Kamis, 19 Mei 2016

Sinopsis Heard It Through The Grapevine Episode 29


Merasa kesepian, Nyonya Han mencari Yi Ji. Ia merasa heran melihat ahjusshi turun dari lantai atas yang merupakan area kamar Yi Ji dan In Sang. Ahjusshi berkata ia hanya memeriksa apakah ada bagian yang lembab di lantai atas.  Nyonya Han berkata itu bagus.
Melihat Nyonya Han naik ke atas, Ahjusshi buru-buru mengirim sms  memberitahukan kalau Nyonya naik ke atas.

Nyonya Han terkejut melihat Yi Ji tidak ada di kamarnya. Ternyata Yi Ji ada di kamar In Sang sedang membereskan barang-barang kakaknya. Ia langsung menyembunyikan tas In Sang begitu ibunya masuk.

Yi Ji beralasan ia sedang mencari buku untuk dibaca. Nyonya Han sempat curiga melihat ahjumma dan Sekretaris Lee juga ada di sana. Mereka beralasan sedang beres-beres. Padahal mereka sedang membantu Yi Ji mengemas barang-barang In Sang.


Kenapa kau belum pulang, tanya Nyonya Han pada Sekretaris Lee. Sekretaris Lee berkata ia membantu ahjumma karena di rumah juga tidak ada kerjaan. Nyonya Han menyuruhnya berkencan saja dengan Guru Park. Sekretaris Lee berkata ia tidak bisa berkencan tiap hari.

“Kumpulkan semua baju In Sang dan jual,” kata Nyonya Han.

Yi Ji hendak protes tapi ibunya berkata In Sang pasti sudah punya rencana saat memutuskan lari dari rumah tanpa membawa apapun. Pokoknya mereka harus menurut.

Ia juga menyuruh Ahjusshi mencabut tulisan “Harap Tenang” yang tergantung di depan ruang belajar. Seakan ia tidak mau lagi ada tanda-tanda keberadaan In Sang dan Bom di rumahnya.


In Sang pulang ke rumah membawa kejutan. Ia membawa Hyun Soo dan Jae Min bersamanya. Hyun Soo dan Jae Min nampak takjub dan terus melihat berkeliling. Sepertinya baru kali ini mereka melihat rumah sesederhana itu (padahal masih ada yang lebih sederhana dan kumuh dari ini).

Mereka ikut karena mereka membawakan pakaian-pakaian In Sang yang dititipkan oleh Yi Ji. Bom berterimakasih pada mereka.

Setelah melihat-lihat, Hyun Soo memutuskan meskipun sederhana, rumah itu memiliki apa yang mereka butuhkan. Jae Min berkata seakan berada di tempat syuting film.


Hyun Soo bergurau mereka harus berterimakasih padanya karena sudah berkata sangat terus terang pada Nyonya Han. Tapi In Sang pesimis ibunya sudah menyerah.

“Kurasa beliau menunggu sampai berapa lama In Sang bisa bertahan,” kata Bom.

Jae Min dengan jujur berkata ia juga sama. Memangnya In Sang tidak akan lelah dengan kehidupan seperti ini?

“Jangan lepaskan In Sang. Aku senang melihat para ibu speechless,” kata Hyun Soo. Mereka harus membuat para ibu mereka benar-benar menyerah.

Tapi Bom tidak yakin itu mungkin. Kita harus membuatnya jadi mungkin, ujar In Sang.


In Sang dan Bom sangat senang dengan kiriman Yi Ji meski In Sang khawatir mertuanya merasa tersinggung. Orangtua Bom tidak marah. Mereka menyadari mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan In Sang secara matero, tapi mereka memberikan hati mereka untuknya.

Meski begitu, ketika sudah kembali ke kamar mereka, orangtua Bom tampak khawatir apakah In Sang dan Bom dapat terus bertahan. Mereka tahu keluarga Han tidak akan mudah  menyerah.

Ibu lebih suka jika In Sang dan orangtuanya bisa saling mengunjungi tapi keduanya benar-benar memutuskan hubungan mereka satu sama lain.


Tuan Han memerintahkan agar semua orang tidak memperhatikan In Sang. Ia yakin In Sang lebih cepat kembali jika mereka tidak menunjukkan perasaan mereka.

“Jangan telepon, dan jangan temui dia sama sekali!.”
“Tentu saja,” jawab Nyonya Han.

In Sang dan Bom bekerja di minimarket yang sama bergantian. Mereka nampak bahagia meski Bom mengkhawatirkan In Sang akan kelelahan dengan tetap bersekolah dan juga harus bekerja.

