Friday, 20 January 2012

Sinopsis The Moon that Embraces The Sun Episode 5

MP-00338

Pelatihan Yeon-woo sebagai calon Puteri Mahkota dimulai. Ia dilatih memberi hormat dengan begitu pelan hingga cahaya lilin pun tidak bergeming. Tapi dia juga harus tetap menahan kepalanya saat membungkuk agar kepalanya tidak bergoyang. Berkali-kali gagal karena hiasan kepalanya yang berat.

MP-00006 MP-00009

Hwon lewat di depan kediaman Yeon-woo. Ia menoleh dan tersenyum.

“Apa kau bisa tidur nyenyak? Hari ini kau mulai berlatih,” katanya dalam hati.

Terdengar suara benda pecah, Hwon terkejut. Yeon-woo sedang berlatih berjalan dengan hati-hati agar piring-piring yang diletakkan di tangannya tidak jatuh saat ia berjalan.

“Walau berat dan kau merasa kesepian, aku percaya jika kau orangnya, kau dapat bertahan dengan baik.” Hwon tersenyum. 

Lagi-lagi terdengar suara benda pecah. Hwon berkata dayang yang melatih Yeon-woo pasti kesulitan. Tiap kali Yeon-woo melakukan kesalahan, dayang itu menghela nafas panjang. Yeon-woo tersenyum malu.

MP-00014 MP-00022

Dayang itu mengantarkan makanan ringan untuk Yeon-woo dan berkata Hwon yang mengirimkannya. Di atas baki ada sebuah surat dari Hwon. Yeon-woo membacanya.

“Aku tidak bisa bertemu denganmu setiap hari walau itu yang kunginkan. Aku akan menunggu hari di mana kau menjad istriku.”

Yeon-woo tersenyum.

MP-00030 MP-00037

Ibu Suri menemui Shaman Jang. Ia menanyakan persiapannya lalu bertanya apakah orang itu sudah dibawa. Sepertinya ada seseorang di balik pemisah ruangan. Ibu Suri memberi barang kepunyaan Yeon-woo pada Shaman Jang dan menyuruhnya mulai.

MP-00041 MP-00042

Shama Jang memulai ritual sementara Ibu Suri memperhatikan. Shaman Jang mengucapkan mantra lalu keluar asap hitam bergerak ke udara. Asap hitam itu semakin membesar dan bergerak cepat mengitari ruangan. Bahkan Ibu Suri yang menakutkan pun terlihat takut. Asap itu bergerak menerjang shaman Jang.

MP-00059 MP-00066

Yeon-woo di kamarnya berulang kali membaca surat Hwon dan tersenyum. Ia melipat surat itu dan menaruhnya di samping bantal. Lalu ia bersiap tidur.

Shaman Jang mengendalikan asap itu dan membuat asap itu keluar ruangan. Asap hitam bergerak menuju kediaman Yeon-woo. Asap itu mendekati Yeon-woo. Yeon-woo terbangun dan merasa tercekik. Asap itu melilit di lehernya. Ia berusaha merangkak menuju pintu tapi ia pingsan sembelum berhasil mencapainya. Asap itu menghilang.

MP-00091 MP-00106

Ibu Suri bertanya apa semua sudah selesai. Ia bertanya kapan ia bisa melihat hasilnya. Grrr….kejem banget ya..

Shaman Jang berkata ia tidak berkemampuan mengacaukan keseimbangan dunia ini. Ia tidak bisa membunuh seseorang yang kematiannya sudah ditentukan oleh takdir. Asap hitam itu untuk memberi Yeon-woo penyakit parah agar ia dikeluarkan dari istana.

Ibu Suri khawatir guna-guna itu tidak berhasil tapi ia memutuskan ini lebih baik, karena langsung membunuhnya malah akan menumbulkan kecurigaan. Tapi ia berkata Shaman Jang harus meneruskan hingga akhir (hingga Yeon-woo mati). Jika tidak leher mereka berdua taruhannya.

Ibu Suri menuju partisi pemisah ruangan dan membukanya. Puteri Min-hwa berdiri ketakutan di sana. Ibu Suri meminta Puteri Min-hwa tidak takut atau gugup karena keinginan Puteri akan terkabul sekarang. Whaaaat??? Tega-teganya melibatkan anak sekecil Min-hwa dalam rencana pembunuhan.

MP-00114 MP-00118

Dayang berteriak kaget saat menemukan Yeon-woo terbaring tak sadarkan diri di lantai. Dayang yang lebih tua berusaha membangunkan Yeon-woo dan menyuruh yang lain memanggil tabib istana.

Para menteri berdebat dengan Raja bahwa kondisi Yeon-woo tidak membaik setelah menunggu berhari-hari dan ini bukanlah penyakit yang timbul mendadak. Juga bukan penyakit yang bisa disembuhkan. Raja mengingatkan mereka, Yeon-woo sudah seperti istri Putera Mahkota dan harus diperlakukan demikian. Ia ingin menunggu.

Menteri yang lain khawatir jika penyakit itu tetap di dalam istana maka penyakit itu akan menyebar. Menteri yang lain membela Yeon-woo dan membantah Yeon-woo terkena pemyakit menular. Mereka terus berdebat. Menteri Yoon berkata Yeon-woo datang ke istana dengan tubuh yang tidak sehat dan berani menjadi Puteri Mahkota. Ia berkata mereka harus membereskan masalah itu.

