Jumat, 11 Desember 2015

Sinopsis Scholar Who Walks The Night Episode 20 - END


Sung Yeol mengumpulkan kelompok Jubah Hitam dan mengumumkan kalau mereka akan bergerak besok saat rakyat demo. Mereka akan memasukkan bahan peledak ke istana namun semuanya harus selesai sebelum malam tiba, sebelum  Gwi bebas bergerak.

Jika terjadi kegagalan, mereka semua harus keluar dari istana sesegera mungkin dan menyelamatkan rakyat. Ia meminta mereka merencanakan masa depan negeri ini bersama Yoon. Ia bertekad besok akan menjadi hari terakhir Gwi hidup.



Sepertinya Gwi bisa merasakan akhir hidupnya kian dekat. “Kim Sung Yeol, cepat datang bunuh aku. Karena aku akan memberimu hadiah kegelapan yang tak akan pernah berakhir.”
Setelah membunuh seluruh pejabat di aula istana, Gwi memburu seluruh penghuni istana. Dayang Hye Ryung melihatnya dan segera pergi melaporkannya pada anak buah Hye Ryung.



Yoon masih menangisi kematian Hye Ryung tapi ia bertekad kematian Hye Ryung tidak akan sia-sia. Sementara itu, Yang Sun mengenakan pakaian prianya dan mengantungi belati.

Soo Hyang memergokinya saat ia akan keluar. Meski Yang Sun beralasan ia perlu pergi ke suatu tempat, Soo Hyang bisa menebak Yang Sun hendak menyusul Sung Yeol. Yang Sun mengaku ia ingin berada di sisi Sung Yeol untuk memberikan darahnya jika Sung Yeol kalah.

Soo Hyang melarangnya pergi karena sangat membahayakan Yang Sun. Tapi Yang Sun yakin Sung Yeol akan menemukan jati dirinya kembali dan tidak akan berubah menjadi seperti Gwi. Soo Hyang berkata Yang Sun bisa saja tertangkap oleh Gwi dan malah menjadi beban. Yang Sun berkata ia akan bunuh diri jika itu sampai terjadi.



Yoon keluar dari kamar rahasia dan menanyakan Sung Yeol pada Ho Jin. Ho Jin berkata Sung Yeol pergi berdiskusi dengan kelompok Jubah Hitam. Melihat kegugupan Ho Jin, Yoon menyadari Sung Yeol pergi ke tempat demo sendirian.

Ho Jin berusaha menjelaskan kalau Sung Yeol menyuruhnya menjaga Yoon. Yoon berkata ia bukan lagi seorang Raja. Ho Jin protes mereka memerlukan Yoon untuk memimpin negeri ini setelah Gwi tidak ada.

“Kalau begitu ini perintah, menyingkirlah.”

Ho Jin  tidak peduli. Ia lebih baik mati. Ia sendiri ingin pergi mengikuti Sung Yeol tapi ini permintaan terakhir Sung Yeol.



Di luar Soo Hyang masih berusaha menghalangi Yang Sun. Yang Sun berkata ia ingin pergi bukan hanya karena cintanya pada Sung Yeol. Tapi karena ia keturunan Gwi yang selama ini dicari orang karena ia bagian dari rencana rahasia. Dan dalam pencarian itu banyak orang yang mengorbankan nyawa mereka. Jika ia tidak memenuhi tanggung jawabnya, seumur hidupnya ia akan menyalahkan dirinya sendiri.

Anak buah Hye Ryung datang untuk menyampaikan apa yang dilakukan Gwi semalam di istana. Yoon mendengarnya dan bertanya apakah istana telah menjadi sarang vampir.  Anak buah Hye Ryung membenarkan.



Yoon memutuskan berangkat ke istana saat itu juga. Yang Sun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk ikut. Ia memohon agar Yoon membawanya serta meski ia harus mati di sisi Sung Yeol.

