Friday, 10 February 2012

Sinopsis The Moon that Embraces The Sun Episode 11

 

MP-00495

Yang Myung menarik Wol dan bertanya apakah Wol ingat padanya. Wol terpana. Pengawal yang bertugas membawa Wol bertanya siapa Yang Myung. Ia memerintahkan Yang Myung ditangkap. Tapi Yang Myung berteriak berani-beraninya mereka menyentuhnya, dia adalah Pangeran Yang Myung. Pengawal itu buru-buru memberi salam.

MP-00002 MP-00003

Yang Myung kembali bertanya pada Wol apakah Wol ingat padanya. Ia adalah orang yang pernah Wol temui di kota. Belum sempat Wol berkata apa-apa, shaman Jang muncul dan menyuruh Yang Myung melepaskan Wol. Ia memerintahkan para pengawal membawa Wol.

“Tunggu!” seru Yang Myung. Tapi shaman Jang berdiri menghalanginya. Wol dibawa oleh para pengawal.

“Siapa kau?” tanya Yang Myung pada shaman Jang.

MP-00013 MP-00014

Hwon menunggu kedatangan Wol. “Mungkinkah…….” pikir Hwon. Ia melihat Wol memasuki kamarnya. Hwon menatapnya dengan tajam.

MP-00022 MP-00023

Shaman Jang menyuruh Yang Myung pergi, “Kau tidak boleh melakukannya.”

“Apa yang tidak boleh kulakukan?” tantang Yang Myung.

Shaman Jang berkata Wol hanya seorang jimat penyerap energi jahat. Bagaimana bisa Yang Myung menaruh perasaan pada seorang jimat (selembar kertas). Yang Myung berkata ia juga tidak lebih dari selembar kertas jadi itu tidak masalah.

“Ini adalah takdir terlarang,” kata shaman Jang.

“Siapa yang memilih takdir seperti itu!!” kata Yang Myung marah.

“Sebagai seorang shaman, hamba menyampaikan apa yang diperintahkan oleh para dewa.”

“Itu bukan keputusan para dewa. Itu keputusanku.”

MP-00027 MP-00029

Yang Myung beranjak pergi. Shaman Jang berseru bukan hanya Yang Myung tapi Wol juga dalam bahaya. Shaman Jang berkata Wol bisa menjadi pemicu perang, tidak bisakah Yang Myung melihatnya (mungkin jika Hwon dan Yang Myung sama-sama menyukai Wol maka akhirnya bisa memicu peperangan).

“Tolong jangan temui dia lagi. Tolong jangan bersikap bodoh,” pinta shaman Jang.

Shaman Jang meminta Yang Myung menjauhi Wol jika Yang Myung memiliki sedikit perasaan pun pada Wol. Yang Myung menatap shaman Jang dengan marah. Woon sepertinya mendengar percakapan mereka dan menarik nafas panjang.

MP-00034 MP-00035

Hwon berteriak memerintahkan Wol menjawab pertanyaannya. Hwon bertanya di mana Wol dilahirkan. Wol berkata ia dengar ia dilahirkan jauh dari kota. Hwon bertanya apakah Wol tinggal di Onyang sepanjang hidupnya. Wol menjawab ia mengikuti ibu angkatnya ke berbagai tempat.

“Di mana orang tua dan saudara-saudaramu?”

“Hamba tidak punya. Mereka yang tumbuh bersama dengan hamba adalah keluarga hamba.”

“Jadi kau seorang yatim piatu?”

Sambil menahan kesedihannya, Wol berkata seseorang shaman harus melepaskan masa lalunya untuk menjadi sorang shaman. Jadi ia tidak ingat masa lalunya.

Hwon berkata kalau begitu Wol bukan yatim piatu awalnya, apakah Wol ingat wajah orang tua dan saudara-saudaranya.

“Ketika seorang shaman menerima kemampuan dari langit, ia harus melupakan masa lalunya. Jadi hamba tidak ingat atau memikirkan masa lalu hamba,” Wol mulai menangis.

MP-00036 MP-00046

“Kau lupa semua masa lalumu?” tanya Hwon tertarik. Wol membenarkan.

“Kalu begitu patahkan mantranya. Dan cobalah mengingat masa lalumu! Di mana kau dulu tinggal dan siapa namamu sebelum kau menjadi seorang shaman!”

“Yang Mulia,” ujar Wol frustrasi karena ditanyai terus menerus.

“Kapan kau memperoleh bakatmu? Dari siapa dan di mana? Apakah aku ada di dalam masa lalumu?!”

“Tolong hentikan!” seru Wol. Hwon tertegun.

“Hamba mohon hentikan sekarang. Tolong tarik semua pertanyaan itu. Walau Yang Mulia terus menanyakan pertanyaan itu, hamba tidak bisa memberikan jawaban yang Yang Mulia inginkan. Hamba…bukan orang seperti Yang Mulia inginkan. Hamba tidak tahu seberapa besar kemiripan kami, tapi jika Yang Mulia masih banyak pertanyaan, tolong tanyakan para orang itu.”

Hwon terdiam.

MP-00053 MP-00054

Shaman Jang mengusir Janshil. Janshil memohon ampun tapi shaman Jang memarahinya.

“Jika kau memang tidak mematuhiku mengapa kau kembali (setelah melanggar)?”

“Aku tidak punya tempat untuk dituju, ibu angkat…jadi tolong jangan usir aku keluar” isak Janshil.

Shaman Jang berkata ia sudah memperingatkan Janshil untuk tidak menggunakan kekuatanya demi kepentingan pribadi. “Bagaimana bisa….bagaimana bisa kau tak pernah mematuhiku! Kau…bukan lagi shaman di tempat ini jadi keluar dari Seongsucheong sekarang juga!”

MP-00055 MP-00062

Shaman Jang berbalik membelakangi Janshil. Janshil berteriak-teriak meminta ampun. Seul berusaha membela Janshil.

“Aku melakukannya karena eoraboni (Yang Myung) sangat menyedihkan. Sekali saja, hanya sekali saja aku ingin memberi sesuatu padanya. Yang Mulia memiliki segalanya…tapi eoraboni…”

Shaman Jang memelototi Janshil. Janshil menutup mulutnya, sadar bahwa ia baru saja mengungkit Hwon (matahari).

MP-00066 MP-00067

Sementara itu Yang Myung berjalan kembali ke kota sambil berpikir apakah Wol juga lebih dulu bertemu dengan Hwon. Apakah Wol juga memilih Hwon (seperti Yeon-woo)?

