Rabu, 05 Oktober 2016

Sinopsis Cinderella and Four Knights Episode 9

snap-00088

Ha Won terbangun pagi harinya di tempat tidur, di sebelah Ja Young. Ia mengira kiss Ji Woon semalam hanyalah mimpi. Mimpi yang aneh.

Tapi ketika ia melihat Ji Woon tidur di lantai dengan masih mengenakan pakaian semalam yang ternoda wine, sadarlah ia kalau kiss itu bukan mimpi. Ia setengah berlari panik ke kamar mandi..menyesali apa yang semalam terjadi. Atau tidak? Tanpa sadar ia tersenyum mengingat kejadian semalam.

Saat ia berusaha menyadarkan dirinya sendiri, tak sengaja ia menginjak sabun yang kemarin ia lemparkan pada Ji Woon.

snap-00007snap-00010

Terdengar suara berdebum keras di seantero rumah. Semua orang terkejut dan bergegas ke sumber suara, termasuk Ji Woon yang masih bingung. Mereka menemukan Ha Won terkapar tak sadarkan diri di lantai kamar mandi.

Yoon Sung dan Ja Young membawa Ha Won ke rumah sakit. Untungnya ia tidak apa-apa dan hanya terkena gegar otak ringan. Yoon Sung hendak membawanya ke rumah sakit di Seoul. Ia menelepon yang lainnya agar mereka pulang masing-masing.

Karena tak ada Ha Won, mereka merasa tak memiliki alasan untuk tinggal lebih lama dan langsung mengemas barang mereka.

snap-00018snap-00020

Ha Won akhirnya sadarkan diri di rumah sakit. Ia terkejut mendapati dirinya hanya pingsan selama beberapa jam saja. Bukankah biasanya orang pingsan selama beberapa hari atau minggu. Err..itu sih bukan pingsan tapi koma >,<

Ja Young menghampirinya dengan khawatir dan menanyakan keadaannya. Ha Won tersentuh mendengar kekhawatiran sahabatnya itu. Ia bertanya di mana yang lain. Ja Young menjelaskan kalau Yoon Sung buru-buru membawanya ke rumah sakit hingga yang lain tidak ikut.

Ha Won bertanya bukankah orang yang pingsan mengalami amnesia sementara atau semacamnya, misalnya tak ingat kejadian semalam. Err...itu sih bukan pingsan tapi gegar otak >,< Sampai-sampai Ja Young bingung mendengar pertanyaan aneh Ha Won itu.

Yoon Sung lega melihat Ha Won sudah sadar. Ha Won minta maaf karena sudah merepotkan Yoon Sung. Ia mengajak mereka segera kembali karena yang lain sedang menunggu. Tapi Yoon Sung berkata Ha Won harus pergi ke Seoul untuk dipasangi gips pada kakinya. Ia sudah membuat janji dengan rumah sakit milik Grup Haneul. Ternyata kaki Ha Won terkilir.

snap-00032snap-00035

Sebelum pulang, Ji Woon sempat masuk ke kamar tempat Ha Won dan Ja Young tidur. Ia melihat pakaian Ha Won masih belum dibereskan. Ia tersenyum geli melihat berbagai rencana yang sudah disiapkan Ha Won. Ia bergumam betapa noraknya Ha Won karena selalu memikirkan hal yang tidak penting. Hye Ji memergokinya senyum-senyum sendirian di kamar Ha Won. Ji Woon cepat-cepat keluar dan mengajak Hye Ji pergi.

Ja Young tertidur selama dalam perjalanan. Yoon Sung memberitahu Ha Won kalau yang lain pulang ke Seoul mengenakan kendaraan lain. Ha Won merasa tak enak hati karena sudah mempersingkat liburan mereka. Yoon Sung menghiburnya, tidak ada yang akan datang jika bukan karena Ha Won.

Ha Won lalu tersenyum lebar pada Yoon Sung. Ia berkata Yoon Sung memiliki toleransi rendah pada alkohol. Ia sudah melihat sisi Yoon Sung yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.

“Eh...tolong hapus ingatan itu, Nona,” kata Yoon Sung malu.

“Ah, wajah Ahjusshi memerah,” kata Ha Won.