Soo Hyang meminta Yoon membawa Yang Sun pergi karena tidak ada yang akan bisa menghalangi hati Yang Sun. Yoon akhirnya setuju asalkan Yang Sun berjanji tidak memikirkan untuk mati, karena Sung yeol dan Yang Sun adalah teman-temannya yang berharga. Ia tidak mau kehilangan mereka berdua.

Ho Jin pun memohon untuk ikut karena bagaimanapun ia tidak bisa memenuhi permintaan Yoon untuk menjaganya. Ia harus melakukan sesuatu agar tidak diomeli. Sambil memaksakan senyum, ia berjanji pada Soo Hyang ia akan membawa semuanya kembali dengan selamat sebelum matahari terbenam.



Merasa Gwi sudah kehilangan kendali dan tidak ada lagi yang bisa diharapkan, Perdana Menteri berniat membawa semua harta bendanya dan pergi ke Qing. Tapi ternyata masih ada harta bendanya yang tertinggal di istana. Dan ia tidak rela meninggalkan semuanya itu. Ia memutuskan untuk kembali ke istana.

Demo sudah berlangsung dan rakyat berseru-seru agar gerbang istana dibuka. Saat para pengawal istana sibuk menghadapi para pendemo, Sung Yeol dan kelompok Jubah Hitam menyusup ke dalam istana melalui pintu belakang.

Tapi tidak ada siapapun dalam istana itu. Sung Yeol memimpin mereka ke istana bawah tanah dan tempat itu pun tidak dijaga. Ia tidak bisa merasakan kehadiran Gwi di sana.  Tapi Sung Yeol tidak lengah. Ia sendiri yang akan masuk untuk memeriksa sementara kelompok Jubah Hitam ditugaskan memeriksa keadaan sekitar.

Sung Yeol masuk ke kediaman Gwi. Tiba-tiba ia bisa merasakan sesuatu dan menyadari ini adalah jebakan. Ia menoleh dan melihat beberapa pengawal yang sudah menjadi vampir siap untuk menyerangnya.



Perdana Menteri tiba di istana. Ia sama sekali tidak peduli pada para pendemo yang protes. Ia malah menyuruh mereka semua ditangkap lalu masuk ke dalam istana.

Yoon tiba saat para pendemo hendak ditangkap. Ia menghentikannya dan bertanya apakah pengawal di situ tidak menyadari situasi di dalam istana. Ia bertanya sejak kapan mereka berjaga padahal giliran jaga sudah lewat. Ia berkata Gwi sedang memenuhi istana dengan vampir.

Ia memberitahu pengawal itu ia datang untuk menyingkirkan Gwi. Jika pengawal itu memilih mengabdi pada Gwi maka tidak ada bedanya dengan mencelakai rakyat. Pengawal itu mulai bimbang.



Di dalam, Sung Yeol melawan para vampir dan ia berhasil mengalahkan semuanya. Ia menyadari bahwa Gwi memenuhi istana ini dengan vampir. Semua orang yang mati akan berubah menjadi vampir begitu matahari terbenam.

Pengawal membuka pintu gerbang dan memberi jalan untuk Yoon masuk. Yoon melarang pada pendemo ikut masuk karena terlalu berbahaya.

“Jika kami tidak kembali meski matahari telah terbenam maka apapun yang keluar dari istana sudah pasti vampir dan kalian tidak boleh memperbolehkan mereka keluar. Kalian harus menyatukan kekuatan dan menghalangi mereka.”

Para pendemo menurut.



Perdana Menteri bergegas menuju kantornya untuk mengambil uang dan peraknya. Ia terkejut saat melihat mayat para pengawal tergeletak di lantai.

“Apa kau hendak membawa harta bersamamu?” tiba-tiba Gwi muncul.

Perdana Menteri mundur ketakutan. Ia beralasan ia masuk hendak melaporkan adanya demo di luar istana. Ia bertanya mengapa Gwi tidak ada di kediamannya dan malah ada di sini. Gwi balik bertanya kenapa Perdana Menteri datang ke sini dan bukan ke kediamannya jika memang hendak melapor.

