalu mengantuk?

“Kau hanya tenang saat aku memegangmu. Jadi aku pegang saja tanganmu dan tidur. Tapi…apa kau bukan hanya melihat dan mendengar mereka, tapi mereka juga datang dan pergi menggunakan tubuhmu?” tanya Joong Won penasaran.

shot0108 shot0116

“Saat aku benar-benar tidak sadar, kadangkala hal itu terjadi. Jadi aku tidak bisa benar-benar tidur lelap dan hidup seperti ini, selalu waspada.”

“Itukah sebabnya kau berkeliaran dengan wajah murung dan lingkaran hitam di matamu?”

Gong Shil mengangguk. Tapi semalam ia tidur sangat nyenyak karena tidur bersama Joong Won. Ia merangkak mendekati Joong Won di tempat tidur. Joong Won mundur dan duduk di kursi.

“Semalam aku sangat menyukainya.”

“Aku membencinya. Semalam kau hanyalah anjing Gong Shil .”

Gong Shil bertanya-tanya mengapa ia seperti itu kemarin. Ia hanya pergi nongkrong, mengantuk dan sakit kepala (ia tidak tahu minumannya telah bercampur alkohol). Jadi ia pergi keluar, lalu….

“Cha Hee Joo-sshi! Aku melihatnya di dekatmu. Lalu aku benar-benar tidak sadar. Apa mungkin semalam Presdir juga bertemu dengan Cha Hee Joo-sshi? Apa aku mendatangimu setelah menjadi Cha Hee Joo-sshi?” tanyanya.

Joong Won hanya diam. Teringat pada kejadian semalam.

shot0123shot0131

“Aku adalah gadis nakalmu.”

“Cha Hee Joo?”

“Aku bertanya-tanya seberapa sulitnya bagimu untuk terus membenciku selama ini. Kau benar-benar menyukaiku. Aku yakin seberapa besar rasa sukamu padaku, sebesar itu pula rasa dikhianati yang kaurasakan. Dan kau mungkin tidak bisa melupakannya karena terlalu mengerikan.”

shot0145 shot0146

Joong Won teringat saat ia dalam keadaan terikat, Hee Joo mendatanginya dan meminta maaf. Lalu ia berteriak histeris memanggil Hee Joo sementara Hee Joo tersenyum lemah dalam sebuah mobil yang terbakar. Sesaat kemudian mobil itu meledak, bersama Hee Joo di dalamnya.

shot0153 shot0155

“Karena kau mati seperti itu, aku bahkan tidak bisa membalasmu. Begitu memalukan hingga aku bahkan tidak bisa mengatakan kalau aku ditipu olehmu. Berkat kau, kau menjadi kutukan cinta pertama yang menyedihkan. Sekarang kau di sini, kau seharusnya melepaskan kutukan itu,“ ujar Joong Won sinis.

“Aku tidak menipumu, Joong Won-ah…aku benar-benar menyukaimu. Aku berharap kau kembali seperti dirimu yang dulu lagi.”

“Yang ingin kutemukan adalah penculik yang lolos. Aku ingin menemukan uangku. Di mana uangku? Setelah aku menemukan mereka dan melupakan apa yang terjadi, kurasa kutukan itu juga akan terlepas.”

Hee Joo (di dalam tubuh Gong Shil) memandang Joong Won dengan sedih. Ia mengulurkan tangannya menyentuh wajah Joong Won. Gong Shil terkulai dalam pelukan Joong Won, karena begitu Hee Joo menyentuh Joong Won ia juga keluar dari tubuh Gong Shil.

Joong Won sepertinya masih menyukai dan merindukan Hee Joo walau ia selalu menyangkalinya. Ia terlihat sangat sedih dan mengangkat tangannya memeluk Gong Shil, seakan ia memeluk Hee Joo.

shot0178 shot0191

Tapi Joong Won tidak menceritakan percakapannya dengan Hee Joo pada Gong Shil. Ia berkata Hee Joo menghilang setelah mengatakan hal-hal yang tak berguna.

“Setidaknya kau telah bertemu dengan orang yang paling ingin kautemui,” kata Gong Shil.

Mereka duduk di sofa.

“Kau bilang kauingin menempel padaku. Aku akan membiarkannya. Ada sejumlah besar uang jika aku melakukannya,” kata Joong Won.

