Selasa, 14 Desember 2010

Sinopsis Secret Garden Episode 5

 

sg5-00179

Sinopsis episode 5

Oska dan Ra-im disambut oleh Joo-won yang duduk sendirian di restoran. “Kau terlambat 10 menit,” ujarnya. Oska kesal, “Ada apa ini? Mengapa kau di sini?” “Ia adalah wanita yang sering kulihat.” Jawab Joo-won sambil menatap Ra-im.

“Aku mengundangnya,” kata Oska, “Gil Ra-im adalah tamuku hari ini.”

“Tapi tamumu tidak melepaskan pandangannya dariku, “ sahut Joo-won dengan penuh percaya diri. “Menurutku itu lebih terlihat seperti pandangan tajam.” balas Oska. “Itu benar, karena aku bilang padanya dia lebih cantik saat dia marah.” “Dasar brengsek,” sembur Ra-im tak tahan lagi.” Joo-won tak terpengaruh malah tersenyum dengan manis, “Inilah wanita yang kukenal.”

Ra-im menatapnya dengan kesal lalu mengajak Oska duduk di meja lain. Oska masih penasaran apa hubungan antara Ra-im dan Joo-won. Joo-won menjawab,” Dari 230 negara dunia, dan 5 bahasa yang kukuasai, aku tidak dapat menemukan kata yang tepat untuk meggambarkan hubunganku dengannya.” “Omong kosong apa itu?” sembur Ra-im lalu ia bertanya apa makanan yang enak di sini pada Oska. Namun saat Ra-im hendak memesan makanan, manager restoran menghampiri mereka dan mengatakan seluruh meja telah dipesan. Oska langsung tahu siapa yang memesan seluruh meja itu. Siapa lagi kalau bukan Joo-won.

Mereka akhirnya makan bersama. Joo-won mencecar Oska tentang makanan di penjara, dan mengatakan kalau Oska terlihat lebih baik di dalam tahanan. Oska dan Ra-im kesal mendengarnya. Oska menjawab, “Bagaimana ya, aku tak dapat mengontrol ketampananku tergantung waktu dan tempat.” Lalu dia berpaling kepada Ra-im, “Dia memang seperti ini, mari kita bersulang tanpa dia.” “Ide yang bagus, “ sambut Ra-im. Keduanya mengangkat gelas mereka sementara Joo-won pura-pura tak peduli.

sg5-00012

Oska: “Untuk malam-malam di Jeju yang akan menghampiri kita dan untuk matamu yang lebih indah dan lebih misterius dari kegelapan malam.”

Uhuk! Joo-won tersedak mendengarnya. Ia segera mengambil minumnya.

Ra-im: “Apakah mungkin mataku terlihat begitu indah karena bintang dari langit duduk di hadapanku saat ini?”

Buuuurssst…Joo-won tersedak untuk kedua kalinya. Hahaha….

Oska: “Oh, aku ketahuan, Jika aku sampai membutakanmu tolong beritahu aku. Aku akan membelakangimu.”

Ra-im dengan cepat membalas, “Oh tidak, lebih baik aku dibutakan olehmu.”

Traaaang….kali ini garpu Joo-won yang jatuh. Ra-im melanjutkan malu-malu,” Sebenarnya aku telah menjadi fansmu selama 3 tahun. Bolehkah aku memanggilmu ‘Oppa’?” “Tentu saja,” kata Oska.

sg5-00020

“O…Oppa?” Joo-won terbelalak.

“Kau sepertinya tidak mengenalku dengan baik. Aku pria yang mudah tertarik dengan wanita.” lanjut Oska. “Aku bukan wanita yang pemilih.” Kata Ra-im tersipu.

“Kau gila….gila!” Joo-won memandang Ra-im tak percaya. Oska dan Ra-im sepertinya sudah menemukan cara untuk membalas Joo-won hehehe….

Sssst….Oska menyuruh mereka diam dan melihat ke panggung. Tae-sun tampil solo menyanyikan sebuah lagu. Lagu itu bercerita tentang seseorang yang jatuh cinta, dan mengikuti idaman hatinya bagai bayangan setiap hari namun dalam hatinya ia berteriak sampai kapan ia harus menderita dalam cinta (OST Secret Garden: That Woman, dinyanyikan Baek Ji young). Lagu yang indah ini membuat Joo-won memandang Ra-im dengan penuh perasaan, yang disadari oleh Ra-im. Mereka teringat akan kejadian di waktu yang lalu.

