Rabu, 29 Februari 2012

Novel VS Drama The Moon that Embraces The Sun (Bagian 3)

MP-00509

Seperti yang sudah kuberitahukan sebelumnya, novel vs drama bagian 3 akan membicarakan novel saat Yeom mengetahui adiknya masih hidup dan saat Hwon mengetahui Wol adalah Yeon-woo.

Bagian ini diambil dari bab 25 dan 26, tapi sepertinya sang penerjemah (berbeda dengan penerjemah sebelumnya) hanya menerjemahkan sedikit bagian dan merangkumnya jadi ada bagian yang tidak berkesinambungan dan terasa janggal. Mungkin ada yang pernah membaca novelnya dan bisa memberi masukan?^^

Yeom, Min-hwa, dan ibunya makan malam bersama. Yeom mulai menanyai ibunya perihal kematian Yeon-woo. Ia juga memanggil pelayan keluarganya dan memutuskan untuk membuka peti mati Yeon-woo.

Ketika hasil penyelidikan mengenai penguburan Yeon-woo diterima oleh Hwon, ia menahan rasa sakit di tubuhnya (dalam novel, Hwon masih sakit) untuk membaca hasil penyelidikan itu. Hasil penyelidikan berjudul “Hujan” (Yeon-woo) itu sepertinya membuat Hwon yakin akan sesuatu.

Ia memerintahkan agar ia dibawa keluar dari kediamannya. Kasim Hyung protes Hwon belum benar-benar sembuh. Hwon bersikeras walau ia harus dipapah.

Hwon pergi menemui Wol. Melihat keadaan Hwon yang rapuh, Wol merasa khawatir.

Hwon memerintahkan Yeon-woo untuk mendekatinya. Begitu Wol mendekat, Hwon mengulurkan tangannya dan memeluk Wol. Karena Hwon masih lemah, ia membiarkan dirinya bersandar pada Wol .

MP-00506

Hwon dipapah oleh dua orang dan mereka terlihat lelah. Tapi Wol mampu menopang tubuh Hwon. Wol memapah Hwon, meninggalkan Woon dan pelayan lainnya memasuki ruangan.

Hwon berkata ia merasa tubuhnya hanya ingin berdua saja dengan Wol. Wol bertanya apakah Hwon baik-baik saja. Walau wajahnya terlihat pucat tapi Hwon tersenyum dalam pelukan Wol.

Hwon bertanya apakah Wol tahu mengapa ia datang ke sana. Tidak, jawab Wol. Hwon menunjuk pada tahta kerajaan. Namun yang ia maksudkan adalah lukisan di belakang tahta kerajaan.

Lukisan itu menggambarkan matahari dan bulan. Hwon memeluk Wol dari belakang.

“Matahari melambangkan Raja dan bulan melambangkan ratu. Aku memerintahkan lukisan ini dibuat ketika aku masih menjadi Putera Mahkota. Untuk wanita yang kucintai.”

Tubuh Wol menegang mendengar perkataan Hwon. Ekspresi wajahnya berubah. Hwon berbisik di telinga Wol.

“Apakah kau pernah melihat lukisan seperti ini sebelumnya?”

Wol sangat takut hingga ia terpeleset dan jatuh bersama Hwon ke lantai.

“Apakah kau tahu, aku ingin memberi lukisan itu pada wanita yang kucintai, seseorang yang bisa memeluk hatiku.”

“Yang Mulia, apa maksud Yang Mulia? Hamba hanyalah seorang shaman. Hamba tidak mengerti.”

Wol menghindari tatapan Hwon tapi tak bisa menahan tangisnya.

“Jika kau telah melupakan aku, maka kau tidak akan muncul lagi di hadapanku. Jadi, tolong jangan tinggalkan aku, Yeon-woo.”

Yeon-woo menangis tanpa suara. Hwon tak peduli apapun lagi. Ia hanya bisa menatap mata Yeon-woo yang penuh kesedihan.

“Yeon-woo..”