Dengan murka shaman Jang menyuruh Janshil keluar sekarang juga. Janshil terisak. Tapi tiba-tiba ia seperti kerasukan seuatu. Ia berdiri dan menegur shaman Jang.

“Ibu, mengapa? (di sini Janshil memanggil shaman Jang dengan sebutan eomeoni padahal biasanya ia memanggil dengan sebutan shimu-nim). Mengapa kau selalu menyuruhku hidup hanya untuk orang lain saja?”

Shaman Jang tampak tertarik.

MP-00071 MP-00075

Yang Myung mengunjungi ibunya di kuil. Selir Park heran mengapa Yang Myung mengunjunginya malam-malam begini. Yang Myung balik bertanya apa yang ibunya lakukan, berdoa malam-malam. Selir Park berkata seperti biasanya ia mendoakan kesehatan Hwon. Yang Myung menarik nafas kesal.

“Pangeran Yang Myung,” panggil ibunya heran.

“Untuk sekali saja, sebelum menyebut nama Yang Mulia, bisakah Ibu menyebut namaku lebih dulu?”

Selir Park menegur Yang Myung yang telah berbicara tidak sepatutnya.

“Ini semua omong kosong. Lupakan! Pendam! Mengalah! Jangan goyah! Ibu, apakah Ibu tidak lelah dengan semua ini?”

“Mengapa Pengeran seperti ini?” tanya selir Park khawatir.

“Sekali saja…sekali saja…tidak bisakah sekali saja ibu mengatakan: kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan, kau boleh serakah,” kata Yang Myung sambil menangis.

MP-00087 MP-00090

Selir Park hanya diam.

“Mulai sekarang aku tidak akan hidup untuk orang lain lagi,” ujar Yang Myung dengan penuh tekad.

“Tersenyum saat aku ingin tersenyum. Marah ketika aku ingin marah. Mencuri apa yang kuinginkan. Begitulah aku akan hidup!” kata Janshil, seperti menyambung perkataan Yang Myung.

MP-00092 MP-00095

Wol kemabli ke Seongsucheong dan bingung melihat situasi di sana. Janshil menghampiri Wol dan memegang lengannya.

“Pergilah denganku…ikutlah denganku… Jika orang itu aku, aku bisa melindungimu. Jika orang itu aku, aku tidak akan membiarkanmu pergi seperti ini (seperti Yeon-woo). Jika orang itu aku….”

Shaman Jang menarik Janshil dan memegangi kepala Janshil. Ia memerintahkan Janshil menutup mulutnya.

Janshil tersadar dan bingung melihat shaman Jang, “Ibu angkat (shimu-nim)…..”

MP-00103 MP-00106

Sepertinya Janshil dirasuki keinginan Yang Myung yang terdalam. Semua itu adalah isi hati Yang Myung yang selama ini terpendam dan sekarang meledak. Hmmm..menarik…walau agak ngeri juga…apakah Yang Myung akan menjadi pemeran antagonis? Noooooo!!!! (teringat Bidam T_T)

Shaman Jang memerintahkan Janshil diseret keluar. Janshil diseret keluar sementara ia terus berteriak memanggil shaman Jang.

Wol bingung dan bertanya mengapa shaman Jang seperti ini. Shaman Jang mengingatkan siapapun yang berani membawa Janshil masuk ke istana akan dihukum dengan hukum spiritual (tampaknya mengerikan).

MP-00109 MP-00113

Wol tidak peduli dan berbalik menuju pintu. Shaman Jang menahannya dan bertanya apakah Wol juga mau diusir. Wol berusaha menenangkan shaman Jang. Ia berkata Janshil juga belum bisa mengendalikan kekuatan sama seperti dirinya. Shaman Jang tidak mau berdebat dan menyuruh Wol beristirahat.

Wol masih hendak bicara tapi Seul menahannya. Ia berkata shaman Jang hanya memberi Janshil pelajaran. Wol khawatir karena Janshil tidak memiliki tempat tujuan dan di luar udara sangat dingin. Seul yakin Janshil akan kembali dan shaman Jang akan menerimanya lagi, ini bukan pertama kalinya terjadi hal seperti ini. Tapi Wol masih merasa cemas.

MP-00115 MP-00118

Wol menemui shaman Jang. Shaman Jang berkata jika ini mengenai Janshil maka Wol sebaiknya tidak bicara.

“Ibu angkat, aku akan meninggalkan Seongsucheong.”

Shaman Jang bertanya apa Wol sedang mengancamnya. Wol berkata ini bukan ancaman. Kalau begitu apa kau benar-benar ingin meninggalkan Seongsucheong, tanya shaman Jang.

Wol berkata ia akan melakukan apa yang pernah diperintahkan shaman Jang padanya yaitu melarikan diri dengan Seul. Ia merasa baik dirinya, Seul, maupun Janshil tidak cocok berada di istana.

“Mengapa kau sampai pada keputusan ini?” tanya shaman Jang. Wol tak menjawab. Shaman Jang kembali bertanya mengapa Wol sampai memutuskan ingin pergi.

“Apa yang ibu angkat katakan benar. Aku seharusnya tidak berada di sisi orang itu. Aku tidak menjaganya.. Aku menyadari tidak ada yang bisa kulakukan untuknya. Aku berusaha untuk menolongnya melepaskan kesedihannya, dan tidak membuatnya bingung. Tapi sepertinya kehadiranku malah membuatnya bingung. Orang yang ia butuhkan bukan aku. Akan lebih membantunya jika aku pergi,“ kata Wol sambil menahan tangisnya.

MP-00134 MP-00140

Kasim Hyung mnyarankan agar Hwon beristirahat karena Hwon tidak tidur semalaman. Tampaknya semalam ia terus memandangi surat-surat yang ditinggalkanYeon-woo dan Wol. Ia ingat Wol memintanya bertanya pada Yeon-woo. Bagaimana bisa aku bertanya pada orang yang sudah mati, kata Hwon dalam hati.

Tiba-tiba ia membaca “Ayah akan segera membawakan obat. Dan hamba tidak bisa bertemu dengan Yang Mulia lagi.”

Hwon mengucapkan isi surat Yeon-woo bagian itu dan bertanya pada Woon apa artinya. Woon berkata bukankah ia memperkirakan bahwa ia akan mati. Hwon berkata awalnya juga ia berpikir begitu tapi jika dipikirkan lagi bukankah artinya ayahnya membawakan dia obat yang akan membuatnya mati.