In Sang semakin bisa beradaptasi dengan kehidupan keluarga Bom. Ia bahkan terbiasa menggunakan toilet umum di luar rumah. Ia bersemangat mencari tahu banyak hal mengenai pekerjaan dan mencari nafkah.


Ayah sebenarnya menginginkan Bom dan In Sang tetap meneruskan pendidikan mereka. In Sang berkata ia sedang melamar pekerjaan paruh waktu sebagai guru les. Setidaknya bayarannya akan lebih baik dari pekerjaan di minimarket.

“Bukankah akan lebih baik jika pemerintah mengurus semua itu? Mereka seharusnya membantu orangtua yang masih pelajar! Itu akan menyemangati orang-orang untuk memiliki lebih banyak anak,” ujar Ayah. Err....ngga salah?

In Sang merasa kasihan pada ibu Bom yang harus mengurus Jin Young saat ia dan Bom bekerja. Ibu Bom tidak keberatan karena cucunya sangat lucu. Ayah malah merasa kasihan Tuan dan Nyonya Han tidak bisa menikmati kelucuan Jin Young. Mereka pasti merindukannya.


Nyonya Han heran mengapa sampai sekarang belum ada respon dari In Sang. Sekretaris Lee diam saja. Nyonya Han memintanya memberikan pendapat yang jujur.

“Ehmm…baiklah, saya akan menunjukkan dua kesalahan Nyonya dan suami Nyonya. Pertama, kalian berusaha diam-diam memberikan uang pada besan kalian. Kedua, mengubah isi kontrak perceraian benar-benar perbuatan tidak terhormat. Maaf, semua itu terlalu berlebihan.”

Nyonya Han tidak bisa membalas karena Tuan Han sudah duduk di mejanya. Ia berbisik pada Sekretaris Lee untuk menyisihkan waktu pergi ke suatu tempat.

Sekretaris Lee mengirim pesan pada Bom agar berhati-hati karena tampaknya Tuan dan Nyonya akan berbuat sesuatu.


Di kantor, Tuan Han berceramah mengenai calon PM yang baru. Ia berkata dulu rakyat marah jika menemukan sedikit saja kesalahan calon PM. Tapi sekarang rakyat tidak mengharapkan kesempurnaan. Rakyat tidak peduli mengenai transaksi gelap atau masalah wamil. Karena mereka tahu semua orang yang kaya di negeri ini melakukannya. Malah mereka juga ingin melakukan yang sama, bukannya marah.

“Orang-orang yang dulu teracuni dengan pengetahuan dangkal mengenai bagaimana dunia ini berjalan, sekarang semua tidur.Aku tidak perlu berusaha sangat keras. Jadi aku tidak perlu membayar uang untuk mendapatkan informasi darimu.”

Ternyata Tuan Han sedang berbicara dengan Sekretaris Min. Dan sekarang ia memecatnya. Sekretaris Min menyindir Tuan Han merasa terintimidasi olehnya hingga akhirnya memecatnya. Tuan Han berkata Sekretaris Min baru boleh pergi setelah PM yang baru ditetapkan.


Biasanya Sekretaris Min yang melakukan pekerjaan mencari informasi kelemahan calon PM, sekecil apapun itu. Tapi kali ini tugas itu diberikan pada Sekretaris Yang.  Sekretaris Kim membocorkan pada Sekretaris Min kalau Sekretaris Yang sudah membuat kesepakatan dengan Tuan Han.

“Tuan Han akan bersikap pura-pura tidak tahu atas penggelapan dana Sekretaris Yang.”
Sekretaris Min berterimakasih atas informasi tersebut.


Masalahnya, ternyata calon PM yang baru benar-benar koruptor. Bukan hanya dirinya, tapi seluruh anggota keluarganya terlibat dalam korupsi. Bahkan Tuan Han saja muak melihat daftar korupsi orang tersebut.

“Mereka belajar hukum untuk menjadi 1% orang teratas di Korea. Mereka seharusnya tahu batas. Hati nuraninya tertutup karena orang seperti kita terus melindunginya!” serunya kesal.

Sekretaris Yang mengingatkannya untuk tetap fokus. Tuan Han membenarkan, ia harus melupakan emosinya demi hal lebih besar.


Sekretaris Yang kembali ke kantor dan meminta maaf karena sudah mengambil pekerjaan Sekretaris Min, walau wajahnya tidak menunjukkan itu. Ia berkata selama 32 jam terakhir ia tinggal di rumah calon PM untuk menggali semua hal.

Ia merasa tidak perlu melakukan penyelidikan seperti yang biasa dilakukan Sekretaris Min. Ia hanya perlu meminta calon PM mengaku semuanya.

“Sama seperti yang biasa dikatakan Tuan Han: orang yang mengaku akan dibebaskan dari hukuman. Tidak ada yang tahu benar dosa kita selain diri kita sendiri.”