Tadinya ia melepaskan Perdana Menteri karena merasa tidak ada gunanya membunuh orang seperti Perdana Menteri. Tapi Perdana Menteri malah kembali karena keserakahannya. Perdana Menteri menggeleng takut.

“Bawalah semua,” Gwi tersenyum sambil mendekati Perdana Menteri. “Ke alam baka.”
Ia menusuk dada Perdana Menteri dengan tangannya. Ia memang sudah banyak minum darah tapi bukan itu alasannya ia tidak menggigit Perdana Menteri. Ia hanya tidak sudi minum darah orang seperti Perdana Menteri. Ngga enak kali ya rasanya ;p



Sung Yeol mengamati keadaan istana dan membunuh setiap vampir yang ia temui. Tapi ia tidak tahu kalau dalam salah satu ruangan di istana, Yang Sun bersama Yoon, Ho Jin, dan anak buah Hye Ryung sedang memilih senjata untuk melawan vampir. Ho Jin memegang senjatanya dengan gemetaran sambil menguatkan dirinya untuk membunuh semua vampir.
“Kau memegangnya terbalik,” ujar anak buah Hye Ryung. Pffft….

Tadinya Yoon melarang Yang Sun memegang senjata. Yang Sun malah yang pertama kali mendapat kesempatan untuk menembak vampir yang tiba-tiba muncul.



Mereka bergegas mencari Sung Yeol karena matahari hendak terbenam. Tapi hingga hari gelap mereka belum menemukan Sung Yeol. Anak buah Hye Ryung melaporkan ada tanda-tanda perkelahian di kediaman Gwi. Artinya Sung Yeol tadi ke sana. Yoon menenangkan Yang Sun bahwa Sung Yeol baik-baik saja jika Sung Yeol tidak ada di sana.

Mereka lalu memberanikan diri masuk ke aula istana sambil tetap waspada. Tapi para pejabat yang telah menjadi vampir mulai mendatangi mereka dan jumlah mereka sangat banyak. Mereka terpaksa berjalan mundur.

Anak buah Hye Ryung menyuruh Yoon dan yang lainnya menyelamatkan diri sementara ia mengulur waktu. Ia menutup pintu dan mengorbankan dirinya pada para vampir itu. Hanya terdengar suara teriakannya dari dalam.



Ho Jin berusaha menghalangi pintu yang hendak diterobos para vampir. Tepat saat itu Sung Yeol muncul. Ia menyuruh mereka menjauh sementara ia masuk ke dalam menghadapi para vampir itu.

Yang Sun menangis sambil menutup telinganya karena tak tahan mendengar suara teriakan pertempuran tersebut sekaligus ia mengkhawatirkan keselamatan Sung Yeol.

Tak lama kemudian pintu terbuka. Sung Yeol berhasil membasmi semuanya. Ia keluar dan bertanya kenapa Yang Sun datang. Ia menyuruh Yang Sun keluar dari istana bersama Ho Jin. Yang Sun tidak mau tapi Sung Yeol membentaknya. Ho Jin buru-buru menarik Yang Sun pergi.



Yoon menanyakan keadaan Sung Yeol. Sung Yeol memastikan ia baik-baik saja dan ia sudah menyingkirkan semua vampir di istana. Kecuali satu.

Ia tahu Gwi pasti sudah mengetahui kedatangan mereka. Ia berencana memancing Gwi ke kediamannya sementara Yoon bersembunyi. Begitu ia dan Gwi masuk ke istana bawah tanah, Yoon harus meledakkan semuanya.

Yoon hendak protes tapi Sung Yeol berkata hanya ini satu-satunya cara untuk mencegah lebih banyak korban. Akhirnya Yoon menyerah. Ia menyerahkan pedangnya pada Sung Yeol. Pedang Raja.

“Jika aku tidak menerimanya kembali, aku tidak punya muka untuk menghadap para leluhurku. Karena itu meski istana bawah tanah runtuh, psatikan untuk kembali.”

Sung Yeol menerima pedang itu dengan catatan Yoon tidak boleh menunggunya dan mengundur rencana mereka. Begitu bahan peledak siap, Yoon harus menyalakannya tanpa ragu.



