Senin, 19 Maret 2012

Sinopsis The Moon that Embraces The Sun Episode 20 - Final

MP-00681

Yoon tersenyum melihat kedua kakak beradik itu saling menghunus pedangnya. Sebelumnya ia sudah memberitahu Yang Myung kalau ia memberi kepala Hwon untuk Yang Myung.

“Apa kau ingin agar aku sendiri yang membunuh Raja?” tanya Yang Myung.

Yoon berkata itu perlu dilakukan untuk menunjukkan seberapa besar tekad Yang Myung dan juga untuk membantu semangat para prajurit pemberontak.

MP-00004 MP-00006

“Maksudmu aku harus melumuri pedangku dengan darah adikku sendiri baru kau menyetujui aku menjadi raja?”

“Sebenarnya, bukankah dinasti Joseon memang dibangun dari pertumpahan darah antar saudara?” ujar Yoon tenang.

Yang Myung berkata itu bukan ide yang jelek. Dengan senang hati ia akan menerima saran Yoon.

MP-00009 MP-00011

Yoon berteriak agar Yang Myung melakukannya.

“Semua dengar, langit menginginkan kematian Raja ini agar ia diganti oleh orang yang lebih layak. Saat ini kita akan mengikuti kehendak langit dan melenyapkan Raja yang tak becus ini! Cepat penggal kepalanya!!”

MP-00014 MP-00016

“Mengapa kau ragu?! Cepat bunuh aku!!” Yang Myung teringat perkataan Hwon saat mereka berhadapan untuk pertama kalinya. Waktu itu Hwon memberi kesempatan pada Yang Myung untuk membunuhnya dan menjadi Raja. Tapi Yang Myung tidak melakukannya. Hwon berkata Yang Myung telah menghilangkan kesempatan itu jadi jangan mencari kesempatan lain. Waktu itu Yang Myung berbalik marah memandang adiknya.

Namun itu bukanlah akhir percakapan mereka. Yang Myung berkata ia akan menemukan kesempatan lain dalam rencana pemberontakan terhadap Raja. Ia tahu Hwon hanya mengujinya untuk mengetahui reaksi Yang Myung jika pemberontakan itu terjadi.

“Katakan padaku apa yang Yang Mulia rencanakan?” tanya Yang Myung. Hmmm…Yang Myung memang pandai.

MP-00018 MP-00019

Kembali ke saat ini. Yang Myung dan Hwon saling menatap sementara Yoon terus berteriak-teriak mendesak Yang Myung memenggal Hwon.

Yang Myug berteriak mengangkat pedangnya lalu berbalik menyerang para pemberontak. Woon ikut menyerang para pemberontak. Sementara itu Hwon mendapat kesempatan untuk berlari ke tempat yang lebih aman, di depan Jongmyo.

MP-00032 MP-00037

Ternyata ini adalah rencana Hwon dan Yang Myung. Ketika Yang Myung menanyakan apa rencana Hwon, Hwon berkata ia hendak memburu orang-orang yang menyebabkan kematian Yeon-woo. Orang-orang yang menggunakan kematian Yeon-woo untuk mempertahankan kekuasaan. Orang-orang yang mengorbankan nyawa orang tidak bersalah dan hanya mementingkan kepentingan mereka daripada kepentingan negara dan rakyat. Ia akan menyapu bersih semuanya dalam satu serangan.

Yang Myung berkata orang-orang itu tidak akan diam saja. Hwon berkata ia sudah tahu. Jika ia terus menekan mereka (dengan menyelidiki kematian Yeon-woo), mereka pasti akan mengadakan pembereontakan dan mereka pasti akan mencari Yang Myung.

Yang Myung bertanya apa yang Hwon inginkan darinya. Hwon menginginkan daftar nama para pemberontak. Jika ia tidak menyingkirkan semua orang itu maka hidup Yeon-woo selamanya dalam bahaya dan negeri Joseon akan menuju kehancuran.

Yang Myung bertanya bagaimana bisa Hwon mempercayainya dan mengucapkan kata-kata yang begitu berbahaya (menantang Yang Myung membunuhnya). Hwon berkata ia bersedia menempatkan hidupnya dalam tangan kakaknya. Hwon berkata keputusan ada di tangan Yang Myung.

MP-00045 MP-00048

Yang Myung dan Woon bergerak ke depan Hwon, menghadapi para pemberontak. Yoon memerintahkan prajuritnya menyerang karena Hwon kekurangan orang. Ia hanya dilindungi Yang Myung, Woon, dan beberapa orang pengawal.

Tapi tiba-tiba muncul pasukan dari kiri kanan Jongmyo. Pasukan pemanah dan pasukan pedang. Yoon terkejut. Menteri penjilat berkata itu adalah tentara rahasia Raja (dalam novelnya, Raja Seongjo memang membentuk tentara rahasia dan Hwon mengumpulkan tentara itu kembali untuk melawan para pemberontak. Hong Gyu-tae lah yang ditugaskan mengumpulkan para tentara itu).

Tambur dipukul. Pintu gerbang dibuka dan lebih banyak lagi pasukan Hwon memasuki istana, mengepung para pemberontak. Gerbang kembali ditutup untuk mencegah para pemberontak melarikan diri.

MP-00051 MP-00068

“Perburuan dimulai!!” teriak Hwon. Tambur dipukul. Hwon menghunus pedangnya dan berteriak, “Seraaaaang!!”

Pertempuran dimulai. Woon dan Yang Myung ikut maju untuk menghabisi para pemberontak. Menyadari situasinya tak menguntungkan, Yoon berteriak ia akan memberi imbalan besar bagi mereka yang membunuh Hwon dan Yang Myung. Dengan mudah para prajurit pemberontak dikalahkan.

MP-00070 MP-00076

Dayang Ratu bergegas memasuki kamar Bo-kyung untuk memintanya mengungsi ke tempat yang aman. Tapi Bo-kyung tidak ada di kamarnya. Di mana Bo-kyung?

Sang Ratu berjalan menyeret kain putih menyusuri jalan sepi di istana. Dalam hatinya ia berkata,”Yang Mulia, Ayah…apa kalian akan bertempur sampai akhir? Aku tidak tahu siapa yang akan menjadi pemenangnya tapi aku tahu poisisiku sebagai Ratu akan diambil dariku. Sejak pertama kali aku melihat Yang Mulia, hanya satu yang kuinginkan. Yaitu hati Yang Mulia. Karena itu sebagai Ratu sampai akhir, aku akan mati sebagai wanita Yang Mulia.” Bo-kyung memasang kain untuk menggantung dirinya dan tersenyum sedih.

MP-00086 MP-00087

Tentara pemberontak semakin sedikit. Ketangguhan tentara rahasia memang hebat. Para menteri yang memberontak pun mulai berjatuhan. Melihat itu Yoon memerintahkan agar Yang Myung dibunuh dan daftar nama itu harus diambil.

Na Dae-gil mengunus pedangnya tapi ketika melihat wajah garang Yang Myung, ia berbalik ketakutan. Yang Myung menebas punggungnya. Mati. Ia juga membunuh menteri penjilat.

“Daftar itu ada di tanganku. Jika kau bisa membunuhku, silakan ambil.”

Yoon ditikam dari belakang oleh seorang prajurit Hwon. Dengan marah ia berbalik dan membunuh prajurit itu. Ia melihat sekeliling. Tentaranya sudah dikalahkan. Para sekutunya telah mati. Pada akhirnya hanya ia sendiri, satu-satunya pemberontak, yang masih berdiri di arena pertempuran.

MP-00095 MP-00106

Hwon mengambil busurnya dan memanah kaki Yoon. Yoon jatuh tersungkur dan berlutut tapi ia tak mau berlutut pada Hwon. Ia mencabut panah dari kakinya, berdiri dan bergerak maju ke arah Hwon. Yang Myung tak membiarkannya. Ia berlari ke arah Yoon dan menebas perutnya. Inilah akhir hidup Yoon.

MP-00116  MP-00117

Pemberontakan berakhir. Semua merasa lega (termasuk aku karena semua masih hidup). Hwon dan Yang Myung saling tersenyum. Tiba-tiba seorang prajurit pemberontak berdiri. Hwon melihatnya dan memberi peringatan pada Yang Myung.

Yang Myung berbalik. Bukannya membunuh pemberontak itu, ia malah berbalik menatap Hwon yang tertegun.

“Yang Mulia, tolong maafkan keputusanku yang egois ini. Hanya boleh ada satu matahari di langit. Mulai sekarang tidak akan ada lagi kekacauan karena diriku.”

MP-00138 MP-00145

Yang Myung berbalik menghadap pemberontak itu dan membuang pedangnya. Hwon tertegun. Prajurit pemberontak itu melemparkan tombaknya kuat-kuat hingga tepat menembus tubuh Yang Myung.