MP-00142 MP-00143

Kasim Hyung berkata ayah Yeon-woo dikenal sebagai orang yang berhati hangat. Bagaimana bisa ia melakukan hal itu pada anaknya. Itulah sebabnya terasa janggal, kata Hwon. Dan lagi bukan hal itu satu-satunya yang aneh. Yeon-woo adalah anak yang sehat. Mengapa anak yang sehat tiba-tiba mati, ujar Hwon.

“Ayah bahkan tidak menginvestigasi kematiannya,” ujarnya.

Kasim Hyung bertanya apa yang Hwon curigai. Hwon berkata kematian Puteri Mahkota bukan kematian yang biasa . Woon dan kasim Hyung terkesiap.

Bukankah itu berarti Menteri Heo membunuh puterinya sendiri, tanya kasim Hyung. Hwon bertanya pada Woon apakah Yeom mengetahui sesuatu tentang obat yang diminum Yeon-woo. Woon berkata Yeom tidak tahu apa-apa karena saat itu ia berada di luar kota. Woon berkata Yeom merasa bersalah karena tidak berada di samping adiknya saat adiknya tiada.

Hwon berkata menanyakan hal ini sekarang pada Yeom akan menjadi hal yang kejam.

MP-00150 MP-00149

Yeom mengemasi barang-barangnya. Sepertinya ia diperintaahkan ke suatu tempat oleh Hwon. Hwon berkata ia memberi Yeom liburan ke distrik Yeongnam, dan tidak ada maksud apa-apa di balik perintahnya. Tapi sepertinya Yeom curiga. Ibu Yeom masuk dan bertanya apakah Yeom sudah membereskan barang-barangnya. Ia berkata jika Yeom pergi sekarang maka ia baru bertemu Yeom lagi sebulan lagi.

Ia bertanya apakah Yeom sudah mengucapkan salam perpisahan pada Puteri. Belum, jawab Yeom.

“Ckckck, cepat temui dia dan hibur dia,” Ibu Yeom menasihati.

Puteri Min-hwa sedang menangis ketika Yeom masuk. Yeom duduk di sebelahnya namun Min-hwa menunduk tidak mau melihat suaminya.

“Mengapa kau menghindariku lagi? Apa kau tidak akan memperlihatkan wajahmu sebelum aku pergi? “

MP-00156 MP-00162

Min-hwa berbalik menghadap suaminya dan bertanya apakah ia tidak bisa ikut. Yeom berkata ia pergi atas perintah Hwon dan lagi perjalanan itu tidak akan baik bagi Min-hwa. Min-hwa tidak tahu kapan akan melihat suaminya lagi. Yeom berjanji akan cepat kembali karena Min-hwa menunggunya. Ia bertanya mengapa Min-hwa menangis seperti itu.

“Karena aku mengeluh dan banyak bertanya padamu, pasti kau membenciku, bukan?”

“Aku tidak membencimu.”

“Karen aku, kau tidak bisa menjalankan tugas dan terpenjara di rumah. Kau pasti marah, kan?” selidik Min-hwa lagi.

“Aku tidak marah.”

“Pembohong,” gumam Min-hwa.

Yeom menarik nafas lalu menggenggam tangan Min-hwa, “Puteriku, kau adalah penyelamat keluarga ini. Setelah Yeon-woo kami pergi (Min-hwa terlihat tak tenang mendengar nama Yeon-woo disebut) dan kami tidak bisa bahagia mengenai apapun, bukankah kau yang membawa tawa dalam keluarga kami. Karena itu saja, aku sangat berterima kasih.”

“kalau begitu kau tidak akan mencampakkan aku?”

“Mengapa kau berkata begitu?”

Min-hwa meminta Yeom berjanji. Yeom berkata bukankah ia sudah berjanji demi nyawanya. Apakah Min-hwa akan percaya jika ia berjanji sekali lagi. Min-hwa menggeleng. Ia berkata walau Yeom tak memberinya apapun, ia akan percaya Yeom tidak akan mencampakkannya. Ia juga percaya Yeom akan segera kembali. Jadi walau air mata mengalir setiap malam, ia akan bersabar and menunggu. Yeom tersenyum dan menghapus air mata Min-hwa. Meleleh deh Min-hwa^^

MP-00163 MP-00165

Para pejabat membicarakan kepergian Yeom. Si menteri penjilat mengomel mengapa Yeom yang diutus berjalan-jalan ke sana. Seharusnya ia yang ditugaskan. Di sana banyak pemandangan yang indah juga banyak gisaeng yang cantik dan bertubuh indah, yang sayang untuk dilewatkan.

Menteri yang satu berkata jika Yeom seperti menteri penjilat (hanya mencari kesenangan) maka mereka tidak perlu khawatir mengenai kepergian Yeom. Menteri yang lain menduga Hwon mengirim Yeom untuk mengumpulkan para sarjana di distrik itu. Yoon tersenyum meremehkan.

Yoon bertanya bagaimana dengan tugas yang diperintahkannya. Menteri itu berkata ia sudah mempersiapkan dokumen untuk menjatuhkan Yeom. Menteri penjilat berkata mereka tidak bisa menjatuhkan Yeom karena ia orang bersih. Yoon berkata mereka menyukai Hwon yang sekarang tapi ia terlalu banyak keinginan. Mereka harus mematahkan keinginannya sekali saja agar Hwon tahu apa itu politik.

MP-00168 MP-00172

Dalam rapat, para menteri meminta Hwon mencabut perintah pada Yeom. Hwon berkata rumor menyebar dengan cepat ,memang apa masalahnya ia mengirim Yeom berjalan-jalan. Seorang menteri sekutu Yoon berkata Yeom tidak boleh terlibat politik sebagai seorang uibin namun akhir-akhir ini banyak yang membicarakannya (pendukung).

Hwon berkata Yeom telah duduk berdiam diri begitu lama. Ia merasa bersalah padanya hingga mengirimnya melakukan perjalanan. Menteri lain meminta Hwon mengirim Yeom ke tempat lain karena tempat yang akan dituju Yeom mungkin berbahaya.

“Mengapa? Apa Menteri khawatir uibin akan menghimpun para cendekiawan yang tersebar di sana untuk alasan politik?” tanya Hwon sinis.

“Kami hanya mengkhawatirkan keselamatan uibin, YangMuila,” Yoon angkat bicara.

”Keselamatan uibin?”

MP-00174 MP-00176

Yoon berkata bagi Hwon mungkin ini perjalanan tak berarti tapi tidak begitu bagi mereka yang menginginkan kekuasaan lebih. Jika mereka melibatkan Yeom untuk mendapatkan kekuasaan bagi mereka sendiri…

“Maka uibin akan berada di tengah konflik politik?’ tanya Hwon tenang.