“Aku? Untuk berapa banyak?”

“10 miliar won.”

Gong Shil ternganga.

shot0196 shot0204

Kang Woo mengetuk pintu apartemen Gong Shil dan memanggil-manggil namanya. Tidak ada jawaban. Ia membuka pintu. Tidak terkunci.

Kang Woo masuk ke dalam dan memakai sarung tangannya. Lalu ia mulai menyelidiki isi apartemen itu. Di sebah rak berderet benda-benda yang dianggap bisa mengusir hantu. Seperti patung-patung, gambar, jimat, bahkan untaian bawang putih (eh…emangnya ada drakula?).

shot0205 shot0208

Joong Won memberitahu Gong Shil bahwa hanya Hee Joo yang tahu di mana 10 miliar won-nya yang hilang. Dan Gong Shil satu-satunya orang yang bisa berbicara dengan Hee Joo. Karena itu ia membiarkan Gong Shil menempel padanya.

“Jadi karena uang, Presdir meminjamkan tubuhmu?”

“Aku memberimu apa yang kauinginkan sebagai ganti atas apa yang kuinginkan. Kau bilang aku tempat persembunyianmu. Kau adalah…radarku. Dengan menggunakan radar itu, jika aku menemukan uangku melalui Hee Joo, aku juga akan membiarkan tempat persembunyian itu terbuka untukmu.” Joong Won membuka lebar tangannya.

“Jadi aku bisa menyentuhmu semauku?” tanya Gong Shil kegirangan. “Baiklah, aku akan menjadi radarmu.” Ia menaruh tangannya di atas seperti sepasang antena.

shot0217 shot0219

Joong Won berkata ia harus menemukan tempat untuk memasang radarnya (aka Gong Shil). Dan artinya harus berada di dekatnya.

“Sebenarnya ada tempat di mana aku ingin dipasang. Sekretaris yang ada di sebelahmu, Sekretaris Kim. Bagaimana jika aku dipasang di sebelahnya?”

Tapi Joong Won tidak menyukai ide itu. Sekretaris mewakili wajahnya. Dengan rambut berminyak seperti itu, Gong Shil ingin duduk di kantor sekretarisnya?

Gong Shil berkata ia akan mencuci rambutnya. Tapi Joong Won menganggap itu tidak cukup. Gong Shil juga harus memutar otak. Apa Gong Shil tahu seberapa berat dan pentingnya pekerjaan Sekretaris Kim?

Gong Shil berkata nilainya selalu bagus dan ia pintar sebelum kecelakaan. Setelah kecelakaan ia jarang tidur hingga ia menghabiskan waktu dengan belajar banyak bahasa asing. Ia percaya diri ia cukup bagus.

Joong Won tetap tidak setuju. Ia akan memikirkan di mana tempat yang cocok.

 shot0228 shot0241

Kang Woo menelusuri foto yang terpajang di apartemen Gong Shil. Gong Shil pernah kuliah di Universitas Hanguk dan juga pernah menjadi juara tenis. Kang Woo memeriksa buku tahunan sekolah dan melihat foto Yi Ryeong di sebelah Gong Shil. Lucunya Kang Woo sama sekali tidak memperhatikan betapa berbedanya Yi Ryeong dulu dan sekarang.

“Ia pernah kuliah di universitas bergengsi dan memiliki banyak teman. Wanita yang memiliki banyak bakat. Kenapa ia hidup seperti ini?” gumam Kang Woo.

shot0246 shot0250

Gong Shil menyimpan nomor ponsel Joong Won di ponselnya. Ia berkata hanya tahu nomor telepon Joong Won saja sudah membuatnya tenang.

“Silakan menenangkan dirimu, tapi jangan telepon aku.”

“Bisakah aku mengirim sms?”

“Jangan, aku tidak akan membacanya.”

“Baik. Tapi Presdir, apa kau benar-benar bernilai 10 miliar dolar?”

“Mengapa? Apa kau tidak percaya nilaiku?”

Gong Shil menggeleng, hanya saja jumlahnya sangat besar. Joong Won berkata berdasarkan keadaan ekonomi sekarang seharusnya nilainya lebih dari 100 miliar won.