Joo-won ingat setelah pulang dari klub dengan marah gara-gara tas Ra-im, ia mengikuti Ra-im hingga ke taman di mana Ra-im termenung memandangi tasnya, dan menutupi penitinya dengan scarf. Lalu ia ingat menemukan kunci motor Ra-im dalam danau. Kemudian di departemen store, para pelayan toko bingung melihat pakaian-pakaian bagus dan mahal berserakan di lantai. Joo-won menghampiri mereka dan menyuruh mereka membungkusnya.

sg5-00031

Ra-im ingat saat ia menerima sms Joo-won untuk menemuinya di klub. Ia langsung membongkar lemari pakaian Ah-young dan mecoba berbagai pakaian termasuk gaun. Ia bersemangat dan berusaha tampil semanis mungkin, kemudian ia ingat perkataan Ah-young dan mengikatkan scarf di lehernya. Ia bagaikan seorang gadis yang akan menjalani kencan pertamanya.

sg5-00034

Lamunan mereka terhenti saat lagu usai. Oska mengejar Tae-sun ke luar restoran. Oska bertanya apakah Tae-sun yang memanggil polisi malam itu. Tae-sun menjawab bila bukan karena dia, Oska sudah mati dipukuli. Oska mengatakan dengan sedikit uang ia bisa membereskan masalah dengan gangster itu tanpa perlu melibatkan polisi dan beresiko diketahui oleh media. Tae-sun menjadi marah dan mengatakan betapa enaknya menjadi orang kaya, bahkan dengan arogan memesan seluruh restoran dan duduk bertiga, bukankah itu berarti telah mengacaukan panggungnya. Kau seorang bintang hallyu melakukan hal itu, selanjutnya apa? Melatih pendatang baru? Tae-sun pergi dengan marah.

sg5-00045

Oska menahannya dengan memegang pergelangan tangannya, lalu menjelaskan bukan dia yang memesan seluruh restoran dan ia tidak pernah menganggap rendah Tae-sun karena Tae-sun lebih baik darinya sebagai penyanyi. Tae-sun sedikit melunak dan meminta tangannya dilepaskan. Karena Oska tidak melepaskan tangannya, Tae-sun mengaku kalau dia adalah seorang gay. Awalnya Oska tak percaya dan menganggap itu adalah akal-akalan Tae-sun untuk menghindar darinya. Tapi melihat pandangan Tae-sun yang sungguh-sungguh Oska melepaskan tangan Tae-sun dan berkata akan memikirkannya lagi. Tae-sun berlalu dari situ.

sg5-00046

Sementara itu Joo-won yang ditinggal berdua dengan Ra-im mengejek Ra-im yang seperti gadis 17 tahun bila berhadapan dengan Oska. Ra-im menjawab oppa membuatnya merasa seperti gadis kecil, tidak memperlakukannya seperti tetangga yang miskin dan terasing. Tidak seperti “orang lain”.

sg5-00049 sg5-00050

Joo-won berusaha memperingatkan Ra-im, Oska adalah seorang playboy, dan sudah banyak wanita yang harus dibereskan olehnya untuk Oska. “Mengapa kau tidak mengurus wanita itu? Sepertinya ia telah melhatmu terus sejak tadi.” Kata Ra-im.

Joo-won menoleh dan melihat Seul yang dengan senang menghampirinya. Seul berceloteh tentang pertemuan mereka yang ajaib, dan betapa mereka berjodoh. Joo-won tidak tertarik mendengarnya, dan bertanya sedang apa Seul di Jeju. Seul menjawab kerena pekerjaannya. Dan meneruskan seandainya tahu mereka akan sering bertemu secara magical seperti ini, mereka tidak perlu menjalani kencan buta yang konvensional. Ra-im tertawa geli mendengarnya.

sg5-00054 sg5-00058

Melihat itu, Joo-won berkata seharusnya mereka tidak memulainya sama sekali. Dan mengingatkan Seul, teman-temannya menunggunya.

Seul: “’Ooooh…haha…mereka pegawaiku….kalian duluan saja. Kau sedang ada teman?”

Joo-won: “Ya, dia adalah wanita yang paling sulit kuhadapi seumur hidupku.”

Seul mencoba menyembunyikan perasaan cemburunya dan dengan manis bertanya apa pekerjaan orang tua Ra-im. Joo-won menyuruhnya pergi karena Ra-im memiliki temperamen buruk dan Joo-won tidak bisa membayangkan apa yang akan dlakukan Ra-im jika tidak ada di hadapannya.

Yoon-seul akhirnya pergi. Tapi sebelum itu Ra-im sempat melihat wajahnya dan mengenalinya. Ra-im bangkit berdiri mengejar Seul. “Tunggu, kita pernah bertemu sebelumnya.” Seul tidak mengenalinya. Ra-im bersikeras mengenali Seul dan mengingatkan insiden tas teman Seul.