“Yang Mulia tidak akan tahu apa yang akan terjadi bila begitu banyak orang yang terlibat,” kata Yoon dengan nada memperingatkan.

Hwon tertawa dan berkata ia mendengar bel berdering di telinganya, bahwa ia adalah Raja boneka yang hanya mengikuti keinginan para menterinya.

Menteri penjilat buru-buru membungkuk dan berkata mereka yang berkata seperti itu harus dihukum mati. Tapi Hwon malah tertawa. Rakyat berbicara seperti itu adalah hal yang biasa, bukankah para menteri yang berbicara seperti itu di belakangnya. Menteri penjilat langsung ciut. Yoon terlihat kesal.

 MP-00185 MP-00187

Hwonm eninggalkan ruang sidang dengan marah. Ia berkata dalam hatinya, buka saja mereka telah mematahkan sayap Yeom, sekarang mereka mengancam keselamatannya. Ia tiba-tiba behenti berjalan.

“Woon-ah,” panggilnya, “Aku harus membuat keributan lagi..”

MP-00188 MP-00190

Hown masuk ke ruang arsip negara tempat laporan para rakyat disortir dan disimpan. Hwon melempar-lempar laporan di tempat itu. Ia berkata sejak kedatangannya terakhir ke tempat itu seharusnya lebih banyak laporan yang diberikan padanya mengapa justru makin berkurang.

Menteri yang bertugas di tempat itu adalah salah satu kroco Yoon. Ia berusaha menjelaskan. Tapi Hwon malah semakin marah dan melempar-lemparkan laporan-laporan lainnya ke lantai. Ketika perhatian semua orang teralih pada Hwon, Woon menyelinap masuk ke ruangan lain dan mengambil beberapa laporan (yang ada hubungannya dengan pemilihan Puteri Mahkota). Woon keluar dan diam-diam menyerahkan laporan itu pada kasim Hyung. Kasim Hyung memberi isyarat pada Hwon dengan tersenyum. Hwon pun pergi dari situ, meninggalkan sang menteri yang kebingungan.

MP-00196 MP-00201

Hwon memeriksa buku-buku laporan itu tapi tidak menemukan hal yang mencurigakan. Ia memukul meja dengan kesal. Tadinya ia berharap menemukan detil mengenai kejadian 8 tahun yang lalu saat Yeon-woo meninggal. Sekarang ia semakin curiga. Waktu itu Yeon-woo sangat sehat mengapa ia mendadak sakit.

“Mengapa…mengapa harus pada saat itu? Mengapa?” tanyanya frustrasi.

Bo-kyung mendapat laporan dari mata-matanya. Dayang itu berkata ia tidak begitu yakin tapi ia mendengar Hwon mengjajukan banyak pertanyaan pada Wol tapi Wol menjawab betapapun miripnya ia dengan orang itu tapi ia bukanlah orang itu. Jika Hwon mempunyai banyak pertanyaan lebih baik Hwon menanyakan langsung padanya. Bo-kyung merasa tak tenang.

MP-00214 MP-00216

Bo-kyung berjalan melewati bekas kediaman Yeon-woo. Ia berhenti karena mendengar suara seorang wanita menangis. Ia bertanya pada para dayangnya apakah mereka mendengar suara tangisan. Mereka menggeleng. Bo-kyung terlihat takut.

Ia berjalan ke kediaman Ibu Suri Yoon. Ia bertanya pada dayang Ibu Suri apakah ada orang yang sedang menemui Ibu Suri. Dayang Ibu Suri berkata Ibu Suri sedang menemui shaman dari Seongsucheong.

MP-00219 MP-00220

Shaman Jang berbicara dengan Ibu Suri. Sesuai dengan perintah Ibu Suri, ia sudah memajukan tanggal malam pernikahan Hwon. Ibu Suri tersenyum puas. Ia memuji kehebatan Wol dan jika malam pernikahan Hwon sukses, ia bermaksud memberi hadiah pada Wol.

Shaman Jang berkata ada yang ingin ia bicarakan mengenai hal itu. Ia berkata mereka tidak perlu lagi menggunakan jimat manusia. Ibu Suri Yoon khawatir, mengapa shaman Jang ingin berhenti saat sudah mendekati tanggal yang ditentukan. Shaman Jang beralasan kesehatan Hwon akan membaik dengan sendirinya mulai sekarang walau tanpa jimat apapun.

Jika Hwon membiarkan jimat manusia terus berada di sisinya maka semuanya akan berbalik. Ibu Suri Yoon khawatir kesehatan Hwon akan kembali memburuk. Shaman Jang berkata yang terpenting sekarang adalah menjaga energi baik di sekeliling Hwon juga sebagai energi untuk memperoleh bayi yang sehat.

Menurut shaman Jang (yang menurutku cuma akal-akalannya saja), jimat untuk menyerap penyakit berbeda dengan jimat untuk membantu mendapat bayi yang sehat. Jadi mulai sekarang ia akan menggunakan jimat lain untuk membantu Raja dan Ratu.

“Apakah ada jimat seperti itu?” tanya Ibu Suri.

“Itu adalah jimat untuk membantu mereka tidur bersama,” shaman Jang meyakinkan.

Ibu Suri percaya dengan kata-kata shaman Jang dan menyuruhnya melakukan apa yang perlu asalkan mereka mendapat pewaris yang sehat. Shaman Jang tersenyum.

MP-00229 MP-00232

Saat shaman Jang keluar, Bo-kyung sudah menenunggunya. Shaman Jang memberi salam pada Bo-kyung. Dengan tersenyum. Bo-kyung berkata ia mendengar puteri shaman Jang membantu meningkatkan kesehatan Hwon. Shaman Jang berterima kasih atas pujian Bo-kyung.

Bo-kyung bertanya apakah Wol mirip dengan anak yang sudah mati it, Heo Yeon-woo. Shaman Jang bertanya mengapa Bo-kyung bertanya demikian. Bo-kyung berkata tidak ada rahasia di istana ini.

Bo-kyung berkata Hwon adalah pria yang tidak pernah melirik wanita dalam hidupnya tapi ia menerima Wol di sisinya. Shaman Jang mendengar nada kemarahan dalam perkataan Bo-kyung.

“Apakah anak itu benar-benar mirip?” tanya Bo-kyung.

“Di mataku, ia hanya anak biasa.”

MP-00239 MP-00241

Bo-kyung berkata ia ingin melihat Wol suatu hari nanti dan memastikannya sendiri. Shaman Jang tiba-tiba berkata pipi Bo-kyung tidak terlihat baik. Bo-kyung menyentuh pipinya.