Gong Shil mengangguk. Jika dilihat dari harga, ia juga wanita bernilai 100 miliar won. Sementara ia terbaring di rumah sakit setelah kecelakaan, kakaknya menggunakan semua uang tabungan pernikahannya untuk menyelamatkannya. Bagi kakaknya, uang itu bernilai lebih dari 100 miliar won.

“Lalu aku bangun begitu saja. Aku merasa bersalah pada kakakku karena menjadi orang aneh seperti ini. Aku juga merasa menyedihkan karena hidup bersembunyi di tempat kos. Aku takut pada hantu tapi aku lebih takut pada diriku yang hidup seperti hantu,” kata Gong Shil sedih.

shot0261 shot0264

Lalu ia tersenyum dan berkata ia bersyukur bertemu Joong Won. Joong Won benar-benar menjadi pelipur laranya.

Joong Won tampaknya tersentuh dengan curahan hati Gong Shil.

“Simpan nomorku lagi. Nomor yang tadi adalah nomor Sekretaris Kim.” Pfft….

Bahkan ia sendiri yang mengetikkan nomornya di ponsel Gong Shil. Ia tidak mau ada telepon tidak penting untuknya dan ia benar-benar tidak bisa membaca jadi tidak perlu mengirim sms. Anggap saja itu untuk penenang bagi Gong Shil.

Diam-diam ia melirik Gong Shil yang terus menerus tersenyum.

shot0274 shot0276

Bibi Joo bertanya pada suaminya siapa nama wanita yang menhancurkan pernikahan Yi Ryeong. Bang Shil? Sang Shil? Pokoknya ada “Shil”.

Suaminya berseloroh daya ingat isterinya sudah menurun karena usia. Ia memberitahu nama Gong Shil. Bibi Joo bertanya apa suaminya khawatir sewaktu-waktu ia menjadi pikun.

“Kupikir kau menyebalkan tapi aku tidak khawatir kau akan jadi pikun.”

“Aku suka kau bersikap jujur. Aku akan sangat sedih jika kau berusaha menjilatku juga.”

Direktur Do berkata pada isterinya bahwa ia mengkhawatirkan Joong Won yang memperlakukan gadis itu dengan khusus.

“Waktu itu kaumengkhawatirkan Joong Won karena gadis yang sudah mati itu dan sekarang karena Bang Shil? Jangan bicara omong kosong,” Bibi Joo berjalan masuk ke rumah.

shot0285 shot0291

“Bukan Bang Shil tapi Gong…Gong Shil!” Direktur Do menunjuk Gong Shil yang berjalan keluar dari umah Joong Won, di samping rumah mereka.

Ia memberitahu isterinya, tapi saat Bibi Joo menoleh, Gong Shil sudah tidak ada. Entah karena alasan apa, Direktur Do tidak jadi memberitahu isterinya mengenai Gong Shil yang baru keluar dari rumah Joong Won.

shot0293 shot0297

Yi Ryeong berada di salon bersama managernya. Ia berkata ia akan menyapa Gong Shil jika mereka bertemu lagi di mall. Ia bercerita dulu Gong Shil dijuluki Tae-yang besar (matahari besar) dan ia dijuluki Tae-yang kecil (matahari kecil), karena keduanya sama-sama bermarga Tae. Hal itu membuatnya kesal selama 3 tahun.

“Tae Yi Ryeong sekarang adalah matahari besar,” ujar managernya. “Tidak perlu lagi memiliki rasa rendah diri.”

“Siapa bilang aku punya perasaan rendah diri?” sergah Yi Ryeong. “Cermin!”

shot0301 shot0303

Managernya menyerahkan cermin. Yi Ryeong langsung mengaca mengamati wajahnya sendiri. Sang manager menunjuk seorang artis di dekat mereka.

Artis itu duduk sendirian sambil sibuk mengagumi wajahnya sendiri di cermin. Tidak ada seorangpun yang melihat artis itu ditempeli hantu berbibir merah. Artis itu berkata kalau ia akan menjadi orang yang paling cantik.

Manager Yi Ryeong menduga si artis telah melakukan operasi plastik karena penampilannya berubah.

shot0309 shot0314

“Memangnya kenapa? Aku masih lebih cantik daripadanya,” ujar Yi Ryeong.