Tapi ketika Yoon Sung menanyakan apakah Ha Won juga mabuk semalam, giliran Ha Won yang gugup. Ia berkata ia sangat mabuk hingga tak ingat apapun yang terjadi semalam.

“Apa terjadi sesuatu semalam,” tanya Yoon Sung saat melihat ekspresi gugup Ha Won.

“Tidak, tidak ada yang terjadi.”

“Tapi Nona baru saja mengatakan tidak ingat apapun.”

“Eh...aku tidak ingat apapun tapi tidak ada yang terjadi juga,” Ha Won tertawa grogi.

snap-00039snap-00041

Di rumah sakit, kaki Ha Won dipasangi gips. Dokter berkata Ha Won akan baik-baik saja asal berhati-hati selama beberapa hari. Dan ia terpaksa menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan.

Saat ia dan Ja Young berjalan ke lobi, mereka melihat Yoon Sung berjalan ke bagian transplantasi organ. Ha Won bertanya-tanya dalam hatinya kenapa Yoon Sung ke sana.

Ternyata Yoon Sung menemui dokter untuk menanyakan donor bagi Presdir Kang. Dokter menyarankan agar Presdir Kang memberitahu keluarganya mengenai kondisinya dan menemukan donor di antara mereka. Yoon Sung berkata Presdir Kang sangat menolak saran tersebut. Dokter berkata tidak ada lagi pilihan selain menunggu donor.

Ketika Ha Won naik ke dalam mobil, ia ingin bertanya mengenai hal itu tapi ia memutuskan tidak menanyakannya.

snap-00050snap-00051

Hye Ji ikut menunggu di Rumah Langit bersama yang lainnya. Hye Ji ingin membicarakan kejadian semalam (kiss juga^^), tapi Hyun Min dengan enteng berkata mereka sebaiknya berpura-pura tidak terjadi apapun. Hye Ji sangat kecewa.

Ji Woon sempat melihat ada yang aneh pada ekspresi Hye Ji dan Hyun Min. Ia bertanya pada Hye Ji apakah sudah terjadi sesuatu. Tidak, jawab Hye Ji.

snap-00052snap-00055

Pintu dibuka. Ha Won telah kembali. Dan orang yang pertama dilihatnya adalah Ji Woon. Mereka terkejut melihat Ha Won harus menggunakan tongkat. Seo Woo yang pertama kali menanyakan keadaannya.

Saat mencoba berjalan, ia hampir terjatuh. Refleks, Ji Woon-Seo Woo-Yoon Sung bergerak untuk memeganginya. Tapi karena Ji Woon yang paling dekat, ia yang menahan Ha Won agar tidak jatuh.

Mereka bertatapan dan Ha Won kembali gugup. Hye Ji sempat melihat reaksi mereka. Hyun Min menawarkan diri untuk membantu Ha Won tapi Seo Woo menghalanginya karena toh Hyun Min bukan tunangan Hyun Min betulan. Ia yang akan membantu Ha Won.

Tidak, kata Ha Won. Ia berkata ia hanya belum biasa. Kali ini Yoon Sung ikut mengajukan diri untuk membantu Ha Won. Ha Won malah menyuruhnya memegangi tongkatnya sementara ia melompat-lompat dengan satu kaki buru-buru masuk ke kamarnya untuk menghindari Ji Woon. Yoon Sung buru-buru mengejarnya.

Semua merasa heran dengan sikap Ha Won yang menghindar seperti itu. Termasuk Hye Ji.

snap-00063snap-00064

Yoon Sung menemui Presdir Kang di rumah sakit untuk memberitahu kalau Ha Won sudah kembali ke Rumah Langit dalam keadaan baik-baik saja. Presdir Kang berkata tadinya ia ingin beristirahat di rumah sakit dan merahasiakannya dari para cucunya, tapi ia malah hampir tertangkap basah.

Dokter bertanya sampai kapan Presdir akan merahasiakan kondisinya. Presdir berkata ia tidak tahu. Mungkin sampai ia mati? Madam Ji menegur suaminya karena berkata seperti itu.

Dokter berkata sirosis hati Kakek semakin memburuk dan tidak lama lagi hatinya akan berhenti berfungsi, Satu-satunya pilihan adalah mencari donor. Kakek sama sekali tidak nampak takut. Ia tahu namanya sudah dalam daftar pencari donor dan ia akan mendapatkannya segera. Baginya tidak ada baiknya jika semua orang tahu mengenai penyakitnya. Ia bersikeras untuk keluar rumah sakit sekarang juga.