Raja menanyakan cara membereskan masalah itu pada Menteri Yoon. Menteri Yoon berkata Yeon-woo harus diusir keluar istana karenatelah menyembunyikan penyakitnya dan mereka harus memilih Puteri Mahkota yang baru. Dia juga berkata Menteri Heo telah menyembunyikan penyakit puterinya dan mendaftarkan namanya ke dalam daftar calon Puteri Mahkota, jadi Menteri Heo dan keluarganya (termasuk Yeom) harus membayar kesalahannya.Deuh…tambah marah deh >,<

MP-00129 MP-00131

Dayang Yeon-woo merawat Yeon-woo dengan baik. Para tabib muncul dan berkata mereka tidak bisa menyimpan seseorang yang sakit di istana. Ada perintah kerajaan untuk mengeluarkan Yeon-woo secepatnya dari istana. Dayang itu berkata bagaimana bisa mereka memerintahkan begitu mendadak, mereka membutuhkan waktu untuk membereskan semuanya. Tapi tabib berkata penyakit Yeon-woo mungkin menular jadi semua barang milik Yeon-woo dan yang pernah digunakan olehnya harus dibakar. Yeon-woo mendengarkan dengan tidak berdaya.

MP-00133 MP-00135

Hwon pergi ke kediaman Yeon-woo tapi para pengawal menghalanginya. Dengan berurai air mata ia berkata, “Dia adalah calon istriku..siapa bilang kalian boleh membawanya pergi! Menyingkirlah!”

Tapi para pengawal itu tidak membiarkan Hwon lewat. Yeon-woo dituntun para tabib wanita berjalan keluar kediamannya. Hwon melihatnya dan menangis berteriak memanggil namanya. Yeon-woo melihat Hwon dengan sedih, sedih melihat Hwon seperti itu, sedih karena mungkin ia tak bisa bertemu Hwon lagi. Hwon terus berteriak memanggilnya. Tanpa berkata apa-apa Yeon-woo menoleh melihat Hwon untuk terakhir kalinya dan berjalan keluar istana.

MP-00170  MP-00174

Hwon terus berteriak Yeon-woo adalah istrinya dan menyuruh para pengawal menyingkir. Ibu Suri menyaksikan semua itu.

Ibu Suri ingat percakapannya dengan Menteri Yoon. Menteri Yoon meminta Ibu suri mengawasi Hwon karena Hwon tidak akan berdiam diri. Ibu Suri berkata Putera Mahkota tidak tahu apa-apa. Tapi Menteri Yoon mengingatkan, Hwon bisa menggerakkan para siswa Sungkyunkwan.Yoon Dae-hyung berkata Hwon tahu rencana mereka tapi menunggu hingga ia menjadi Raja.

Ibu Suri mendekati Hwon dan pura-pura bersedih untuknya. Ia memanggil cucunya dan mengajaknya bicara. Ia berkata hati Hwon saat ini pasti sangat terluka tapi Hwon harus melupakan Yeon-woo. Hwon berkata Yeon-woo akan menjadi istrinya jadi bagaimana bisa ia melupakannya begitu saja. Ibu Suri berkata Hwon harus tenang dan mengikuti apa yang seharusnya terjadi. Hwon bertanya apa yang yang harus ia ikuti dan apa yang seharusnya terjadi.

MP-00188 MP-00189

Ibu Suri berkata Hwon seharusnya tidak menggerakkan mahasiswa Sungkyunkwan Jika Raja dan Hwon tidak egois maka Yeon-woo akan menjadi gadis biasa, hidup damai di rumahnya. Dan jika ia sakit, ibunya akan merawatnya dengan baik tanpa menimbulkan konflik politik.

Ia menyalahkan Hwon atas semua yang akan terjadi pada keluarga Yeon-woo, pada Yeom dan ayah Yeon-woo, mereka bisa kehilangan semuanya.

Hwon mengepalkan tangannya kuat-kuat. Ibu Suri melihatnya. Ia menasihati agar Hwon tidak melakukan apa-apa. Ini adalah satu-satunya cara agar tidak ada yang terluka. Hwon diam, air matanya menetes.

Asataganaga….parah bener nenek satu ini….jhfiurfjhbfhfbadhfgfjhfbj (jurus ketik mengamuk)…sekarang dia menyalahkan Hwon untuk semuanya??? Pertama Min-hwa dan sekarang Hwon. She doesn’t love her family at all. She only love herself….

MP-00204 MP-00206

Yeon-woo diperiksa oleh tabib di rumahnya. Tabib itu merasa heran, selama 30 tahun merawat pasien baru kali ini ia menemukan penyakit seperti yang diderita Yeon-woo. Sistem tubuh Yeon-woo baik-baik saja tapi keadaannya buruk. Mungkin ini penyakit guna-guna. Yeon-woo tiba-tiba seperti tercekik. Ibunya dengan panik bertanya mengapa ia bisa seperti ini.

Tabib akan mencoba memberi obat tapi ia minta mereka jangan terlalu berharap. Ibu Yeon-woo marah, menganggap tabib itu tidak bertanggung jawab. Yeom meminta ibunya tenang.

“Selamatkan putriku! Aku akan memberikan semuanya. Aku akan berikan hidupku jika kau mau! Jadi kumohon selamatkan Yeon-woo ku,” ratapnya. Lalu ia pingsan.

MP-00213 MP-00219

Ayah Yeon-woo merenung di luar rumah. Shaman Jang menemuinya dan memberi hormat. Ini pertama kali mereka bertemu jadi ayah Yeon-woo tidak mengenalnya. Shaman Jang mengaku ia adalah shaman kerajaan dan memperkenalkan namanya. Ayah Yeon-woo bertanya mengapa Jang berada di sini. Shaman Jang berkata ia dituntun oleh tangan dewa, tak ada seorangpun yang tahu ia datang ke sini. Ia ingin melihat Yeon-woo.