Yang Sun berkata pada Ho Jin kalau ia bisa keluar sendiri dan menyuruh Ho Jin segera kembali membantu Sung Yeol. Ho Jin awalnya ragu tapi akhirnya ia pergi meninggalkan Yang Sun setelah Yang Sun berjanji tidak akan keluyuran dan langsung keluar istana.

Sung Yeol berdiri di halaman istana dan akhirnya merasakan kehadiran Gwi di belakangnya. Gwi bertanya apakah Sung Yeol menyukai hadiah yang sudah ia persiapkan (para vampir itu).

“Sepertinya kau masih menganggap kematian itu sebuah lelucon. Penderitaan mereka yang sudah tiada akan kubalaskan puluhan kali lipat.”

Gwi menyindir ia akan sangat berterima kasih kalau Sung Yeol melakukannya. Ia bertanya untuk apa vampir membawa mainan manusia (pedang Yoon). Sung Yeol mengangkat pedangnya dan mulai menyerang Gwi.

Mereka bertempur. Lagi-lagi Sung Yeol bukan lawan seimbang Gwi. Gwi sudah minum banyak darah, Sung Yeol sebaliknya. Apalagi Sung Yeol sudah melawan begitu banyak vampir sebelumnya.



Sesuai rencana, ia melarikan diri ke arah kediaman Gwi. Gwi mengejarnya tanpa curiga. Ia pikir Sung Yeol ingin mati di tempat Myung Hee mati. Ia menyusul Sung Yeol yang sudah masuk lebih dulu ke kediamannya.

Tapi Yang Sun malah sudah lebih dulu ada di dalam kediaman Gwi. Sung Yeol terkejut, Gwi akan segera tiba. Yang Sun menyuruh Sung Yeol segera meminum darahnya. Hidup atau mati ia akan bersama Sung Yeol.

Ia berkata Sung Yeol tidak akan kehilangan dirinya. Kemanapun Sung Yeol pergi, ia akan bersama Sung Yeol. Maksudnya, jika Sung Yeol meminum darahnya lalu ia mati maka darahnya akan bersama Sung Yeol selamanya. Sung Yeol tidak mau tapi jauh di dalam hatinya ia tahu tidak ada cara lain.

“Aku mencintaimu. Itulah alasan aku ingin melindungimu. Karena itu aku pasti akan mengingatmu dan tidak akan kehilangan perasaan itu,” kata Sung Yeol menahan tangis.

Ia mencium Yang Sun lalu menggigitnya. Yang Sun bertahan agar tidak berteriak. Ia memegang Sung Yeol erat-erat lalu terkulai lemas. Darah Yang Sun mulai mempengaruhi tubuh Sung Yeol.



Ketika Gwi tiba, ia menemukan Sung Yeol berlutut membelakanginya di dekat tubuh Yang Sun. Sung Yeol berdiri dan menoleh. Ia sudah berubah.

Kekuatan mereka seimbang, Gwi mengejek apakah Sung Yeol belum cukup minum darah Yang Sun. Ia akan menunggu jika Sung Yeol ingin minum lebih banyak lagi.

Sung Yeol bergerak maju, tapi naluri manusianya menahannya. Hal ini membuat Gwi marah. Ia mulai mendekati Yang Sun.

Tiba-tiba tangannya terulur. Ia menangkap peluru yang ditembakkan oleh Yoon. Yoon menyerang Gwi tapi dengan mudah Gwi melemparnya.



Sementara itu terjadi pergulatan antara jiwa manusia dan vampir dalam batin Sung Yeol. Batin vampir berkata 120 tahun lalu  manusia Sung Yeol sudah mati jadi sudah waktunya untuk menghilang, Manusia Sung Yeol mengeluarkan belatinya dan berkata ia akan menghilang namun ia akan membawa jiwa vampirnya bersamanya.

