Monday, 19 November 2012

Sinopsis Faith Episode 18

shot0033  

Seluruh yang hadir terkejut melihat Choi Young berani mencium Eun Soo. Setelah mencium Eun Soo, Choi Young mengumumkan kalau pernikahan ini menjadi tidak mungkin (seorang wanita kerajaan tentunya harus suci, belum tersentuh pria lain). Deok Heung marah dan memerintahkan penangkapan Choi Young karena telah melakukan hal hina pada wanita kerajaan.

Choi Young tak terlihat takut sama sekali. Ia menoleh pada Eun Soo, tersenyum menenangkan, lalu berbalik dan keluar dari aula istana.

Ki Chul menyarankan pada Deok Heung untuk tidak memperpanjang masalah. Deok Heung sangat kesal karena rencana “jenius”nya hancur berantakan. Ia terpaksa mengikuti anjuran Ki Chul.

Sementara itu Eun Soo terus menatap Choi Young berjalan menjauh. Choi Young sempat menoleh melihat Eun Soo.

shot0013shot0026 

Gerombolan bandit, yang merupakan samaran dari prajurit Ki Chul, mengepung rumah kediaman sementara Raja. Mereka melepaskan panah namun tidak ada tanda-tanda perlawanan dari dalam rumah. Eum Ja dan Hwasuin menerobos ke dalam tapi tidak ada siapapun. Mereka menyadari Raja dan rombongannya telah melarikan diri.

Eum Ja berkata ada tiga jalur yang mungkin dilalui raja. Perbatasan, istana, atau pegunungan. Mereka menganggap pilihan terakhir yang paling memungkinkan.

Benar saja, Gong Min dan rombongannya melarikan diri ke daerah pegunungan. Gong Min nampak cemas. No Gook tersenyum menenangkan. Gong Min menggenggam tangan istrinya dan tersenyum tapi kekhawatiran itu masih terbayang jelas di wajahnya.

shot0043 shot0050

Choi Young kembali ke dalam penjara (atas perintah Deok Heung). Komandan pengawal kerajaan menemuinya/ Choi Young bertanya berapa banyak tentara setia yang dimiliki komandan itu. Komandan itu duduk di sebelah Choi Young dengan sikap bersahabat. Ia bertanya apakah Choi Young hendak menerobos keluar penjara.

Choi Young mengungkapkan kalau saat ini Raja sedang dalam bahaya. Lawan mereka adalah sekitar 300-400 prajurit Ki Chul yang menyamar sebagai bandit. Raja saat ini dalam pelarian dan jumlah woodalchi yang menyertai terlalu sedikit.

Komandan itu terdiam, ia tahu Choi Young sedang meminta bantuannya. Tapi ia tidak bisa menggerakkan prajuritnya tanpa perintah dari atas.

“Atasan yang menerima suap dan melakukan pengkhianatan?” sergah Choi Young. Ia yang akan menangani mereka. Asalkan komandan itu pergi menyelamatkan raja. Tidak ada waktu lagi.

Komandan itu bertanya ke mana Gong Min melarikan diri. Choi Young memberitahunya sekaligus memberitahu kalau komandan itu akan diangkat sebagai jenderal oleh Gong Min, jadi sebaiknya ia tidak terlambat. Komandan itu mengomel Choi Young bodoh lalu bangkit berdiri dan pergi.

Tak berapa lama kemudian pintu penjara Choi Young terbuka. Choi Young dengan mudah keluar dari sana. Sepertinya komandan itu akan membantu.

shot0067 shot0070

Gong Min dan No Gook terpaksa melanjutkan pelarian mereka dengan berjalan. Gerombolan musuh semakin mendekat. Choong Seok terpaksa membagi rombonga. Ia memerintahkan Joo Seok dan 10 woodalchi lainnya untuk tinggal di tempat, menghadang para pengejar mereka. Sementara sisanya, mengawal Gong Min melarikan diri ke pondok pemburu di atas gunung.

Joo Seok membungkuk memberi hormat saat rombongan Raja bergerak pergi. Raja dan Ratu sebenarnya tak tega meninggalkan para woodalchi itu. I have a bad feeling about this >,<

shot0080 shot0093

Ki Chul menemui Deok Heung. Ia meminta Deok Heung menyerahkan Eun Soo padanya. Ia tidak tahu kapan gerbang langit akan terbuka, jadi ia akan membawa Eun Soo ke sana dan menunggu hingga gerbang itu terbuka. Deok Heung berkata Choi Young telah merencanakannya. Choi Young bersedia ditangkap tapi Eun Soo tidak boleh disentuh. Ki Chul berkata Eun Soo tidak bisa dsentuh tapi juga tidak boleh dikurung (eh, dulu siapa ya yang suka ngurung Eun Soo?).