Ia berjalan melewati artis itu dengan ekspresi merendahkan lalu duduk di sebelahnya. Si hantu berbibir merah pindah menempel pada Yi Ryeong. Ia memegang pundak Yi Ryeong dan berbisik.

“Kau adalah yang tercantik.”

Kata-kata itu merasuki jiwa Yi Ryeong. Ia mengambil cermin dan berkata kalau ia adalah yang tercantik. Si hantu telah mendapatkan korban baru.

shot0326 shot0333

Kang Woo keluar dari apartemen Gong Shil. Di luar kakak beradik Lee telah menunggunya. Tidak mau ketahuan ia telah menyusup ke dalam, Kang Woo beralasan ia mencari Gong Shil untuk membicarakan lampu yang rusak di lantai 4.

Kakak beradik Lee melihatnya dengan tatapan tak percaya. Maka Kang Woo pun memakai taktik lain. Sogokan es krim.

shot0335 shot0339

Ketika Gong Shil pulang, ia menemukan kedua anak itu duduk di tangga sambil makan es krim. Seung Mo, sang kakak, membagi es krimnya dengan Gong Shil. Ia berkata Kang Woo yang membelikan es krim ini. Ia juga menganjurkan agar Gong Shil berpacaran saja dengan Kang Woo karena Kang Woo sepertinya pria baik.

“Apa?!”

“Hyung (Kang Woo) bilang ia menyukai Noona (Gong Shil).”

“Apa?!” Gong Shil hampir tersedak.

Kakak beradik itu mengangguk dengan polosnya. Gong Shil senang sekaligus malu. Ia berlari ke atas menuju apartemennya.

“Yah, kakak itu memang berkata ia membelikan es krim karena menyukainya, jadi kita dukung saja dia,” kata Seung Mo pada adiknya. “Sepertinya kita bisa makan es krim sepanjang musim panas ini.”

Haha…anak-anak memang cerdik dan manipulator ulung >,<

shot0347 shot0352

Gong Shil tak bisa berkata-kata saat bertemu Kang Woo di depan apartemennya. Kang Woo bertanya apa anak-anak itu mengatakan sesuatu (ia takut mereka membocorkan kalau ia telah menyusup ke dalam apartemen Gong Shil).

“Anak-anak apa? Aku tidak bertemu mereka,” gumam Gong shil sambil memakan es krimnya. Tak berani menatap Kang Woo. Lah, itu es krim dari mana? ^^

“Es krim itu seperti yang kubelikan untuk mereka.”

Gong Shil menyembunyikan es krim di belakang punggungnya.

“Apa kau juga dengar mengapa aku membelikan es krim?”

Gong Shil mengangguk malu-malu.

shot0362 shot0365

“Jadi bagaimana? Apa itu enak?” Kang Woo menunjuk es krim di tangan Gong Shil.

Gong Shil berkata es krimnya belum meleleh jadi ia tidak tahu rasanya. Kang Woo mengulurkan tangan meminta es itu. Lalu ia menggunakan tangannya untuk memecah es agar lebih mudah dimakan. Gong Shil tentu saja berbunga-bunga mendapat perhatian seperti itu. Wanita mana sih yang ngga? Iya kan?^^

Kang Woo berkata ia mengkhawatirkan Gong Shil karena semalam menghilang. Ia lega melihat Gong Shil baik-baik saja. Ia menyerahkan es krim kembali pada Gong Shil.

shot0371 shot0373

Tak tahan lagi, Gong Shil buru-buru masuk ke dalam apartemennya. Hehe…sepertinya bukan hanya esnya yang meleleh oleh Kang Woo, tapi hati Gong Shil juga.

Gong Shil terduduk lemas.

“Ada seseorang yang menyukaiku,” gumamnya tak percaya. “Bukan hantu….tapi flower boy. Ia bilang ia menyukaiku.”

shot0378shot0382 

Kang Woo kembali ke apartemennya dan menelepon seseorang. Ia berkata ia sudah mengirim email mengenai Gong Shil. Ia juga berkata Gong Shil sepertinya bukan masalah dan menurutnya lebih baik ia tidak mendekati Gong Shil lebih jauh lagi.

