Sabtu, 09 April 2016

Sinopsis Nightmare Teacher Episode 10


Sebelumnya:

Do Do Hee adalah teman sekelas Ye Rim yang dikenal dengan kecantikannya. Terlebih lagi karena ia pacaran dengan siswa terpopuler di sekolah, Lee Jeong Suk. Mereka pernah menjadi model iklan SMA Yosan tahun lalu.

Namun semua berubah ketika berhembus kabar bahwa Jeong Suk dekat dengan Cheon Yoo Na, murid kelas 1 yang menjadi model iklan SMA Yosan tahun ini bersama Jeong Suk. Dan Jeong Suk meminta waktu pada Do Hee untuk memikirkan hubungan mereka kembali.

Percaya kalau Jeong Suk memang berpaling hati pada Yoo Na yang lebih cantik dan muda, Do Hee malah memutuskan Jeong Suk. Do Hee mulai merasa kalau ia tidak cantik lagi. Dan ini menjadi celah bagi Guru Han untuk menjeratnya.

Ia mengirim aplikasi MyCam Perfect ke ponsel Do Hee. Do Hee mencobanya. Aplikasi itu ternyata bisa mempercantik dirinya sesuai dengan keinginannya. Dan Jeong Suk pun kembali padanya. Merasa aplikasi ini jalan keluar baginya, ia panik saat tahu ia hanya mendapat trial version.

Untuk mendapat full versionnya, sudah bisa ditebak Do Hee harus membuat kontrak dengan Guru Han. Sementara itu Ye Rim semakin curiga pada Guru Han.

Cerita selengkapnya bisa dibaca di Kheartbeat

Sinopsis Episode 10:

Para siswa semakin terpesona dengan kecantikan Do Hee. Tapi Guru Han berkata tidak ada yang gratis. Kalau Do Hee ingin mempertahankan kecantikannya, Do Hee harus berusaha. Usaha seperti apa?

Guru Han berkata Do Hee harus mengecas ponselnya. Jika aplikasi tidak digunakan maka efeknya akan hilang.

“Dan hati-hati menggunakannya, baik hape maupun keinginanmu.”
“Iya, akan saya ingat,” kata Do Hee.


Ia tidak menceritakan tentang aplikasi itu pada teman-temannya. Ia memberikan tips umum pada mereka jika mereka bertanya apa rahasia kecantikannya. Seperti minum banyak air putih, tidur nyenyak, memikirkan hal menyenangkan dan rajin membersihkan wajah.

Teman-temannya agak heran melihat Do Hee selalu memegangi ponselnya. Itu disebabkan karena Do Hee selalu khawatir ponselnya kehabisan baterai. Dan baterai akan lebih cepat habis jika makin sering digunakan, bukan begitu?


Ye Rim dan Sang Woo menyelinap ke Ruang Bk saat Guru Han tak ada. Sang Woo khawatir karena Guru Han biasanya sudah kembali pada jam itu.

Ye Rim membuka laci meja untuk mencari map berisi kontrak.  Ia membaca nama-nama yang tertera di sana. Nama-nama yang tidak dikenalnya. Nama Jae Su belum lama ia lihat di salah satu bangku baris pertama kelasnya. Tapi nama terakhir tentu saja mereka kenal. Do Do Hee.


Tiba-tiba Ye Rim mendengar suara berdesing yang membuat telinganya sakit. Ia menutupi kedua telinganya hingga Sang Woo khawatir karena ia tidak mendengar apa-apa.
Ye Rim menengadah dan terkejut melihat sosok persis dirinya muncul dari lukisan di dinding. 

“Kang Ye Rim, sok tahu sekali kau ini. Belajarlah menjadi pemimpin. Kau malah membuang-buang waktu untuk hal seperti ini. Apa kau tak lelah?” ujar gadis itu tersenyum sinis. Gadis itu tidak membuka mulutnya namun Ye Rim seakan bisa membaca pikiran gadis tersebut.

Gadis itu menghilang menyisakan sinar yang menyilaukan. Ye Rim terduduk lemas. Sang Woo yang tak melihat apa-apa, terkejut melihatnya. Ye Rim berdiri dan melihat di lukisan tersebut tidak ada apa-apa, tidak ada siapa-siapa. Ia cepat-cepat mengajak Sang Woo pergi dari Ruang BK.


Hubungan Jeong Suk dan Do Hee kembali memburuk. Jeong Suk merasa Do Hee lebih mementingkan ponselnya daripada dirinya. Do Hee merasa tak enak hati. Tapi saat melihat bateri ponselnya tinggal 5%, ia cepat-cepat pergi meninggalkan Jeong Suk.

Ia pergi mencari steker dan tidak peduli meski steker itu sedang dipergunakan oleh Yoon Ah (pembully Seul Gi di episode 1). Ia mengecas ponselnya namun ponselnya tidak menyala, malah memunculkan bayangan seram wajahnya.