Deok Heung mengingatkan ia baru akan menyerahkan Eun Soo jika pemakaman kerajaan telah selesai (artinya setelah Gong Min mati). Ki Chul menjadi tak sabar. Dengan kesal ia berkata ia telah mengirim pasukannya dan Choi Young sudah dipenjara, apalagi yang Deok Heung inginkan? Ki Chul berkata ia hanya menginginkan Eun Soo. Jadi Deok Heung jangan bersikap manja, lama kelamaan kesabarannya bisa habis. Deok Heung tersenyum sinis. Dengan tegas Ki Chul berkata ia akan membawa Eun Soo besok.

shot0112 shot0113

Deok Heung menghambur ke kamar Eun Soo. Ia tak mengerti mengapa Eun Soo tidak berada di pihaknya. Jika mereka berdua bersatu, mereka bisa memiliki seluruh negeri ini.

“Sudah kubilang, kau tak bisa menjadi raja!”

“Kenapa? Karena hasil ramalanmu?”

Eun Soo hendak melepaskan diri dari kungkungan Deok Heung tapi Deok menghalanginya. Pelan-pelan Eun Soo meraih kakinya dan mengambil belati pemberian Choi Young. Woohoo latihan itu rupanya ada gunanya.

Eun Soo menaruh pisaunya di leher Deok Heung. Ia mengaku ia baru belajar sampai gerakan itu. Ia melepaskan Deok Heung dan mengacungkannya agar Deok Heung tidak mendekat.

shot0123shot0127

Deok Heung malah duduk. Eun Soo menyuruh Deok Heung kelu ar atau ia yang akan keluar. Deok Heung berkata ia tahu mengapa Choi Young begitu mudahnya membiarkan diri ditangkap. Karena Choi Young memiliki rekan di dalam istana hingga ia bisa melarikan diri. Eun Soo tersenyum, menyadari perkataan Deok Heung ada benarnya.

Deok Heung meminta Eun Soo menyelamatkannya. Eun Soo kesal setengah mati, bisa-bisanya Deok Heung mengatakan itu. Deok heung berkata jika Eun Soo pergi bersama Ki Chul, maka ia tidak memiliki kartu lagi. Eun Soo tidak peduli, memangnya kenapa? Deok Heung menyuruh Eun Soo melarikan diri bersama Choi Young. Mendengar itu, Eun Soo tertarik. Ia duduk di dekat Deok Heung dan meminta Deok Heung menjelaskan maksudnya.

Deok Heung berkata bukankah Eun Soo harus melarikan diri sebelum kebohongannya mengenai gerbang langit terbongkar oleh Ki Chul (Deok Heung tidak pernah percaya Eun Soo datang dari langit atau masa depan, ia pikir Eun Soo hanya seorang penipu). Eun Soo membenarkan. Deok Heung menyuruh Eun Soo bersembunyi selama 10 hari, lalu utusan Yuan akan datang untuk menjadikan Deok Heung sebagai raja. Terserah, kata Eun Soo.

Deok Heung bangkit berdiri. Ia sempat memegang tangan Eun Soo. Eun Soo mengaduh kesakitan. Rupanya Deok Heung menusuk tangan Eun Soo dengan jarum beracun. Deok Heung berkata itu adalah jaminan agar Eun Soo melakukan keinginannya. Setiap kali Deok Heung memanggil, Eun Soo harus datang. Dengan demikian Eun Soo bisa tetap hidup.

shot0137 shot0161

Choi Young menemui para jenderal yang telah menerima suap Penasihat Jo dan berkhianat pada Gong Min. Ia membawa titah Raja untuk menangkap mereka karena telah menggerakkan pasukan untuk menyerang Raja. Jika menentang, hukumannya mati.

Jenderal sombong itu berang. Para anak buahnya mulai menyerang. Dengan mudah Dol Bae menjatuhkan mereka. Jenderal itu hendak melawan tapi Choi Young menghunus pedang ke lehernya. Ketika ditanya hendak menyerah atau menentang, Jenderal itu diam saja. Choi Young jadi tak sabar, ia sedang buru-buru saat ini. Jenderal itu kembali melawan. Choi Young menendangnya.

shot0167 shot0177

Para “bandit” telah tiba di tempat kereta Gong Min yang kosong. Eum Ja dan Hwasuin juga tiba di sana. Mereka melihat sekitar mereka yang kosong. Eum Ja menajamkan telinganya dan menunjuk ke arah mana Gong Min dan rombongannya melarikan diri. Para “bandit” itu berlari mengejar. Tiba-tiba muncul Joo Seok beserta rekan-rekannya. Mereka melawan para “bandit” itu habis-habisan. Sayang jumlah mereka terlampau sedikit.