Shaman Jang duduk di dekat Yeon-woo. Ia berkata pada Tuan Heo bahwa Yeon-woo terkena shinbyeong.

(Shinbyeong adalah penyakit yang diderita seseorang yang akan menjadi shaman. Penyakit ini terjadi karena roh/dewa yang masuk ke dalam tubuhnya belum bersatu sepenuhnya. Jadi semacam kerasukan. Gejalanya bermacam-macam tapi umumnya menderita kelelahan fisik dan emosi luar biasa, tidak bisa makan, bahkan ada yang bisa melihat roh-roh. Gejala ini bervariasi dan berlangsung cukup lama, bisa 8-30 tahun. Gejala shinbyeong bisa disembuhkan melalui ritual naerimgut, ritual di mana seorang shaman menerima roh itu dalam dirinya. Sumber: Wikipedia)

MP-00229 MP-00234

Yoon Dae-hyung dan para konconya merayakan kesuksesan mereka. Mereka berkata langit telah membantu mereka. Seorang dari mereka bertanya bagaimana jika Yeon-woo mendadak sembuh. Menteri Yoon memastikan Yeon-woo tidak akan kembali hidup-hidup ke istana kecuali ia berjalan keluar dari dalam kubur setelah dia mati (and that will happen). Bo-kyung terkejut saat mendengar perkataan ayahnya. Ia mendenagr dari luar.

Setelah teman-teman ayahnya pergi, Bo-kyung menemui ayahnya dan bertanya apakah ayahnya akan membunuh Yeon-woo. Mereka duduk di dalam.

“Apa kau takut pada ayahmu atau merasa bersalah pada anak itu (Yeon-woo)? Anak itu memiliki penyakit yang akan membunuhnya. Menurutmu mengapa ayah memberitahukan kebenaran ini padamu? Karena kau harus mempersiapkan dirimu.”

“Mempersiapkan diri?”

Yoon berkata ia berhasil mencapai posisi tinggi sekarang ini karena ia tidak pernah melupakan satu  kalipun kesalahan yang orang lain lakukan padanya dan ia selalu membalas perbuatan mereka. Ia bertanya bukankah Bo-kyung ingin masuk istana?

“Bukankah kau ingin memenangkan hari Pangeran? Jika kau menginginkannya, maka kau harus membuang rasa bersalahmu. Ingatlah betapa marahnya dirimu ketika mereka mengambil apa yang menjadi milikmu. Dan ingatlah kepuasan ketika kau mendapatkan apa yang kauinginkan. Jika kau tidak bisa mempersiapkan diri maka kau jangan menduduki posisi itu (Puteri Mahkota).”

Bo-kyung menatap ayahnya.

MP-00244 MP-00246

Tuan Heo menjagai puterinya. Ia ingat perkataan shaman Jang. Shaman Jang berkata satu-satunya cara untuk menyembuhkan Yeon-woo adalah mempersatukan Yeon-woo dengan roh itu untuk melawan penyakit itu dengan melakukan ritual naerim gut (dengan kata lain, menjadi seorang shaman). Tuan Heo bertanya mengapa harus puterinya. Shaman Jang berkata ia tidak tahu mengapa Yeon-woo yang dipilih.

Tuan Heo bertanya apakah ada cara lain untuk menyelamatkan Yeon-woo. Ada sebuah cara, jawab Shaman Jang. Penyakit itu bisa disembuhkan dengan hidup seseorang. Ayah Yeon-woo menawarkan nyawanya tapi Jang berkata hidup Yeon-woo yang harus diserahkan.

Tuan Heo memejamkan mata, memikirkan apa yang harus ia lakukan. Yeon-woo membuka matanya dan melirik ayahnya namun ia tak berdaya untuk menghibur ayahnya.

MP-00254 MP-00253

Para menteri dan pejabat mengajukan permohonan untuk memilih Puteri Mahkota baru. Raja kesal membaca semua petisi itu.

Hwon marah tapi kasim Hyung menenangkannya, Hwon bisa membuat masalah semakin buruk. Hwon tidak mau puteri Menteri Yoon yang menjadi Puteri Mahkota berikutnya. Hwon berkata, ia tidak memilik iseorangpun pada saat seperti ini. Yeon-woo dan Yeom keluar dari istana. Kakaknya tidak ada, sekarang di istana tidak ada seorangpun yang…Hwon berhenti bicara, ia tersadar sesuatu.

MP-00262 MP-00276

Woon berlatih bela diri dengan pengawal lainnya. Para pengawal lain memuji kehebatan dan ketampanan Woon. Sayang ia dilahirkan dari seorang selir. Jika tidak, pasti Woon sudah menjalani kehidupan yang lebih baik.

Hown mendatangi mereka. Para pengawal bingung apa yang Hwon lakukan di sini. Hwon berkata perasaannya tak menentu seharian dan ia ingat kemarahannya saat pertandingan sepak bola waktu itu dan sekarang perasaannya semakin tak menentu.

Ia berbicara dengan pengawal yang waktu itu tak sengaja menyalip kakinya. “Aneh sekali. Wajahmu terus terngiang. Apa kau pemain terhebat hari itu?”

Pengawal itu berkata ia tidak sehebat itu. Hwon bertanya siapa yang terbaik hari itu. Semua menjawab Jae Woon. Hwon meminta pengawal itu dan Jae Woon untuk mengikutinya.