Yeon-woo melangkah mundur dan menghindari pandangan Hwon.

“Yang Mulia, apakah Yang Mulia salah mengenai sesuatu? Siapa Yeon-woo?”

Walau Yeon-woo menyangkal perkataan Hwon, walau ia memejamkan matanya, namun tidak bisa menyembunyikan nada tertekan dalam suaranya.

“Apakah kau bisa begitu kejam hingga ingin melihat hatiku terkoyak?” tanya Hwon.

Dengan susah payah, Hwon mendekati Yeon-woo. Semakin Yeon-woo menjauh, Hwon semakin berusaha mendekatinya hingga Yeon-woo tak bisa lagi mehindar.

“Mataku melihat dengan jelas. Orang di hadapanku adalah orang itu, Yeon-woo.”

“Yang Mulia salah mengenali orang.”

“Jangan berbicara! Walau kau terlihat lebih tua , Yeon-woo adalah Yeon-woo!” Hwon bersikeras.

Hwon memegangi dadanya ketika ia melihat air mata Yeon-woo menetes. Ia tahu hati Yeon-woo menyimpan banyak kesedihan.

“Aku hanya ingin mengatakan ini. Jangan biarkan hatiku terluka lagi. Bahkan jika namamu bukan Yeon-woo, tolong terimalah nama itu.”

Yeon-woo ingin mendengarnya (mendengar namanya dipanggil). Walau ia harus menderita hingga hari ini, ia hanya merindukan dan ingin mendengar suara Hwon. Yeon-woo terluka karena ia harus menyangkal perasaanya.

Mereka berdiri berhadapan, seakan waktu berhenti. Dengan gugup mereka menahan nafas mereka. Mereka bertatapan. Dalam pandangan Hwon, ia tak lagi melihat seorang shaman tapi melihat Yeon-woo mengenakan pakaian seputih salju.

Hwon memeluknya, tak peduli ia adalah Wol atau Yeon-woo.

“Yeon-woo…”

Hwon mememeluk Yeon-woo dan menangis. Pikirannya tidak bisa membentuk kata-kata lengkap. Begitu banyak yang ingin ia katakan tapi ia tidak tahu apa yang harus ia katakan. Hwon tidak bisa berbicara hingga Yeon-woo yang bertanya apa yang Hwon ingin katakan.

1crazynyt-1

1crazynyt-4 

“Ketika aku masih menjadi Putera Mahkota, aku tidak pernah mendapat kesempatan untuk bertemu denganmu (dalam novelnya Hwon memang tidak pernah bertemu Yeon-woo). Apa yang kupikirkan waktu itu adalah apa yang akan kita bicarakan ketika kita bertemu. Tapi sekarang aku lupa semua hal yang ingin kukatakan. Aku tidak bisa membuatmu mendengarnya.’

“Hati hamba sudah mendengarnya.”

Hwon bertanya mengapa Yeon-woo tidak mencarinya. Yeon-woo berkata, istana kerajaan begitu jauh dari tempatnya.

“Mengapa kau tidak memberitahuku? Jika aku tahu lebih awal….jika aku tahu…”

“Hamba takut semuanya hanya mimpi. Jika hamba terbangun, ternyata semuanya tidak ada.”

Hwon menatap Yeon-woo dalam pelukannya, berlinang air mata yang menusuk hatinya.

“Aku tidak tahu apapun…apapun…Apa kau membenciku?”

“Shaman rendahan ini dipenuhi oleh kerinduan, bagaimana bisa ada tempat untuk perasaan benci.”

“Tapi hatiku terlalu besar. Aku menaruh banyak kerinduan dan melepaskan banyak kebencian,” ujar Hwon.

“Mengapa perasaan benci?”

Hwon berkata ia membenci dunia, yang tidak runtuh setelah kepergian Yeon-woo. Ia benci ia masih hidup sementara Yeon-woo meninggalkan dunia ini. Dan sekarang ia membenci dirinya sendiri karena Yeon-woo tidak menyalahkannya.