Do Hee memekik kaget. Ia berlari keluar membawa ponselnya dan mencari steker lain. Ia menghela nafas lega saat melihat ponselnya kembali  menyala dan terisi.

“Pergunakan dengan bijak. Kalau terlalu sering akibatnya tidak stabil,” Guur Han mengirim sms.

Do Hee bertanya apa yang harus ia lakukan jika aplikasi itu tidak stabil. Guru Han berkata mesin bisa diperbaiki dengan mudah.

“Bukan aplikasinya yang mudah rusak, tapi kau. Kalau aplikasinya tidak kaugunakan, lebih baik hapus saja. Kau bisa menghapusnya sendiri, kan?”

Do Hee menganggap itu saran yang tidak masuk akal.


Tiba-tiba ia mendengar namanya disebut seseorang.

“Karena Kak Do Hee, kan?”

Do Hee melihat ke bawah tangga. Ia melihat Jeong Suk sedang berbicara dengan Yoo Na. Yoo Na berkata baginya hanya ada Jeong Suk.

“Kak Do Hee cantik dan sangat populer. Kakak juga berpikir ia cantik, kan?”
“Tidak, bagiku Yoo Na lebih cantik.” Kata Jeong Suk. “Kau tulus padaku.”

Yoo Na tersenyum. Jeong Suk mengusap kepalanya.

Tiba-tiba air membasahi kepala Yoo Na. Mereka menengadah dan melihat Do Hee mencurahkan air dari botol minumnya.

“Dasar playboy,” umpatnya.


Karena peristiwa itu, Do Hee semakin bernafsu mempercantik wajahnya untuk mengalahkan Yoo Na. Tapi entah kenapa wajah Do Hee dalam aplikasi tersebut mulai berubah. Wajah Do Hee dalam aplikasi itu terlihat rusak.

Ia terkejut namun cepat-cepat menyembunyikan ponselnya ketika Ye Rim duduk di sebelahnya. Ye Rim memuji Do Hee sangat cantik dan bertanya apa rahasianya. Diam-diam Sang Woo mengambil foto mereka.


“Kau pernah ke Ruang BK, ya?” tanya Ye Rim, “Apa kau sudah membuat kontrak dengan Pak Bong Gu?”

Do Hee pura-pura tidak tahu mengenai kontrak. Ye Rim berkata ia hanya mengkhawatirkan Do Hee dan memintanya bercerita. Tapi Do Hee berkata ia tidak tahu apa-apa dan buru-buru pergi meninggalkan Ye Rim.

Ye Rim bertanya apakah Sang Woo sudah mendapatkan fotonya. Sang Woo berkata ia berusaha memfoto dengan baik namun ia memfoto dari belakang, jadi hanya tampak keduanya dari samping.

“Apakah Do Do Hee benar-benar akan hilang?” tanyanya.

Ye Rim berkata sebentar lagi semua akan terbongkar apakah ilusi yang mengecoh mereka atau hal yang tak masuk akal ini benar-benar terjadi pada mereka.


Do Hee mengamati wajahnya di cermin dengan puas. Ia berhasil mempercantik dandanannya lagi. Dua orang temannya datang dan meminta Do Hee membagi rahasianya.

“Di ponselmu ada aplikasi bagus, kan? Lihat, dong,” temannya berusaha mengambil ponsel Do Hee.

Do Hee memegang ponselnya erat-erat di punggungnya. Ia meronta dan meminta temannya melepasnya. Temannya jadi kesal karena menganggap Do Hee pelit dan tak mau berbagi. Keduanya berusaha merebut ponsel Do Hee.


Ponsel Do Hee terjatuh. Layarnya padam dan retak. Do Hee mengambil ponselnya dan melihat di cermin wajahnya retak seperti layar ponselnya. Ia berteriak histeris dan berlari keluar toilet. Kedua temannya heran melihat sikap Do Hee.

Di lorong sekolah, banyak siswa yang ingin memotret Do Hee. Do Hee menutupi wajahnya dengan tangannnya dan melarang mereka memotret. Ia  berteriak-teriak histeris. Dan semakin histeris ketika melihat pantulan wajahnya di kaca sekolah. Retaknya bertambah parah.

Semua orang bingung karena wajah Do Hee sama sekali tidak apa-apa. Hanya Do Hee yang melihat wajahnya retak.


Do Hee pergi ke auditorium untuk mengecas ponselnya. Tapi ponselnya tidak mau mengecas.

Sang Woo dan Ye Rim menyusulnya. Do Hee berdiri membelakangi mereka dan melarang mereka mendekat.

“Do Hee, kau mungkin akan menghilang sama seperti teman-teman lain yang pergi ke Ruang BK,” kata Ye Rim.
“Hilang?”
“Sebenarnya kontrak apa itu?”


Do Hee berkata ia tidak tahu. Ia hanya menggunakan aplikasi ponsel.
“Tapi apa maksudmu dengan teman-teman menghilang?”

Sang Woo bertanya apakah ada hal aneh yang diingat Do Hee. Dari perkataan Guru Han misalnya.