Tuan Han, mantan PM Baek, dan calon PM membicarakan sesi wawancara yang harus dilalui calon PM sebelum ditetapkan sebagai PM baru. Tuan Han berkata pihak oposisi juga harus memainkan peranan agar wawancara itu berhasil.

Mantan PM Baek berkata mereka harus menemui PM Song (ayah Jae Won) setidaknya sebelum PM Song meninggalkan jabatannya. Tuan Han tidak berani mengangkat wajahnya saat ia berkata mereka sebaiknya memikirkan ulang mengenai Jae Won. Ia berkata sebaiknya mereka tidak melibatkan Jae Won.

Mantan PM Baek heran, mengapa tiba-tiba Tuan Han berubah pikiran. Tuan Han hanya mengatakan lebih baik mereka menjalankan mereka serahasia mungkin. Calon PM setuju. Ia akan melakukan yang terbaik untuk membantu mereka begitu ia menjadi PM. Tuan Han berkata ia akan mempercayakan semuanya pada calon PM.


Sekretaris Min membeberkan rencana Tuan Han untuk membuat PM baru terpilih. Alih-alih menutupi semua korupsinya, calon PM akan mengakui semuanya dan tim Hansong menyiapkan alasan-alasan di balik korupsinya. Dengan begitu tidak akan ada yang bisa menanyakan hal yang berbobot. Semua itu karena Tuan Han.

Je Hoon merasa kesal mendengar itu. Ia kesal Tuan Han menganggap semua orang tidur. Ia berkata mereka tetap harus membuat keributan untuk masalah ini.

Bagaimana dengan partai oposisi? Sekretaris Min berkata ada tiga orang anggota komite dari partai oposisi yang cukup bersih. Je Hoon mengenal salah satu dari mereka dan berusaha menghubunginya.


Di sisi lain, Tuan Han memerintahkan Sekretaris Yang untuk mendekati tiga orang tersebut. Tentu saja untuk membuat mereka membantu penetapan calon PM baru meski berada di pihak oposisi.

Je Hoon harus berpacu dengan waktu sebelum Sekretaris Yang menemui mereka. Ia bahkan tidak sempat memakan sarapan yang dibawakan oleh Noo Ri.

Noo Ri akhirnya menawarkan makanan itu pada Pengacara Yoo yang baru datang. Pengacara Yoo berkata berpacaran dengan pria seperti Je Hoon pastilah penuh resiko. Noo Ri menyadarinya.

“Atau kau bisa mengambil resiko lebih besar untuk mendapat yang lebih besar,” gurau Pengacara Yoo. Noo Ri menggeleng sambil tersenyum.


Yi Ji senang sekali bisa bertemu dengan keponakannya. Ia menemui Bom, Jin Young, dan ibu Bom di tempat bermain. Yi Ji tak henti-hentinya mengambil foto mereka atas pesanan para staf yang merindukan mereka.

Bom menanyakan keadaan para staf. Depresi, kata Yi Ji. Rumah terasa hampa.
Sekretaris Lee mengirim sms pada ibu Bom bahwa Nyonya Han ingin melihat Jin Young. Ibu tidak memberitahu Bom. Ia membalas bahwa Sekretaris Lee harus meminta ijin pada Bom dan In Sang untuk itu.

Yi Ji bertanya tidak bisakah Bom dan In Sang kembali lalu memohon pada orang tuanya. Ia yakin orangtuanya juga bisa melunak. Bom hanya diam.

“Lupakan….masalah sebenarnya adalah apapun yang muncul setelah memohon,” kata Yi Ji. Ia menyadari meski Bom dan In Sang kembali, tidak akan menyelesaikan masalah. Semua akan terulang.

Ia berkata tidak ada cara yang baik keluar dari masalah ini. Bom berkata  anggap saja ia dan In Sang keluar dari rumah adalah jalan keluarnya. Yi Ji menyerah. Setidaknya Bom dan In Sang bisa menikmati hidup mereka selagi mereka bisa. Ia yakin orangtuanya pada akhirnya akan berubah pikiran.


Nyonya Han dan Sekretaris Lee diam-diam pergi ke tempat bermain untuk melihat Jin Young. Sekretaris Lee sempat melihat Yi Ji dan menyuruhnya segera pergi sebelum Nyonya Han melihat. Yi Ji cepat-cepat kabur.

Nyonya Han dan Sekretaris Lee mengendap-endap mencari Jin Young. Mereka melihat ibu Bom sedang asyik membacakan buku untuk Jin Young.