Joo Seok terkena libasan pedang. Ia sempat menyaksikan rekan-rekannya satu per satu mati. Joo Seok rubuh ke tanah. Hwasuin dan Eum Ja berjalan melewati tubuh yang bergelimpangan. Hwasuin sempat tersenyum licik melihat musuh mereka mudah dikalahkan.

Tak disangka-sangka, Joo Seok ternyata belum mati. Ia menyerang Hwasuin. Namun kondisinya sudah terlalu parah dan ia bukan tandingan Hwasuin. Hwasuin mengambil sebuah pedang di tanah dan menusuk Joo Seok. Joo Seok kembali terkapar. Mati. Poor Joo Seok :’(

shot0203 shot0210

Gong Min dan rombongannya berhasil tiba di pondok pemburu. Namun Gong Min tidak bisa menghilangkan kekhawatirannya atas para woodalchi yang mereka tinggalkan. Choong Seok berusaha menenangkannya, walau wajahnya sendiri menunjukkan ia tak yakin teman-temannya akan selamat.

Gong Min berkata ia ingat pada Joo Seok. Joo Seok yang telah mempertaruhkan nyawa menyampaikan pesan Choi Young dan hampir mati. Ia berkata ia ingat semua wajah para woodalchi yang selama ini melindunginya siang dan malam.

Kali ini No Gook yang berusaha menenangkan suaminya. Ia berkata para woodalchi akan baik-baik saja. Mereka adalah woodalchi yang gagah berani.

“Mereka adalah orang-orang yang sangat Choi Young hargai. Jika terjadi sesuatu pada mereka, ia akan sangat terluka,” kata Gong Min.

shot0222 shot0225

Dae Man melompat masuk ke dalam pondok. Ia memberitahu kalau para pengejar mereka berhasil menyusul, termasuk Hwasuin dan Eum Ja.

Choong Seok berkata mereka harus menggunakan cara terakhir. Ia meminta Raja dan Ratu melepaskan pakaian luar mereka. Gong Min langsung protes. Choong Seok berkata ini adalah perintah daejang. Choi Young menyetujui langkah terakhir ini dan memerintahkan para woodalchi untuk mengawal Raja dan Ratu kembali ke istana.

Choong Seok memanggil woodalchi dan mogakshi yang akan menyamar menjadi Raja dan Ratu. Kali ini Ratu ikut protes. Bagaimana bisa kedua orang itu mati menggantikan mereka?

“Aku tidak bisa menyetujuinya. Aku akan keluar dan menemui pemimpin musuh. Karena aku Raja, aku pasti bisa bernegosiasi dengannya. Aku akan mempertaruhkan nyawa jika diperlukan,” kata Gong Min sambil berjalan keluar.

“Kalau begitu hamba terpaksa menyeret Yang Mulia berdua dengan paksa. Hamba akan melakukannya!” seru Choong Seok.

Raja dan Ratu tak berdaya membiarkan pakaian luar mereka dilepas.

shot0242 shot0243

Jenderal yang melakukan pengkhianatan telah ditangkap. Para perwira dari jenderal itu marah melihat jenderal mereka ditangkap. Choi Young tak mempedulikan kemarahan mereka. Ia membacakan titah Raja. Raja akan memberikan kenaikan pangkat pada para tentara yang memihaknya. Jika mereka menerima titah Raja maka pangkat mereka dinaikkan, jika mereka menentang maka mereka akan ikut dihukum bersama para jenderal mereka.

Satu per satu para perwira itu menerima titah Raja.

shot0245 shot0253

Raja dan Ratu melarikan diri melalui hutan. Sementara itu, pembantaian terjadi di pondok pemburu. Raja dan Ratu gadungan mati dibunuh oleh para “bandit”. Mereka benar-benar menyerahkan nyawa untuk Raja dan Ratu mereka. Hiks….jadi terharu :’(

Choong Seok menyuruh rombongan Raja dan Ratu berhenti. Ia merasakan ada pergerakan di sekitar mereka. Musuhkah?

Ternyata bukan. Mereka adalah tentara yang memilih berpihak pada Gong Min, dipimpin oleh komandan yang menemui Choi Young di penjara. Mereka dikirim Choi Young untuk mengawal Raja dan Ratu kembali ke ibukota. Raja dan Ratu merasa lega. Demikian juga para woodalchi yang tersisa.

shot0274 shot0277

Choi Young mendapat pesan dari salah satu anak buahnya. Ia segera berlari ke tempat Eun Soo. Eun Soo sudah menunggu. Choi Young langsung memeluknya.