Ia menusukkan belatinya ke kakinya sendiri. Jiwa vampir terkejut karena otomatis kakinya juga terluka. Manusia Sung Yeol melompat menusuk jantung jiwa vampirnya. Vampir Sung Yeol roboh ke tanah dan mati. Sung Yeol berkata sekarang ia bukan lagi manusia maupun monster.



Sung Yeol sekarang sepenuhnya sadar dan sepenuhnya menguasai dirinya (karena jiwa vampirnya sudah mati). Ia menoleh pada Yoon. Yoon mengerti dan mengangguk.
Sementara Sung Yeol berkelahi dengan Gwi, Yoon membopong Yang Sun keluar dari kediaman Gwi.

Gwi bertanya kenapa Sung Yeol membiarkan mangsanya pergi. Sung Yeol berkata Gwi tidak akan bisa pergi dari tempat itu karena tempat itu akan jadi kuburan mereka.
“Jika kau ingin mati, kubur saja dirimu sendiri di sini,” ujar Gwi.

Sung Yeol bertanya kenapa Gwi begitu ingin hidup. Apa aku perlu alasan untuk itu, tanya Gwi. Ia berkata ia bisa mendapatkan apa yang ia inginkan jika ia memiliki kekuasaan dan hidup abadi.

“Karena itulah keinginanmu tak pernah terpenuhi. Jika kau tahu hidup adalah sementara, kau akan melihat dunia secara berbeda. Meski hidupmu singkat dibandingkan denganmu, tapi aku menjalani hidup yang bersinar. Sedangkan kau… tidak pernah hidup meski satu kali saja. Gwi, kau hanyalah seseorang yang sudah mati selamanya.”

Gwi berteriak marah.



Yoon membawa Yang Sun keluar di mana Ho Jin sudah menunggu. Yang Sun tidak apa-apa, hanya pingsan. Yoon menyuruh Ho Jin menjaga Yang Sun karena ia harus menyelesaikan memasang bahan peledak.

Meski Sung Yeol sudah meminum darah Yang Sun, kekuatannya seimbang dengan Gwi karena Gwi baru meminum darah banyak orang. Fully charged kalau hape sih ;p

Fajar mulai tiba…Yoon akhirnya selesai memasang bahan peledak. Dengan kemantapan hati ia menyalakannya.



Kediaman Gwi berguncang seakan terjadi gempa bumi. Gwi terkejut. Gua tersebut mulai runtuh. Sung Yeol terus menyerang Gwi. Akhirnya mereka saling menancapkan tangan mereka ke tubuh lawan mereka.

Sinar matahari menerpa dari bagian atas kediaman Gwi yang berlubang. Gwi tersenyum pahit dan jatuh berlutut. Ia menengadah melihat sinar mentari.

“Benar-benar indah,” gumamnya. Ia memejamkan mata lalu hancur jadi debu.



Sung Yeol terluka parah. Ia mengingat saat-saat ia bersama dengan Yang Sun. Ia tersenyum sedih di antara batu-baut yang terus runtuh.

“Meski aku hidup sebagai monster, aku melihat sedikit cahaya melalui dirimu. Terima kasih, Yang Sun….” Sung Yeol memejamkan matanya dan terkulai lemas.



Ho Jin dan Yoon menangis melihat tempat itu hancur. Yang Sun membuka matanya. Ia langsung mencari Sung Yeol. Ho Jin hanya bisa menangis.

Yang Sun terpana melihat kediaman Gwi yang sudah rata dengan tanah. Ia yakin Sung Yeol masih ada di sana dan ingin mencarinya. Tapi Ho Jin berkata mereka harus melepas Sung Yeol sekarang. Yang Sun tidak mau.

“Hidupnya sangat menderita. Meski begitu, sebelum ia pergi ia menjalani hari-harinya bersamamu hingga Tuan menemukan kebahagiaan.”

Yang Sun terduduk lemas dan meratapi kepergian Sung Yeol.



Soo Hyang bersama rakyat menunggu dengan setia di depan gerbang istana. Terdengar gerbang diketuk dengan keras. Pengawal berseru apakah manusia yang mengetuk ataukah vampir. Soo Hyang berkata tak mungkin vampir yang ingin membuka pintu di bawah terik matahari seperti ini. Gerbang pun dibuka.