Ternyata yang ditelepon Kang Woo adalah ayah Joong Won. Ayah Joong Won sepertinya tinggal di luar negeri dan tentu saja sangat kaya. Ia meminta Kang Woo menyelidiki Gong Shil lebih jauh setelah tahu Gong Shil dekat dengan Joong Won dan ada hubungan dengan Hee Joo.

“Aku mengerti, Ayah,” kata Kang Woo dengan sedikit terpaksa. (ehmm…I’m not so sure about this part. Kang Woo berbicara dengan sangat cepat hingga aku tidak yakin ia memanggil “ayah”, tapi subtitle menyatakan demikian)

shot0391 shot0392

Joong Won uring-uringan karena Mall Giant sepertinya hampir selesai. Ia bertanya kapan tanggal peluncuran mall tersebut. Sekretaris Kim menyarankan agar Joong Won menanyakannya langsung pada Presdir Giant yang akan menghadiri acara amal di aula Mall Kingdom.

“Di acara amal kita?” tanya Joong Won. Ia merasa ada sesuatu yang sedang direncanakan Presdir Giant.

Sekretaris Kim menyerahkan informasi mengenai acara amal itu dan daftar tamu VIP yang akan menghadirinya. Ia juga menyertakan laporan dalam bentuk audio (karena Joong Won tidak bisa membaca).

Joong Won meminta Sekretaris Kim mengatur sebuah pekerjaan.

“Harus dekat denganku secara fisik tapi tidak terlihat olehku. Tidak mengerjakan tugas-tugas penting dan tidak terlihat orang luar.”

Walau bingung, Sekretaris Kim menurut.

shot0399 shot0401

Han Joo dan rekan-rekannya bersikap hormat dan sangat baik pada Gong Shil. Kenapa? Karena mereka tidak tahu akan sejauh mana hubungan Gong Shil dan Joong Won. Motto mereka adalah: mendekati selir untuk mencapai kesuksesan.

Tapi sebelum sukses, ada masalah besar bagi Han Joo. Ia dipanggil menghadap Direktur Do karena ada rumor mengenai Gong Shil dan Joong Won.

Han Joo berkata ia tidak pernah menyebarkan rumor tanpa bukti. Ia ada di sana waktu Gong Shil pertama kali menemui Joong Won (ingat di episode 1 Gong Shil menemui Joong Won di mall dan mencoba mengingatkannya pada pertemuan pertama mereka?).

Ia melihat Gong Shil kedua kalinya saat Gong Shil menemui Hae Seong. Dan tiba-tiba Gong Shil jadi petugas pembersih. Kemudian pada suatu malam, ia melihat keduanya berpelukan.

 shot0408shot0414 

Direktur Do terkejut juga mendengar hal itu. Han Joo berkata ia tidak melebih-lebihkan apa yang ia lihat dan ia hanya menceritakan hal itu pada teman dekatnya. Ia berjanji akan tutup mulut mengenai rahasia keluarga kerajaan….keluarga Kingdom maksudnya.

Direktur Do menyadari apa yang ia lihat pagi ini benar-benar nyata. Dan sepertinya ia mendapat ide.

“Tidak, tidak…mulut ada untuk berbicara. Kau tidak boleh menutupnya. Kau memiliki mata dan ingatan yang bagus. Tapi apa kau juga memiliki taktik yang bagus?” tanyanya pada Han Joo.

“Aku mengerti maksud Direktur. Mulai sekarang aku akan menjadi mata, telinga, dan megaphone Direktur,” Han Joo tertawa.

“Kau pegawai yang hebat. Aku menyukaimu. Presdir dan petugas pembersih…ini menarik,” Direktur Do tertawa.

shot0420 shot0434

Yi Ryeong juga akan menghadiri acara amal di Kingdom. Ia berencana tampil bersinar seperti matahari pada acara itu. Managernya tidak sependapat, menurutnya terlalu berlebihan tampil seperti itu dalam sebuah acara amal. Yi Ryeong langsung memelototinya. Manager itu cepat-cepat menghilang dari hadapan Yi Ryeong.