Tas? Ah, Seul ingat, ia segera memegang lehernya hehehe…takut ditarik lagi sama Ra-im. “Iya, itu aku. Dunia begitu kecil.” Seul pura-pura masih tidak mengenalinya. Ra-im memarahinya karena telah melapor pada pihak mall dan mengakibatkan temannya yang telah bekerja keras selama 5 tahun hampir dipecat. Ia mengingatkan Seul telah berjanji untuk tidak memperpanjang kasus itu.

sg5-00065 sg5-00069

Joo-won berdiri di belakang mereka dan mendengar semuanya. “Hentikan! Apa yang kalian lakukan di tempat umum?” Joo-won berjalan menghampiri mereka, Seul pura-pura terlihat ketakutan apalagi ketika Joo-won bertanya padanya, “Apa kau baik-baik saja?” Seul memegangi dadanya seakan terkenan serangan jantung,” Nafasku, aku tak bisa bernafas…”

Ra-im memandang Joo-won tak percaya ia telah membela Seul, ia berkata, “Sebaiknya kau tidak ikut campur bila tidak tahu masalahnya.”

Joo-won mengatakan ia tahu lebih baik dari Ra-im, ia telah mendengar laporan Seul dan mendengar penjelasan Ah-young. Karena itu seharusnya Ra-im minta maaf. Ra-im terkejut. “Kau harus minta maaf padanya,” tegas Joo-won. “Kenapa aku?” tanya Ra-im kesal.

“Orang yang masuk lounge VIP memiliki hak karena telah membelanjakan uang mereka 100juta won setahun. Karenamu hak pelanggan terabaikan.”

“Baik, anggap kau benar. Apa sangat salah aku masuk ke lounge? Apa aku mengkhianati negara?”

“Apa kau tak pernah mendengar ungkapan: orang yang mencuri jepit, suatu saat akan mencuri kerbau?” Ra-im tak dapat berkata-kata lagi. Sebenernya bener juga sih, sekali kita melanggar peraturan kecil dan diabaikan lama-lama akan melakukan pelanggaran besar. Awalnya korupsi kecil-kecilan lama-lama ber M-M…..dosa “kecil” melahirkan “dosa besar”.

Seul mendesah lega dan berkata jika tahu akan menjadi seperti ini , ia seharusnya lebih bersabar, bla…bla…bla… Joo-won berbalik padanya dan berkata,” Kau tak perlu sedih, kau juga harus minta maaf padanya. Kau telah berjanji untuk tidak meneruskan masalah ini. Kau seharusnya menepatinya. Bagaimanapun janji adalah janji.” Seul membela diri dan berkilah ia tidak pernah berjanji. Joo-won berkata tas temanmu telah dikembalikan, kan. Seul ngotot, tapi itu kan bukan tasku...

Ra-im tak tahan lagi, “Kau ini belum mengerti juga ya.” Ia melangkah maju dan segera ditahan oleh Joo-won.

“Kalian berdua!” terdengar sebuah suara. Oska berdiri di belakang Seul, “Tolong tinggalkan kami berdua. Saya minta tolong, Nn. Gil-Ra-im.” Seul berdiri mematung tak bergerak menyadari siapa yang ada di belakangnya.

“Apa kau sedih?” tanya Joo-won melihat Ra-im termenung saat mereka berjalan berdua.

Ra-im bertanya, “Bagaimana seseorang dapat seperti itu?”

Joo-won mengira Ra-im sedih karena Joo-won membela Seul, dan mengatakan kalau ia hanya bertindak sesuai prinsipnya. Ia tidak memihak keduanya, ia memihak sisi yang benar.

Raim: “Orang seperti apa yang membelanjakan uangnya 100jta won/tahun di departemen store. Apa perbedaan aku dengan mereka?”

“Kau tak akan mengerti walau aku menjelaskannya.” “Apa kau akan menjelaskannya dalam bahasa Inggris? Cobalah, akan kucoba untuk mengerti.”

“Berapa uangmu di bank?” tiba-tiba Joo-won bertanya. Ra-im bingung, “Tidak banyak, kenapa?”

“Itulah bedanya,” kata Joo-won,” Kau mengetahui dengan persis berapa uangmu di bank, sementara mereka tidak tahu. Saldo mereka di bank bertambah tiap detik baik secara nasional maupun global. Itu salah satu cara mudah untuk memahaminya. Dengan membelanjakan uang mereka 100juta won/tahun, mereka hanya ingin 2 hal. Ketidakadilan dan diskriminasi. Walaupun tidak dapat menguasai mereka setidaknya ingin dipisahkan. Itu adalah kesadaran dan cara pikir mereka.” Orang kaya ingin dibedakan karena status social mereka, itu maksud Joo-won.

“Apa kau juga seperti itu?” tanya Ra-im.

Joo-won menjawab, “Tidak ada alasan aku tidak seperti itu.”

Ra-im meminta kunci motornya diambil. Ia akan mengambilnya sepulangnya ke Seoul. Saat mereka berdebat mereka bertemu dengan Jong-soo dan senior Ra-im. Upss..