Saat Madam Ji hendak keluar, Yoon Sung otomatis hendak membawakan tasnya. Madam Ji terlihat sangat senang. Yoon Sung berkata ini hanya bagian dari tugasnya. Sementara Kakek tersenyum melihat kebaikan Yoon Sung dan berkata alangkah baiknya jika ia memiliki seorang putera seperti Yoon Sung.

snap-00077snap-00080

Ji Woon mengantar Hye Ji pulang. Hye Ji bertanya apakah terjadi sesuatu antara Ji Woon dan Ha Won semalam. Ji Woon terkejut dengan pertanyaan tersebut. Hye Ji berkata mereka berdua terlihat sedikit aneh tadi. Seakan Ha Won menghindari Ji Woon.

“Ia mungkin malu karena sudah terpeleset dan jatuh,” ujar Ji Woon cepat.

Untunglah Hye Ji menerima penjelasan itu. Ia setuju mereka minum terlalu banyak semalam. Ia berkata Ji Woon nampak cukup lucu ketika mabuk. Sudah lama ia tidak melihat Ji Woon tersenyum seperti itu.

Dua orang pria mencurigakan menghampiri mereka dan menanyakan ayah Hye Ji. Hye Ji berkata ayahnya pergi dalam perjalanan bisnis. Merasakan gelagat yang kurang baik dari mereka, Ji Woon berdiri melindungi Hye Ji dengan ekspresi curiga. Kedua pria itu nampak ragu setelah melihat Ji Woon dan berkat amereka akan kembali nanti.

Ji Woon agak mengkhawatirkan Hye Ji tapi Hye Ji berkata mungkin kedua orang itu kenalan ayahnya. Ia ingin segera masuk ke rumah dan beristirahat.

snap-00084snap-00087

Keesokan paginya, Yoon Sung mendapat telepon (sepertinya dari rumah sakit) yang membuatnya tersenyum.

Ji Woon memikirkan perkataan Hye Ji kemarin bahwa Ha Won tampaknya menghindarinya.

Hyun Min melihat Ha Won baru bangun. Ia langsung menuju kamar Ha Won. Kok jendelanya tidak ditutup ya? ;p

Ia bertanya apakah Ha Won membutuhkan bantuannya. Ha Won berkata ia hendak berganti pakaian. Hyun Min dengan senang hati memasang ekspresi ingin membantu tapi Ha Won memberinya isyarat untuk keluar. Hyun Min menggeleng sambil tersenyum.

Hyun Min shock melihat isi lemari pakaian Ha Won. Ia berkata lemari Ha Won benar-benar kejahatan berbusana. Tidak ada satupun yang layak untuk dikenakan. Ia menyuruh Ha Won menunggu dan bergegas keluar untuk membelikan pakaian.

snap-00092snap-00096

Ia hampir menabrak Seo Woo yang membantu ahjumma membawakan makanan untuk Ha Won. Seo Woo protes Hyun Min hampir menumpahkan semuanya. Ia berkata yang terpenting bagi Ha Won saat ini adalah makanan.

Ha Won benar-benar dimanjakan. Ahjumma telah menyiapkan banyak sekali makanan karena tahu Ha Won berselera makan besar.

Tapi Ha Won sedang kurang selera makan. Ia hanya makan sedikit hingga membuat Seo Woo khawatir. Ia memeriksa dahi dan nadi Ha Won. Apa Ha Won terluka bukan hanya di kaki? Mungkin di kepala? Ha Won tertawa dan berkata ia baik-baik saja.

Ia berkata sebaiknya ia makan yang banyak melihat Seo Woo jadi panik begitu. Ia berterimakasih karena Seo Woo merawatnya. Seo Woo berkata ia besok tampil di sebuah acara jadi tidak akan ada di rumah seharian. Ha Won menenangkannya ia akan baik-baik saja.

Lalu tiba-tiba ia mendekatkan wajahnya pada wajah Ha Won.

“Eun Ha Won....apa kau mencuci wajahmu hari ini?”

Ha Won menggeleng.