MP-00300 MP-00302

Setelah Hwon pergi, para pengawal itu berkasak kusuk mereka tidak mengira Hwon seperti itu. Permainan itu kan sudah lewat sama sekali, tapi Hwon masih menyimpan dendam. Mereka berpikir-pikir apakah pengawal itu akan “ditelanjangi” (dipukuli dan dipecat).

Ditelanjangi? Iya. Tapi kasim Hyung memberinya pakaian kasim sebagai gantinya. Ia minta pengawal itu tutup mulut.

MP-00309 MP-00311

Yeon-woo mendengar namanya dipanggil. Ia membuka matanya dan menoleh. Hwon menatapnya dengan khawatir. Hwon mengenakan serang pengawall itu dan pergi ke rumah Yeon-woo bersama Woon (karena Hwon tidak tahu di mana rumah Yeon-woo.

“Apa kau mengenaliku?” tanya Hwon. Yeon-woo diam saja. “Itu tidak masalah asal aku mengenalmu,” kata Hwon sedih.

Yeon-woo memejamkan matanya hingga Hwon memegang tangannya dan memanggil namanya lagi. Yeon-woo kembali membuka matanya.

MP-00320 MP-00323

“Apakah ini benar?” tanya Yeon-woo lemah.

“Apa maksudmu?” Hwon mulai menangis.

“Apa ini benar? Apa ini benar-benar Yang Mulia?”

“Ini benar. Aku benar-benar datang menemuimu. Apa kau bodoh?

MP-00333 MP-00336

Yeon-woo menangis dan tersenyum. Hwon mengeluarkan sebuah hiasan rambut dan menaruhnya di tangan Yeon-woo. Hiasan rambut itu disebut binyeo.

(binyeo menunjukkan status pemakainya. Biasanay dipakai wanita anggota kerajaan dan tiap tingkatan memakai binyeo yang berbeda. Misalnya binyeo selir dan ratu berbeda, binyeo ratu dan puteri berbeda. Jika kita perhatikan, binyeo ratu berupa hiasan naga, dan biasanya disebut yongjam.)

Binyeo yang Hwon berikan pada Yeon-woo tidak berbentuk naga tapi berbentuk burung phoenix. Mungkin ini binyeo yang dikenakan Puteri Mahkota, aku kurang tahu^^

Di ujung kepala burung tersebut ada mutiara berwarna putih. Burung itu terlihat melengkungkan kepalanya seakan memeluk batu bulat berwarna merah.

Hwon berkata binyeo ini memiliki nama: bulan yang memeluk matahari. Ia adalah matahari dan istrinya adalah bulan.

MP-00341 MP-00346

“Memeluk matahari,“ gumam Yeon-woo.

“Dalam hatiku kau adalah satu-satunya istriku, jadi cepatlah sembuh dan kembali ke sisiku.”

Yeon-woo tersenyum, “Yang Mulia.”

“Bicaralah.”

“Maafkan hamba.”

“Apa?”

“Hamba minta maaf telah salah paham dan mengira Yang Mulia sebagai pencuri pada hari pertam kita bertemu. Hamba minta maaf telah salah paham dengan perasaan Yang Mulia (mengira Hwon menyukai Bo-kyung) dan bersikap buruk (menghindari Hwon). “

“Yah, kau memang harus minta maaf untuk itu,” kata Hwon tersenyum.

“Semuanya adalah kesalahan hamba, ini bukan kesalahan Yang Mulia. Apapun yang terjadi jangan salahkan diri Yang Mulia.”

“Ada pepatah: Raja tidak menyesali langit dan tidak menyalahkan manusia.”

“Benar. Yang Mulia.”

Hwon berkata Yeon-woo tidak perlu memaksakan diri terus berbicara.

“Hamba sangat senang bisa mengenal Yang Mulia,” kata Yeon-woo. Hwon tertegun, baginya ini terdengar seperti kata perpisahan.

Hwon menahan tangisnya dan berkata, ”Kau akan lebih bahagia di masa mendatang jadi jangan katakan hal seperti itu.”

Mereka tersenyum satu sama lain.

MP-00364 MP-00366

Yeom dan Woon menunggu di luar. Yeom berkata Woon telah melakukan hal yang berbahaya dengan membawa Hwon ke sini dan Woon bukanlah tipe orang seperti itu. Yeom berkata ini adalah situasi darurat jadi Yeom membiarkannya tapi bagaimana jika terjadi sesuatu pada Hwon. Woon berkata seseorang perlu bersama keluarganya dan Putera Mahkota juga memerlukan hal itu. Akan lebih berbahaya jika Hwon tidak bisa melihat Yeon-woo karena Hwon yang akan menjadi sakit nantinya (jangan-jangan Woon ini yang berbakat jadi shaman^^).

Yeom bertanya apa Woon tidak tahu Hwon ingin menjadikan Woon sebagai pengawal pribadinya. Woon terdiam mendengarnya. Ia sama sekali tidak berpikir seperti itu.

Seul menguping mereka. Woon menoleh dan melihatnya. Seul buru-buru kabur. Yeom dan Woon tersenyum. Yeom berkata Seul sepertinya menyukai Woon. Yeom berkata Seul sangat tertarik dengan ilmu pedang dan selalu mengikuti mereka.Woon menjawab ia berpikir sebaliknya.

MP-00371 MP-00377

Hwon dan Woon berjalan pulang kembali ke istana.