Aaaaargh nfauhauiffn;hfuyg…awas serangan tuts Fanny!! I can’t get it!!! Pertama, Hwon memiliki panah, mengapa ia tidak langsung memanah pemberontak itu. Kedua, Woon juga tidak bergerak sama sekali. Para tentara Hwon yang begitu banyak tidak ada yang maju. Lalu kenapa pula prajurit pemberontak itu masih berdiri dan berusaha membunuh Yang Myung? Jika Yoon aku masih mengerti karena ia otak pemberontakan ini, tapi seorang prajurit biasa? Apa gunanya ia membunuh Yang Myung di saat ia sendiri terluka dan sekarat dan pemberontakannya sudah gagal??? Terakhir, ini sama saja dengan Yang Myung membunuh dirinya sendiri!! Fkugsyogbsugbsbhi benar-benar tidak masuk akal!!!

Tarik nafas dalam-dalam….hembuskan….Ok, serangan selesai. Mari kita lanjutkan…

Hwon dan Woon terpana menyaksikan Yang Myung roboh. “Kakak…Kakaaaak!!!!!” Hwon berlari menghampiri Yang Myung.

MP-00148MP-00153

Janshil dan shaman Jang melihat ke langit dari halaman rumah mereka. Dua matahari di langit. Matahari yang satu bersinar sangat menyilaukan lalu berubah menjadi gelap bagai terkena gerhana. Matahari yang masih bersinar menutupi matahari yang sudah mati itu. Tersisa satu matahari.

“Oeraboni…,” Janshil terkejut. Matanya berkaca-kaca.

 MP-00155 MP-00157

Yang Myung berbaring di pangkuan Woon. Ia memuntahkan banyak darah. Hwon duduk di sisinya.

Dalam keadaan seperti itu Yang Myung masih bercanda. Ia berkata akhirnya ia bisa berada dalam pelukan Woon dan rasanya sungguh menyenangkan. Woon menangis dan bertanya mengapa Yang Myung melakukannya.

“Akhir-akhir ini aku merasa lelah menjalani hidupku yang bebas. Benar-benar membosankan. Satu-satunya hal yang kusesali adalah aku belum melihat Yeom dalam waktu lama.”

MP-00161 MP-00162

Hwon menangis melihat kakaknya.

Yang Myung menoleh melihat adiknya.

“Yang Mulia, kenapa Yang Mulia menangis karena persoalan sepele seperti ini?”

“Jangan menangis…aku baik-baik saja…” kata Yang Myung tersenyum. Ia mengeluarkan buku berisi daftar nama pemberontak dari balik bajunya. Buku itu berlumuran darah sekarang. Ia menyerahkanya pada Hwon. Itu buku yang diminta Hwon darinya.

MP-00168 MP-00176

“Aku mengerti…aku mengerti… jadi jangan bergerak. Tabib akan segera datang,” Hwon memohon.

“Ada saatnya aku menyalahkanmu yang mendapatkan apapun yang kauinginkan. Jadi aku bahkan menginginkan kedudukanmu. Tapi dibandingkan dengan tahta Raja, teman-temanku dan adikku terlalu berharga bagiku,” Yang Myung menangis. Hwon sangat sedih mendengar kata-kata kakaknya.

Keadaan Yang Myung semakin memburuk. Ia memuntahkan banyak darah. Ia mengulurkan tangannya pada Hwon. Hwon menggenggam tangan kakaknya.

“Tolong jadilah Raja yang kuat. Selamatkan rakyat negeri ini bersama anak itu (Yeon-woo). Hamba akan melihat dari sana,” Yang Myung melihat ke langit.

MP-00180 MP-00184

Dalam hatinya ia berbicara dengan ayahnya, “Ayahanda, puteramu datang untuk menemuimu. Semoga di tempat itu ayah tidak akan menjadi Rajaku tapi hanya menjadi ayahku, agar aku bisa memperlihatkan senyum seorang anak. Satu-satunya peyesalanku adalah meninggalkan ibu yang kesepian sendirian.”

Yang Myung tersenyum pada Hwon dan mempererat genggamannya. Tiba-tiba ia merasa mendengar suara Yeon-woo remaja,

“Apa kau akan pergi ke suatu tempat?”

“Aku datang untuk melihat wajahmu terakhir kalinya sebelum aku pergi. Wajah yang jelek. Setelah aku melihat dengan baik, sekarang aku pergi.”

MP-00188 MP-00189

Kepala Yang Myung terkulai. Hwon tertegun.

“Kakak….,”panggilnya, Yang Myung diam tak bergerak. Woon menangis.

“Kak….,” panggil Hwon lagi. Ia meraih Yang Myung dalam pelukannya. Hiks…hiks….

“Kakak!! Kakak!! Buka matamu! Aku hanya memerintahkanmu untuk memberikan daftar itu. Aku tidak memerintahkanmu untuk mati!!!” seru Hwon sambil menangis, “Kaaak…Kakak!! Buka matamu…Ini…Ini adalah perintah! Apa kau mengabaikan perintah?!! Kakak…Kakak!! AAAAARRRHHH!! Kakaaak..” Hwon berteriak pilu.

MP-00209 MP-00213

Yeon-woo diantar Hong ke suatu tempat. Hong berkata ia sengaja berjalan berputar-putar untuk menghindari mereka diikuti. Sekarang mereka sudah tiba jadi Yeon-woo sudah bisa turun dari tandu. Yeon-woo bertanya mereka berada di mana. Hong berkata Hwon memerintahkannya membawa Yeon-woo ke tempat ini. Ia mempersilakan Yeon-woo untuk masuk dan beristirahat.

Yeon-woo masuk. Ia tak mengenal tempat itu. Ibu Yeon-woo berjalan menunduk ke arahnya. Ia terkejut saat ia mengangkat kepalanya dan melihat Yeon-woo.

Yeon-woo menangis melihat ibunya lagi.

“I…I…bu…”

Ny. Shin terpaku melihat puterinya yang dikiranya sudah mati berdiri di hadapannya. Saking terkejutnya, ia awalnya tidak bisa berkata-kata.

“Yeon-woo…Apa kau benar-benar Yeon-woo?” tanya Ny. Shin. Yeon-woo menangis dan mengangguk.

MP-00227 MP-00229

“Benar-benar, kau adalah Yeon-woo?” tanya Ny. Shin antara terkejut, tak percaya, sedih, dan bahagia. Ia memeluk dan membelai puterinya.

“Ibu,” Yeon-woo menangis dalam pelukan ibunya.

“Kau masih hidup…kau benar-benar masih hidup..”

“Aku minta maaf, Ibu…”

Ny. Shin melepaskan pelukannya dan memandangi puterinya. Ia bertanya apakah ini mimpi atau kenyataan. Ia tak mengerti bagaimana semua ini bisa terjadi. Ia tak menyangka bisa bertemu puterinya kembali. Karena shock, ibu Yeon-woo terduduk lemas di tanah. Ia terus memeluk Yeon-woo seakan takut kehilangannya lagi.

Yeom keluar dari rumah. Ia melihat Yeon-woo. Ia terlihat gembira saat melihat Yeon-woo. Yeon-woo memanggil kakaknya. Tapi Yeom tidak berani memandang wajah Yeon-woo. Ia mengajak adiknya membawa ibunya ke dalam.

MP-00237 MP-00247

Ny. Shin terus menangis sambil memegangi tangan Yeon-woo. Yeom keluar untuk membiarkan ibunya berbicara dengan Yeon-woo. Ibu Yeon-woo berkata belum lama ini ia melihat seorang gadis yang mirip dengan Yeon-woo. Ia tidak tahu apa kesalahan gadis itu tapi gadis itu dicaci maki oleh banyak orang. Hatinya terluka saat melihat gadis itu dilempari batu.

Yeon-woo tahu gadis yang dilihat ibunya adalah dirinya. Ia meminta ibunya beristirahat, mereka bisa membicarakannya nanti. Tapi ibu Yeon-woo tidak au. Ia takut Yeon-woo menghilang lagi saat ia tidur. Yeon-woo meyakinkan ibunya hal itu tidak akan terjadi. Kali ini, ia tidak akan ke mana-mana tanpa persetujuan ibunya.

Ibunya mengangguk. Ia berkata ia tidak mengerti apa yang terjadi. Selama 8 tahun ini, puteri yang merawatnya dan selalu berada di sisinya. Tapi ternyata ia terlibat dalam kematian Yeon-woo. Ia tidak bisa mempercayainya.