Seo Woo langsung membasahi serbet dengan air agar Ha Won bisa menyeka wajahnya. Ia bahkan mendownload banyak game di ponsel agar Ha Won tidak kesepian dan bosan di rumah seharian. Itu adalah permainan yang biasa ia mainkan saat di ruang tunggu.

“Terima kasih, teman,” kata Ha Won senang.

Sekilas Seo Woo terlihat kecewa mendengar kata “teman”.

snap-00103snap-00116

Yoon Sung pergi ke rumah sakit. Dokter memberitahu kalau Kakek berada dalam daftar tunggu penerima donor dan setidaknya harus menunggu 2-3 tahun untuk mendapatkan donor. Terkecuali ada anggota keluarga yang bersedia menjadi donor hidup maka Kakek bisa didahulukan. Masalahnya Kakek merahasiakan penyakitnya dari para anggota keluarganya.

Setelah keluar dari ruangan, seorang pria menemui Yoon Sung. Ia berkata Kakek bisa dioperasi lebih dulu jika donornya adalah anggota keluarganya. Saat ini ada 200 orang pasien koma yang berpotensi menjadi donor, namun ribuan orang menanti donor. Tapi pasien akan naik dalam daftar tunggu jika donornya adalah keluarganya. Hal ini termasuk pada orang-orang yang hanya keluarga di atas kertas.

Dengan kata lain orang itu mengusulkan agar Kakek mengakui seorang pasien koma yang cocok menjadi donornya sebagai anggota keluarga. Dengan begitu Kakek bisa naik dalam daftar tunggu dan segera dioperasi. Tapi tentu saja itu pemalsuan surat dan sepertinya orang itu menginginkan uang.

snap-00118snap-00120

Ha Won jadi penasaran saat tak melihat Ji Woon di manapun. Dan seperti biasa pada saat itulah Ji Woon muncul dan menegur Ha Won yang mengintip ke kamarnya. Ha Won berkilah ia tidak mengintip. Ia mencoba membicarakan kejadian semalam.

“Itu juga pertama kalinya untukku,” ujar Ji Woon. “Itu pertama kalinya aku mabuk lalu....pingsan.”

Entah apakah Ha Won harus merasa lega atau kecewa mendengar perkataan itu.

“Bagaimana denganmu?” tanya Ji Woon.

“Aku? A..aku..kau tahu kan aku terkena benturan. Jadi aku hampir lupa semuanya,” celoteh Ha Won gugup.

“Baiklah. Kendalikan alkohol yang kau minum mulai sekarang,” Ji Woon mengacak rambut Ha Won lalu masuk ke kamarnya.

Ha Won menghela nafas kecewa.

snap-00122snap-00124

Kakek membawa Madam Ji berbelanja karena Madam Ji sudah menemaninya di rumah sakit. Madam Ji berkata ia tidak membutuhkan apapun dan menyuruh Kakek yang berbelanja. Kakek mengancam sambil bergurau ia akan membeli semua pakaian di toko ini jika Madam Ji tidak memilih sendiri. Hah...persis cucunya^^

Saat Kakek ke toilet, Madam Ji melihat-lihat dasi. Ia memberitahu pelayan toko kalau ia mencari dasi untuk seseorang yang cukup muda untuk memakai sesuatu yang lebih keren. Pelayan toko memilihkan sebuah dasi merah dan Madam Ji menyukainya.Kakek ternyata mendengar percakapan mereka. Ia tersenyum mengira Madam Ji membelikan dasi itu untuknya.

snap-00130snap-00133

Seo Woo berada dalam masalah karena paparazzi berhasil mengambil foto dirinya bersama Ha Won di mana mereka tampak sangat dekat seperti pasangan kekasih. Dan mereka siap memberitakan foto-foto tersebut dengan mengatakan mereka adalah pasangan kekasih.

Seo Woo berkata itu tidak benar. Meski ia tampak kesal saat manajernya juga beranggapan mereka tidak mungkin pasangan kekasih. Manajer menyarankan agar mereka menyangkal berita tersebut begitu berita itu keluar.

Tapi Seo Woo tidak mau berita itu keluar sama sekali karena Ha Won yang akan terpengaruh. Apalagi sebelumnya ia diberitakan sebagai tunangan Hyun Min dan video penolakan Hyun Min.