“Apakah namamu Kim Jae Woon?”

Dia ingat Yeom dan Yang Myung memanggilnya Woon. Woon membenarkan. Hwon bertanya bolehkah ia juga memanggilnya Woon. Itu suatu kehormatan, kata Woon membungkuk memberi hormat.

“Woon-ah, terima kasih.”

Hwon berkata ia sangat ingin sekali saja datang ke tempat Yeon-woo dilahirkan dan dibesarkan. Sekarang Yeon-woo sangat menderita dan tak ada yang bisa ia lakukan.

“Yang Mulia.”

“Walau aku adalah Putera Mahkota negeri ini….karena aku adalah Putera Mahkota negeri ini...”

Hwon menghela nafas sedih. Woon memperhatikan Hwon dengan prihatin.

MP-00398 MP-00396

Yang Myung berjalan-jalan dengan dua anak kecil. Ia berceloteh dirinya dijuluki Soonjung Macho (pria kekar dan tampan namun polos). Anak-anak itu tak mengerti apa itu “macho”. Macho ya macho. Anak-anak itu menunjuk desa di depan mereka, mereka sudah sampai. Yang Myung memberi mereka uang. Mereka berterima kasih dan berlari pergi.

MP-00405 MP-00404

Yang Myung masuk ke desa itu untuk menjual kelinci hasil buruannya. Setelah dia menerima uang, ia melihat beberapa pria berlari melewatinya. Ia memutuskan untuk mengikuti mereka. Ternyata ada tempat pertarungan. Yang Myung menonton dari atas. Pemenang pertarungan itu mencari penantang baru untuk memenangkan sebuah sapi.

Yang Myung mengajukan diri dan turun ke bawah untuk bertarung dengan pria itu. Ia menyebutkan nama samarannya “soonjung macho”. Tapi pembawa acara itu selalu salah menyebut namanya menjadi “soonjung chima” (rok polos LOL^^).

Mereka berkelahi seimbang tapi di tengah pertarungan Yang Myung ingat perkataan ayahnya, ada beberapa hal yang tidak seharusnya ia miliki. Ia mengingat kenangannya bersama Yeon-woo. ketika ia melindunginya dari hujan, dan ketika ia menanyakan apakah Yeon-woo tidak menyesal dengan jalan yang ia pilih. Yang Myung menurunkan tinjunya dan membiarkan dirinya dipukuli habis-habisan.

MP-00427 MP-00444

Setelah pertarungan itu, Yang Myung pergi makan. Ia mendengar beberapa orang mengobrol. Mereka membicarakan pajak yang terus naik dan pada saat seperti ini pemerintah hanya peduli dengan mengganti Puteri Mahkota dan apakah Puteri yang telah diusir dari istana akan mati hari ini atau besok.

Yang Myung terkejut. Ia menghampiri orang titu dan menarik kerah bajunya. Apa maksudnya Puteri Mahkota telah diganti dan apa maksudnya mereka menginginkan Puteri Mahkota mati. Yang Myung berkuda kembali ke istana, sambil terus memohon agar Yeon-woo tetap hidup.

MP-00454 MP-00459

Tuan Heo menyuruh Yeom pergi ke tempat lain untuk sementara waktu karena Yeom harus mendampingi Putera Mahkota (jika Yeom terus berada bersama Yeon-woo maka Yeom akan diusir dari istana juga). Yeom tidak mau pergi karena adiknya sedang terbaring sakit dan berada di antara hidup dan mati.

Yeom bersikeras tidak mau pergi. Ia ingin tahu penyakit apa yang diderita adiknya. Ia berkata bagaimana bisa ia menjaga Putera Mahkota jika ia tidak bisa menjaga adiknya sendiri. Tapi ayahnya membentak bahwa tugas Yeom adalah melindungi Putera Mahkota dan ayahnya harus memastikan hal itu. Ia minta Yeom menurut.

MP-00462 MP-00469

Saat hendak berangkat, Yeom melihat sekeliling dan melihat Seul diam-diam melihat kepergiannya. Ia mendekati Seul dan meminta bantuannya. Karena Yeon-woo sedang sakit, ia tidak bisa mengucapkan selamat tinggal padanya. Ia ingin Seul menulis surat untuknya (memberi kabar mengenai Yeon-woo) tapi sayang Seul tidak bisa menulis (biasanya budak tidak belajar membaca dan menulis).

“Hamba bisa membaca karena Nona mengajar hamba membaca dan menulis. Nona berkata, bisa membaca berarti bisa melihat dunia.”

Yeom tersenyum, ia merasa lebih baik karena Seul menjaga Yeon-woo. Ia minta Seul menggantikannya menjaga Yeon-woo selama ia pergi. Seul menangis. Yeom menepuk kepalanya dan meminta bantuannya. Seul menangis melihat kepergian Yeom.

 MP-00486 MP-00489

Saat Seul kembali ke rumah, ia melihat Tuan Heo berbicara dengan seorang pria. Ia minta Seul mengikuti pria itu karena ia akan mejadi majikan baru Seul mulai sekarang. Ayah Yeon-woo berkata pada pria itu bahwa Seul anak yang manis dan puterinya sangat menyukainya. Pria itu meminta ayah Yeon-woo jangan khawatir.

Seul berlutut pada Tuan Heo, “Apakah hamba melakukan suatu kesalahan?”

“Bukan itu,” kata Tuan Heo.