Yoon melangkah keluar bersama Ho Jin dan Yang Sun. Ho Jin membawa kabar duka pada Soo Hyang. Soo Hyang menangis dengan sedih.



Setahun kemudian….

Rakyat hidup dengan damai dan tenang. Tapi beberapa dari mereka masih mengingat dan membicarakan novel Pelajar Malam. Ada rumor kalau penulisnya sudah berhenti menulis dan tinggal di gunung.

Seorang pelajar mendatangi Hwayanggak mencari seseorang bernama Kim Hyang Soo. Wanita di sana mengatakan tak ada orang bernama itu di sana. Tapi pelajar itu berkata ia sudah tahu semuanya dan minta diantar ke sana.

Soo Hyang menyela dan berkata Kim Hyang Soo bukan orang yang bisa ditemui sembarangan. Pelajar itu berkata ia harus menemukan beberapa novel dan memohon bantuan Soo Hyang.



Soo Hyang tersenyum dan mengantarnya menemui Kim Hyang Soo. Kim Hyang Soo duduk di balik tirai dan menutupi wajahnya dengan kipas, persis seperti ketika dulu Sung Yeol pertama kali bertemu dengan Yang Sun.

Pelajar itu bertanya kenapa Kim Hyang Soo hidup bersembunyi padahal memiliki kekayaan berlimpah. Kim Hyang Soo menutup kipas. Ho Jin XD



Ia berkata ia hanya sementara menangani warisan tuannya. Jika Tuannya kembali, ia akan mengembalikannya. Pelajar itu tertawa tak percaya. Orang seperti apa yang dilayani orang hebat seperti Ho Jin. Ho Jin berkata Tuannya tidak ada bandingnya karena tak ada satu pun buku yang belum pernah dilihatnya.

“Di mana orang itu? Apakah aku akan bisa bertemu dengannya?” tanya si Pelajar bersemangat.

Ho Jin berkata Tuannya mungkin akan kembali ratusan tahun kemudian. Atau mungkin ia akan kembali saat dunia dalam kekacauan lagi. Ia tersenyum lucu pada Soo Hyang yang membalasnya dengan senyum setuju.



Yoon kembali menjadi Raja. Dua orang pejabat melaporkan buku yang saat ini beredar di masyarakat dan kembali terkenal. Yoon melihat buku tersebut. Novel Pelajar Malam. Ia tersenyum lebar.

Pejabatnya menyarankan agar Yoon menghukum semua orang yang terlibat dalam pembuatan buku tersebut. Kenapa, tanya Yoon. Ia berkata apa yang tertulis dalam sejarah tidaklah mencakup semuanya. Ia menasihati pejabat tersebut agar melihat dunia lebih luas dan membuka hatinya.

Yoon masih menyimpan kesedihan karena kematian Hye Ryung dan ia belum memilih penggantinya. Ia melihat pedangnya lalu tersenyum. Kasian Yoon sendirian...ayo siapa yang mau nemenin^^



Di mana Yang Sun? Ia mengajari anak-anak desa membaca dan menulis. Salah satu muridnya diam-diam membaca novel saat ia mengajar…lebih tepatnya hanya melihat-lihat gambarnya Anak itu berkata orang-orang mengatakan Yang Sun lah yang menulis novel tersebut. Yang Sun terkejut dan malu saat melihat gambar dalam novel tersebut. Gambar kiss Yang Sun dan Sung Yeol.

Ketika ia pulang ia merasa ada yang mengikutinya dan menoleh. Tapi tidak ada siapa-siapa. Ia tersenyum menutupi kekecewaannya lalu terus berjalan. Tapi perasaan itu tidak hilang dan ia berkali-kali menoleh mencari sosok yang dirindukannya.



Akhirnya ia melihatnya…. Sung Yeol berdiri tak jauh di hadapannya dan tersenyum. Yang Sun berlari memeluknya.