Choi Young bertanya apakah Eun Soo baik-baik saja, mengapa Deok Heung bisa membebaskan Eun Soo? Apa Eun Soo membuat kesepakatan lagi? Eun Soo hanya tersenyum. Ia berbohong dan berkata ia terus menerus menangis meminta Deok Heung melepasnya. Choi Young bingung dan setengah tak percaya. Hanya karena Eun Soo menangis, Deok Heung melepasnya? Eun Soo tersenyum. Ia berkata seharusnya Choi Young senang melihatnya kembali tapi Choi Young malah memarahinya.

Choi Young mengaku ia tidak bisa berpikir jernih karena terlalu khawatir. Eun Soo berkata Choi Young harus menjemput Raja, ia akan menunggu dan mereka akan berbicara nanti. Ia hanya rindu pada Choi Young. Eun Soo melepas kepergian Choi Young dengan senyuman. Setelah Choi Young pergi barulah senyum itu menghilang, berganti dengan kekhawatiran.

shot0299 shot0301

Hwasuin melapor pada Ki Chul bahwa Raja dan Ratu yang mati di pondok bukanlah raja dan ratu yang sebenarnya. Tangan mereka tangan yang terbiasa memegang pedang. Yong Gak khawatir bagaimana jika ada yang tahu kalau pasukan mereka yang telah mengejar Raja dan Ratu.

Tapi kepala Ki Chul hanya dipenuhi urusan langit. Ia akan menjemput Eun Soo dari istana besok pagi dan membawanya ke kediamannya. Eum Ja akhirnya tak bisa berdiam diri melihat “kegilaan” kakak seperguruannya. Sejak awal Eum Ja dan Hwasuin tak percaya Eun Soo berasal dari langit. Ki Chul hendak membawa rombongan untuk pergi bersama-sama ke langit. Yong Gak dengan terbata-bata berkata tidak mudah mencari sukarelawan untuk ikut pergi.

“Kenapa?” tanya Ki Chul tak mengerti. “Langit adalah dunia di mana kereta melayang. Tidakkah kau ingin melihatnya sebelum kau mati?”

Melihat ekspresi Yong Gak, Ki Chul kaget. Yong Gak juga tak mau ikut?

shot0308 shot0313

Deok Heung menyembunyikan kotak berisi peninggalan Hwata ke dalam lantai istana lalu menutupinya dengan papan baduk. Ia berencana untuk melarikan diri dan pergi ke kediaman Ki Chul. Satu saat ia akan kembali ke istana, katanya yakin. Tapi belum sempat ia menjalankan rencananya, Choi Young telah mendatanginya. Serta merta para pengawal mengarahkan senjata mereka pada Choi Young. Deok Heung memerintahkan agar Choi Young ditangkap.

Choi Young berkata Deok Heung akan diinterogasi oleh Raja. Raja telah menitahkan penahanan Pangeran Deok Heung. Para pengawal menerima titah raja. Mereka mengarahkan pedang mereka ke leher Deok Heung. Keadaan pun berbalik.

shot0328 shot0332

Raja dan Ratu tiba di istana. Dayang Choi dan Choi Young menyambut mereka. Ratu tersenyum sedih saat melihat Dayang Choi.

“Daejang,” panggil Gong Min. Wajahnya diliputi kesedihan.

“Ya, Yang Mulia.”

“Maaf.” Raja lalu berjalan pergi diikuti Ratu dan para dayang.

Choi Young bingung, untuk apa permintaan maaf itu. Choong Seok memberitahu Choi Young bahwa 24 woodalchi telah gugur.

Choi Young melihat Deok Man dan Dae Man yang menangis. Ia teringat gurauannya pada Joo Seok. Saat ia meminta maaf jika Joo Seok mati saat menjalankan perintahnya. Choi Young menahan kesedihannya. Ia berkata mereka telah melakukan tugas dengan baik, lalu ia pergi. Dol Bae dan rekan-rekannya menangis mengenang rekan mereka yang gugur.

shot0345 shot0363

Jang Bin memeriksa luka di lengan Eun Soo. Ia memperkirakan racun itu berasal dari serangga di Jepang. Eun Soo berpikir ia bisa menggunakan antibiotik untuk menyembuhkan keracunannya. Masalahnya, antibiotik belum ditemukan pada masa itu.