Jong-soo menegur Ra-im karena tidak mengikuti perintahnya dan tinggal di Seoul. Ra-im berusaha menjelaskan, Jong-soo boleh memarahinya tapi jangan suruh ia pergi. Ia akan membantu timnya. Kemudian Ra-im juga mengatakan ia mendapat tiket pesawat gratis. Jong-soo menahan kemarahannya (kayanya lebih marah gara-gara liat Joo-won daripada liat Ra-im datang keJeju) dan menanyakan di mana Ra-im akan tinggal. Ra-im mengatakan ia telah menemukan sebuah sauna dekat hotel dan akan tinggal di situ.

sg5-00088 sg5-00090

Joo-won: Apa?! Sauna??

Jong-soo lalu memberikan kunci kamarnya pada Ra-im dan menyuruhnya menunggu di sana, karena mereka harus bicara. Ra-im dengan senang hati menerimanya.

Jong-soo dan senior Ra-im berlalu dari situ.

“Kau senang seorang pria memberimu kunci kamarnya?” tanya Joo-won tetap mengikuti Ra-im. Ra-im pura-pura tak mendengar dan berkata cuaca di Jeju sangat berangin, apa sebaiknya ia mandi. Hal ini tambah membuat Joo-won panic hehehe…

Joo-won masuk ke lobby hotel mendapati Sekretaris Kim dan manager hotel sedang menunggunya. Joo-won berbasa-basi sebentar tentang pekerjaannya lalu meminta kamar kosong. Ternyata hotel ini juga masih milik keluarga Joo-won. Dengan hati-hati Sekretaris Kim menjelaskan bahwa hotel sudah penuh karena banyak fans Oska yang mendadak datang, bahkan kamar untuk Joo-won saja sangat sulit. “Kamarku? Bagaimana dengan kamar yang biasa kutempati?”

Sekretaris Kim mengatakan, “Sudah ditempati.” Joo-won tahu siapa yang menempatinya. Oska.

Oska dan Seul berdiri di pantai. Oska menanyakan mengapa Seul datang ke sini, apakah sebuah kebetulan dan apakah Seul mencarinya. Oska mengatakan tidak ada alasan mereka bertemu. Seul menjawab memang tidak ada, jadi aku membuat alasan. Oska mengira karena Joo-won. Seul mengatakan keluarga sudah mengatur pernikahan mereka (Seul dan Joo-won) tapi ia datang ke sini mencari Oska. Seul ingin hubungan mereka baik kembali karena mereka segera menjadi keluarga (lewat Joo-won). Oska heran bagaimana bisa Seul semudah itu mengingat hubungan mereka di masa lalu. Seul menjawab tidak ada yang sulit, dulu kita tidak mengakhiri dengan baik tapi juga tidak terlalu buruk sampai tidak ada masa depan bagi mereka. Lagipula kita tidak saling mencintai bukan, tanya Seul. Oska terpukul mendengarnya.

sg5-00110 sg5-00112

Seul bertanya siapa wanita yang bersama Joo-won, seorang wanita di bawah standarnya. Oska menjawab ia adalah tamuku jadi jangan bicara sembarangan. Seul tak percaya mendengarnya, tidak mungkin, dia bukan tipemu. “Lalu, apa kau tipeku?” balas Oska dan berlalu dari hadapan Seul. Seul tampak terpukul.

Oska berjalan dan mengingat saat dia melamar Seul. Ia berlutut memberikan bunga, mengucapkan kata-kata romantic, juga menyerahkan cincin dengan berlian yang cukup besar. Seul menanggapi semua itu dengan dingin. Oska menanyakan apakah berliannya kurang besar. Jawaban Seul sangat menyakitkan, ia mengatakan bahwa Oska seorang yang naïf, siapa yang mau menikahi selebritis. Mereka hanya untuk berkencan dan bermain. Untuk mencari pasangan hidup,aku punya proses seleksi tersendiri. Sedikit lagi aku pasti bosan dan muak denganmu. Kau seharusnya bersabar. Perpisahan kita bisa lebih baik daripada seperti saat ini. Oska sangat terluka. Ouch, pantas saja ia menjadi playboy.

sg5-00125 sg5-00127

Mengingat itu Oska memantapkan hatinya dan mengetuk pintu kamar Joo-won, mengajaknya bersepeda. Joo-won tidak mau, terlalu dingin katanya. Oska memberikan taruhan, bila Joo-won menang, Oska akan pindah ke Kangnam dan Joo-won boleh menguasai rumah Echun sendirian. Juga kamar hotel Joo-won akan dikembalikan.

Joo-won heran apa yang Oska inginkan hingga Oska mendadak ngotot seperti ini.

“Gil Ra-im.”

“Jangan main-main,” kata Joo-won.