“Hamba akan memperbaikinya. Tolong jangan jual hamba pada orang lain. Hamba tidak akan makan banyak makanan. Tolong biarkan hamba berada di sisi Nona Muda. Hamba sudah berjanji pada Tuan Muda akan melindungi Nona,” Seul memohon sambil menangis.

Tuan Heo meminta Seul mendengar perkataannya. Ia akan meminta Seul kembali setelah Yeon-woo membaik.

MP-00499 MP-00516

Keadaan Yeon-woo semakin parah. Ia memuntahkan darah. Ayah Yeon-woo tidak tahan melihat penderitaan puterinya. Ayah Yeon-woo teringat perkataan Shaman Jang. Tidak ada yang bisa mengakhiri penderitaan Yeon-woo. Ayah Yeon-woo bertanya apakah artinya ia harus menyerahkan nyawa puterinya.

MP-00529 MP-00530

Shaman Jang menemui ayah Yeon-woo. Ia berkata dalam hatinya ini adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri kematian dan cara teraman untuk membiarkan Yeon-woo menutup matanya tanpa menderita/merasa sakit.

Ayah Yeon-woo bertanya apakah obat yang shaman Jang berikan dapat mengakhiri penderitaan Yeon-woo.Shaman Jang membenarkan. Ayah Yeon-woo bertanya apakah obat itu akan melepaskan Yeon-woo dari roh itu dan Yeon-woo bisa menutup mata dengan tenang. Shaman Jang berjanji.

Shaman Jang pergi dan berkata pada dirinya sendiri (dan pada ayah Yeon-woo),” Aku berdosa padamu hingga aku pantas mati. aku akan membayar dosa ini seumur hidupku.”

MP-00532 MP-00540

Ayah Yeon-woo merebus obat dan mengipasi apinya di luar rumah. Ny. Shin menghampiri suaminya dan bertanya apa yang ayah Yeon-woo lakukan, bukankah harusnya ia beristirahat. Ayah Yeon-woo menyuruh istrinya masuk dan beristirahat. Ny. Shin hendak merebut kipas dari tangan suaminya karena ia tidak perlu beristirahat tapi suaminya tak memberikannya.

“Sebagai ayahnya, aku juga ingin melakukan sesuatu, setidaknya biarkan aku yang memberikan obat ini,” kata ayah Yeon-woo dengan hati pilu.

MP-00544 MP-00547

Yeon-woo ingat akan perkataan Shaman Jang mengenai penyakitnya. Ia bangun dan mengambil kertas. Ia menulis surat pada Hwon.

“Aku meninggalkan surat ini dengan sisa kekuatanku….”

 MP-00559 MP-00560

Hwon sedang tidur. Ia membuka matanya dan menoleh. Yeon-woo duduk memandangi tanamannya. Ia memanggil Yeon-woo. Yeon-woo bertanya apa Hwon tahu alasannya mengirim tanaman itu? Bukankah kau sudah memberitahunya, kata Hwon.

“Ada arti tersembunyi di balik itu.”

“Arti tersembunyi?”

“Hamba ingin Yang Mulia penasaran hingga hamba bisa mengirim jawabannya pada Yang Mulia.”

“Apakah itu artinya kau menunggu jawabanku?

Yeon-woo tersenyum mengangguk.

Hwon tertawa geli, “Kau seharusnya mengatakannya padaku dan kupikir kau menghindariku.”

“Yang Mulia.”

Yeon-woo membungkuk memberi hormat dan meminta Hwon baik-baik saja. Lalu ia menghilang.

Hwon terbangun dan menoleh ke sekeliling ruangan. Yeon-woo tidak ada. Ia merasakan firasat yang tidak enak.

MP-00563 MP-00567

Yeon-woo melipat suratnya dan menaruhnya dalam sebuah kotak. Ia kembali berbaring dan menutup matanya. Ayahnya masuk ke kamarnya. Ia membangunkan Yeon-woo dan menyuruhnya minum obat. Yeon-woo melirik obat itu.

Ia beceloteh obat tu panas dan ia seharusnya mendinginkananya. Sambil mengaduk obat itu dengan jarinya, ayah Yeon-woo menangis, “Yeon-woo, ayah minta maaf. Jika ayah tahu akan terjadi hal seperti ini, seharusnya ayah membiarkanmu embaca sebanyak apapun buku yang kau mau dan membiarkanmu melakukan apapun yang kauinginkan. Ayah pikir masih banyak waktu tersisa.”

MP-00593MP-00595 

Yeon-woo sepertinya mengerti arah pembicaraan ayahnya, ia berkata,” Ayah, cepat berikan obat itu. Aku akan meminumnya dan tak sakit lagi.”

MP-00596 MP-00599

Ayah Yeon-woo terpaku dan menatap puterinya. Ia membantunya duduk dan menahannya dengan tangannya. Dengan hati hancurr aa menyuapi Yeon-woo obat itu. Yeon-woo menangis. Ayah Yeon-woo bertanya apakah obatnya terasa pahit.

“Rasanya benar-benar pahit,” kata Yeon-woo lirih.

MP-00602 MP-00603

“Ayah akan memelukmu hingga kau tidur.”

“Aku suka berada dalam pelukan ayah karena ada aroma kakak dari pelukan ayah.”

“Tidurlah dengan tenang.”

Ayah Yeon-woo melihat binyeo pemberian Hwon. Ia terkejut, mengetahui apa arti binyeo itu dan semakin tak dapat menahan tangisnya. Yeon-woo meminta ayahnya membiarkannya tidur dengan binyeo itu di sakunya (menguburnya dengan benda itu).

MP-00613 MP-00619

“Ayah, aku mengantuk. Aku akan tidur sebentar.”