Jang Bin berkata racun itu tidak menimbulkan gejala, tapi jika demam telah menyerang maka orang yang terkena racun akan mati dalam 7 hari. Masa inkubasi sebelum racun mulai menyerang adalah satu bulan. Jadi Eun Soo akan mati dalam waktu sebulan seminggu. Eun Soo kesal, Deok Heung memberitahunya Eun Soo pasti sudah pulang ke langit saat racun itu mulai menyerang. Jang Bin berkata ia tidak akan mempercayai kata-kata orang yang menggunakan racun (licik). Sigh, harusnya Eun Soo kapok tuh >,<

Satu-satunya cara adalah membuat penawarnya. Setidaknya mereka harus mencoba. Jang Bin bertanya apakah Eun Soo tidak akan memberitahu Choi Young mengenai masalah ini. Eun Soo berkata ia tidak memberitahu Choi Young saat ini. Choi Young mungkin sedang merasa terpukul. Jang Bin mengangguk mengerti.

shot0365 shot0369

Choi Young merenung di kediamannya. Gong Min datang berkunjung. Semalaman ia menunggu Choi Young. Para woodalchi yang gugur menyerahkan nyawa mereka agar ia bisa kembali ke istana. Choi Young harus menunjukkan pada mereka bahwa pengorbanan mereka tidak sia-sia. Ia mengajak Choi Young untuk mulai bekerja.

“Ini kesalahan hamba,” kata Choi Young.

“Apakah kita perlu memperdebatkan siapa yang salah dalam hal ini?” sergah Gong Min.

Choi Young bersikeras ini adalah kesalahannya. Ia tidak ada saat ia diperlukan. Ia juga tidak melakukan tindakan tepat walau sudah tahu Penasihat Jo merencanakan sesuatu. Dan hari ini ia menyia-nyiakan waktunya setengah hari berada dalam penjara. Karena ia tidak menggunakan waktunya dengan tepat, Gong Min harus meninggalkan istana dan anak-anaknya (para woodalchi) mati.

shot0376 shot0378

Gong Min menyadari ke arah mana pembicaraan Choi Young. Ia duduk dengan hati gundah. Choi Young berkata Gong Min pernah menanyakan prioritas apa yang dijalani Choi Young.

“”Orang itu (Eun Soo) selalu yang pertama,” ujar Choi Young memberikan jawabannya. Ia tidak tahu apapun mengenai masalah negeri ini.

“Jadi?”

“Menyimpan orang yang berpikiran seperti ini sebagai Daejang woodalchi adalah hal yang berbahaya.”

“Jadi?”

“Hamba minta biarkan orang ini pergi.”

Choi Young menganggap dirinya tidak pantas menjadi daejang woodalchi. Seorang pengawal raja harusnya seperti para woodalchi yang gugur, mengutamakan Raja di atas hidup mereka sendiri. Tapi Choi Young mengutamakan Eun Soo daripada Gong Min, karena itu pula anak buahnya berguguran. Ia meminta Gong Min melepasnya pergi.

Gong Min bangkit berdiri. Ia berkata besok Choi Young harus hadir dalam pertemuan istana. Mereka akan membuat keputusan mengenai Deok Heung dan Ki Chul.

shot0385 shot0388

Eun Soo sedang menghitung hari ketika Choi Young datang menemuinya. Choi Young memberitahu Eun Soo kalau saat ini Deok Heung berada dalam penjara. Eun Soo menceritakan akan ada utusan dari Yuan sepuluh hari lagi. Deok Heung memberitahunya kalau utusan itu akan menjadikannya Raja. Ia juga disuruh bersembunyi hingga utusan itu tiba agar tidak tertangkap Ki Chul.

“Apa di sini tempat persembunyianmu?”

“Jika aku tertangkap, aku hanya perlu dilindungi oleh seseorang.”

Choi Young terdiam. Eun Soo berkata ia tahu apa yang terjadi pada para woodalchi. Ia tahu Choi Young merasa sangat sedih hingga tak bisa makan, dan berkeliaran seorang diri sebelum menemuinya. Choi Young tersenyum kecil karena tebakan Eun Soo benar.

Eun Soo mengangkat beberapa lembar kertas. Ia pernah melihat cara ini di film. Kertas itu berisi tulisan. Eun Soo berkata itu tulisan langit.

tidak apa-apa,

jangan khawatir (teks: Aku akan berada di sisimu)

semua akan baik-baik saja… (teks: sampai hari itu…)

benar kan? (teks: bolehkah?)

shot0400 shot0405

Choi Young tersenyum mengiyakan. Ia beranjak pergi. Tapi sebelumnya ia bertanya apa yang diyakini Ki Chul mengenai gerbang langit. Eun Soo berkata ia memberitahu Ki Chul gerbang langitnya akan terbuka dua bulan lagi tapi Ki Chul tidak percaya. Ia yakin Ki Chul akan membawanya ke sana jika Ki Chul berhasil menemukannya, dan akan menunggu di gerbang langit.

Choi Young berkesimpulan ia harus membuat Ki Chul tak berkutik sebelum itu terjadi. Ia akan mengurus beberapa hal lebih dulu lalu ia akan mengantar Eun Soo ke gerbang langit sebelum terlambat.