Oska mengatakan ia tidak main-main, ia membutuhkan Ra-im, dan menantang apa Joo-won tidak punya rasa percaya diri untuk menang. Tentu saja Joo-won menjawab tantangan Oska.

sg5-00130 sg5-00131

Ra-im sedang membereskan kamar Jong-soo ketika mendengar suara Oska di luar. Oska dan Joo-won sudah bersiap-siap. Oska menegaskan bila ia menang, Joo-won tidak boleh ikut campur urusan dirinya dengan Ra-im. Joo-won mengatakan Ra-im bukan wanita untuk Oska.

“Kau tidak bisa menyerahkan segalanya untuk 1 wanita, tapi aku bisa (menyerahkan segalanya). Wanita bisa mengetahui itu secara insting. Terutama wanita miskin.” kata Oska.

Ra-im menyusul mereka ke luar dan mengatakan ingin ikut. Oska memperbolehkannya tapi kami sedang mempertaruhkan hal yang penting. Ra-im tertarik. Aku juga ingin menang, jika aku menang maukah kau meng-casting-ku dalam MV? Itu terlalu mudah kata Oska.

Mereka memulai dari atas tebing dan akan berakhir di dermaga. Joo-won mengatakan jangan sampai masuk hutan, bila masuk ke sana akan susah untuk keluar. Ra-im mengira Joo-won mengatakan itu agar Ra-im tidak dapat keluar. Bukan, kata Joo-won, aku mengatakannya karena aku khawatir padamu. Apa kau yakin bisa? Ra-im meledeknya,” Jika aku bilang tidak bisa apa kau akan menggendongku kembali?” “Tidak, “ kata Joo-won, “aku harus memelukmu agar aku bisa melihat wajahmu.” Mana tahaaaaan…..

sg5-00147

Mereka mulai berlomba. Ra-im berangkat duluan tapi segera tersusul oleh Joo-won dan Oska. Saat saling mendahului, bahu Joo-won tak sengaja menyenggol papan penunjuk jalan hingga menunjuk arah yang salah. Ra-im yang di belakang mengikuti arah yang salah. Mendekati garis finish Joo-won melihat ke belakang dan menyadari Ra-im tidak ada, konsentrasinya agak terganggu. Berkali-kali ia menoleh ke belakang. Joo-won terus memimpin, garis finish sudah di depan mata, tapi tiba-tiba ia mendengar teriakan Ra-im “AAAHHH!” serta merta Joo-won berhenti, akibatnya Oska yang menang.

sg5-00160 sg5-00169

Joo-won tidak peduli, ia mencoba menghubungi Ra-im lewat walkie-talkie tapi tidak ada jawaban. Oska mengira itu hanya acting Joo-won karena sudah kalah tapi tiba-tiba terdengar teriakan Ra-im yang kedua. Oska juga mendengarnya, mereka segera mencari Ra-im. Oska mencari sepanjang pantai, Joo-won mencari kembali ke hutan.

sg5-00171 sg5-00185

Joo-won menemukan papan penunjuk yang salah. Ia berjalan kaki menyusuri jalan tersebut sambil terus memanggil Ra-im. Dari jauh ia melihat ada bayangan manusia samar-samar. Tiba-tiba bayangan itu lewat di depannya, ia menjerit kaget dan takut. Ternyata Ra-im, yang melihatnya dengan heran. Ra-im bertanya mengapa Joo-won di sini. Membuat Joo-won kesal karena ia sangat mengkhawatirkan Ra-im. Tempat ini aneh kata Ra-im, walkie talkie dan handphone tidak berfungsi sama sekali. Sepedanya juga rusak, apa sepeda ini mahal? “Bukan itu masalahnya sekarang!” sembur Joo-won,”Apa kau baik-baik saja? Apa kau terluka?” Ra-im malah kecewa karena kesempatannya untuk melakukan stunt mobil hilang kedua-kalinya. Ia juga bertanya apa Oska ikut mencarinya. Joo-won kesal, “Jika iya kenapa? Setelah membuatku setengah mati, apa yang kaukatakan? Mengapa kau tadi berteriak?” Ra-im bingung, aku tidak teriak. Joo-won mengatakan Ra-im teriak dua kali dan terdengar lewat walkie talkie.

sg5-00189 sg5-00190

Ra-im mengatakan ia tidak teriak, bukankah aneh bila aku terjatuh lalu aku menekan tombol dan teriak “AAAAH” dua kali. Bener juga.

Ra-im lalu berbalik, kau mau ke mana tanya Joo-won. Ra-im berkata ia akan menelepon taksi dari restoran di sana. Mana ada restoran di sini, kata Joo-won. Lalu itu apa, Ra-im menunjuk papan nama di hadapannya. Tulisannya : “Mystic Garden 44m” Ayam Korea siap dipesan. Akhir musim, ayam muda diobral.