“Kurasa aku sedikit terlambat..”
“Kau sudah datang? Kukira aku harus menunggu 50 tahun lagi.”



Sung Yeol mengajaknya pergi. Ke mana? Yang Sun berkata ia akan pergi ke mana pun Sung Yeol pergi. Sung Yeol menyuruhnya berpegangan erat…lalu mereka menghilang.



The End.

Komentar:

Apakah itu artinya Sung Yeol tidak mati? Menurutku begitu^^

Bukti pertama adalah pedang Yoon yang kembali. Sung Yeol berjanji mengembalikannya dan pedang itu kembali. Soo Hyang dan Ho Jin juga yakin Tuan mereka akan kembali meski mereka tidak tahu kapan. Padahal Ho Jin awalnya sudah yakin kalau Sung Yeol tidak selamat. Yang Sun juga setia menunggu.


Pertanyaannya adalah kenapa juga Sung Yeol harus pergi.  Vampir tidak perlu menuntut ilmu ke luar negeri kan? Ia juga tidak perlu kerja mencari uang karena uangnya sudah berlimpah. Berkelana mencari cara untuk menjadi manusia seperti Kang Chi? Kurasa tidak. Satu-satunya yang terpikir adalah ia pergi untuk memulihkan diri. Yah yang penting ia kembali, jadi happy ending ;)

Untungnya drama ini dibintangi oleh Lee Jun Ki yang sukses memerankan vampir menawan. Begitu juga dengan Lee Soo Hyuk. Keduanya memiliki wajah tampan sekaligus cantik yang memang membuat terpesona siapapun yang melihatnya^^

Tidak ada masalah dengan Yang Sun yang diperankan oleh Lee Yoo Bi, tapi aku merasa karakter Soo Hyang dan Hye Ryung lebih kuat dan menarik. Apalagi chemistry antara Gwi dengan Hye Ryung dan Soo Hyang. Hmmm…jadi berandai-andai kalau saja ceritanya tentang cinta segitiga vampir Gwi XD


 Terima kasih teman-teman yang dengan sabar menunggu sinopsis drama ini. Sampai bertemu di sinopsis drama lainnya *bow*

10 komentar:

  1. Akhirnya mba nyelesain jg sinopsis ini
    Soalnya ku ttp nunggu terutama komentar mba tentang ending drama ini
    Mksh ya mba fany
    Ku ttp jd pembaca setia mba pokoknya 😊

    BalasHapus
  2. Akhirnya .... Terima kasih, Mbak Fanny, sudah menamatkan kisah vampir ini. Cara menulis Mbak Fanny bisa membuat imajinasiku benar-benar hidup. Hiks, sayang aku tak bisa menonton langsung. Yap, pokoknya, tetap bersemangat untuk sinop selanjutnya!

    BalasHapus
  3. mbak Fanny makasih sinopsisnya. akhirnya kelar juga. ditunggu sinopsis lainnya yaaa ^^

    BalasHapus
  4. mbak Fanny makasih sinopsisnya. akhirnya kelar juga. ditunggu sinopsis lainnya yaaa ^^

    BalasHapus
  5. mbak Fanny makasih sinopsisnya. akhirnya kelar juga. ditunggu sinopsis lainnya yaaa ^^

    BalasHapus
  6. Sakit hati sendiri liat Gwi mati kyak gt. ㅠ0ㅠ

    BalasHapus
  7. Lah itu ngilang ke mana bedua? *kepo* 😂

    BalasHapus
  8. Saya baru baca n ceritanya sangat menarik yg pastinya happy ending ... Makasih mbak fanny

    BalasHapus
  9. Mbk, habis si ratunya mati, gwi kuburin dia atau gwi simpan dia disuatau tempat gitu gak mbk?

    BalasHapus
  10. Akhirny tau endingnya, habisnya episode 20 di youtube tdk bisa di putar, jadi kegantung ceritanya dan buat tdk bisa tidur mikirin ceritanya hehehe, tapi untuk ada sinopsi yang setidaknya menghilangkan sedikit rasa penasaran ku terhadap drama ini

    BalasHapus

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)