Yeon-woo meminta Hwon berhenti membenci. Baginya tidak ada yang lebih penting selain Hwon melupakan kebenciannya dan hidup bahagia.

Hwon bertanya bagaimana bisa Yeon-woo tidak membenci siapapun. Ia mengusap air mata dari wajah Yeon-woo.

“Kau ada di sini, gadis yang baik. Dan aku tidak melihatmu.”

Yeon-woo berkata selama Hwon bisa melihatnya dan menyukainya sedikit saja maka itu sudah cukup.

Hwon menjawabnya dengan mencium bibir Yeon-woo dengan lembut. Meluruhkan semua rasa sakit dan penderitaan dalam hati mereka. Yeon-woo menggunakan berat tubuhnya untuk menopang Hwon. Ia khawatir Hwon jatuh. Tapi Hwon memeluk pinggang Yeon-woo erat-erat dan tak mau melepasnya.

pandalovesme-3

pandalovesme-4

“Yang Mulia, apa Yang Mulia baik-baik saja?” terdengar suara Woon dari luar.

Woon yang selama ini berjaga di luar pintu tiba-tiba tidak mendengar suara apapun dari dalam hingga ia merasa khawatir. Awalnya Hwon hendak mengabaikannya tapi ia khawatir Woon menerobos masuk dan mengganggu mereka.

“Tidak ada apa-apa, “ sahut Hwon kesal.

Yeon-woo meminta Hwon kembali ke istana. Hwon menolak, masih banyak yang ingin dikatakannya pada Yeon-woo. Yeon-woo berkata saat ini bukan saat yang tepat.

Kesehatan Hwon tampaknya pulih dengan cepat kare n Yeon-woo. Hwon bertanya apakah Yeon-woo baik-baik saja karena menjadi jimatnya.

“Hamba baik-baik saja.”

Hown memanggil para pengikutnya. Woon yang pertama masuk dan ia melihat Wol di sisi Hwon.

Hwon meminta kesehatannya diperiksa dan sepertinya kesehatan Hwon membaik. Hwon menatap Yeon-woo dan bertanya apakah Yeon-woo benar-benar tidak memiliki kekuatan apapun sebagai puteri shaman Jang. Lalu bagaimana bisa ia tidak minum obat namun pulih dengan cepat.

Sementara itu, di depan kubur Yeon-woo, Yeom menyuruh para pelayannya menggali kubur Yeon-woo. Seorang pelayan berusaha menghentikan mereka.

“Mengapa Tuan harus melakukannya? Nona kami yang malang akan ketakutan.”

Tapi Yeom menyuruh pelayan itu menyingkir. Sebenarnya Yeom pun terluka melakukan hal ini. Pelayan itu meminta Yeom menjelaskan mengapa ia ingin menggali kubur Yeon-woo, maka mereka tidak akan menghentikannya.

Yeom melambaikan tangannya dan pelayan itu diseret pergi. Yeom mengambil sekop dan berjalan ke kubur. Para pelayan yang melihat Yeom mengambil sekop, akhirnya mengikutinya. Jika ada hukuman (karena merusak kubur), maka mereka pun akan menanggung hukuman itu bersama Tuan mereka.

Para pelayan menarik nafas panjang sebelum menatap kuburan yang biasanya bahkan Yeom tidak tega untuk menyentuhnya. Mereka mulai menggali. Karena ini adalah musim dingin, tanah telah mengeras hingga lebih sulit untuk menggalinya. Yeom yang terpaku hanya bisa berdiri memikirkan adiknya yang menangis saat ia melihat para pelayan menggali kubur.

Peti mati Yeon-woo terlihat. Yeom memerintahkan para pelayannya membuka tutup peti itu. Para pelayan itu ragu-ragu. Tapi Yeom mengancam akan membukanya sendiri. Kepala pelayan merasakan hal itu tugas yang berat tapi tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan tanggung jawab yang dipikul Yeom jika Yeom yang membukanya. Ia meneguhkan hatinya dan membuka peti itu yang ternyata tidak berpaku.