Ia menemukan cara lain untuk mencegah berita tersebut. Membuat berita yang lebih gila. Ia tahu foto yang lebih menghebohkan daripada foto-fotonya bersama Ha Won. Ia menenangkan manajernya kalau itu bukan foto yang mereka kira.

“Sejak kapan Seo Woo ku begitu dewasa,” ujar Manajernya terharu.

snap-00138snap-00139

Ha Won merasa tidak adil karena hanya Ji Woon yang tidak ingat. Tapi bukankah lebih baik jika Ji Woon tidak ingat? Ia kesal karena ia tidak tahu mana yang lebih baik dan apa yang harus ia lakukan.

Hyun Min datang membawakan banyak pakaian baru untuk Ha Won. Ia bahkan membelikan celana jeans yang sudah digunting bagian pinggirnya agar mudah dikenakan XD Sebelum Hyun Min bertindak lebih jauh,. Ha Won buru-buru mengucapkan terima kasih.

snap-00144snap-00148

Presdir Kang sama sekali tidak mau mempertimbangkan saran petugas donor. Ia tidak mau bersikap pengecut hanya untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Yoon Sung khawatir dan berkata ini mungkin pilihan terakhir yang mereka miliki.

“Ada hal-hal yang tidak bisa dibeli meski dengan uang sebanyak apapun dan ada hal-hal yang sama sekali tidak boleh dibeli.”

Yoon Sung menatap Kakek.

“Kenapa? Apa kau begitu mengasihaniku?” Kakek tertawa.

“Tidak, Tuan. Aku hanya berpikir betapa hebatnya orang yang aku layani,” jawab Yoon Sung sungguh-sungguh.

Kakek tertawa dan berkata Yoon Sung pastilah bekerja cukup keras hingga melihat hal tak penting semacam itu.

snap-00151snap-00152

Ha Won sangat gemas karena Ji Woon tidak ingat kejadian semalam. Ia melihat lampu kamar Ji Woon tiba-tiba menyala. Ia cepat-cepat bersembunyi. Setelah beberapa lama ia baru sadar dan bertanya pada dirinya sendiri kenapa ia harus sembunyi.

Ji Woon melihat jaketnya yang sudah terlipat rapi. Jaket yang mereka semua kenakan pada malam itu. Ia teringat sesuatu lalu cepat-cepat membuka ponselnya. Ia terkejut mendapati foto-fotonya bersama Ha Won dalam keadaan mabuk.

snap-00163snap-00164

Seo Woo mencari Ha Won ke kamarnya dan terkejut melihat Ha Won beringsut-ingsut di luar. Ia segera membuka pintu dan membantu Ha Won masuk. Ha Won menyuruh Seo Woo segera menutup pintu.

Karena melihat tangan Ha Won kotor, Seo Woo mengambil handuk basah untuk membersihkannya. Ia tersenyum dan bertanya-tanya mengapa ia sangat baik pada Ha Won. Sigh....poor Seo Woo >,<

Ji Woon melihat dari jendela ketika Seo Woo mengelap tangan Ha Won dan membungkusnya dengan handuk. Ia kesal melihat keakraban mereka.

snap-00171snap-00172

Saat mengambil minuman di kulkas, ia melihat susu kesukaan Ha Won. Awalnya ia tidak mempedulikannya. Tapi kemudian ia mengambil susu tersebut.

Dalam perjalanan kembali ke kamar, ia melihat ahjumma sedang melipat pakaiannya. Pakaian yang ternoda wine pada malam itu. Ahjumma hendak mencucinya lagi karena nodanya belum hilang semua. Tapi Ji Woon menariknya dan memintanya. Mereka sempat tarik-tarikan hingga Ji Woon terjatuh ke sofa. Haha ahjumma lebih kuat rupanya XD

Ahjumma mengkhawatirkan Ji Woon. Ji Woon tersenyum dan berkata ia tidak apa-apa. Ahjumma berkata ia senang melihat Ji Woon banyak di rumah akhir-akhir ini. Dan lebih banyak tersenyum. Ji Woon sendiri tidak menyadarinya.