Eun Soo menunduk sedih. Saat itu tiba maka mereka harus berpisah.

shot0407 shot0408

Ki Chul pergi ke penjara bawah tanah menemui Deok Heung. Ia menanyakan keberadaan Eun Soo. Deok Heung berkata menurut Eun Soo gerbang langit sebentar lagi akan terbuka. Ki Chul berkata utusan Yuan akan tiba 2-3 hari lagi di ibukota.

“Bisakah aku keluar dari sini sebelum mereka tiba? Tidak ada buku di sini, juga tidak ada baduk.”

“Diam!!!” bentak Ki Chul. “Semua uang dan semua kertas mahal yang kuberikan padamu, kau kemanakan? Jika kau berkata kau akan menaruh Goryeo dalam tanganmu, maka kau seharusnya melakukannya dengan benar. Bagaimana kau bisa menghilangkannya semudah itu?!!”

Dengan tenang Deok Heung berkata ia sudah mengintropeksi diri. Seharusnya ia memberi sogokan lebih efektif lain kali.

Ki Chul sangat marah dengan kebodohan Deok Heung. Ia pergi dengan kesal.

shot0418 shot0420

Ratu khawatir dengan keadaan Gong Min yang tidak bisa tidur. Di kediaman sementara mereka (di desa Hyeonggo), Gong Min malah bisa tidur nyenyak. Ratu memutuskan menemui Raja. Ia berkata pada dayang Choi kalau ia tidak suka pada istana ini.

No Gook melihat Gong Min berdiri merenung membelakanginya. Ia berkata ia menjemput Gong Min untuk masuk ke kamar. Gong Min tersenyum, masih ada hal yang harus dipikirkannya. Berikan pikiran itu padaku, kata No Gook. Gong Min berkata besok ia akan mengumumkan hal besar, tapi mungkin rakyat akan berdarah karenanya sama seperti para woodlachi yang gugur. No Gook mengerti, suaminya akan menentang kerajaan Yuan.

“Itu adalah negaramu.”

“Itu dulu negaraku.”

“Kalau begitu, apa sekarang Goryeo menjadi negaramu?”

“Mohon maafkan aku. Bagiku nama negara tidaklah penting. Yang kuinginkan hanyalah suamiku bisa tidur dengan nyenyak.”

Gong Min tersenyum getir. Apa yang dikatakan Choi Young sama dengan apa yang baru saja dikatakan ratu. Choi Young juga akan mengikuti hatinya.

shot0435 shot0437

Keesokan harinya, Ki Chul mendatangi istana untuk menghadiri pertemuan dengan Gong Min dan para menteri. Choi Young mengirimkan perintah pada Suribang agar mereka mencari dan membunuh utusan Yuan yang menuju ke ibukota.

Pertemuan dimulai. Raja mengumumkan restrukturisasi tentara kerajaan. Hukuman bagi pengkhianat dan pengisian kembali jabatan yang kosong. Berikutnya, Raja menyinggung masalah korupsi pajak yang dilakukan Ki Chul. Ia memiliki bukti-buktinya dan meminta para menteri memeriksa bukti-bukti pembukuan itu. Ki Chul hanya bisa pasrah.

shot0442 shot0445

Raja lalu menyinggung mengenai serangan bandit saat ia berada di desa Hyeonggo. Tentara kerajaan telah menangkap 20 orang bandit itu. Dan para bandit itu mengaku mereka adalah pasukan pribadi Ki Chul. Semua menteri menoleh pada Ki Chul.

“Pangeran Deok Seong, apa ada yang hendak kaukatakan?” tanya Gong Min tegas.

“Pasukan pribadi dari kediamanku melakukan perampokan? Ini berita baru bagiku, tapi aku akan segera pulang dan menyelidikinya. Aku akan menemukan siapa pelakunya, mengikat mereka, dan menyerahkan mereka.”

Dengan sinis Choi Young berkata Ki Chul tidak perlu bekerja keras, mereka sedang menyelidikinya. Raja memerintahkan penahanan rumah pada Ki Chul sampai penyelidikan selesai. Ki Chul tidak boleh melangkah keluar selangkahpun dari kediamannya.

Ki Chul terkejut, ia dikenai tahanan rumah? Apa kau memilih penjara, tanya Gong Min. Ki Chul meradang, ia harus pergi ke suatu tempat. Para woodalchi dan tentara kerajaan langsung memegang senjata mereka sebelum Ki Chul bisa bertindak. Choi Young memegangi pundak Ki Chul.

shot0467 shot0474

Eun Soo masih sibuk mencari informasi dari surat yang terdapat di diari itu hingga rambutnya kusut. Choi Young datang dan duduk dekat jendela sambil mengangkat kakinya ke atas meja. Eun Soo menurunkan kaki Choi Young. Taku kaki Choi Young mengenai kendi obat yang ditaruhnya dekat jendela.