Yeon-woo bertanya apakah kakaknya yang memberitahu. Ny.Shin berkata walau Puteri melakukan kejahatan besar tapi sekarang ia sedang mengandung darah daging keluarga Heo. Bagaimana bisa Yeom bersikap seperti ini pada Min-hwa? Dengan kata lain Ny. Shin sudah memaafkan Min-hwa.

MP-00254 MP-00669

Yeon-woo keluar menemui kakaknya. Ia bertanya apakah Yeom benar-benar tidak mau melihat wajahnya. Jika Yeom terus menyalahkan dirinya sendiri, ia akan menyesal karena ia telah hidup. Yeom menangis.

“Apakah kakak benar-benar ingin aku berpikir begitu?”

Yeom membalikkan tubuhnya tapi ia masih tidak berani menatap Yeon-woo. Ia berkata ia telah melakukan dosa besar pada Yeon-woo. Yeon-woo berkata Yeom tidak berdosa apapun padanya. Yeom berkata semua ini terjadi karena dirinya.

“Tolong jangan berkata begitu, berbahagialah karena aku tetap hidup.”

“Yeon-woo…,” Yeom memeluk adiknya. “Terima kasih karena kau tetap hidup.”

“Aku juga berterimakasih karena kakak hidup seperti sekarang.” Akhirnya keluarga Heo berkumpul kembali.

MP-00262 MP-00270

Min-hwa terus memandangi baju yang dijahitnya untuk bayinya. Terdengar ketukan di pintu.

“Sudah kubilang aku tidak mau makan,” ujar Min-hwa. Terdengar suara pintu dibuka. Min-hwa mengomel, ia mengira dayangnya yang masuk.

Ia terkejut saat melihat Yeon-woo membawa baki makanan untuknya. Yeon-woo meletakkan baki itu di meja dan duduk di hadapan Min-hwa. Ia bertanya mengapa Min-hwa tidak mau makan. Min-hwa berkata ia tidak berhak makan.

MP-00279 MP-00280

“Jadi kau ingin mati bersama anakmu?”

“Tidakkah kau berharap aku mati?”

“Tidak, aku berharap Puteri tetap hidup.”

Min-hwa menatap Yeon-woo tak percaya. Ia mencoba membunuh Yeon-woo dan sekarang Yeon-woo menginginkannya tetap hidup?

“Puteri mencoba untuk membunuhku tapi sekarang aku masih hidup. Ada saatnya aku marah dan mengharapkan Puteri mati. Namun karena kehadiran Puteri, ibuku bisa tersenyum kembali dan kakakku mendapat seorang anak.”

Min-hwa masih tak percaya. Ia menuduh Yeon-woo munafik. Ia minta Yeon-woo berteriak padanya dan menyuruhnya mati, dengan demikian ia baru bisa berlutut memohon maaf pada Yeon-woo.

MP-00284 MP-00288

“Apa Puteri membutuhkan pengampunanku? Benar, aku akan memaafkan Puteri. Demi kakak dan Yang Mulia yang terluka karena perbuatan Puteri. Demi mereka berdua yang meminta maaf menggantikan Puteri, dan mereka menanggung rasa bersalah yang tidak sepantasnya mereka tanggung. Demi mereka dengan senang hati aku akan memaafkan Puteri. Karena itu, tetaplah hidup,” ujar Yeon-woo tegas.

Min-hwa menangis mendengar kata-kata Yeon-woo. Ia mungkin baru menyadari benar akibat perbuatannya, pada Yeom dan pada Hwon..

“Hiduplah dan mintalah maaf untuk diri Puteri sendiri. Jalanilah hukuman untuk menebus kesalahan Puteri. Yang Mulia dan kakakku tidak seharusnya merasa bersalah karena Puteri. Puteri harus melakukannya sendiri.” Yeon-woo menyodorkan sendok pada Min-hwa. Ia meminta Min-hwa tetap hidup untuk menebus kesalahan yang telah dilakukannya.

Min-hwa menangis dan pelan-pelan mengambil sendok dari tangan Yeon-woo. Ia menyendok makanan dengan tangan gemetar.

“Terima kasih karena kau tetap hidup,” akhirnya ia berkata.

“Kalau begitu berikan aku alasan untuk mengatakan hal yang sama,” ujar Yeon-woo menahan tangisnya. Min-hwa mulai makan sambil menangis.

MP-00295 MP-00303

Selir Park memanggil-manggil puteranya. Tubuh Yang Myung terbaring kaku di kuil tempat ibunya tinggal. Woon yang membawanya ke sana.

“Pangeran Yang Myung, berhentilah bercanda dan buka matamu. Pangeran, jangan tidur lagi. Bukalah matamu dan lihat ibu, ” ujar Selir Park sambil membelai wajah puteranya.

“Siapa yang sudah membohongiku? Tidakkah kaulihat ia sedang tersenyum? Bukankah ia masih hidup? Pangeran, kumohon bangunlah. Mengapa kau bercanda? Kau tidak bisa seperti ini, kau akan menakuti ibumu… Pangeran Yang Myung…” Selir Park menangis. Ia terus mengguncang tubuh Yang Myung dan memintanya bangun.

MP-00308 MP-00309

Woon tak tahan lagi dan pergi keluar. Ia melihat ke langit. Tiba-tiba terdengar suara Yang Myung. Woon membayangkan Yang Myung ebrjalan ke arahnya.

“Lihat..bahkan hari ini wajah ksatria Woon pun terlihat sedih,” kata Yang Myung sambil tersenyum.

“Pangeran Yang Myung..”

“Tidak mungkin, baru sebentar saja kau sudah merindukan aku?”

Woon tersenyum sedih. Yang Myung tertawa.

MP-00318 MP-00319

“Apa Tuan bahagia?”

“Tentu saja bahagia. Aku tidak perlu berpura-pura tersenyum lagi. Dan lagi sebenarnya aku tidak suka minum, jadi aku tidak perlu memaksa diri minum-minum lagi. Aku bukan lagi ancaman bagi Yang Mulia. Dan yang paling penting, aku bisa menyimpannya (Yeon-woo) dalam hatiku selamanya. Apa kau tahu betapa menyenangkannya perasaan itu?”

“Bolehkan hamba bertanya satu hal?”

“Silakan bertanya,” Yang Myung mengangguk.

“Apakah sampai sekarang Tuan masih menganggap hamba sebagai teman?” tanya Woon sedih.

“Teman? Kata “teman” selalu terdengar indah.”

“Mohon jawab pertanyaan hamba. Apakah tuan datang sebagai teman?”

Yang Myung tersenyum, “Tentu saja. Sampai sekarang dan seterusnya kau adalah teman baikku.”

Woon terharu. Saat ia menoleh lagi, Yang Myung telah menghilang.

MP-00326 MP-00329

Tubuh Bo-kyung terbaring di kediamannya. Ia sudah tak bernyawa lagi dan matanya terbuka (makanya dalam novelnya Bo-kyung dikatakan menjadi hantu perawan yang penasaran. Untung ngga ada dalam dramanya ya :p). Hwon duduk di sisinya dan menutup mata Bo-kyung.

MP-00334 MP-00338

Hwon berjalan lunglai kembali ke kediamannya. Yeon-woo sudah menunggunya dengan wajah khawatir. Yeon-woo menghampiri Hwon. Hwon tak tahan lagi dan menangis dalam pelukan Yeon-woo. Ia menumpahkan seluruh kesedihannya. Kesedihan atas begitu banyak nyawa yang hilang. Neneknya, kakaknya, dan Bo-kyung. Yeon-woo ikut menangis bersama Hwon.

MP-00343 MP-00347

Hari baru bagi Joseon. Banyak tempat kosong di aula istana. Hwon berkata mereka harus memulihkan keadaan negeri yang tidak stabil karena peristiwa yang baru terjadi. Mereka harus memperkuat ideologi yang benar untuk negeri ini. Ia juga akan menghukum orang yang bersalah sesuai dengan kesalahan yang dilakukan dan melepaskan orang yang tidak bersalah. Hwon mengumumkan hukuman bagi yang bersalah.

Puteri Min-hwa diturunkan dari statusnya dan dihukum menjadi budak. Hukuman itu akan dijalankan setelah Min-hwa melahirkan. Setelah melahirkan, puteri Min-hwa akan dikirim keluar kota dan dijadikan budak.

Heo Yeom sebagai suami Min-hwa juga harus dihukum. Ia diperintahkan bercerai dari Min-hwa. Posisinya sebagai uibin dicopot dan harta yang diperoleh dari posisi uibin harus dikembalikan pada negara. Statusnya dikembalikan pada status Yeom sebelum menikah dengan Min-hwa. Yeom diperintahkan menjadi pejabat. Ini sih bukan hukuman ya^^

MP-00353 MP-00357

Shaman Jang seharusnya dihukum penggal tapi karena ia telah melindungi Puteri Mahkota, hukuman itu akan dipikirkan kembali sampai selesainya upacara ritual (mungkin upacara ritual untuk orang-orang yang telah mati).