Mereka berjalan dan hari sudah gelap ketika mereka menemukan restoran itu. Tempat itu sepi, ayam-ayam berkeliaran di halaman, seekor kucing hitam terikat di tiang rumah, terdapat sebuah meja yang di atasnya berbaris botol-botol berisi ramuan dan bunga warna-warni. Ra-im seperti mengenali botol-botol tersebut.

sg5-00200 sg5-00215

Seorang wanita separuh baya keluar dari rumah itu. Perawakannya tegap dan membawa sebilah pisau dapur besar. Permisi, kata Joo-won, kami tersesat dan ingin meminjam telepon. Wanita itu malah bertanya mereka ingin makan apa. Joo-won dan Ra-im masuk ke dalam rumah. Rumah itu berisi barang-barang tua dan aneh, seperti rumah penyihir di film-film. Ra-im mengambil sebuah botol berisi ramuan dan bunga, Joo-won mencoba telepon namun tidak tersambung. Dari luar kita melihat bahwa rumah itu adalah rumah dalam lukisan “Dark House” (episode 4).

sg5-00212 sg5-00213

Wanita itu menaruh sepanci sup ayam di atas meja dan menyendokkan banyak-banyak untuk Joo-won sementara Ra-im tak ia pedulikan. Makanlah, katanya, dibuat dengan cinta. HA, Joo-won menjauhkan dirinya perlahan-lahan dari wanita itu. “Kau tak sakit kan, kanker atau leukemia misalnya?” tanya wanita itu pada Joo-won membuat Joo-won semakin bingung dan takut. “Pastinya tidak, kau masih muda dan sehat.” kata wanita itu lagi.

Lalu wanita itu berpaling pada Ra-im dan berkata dengan lembut, “Nona, senang melihatmu lagi. Aku sungguh senang.”

sg5-00223 sg5-00224

Ra-im agak bingung, tapi ia menjawab,”Ya, aku juga. Apa kau suka membuat wine?” sambil menunjuk botol-botol yang berbaris di rak. “Itu adalah hobiku satu-satunya.”jawab wanita itu. “Ayahku juga mempunyai hobi yang sama.” Wanita itu bergumam, “Dia lebih suka meminumnya daripada membuatnya.” “Apa?”

“Kau suka minum ya? Kelihatannya kau belajar minum sejak SMA.” Wanita itu mengalihkan pembicaraan. “Bagaimana kau tahu itu,”tanya Ra-im senang, “Aku belajar minum dari ayahku sejak SMA.”

Joo-won terkejut,”Apa? Kau belajar minum sejak SMA?”

Itu arak buatan rumah, Ra-im menjelaskan, sejenis obat. “Apa itu arak obat juga?”

“Iya, untuk menyelamatkan hidup anak perempuanku.” kata wanita itu.

“Apa anakmu sakit?” tanya Ra-im. “Itu takdirnya,” wanita itu menjawab singkat.

Entah bagaimana Joo-won dan Ra-im berhasil kembali ke hotel menggunakan taksi. Joo-won bertanya mengapa Ra-im menerima pemberian wanita tua itu. Ra-im memegang dua botol arak di tangannya. Kau tidak boleh menolak pemberian orang tua, kata Ra-im, dan lagi ini baik untuk kesehatan.

“Kau minum untuk kesehatan? Apa ada “Ahjussi” (pria tua/ Oom) dalam dirimu?” Joo-won meledek.

“Ada beberapa, di antaranya seorang yang pemalu memintaku untuk menyampaikan pesan padamu.”

“Pesan apa?” tanya Joo-won. “Tadi, terima kasih, telah mencariku.” kata Ra-im tersenyum.

sg5-00231 sg5-00229

Joo-won menyembunyikan perasaan senangnya,” Jika kau senang, harusnya kau berterima kasih saat aku menemukanmu. Mengapa baru kaukatakan sekarang, ahjusshi?”

Ra-im menjawab,”Jika kau meneruskannya, ahjusshi yang suka berkelahi akan keluar untuk menghajarmu. Ini!” Ra-im memberikan sebotol arak pada Joo-won. Joo-won tidak mau. Tapi ketika Ra-im mengatakan akan memberikan botol itu Oska, ia cepat-cepat merebutnya. Aku yang menyelamatkanmu mengapa ia yang memperolehnya. Mereka memperebutkan botol itu hingga Ra-im menabrak seseorang. Jong-soo. Dan ia kelihatan tidak senang.

sg5-00232

Jong-soo menegurnya karena Ra-im lagi-lagi tidak menuruti perintahnya untuk menunggu di kamar. Ra-im mengikuti Jong-soo ke kamar. Joo-won tentu saja protes, bagaimana pria dan wanita bisa tinggal sekamar. Jong-soo dengan dingin berkata dalam timnya tidak ada perbedaan antara pria dan wanita dan itu bukanlah hal yang aneh. Lalu ia pergi mengabaikan Joo-won yang masih teriak-teriak protes. Suara Jong-soo ini dalem banget…..cool..