“Yeon-woo,” ayahnya mendekap Yeon-woo semakin erat, “Ayah minta maaf. Ayah akan segera menyusulmu.”

Tangan Yeon-woo terkulai lemas.

Ayah Yeon-woo berteriak memanggil-manggil nama puterinya. Ny. Shin berlari masuk. Ia merangkak mendekati Yeon-woo, tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia membelai wajah puterinya dan memeluknya sambil menangis. (air mata tak terbendung saat adegan ini T_T)

MP-00633 MP-00637

Hwon diberitahu Kasim Hyung mengenai kematian Yeon-woo. Dalam pelukan ayahnya, seperti sedang tidur, Yeon-woo menutup matanya dengan tenang.

Hwon bagai orang kehilangan akal. Ia berdiri lunglai dan berjalan sempoyongan ke luar kediamannya sementara kasim Hyung mengikutinya dari belakang sambil menangis dan memanggil-manggil Hwon.

MP-00647 MP-00653

Hwon hendak berlari tapi para pengawal menahannya. Ada perintah untuk menahan Hwon seharian di kediamannya. Hwon menangis dan berteriak meminta mereka melepaskannya.

“Ada yang ingin kukatakan pada Puteri Mahkota. Ada yang ingn kukatakan padanya. Lepaskan aku!! Yeon-woo!! Yeon-woo! Lepaskan aku! Lepaskan aku!! Yeon-woo! Yeon-woo!”

MP-00668 MP-00725

Credit to: dramabeans and cadence

Komentar:

Hiks…hiks…aku tahu suatu saat mereka akan bertemu lagi tapi mengapa hatiku hancur? Apakah karena ketika mereka bertemu kembali maka yang bertemu adalah Hwon dewasa dan Yeon-woo dewasa? Entah bagaimana aku sangat ingin Yeon-woo dan Hwon kecil bahagia :(

MP-00016 MP-00027

Aku marah melihat Ibu Suri membawa Min-hwa untuk melihat guna-guna itu. Apakah itu untuk menakut-nakuti Min-hwa? Atau untuk membuatnya merasa bersalah dan takut pada Ibu Suri? Atau untuk mengajari Puteri Min-hwa bahwa ia bisa mendapatkan apapun yang ia inginkan dengan segala cara termasuk mencelakai orang lain? Menurutku tanpa Min-hwa terlibat pun Ibu Suri bisa menjalankan rencananya.

Aku juga marah Ibu Suri menyalahkan Hwon. Itu adalah ancaman dan Hwon mengetahuinya. Kurasa Raja pun sepertinya tahu keterlibatan Ibu Suri dan Yoon dalam hal ini. Ia tak bisa tidak mengeluarkan Yeon-woo dari istana karena ia pikir itu yang terbaik bagi Yeon-woo.

MP-00115 MP-00203

Aku juga senang Hwon memberi binyeo itu pada Yeon-woo. Aku yakin binyeo itu yang akan membuat Hwon mengenali Yeon-woo.

MP-00343 MP-00615

Kasihan ayah dan ibu Yeon-woo. Aku tak tahan melihat kesedihan mereka. Terutama ayah Yeon-woo yang harus meminumkan obat itu pada puterinya sendiri. Ia pasti sangat sedih karena terpaksa “membunuh” puterinya.

MP-00623 MP-00643

Yeon-woo tidak akan mati. Obat yang diberikan pada Yeon-woo adalah obat untuk membuat keadaan mati suri. Shaman Jang akan menggali kuburnya dan menyelamatkan Yeon-woo.

Pertanyaannya: apakah Yeon-woo akan hilang ingatan?

MP-00713 MP-00719

39 comments:

  1. woaaaa...udh ada sinopsis ep 5,aseek..aseek..tp pas baca,aduuhh..gak tahan sedih bgt,please..please..please..mdh2n Yoen Woo gak hlng ingtn,pling sbl klo udh da ilngingtn2,kayak snetron indonesia..upss..
    ditunggu ep 6nya mbak..fighting..^_^

    ReplyDelete
  2. Mbak fany yg semangat yaa bwt nglnjtn nulis sinopsis'a,,,
    klw lg mls inget mbak da orang yg slalu menanti postingan'a...
    Mbak fanny FIGHTING

    ReplyDelete
  3. Sedih bgt :'( hiks Q baca sinopsis ni mpe nangis aktingY mereka top bgt pdhl msih kecil
    Makasih y mba fanny Q tunggu klnjutanY ;-)

    ReplyDelete
  4. Seneng dehhh mbak fany te2p lanjut bikin sinopsis..

    Hiks sedih dehhh liat episode ini.. :'(

    Te2p semangatttt!!!

    Fightiiiiing!!!! ^_^

    ReplyDelete
  5. sedih banget ceritanya,, sampai ga bisa nahan air mata....
    te2p smngat ya mba!!!
    ga sabar pengen tahu kelanjutan'y...
    trim's...
    fightiiing..

    ReplyDelete
  6. sedih banget ceritanya,, sampai ga bisa nahan air mata....
    te2p smngat ya mba!!!
    ga sabar pengen tahu kelanjutan'y...
    trim's...
    fightiiing..