Yi Ryeong memilih sebuah gaun berwarna hijau. Tiba-tiba ia mendengar sebuah suara “tuk, tuk,tuk,tuk”. Ia melihat seorang gadis berseragam sekolah duduk berjongkok membelakanginya.

shot0436 shot0440

“Aku membencimu. Mengapa kau yang menjadi matahari besar dan aku matahari kecil. Pergi…aku benci kau…Kau pikir kau segalanya karena kau mendapat nilai baik dan karena kau populer?!” Ujar gadis itu dengan penuh kemarahan sambil menusuki foto Gong Shil dengan bolpen.

“Apa yang kaulakukan di sana?” tanya Yi Ryeong.

shot0441 shot0443

Gadis itu berhenti menusuki foto dan menoleh. Ia berkacamata tebal dan giginya berkawat.

“Siapa kau?”

“Aku adalah kau,” jawab gadis itu menyeringai. Ia adalah Yi Ryeong saat masih SMA.

shot0446 shot0447

Yi Ryeong shock. Gaun yang dipegangnya terlepas. Gadis itu tersenyum lebar pada Yi Ryeong. Yi Tyeong berjalan muncur ketakutan. Di dekat cermin ia tiba-tiba berhadapan dengan hantu berbibir merah. Aaaaaaah!!!! Yi Ryeong menjerit keras.

shot0450 shot0451

Dan ia terbangun. Ternyata semua itu hanya mimpi. Managernya buru-buru menghampirinya. Yi Ryeong berkata ia merasa sangat dingin.

Manager memperlihatkan gaun yang dipilihnya untuk Yi Ryeong. Gaun hijau. Serta merta Yi Ryeong teringat pada mimpinya barusan. Dalam mimpinya, hantu berbibir merah berkata, ”Sekarang..kau…lebih…cantik.”

Yi Ryeong memutuskan mereka harus ke Kingdom sekarang. Ia harus bertemu Gong Shil.

shot0462 shot0463

Gong Ri senang melihat adiknya tidak lagi mengurung diri. Gong Shil berkata seekor tikus harus menemukan lubang untuk bisa keluar. Selama ini ia terkurung tanpa jalan keluar dan sekarang ia telah menemukan lubang itu. Akhirnya ia bisa bernafas.

“Apa itu artinya kau tidak melihat hal-hal itu sekarang?” tanya Gong Ri penuh harap.

“Tidak juga,” kata Gong Shil. Dengan ramah ia menyerahkan kembali secangkir kopi pada sesuatu yang tak terlihat di sebelahnya.

Pupus sudah harapan Gong Ri.

shot0464 shot0471

Yi Ryeong berdandan bagai hendak melewati red carpet dan berjalan dengan angkuh menyusuri Mall Kingdom. Sementara itu Gong Shil kembali sibuk dengan tugasnya membersihkan.

Gong Shil melihat Kang Woo hendak berjalan melewatinya. Ia buru-buru merapikan rambut dan pakaiannya.

“Tae Gong Shil!” Yi Ryeong berseru memanggilnya dan berjalan menghampirinya.

“Annyeong,” Gong Shil menyapa.

“Kau Tae Gong Shil, bukan? Sudah lama tak bertemu. Kau bekerja di sini, bukan? Aku sempat melihatmu di sini sebelumnya. Aku ke sini untuk menemuimu. Apa kau tidak senang? Ada apa?”

Gong Shil hanya menunduk dan tidak menjawab.

“Kau membersihkan di sini!” Seru Yi Ryeong kaget. Ia menghampiri kereta pembersih.

shot0482 shot0484

Saat itulah si hantu berbibir merah menampakkan diri di depan Gong Shil. Gong Shil terkejut dan berbalik melarikan diri hingga menabrak Kang Woo.

“Ada apa?” tanya Kang Woo. Gong Shil tidak bisa menjawabnya dan berlari pergi.

shot0487 shot0490

Yi Ryeong berteriak memanggil Gong Shil tapi Gong Shil tidak kembali.

“Apa ia lari karena malu?” gumam Yi Ryeong.

Kang Woo melihatnya dengan pandangan tidak suka. Yi Ryeong melihat Kang Woo dan mengenalinya. Tanpa basa-basi Kang Woo langsung bertanya apa yang terjadi hingga Gong Shil seperti itu.

shot0491 shot0493

“Aku juga tidak tahu. Apa kau mengenal Tae Gong Shil?”

“Iya,” jawab Kang Woo singkat.