“Sejak kapan kau mendengar suara oarng menangis di gedung Bulan Perak (gedung kediaman Yeon-woo)?” tanya shaman Jang dengan wajah pura-pura khawatir.

Tangan Bo-kyung gemetar. Ia menatap shaman Jang dengan takut. Shaman Jang tersenyum. Ia meminta Bo-kyung tidak khawatir karena Wol akan segera meninggalkan istana.

Dan juga Bo-kyung akan segera bersama dengan Hwon. Semuanya akan berjalan sesuai keinginan Bo-kyung. Shaman Jang melirik ke kediaman Ibu Suri. Oleh karena itu Bo-kyung tidak perlu membicarakan masalah ini lebih lanjut dengan Ibu Suri (membicarakan kemiripan Wol dengan Yeon-woo). Bo-kyung tahu ini adalah ancaman tapi ia juga senang keinginannya akan terwujud.

MP-00244 MP-00247

Sahan Jang memberitahu Wol, ia boleh meninggalkan istana atas ijin Ibu Suri. Wol diam saja. Shaman Jang melihat ekspresi Wol dan bertanya mengapa Wol terlihat kecewa padahal ini adalah keinginan Wol sendiri. Wol berkata ia hanya merasa telah banyak menyulitkan shaman Jang.

Shaman Jang meminta Wol mengingat itu baik-baik dan berkata saat matahari terbit keesokan harinya, ia harus pergi bersama Seul. Wol mengerti.

Wol menerima surat dari Janshil:

“Kak Wol, ini Janshil. Kakak pasti khawatir, bukan? Saat ini berkat seseorang yang baik hati, aku hidup dengan baik. Orang itu sangat keren dan tampan. Dia adalah gentleman dari gentleman. Dia adalah orang yang bebas dan juga pejuang yang tangguh. Atas pertolongannya, aku tinggal di sebuah penginapan di kota. Jadi aku minta tolong, bisakah kakak membawakan pakaianku. Tapi rahasiakan ini pada ibu angkat. Ah, juga jangan bawa kak Seul. Ketika aku melihatnya, kurasa ia berada di pihak ibu angkat.”

Wol membereskan pakaian Janshil. Ia melihat sebuah bungkusan panjang berwarna biru di dalam lemari. Ia mengambil bungkusan itu dan membukanya. Binyeo bulan memeluk matahari. Tapi Wol tidak mengenalinya dan cepat-cepat membungkusnya kembali.

MP-00259 MP-00268

Hwon masih terus menyelidiki kematian Yeon-woo. Ia menduga ayahnya telah menyelidiki kematian Yeon-woo dan menyimpan catatan rahasia hasil penyelidikannya di suatu tempat. Ayahnya telah tiada. Tabib istana yang memeriksa Yeon-woo waktu itu juga telah mati minum racun setelah kematian Raja Seongjo. Orang yang memberi Yeon-woo obat itu (ayah Yeon-woo) juga telah tiada karena sakit. Semua orang yang mengetahui hal ini telah mati.

“Ada satu orang yang masih hidup…” pikir Hwon.

Hwon teringat pada kasim kepala Jung yang melayani ayahnya (sama seperti kasim Hyung pada Hwon). Hwon memanggil Woon.

MP-00275 MP-00276

Kasim Hyung membawa boneka salju si atas baki. Ia gemetar kedinginan dan bertanya-tanya mengapa tiba-tiba Hwon memintanya membawakan boneka salju.

Ia masuk ke ruangan Hwon dan melihat ruangan itu kosong.

“Cheonhaaaaaaaa (Yang Mulia) !!!” teriak kasim Hying sekuat tenaga. Hehe…tertipu^^

Lagi-lagi Hwon bergidik dan mengorek telinganya. Woon tertawa dan bertanya mengapa Hwon seperti itu.

“Mengapa kau bertanya saat kau tahu jawabannya,” sahut Hwon. Woon tersenyum.

MP-00284 MP-00287

MP-00290 MP-00291

Mereka pergi ke kediaman mantan kasim kepala. Pelayan kasim itu terkejut saat Hwon mengaku mereka diutus oleh istana. Pelayan itu berkata majikannya sedang sakit dan sedang pergi jauh untuk memulihkan diri. Hwon melihat seputu di depan sebuah kamar dan berteriak, “Sayang sekali, Yang Mulia telah mengirim pesan bahwa ada hal penting yang ingin didiskusikannya bersama tuanmu.”

Kasim itu bersembunyi di kamarnya dan mendengar perkataan Hwon. Hwon bertanya pada pelayan itu apakah majikannya akan pergi lama. Pelayan itu tidak tahu.

Hwon meminta pelayan itu menyampaikan pesan pada majikannya: “tidak peduli seberapa banyak rahasia yang disimpan, kebenaran akhirnya akan muncul. Semakin ia menghindarinya, semakin besar konsekuensinya”.

Kasim itu terduduk di lantai dan menunduk pasrah.

Hwon berkata ia akan pergi sekarang tapi jika kasim kepala Jung tidak menemuinya di istana besok maka mereka akan bertemu di pengadilan dan bukan di istana.

MP-00297 MP-00295

Woon bertanya mengapa Hwon tidak menemui kasim itu padahal Hwon tahu ia ada di dalam kamar. Hwon berkata kasim itu telah menutup mulutnya selama 8 tahun. Itu pasti karena perintah ayahnya untuk menyembunyikan keberaran itu. Karena itu jika mereka mendekatinya terlalu cepat dan menakutinya, ia mungkin akan memnbunuh dirinya sendiri.

“Aku hanya ingin memastikan dugaanku benar,” kata Hwon.

Woon bertanya apa yang dugaan Hwon.

“Kematian Puteri Mahkota bukan kematian biasa. Dan ada catatan rahasia milik raja terdahulu yang terletak di suatu tempat. Jika itu bukan kematian biasa tapi pembunuhan, mengapa ayahku memlih menyembunyikan kebenaran? Sudah pasti ada alasan ia melakukannya. Dan catatan itu pasti ada di suatu tempat.”

Hwon berkata kepalanya sakit. Ia mengajak Woon berjalan-jalan karena mereka sedang di kota.

MP-00305 MP-00306

Mereka berjalan tanpa menyadari telah melewati Janshil dan Yang Myung. Yang Myung tersenyum menyaksikan Janshil makan dengan lahap. Ia menyuruh Janshil kembali ke Seongsucheong. Janshil tidak mau.