“Aku juga bisa melakukannya,” ujar Nyonya Han sombong. Ia menyalahkan In Sang yang bodoh hingga ia tidak bisa bertemu cucunya.

“Nyonya dan suami Nyonya yang menyebabkan kebodohan itu,” Sekretaris Lee mengingatkan.  Nyonya Han tidak terima, ia menyalahkan Bom yang menyebabkan In Sang pergi.


Tapi ternyata bukan mereka saja yang ke sana hari itu. Tuan Han juga ke sana bersama Sekretaris Kim dengan alasan melihat-lihat tempat itu untuk program bakti sosial Hansong. Padahal sebenarnya ia juga ingin melihat Jin Young.

Nyonya Han dan Sekretaris Lee cepat-cepat sembunyi agar tidak ketahuan Tuan Han. Begitu juga ibu Bom yang langsung membawa Jin Young sembunyi begitu melihat Tuan Han. Mereka tak sengaja bertemu.


Bom sedang mencuci muka di toilet, ia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi. Namun begitu keluar dari toilet, ia berpapasan dengan Tuan Han. Ia langsung teringat dengan peringatan dari Sekretaris Lee.

Sekretaris Kim menjelaskan bahwa kedatangan Tuan Han ke sini adalah untuk program bakti sosial Hansong. Tuan Han bertanya di mana Jin Young, kenapa Bom hanya sendirian. Bom berkata Jin Young sedang bersama ibunya.

Tuan Han mengajak Bom bicara karena toh mereka sudah bertemu. Sekretaris Lee hampir tak bisa menahan tawa melihat Tuan Han duduk di bangku anak-anak.


Tuan Han berkata ia yakin Bom benar-benar kekurangan insting keibuan. Sebagai ibu Jin Young, Bom tidak tahu apa yang sedang dilakukannya pada Jin Young saat ini. Hal yang normal adalah menunjukkan Jin Young padanya.

“Apa kau berharap puteramu tidak mengenal kakeknya?”

“Ini karena Bapak tidak menepati janji. Bapak bisa melihat Jin Young lagi hanya saat aku dan In Sang percaya bahwa Bapak bisa dipercaya lagi.”

“Dan kau yang menilainya? Ada perbedaan besar antara apa yang bisa kautawarkan untuk Jin Young dan apa yang bisa kutawarkan. Bukankah begitu?”

Tidak, jawab Bom. Ia akan mengatakan yang sejujurnya karena saat ini tidak ada orang yang melihat mereka. Ia tahu anak-anak yang dibesarkan dengan segalanya yang terbaik adalah sangat beruntung. Tapi ia berharap anak-anak dengan kakek yang tidak kaya pun bisa menjadi seorang yang sukses.

“Orang berpikir ia sudah murah hati setiap kali ia melakukan sesuatu untuk orang lain. Tapi sistem tidak berpikir demikian.”

“Maksudmu aku sedang pamer?”

Maafkan saya, kata Bom membenarkan. Tuan Han tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia berkata daya khayal Bom lebih buruk dari wabah dan ia harap tidak akan bertambah parah. Ia pergi dengan kesal.


Bom mengirim pesan pada Yi Ji kalau ia tidak memberitahu Tuan Han mengenai kedatangannya tadi.

Sementara itu Nyonya Han juga pergi. Ia kesal karena Bom sama sekali tidak menunjukkan penyesalan. Ia khawatir ibu Bom akan memberitahu Bom mengenai kedatangannya.

Tentu saja ibu Bom memberitahu. Ia merasa khawatir dan merasa perlu dibuat aturan. Bom berkata itu tidak akan ada gunanya, karena bagi Tuan dan Nyonya Han, merekalah yang membuat aturan.

“Mereka seharusnya bilang saja terus terang kalau mereka kangen pada Jin Young,” ujar ibu. “Apa mereka pikir Ibu akan mengabaikan perasaan mereka pada Jin Young? Ibu mengerti mereka juga kangen seperti yang pernah ibu rasakan dulu.”


Malamnya, Yi Ji sengaja bertanya keras-keras pada ibunya ke mana ibunya pergi hari ini. Nyonya Han mengalihkan pembicaraan dengan menyuruh Yi Ji memberitahu Sekretaris Lee agar pulang.

Yi Ji memperlihatkan foto-foto Bom dan Jin Young pada para staf. Mereka bertanya-tanya sebenarnya apa yang Tuan dan Nyonya Han lakukan pada Jin Young. Jika mereka menyayangi Jin Young, bukankah mereka seharusnya menyingkirkan harga diri mereka demi Jin Young?


Nyonya Han bertanya pada suaminya mengenai penetapan calon PM baru karena orang-orang banyak membicarakannya. Tuan Han berkata semua rumor itu akan segera berhenti karena orang-orang hanya memiliki otak sebesar otak burung.