“Kami bersekolah di sekolah yang sama.”

“Aku tahu.”

Yi Ryeong bertanya apa Kang Woo mengenal Gong Shil dengan baik. Ia mengajak Kang Woo membicarakan Gong Shil. Ia penasaran seperti apa Gong Shil sekarang.

“Aku tidak mau. Aku tidak suka berbicara dengan orang yang tidak disukai temanku.” Kang Woo mulai berbicara dengan bahasa banmal.

“Apa kaupikir kau akan mendapat kesempatan lain untuk duduk dan makan bersama wanita cantik sepertiku?”

“Aku akan mempertimbangkannya jika aku bersama wanita yang benar-benar cantik. Tapi kau….tidak cantik.”

“Apa?!”

shot0503 shot0506

Kang Woo tidak mempedulikan Yi Ryeong lagi dan membawa kereta pembersih Gong Shil pergi.

Yi Ryeong sangat kesal. Ia bergumam orang rendahan memang berkumpul bersama. Hantu berbibir merah terus menempel pada Yi Ryeong.

shot0508 shot0511

[Bersambung ke Bagian 2]

Komentar:

Hantu kali ini berbeda dari hantu sebelum-sebelumnya. Jika sebelumnya hantu adalah roh orang yang telah mati, hantu yang sekarang sepertinya lebih kepada hantu yang membawa sifat buruk dan memperburuk sifat manusia. Lebih ngga serem lagi ;)

Jika hantu sebelumnya menghilang setelah urusan mereka selesai, bagaimana dengan hantu ini? Apa ia tidak bisa hilang dan terus mencari korban baru?

Kang Woo ternyata menjadi mata-mata ayah Joong Won. Ada apa sebenarnya? Selama ini belum dijelaskan kenapa Joong Won dan ayahnya hidup terpisah. Joong Won dan Sekretaris Kim sama sekali tidak pernah membicarakannya, selain bibi Joo dan Direktur Do pada episode 1.

Jadi semakin penasaran dengan masa lalu dan latar belakang mereka semua. Mengapa pula Yi Ryeong bisa berubah seperti sekarang?

31 komentar:

  1. ngakak waktu gong shil terbangun dipemakaman mirip banget dengan hantu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. y kayak hantu rambut'a acak acakn

      Hapus
  2. Daebak, semangat terus mba fanny n mba mumu.
    koq aku jadi kesengsem banget ya sama si Kang Woo ini, mukanya lebih bersinar dari pada Joong Won, kkkk (^,^)

    -Senni-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benerrr mbaaa...kang Wo lebih tampannn....coba di tukar ja yaaa......
      Heheheee

      Makasih buat mba fanny n mba mumu....

      Hapus
  3. Aku udh lama jd pnggemar mba fanny, tp bru kali ni comment. Mksh ya mba fanny master's sun nya & mksh jg mba mumuzizi. Tdnya aku pikir critanya horror abis, ga taunya malah byk lucunya.


    _yulfi_

    BalasHapus
  4. Kang woo memang menyebut "aboji" koq mba.. mgkin dia anak angkat ayhnya joong won, diselamatkan tra.hutang budi gt, makanya dia mw disuruh mata-matain joong won.
    cuma yg msh blm ngerti knpa joong won di mata-matain sm ayahnya sndiri.. apa sama2 nyari uangnya yg hilg, sprti joong won?

    dan ada apa dgn hee joo? cz ayh joong won jg menyinggung soal hee joo.
    oya, ada yg ngeuh gk foto di laptop yg ditunjukin sm prmpuan ke ayah joong won pas dy tlpan am kang woo? kyk foto anak kecil gt..

    hehe.. maaf mba komennya panjaaaanngg... ^^

    -mumuzizi-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kynya foto yg di laptp itu foto2 gong shil hasil penyelidikan kang woo

      Hapus
  5. atau jangan-jangan yang membunuh hee joo adalah appanya joong won dan menculik joong won juga adalah appanya,appanya tidak suka jika anaknya dekat dengan wanita biasa,dan ketika joong won dekat dengan gong shil ayahnya Menyuruh kang woo untuk memata-matai mereka
    Just opinion ssih