Ji Woon kembali ke kamar dan tersenyum melihat pakaian bersejarah malam itu. Ternyata ia yang menggendong Ha Won ke kamar setelah Ha Won tertidur karena mabuk. Ia menyimpan pakaian itu sebagai kenangan.

snap-00177snap-00186

Ia membawa susu keluar kamar dan melihat lampu kamar Ha Won tidak menyala. Ia mengetik pesan agar Ha Won keluar dari kamar.

Belum sempat ia mengirim pesan tersebut, lampu kamar Ha Won menyala. Ternyata ia terlambat. Hyun Min sudah datang membawakan banyak makanan ringan untuk Ha Won. Mendengar pekikan gembira Ha Won, Ji Woon menghela nafas kecewa. Ia masuk kembali ke kamarnya dengan kesal.

Hyun Min berkata Ha Won pasti tersentuh dengan apa yang ia lakukan. Inilah sebabnya para gadis tergila-gila padanya. Ha Won bertanya memangnya ada gadis lain yang mengakui perasaannya pada Hyun Min akhir-akhir ini. Hyun Min kan tidak sepopuler itu akhir-akhir ini.

“Kau ini bicara apa?” kata Hyun Min kesal.

“Apa ada yang benar-benar menyukaimu apa adanya dirimu? Seperti Hye Ji ?” tanya Ha Won.

Tentu saja, jawab Hyun Min tak yakin.

“Kau ini bersikap kejam. Kau tahu Hye Ji benar-benar menyukaimu. Menurutku Hye Ji seornag pemberani. Ia jujur pada perasaannya sendiri dan berusaha sebaik-baiknya untuk dicintai. Apa kau tahu betapa sulitnya itu? Dia itu seperti pohon yang menancapkan akarnya di satu titik dan tidak goyah apapun yang terjadi.”

“Bagaimana denganku?”

“Aku itu seperti angin yang terus bertiup tanpa menyadari semua usahanya. Dengan kata lain, kau itu playboy!”

Ha Won berkata ia sendiri tidak tahu apakah ia bisa seperti Hye Ji. Ia tidak pernah memiliki kesempatan berkencan karena terlalu sibuk bekerja paruh waktu. Jadi ia tidak tahu bagaimana rasanya. Meskipun begitu ia tahu perasaan Hye Ji pada Hyun Min adalah tulus.

“Tapi kurasa kau juga terkadang seperti itu. Aku membicarakan caramu menatap Hye Ji. Kau sangat kasar saat bicara padanya tapi terkadang kau menatapnya dengan lembut.”

“Aku tidak serumit itu,” sergah Hyun Min.

Ha Won mengingatkan tidak ada pohon yang akan menunggu Hyun Min selamanya. Jadi Hyun Min jangan sampai menyesal nantinya. Tak tahu harus merespon bagaimana, Hyun Min cepat-cepat pergi.

snap-00197snap-00202

Malam itu Seo Woo sibuk membuat lagu dengan senyum menghiasi wajahnya. Sementara Ji Woon merenungi susu yang belum diberikannya pada Ha Won. Ia tersenyum mengingat kiss malam itu. Ha..ia ternyata ingat. Hyun Min menatap foto masa kecilnya bersama Hye Ji dan kakaknya.

snap-00206snap-00208

Seo Woo berhasil mencegah foto dirinya bersama Ha Won diberitakan karena ia mengeluarkan foto-foto saat ia mengenakan seragam sekolah. Tanpa diduga respon pada foto tersebut ternyata positif. Mereka menganggap Seo Woo keren dan lucu. Manajernya sangat lega. Seo Woo bergumam jika hasilnya positif seperti ini apa sebaiknya ia biarkan saja beritanya dan Ha Won keluar.

Hye Ji membawakan bunga saat mengunjungi Ha Won. Ha Won mengundangnya masuk ke kamarnya. Ia menjelaskan kalau itu bukan benar-benar kamar miliknya. Tapi Hye Ji melihat bagaimana Presdir Kang benar-benar memikirkan segala sesuatunya saat mempersiapkan kamar itu untuk Ha Won.

Ahjumma datang membawakan mereka makanan dan minuman. Hye Ji melihat bagaimana Ha Won dan ahjumma sangat dekat dan berkata semua orang di rumah inilah pasti menyukai Ha Won.

“Terkadang aku merasa cemburu padamu. Kau bisa sangat akrab dengan Kang bersaudara.”