“Otakmu sebesar apa?” tanya Nyonya Han dengan nada menyindir. “Aku melihatmu pergi dengan tangan kosong setelah begitu penuh perhitungan. Lupakan jika kau tidak tahu apa yang kukatakan.”

“Kau melihatku? Sudah kubilang jangan ke sana!” kata Tuan Han marah.

Nyonya Han berkata In Sang itu menurun bodohnya dari Tuan Han.


In Sang mencari pekerjaan sebagai guru les privat. Temannya tak habis pikir mengapa In Sang mencari pekerjaan seperti itu. Semua orang tahu In Sang sedang belajar untuk ujian hukum dengan bantuan guru Park,  sang guru bintang.  In Sang beralasan ia menundanya untuk alasan pribadi.

Ia mengaku ia sedang berpikir untuk mengubah rencana masa depannya. Temannya menduga In Sang mengalami tekanan cukup tinggi karena Tuan Han. Karena itu ia akan membantu In Sang mencari murid yang bersedia membayar banyak sesuai permintaan In Sang.

Ia memberi In Sang alamat sebuah keluarga yang membutuhkan guru les privat untuk putera mereka yang duduk di kelas 10. Bayarannya tertinggi tapi ibu anak itu cukup pemilih.


In Sang pergi ke alamat tersebut dan bertemu dengan sang nyonya. Nyonya itu sudah memeriksa data In Sang dari sekolah dan mengetahui kalau ayah In Sang adalah seorang pengacara.

In Sang menjawab dengan jujur setiap pertanyaan. Bahwa ayahnya seorang pengacara dengan kantor pribadi di daerah Gwanghamun. Alamatnya juga di Jalan Hangang No. 1, yang merupakan rumah pribadi. Nyonya itu jelas tahu kalau jalan tersebut terletak di kawasan elit (mungkin tetanggaan sama Kim Tan ya^^).

Ia bertanya bagaimana cara belajar In Sang selama ini. In Sang berkata ia belajar dengan caranya sendiri. Sang nyonya berkata ia ingin In Sang mengulang hari itu sebelum memulai lesnya dan membantu pekerjaan rumah. Les akan dimulai jam 11 malam, selama 2 jam. Ia akan memberi ongkos taksi untuk In Sang karena pulangnya sangat larut. Gaji akan diberikan secara teratur dan akan ada bonus bulanan tergantung dari pendapat guru sekolah anaknya.


In Sang menceritakan pengalamannya itu pada Bom dan Guru Park. Guru Park berkata kompetisi untuk masuk perguruan tinggi barulah awalnya. Rasanya seperti perang. Orang berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik. Dan orang-orang seperti keluarga In Sang yang bersedia membayar berapapun untuk guru les privat, yang menciptakan fenomena ini. Memberikan harapan palsu pada para orang tua.

In Sang berkata meski ini bukan salahnya tapi ia merasa bertanggungjawab untuk itu. Bom berkata sebaiknya In Sang tidak menjadi guru les jika merasa tidak nyaman. Guru Park membenarkan.

Ia sendiri tidak akan kembali mengajar karena sistem ujian juga akan diubah. In Sang langsung menanyakan apa rencana Guru Park ke depannya.

“Kurasa pernikahan lebih dulu.”

Apa? Dengan siapa? Tanya Bom dan In Sang terkejut
.
“Dia di sini,” ujar Guru Park sambil tersenyum pada seseorang.


Bom dan In Sang menoleh. Mereka terkejut melihat Sekretaris Lee. Keduanya segera memberi selamat.

Mereka bertanya apakah para staf tahu. Tentu saja, kata Sekretaris Lee. Tapi Nyonya Han belum tahu dan ia akan segera diberi tahu. Sekretaris Lee berkata ia akan mengundurkan diri.

“Kami berdua ingin melakukan hal lain,” kata Guru Park.

Apa itu, tanya In Sang penasaran. Guru Park bisa melihat In Sang sangat tertarik dengan pekerjaan akhir-akhir ini. Sekretaris Lee bertanya apakah keduanya berencana untuk melanjutkan studi atau tidak.  Keduanya berhenti? Atau keduanya akan melanjutkan? Atau hanya salah satu yang melanjutkan sementara yang lain mendukung?

“Beritahu kami begitu kalian sudah membuat keputusan,” kata Guru Park.


Bom dan In Sang sama sekali belum memikirkan itu sebelumnya. Ini adalah kesempatan bagi mereka tapi mereka harus memutuskan yang terbaik. In Sang berkata ia ingin melanjutkan studi. Ia akan lulus ujian dan menjalani jalan yang berbeda dengan ayahnya.