Mereka kebingungan karena mereka yakin telah memaku peti itu. Mereka membuka tutup peti itu dan terkejut melihat peti itu kosong. Yeom terguncang.

Para pelayan ketakutan, ke mana Nona mereka. Mereka meyakinkan Yeom bahwa mereka telah menjaga kubur Yeon-woo agar tidak ada yang merusaknya. Kecuali pada suatu hari…hari Yeon-woo dikuburkan.

Kepala pelayan khawatir melihat keadaan Yeom yang tampaknya akan pingsan sewaktu-waktu.

Yeom akhirnya berkesimpulan Yeon-woo masih hidup. Tapi di mana Yeon-woo sekarang, tanya Yeom ketakutan. Jika Yeon-woo tidak ada di sini berarti… tanpa ragu Yeom mengalihkan pandangannya ke arah istana. Ke satu-satunya tempat yang hanya bisa dilihat Woon, Yang Myung, dan Hwon. Ia bertanya-tanya apa yang terjadi pada masa lalu, dan apa yang terjadi sekarang?

Di istana, Hwon merasa dadanya kembali sakit. Begitu Yeon-woo melihat perubahan pada ekspresi wajah Hwon, ia memperhatikan langit-langit kamar itu berubah dengan aneh. Hwon melihat arah pandangan Yeon-woo dan melihat ke langit-langit. (Hmmm..apakah ada guna-guna lagi??)

Credit to: yingying @soompi

Piku-piku untuk posting ini aku ambil dari preview episode 17. Jadi sepertinya episode 17 menceritakan bagian novel ini. Namun aku tidak tahu apakah Yeom akan menggali kubur Yeon-woo atau tidak.

Perkiraanku, Yeom dan ibunya pergi Hwal In Seol dan di sana mereka bertemu Wol. Melihat kemiripan Wol dan Yeon-woo, Yeom curiga. Apalagi dengan penyelidikan rahasia yang dilakukan Hwon, berarti ada sesuatu yang mencurigakan. Mungkin karena itulah ia akhirnya membongkar kubur Yeon-woo.

Bagi yang ingin membaca beberapa bagian novel yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, silakan buka link-link berikut.

Terjemahan oleh jaejoongstolemyheart (or @redpinboxes at Twitter)
Setelah Episode 8 Ketika Hwon membuka matanya dan melihat kehadiran Wol di sisinya.       http://www.twitlonger.com/show/fim37d
http://www.twitlonger.com/show/fim3pp
Chapters 13-14
http://www.twitlonger.com/show/fl1mld
http://www.twitlonger.com/show/fl2ub8
http://www.twitlonger.com/show/fl5b0j
Keesokan harinya setelah Hwon mengetahui Wol selama ini menjadi jimatnya .                        http://www.twitlonger.com/show/fkn6gm
Chapter 15
http://www.twitlonger.com/show/fo7uoc
http://www.twitlonger.com/show/fp5cas

Chapter 16
http://www.twitlonger.com/show/fps5au
http://www.twitlonger.com/show/fthv3c

Hari terakhir Wol sebagai jimat (perbincangan Woon dan Wol)                                                    http://www.twitlonger.com/show/fiqko4

Catatan: Semua diterjemahkan dari novel berbahasa Mandarin dan Korea, dengan mengacu pada novel aslinya yang berbahasa Korea (afaik)

__
Terjemahan ockoala di Koalasplayground

Chapters 13-14 (condensed version of jaejoongstolemyheart's trans)
http://koalasplayground.com/2012/01/30/book-summary-of-romantic-otp-scenes-from-the-moon-that-embraces-the-sun/

Catatan: diterjemahkan dari novel berbahasa Korea( afaik)

___
Terjemahan blue_angel_1004 di belectricground.com

Chapter 1 http://belectricground.com/2011/12/06/book-club-the-moon-that-embraces-the-sun-chapter-1/