Di kamar, Ra-im masih mencoba meyakinkan Jong-soo untuk melakukan stunt mobil, Jong-soo tetap melarangnya karena itu sangat berbahaya. “Aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal berbahaya itu, aku akan melindungimu sampai aku mati.”

sg5-00253 sg5-00247

Lalu Jong-soo menyuruh teman-teman Ra-im pindah ke kamarnya sementara Ra-im tinggal di kamar teman-temannya, Jong-soo beralasan ia tidak ingin melihat Ra-im. Teman-teman Ra-im baru saja membuka pintu dan seseorang melangkah masuk. Joo-won berbicara pada Jong-soo bahwa ia tidak bisa menerima pria dan wanita tinggal dalam satu kamar. Jong-soo mengingatkan bahwa mereka adalah timnya. Joo-won mengatakan ia yang bertanggung jawab pada tim Jong-soo yaitu Ra-im, lalu ia menjelaskan Ra-im memperoleh hadiah perjalanan dengan Oska jadi dia adalah urusan Joo-won.

Jong-soo kaget, jadi kau menang lomba gambar itu? Ia menggelengkan kepalanya, aku sudah melakukan kebodohan. Ra-im menyadarinya, jadi itu kau?

Karena Ra-im tidak ingin menyusahkan timnya, ia memilih tinggal di kamar yang ditawarkan Joo-won. Joo-won terus mengikutinya dan bertanya ada hubungan apa antara Jong-soo dan Ra-im. Kemudian menanyakan apakah mereka berkencan atau semacamnya.

Ra-im: “Jika iya kenapa? Aku pergi keluar dengan pria atau tinggal dengan pria bukan urusanmu.”

Joo-won: “Apa aku tidak boleh bertanya?”

Ra-im: “Tidak, jangan bertanya. Hanya akan membuatku kesal. Mengapa kau ke sini (Jeju)? Mengapa kau menggangguku, mengikutiku. Apa maksudmu?”

Joo-won: “Kau tahu.”

Ra-im membantahnya. Joo-won berkeras Ra-im tahu. “Jika kau ingin mengetes perasaanku sebaiknya jangan. Aku memiliki terlalu banyak hal untuk dikorbankan demi seorang wanita sepertimu. Sekarang, setelah kukatakan, bolehkah aku memelukmu?” “Apa?!”

“Seperti yang kaukatakan, ada dua tipe wanita. Yang pertama untuk kaunikahi, dan yang kedua untuk bersenang-senang lalu selesai. Kau berada di antara keduanya. Jadi biarkan aku memelukmu agar aku mengetahuinya.”

“Lalu bagaimana setelah kau memelukku dan kau menyukainya? Apa yang akan kaulakukan?”

“Aku akan membuat hidupmu berbeda.” Kata Joo-won sambil tersenyum.

“Bagus sekali,” sahut Ra-im ketus,” Apa aku menjadi Cinderella?”

“Bukan, kau adalah putri duyung kecil (the Little Mermaid). Gil Ra-im akan terus terjebak dalam dua dunia. Setelah kau tinggal sebagai orang yang tak terlihat, kau akan lenyap seperti gelembung-gelembung udara dari hadapanku. Itulah yang dapat kutawarkan.”

sg5-00260 sg5-00262

Ra-im terluka mendengarnya, dengan menahan tangis ia menampar Joo-won. Ya, itu seperti berkata, ayo bersenang-senanglah denganku, aku akan mengubah hidupmu, lalu kau akan pergi dari hadapanku. Memangnya Ra-im mainan?

Joo-won meninggalkan kamar dan menyuruh Ra-im memikirkan baik-baik tawarannya.

Ra-im termenung sendirian, lalu tak tahan lagi ia keluar dari kamar itu. Seniornya mencarinya dan mengatakan ia telah berbicara dengan sutradara MV dan sekarang sutradara ingin berbicara dengannya. Ra-im mulai bersemangat kembali, namun begitu melihat siapa sang sutradara itu, semangatnya lenyap tak berbekas.

Seul tak kalah terkejut. “Kau benar, dunia ini memang kecil, bukankah begitu. Aku tadinya berpikir apa pekerjaanmu. Kau salah satu anggota tim sutradara Im? Kau baik dalam melakukan apa?”

“Semuanya.” Kata Ra-im, “Hampir semuanya.”

“Apa kau bisa melompat dari lantai 63 sebuah gedung?” ejek Seul.

“Aku bisa melakukannya tapi aku pasti mati.”

“Benarkah? Tadinya aku pikir seberapa hebat wanita yang bisa bersama dengan Woo-young (Oska). Apa dia memperlakukanmu dengan baik?”

Ra-im menjawab Oska orang yang baik. Oh berarti kalian masih tahap awal, potong Seul. Seul mengatakan dia ada rapat dan akan memberitahu Ra-im ia diterima atau tidak.