Shaman Jang memerintahkan para shaman di Seongsucheong untuk mempersiapkan ritual yang akan dijalankannya. Ia berkata kali ini ia akan melakukannya sendiri.

Janshil meminta shaman Jang membawanya. Shaman Jang berkata Janshil harus tinggal di Seongsucheong dan melindungi tempat itu. Janshil menggeleng. Seul tidak ada lagi dan ia tidak bisa menemui Yeon-woo dengan bebas. Yang Myung juga sudah tiada. Ia meminta shaman Jang tidak pergi. Jangan meninggalkannya sendirian.

Shaman Jang terharu dan sedih melihat Janshil. Janshil menangis. Ia sepertinya mengetahui shaman Jang tidak akan kembali lagi.

 MP-00374 MP-00372

Shaman jang menjalankan ritual. Ia menari.

“Seul, Ibu Suri, Ratu, Pangeran Yang Myung, Sarjana Heo. Aku membantu kalian semua ke sana. Langit, sebagai orang berdosa, aku memberikan sisa hidupku sebagai persembahan. Kumohon bersihkan semua kemarahan dan energi jahat dari negeri ini. Aku akan menanggung semua kejahatan negeri ini di dalam tubuhku dan membawanya bersamaku menuju dunia berikutnya. Jiwa-jiwa yang malang, lepaskan kemarahanmu dan beristirahatlah dengan tenang.”

Shaman Jang mengakhiri ritualnya dengan mengangkat kedua tangannya ke langit. Ia seperti tercekik.

MP-00376 MP-00383

“Akhirnya di langit ada sebuah matahari yang penuh harapan. Dan hanya ada satu bulan. Aku harap mereka bisa membuat rakyat negeri ini bermandikan sinar terang. Aku harap semua orang bisa melepaskan kesedihan mereka dan meraih kebahagiaan. Aku bedoa untuk ini.”

Shaman Jang tersungkur ke tanah. Ia terlihat kesakitan. Janshil bergegas menghampiri shaman Jang. Ia memanggil ibu angkatnya tapi shaman Jang sudah mati. Janshil menangis sedih. Ia benar-benar ditinggal sendirian.

MP-00388 MP-00392

Dan sesuai doa shaman Jang, kebahagiaan pun dimulai.

Hwon dan Yeon-woo menikah. Pada malam pernikahan, Hwon terlihat sangat tak sabar melihat dayang menuang teh dengan sangat…sangat lambat. Ia merebut teko teh dari dayang itu dan menyuruh para dayang keluar. Haha…ada yang ngga sabar rupanya.

MP-00398 MP-00401

Dayang itu protes, untuk malam pernikahan ada prosesinya. Hwon tidak mau tahu. Ia menyuruh mereka keluar.

Dayang itu bingung. Ia berkata kalau begitu ia akan membantu melepas jubah Hwon. Hwon mengelak dan memarahinya.

“Kau mau menaruh tanganmu di mana? Bahkan Ratu belum menyentuhnya. Ratu akan membantuku jadi kalian boleh pergi.”

MP-00409 MP-00414

Para dayang itu pun keluar. Yeon-woo menarik nafas gugup. Ia terus menunduk. Hwon menatap Yeon-woo dan memintanya mengangkat wajahnya karena semua orang sudah keluar. Yeon-woo mengangkat wajahnya. Hwon menghela nafas lega (akhirnyaaaa^^).

MP-00421 MP-00422

Hwon menyingkirkan meja dan teko teh. Ia mengulurkan tangannya pada Yeon-woo. Yeon-woo menyambutnya.

Siuuuut…Hwon menarik Yeon-woo bergeser mendekatinya. Hwon terus menatap Yeon-woo hingga Yeon-woo salah tingkah. Hwon meraih Yeon-woo dalam pelukannya dan membaringkannya.

MP-00430 MP-00434

“Siapa kau? Cepat katakan! Siapa kau sebenarnya?” Hwon menanyakan pertanyaan yang sama seperti ketika ia pertama kali mengetahui Yeon-woo berada di sisinya sebagai Wol.

“Hamba adalah wanita Yang Mulia. Dan ibu negeri ini. Heo Yeon-woo.”

Hwon tersenyum gembira.

MP-00439 MP-00441

Waktupun berlalu. Di istana, dua anak kecil bermain dengan gembira. Yeon-woo sedang minum teh dengan Yeom sambil memperhatikan anak-anak itu bermain. Satu putera Yeom dan satu lagi Putera Mahkota.

Yeon-woo mencoba membicarakan Min-hwa dengan kakaknya. Ia meminta Yeom memaafkan Min-hwa. Min-hwa sudah menebus kesalahannya dan Hwon juga sudah mengampuninya. Dayang Min yang selama ini setia membantu Puteri baru saja meninggal. Artinya Min-hwa sendirian di jalan. Yeon-woo meminta Yeom tidak lagi merasa bersalah padanya. Ia berkata yang terpenting adalah putera Yeom yang membutuhkan seorang ibu.

MP-00443 MP-00449

Terdengar suara tangisan. Putera Mahkota terjatuh. Yeon-woo segera menghampiri puteranya. Dengan khawatir ia bertanya apakah Putera Mahkota baik-baik saja. Ia memuji putera mahkota anak yang bersemangat. Putera Mahkota tersenyum bangga. Anak Yeom melihat Putera mahkota dan ibunya dengan sedih (dan sedikit iri).

MP-00455 MP-00456

Hwon menghampiri mereka. Putera Mahkota segera menghampiri ayahnya dengan gembira. Hwon bertanya apakah Putera Mahkota senang bermain bersama Heoi (putera Yeom). Putera mahkota mengangguk lalu ia segera beralih pada Woon dan memintanya mengajarinya ilmu pedang.

Hwon tersenyum, anaknya lebih suka bersama Woon daripada bersamanya. Woon membawa Putera Mahkota untuk berlatih. Hwon mengusulkan agar Heoi ikut belajar ilmu pedang bersama Putera Mahkota, tapi Heoi berkata ia lebih suka membaca buku. Hehe…persis ayahnya^^

MP-00460 MP-00465

Hwon tertawa. Heoi benar-benar pintar dan senang belajar seperti ayahnya. Sebaliknya Putera Mahkota ceria dan senang bermain, mirip Pangeran Yang Myung. Bahkan ia juga menyukai Woon seperti Yang Myung.

Yeom menghibur Hwon, adik kakak biasanya mirip karena itu pasti mirip juga dengan Hwon. Hwon dan Yeon-woo tersenyum.

MP-00468 MP-00478

Yeom berjalan pulang bersama puteranya. Ia berlutut dan bertanya pada Heoi apakah ia merindukan ibunya. Heoi bertanya mengapa ayahnya tiba-tiba bertanya begitu. Yeom berkata ia melihat Heoi cemburu melihat kedekatan Putera Mahkota dengan ibunya. Ia berkata Heoi boleh mengatakan yang sejujurnya tapi Heoi hanya menunduk sedih.

Beberapa shaman melewati tempat itu. Salah satuya Janshil. Ia terkejut melihat Yeom. Ia bertanya apakah Yeom kakak Ratu. Apakah Yeom mengenal Seol?

Yeom bertanya apakah Janshil mengenal Seol. Janshil berkata Seol setiap hari menanyakan perkataan yang sama padanya.

“Apakah ia bahagia? Apakah Tuan Muda bahagia? Ia harus bahagia.”

Yeom termenung mendengar hal itu. Janshil berkata setiap hari Seol menanyakannya. “Apakah ia bahagia?”

MP-00485 MP-00489

Hwon membaca laporan negara di tempat biasa. Di kediaman Yeon-woo. Yeon-woo menatap Hwon. Ia berterima kasih karena Hwon telah mengampuni Min-hwa (hukumannya dihentikan). Hwon berkata Yeon-woo tidak perlu berterima kasih untuk itu.

“Walau Yang Mulia sudah menolaknya beberapa kali tapi hamba terus memintanya. Mungkinkah hamba telah membuat Yang Mulia marah?” tanya Yeon-woo khawatir.

Hwon berkata Yeon-woo mendesaknya demi kepentingan diriya dan Yeom jadi bagaimana bisa ia marah.

MP-00492 MP-00496

Yeon-woo tersenyum. Hwon berkata sebaliknya ia yang harus berterima kasih pada Yeon-woo.

“Yang Mulia…”

“Katakan saja.”

“Sebenarnya dengan hati penuh rasa terima kasih, hamba sudah mempersiapkan hadiah di sini untuk Yang Mulia,” ujar Yeon-woo.