Chapters 2-3 http://belectricground.com/2011/12/14/book-club-the-moon-that-embraces-the-sun-chapters-2-3/

Chapter 4 http://belectricground.com/2012/01/08/book-club-the-moon-that-embraces-the-sun-chapter-4/

Chapter 5 http://belectricground.com/2012/01/10/book-club-the-moon-that-embraces-the-sun-chapter-5/

Chapter 6 http://belectricground.com/2012/01/21/book-club-the-moon-that-embraces-the-sun-chapter-6/

Catatan: diterjemahkan dari novel berbahasa Korea

___
Terjemahan oleh yingying

Chapter 20 & 26 – page 167 of soompi, post #3330 http://www.soompi.com/forums/topic/371736-drama-2012-the-moon-that-embraces-the-sun-%ed%95%b4%eb%a5%bc-%ed%92%88%ec%9d%80-%eb%8b%ac/page__st__3320

Catatan: diterjemahkan dari novel terjemahan berbahasa Mandarin

___
Terjemahan oleh Bubilicious 

Chapter 21 (half) - page 169 of soompi, post #3351 http://www.soompi.com/forums/topic/371736-drama-2012-the-moon-that-embraces-the-sun-%ed%95%b4%eb%a5%bc-%ed%92%88%ec%9d%80-%eb%8b%ac/page__st__3340

Chapter 47 (ending) - page 167 of soompi, post #3339 http://www.soompi.com/forums/topic/371736-drama-2012-the-moon-that-embraces-the-sun-%ed%95%b4%eb%a5%bc-%ed%92%88%ec%9d%80-%eb%8b%ac/page__st__3320 (akan kuposting untuk Novel VS Drama Bagian 4)
Catatan: diterjemahkan dari novel terjemahan berbahasa Mandarin

Sumber link: eja @soompi

11 komentar:

  1. sinopsis episode 17 nya mana

    BalasHapus
    Balasan
    1. belum tayang kal.-_-

      Hapus
  2. haiyaa makin rame aja ya ini moonsun.. :D
    makasih buat novel vs drama part 3 nya ya.. :)

    BalasHapus
  3. hihihi, tapi ntar cerita awalnya gak gitu ya mbak? ^^"
    ow,dira kira juga gitu mungkin yeom bakal tau di epiosde 17 habis ngeliat previewnya:wol gak pake baju shaman lagi
    hayo kenapa tuh? apa hwon dulu yang ngasih tahu yeom? ato yeom yang nemu buktinya bersamaan dengan hwon yang tahu kalo itu yeon woo?
    mbak fanny, mbak fanny, ntar kalo udah tamat direview lagi yuk tebakan2 yang dulu waktu episode pertama haha
    makasih mbak fanny!!! selalu kagum ma mbak fanny salah satunya karena share link segitu banyaknya :)

    BalasHapus
  4. 10 jempol deh buat mba fanny..keren mba...
    aku suka banget postingan mba ttg TMTETS drama vs novel nya..
    mantap mba...
    ditunggu bab 4 nya yah mba fanny..

    gomawo,
    ~mimu~

    BalasHapus
  5. wah,, jadi penasaran adegannya ada pak enggak yang ngegali kuburan,,,
    kalo ga salah yang adegan lukisan itu ga ada yah,, toh sekarang hwon dah yakin kalo wol itu yoen woo,,,

    BalasHapus
  6. hiyaaa... ga sabar menunggu endingnya.. tetap semangat ya mba fanny :)

    BalasHapus
  7. Fanny, posting chapter 47 please.... Thanks sebelumnya...

    BalasHapus
  8. wah.... nggak sabar nunggu bagian 4nya, tetap semangat ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. hmmm...bagian 4 sudah lama diposting^^

      Hapus
  9. Pengen baca versi novel lengkapnya nih mbak.
    Sudah ada belom ya yg versi indonesia atau inggris mungkin??

    BalasHapus

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)