    ReplyDelete
  7. kenapa dramanya gak kaya QSD, ya yang masa kecilnya bisa berepisod-episod, pengen liat cutenya mereka agak banyak, gak langsung nangis-nangis gini..
    btw, begitu begitu yeon woo mati, hidup lagi dan jadi besar tumbuh tahi lalat di hidung ya? :) *ignore, ignore, komentar gak jelas*

    ReplyDelete
  8. Gomawo ya buat sinopsisnya, biasanya aku baca sinopsis drama ini dimana2, tapi eps 5 baru ada di sini jadi mampir, gomawo sekali lagi,,, alurnya keren,,, dan sukses bikin aku nangis hwaaaaaaaaaaa

    ReplyDelete
  9. Benat benar tragis,, T_T
    Penasaran nih sama kelanjutan sinopsisnya,,
    "Thanks berat buat sinopnya^_^

    ReplyDelete
  10. wkwkwk...mbak dee...nih memang banget deh,kenapa nanyain tahi lalat dihidung makin gede setelah besar...tapi bener cepat amat ya senyum2 liat masa kecil mereka setelah nangis-nangis disini.
    Hugh...mbak dee sama mbak fanny nontonnya kemarin udah siap tisue belum ya?

    Mbak fanny & mbak Dee : Miss u.....

    ReplyDelete
  11. Sedi bgt baca crita'nyaaaaaa...
    Bca'ny ja udh ujan bdai gni air'mata,palagi nnton'ny yach..
    Mbak fanny,d'tggu sinopsis slnjut'ny yach..
    Fighting....!!! Λ_Λ

    ReplyDelete
  12. @all: iya episdoe ini sedih banget. aku seharian nangis sambil bikin sinop kaya orang lagi patah hati aja hehehe^^

    @dee: hahaha...pengennya sih diabaikan tapi jelas keliatan gitu :p

    @cha_sya: miss you too^^ udah siap tisusue cha tapi ngga nyangka bakal sesedih itu.

    ReplyDelete
  13. Oca : episode 7???what...episode 7 kan minggu depan tayang...
    mbak fanny lagi siapin ep 6 iya.
    he he....mbak fanny...mbak fanny....dream high nya dibantu share dong ???
    pengen tahu....keren nggak kira-kira..juga tayangnya kapan ya...(lupa)

    kamsahamnida

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo cha_sya^^ Dream High 2 tayang minggu depan, hari Senin-Selasa :)
      Kalo sempet ntar aku cariin infonya ya^^

      Delete
    2. gomawo mbak fanny....pengen tahu ceritanya,kan secraa mbak fanny pernah buat sinop sesion 1,,...he he...

      Delete
  14. =D

    a Present :

    http://1.bp.blogspot.com/-L_a58QKZE24/Tx51fo2an0I/AAAAAAAAa24/pdHhcckisKo/s1600/dramatized.jpg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kyaaaa....makasih elooook^^ love you....muah muah :D

      Delete
  15. asli mba, ni sdih bnget...air mta tak trbndung ni bacanya..truz lnjutin ych mba,fighting,,,:D

    ReplyDelete
  16. baca sinopsisnya aja dah keren abis...apalgi dramanya ya...pengen nontooo...nnn

    ReplyDelete
  17. klo menurutku, ntr yoen wool lupa ingatan....
    dan akan bertemu dngny disuatu tempat, dan hwon akan merasakan nyaman jika bertemu atau ngaobrol dgn yoen wool...

    b'arti ntr yg jd istrinya book kyung...??tp dihati hwon ya tetp yoen wool

    ReplyDelete
  18. oohh ya, berarti keluargnya yoen wool juga g tahu klo putrinya masih hidup ya?? jd penasaran, baca sinopsisnya lagi ah..
    llaaaanjuutttt

    ReplyDelete
  19. padahal mau nonton drama ini karena soo hyun dan il woonya tp pas pemeran-pemeran kecil ini udah ga ada rasanya jadi ada yang hilang.. dan udah ngerasa mereka itu yang the real main castnya

    ReplyDelete
  20. baca episode ini sambil bercucuran air mata. hiks.....hiks....hiks....sedih bgt.

    ReplyDelete
  21. hikz...
    keren.....

    ReplyDelete
  22. nangisssss T_T huaaa

    ReplyDelete
  23. sedih nyaa...
    biasanya gw jarang nangis...gr" bca episode ini, air mata gk bisa terbendung lagi..
    TT

    ReplyDelete
  24. bca sinopsis nya bkin nangis pa lg nonton drama nya...???? (T_T)

    ReplyDelete
  25. qw jadie pingin nangis abiz sedih bgt,,..

    ReplyDelete
  26. Stella Agustine N7 June 2012 at 20:32

    Sumpahhh baru baca sinopsisnya aja nangisnya sampe mata sembap+hidung meler gini..
    Gimana bsok nontonnya??

    ReplyDelete
  27. hwaaaa... ketinggalan episode ini!!!, untung ada sinopsisnya... klo nonton pasti nangis bombay.. baru baca aja tenggorokan sakit bgt nahan nangis..
    tq mba fanny...

    ReplyDelete
  28. yaa yeon woon n hwon kecil kisah cintanya b'akhir d sini y,hiks,hiks,hiks aku jd sedih pengen liat mereka saat kecil bertemu lagy n bahagia..

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang km pecinta drama korea ya,atau km cma ska film niee

      Delete
  29. yoon woo ceritamu bkn q tersentuh.aku jd ingat ma ayahku

    ReplyDelete
  30. KAPAN DIULANG LAGI FILM NYAAAAAAAAAAA!!!!!?????

    ReplyDelete
  31. eonni~~ Nangis sesegukan wktu nonton episode ini. Bener2 menguras air mata T.T
    Kapan ya eon film ya diputer lagi??

    ReplyDelete

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)