Hwon teringat sesuatu, “Hadiah?”

“Benar,” jawab Yeon-woo tersenyum malu (sepertinya ia berencana membalas Hwon dengan berkata hadiahnya adalah dirinya^^).

MP-00673 MP-00674

Hwon tiba-tiba berdiri dan berkata ia sangat sibuk hari ini dan banyak laporan yang harus ia baca. Jadi ia harus pergi sekarang.

“Tapi laporannya kan di sini,” ujar Yeon-woo bingung melihat sikap Hwon.

“Ah, benar juga. Laporan ini seharusnya dibaca di kediamanku. Sebaiknya Ratuku beristirahat lebih awal.”

MP-00503 MP-00504

Hwon bergegas pergi tanpa mendengar jawaban Yeon-woo. Para dayang berkasak-kusuk. Mereka juga menyadari keanehan sikap Hwon. Biasanya Hwon tidak akan pergi dari kediaman Ratu sampai kasim Hyung memanggilnya. Mereka bertanya-tanya apakah Hwon sudah mulai bosan dan menyimpan wanita lain di kediamannya.

Hwon kembali ke kediamannya. Ia duduk dan berbicara dengan seseorang.

“Apakah kau sudah siap?”

“Iya.” Suara seorang wanita.

MP-00510 MP-00511

Hwon menyuruhnya keluar. Para dayang menggeser pembatas di belakang Hwon dan seorang wanita tua keluar dari kamar tersembunyi di belakang Hwon.

Kasim Hyung memperkenalkan wanita itu sebagai guru gayageum no.1 di Joseon (alat musik petik tradisional Korea, bagi yang sudah menonton Heartstrings pasti tidak asing lagi dengan alat musik yang biasanya dimainkan Gyu-won ini^^).

Hwon berkata ia ingin mempertunjukkan kemampuan musiknya sebagai hadiah untuk ulang tahun Yeon-woo. Waktunya tidak lama lagi tapi ia orang yang cepat belajar. Itu menurut Hwon, tapi untuk urusan musik ternyata dia sangat payah hehehe (padahal di novelnya Hwon bisa bermain gayageum dengan baik).

MP-00514 MP-00516

Ia memetik gayageum dengan sembarangan. Gurunya mana berani memarahi raja jadi ia cuek terus memberikan pelajaran sementara kasim Hyung mengerutkan kening mendengar betapa tidak sinkronnya musik Hwon dan musik gurunya.

Hwon kesal karena ia tidak bisa memainkannya dengan baik. Ia melemparkan gayageum itu dan meminta diberi yang baru karena menurutnya gayageumnya rusak.

“Ijinkan hamba mengetesnya,” kata kasim Hyung. Hwon tersenyum meremehkan. Kasim Hyung memetik gayageum itu.

Ternyata ia memainkannya dengan sangat baik bahkan lebih hebat dari guru gayageum Hwon. Hwon melongo.

MP-00523 MP-00527

MP-00530 MP-00531

Kasim Hyung berkata tidak ada masalah dengan gayageumnya. Hehe berarti masalahnya adalah pemetiknya, yaitu Hwon.

MP-00536 MP-00537

“Kapan kau mempelajari gayageum?” tanya Hwon.

“Hamba tidak pernah mempelajarinya. Saat Yang Mulia mempelajarinya, hamba duduk dan memperhatikan. Hamba berlatih untuk melewati waktu saat hamba sedang bosan.” Kasim Hyung meniup jarinya. Ternyata kasim Hyung jenius musik.

“U…untuk melewati waktu…,” gumam Hwon merasa kalah. Ia menyuruh kasim Hyung menghadap tembok. Ckckck…kebiasaan lama tak berubah juga ya.

MP-00541  MP-00542

Yeom dan puteranya sedang berjalan-jalan. Yeom merasa diikuti tapi saat ia berbalik tidak ada siapa-siapa di sana. Ia kembali berjalan. Min-hwa yang mengikuti mereka. Ia muncul dari balik tembok dan menangis memperhatikan mereka yang berjalan menjauh.

Min-hwa berbalik dan berjalan tak tentu arah. Namun ia melihat Yeom dan puteranya berdiri menunggunya. Ia terkejut.

MP-00548 MP-00552

“Yang Mulia sudah melepaskan aku dari status budak tapi aku tidak punya tempat tujuan,” Min-hwa menangis,” Aku hanya ingin melihatmu untuk yang terakhir….aku sangat merindukanmu.. Aku hanya ingin melihatmu dari jauh lalu pergi.” Yeom diam tak mengatakan apapun.

“Ibu?” tanya Heoi. Wajah Min-hwa berubah cerah saat melihat puteranya dan ingin mendekatinya. Tapi ia menyadari ia tidak berhak berada di sana.

MP-00557 MP-00561

“Aku tidak akan datang lagi. Aku tidak akan bersembunyi dan diam-diam memperhatikan kalian lagi. Jadi, tolong maafkan aku untuk kali ini saja.” Min-hwa menyedihkan banget ya T_T

Min-hwa membungkuk memberi hormat lalu berbalik pergi. Yeom meneteskan air mata dan berlari memeluk Min-hwa. Min-hwa terkejut.

“Kupikir, kau tidak akan pernah memaafkanku.”

MP-00675 MP-00678

“Aku tidak ingin memaafkanmu. Aku mencoba menghukum diriku sendiri dengan tidak memaafkanmu. Tapi sekarang aku ingin bahagia. Demi putera kita dan demi seseorang yang sudah tiada tapi masih mendoakan kebahagiaanku.”

Min-hwa menangis dan memeluk puteranya. Yeom memeluk keduanya. Pertemuan yang mengharukan.

MP-00574MP-00579 

Hwon terus belajar gayageum bahkan di atas meja kerjanya. Hong yang memperhatikannya diam-diam tersenyum. Sepertinya Hong sudah naik pangkat menjadi menteri.

Hwon bertanya apakah Hong sudah mengerjakan tugas yang ia berikan. Hong berkata ia sudah melakukan kehendak Ratu untuk membatalkan pesta ulang tahun Ratu dan mengirim uangnya ke Hwal In-seol. Perbuatan Ratu menjadi teladan hingga banyak bangsawan yang ikut menyumbang untuk Hwal In-seol.

Hwon terus menekan-nekan dan memetik meja dengan serius hehe….Hong memanggilnya. Ia bertanya apa ada hal yang menyusahkan Hwon. Hwon tersadar, ia segera melipat tangannya dan berkata tidak ada apa-apa. Jangan-jangan Hong berpikir Hwon sudah gila :p

 MP-00585 MP-00596

Yeon-woo merasa bosan dan kesepian tanpa kehadiran Hwon. Seorang dayang menemuinya dan memberitahu kalau Hwon memanggil Yeon-woo ke Istana Bulan Perak.

Yeon-woo pergi ke sana. Yeon-woo tersenyum melihat Hwon duduk dengan gayageum di atas panggung kecil. Dayang menyediakan bangku agar Yeon-woo bisa duduk.

MP-00600MP-00602

“Selamat ulang tahun,” ujar Hwon.

Yeon-woo tersenyum terharu. 

Hwon berkata ia mempersiapkan konser musik untuk Ratunya. Walau keterampilannya bukan yang terbaik, ia berharap Yeon-woo menikmatinya.

 MP-00610 MP-00613

Hwon mulai memainkan gayageumnya. Entah keajaiban entah Hwon memang pintar tapi Yeon-woo terpesona dengan permainan musik Hwon. Hwon sangat bersemangat memetik gayageum hingga satu senarnya putus. Hwon meringis.

Yeon-woo cepat-cepat menghampirinya dan memeriksa tangan Hwon dengan khawatir. Tapi tunggu dulu, kenapa gayageumnya masih berbunyi? Hwon tahu ia sudah tertangkap basah.

MP-00615 MP-00617

 MP-00623 MP-00619

Hwon melirik reaksi istrinya. Yeon-woo tersenyum geli dan hendak kembali ke bangkunya tapi Hwon menahannya.

“Tolong lihat padaku saja. Hanya padaku.”

Yeon-woo tersenyum.

MP-00626 MP-00628

“Hadiahku tidak berhasil dengan baik. Apa kau kecewa?” tanya Hwon.

“Tidak, sungguh mempesona.”

“Aku tidak bermaksud untuk mempesonamu,” ujar Hwon. Yeon-woo tertawa.

Hwon berkata ia sudah mempersiapkan hadiah lain untuk Yeon-woo.

“Apakah akan ada kelopak bunga berjatuhan dari atap?” tanya Yeon-woo. Hwon berkata kasim Hyung sudah terlalu tua untuk naik ke atap. Yeon-woo tertawa.

MP-00638MP-00639

“Kalau begitu, apakah akan ada kembang api bertebaran di langit?”