    BalasHapus
  6. atau jangan-jangan yang membunuh hee joo adalah appanya joong won dan menculik joong won juga adalah appanya,appanya tidak suka jika anaknya dekat dengan wanita biasa,dan ketika joong won dekat dengan gong shil ayahnya Menyuruh kang woo untuk memata-matai mereka
    Just opinion ssih

    BalasHapus
  7. kebayang g seh klo Gong Shil mabuk trus,bakal jd apa dia ya..hehe

    BalasHapus
  8. kebayang g seh klo Gong Shil mabuk trus,bakal jd apa dia ya..hehe

    BalasHapus
  9. kalo lihat radarnya gong shil, pasti script writernya/sutradaranya pernah nonton perahu kertas...
    *komen ngasal* hehe :D
    _hanna

    BalasHapus
  10. Makin penasaran sama kelanjutannya :),

    mbk fanny+ mbak mumu makasih udh nulis sinopsisnya :D

    BalasHapus
  11. Hwaiting mba^^ udah ga sabar nunggu kelanjutan ceritanya :)
    Mba Fanny sama mba Mumu top deh :)

    BalasHapus
  12. Mkasih buat mb mumu n mb fanny..
    Semangat trus mb,,smg bs membagi waktu dg baik..

    BalasHapus
  13. anyeoong... fighting eonnie... ditunngu ep 4 part 2 nya.. penasaran abbiiiz sama ceritanya...

    BalasHapus
  14. aku juga pas liat si Gong Shil nya narok tangan diatas kepala bentuk radar langsung" ngeh"nya ke perahu kertas tuh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya ampun radar nya gong shil kenapa bisa ngeh perahu kertas. Di film perahu kertas ada adegan begitu ya? Maap belom ntn perahu kertas

      Tp yg Jelas pose radarnya itu dari drama tahun 2009 nya Hong Sister (yg ngarang cerita ini) "My Girlfriend is Gumiho". Dia itu parodiin karya dia sebelumnya.

      Hapus
  15. ngakak abis liat ekspresi joo won pas gong shil lagi kesurupan ^^

    BalasHapus
  16. Wow ceritanya makin seru.. Thanks ya ka dh buat sinopnya..haha gokil abiss ^^

    BalasHapus
  17. Wow ceritanya makin seru.. Thanks ya ka dh buat sinopnya..haha gokil abiss ^^
    -rena-

    BalasHapus
  18. Mba yang meleleh bukan cm gong sil mba... tapi aku juga <3
    *Loh hahaha

    Soe in guk makin kece aja lama2... aaaaaaa

    Mungkinkah hee joo joo won sodara satu ayah beda ibu? *ngasal.com

    BalasHapus
  19. Makasih buat mba fany n mba mumu..d tggu bgt ♈å sinop brktnya..semangatt

    BalasHapus
  20. di tunggu sinopsis berikutnya

    BalasHapus
  21. Kang woo πŶª cakep bgd...
    .Boucye.

    BalasHapus
  22. ditunggu part 2 nya eonni

    Fightinggggg

    BalasHapus
  23. Emangnya Kang Woo benar-benar jadi informannya ayah Joong Won, emang ada gitu yang menerangkan kalau itu ayah Joong Woo...masa rada bingung...coz ga ada percakapan yang menerangkan kalau pria kaya itu adalah ayah joong Woo?...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang tdk ada di percakapan tp ada di adegan. Foto yg ditunjukkan bibi joongwon pd suaminya adl foto ayah joong won. Dan org yg ditelepon kang woo mengenakan kacamata hitam yg sm spt dlm foto itu. Juga ada adegan ayah joongwon mendgrkan suara joongwon yg sdg diculik dan ayah joongwon mengambil perhiasan sbg tebusan joongwon.

      Hapus
    2. Oh iya..bener mba.., kurang memperhatikan adegan tersebut. makasih ya mba fanny atas penjelasannya...^-^

      Hapus
  24. Makasi sinopsisnya, lucu, menakutkan dan menarik...Mungkin yg menculik Joong Won adlh sodr atau kerabat dari Hee Joo. Jadinya dia mau minta maaf. Dan Joong Won sepertinya tau siapa pelakuny, cm ga mau blg aja.. Youwei

    BalasHapus
  25. Baru nonton sekarang di rcti.. baguusss bgt ternyataaa

    BalasHapus

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)