Ia bertanya mengapa Choi Young datang ke tempatnya. Choi Young berkata ia datang untuk melindungi Eun Soo karena Ki Chul saat ini sedang dalam mood yang sangat jelek.

“Kau takut ia menyeretku bersamanya? Kau bisa datang dan menyelamatkan aku,’” kata Eun Soo sambil tersenyum.

Eun Soo berkata ia sedang membuat taruhan dengan Jang Bin siapa yang bisa membuat penawar lebih dulu. Ia akan membuat antibiotik. Ia menjelaskan bahan apa saja yang ia gunakan untuk mengeluarkan nanah dari luka: sarang lebah, honeysuckle Jepangm dan bisa kodok.

shot0486 shot0494

Sebelum Eun Soo menyelesaikan penjelasannya, Choi Young menarik Eun Soo ke depan cermin dan menyuruhnya merapikan rambut.

Eun Soo mengangkat tangannya untuk merapikan rambut. Pada saat itulah Choi Young melihat lengan Eun Soo yang dibalut kain. Ia langsung memegang tangan Eun Soo dan menanyakannya. Eun Soo ragu-ragu untuk menjelaskan.

Choi Young melepas kain itu dan melihat luka di lengan Eun Soo. Rupanya luka itu sudah meluas dan melebar. Ia langsung tahu luka itu serupa dengan racun yang digunakan orang Jepang.

Choi Young menyadari sesuatu. Jadi Eun Soo sedang membuat penawar untuk racun ini? Eun Soo mengangguk.

shot0500 shot0507

“Siapa orangnya? Deok Heung si berandal itu? Ia melakukan ini padamu dan melepasmu pergi?”

Eun Soo berkata terjadinya begitu mendadak. Choi Young marah mengapa Eun Soo tidak memberitahunya. Apakah ia masih jauh dari Eun Soo? Apakah ia sejauh itu?

“Karena kau berteriak padaku…”

“Apa kau masih belum tahu mengapa aku marah?!” seru Choi Young.

Eun Soo bertanya apa lagi yang akan dilakukan Choi Young jika ia memberitahunya. Terakhir kali Choi Young mencuri stempel kerajaan. Selama beberapa waktu ini Choi Young terus menerus menundukkan kepala dan ditangkap karena dirinya.

shot0519 shot0523

Choi Young bertanya itukah sebabnya Eun Soo berada jauh darinya. Ia membalikkan diri dan pergi. Eun Soo menyusulnya. Ia memeluk Choi Young dari belakang.

“Jangan berbalik. Dengarkan saja. Biarkan aku bertanya satu hal. Haruskah aku tidak pergi? Bisakah aku tinggal? Tidak bisakah?” tanya Eun Soo sambil menangis.

“Kau terkena racun. Bagaimana bisa kau masih mengatakan hal seperti itu?”

“Kalau begitu aku akan menanyakannya dengan cara lain. Waktu yang tersisa, hari demi hari…aku akan menyukaimu sesuka hatiku. Apakah kau nanti akan bisa melupakannya? Kau tidak boleh hidup sembarangan atau menghancurkan diri. Jangan seperti itu. Bisakah kau melupakan semuanya? Berjanjilah padaku untuk melakukannya,” Eun Soo bersandar di punggung Choi Young lalu menangis terisak-isak. Choi Young diam menahan kesedihannya.

shot0535 shot0543

Ji Ho dan Ji Heol dari Suribang mengintai kereta utusan Yuan yang sedang beristirahat di tengah hutan. Mereka mengendap-endap mendekati kereta itu. Ji Ho (si penombak) membuka tirai kereta tapi tiba-tiba orang dalam kereta itu mencekik Ji Ho. Ji Heol segera menembakkan panahnya. Orang dalam kereta serta merta melepaskan Ji Ho dan menangkap panah dengan tangannya. Ji Ho dan Ji Heol melarikan diri.

shot0547 shot0550

Sementara itu Ki Chul mengamuk. Ia memanggil Eum Ja dan Hwasuin untuk membawa Deok Heung ke hadapannya sekarang juga (Ki Chul masih mengira Deok Heung yang menyembunyikan Eun Soo). Yong Gak protes, Eum Ja dan Hwasuin dikenal sebagai adik-adik seperguruan Ki Chul. Jika mereka membobol penjara dan mengeluarkan Deok Heung maka tuduhan terhadap Ki Chul akan semakin berat.