Hwon tertawa.

 MP-00691 MP-00644

“Untuk menyenangkan seorang wanita bagaimana bisa aku mengunakan uang rakyat? Tapi…aku akan memberimu yang lebih baik dari semuanya itu.”

Hwon mencondongkan tubuhnya dan mencium bibir istrinya. Dari kejauhan, kasim Hyung memainkan gayageum dengan penuh perasaan.

  MP-00687 MP-00654

Happy end^^

Komentar:

Perasaanku campur aduk saat menonton episode terakhir ini. Ada kesedihan tapi juga ada kebahagiaan. Kematian Yang Myung membuatku frustrasi. Aku tahu ia akan mati seperti novelnya tapi aku tidak menyangka ia akan bunuh diri. Awalnya aku pikir lebih baik ia mati saat ia melindungi Hwon dari Yoon atau pemberontak. Tapi jika itu yang terjadi, Hwon tidak akan memaafkan dirinya sendiri. Dengan Yang Myung merelakan nyawanya, tidak ada alasan bagi Hwon untuk menyalahkan diri sendiri. And it’s good to see his smile ^^

Kematian Bo-kyung dan shaman Jang juga cukup mengharukan. Tapi akhir hidup mereka sudah bisa ditebak.

Akhir bahagia bagi pasangan Min-hwa dan Yeom, Hwon dan Yeon-woo. Akhir drama ini benar-benar mengikuti novelnya. Kecuali bagian gayageum hehehe :D

Ketika pertama kali melihat episode ini tanpa subs yang lengkap, aku merasakan kekosongan dalam hati begitu drama berakhir. Tapi setelah aku menontonnya untuk kedua kalinya, hatiku terasa hangat. Bukankah ini akhir yang diinginkan semua orang? Bagaimanapun juga pusat cerita ini adalah Hwon dan Yeon-woo. Dan mereka layak mendapatkan hidup bahagia.

Hmmm...aku belum rela melepaskan bulan dan matahari. Ottoke???

MP-00646  MP-00679

87 komentar:

  1. trims mba fanny...akhirnya selesai jg, sinopsisnya bagus buanget...^^jd merasa hrus nonton dramanya beneran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2^^ menurutkua drama ini recommended untuk ditonton.

      Hapus
  2. 2 kali baca sinopx.. 2 kali pula aku nangiss T___T
    bnr2 g' rela yang myung hrs meninggal..hikss

    tapi liat kbahagiaan hwon-yeonwoo.. aku jd mrasa senanngg.. akhirx Happy ending!! g'nyesel ngikutin sinopx dr awal ampe akhir.. drama daebak.
    gomawo mba fanny bwt sinopx,, jeongmal gomawo yo~~

    slanjutx g' sabar buat the King.. kr2 mba fanny mw buat sinopx nga ya??~
    #colek mba fanny^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku belum memutuskan akan merecap apa, mau melihat episode2 awal dulu hehe

      Hapus
  3. Daebak Mbak fanny.....akhirnya selesai TMTS nya......semoga tetep semangat menulis drama selanjutnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih...iya akhirnya selesai juga ya^^ cha_sya juga semangat terus ya :)

      Hapus
    2. Mbak fanny aja semangat terus,saya sementara hiatus.....:D
      mbak fanny lanjutin drama keren berikutnya,sepertinya Roftrop princess bagus deh,tapi dramanya Ha Ji Won juga nggak kalah seru...eits,The Rain juga...

      ha ha ha...akhirnya mbak fanny sendiri yang mutusin .:)

      Hapus
  4. haaaaaaaa campur aduk deh,,,
    makasih mba fanny,, semangat teruuusss

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih banget ya mbak sinopsisnya. sampe nangis aku bacanya, ntah temen kantor perhatiin nggak aku baca sampe hapus air mata ^_^

      Hapus
    2. sama-sama, makasih semuanya^^

      Hapus
  5. Mbak fanny,maaf ikut nimbrung,
    adegan pernikahan hwon & yeon woo yg spt di BTS pictures ep 19&20 g jadi y mbak? lha trs mbk tau g kok g jadi knapa y? heheheee . . .
    matursuwun . . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. foto yang di BTS picts itu ternyata hasil photoshop. Sebnrnya dlm episode ini ada Hwon dan Yeon-woo mengenakan pakaian menikah kerajaan tapi tidak kumasukkan karena tidak ada dialog sama sekali. mereka cuma berjalan beberapa langkah dengan pakaian itu ^^

      Hapus
  6. yeeeeeeee,,,,, tamaatt,,.. seneenngg.. happy ending...^_^
    tapi sediihh..hikshikshiskshikksss..ga bisa liat Moon dan Sun lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi...sama, aku sekarang menonton ulang ^^

      Hapus
  7. yah selesai. masih pengin liat mereka lagi.T.T

    BalasHapus
  8. Annyeonghaseo, Oenni Fanny :)
    Otteohge Jinae ?
    Makasih ya buat sinops.na,,,
    Aku pendatang baru ney,, salam kenal..

    Owh ya, ikutan comment juga dong, hehe
    Kematian Yang Myung hampir sama dengan Bi Dam..
    bedanya kalo Yang Myung di bunuh pakek Tombak, sedangkan Bi Dam pakek panah,,
    Sumpaahhh.... pas adegan ini, air mataku bercucuran, hatiku hancur.. gax rela kalo Yang Myung harus mati T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ia keduanya tragis tapi menurutku lebih tragis Bidam. setidaknya Yang Myung mati dengan kebahagiaan karena ia merasa bebas dari hidupnya yang menyedihkan. Sedangkan Bidam mati karena ia tidak mempercayai cinta Ratu.

      Hapus
  9. aku juga ngiranya yangmyung mati krn ngelindungin hwon di perang kudeta itu..
    yah kalopun gak mati, yangmyung pergi ke negeri cina,,, wkwkwk..

    itu skripnya enggak banget bikin yangmyung mati dgn cara seperti itu.. :|
    coba kalo skripnya kaya gini..

    menteri yoon yg dikira udah mati, tiba2 bangun lalu ngerebut panah yg tergeletak di dekatnya.
    yoon mengarahkan panahnya ke hwon.
    yangmyung melihatnya, dan dengan segera menghalau anak panah dengan badannya..

    hwon yg melihat yangmyung terkena anak panah, dengan emosi memanah yoon tepat di jantungnya, dan mati.

    trus adegan berikutnya...
    (adegan yg sama dgn di filmnya)
    yangmyung dipelukan hwon. skarat. sebelum menutup matanya yangmyung berbicara dalam hati "yang mulia, maafkan aku karena meninggalkanmu seperti ini. ini adalah takdir. hanya boleh ada satu matahari di langit. mulai sekarang tidak akan ada lagi kekacauan karena diriku"
    tiba2 yangmyung mendengar suara yeonwoo kecil....
    (adegan berikutnya dan seterusnya sama kaya yg difilm)

    hahahahahahaha... bagus kaaann?? kematian yangmyung jadi keren kalo kaya gitu.. (=3=)
    coba aku yg bikin skripnyaa.. hwaaaaa..hwaaaa...

    btw ini episode terakhir kan syuting ulang ya? denger2 karena endingnya bocor. trus ending yg sebelumnya kaya gimana yaa?? :O

    thanks to onnie fanny yg udah bikin sinopsis ini.. suka banget dengan cara onnie nyeritain ulang.. lebih dimengerti dibanding sinopsis tetangga sebelah :D
    pokonya onnie daebakkkkk!!!

    sekarang.. setelah TMTETS selesai.. semangat hidup berkurang 20%.. -____-
    belom ada film yg nyangkut di hati..

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama^^ denger-denger syuting ulang tapi kabar terakhir katanya tidak jadi disyuting ulang karena keterbatasan waktu. Kabar lain, penulis skrip sebenarnya membuat naskah drama ini untuk 24 episode tapi karena jadwal yang tidak memungkinkan akhirnya dimampatkan menjadi 20 episode.