Oska masuk ke ruang rapat dan marah saat mengetahui sutradara MVnya adalah Seul. Ia keluar dan berkata tidak akan melakukannya. Seul memberi alasan pada yang lain bahwa mereka telah dilukai dengan sikap Oska, Jong-soo mengatakan, kelihatannya ia yang lebih terluka daripada kita. Seul memuji Jong-soo akan pengamatannya yang tajam dalam membaca seseorang.

sg5-00276 sg5-00273

Oska marah-marah pada managernya yang balas marah-marah semua ini terjadi karena Oska tidak dapat dihubungi. Oska tetap tidak mau bekerja dengan Seul walau manager Choi menegaskan tidak ada lagi sutradara yang mau bekerja dengannya. Oska bersikeras, aku tidak perlu buru-buru membuat MV dan mengeluarkan album, aku tidak membutuhkan uang dengan cepat. Aku tidak mau, aku juga tidak suka lagunya. Manager Choi diusir keluar kamar.

Begitu Manager Choi keluar, Joo-won masuk kamar Oska dan berkata akan tidur di sini. Mereka dipenuhi pikiran mereka masing-masing. Joo-won di tempat tidur, Oska di sofa. Oska tak tahan lagi. Ia duduk lalu melihat botol aneh menyembul dari tas Joo-won. “Apa ini? Alkohol?”

sg5-00279 sg5-00283

Cepat-cepat Joo-won merebutnya, “Jangan, ini milikku!” Ya sudah, kata Oska. Joo-won bertanya bagaimana Oska bisa kenal dengan Seul. Oska menjawab itu bukanlah hubungan yang ingin ia bicarakan. Hubungan seperti apa itu, tanya Joo-won. Ia anti fansku, jawab Oska singkat.

Ra-im merenung di tempat sauna. Arak pemberian wanita itu di hadapannya. Joo-won di hotel juga sedang duduk di luar. Botol arak di hadapannya. Lalu mereka mulai minum. Di langit kilat menyambar dan guntur bergemuruh. Mereka terus minum seakan botol itu tak berdasar. Hujan lebat pun turun.

sg5-00293 sg5-00294

sg5-00311

Keesokan harinya, matahari bersinar cerah, menampakkan sisa-sisa hujan semalam. Joo-won terbangun di tempat tidur dan melihat ke sebelahnya.

“Apa ini? “ suara Ra-im dalam tubuh Joo-won,” Apakah aku bermimpi? Sungguh mimpi yang indah. Oska ada dalam mimpiku. Tangannya ada di….(dadaku). Ah, aku tidak tahu…tidak tahu…”ia cekikikan.

sg5-00324 sg5-00331

Di tempat sauna, Ra-im mulai membuka matanya, lalu melihat ahjumma di sebelahnya tidur dan mendengkur dengan keras. Ia memejamkan mata kembali. “Orang ini,” suara Joo-won dalam tubuh Ra-im,” Apa yang sedang ia lakukan? Mimpi apa ini?”

sg5-00328

Ra-im dalam tubuh Joo-won mulai menyadari mimpinya terasa begitu nyata, ia buru-buru bangkit dari tempat tidur sampai menabrak meja. Ada apa ini? Ia melihat ke bawah dan sangat terkejut.

sg5-00333 sg5-00335a

Joo-won dalam tubuh Ra-im juga mulai merasakan hal yang aneh. Ia bangkit berdiri dan melihat sekitarnya. “Apa ini? Tempat apa ini?” Para ahjumma (tante) protes, buat apa berisik pagi-pagi, nona. Nona? Siapa? Aku?? Ia melihat tangannya dan meraba dadanya.

sg5-00336 sg5-00338

RA-im dan Joo-won berteriak. AAAAAAAAHHHHH…….

sg5-00341

Komentar:

Akhirnya, adegan yang ditunggu terjadi juga. Untuk selanjutnya agar memudahkan, Ra-im dalam tubuh Joo-won akan kusebut Ra-imwon, sementara Joo-won dalam tubuh Ra-im akan kusebut Joo-wonim. Masih banyak spekulasi yang beredar apa penyebab tubuh mereka tertukar, ada maksud apa di balik peristiwa ini tapi aku mencoba untuk tidak berspekulasi dan berharap penulis drama ini memberikan jalan cerita yang baik sampai akhir.

Oska berniat menggunakan Ra-im sebagai alat untuk membalas Seul, jadi bukan karena ia sungguh-sungguh mencintai Ra-im.

Episode yang akan datang akan dipenuhi adegan gila Joo-wonim dan Ra-imwon yang masih bingung dengan pertukaran ini.

Picttures Credit to : http://www.dramabeans.com

1 komentar:

  1. hm.... lumayan :) smoga crita slanjutnya smakin mnarik

    BalasHapus

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)