Bom berkata ia juga mengatakan hal yang sama pada Tuan Han. Barulah ia menceritakan perihal kedatangan Tuan Han ke tempat bermain untuk melihat Jin Young.

“Kukatakan padanya dengan jelas. Aku katakan aku tidak tahu apa yang ia maksud dengan ia melakukan banyak hal untuk Jin Young. Kukatakan bahwa jika aku bisa, aku akan menunjukkan anak-anak bisa berhasil tanpa memiliki kakek yang kaya raya.”

Ia berkata pasti menyenangkan jika mereka bisa melanjutkan studi bersama. Masalahnya mereka harus mencari uang untuk keluarga mereka. Dan Bom hanya bisa belajar jika ibu Bom merawat Jin Young.

Bom setuju. Rasanya tidak mungkin mereka bisa melanjutkan berdua.

In Sang berkata jika mereka harus memilih salah satu, menurutnya Bom lebih memiliki kesempatan lulus dibandingkan dirinya. Dalam ujian percobaan, Bom lebih banyak menjawab pertanyaan sulit dengan benar. Bom berkata itu bukan indikasi yang tepat.

Akhirnya mereka memutuskan untuk memikirkannya lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.


Tuan Han dan para sekretaris menonton acara wawancara calon PM baru. Berbeda dengan yang sudah direncanakan sebelumnya, calon PM menyangkal semua perbuatan korupsinya. Bahkan mengatakan tidak tahu menahu mengenai masalah Supernova. Meski begitu, hasil voting menetapkan calom PM tersebut menjadi PM yang baru.

Tuan Han dan Sekretaris Yang jelas tidak senang dengan melencengnya jawaban PM baru dari rencana. Tapi setidaknya, untuk sementara masalah Han Trust akan aman.  Tuan Han memuji Sekretaris Yang. Sekretaris Yang dan kakaknya aman dari masalah ini. Tapi entah kenapa pujiannya terasa tidak tulus.


Sekretaris Min mengucapkan selamat pada Sekretaris Yang. Tadinya ia khawatir kakak Sekretaris Yang akan menjadi kambing hitam begitu akun luar negeri keluarga Han terungkap. Sekretaris Yang berkata ia melakukan segalanya agar itu tidak terjadi.

“Kau berhasil melindungi kakakmu. Kau pasti senang,” ujar Sekretaris Min getir.

Sekretaris Kim berkata seharusnya Sekretaris Yang menahan diri untuk tidak menunjukkan kegembiraannya seperti itu.

“Tidak apa-apa,” kata Sekretaris Min. “Semua ini belum berakhir.”

Sekretaris Yang berkata ia ingin melindungi uangnya, sementara Sekretaris Min ingin mengembalikan nama baik kakaknya. Mereka akan lihat siapa yang lebih kuat.


Pengacara Yoo dan Je Hoon juga merasa terpukul dengan terpilihnya PM baru tersebut. Mereka tahu ini semua perbuatan Sekretaris Yang yang menunjukkan semua kelemahan para anggota dewan hingga mereka akhirnya menyetujui penetapan calon baru tersebut.

“Ia menunjukkan ia tahu kapan mereka pergi ke panti pijat dan tempat hiburan. Kapan mereka berselisih dengan rakyat, tunggakan lewat jatuh tempo, dll…” kata Je Hoon.

“Kita tidak bisa mengungkap korupsi yang 100 kali lebih besar karena mereka takut hal-hal remeh seperti itu diketahui orang lain,” kata Pengacara Yoo.


Je Hoon mendapat telepon dari Jae Won. Jae Won memberitahu Je Hoon alasan ia lolos dari cengkeraman Tuan Han. Ia hanya mengatakan satu hal dan Tuan Han langsung mengubah kambing hitamnya.

“Apa kau pikir aku akan pernah tunduk pada orang itu? Aku hanya berjanji  akan memenuhi dahinya yang kosong. Aku memperkenalkannya pada dokterku yang ahli dalam transplantasi rambut.”

Ia menasihati Je Hoon untuk tidak melawan Tuan Han. Tidak perlu buang waktu dan energi. Mereka tinggal tutup mata dan hidup dengan bahagia.

Je Hoon berkata ia memiliki kehidupan yang lebih bahagia dari Jae Won. Dan ia menduga kalau masalah rambut itu hanyalah gurauan.


Jae Won bisa lolos dari Tuan Han karena selama ini Jae Won memperlakukan para kriminal dengan baik. Dan para kriminal itu yang melindunginya.

Lalu bagaimana Je Hoon bisa berteman dengan Jae Won? Karena keduanya memiliki hobi yang sama, koleksi figurin. Melalui tempat Jae Won, ia bisa mengetahui lebih banyak  kelas elit di Korea. Juga semua mengenai keluarga Han.