      Hapus
    2. tetep ya diz..... ke cina... wkwkwkwk

      gak kereen sih matinya yang myung kena tombak dari prajurit ece-ece -____-

      Hapus
    3. eonnie fanny: padahal mending jadi 24 eps deh.. biar ga cepet abis.. :'( film bagus kalo udah sampe akhir episode rasanya beraaaaatt banget buat mengakui kalo film itu udah tamat..


      emii emii: hahahaha.. iyah.. cina.. :)) gara2 baca tulisan made in china di gelas yangmyung eps 18 :))))

      Hapus
  10. Setelah beberapa hari nunggu sinopsis ini keluar lega rasanya.... (lo kok aq yang lega),, hhhheeee,,,, aq ngikutin aja apa drama yang akan unnie recap,,,, sepertinya sulit mencari drama yang bisa mnggantikan drama ini,,, :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku coba nonton Wild Romance dan Fashion King tapi belum konek hihihi^^

      Hapus
  11. King 2 Heart..King 2 Heart..King 2 Heart...ayo demo supaya mbak Fanny buat sinopsis King 2 Heart,klo yg lain Demo menolak kenaikan BBM,yg ini demo supaya mbak Fanny buat sinopsis King 2 Heart,hehehe.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha...aduh kena demo nih^^

      Hapus
  12. teteeep fan.. endingnya sm spti prediksi awal. heheee.. meski alasannya beda. yg penting dua couple hwon-yeon woo n yeom-minhwa tetap hdp n hepi ever after.. heheee.. nana

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup, endingnya memang sudah diperkirakan. apalagi bagi yang sudah tahu ending dari novelnya, seharusnya tidak terkejut dengan ending seperti ini.

      Hapus
  13. mbk fanny makasih ya, salut atas perjuangannya ngerekap TMTES, mbk recapin wild romance dunks, kayaknya lucu tu walopun ratingnya rendah, tp menurutku krn saingan ama TMTES aja, ato rooftop prince jg kayaknya lucu, tetep semangat ya mbk

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama^^ wild romance lucu tapi feel-nya belum konek hehehe..Rooftop Prince aku yakin akan di-recap blogger lain :)

      Hapus
  14. bagus banget.....bener" sampe nagis bombay nich baca aja apalagi nonton yah........ :'(

    BalasHapus
  15. betul...moonsun ini bagus, membuatku menanti trus lanjutannya...dan gara2 lee hwon aku jadi nonton sam dong...

    makasih ya buat sinopsis-nya....

    BalasHapus
  16. uuuhhhh.... mewek2 sdah q ni mb.fanny....
    bru baca gmna klo nonton,bisa kesegukan krn nangis doang. heee
    but thanks sinopsisnya ya mb.. dtunggu crita yg lucu n menharukan lagi heeee

    BalasHapus
    Balasan
    1. you're welcome^^ lagi mencari drama yang mengena di hati hehe :)

      Hapus
  17. makasih makasih buat mbak fanny yg udah bikin sinopsis TMETS sampe akhir..
    akhirnya tamat.. setelah baca sinopsis episode finale nya rasanya legaa, akhirnyaa
    cuma teteup rasanya nyesel deh, belum nonton drama bagus ky gini tp udah tau ceritanya dr awal sampe akhir, udah ga ada kejutanny lagi ntar..heuheu
    tp da emg belum punya waktu buat nonton sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama...kalau udah ada waktu, nonton ya^^

      Hapus
  18. tererengkyu fan udah habisin sinopnya tmets. happy ending n mengharukan banggets. skarang saatnya berburu dvd nya. o ya please bikin sinopnya love rain ya fan. thx before. RR

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama...Love Rain aku tidak berniat membuat sinopsisnya karena aku kurang suka ceritanya dan cukup panjnag kalau tidak salah 24 episode. Nanti aku lihat dulu episode-episode awalnya^^

      Hapus
  19. iya nih sama kaya anonim, gara2 suka lee hwon jadi kepikiran buat ngliyat sam dong....
    thanks buat kerja keras recapnya. fighting !!! p(^_^)q

    BalasHapus
    Balasan
    1. you're welcome...fighting!!^^

      Hapus
  20. Wktu adegan yang myung dibunuh sm prajurit pemberontak agak aneh, pdhal disitu ada pemanah2 yg jago,tapi malah di diemin gitu aja :/.
    Totally, keren ,mengharukan, bikin nangis wktu Yang myung meninggal,adegan lucunya jd bikin asik, nulis ceritanya jg mudah dimengerti. KEREN!!
    Makasih Kak fanny buat sinopsisnya :))
    *SALUT

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup, adegan itu memang aneh banget..mungkin sebenarnya itu maksdunya slow motion kali ya, jadi sebenarnya waktunya sangat cepat hingga tidak keburu bertindak *alasan*

      Sama-sama, makasih^^

      Hapus
  21. drama ini keren banget...sama kayak yg nulis hehehe...gomawo^^ eh...DVD bajakannya dah dijual dipasaran loh..bhkan sbelum episode trakhir diputar!!

    BalasHapus
  22. Lagi-lagi mbak fanny terima kasih banyaaaa.....k
    akhir yang menyenangkan,
    *tapi ttp ada yg lucu liat adegan romantisny g ngena soalny tau beda usiany jauh....^_^
    tapi tidak mengurangi smuany...
    pokokny special thanks for writer n_n

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama^^ beda usia Lee Seung-gi sama Ha Ji-won lebih jauh lho...8 atau 9 tahun^^ Tapi Kim Soo-hyun emang baby face :)

      Hapus
  23. salam kenal mbak fany. baca sinopsis tmtets, buat q tergila-gila bnaget sma drama ini, selain dong yi. senang banget liat happy ending. walupun mungkin pengenx sih 24 episde spy lbih lama lg liat mukax kim soo hyun yng imut banget. pokox jalan ceritax q suka. tq buat mbak fanny yang sudah kerja keras menyiapkan sinopsisx untuk kita2.maia

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal maia^^ sama-sama makasih udah berkunjung^^

      Hapus
  24. seru....walaupun yan myung mati....tapi emang uda di duga .emang hanya ada satu matahari.....

    BalasHapus
  25. seru....walaupun yan myung mati....tapi emang uda di duga .emang hanya ada satu matahari.....

    BalasHapus
  26. nice endiinngg.
    frustasi nunggu kelmaan pinjeman filmnya blm dpt2, baca sinopsis ini jd terobatin deh :)
    gomawooooo :*

    BalasHapus
  27. Makasih banyak mbak.. =D

    BalasHapus
  28. dramanya udah tayang di Indosiar, tapi tetap wajib baca sinopsisnya....

    BalasHapus
  29. ceritanya bikin gk nahan :'( akir yang mengharukan
    cerita yg begitu penuh cinta dan unsur mistis
    tp bagus bangettttt
    baca sinopsi 4x pun tep bkin gk puas baca
    luar BINASA :D

    BalasHapus
  30. ihhh seruu gk nahan...
    gk bisa berhenti nagisnya hehehe
    haru banget ceritanya penasaran masih ada lagi gk yaaaaa yg part 2 hehehe

    BalasHapus
  31. Eonni thank for the story! OMG terharu banget bacanya :")

    BalasHapus
  32. kerenn..serruuu..kim soo hyun cocok banget buat jadi raja :)

    BalasHapus
  33. thanks a lot eonni..... ceritanya sungguh bagus :D :D apalagi sinopsisnyaaaaa :):):):)

    BalasHapus
  34. Makasih udah share...serru abiss... :D

    BalasHapus
  35. kenapa pangeran yang myung mati??????? g rela bgt

    BalasHapus
  36. Hai Kak Fani, thanks buat kerja kerasnya membuat sinopsis ini untuk kita. Aku juga masuk ke salah satu orang yang gak rela kalau yang myung harus meninggal, apalagi meninggalnya pasrah gitu. hiks (X_X) tragedi. Juga seol yang harus kehilangan nyawa demi orang terkasih yang dicintainya diam2.. Namun, semua kesedihan ini bisa tercover dengan kebahagiaan hwon dan yeon woo yang sempat tertunda (^.^).. Dan juga aku senang karena kasim hyung sun dan woon selamat dari perang kudeta tsb (^o^). Ditunggu karya sinopsis lainnya y, Kak Fani. Semangat Kak Fani (9^o^)9 ~arni~

    BalasHapus
  37. huaaaa... eonni makasi yaa buat sinopsis :) sinopsisi nya sama persisi sama yang di drama aslinya !!!! makasi banyak, ntn dramanya sambil baca sinopsis ini seru juga,loh.. makasiii :)

    BalasHapus
  38. happy ending !! heheh sudah baca sinopsis dan menonton. diawal episode 20 nya gak bisa nahan nangis karena lihat pangeran yang myung mati T.T Tidak apapa ;) yg penting seneng lihat kong hwon dan queen yeon woo bersatu ^^
    terimakasih mbak fanny untuk sinop nya.
    ada rencana posting sinop terbaru mbak fany?
    ditunggu ya ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama^^ setelah TMTETS, aku sudah membuat sinopsis lengkap The King 2 Hearts dan sekarang sedang membuat sinopsis drama Big^^

      Hapus
  39. Wah lengkap sinopsisnya sampai final :D
    seru banget...
    banyak yang meninggal ya ternyata :( but happy ending :)
    thx ya mbak buat sisnopsisnya...