“Ah itu hanya terlihat di luar saja. Semua orang di sini sebenarnya sering bertengkar,” kata Ha Won tertawa sambil menggaruk kepalanya.

Ia meminta maaf karena terus menggaruk kepalanya. Sudah beberapa hari ia tidak bisa mencuci rambut. Hye Ji menawarkan diri untuk membantunya. Ha Won menolak dengan sopan dan meminta Hye Ji menunggu sebentar.

snap-00212snap-00220

Saat Ha Won di kamar mandi, Hye Ji masuk ke kamar Hyun Min. Tapi Hyun Min tidak ada di dalam. Hye Ji melihat foto masa kecilnya di meja Hyun Min.

Pada saat itu Hyun Min masuk dan bertanya apa yang Hye Ji lakukan. Hye Ji terkejut hingga foto di tangannya terlepas dan jatuh ke lantai. Hyun Min meminta Hye Ji keluar. Hye Ji berkata mereka perlu bicara. Hyun Min berkata tidak ada yang ingin ia katakan pada Hye Ji.

Hye Ji berkata ia tidak bisa berpura-pura tidak terjadi apapun di antara mereka. Sebenarnya Hyun Min menganggapnya apa?

“Teman? Atau adik dari kakakku, temanmu yang sudah meninggal?”

“Kita tidak memiliki hubungan apapun.”

Hye Ji menatap foto di lantai dan bertanya apakah foto itu juga tidak berarti apapun bagi Hyun Min. Hyun Min berkata ia tidak akan mau bertemu dengan Hye Ji lagi jika Hye Ji terus bersikap seperti ini.

Hye Ji terpaku menahan tangis. Hyun Min membalikkan badannya dan berkata ia yang pergi jika Hye Ji tidak mau pergi. Ia keluar dari kamar meninggalkan Hye Ji yang menangis. Untuk sesaat ia mempertimbangkan untuk kembali tapi tidak jadi.

snap-00226snap-00227

Ji Woon terkejut saat tiba-tiba terdengar suara berdebum keras dan teriakan Ha Won. Ia masuk ke kamar tapi Ha Won tidak ada. Ia masuk kamar mandi dan menemukan Ha Won terkapar di bak mandi dengan kepala penuh busa shampo. Mau tka mau ia tersenyum geli.

Ha Won meringis malu dan meminta Ji Woon memanggilkan Ahjumma. Tapi ahjumma sedang pergi. Ha Won terpaksa meminta bantuan Ji Woon agar ia bisa bangkit berdiri Ji Woon melepas jam tangannya dan masuk ke dalam bak untuk membantu Ha Won.

Ha Won berterimakasih. Ji Woon bertanya apakah Ha Won akan keluar kamar dengan rambut seperti itu. Ha Won baru sadar kepalanya masih penuh busa.

snap-00235snap-00238

Ji Woon membantu membilas kepala Ha Won. Ha Won protes saat air terciprat ke wajah dan matanya. Ji Woon nampak menikmati semua itu.

Setelah itu ia membantu mengeringkan kepala Ha Won dengan handuk. Tanpa sengaja tangan mereka bersentuhan. Keduanya jadi salah tingkah. Ji Woon keluar dengan senyum dikulum.

snap-00242snap-00246

Hye Ji keluar dari kamar Hyun Min. Ji Woon melihatnya menangis dan bertanya ada apa. Tapi Hye Ji tidak mempedulikannya.

Hyun Min memungut foto di lantai dan melihat foto gambar “smile” yang dibuat Hye Ji di tangannya. Ia keluar saat melihat Hye Ji bersama Ji Woon.

Ji Woon menarik kerah Hyun Min dengan marah. Hyun Min bertanya apa hak Ji Woon untuk bersikap seperti itu. Memangnya siapa Ji Woon?

“Ji Woon berhak mengatakan itu,” kata Hye Ji tiba-tiba. Ia berkata ia tidak ingin lagi menangis karena Hyun Min. Ia ingin lepas dari Hyun Min.

“Apakah kau mau menerimaku?” tanyanya pada Ji Woon.

Ha Won yang hendak mengembalikan jam tangan Ji Woon, tertegun mendengar pertanyaan Hye Ji.

snap-00260snap-00261

Komentar:

Cuma satu kalimat untuk episode ini..... Ha Won benar-benar sangat beruntung XD

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)