Ki Chul semakin mengamuk. Pokoknya Deok Heung harus dibawa ke hadapannya. Ia yang akan membunuh Deok Heung dengan tangannya sendiri.

shot0558 shot0565

Choi Young dengan marah pergi ke penjara bawah tanah untuk mencari Deok Heung. Tapi Deok Heung sedang dipanggil menemui Gong Min. Deok Heung hendak mendekati Gong Min. Choong Seok langung menghalanginya. Gong Min memberi ijin untuk Deok Heung mendekat. Duh…jangan sampai Gong Min kena racun juga >,<

Gong Min berkata ia telah mendengar kepandaian Deok Heung. Ahli bahasa dan juga ahli strategi. Ia hendak menanyakan sesuatu pada Deok Heung.

“Jika jawaban hamba menyenangkan Yang Mulia, apakah Yang Mulia akan menyerahkan tahta Yang Mulia?”

“Mungkin saja.”

Deok Heung tersenyum licik. Ia mempersilakan Gong Min bertanya.

“Apakah ada sesuatu yang lebih kauhargai dibandingkan negeri ini, Paman?” tanya Gong Min. Bisa barang atau orang.

“Ada. Diriku sendiri.”

Gong Min tersenyum. “Sungguh melegakan.”

“Apakah jawaban hamba menyenangkan Yang Mulia?” tanya Deok Heung senang.

“Aku senang. Karena itu artinya aku akan menjadi Raja yang lebih baik dibandingkan dengan Paman.”

 shot0572 shot0587

Gong Min lalu memerintahkan Choong Seok mengantar Deok Heung keluar istana. Deok Heung dibebaskan?

Choi Young datang. Ia ingin menginterogasi Deok Heung tapi Gong Min melarangnya. Choi Young berkata Deok Heung telah meracuni Eun Soo lagi. Deok Heung menyangkal hal itu di depan Gong Min. Gong Min meminta Choi Young mengerti, ia memiliki alasan dengan melepaskan Deok Heung.

Choi Young terpaksa membiarkan Deok Heung pergi. Ia menanyakan alasannya pada Gong Min. Gong Min berkata utusan Yuan telah tiba di perbatasan. Dan utusan itu membawa titah kaisar untuk menjadikan Deok Heung sebagai Raja Goryeo. Jika mereka menindak Deok Heung saat ini, maka langsung akan terjadi perang (karena dianggap melawan titah Kaisar Yuan).

Choi Young diam. Ia berkata ia mengerti lalu pergi. Gong Min memejamkan matanya. Merasa tak berdaya sebagai raja.

shot0597 shot0611

Para Suribang tak bisa menghalangi utusan Yuan. Utusan itu terlalu tangguh. Dan anehnya utusan itu tidak membawa pasukan atau rombongan sama sekali.

Eum Ja dan Hwasuin memasuki istana. Para pengawal kerajaan menghalangi mereka. Eum Ja mengangkat sulingnya. Tepat saat itu Deok Heung muncul. Ia langung berbalik pergi saat melihat mereka. Tiba-tiba seorang pria bercaping membawa Deok Heung pergi.

shot0616 shot0629

Orang yang sama memasuki klinik istana dan menghilangkan surat di meja. Perawat klinik menyerahkan surat itu pada Choi Young. Choi Young membaca kepada siapa surat itu ditujukan.

Kepada Eun Soo..

Choi Young membawa surat itu pada Eun Soo. Eun Soo meminta Choi Young membacakan surat itu karena ia tidak bisa membaca tulisan Cina. Choi Young membaca surat itu lalu menatap Eun Soo dengan serius.

shot0632shot0637

“Imja, kurasa kita harus segera pergi dari sini.”

Eun Soo menatap Choi Young dengan cemas.

“Utusan Yuan menginginkan tabib langit,” jawab Choi Young. “Mereka ingin membawamu bersama mereka ke negeri Yuan.”

 shot0645 shot0646

Komentar:

Duh gemes banget deh Eun Soo kena racun lagi. Kok bisa ketipeng berkali-kali sama si Deok Heung itu ya >,< Orang ini bener-bener licik, aku mulai sebal liat senyumnya (walau tampangnya sebenarnya lumayan sih).

Entah mengapa dalam Faith ini aku kurang bisa menjiwai percintaan pemeran utamanya. Aku lebih menyukai hubungan Gong Min-Choi Young, Gong Min- No Gook, dan para woodalchi, bahkan aku lebih menyukai persahabatan Jang Bin–Eun Soo.

Para woodalchi yang gagah berani dalam episode ini sangat menyentuh hati. Tanpa gentar mereka menyerahkan nyawa. Bodoh? Mungkin. Tapi mereka melakukannya sesuai dengan apa yang mereka percayai. Faith.

2 comments:

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)