Yang Myung berkata ia tidak boleh terus melarikan diri karena takut. Ia menyarankan agar Janshil memohon sampai tangannya menjadi kakinya (jungkir balik, maksudnya?)

Janshil berkata walau ia ingin memohon, ia tidak akan memiliki tangan dan kaki karena begitu dia masuk istana, ia akan langsung dirobek.

Yang Myung berkata bagaimana bisa wajah semanis Janshil mengatakan hal seperti itu. Janshil berkata ibu angkatnya bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Ia akan melakukan apa yang pernah diucapkannya. Janshil bergumam akan sulit baginya untuk tetap utuh (jika kembali ke istana).

MP-00313 MP-00314

Yang Myung bertanya mengapa Janshil membantunya jika ia begitu ketakutan.

“Karena kakak adalah orang pertama yang mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan aku. Aku bahkan tidak ingat wajah orang tuaku yang telah membuangku. Tapi kakak menggendongku dan berlari. Aku tidak akan pernah melupakan wajah kakak.”

Yang Myung berkata Janshil mirip dengannya. Janshil bertanya apakah Yang Myung juga dibuang oleh orangtuanya dan apakah Yang Myung juga memiliki seseorag yang tidak akan ia lupakan hingga ia mati.

“Mirip seperti itu.”

“Orang seperti apa dia?”

“Seseorang yang sangat sangat cantik dan pintar. Seseorang yang membuatku tenang walau aku hanya melihatnya. Ia banyak menyebabkan aku terluka tapi ia juga yang membuatku benar-benar bahagia.”

“Kalau begtu percuma aku memanggil kak Wol,” sahut Janshil.

“Apa kau bilang?” tanya Yang Myung terkejut. Janshil berkata ia memanggil Wol agar Yang Myung bisa bertemu dengannya.

MP-00335 MP-00336

Wol berjalan melewati toko kertas dan ia merasa familiar dengan tempat itu. Ia mendengar Seul membicarakan surat permintaan maaf. Lalu ia melewati tukang besi dan kilatan masa lalu mulai muncul lagi di benaknya. Suara shaman Jang yang menyuruhnya melarikan diri dari takdir yang tak bisa ia hadapi (pada pesta topeng), pertandingan sepak bola Hwon, ketika mereka berlari saat mereka pertama kali bertemu, lalu Hwon yang membuka topengnya dan bertanya apakah Yeon-woo mengenalinya.

MP-00339 MP-00340

Wol merasa pusing dan hampir terjatuh namun seseorang meraihnya dan membantunya berdiri. Hwon. Mereka bertatapan.

MP-00346 MP-00350

Sementara itu para menteri juga berjalan-jalan di kota untuk mencari tempat minum.Menteri penjilat tak sabar dan berjalan mendahului rekan-rekannya untuk mencari tempat minum terbaik di kota.

Hwon dan Wol berjalan bersama. Hwon berusaha memulai percakapan.

“Mengapa kau di sini?” tanya Hwon. Wol menoleh menatapnya. “Oh, kau bilang kau keluar karena ada yang harus kaulakukan,” kata hwon, “Aku kemari untuk jalan-jalan. Oh, aku baru mengatakannya padamu tadi.”

Wol bertanya mengapa Hwon keluar tanpa pengawalan. Hwon berkata walau Wol tidak melihatnya tapi Woon ada di sana untuk menjaganya. Hown bertanya apakah seorang jimat boleh berjalan-jalan di siang hari seperti ini. Pantas saja ia merasa sakit di sekujur tubuhnya setelah bangun tidur. Rupanya karena jimatnya (Wol) tidak beristirahat dengan baik hingga ia mendapat sakit kepala.

Wol dengan khawatir bertanya apa Hwon sakit. Melihat Wol begitu cemas, Hwon berkata ia hanya bercanda, bagaimana bisa Wol tidak tahu kalau ia hanya begurau. Wol merasa lega. “Syukurlah,” gumamnya.. Hwon menatapnya dengan penuh perasaan. Wol pamit ia pergi sekarang karena ia tak ingin mengganggu perjalanan Hwon. Ia langsung berjalan pergi.

“Tunggu sebentar,“ panggil Hwon.

MP-00362 MP-00363

Hwon melihat menteri penjilat berjalan ke arahnya. Ia buru-buru memalingkan wajahnya. Woon datang dan melaporkan kalau Yoon dan para menteri berjalan ke arah mereka jadi mereka harus bergegas sebelum berpapasan dengan mereka. Hwon terpaksa menyetujui.

MP-00370 MP-00372

Wol berjalan, tapi menoleh ia menoleh juga mencari Hwon. Ia lalu melihat menteri penjilat memarahi seorang anak yang tak sengaja menubruknya dan membuat pakaiannya kotor. Menteri penjilat pakaiannya terbuat dari sutra mahal bagaiamana cara anak itu menggantinya.. Anak itu meminta maaf. Tapi menteri penjilat berkata ia paling benci orang yang hanya menggunakan mulutnya. Ia ingin anak itu menjadi budaknya. Ia memerintahkan anak itu diseret ke rumahnya untuk memotong kayu.

Wol menyuruh mereka melepaskan anak itu. Menurutnya wajar saja jika ada yang bertubrukan saat ada begitu banyak orang. Ia meminta menteri penjilat memaafkan anak itu karena ia tidak sengaja. Menteri penjilat berkata sutranya kotor dan tidak bisa dibersihkan lagi. Karena anak itu tidak bisa menggantinya maka ia akan mempekerjakan anak itu sebagai budak, apa salahnya?

MP-00374 MP-00375

Wol berkata tampaknya menteri ini seorang yang berjabatan tinggi. Dengan sombong menteri itu menyebut jabatannya. Wol berkata karena menteri itu berkedudukan tinggi maka seharusnya lebih pengertian.

Menteri itu berkata tadinya ia ingin melepaskan Wol karena ia cantik tapi bagaimana bisa Wol bebicara seperti itu padanya . Wol berkata Joseon memiliki banyak kain yang bagus tapi menteri itu menolak memakai kain lokal dan mengimpor kain dari negara lain , kira-kira apa yang rakyat pikirkan.

Menteri itu murka dan menyuruh pegawainya membawa Wol. Pegawai menteri memegangi Wol. Tiba-tiba Hwon mendorong pria itu dan menarik Wol pergi. Ia terus menunduk agar wajahnya tak terlihat. Menteri itu berteriak menyuruh mereka ditangkap.