Tapi Jae Won benar-benar memperkenalkan Tuan Han pada dokternya. Tuan Han akan menjalani transplantasi itu akhir bulan ini dengan menutupinya sebagai liburan.

Lalu siapa kambing hitam yang baru menggantikan Jae Won? Kakak Sekretaris Yang. Dan ternyata Sekretaris Yang sendiri yang memberitahu Tuan Han untuk menangkap kakaknya sendiri jika masalah Han Trust mencuat ke permukaan.

So Jung dan Young Ra yang mendengar hal itu mengatakan kalau sejak awal harusnya seperti ini. Tidak perlu Jae Won yang dijadikan kambing hitam. Paling-paling kakak Sekretaris Yang diberi kompensasi yang sangat besar setelah dipenjara 1-2 tahun, atau bahkan tidak perlu dipenjara sama sekali jika membayar denda.

Jae Won hendak memanggil Nyonya Han untuk bergabung bersama mereka tapi Young Ra merasa belum waktunya. Nyonya Han pasti masih merasa malu setelah ucapan Hyun Soo waktu itu.


Je Hoon tetap optimis. Pihak Tuan Han mungkin menjadi terlalu rileks setelah kemenangan baru mereka. Tujuan mereka adalah lanjut terus sampai akhir. Mereka akan mengaitkan Han Trust dengan pemilihan presiden dan akun luar negeri.

Apalagi seseorang yang tak disangka-sangka bergabung dengan mereka. Guru Park. Awalnya mereka tidak tahu siapa Guru Park. Tapi begitu ia menyebut In Sang, mereka langsung tahu.

“Pelariannya dari rumah memberiku kesempatan untuk mengganti karirku,” ujarnya sambil tersenyum.


Ibu Bom melihat In Sang tidur lelap karena kelelahan dan tak tega membangunkannya. Ia memberitahu Bom. Bom terkejut karena In Sang seharusnya sekolah. Ibu merasa kasihan pada In Sang dan berkata lebih baik mereka membiarkannya beristirahat hari ini. Bom mengerti.

Ayah dan Paman kedatangan tamu yang mengatakan area rumah keluarga Bom dan sekitarnya akan dijual dan dibangun kembali. Harga belinya 1,5 kali lebih tinggi dari harga pasar. Tapi mereka harus mengosongkan rumah dalam batasan waktu tertentu begitu menandatangani kontrak jual beli. Meski begitu mereka tidak dipaksa untuk menjual rumah mereka.

Ayah jadi menyesal telah menjual properti peninggalan ayahnya (kakek Bom). Jika ia bisa mempertahankan properti itu, anak-anaknya pasti hidup lebih baik.


Tuan Han mendengar perihal Guru Park bekerja pada Je Hoon dan Pengacara Yoo. Sekretaris Yang berkata Tuan Han harus tetap berpikiran logis meski kesal. Tuan Han bertanya apa Sekretaris Yang takut, atau ingin ia merasa takut?

Sekretaris Yang berkata mereka akan terus membuat keributan dengan berbagai cara. Tapi orang-orang lama-lama akan merasa muak. Tuan Han berkata ia tidak peduli pada mereka. Ia hanya merasa terganggu.

Nyonya Han menghampiri mereka dan bertanya apakah In Sang masih bertemu dengan Guru Park. Tuan Han dengan marah berkata ia akan benar-benar tidak mengakui In Sang sebagai anaknya, jika In Sang masih bertemu Guru Park.


Nyonya Han langsung memanggil Sekretaris Lee untuk menanyakannya. Tapi Sekretaris Lee malah menyodorkan surat pengunduran dirinya.

Sekretaris Yang berkata sudah sewajarnya Sekretaris Lee juga pergi. Tuan Han baru tahu kalau keduanya berpacaran.

Yi Ji berkata pada ahjumma kalau ahjumma hanya boleh pergi setelah ia pergi. Ia akan pergi ke luar negeri.  Sementara ahjusshi berkata ia akan pergi ke manapun isterinya pergi.


“Bertanggungjawablah!” terdengar suara Tuan Han menggelegar.

Mereka tidak akan menahan Sekretaris Lee tapi Sekretaris Lee hanya boleh pergi setelah ada penggantinya. Tuan Han menyuruh Sekretaris Yang mengurus itu.

Tapi para staf sama sekali tidak menganggap Sekretaris Yang lagi dan menanggapinya dengan dingin.

“Suamiku, ini adalah pengkhianatan, bukan?” tanya Nyonya Han shock. Tuan Han terlihat marah.