    BalasHapus
  40. wah seru..
    aku mau baca..
    keep fihting mbak fanny !!

    BalasHapus
  41. kak fannyyyyyy!!! annyeong haseyoooo>.< aku new comer :3 paling suka sama sinopsis dari kakak ({}) soooo perfect soalnyaa. makasi banyak banyak sama The Moon that Embraces The Sun nyaaaaa XD . masa masa selera drama kak fanny yg buat dipublish selera aku semuaaa >_< love you kak!! FIGHTING buat drama yang lainnn <3 ({})

    BalasHapus
  42. Makasih ya fanny!~ :D
    Sinop na ngbantu w bnget

    Dri gaya bhsa,fto per adegan n ada komen dari pribadi na, itu yg bikin sinop lu beda dri yg laen, jadi lebih hidup
    N seru bnget pas bca na, serasa ntn drma na dri tv haha

    Skali lagi thanks ya! smga makin sukses hahah :D
    N request tambah lgi jdul2 drama yg daebak2 lgi heheh

    BalasHapus
  43. Waaaaaa...
    Bsok uda tamat nih !!
    Hhuuuaaaaa

    BalasHapus
  44. jujur, sbnernya nggak suka drma kolosa korea.. tapi pas nnton drma ini, omg, sukaaaa bgt tb2...
    yg pnting jlan crtanya, bukan penampilannya..
    karakter fav w si WOON.. cool bgt.. sayang, dia nggak dpet psangan ya??
    besok, ep terakhir, w duga, psti bsok w nangis.. mkasih author.. :)

    BalasHapus
  45. buka-buka google cari sinopsis terakhir TMTETS ketemu blog ini :D

    jujur, yang paling aku suka dari film ini adalah Alur, dan Pesan Moralnya. Alur cerita dari awal sampai akhir selalu penuh warna emosi. Lucu, sedih, menegangkan, dsb dll. Benar-benar di kemas tepat sasaran. Contohnya ya yang ada di eps. Terakhir ini lagi tegang-tegangnya berantem ada adegan lucu Prof Na sama Yang Myung bikin senyum.
    Pesan moral dari dram ini juga sangat terlihat jelas. Apapun yang kamu lakukan hal baik maupun buruk pasti akan ada balasan suatu hari nanti.

    BalasHapus
  46. sedihhhhhhhhhhhhhhh bgtt krna gag bs liat drama ii lg di tv...mw beli kasetnya tp bhsanya msh bhasa korea gag ada trjemahannya....emhmh...berharap bgtt bs di puter ulng...aku ska bgttt sma drama ini...mnurt ku ini adalah drama kolosal yg plingggbgus..???hehehe....soalnya raja nya oppa kim soo hyun sih....tp untung jg episodenya gag trlau bnyak...jd gag bosen liatnya...

    BalasHapus
  47. setelah Dong Yi, aku pikir gak ada kolosal lg yg bisa menyentuh hatiku ternyata ini bener2 keren. Keren buanget aku da ntn 2x tp gak bosen2. Mudah2an ada lg yg lbh keren yg bikin aku terbyg2 wajah pemainnya, sampe terbwh mimpi :D

    BalasHapus
  48. sinopsis yang bagus...ampe ke hati pilunya. Ditunggu sinopsis lainnya ya. Keep Fighting !

    BalasHapus
  49. thank u mba fanny...drama ini aq konek bgt kayaknya aq ikut di dlm drama ini...pokoknya bgs bgt...makasih ya mba fanny...ditunggu sinopsis selanjutnya...:)))

    BalasHapus
  50. Wah beneran deh, blog ini ngebantu aku bgt pas pnsaran gila setengah mati tiba2 pengen nonton drama ini. Awalnya sih lgi nonton jang ok jung, eh kan bru 4 ep, langsung penasaran kenapa sih seorang raja/ putra mahkota itu susah bgt bwat ngedapetin org yang dia sukai, penasaran ama story line kayak gitu tiba2 keingetan the moon that embraces the sun. Ditambah 20 episode dan kurang nya jaringan wifi, pake modem susah download terpaksa deh nyari sinopsis nya, tapi baca ep1 sampe akhir disini tuh kayak ngeliat dramanya banget... 2 thumbs up for author...

    Overall drama ini daebak abis... author-nim gomawoyo

    BalasHapus
  51. Eonni~~... Entah kenapa aku merasa scene2 terakhir agak terasa sepi gtu. apalagi setelah kematian Yang Myung, kehilangan gtu eon.

    Huwaaa~~ Pengen nonton drama nya lagi. T.T

    BalasHapus
  52. Waktu dulu drama ini diputar dikorea uda denger ktnya bagus n boomming dgn rating tinggi dan meraih byk penghargaan tp aku malas nontonnya krn pemainnya lagi pula aku gak suka kdrama jaman kerajaan krn bahasanya yg formal. setelah heirs tamat aku sempat vakum nonton kdrama dan hanya membuka blog ini utk melihat2 saja. walaupun sdh tau kyknya you who came from the stars kyknya bagus dan dibuatkan sinopsis oleh kak fanny dan dee tp krn pemainnya aku gak nonton. krn bosen sdh 2 mingguan tdk nonton kdrama akhirnya aku nonton jg you who came from the stars walau malas2an nontonnya tp lama2 aku suka sama KSH dan begadang menonton seri ini yg tertinggal dan menantikan eps2 selanjutnya dgn tdk sabar sambi menunggu aku nonton drama KSH yg lain seperti dream high dan baru semalam menyelesaikan the moon that embrances the sun sampe termehek2 dan seperti biasanya tak lengkap menonton tanpa membaca sinopsis dgn gaya tulisan kak fanny dan hari ini selesai membaca sinopsisnya dgn tersedu2 dan semakin jatuh cinta sama KSH. melalui blog ini aku semakin mengerti jalan cerita drama ini dan dibuat menangis dan terharu lebih dari waktu aku menontonnya langsung.

    Good job kak fanny!!!!!! hobby kak fanny dan kak dee membawa kebahagiaan utk para pecinta kdrama melalui sinopsis yg dibuat blog ini.
    Tetap semangat utk sinopsis lainnya yaa ...
    dan tentu saja keluarga tetep no 1.
    Gbu ....

    BalasHapus
  53. hemmmm kayaknya aku paling telat baru baca sinopsis drama ini heheh ,,, nggak terima banget sih kalo kakaknya raja mati seperti itu , tapi jau hlebih baik daripada dia hidup tersisksa melihat orang yang dicintai bahagia bersama orang lain pasti jauh lebih sakit dibandingkan apapun :'(

    BalasHapus
  54. Akhirnya, bisa nemuin sinopsisnya. Awalnya udah nnton d Indosiar, tpi srg ketinggalan eps. Itupun eps terakhir cma nntn 5 mnt terakhirnya -_-
    GamsaHamnida Eunni, ya walaupun gk trlalu k-lovers, tpi seenggaknya ini keren dramanya ^^

    BalasHapus
  55. Telat bgt nonton ini drama,,awalnya cba nnton ni drama gara2 ga bs moveon dr drakor man from the stars. Cr2 drama KHS lainnya malas bgt klo mau nnton dreaam high yang crtanya biasa aja menurutku, JäÐï aq pilih nnton ini drama krna aq jga ska bgt nnton drama saeguk sejak nnton iljimae (kebetulan pemain masa kcl diiljimae sama dgn didrama ini) setelah nonton, sukaaa bgt, meskipun klise bgt adegan ilang ingatannya *knp ga ikut novelnya aja yang pura2 sembunyi identitasnya*.si KHS mirip jumong msh muda yaaa pas pake sabuk dikepala. Truss episode akhirnya kokk ga ada wajah ibunya raja ?? Diakhir2 cerita aq jdii kasian sama nenek suri dan bokyung hikkss...akting menangisnya kim soo hyun natural bgt,,kagum bgt ma dia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, yang main di The Return of Iljimae kan Yeo Jin Goo and Kim Yoo Jung juga. ^^

      Hapus
  56. Drama ini bgus bnget. Pdhal berkali" liat filmnya dan bca sinopsis tpi nggak pernah bosen. Kasihan bnget yang myung. Aku ga tega dia mati kyak gtu. Sad bnget.
    Tp happy ending jga akhirnya. Mksih buat penulis sinopss nya. Sip bnget.

    BalasHapus
  57. satu2nya yang sad cm p minhwa ya. dilihat dr statusnya dia g mungkin jd istri yeom lagi. budak kan ga bisa nikah sama yangban

    BalasHapus
  58. Teriima kasih buat penulisnya.
    br tau baca sinopsis asyikk juga

    BalasHapus
  59. Haduh .. Mba aku baru download eps 4 tapi udh greget ntn endingnya kaya manaaa

    BalasHapus

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)