MP-00381 MP-00384

Hwon dan Wol berlari melewati Menteri Yoon. Menteri Yoon bertanya-tanya apakah itu Hwon.

MP-00385 MP-00388

Hwon memarahi Wol. “Bagaimana bisa gadis sepertimu tidak punya rasa takut. Apa yang akan kaulakukan jika kau diseret ke penjara?”

Wol berkata ia tidak bisa diam saja melihat suatu ketidakadilan. Hwon menganggap wajar saja menteri itu meminta ganti pakaiannya yang koto. Wol bertanya apak a Hwon tahu betapa mahalnya kain impor… ia melihat Hwon juga mengenakan kain impor jadi ia mengubah kata-katanya denga berkata seorang menteri yang menduduki posisi tinggi harusnya menjaga sikap.

Wol menceritakan sebuah cerita (yang hwon tahu betul) bahwa tugas seorang Raja adalah memberi contoh hidup sederhana agar para pengikutnya meneladaninya. Hwon tahu kebenaran di dalam kata-kata Wol, ia mengomel bagaimana bisa seorang shaman mengucapkan hal yang benar-benar bisa menjengkelkannya. Wol tak mendengar perkataan Hwon dan menoleh ke arah lain.

MP-00401  MP-00403

Hwon berkata beraninya Wol memalingkan wajah saat ia sedang berbicara padanya. Ia melihat ke arah yang dilihat Wol. Ternyata mereka berdiri di dekat pertunjuukan panggung boneka. Hwon terdiam saat melihat panggung boneka itu. Seorang pria menghampiri mereka dan membujuk meerka untuk menonton panggung boneka itu daripada melihat dari kejauhan.

MP-00408 MP-00409

Ia berkata pertunjukkan itu mengenai cinta pertama dan barisan depan penonton masih ada yang kosong. Jika mereka terlalu lama berpikir mereka akan kehilangan tempat bagus. Selama pria itu berbicara, Hwon diam saja.

Pria itu menarik tangan hwon dan berkata Hwon tidak akan menyesalinya. Ia membawa Hwon ke barisan depan penonton. Wol mengikuti mereka karena khawatir. Pria itu mengulurkan tangan meminta uang. Walau seorang raja , Hwon tidak membawa uang hingga ia diam saja. Wol tersenyum dan membayar pria itu. Hwon terlihat sedikit malu.

MP-00425 MP-00427

Mereka duduk berdampingan. Hwon berkata ia akan membayar kembali uang Wol. Wol diam-diam tersenyum. Panggung boneka itu menceritakan kisaha cinta seorang Raja dengan wanita biasa.

Hwon merasa bosan dan tidak merasa nyaman duduk di tanah. Sementara Wol terpesona dengan pertunjukkan itu. Hwon mulai meregangkan tubuhnya tapi orang-orang yang duduk dibelakangnya protes karena pandangan mereka terhalang oleh Hwon yang terus bergerak.

MP-00439 MP-00447

Tak tahan lagi, Hwon menoleh dan membentak, “Apa yang kalian lakukan! Apa kalian tidak tahu? Aku adalah…” Ia tak bisa meneruskan. Para penonton di belakangnya mengomel. Hwon menahan kekesalannya. Apalagi ketika ia mendengar dialog dalam pertunjukkan itu, “Jika aku tidak bisa memilikimu, untuk apa aku menjadi seorang Raja.”

MP-00451 MP-00456

Hwon bertanya apa Wol menyukai pertunjukkan ini. Wol berkata ini menyenangkan. Hwon tak bisa protes lagi. Ia terus menatap wajah Wol yang jelas lebih menyenangkan daripada panggung boneka bagi Hwon.

MP-00460 MP-00462

Yang Myung gelisah menunggu Wol. Janshil tertidur. Yang Myung menyelimuti Janshil dan pergi mencari Wol.

MP-00464 MP-00469

Hwon terus menatap Wol. Wol bertanya apakah Hwon sudah menemui orang itu.

“Aku tidak bisa bertemu dengannya.’

Wol menanyakan alasannya.

“Karena ia sudah tidak ada di dunia ini lagi.”

Wol terkejut, ‘Bagaimana….”

MP-00475 MP-00479

“Itu adalah kesalahanku. Aku seharusnya melindunginya tapi aku tak bisa melindunginya. Banyak yang ingin kukatakan padanya tapi aku tidak sempat mengatakannya. Jadi aku tidak bisa melupakannya untuk saat ini.”

Wol tersentuh dengan pengakuan Hwon.

MP-00483 MP-00484

“Mereka bilang shaman bisa berbicara dengan roh orang yang sudah mati.”

“Hamba dengar begitu.”

“Kalau begitu apakah kau bisa mengatakan sesuatu pada anak itu untukku?

“Apa yang Yang Mulia ingin katakan padanya?”

Hwon menatap Wol, “Aku...sangat…sangat….menyukainya.”

Mata Wol berkaca-kaca. Hwon tersenyum…seakan telah melepaskan beban di hatinya.

MP-00492 MP-00494

Yang Myung melihat keduanya dari kejauhan. Heartbreaaakk….T_T

MP-00498 MP-00500

Komentar:

Episode kali ini memang terasa lebih lambat dari episode-episode sebelumnya, tapi aku senang Hwon mulai menyelidiki kematian Yeon-woo. Aku frustrasi karena Wol belum juga mengingat semuanya, tapi melihat Hwon seakan kembali kepada dirinya saat remaja dulu, senyumnya....sikap lugunya...membuatku tak bisa protes lagi hehe^^

Adegan terakhir episode ini membayar semua. Jika ditanyakan, apakah yang menyebabkan kita begitu terpikat dan kecanduan dengan drama ini? Well, aku tidak akan menyangkal kalau Kim Soo-hyun dan Jung Il-woo cukup menjadi alasan untuk kita menontonnya.

Bagiku, kisah cinta antara Hwon dan Yeon-woo/Wol sejak awal menjadi inti dari drama ini. Sang bulan dan sang matahari. Yang satu tak lengkap tanpa yang lain. Setiap saat kita menantikan kapan mereka akan bersama. Dan ketika akhirnya kita melihat mereka bertatapan, rasanya penantian kita tiap minggu terbayar sudah^^

MP-00353 MP-00354

Perasaan cinta mereka, baik saat remaja maupun saat mereka dewasa, dapat disampaikan dengan baik oleh para pemerannya. Hingga kita bertahan sampai akhir menantikan cinta mereka akhirnya terwujud. Tak peduli seberapa banyak dan seberapa berat halangan cinta mereka, termasuk kematian, namun kita tahu sejak awal bahwa mereka ditakdirkan bersama.