Do Hee akhirnya berbalik dan memperlihatkan aplikasi di ponselnya. Ia bercerita ia menggunakan aplikasi di ponselnya untuk mengubah penampilannya. Kalau jelek, bisa diatur ulang. Tapi sekarang ponselnya rusak.

“Aku….wajahku berubah jadi monster….”
“Tidak…wajahmu tidak kenapa-kenapa,” kata Ye Rim, “Masih cantik seperti sebelumnya. Kemarilah. Kita ke kelas. Kau jangan sendirian di sini.”


Do Hee menggeleng. Ia menoleh dan melihat pantulan wajahnya di permukaan piano. Ia kembali histeris karena yang dilihatnya wajahnya penuh coretan seperti retakan.

Ia berlari menuju pintu namun tersandung dan jatuh. Jeong Suk menghambur dengan khawatir untuk membantunya.

Tapi Do Hee menepisnya dan menyuruhnya pergi.

“Kalau kau lihat wajahku, akan kubunuh kau.”
“Do Do Hee, kumohon berhentilah bersikap seperti ini!”
“Lee Jeong Suk! Bukankah kau hanya menyukai gadis cantik? Kupikir kau akan semakin suka padaku jika aku lebih cantik.”


Jeong Suk tak mengerti. Ia berkata Do Hee masih cantik. Tapi Do Hee menuduh Jeong Suk berbohong.

“Do Hee, apa kau tahu apa yang membuatku kecewa? Kau tak tulus menyukaiku,” kata Jeong Suk.
“Aku tak tulus menyukaimu? Jangan bercanda.”
“Akuilah! Bukankah kau selalu ingin menjadi ratu? Dan aku mainan yang tepat untuk posisi tersebut. Aku kehilangn Do Do Hee yang dulu….yang tulus…”

Do Hee menangis mendengar semua itu. Ia menunduk dan teringat bagaimana ia dulu bersama Jeong Suk. Do Hee yang polos dan selalu tersenyum.


“Do Hee, tenanglah. Kau sekarang dalam jerat kutukan Pak Bong Gu,” ujar Ye Rim.
“Aku bukan monster, kan?” tanya Do Hee sambil menatap ponselnya.
“Apa maksudnya kau monster?” kata Sang Woo menenangkan.
“Kau kan bidadari di kelas,” Ye Rim ikut membujuk.

Do Hee tersenyum. Ia menekan tombol “Hapus” pada aplikasi My Cam Perfect di ponselnya.

Wajah Do Hee menghilang. Lalu Do Hee ikut menghilang. 


Ponselnya jatuh ke lantai. Ye Rim berjongkok untuk memungutnya. Pada saat yang sama seseorang juga hendak memungutnya. Guru Han.

Ingatan Ye Rim mengenai semua teman-temannya yang hilang telah kembali. Ia ingat Seul Gi, Ki Chul, Si Yeon, dan Jae Su. Bahkan keberadaan mereka di dalam cermin. Ia menatap Guru Han.


Keduanya duduk berhadapan di Ruang BK.

“Pak, saya mulai ingat semuanya. Siapa yang hilang dari kelas dan kenapa mereka hilang, saya ingat semuanya.”

Sementara itu, Do Hee tertawa di dalam cermin sambil menatap ponselnya.


Komentar:

Whoaaa…apakah kali ini giliran Ye Rim? Apa saja yang diingat Ye Rim? Dan siapa gadis persis seperti dirinya yang muncul dalam lukisan di Ruang BK?

Aku merasa Guru Han semakin terburu-buru menjerat korbannya. Buktinya sebelum memberitahu Do Hee mengenai persyaratannya, ia langsung membuat Do Hee tanda tangan kontrak.

Perkataan Jeong Suk menarik. Sebenarnya Do Hee benar-benar tulus menyukai Jeong Suk atau ia hanya tidak mau dikalahkan oleh gadis lain? Melihat Jeong Suk ingin memikirkan hubungan mereka, sepertinya Do Hee memang sudah berubah sebelum ia mendapat aplikasi kutukan itu.

Tapi di sisi lain aku juga merasa Jeong Suk bersalah. Jika seorang wanita merasa dicintai, kurasa ia akan merasa nyaman dengan keberadaan dirinya. Bukan hanya Jeong Suk yang merasa Do Hee tidak tulus, Do Hee juga merasakan hal yang sama. Ia merasa Jeong Suk menyukainya hanya karena ia cantik. Buktinya dengan mudah ia percaya Jeong Suk sudah pindah ke lain hati dan memutuskan hubungan mereka. Jeong Suk juga dengan mudahnya pindah ke lain hati.

Dan lagi apa sih ukuran cantik dan tambah cantik? Ada yang tahu cara menilainya? Pada akhirnya ketika kita tulus menyukai dan mencintai seseorang, kita akan lebih melihat hatinya daripada fisiknya. Kalau tulus lho yaaa^^






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)