Komentar:

Satu per satu orang-orang mulai meninggalkan Tuan Han. Sayang sekali Tuan Han tidak menyadari kalau kesetiaan tidaklah bisa dibeli dan tidak bisa melalui ancaman. Benar apa yang dikatakan Bom, perbuatan baik Tuan Han sama sekali tidak tulus tapi hanya untuk pamer dan terlebih lagi untuk meminta imbalan jika satu waktu ia membutuhkannya.

Makin gemes nih sama Sekretaris Yang. Ngga nyangka dia seserakah itu sampai tega mengorbankan kakaknya. Tapi keduanya memang salah sih sudah mencuri uang Tuan Han.

Mungkin masih banyak yang bingung mengenai Han Trust. Jadi Han Trust adalah perusahaan abal-abal yang dibuat Tuan Han untuk mengatur gaji para stafnya pada awalnya. Tapi sebenarnya itu adalah kedok untuk menyimpan uangnya yang tidak legal. Misalnya dalam kasus Supernova yang melibatkan Paman Bom.

Selain itu ia juga memiliki akun-akun luar negeri untuk menyimpan uangnya demi menghindari pajak.

Han Trust dikelola oleh kakak Sekretaris Yang. Tapi diam-diam uang Tuan Han dikorupsi oleh Sekretaris Yang dan kakaknya. Tuan Han sudah tahu hal itu, dan menggunakannya untuk membuat Sekretaris Yang melakukan perintahnya sebaik mungkin.

Tapi tekad Je Hoon dkk untuk terus mengusik masalah Supernova dan Han Trust membuat Tuan Han harus mencari kambing hitam demi meredam kasus tersebut. Karena Jae Won berhasil membuat transaksi dokter transplantasi rambut dengan Tuan Han, kakak Sekretaris Yang akhirnya jadi kambing hitam.

Kenapa Jae Won? Karena Jae Won menggunakan informasi investasi dari Nyonya Han untuk membuat bisnis investasinya sendiri. Padahal informasi tersebut adalah informasi rahasia. Tidak mungkin Tuan Han mengorbankan istrinya. Untuk itu Jae Won diancam masuk penjara jika tidak bersedia menjadi kambing hitam. Untung Jae Won kenal dokter transplantasi rambut ;p

Ada dua hal yang menggelitik hati dalam episode kali ini. Pertama adalah perkataan ayah Bom bahwa seharusnya pemerintah memberi tunjangan pada pasangan pelajar yang memiliki anak. Bukankah itu akan mendorong orang memiliki anak?

Hmm…bukannya itu malah akan menambah masalah baru? Mengapa harus pemerintah yang menanggung di saat yang membuat kesalahan adalah pribadi masing-masing? Seandainya benar-benar pemerintah memberi tunjangan seperti itu, bayangkan berapa banyak pelajar yang terjerumus seperti In Sang dan Bom. Masalahnya pelajar belum bisa berpikir panjang dan lebih mungkin mengikuti kata hatinya daripada memikirkan hari depan.

Apa yang dialami Bom dan In Sang seharusnya sudah cukup membuka mata bahwa usia pelajar tidak tepat menjadi orangtua. Masa depan mereka terganggu, begitu juga masa depan anak mereka. Mereka kehilangan waktu untuk bermain bersama teman-teman sebaya, mereka kehilangan waktu untuk mencari pengetahuan seluas-luasnya, mereka kehilangan waktu untuk menggali potensi mereka sebaik mungkin.

Kedua, mengenai guru privat les yang seakan-akan menjadi jaminan seorang anak bisa masuk perguruan tinggi atau tidak, akan menjadi murid terbaik atau tidak.

Bukan masalah anak diikutsertakan les privat selama anaknya enjoy-enjoy saja, tapi yang lebih kutekankan adalah ambisi orangtua untuk menjadikan anaknya yang terbaik. Sepertinya orangtua berlomba-lomba (atau perang, seperti kata Guru Park) demi membuat anaknya yang terhebat. Padahal  yang terpenting adalah membentuk karakter si anak dan prestasi akan mengikuti.

Apalagi setiap anak memiliki kelebihan masing-masing. Akan lebih baik meningkatkan potensi anak sesuai minat dan bakatnya, maka anak itu akan berhasil dan bahagia (seperti Jin Mok dalam drama Page Turner).

Seperti nyonya yang ditemui In Sang. Bayangkan anaknya masih harus les jam 11 malam sampai jam 1 subuh. Kapan anak itu beristirahat? Kapan anak itu bermain? Bukankah malah menjadikan anak itu tertekan dan stress? Kesehatan anak itu juga bisa terganggu, bukan? Dan semua demi apa? Demi orangtua atau demi anak?


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)