Aku agak khawatir dengan karakter Yang Myung. Aku mengerti kesedihannya dan keputusasaannya. tapi bagiku tetap bukan alasan untuk memisahkan dua orang yang saling mencintai. Seringakali mencintai bukan berarti memiliki bukan? Dan lagi, ia sepertinya cocok dengan Janshil :p

32 comments:

  1. setuju mbak, berharap wol sama hwon, yang myung sama janshil, seul sama woon (ngarep) hehehe nggak sabar nunggu lanjutannya mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. seSUJU bangett,, klo seul ama woon aja.. XP

      Delete
    2. iya..iya...jdi msing2 pnya pasangn,trus akhirnya happy ending deh~~~

      Delete
    3. seul naksirnya sama yeom kakak yeon woo/wol

      Delete
  2. setuju mbak!!!
    aku harap nantinya, suatu hari nanti, Jansil akan mendapatkan hatinya,, ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Janshil cute^^ apalagi liat Chi-woo perhatian sama dia :)

      Delete
  3. Anneyong mba Fanny,,,
    hmm... cuma bisa komentar 1 "Yang Myung, How poor you are!!" -_-
    Apalagi di episode 12 ya mba, hwaaaa....
    Nelangsa rasanya klo jadi YM,, "DITOLAK UNTUK KE DUA KALINYA" Hiks.. Hiks.. T.T

    ReplyDelete
    Replies
    1. annyeong^^ seperti yang pernah kubilang....nasib jadi second lead di Kdrama :p

      Delete
  4. Replies
    1. kagak ada yang kena syndrom 'ngereply' kayak saya euh, ngerakeun jadi na teh

      OTL

      Delete
    2. uri chi soo yaa uri chi soo..
      chi soo oppa ya chi soo oppa..
      T.T

      chi soo yaa chi soo

      Delete
    3. di sini mah bukan Cha Chi Soo lagi tapi udah berubah*kaya power ranger aja* jadi Yang Myung :D

      Delete
    4. I don't care, Il woo oppa is still be my cha chi soo forever. I don't care 'bout his character in this drama, because.. you know...

      :p

      Delete
    5. becasue that's your style mbak elok(syndrom ngereply)and thanks to be like that haha.. ^^

      Delete
    6. @elok: hahaha...kirain masih trauma berkunjung ke sini^^

      @asmma: for elok, JIW always be Cha Chi-soo ^^

      Delete
  5. Wihhhhhh, akhirnya kelar jga nih sinop....
    I have waiting for long time

    ReplyDelete
  6. Wihhhhhh, akhirnya kelar jga nih sinop....
    I have waiting for long time
    Thx so much. fighting!!!

    ReplyDelete
  7. wah makin seru aja alur ceritanya,,,

    Q 'g rela kalo Yang Myung jadi orang jahat TT_TT
    ditunggu kelanjutannya mbak,,,

    ReplyDelete
  8. Really really heart breaking. T_T

    ReplyDelete
  9. aq seneng sekali baca sinopsis kak fanyy, krn disetiap epi kak fanny selalu memberikan pemdpatnya mengenai perkembng dr setiap wata sang pelau..hehehe jd memahami bagaimana perwatakan...

    klo dilihat2 sebenre facenya bo-kyung itu sudah tua ya??? jelas banget g cocok sama oppa kim soo hyuun.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. @nevi: iya emang klihatan tua kim min seo (bo kyunhg),, tp dr segi umur kyanya lbg tua han ga in (wol) dech..
      mba fanny, sediain link download dong, biar kt jg bs nonton dramanya jg,,, makin penasaran dgn TMTATS,,,, mba fanny hwaithing.....!!!

      Delete
    2. @nevi: makasih^^ kim min-seo lebih tua 4 tahun dari Soo-hyun. Han Ga-in lebih tua 6 dari Soo-hyun. Jadi Ga-in sebenernya 2 tahun lebih tua dari Min-seo^^

      @charmy: kalo mau download ke mediumquality.blogspot.com aja :)

      Delete
    3. umur boleh tua tapi yg penting facenya masih imut2 heheheheh....

      Delete
  10. MANY THANKS to especially MBAK FANNY,mbak veely, mbak hazuki, mbak elok, mbak dika mbak elok who's here :D (im sorry that i repeat this words)
    AND IM REALLY SORRY if somepeople or everyone dont like me (actually my type) and i cant say(actually type :P) as usual, but i hope u know how thankfull i am for your posting, your comment and your assume that im exist(sigh, indonesian is better >.<)
    please keep your healthy and always be cheerful! ^^
    and for this topic : HAPPY ENDING PLEASE, i dont want much tears from mbak elok's chi soo T.T
    BEST REGARDS from d one that missing u...
    love, love, love

    ReplyDelete
  11. Bagi yang penasaran, n ga sabar pengen nonton aku kasi link di Yutube ya English Subb tapi.
    Click on the link below to watch for episode 1
    Part 1: http://www.youtube.com/watch?v=qLhQLp8h_eI
    Part 2: http://www.youtube.com/watch?v=52RxDh_hnJ8
    Part 3: http://www.youtube.com/watch?v=JkD-GtW_4Ak
    Part 4: http://www.youtube.com/watch?v=6SqLbq2MRUw
    Part 5: http://www.youtube.com/watch?v=eZwb7iigBPk

    Other links for the succeeding episodes:
    Episode 3: http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=7lXts6O499g
    Episode 4: http://www.youtube.com/watch?v=DuxQwUWtGZI&feature=player_embedded
    Episode 5: http://www.youtube.com/watch?v=DILgnOlFUpc&feature=player_embedded
    Episode 7: http://www.youtube.com/watch?v=8TapuVqOQbo&feature=player_embedded
    Episode 11: http://www.youtube.com/watch?v=fsC5-3wDXcM&feature=player_embedded
    Episode 12: http://www.youtube.com/watch?v=e77Yn3GlRys&feature=player_embedded

    buat mbak fanny maaf ya udah lancang. Sya cuman pengen berbagi sama pencinta The Moon That Embraces The Sun aja.
    @yunacrescent

    ReplyDelete
  12. Yah....nomu nomu nomu Love it!
    love story saat remajanya lebih nempel dan kira2 kapan ya bisa lihat lg hwon dan wol muda.........
    ^_^
    eh, terima kasih y mbak sy uda dizinin baca dsni.

    ReplyDelete
  13. wow ceriitanya bagus bangget ..
    nantii tlng slm yah bwt yg maen film ..
    tq :D

    ReplyDelete

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)