Thursday, 16 June 2011

Sinopsis Best Love Episode 6

MP-00359

Jin keluar ruang VIP mencari Ae-jung. Ae-jung berdiri di luar bioskop. Ia memandang ke atas, memandang Jin dalam poster “Fighter”. Ia menghela nafas dan berbalik pergi. Untunglah Jin melihatnya.

“Gu Ae…” Jin terdiam.

MP-00005 MP-00008

Ae-jung menoleh. Jin baru sadar ia berada di tempat umum dan seseorang bisa mengenalinya. Jin menunduk dan tidak berani melihat Ae-jung. Ae-jung memperhatikan reaksi Jin. Ia sedikit kecewa. Ia pikir Jin merasa malu jika terlihat bersama Ae-jung. Ae-jung berbalik pergi.

MP-00009 MP-00011

Tapi Jin tidak mau kehilangan Ae-jung. Ia mengejarnya dan memegang lengannya. Ae-jung kaget. Jin menatap Ae-jung. Ae-jung berusaha melepaskan tangan Jin, tapi Jin memegangnya erat-erat.

“Aku sudah menangkapmu. Sekarang apa yang akan kaulakukan? Apa kau akan membiarkan dirimu ditangkap atau kau akan melarikan diri?”

Ae-jung tak bisa menjawab.

“Aku sudah dipermalukan jadi aku tidak bisa menangkapmu lagi. Apa yang sebaiknya kulakukan? Apa aku harus melepasmu?” tanya Jin.

MP-00014 MP-00016

Ae-jung berkata apa yang Jin lakukan? Jika Jin memeganginya terus, orang-orang akan memperhatikan mereka. Bagaimana jika ada yang mengenali Jin?

Bukannya melepas tangan Ae-jung, Jin malah mengambil topi Ae-jung dan memakainya. Lalu ia merengkuh Ae-jung dalam pelukannya. Ia berkata jika seseorang mengenali mereka, itu karena Ae-jung. Jadi sebaiknya Ae-jung berhenti meronta dan tidak mengangkat kepalanya.

“Kita akan pergi ke mana?” tanya Ae-jung panik.

“Diam dan ikuti aku. Kau sudah tertangkap, “ kata Jin tanpa melepaskan pelukannya. Ia membawa Ae-jung pergi dari sana.

MP-00025 MP-00027

Se-ri masuk ke ruang VIP diikuti Jae-seok. Ia melihat makanan dan minuman yang ditinggalkan Jin. Jae-seok berkata tidak ada orang di sana. Se-ri yakin tadi Jin ke situ bersama seseorang karena ada dua gelas minuman di atas meja.

“Siapa dia? Apa dia seorang selebritis juga? Apa dia benar-benar terkenal?!” desak Se-ri. Dia lebih kesal jika Jin bersama selebritis yang lebih terkenal darinya, bukan karena Jin bersama wanita lain.

Jae-seok tak berani menjawab.

MP-00032 MP-00033

PD Kim, penulis Han, dan Pil-joo menunggu di luar. PD Kim dan penulis Han membicarakan hubungan Jin dan Se-ri. Sepertinya benar bahwa mereka telah berpisah sejak dulu. Penulis Han khawatir Jin dan Se-ri memberitakan putusnya hubungan mereka saat program Couple Making masih berlangsung. Tapi PD Kim berpikir sepertinya mereka akan menyembunyikan keadaan hubungan mereka lebih lama karena pekerjaan mereka yang saling berhubungan. Hanya saja PD Kim bertanya-tanya siapa wanita yang bersama Jin.

Ia pikir Jin bersama seorang bintang yang lebih terkenal dari Se-ri. Penulis Han berkata jika berita Jin berkencan dengan seorang wanita tersebar sebelum berita putusnya Jin dan Se-ri maka wanita itu akan disebut orang ketiga yang menyebabkan putusnya hubungan mereka. Pil-joo yang dari tadi hanya diam mendengar percakapan mereka langsung bertanya, “Bukankah mereka sudah putus? Kenapa wanita itu yang jadi orang ketiga?”

“Bagimu mungkin begitu, tapi bagi orang lain wanita itulah orang ketiganya. Karena orang –orang berpikir Jin dan Se-ri masih pasangan kekasih.” Pil-joo merenungkan kenyataan itu. Ia tahu hal ini akan menajdi masalah bagi Ae-jung.

MP-00035 MP-00036

Jin membawa Ae-jung ke sebuah klub eksekutif di mana sedikit orang berada di situ. Ae-jung terlihat takut dikenali orang lain.

Jin berkata tidak akan ada orang yang salah paham hubungan mereka. “Mungkin akan lain jika yang duduk di hadapanku adalah Shin Min-ah atau Han Ye-seul (keduanya pemeran utama drama Hong bersaudara^^), tapi kau adalah Goo Ae-jung.”

MP-00038

“Kalau begitu baguslah aku bukan seorang bintang top, “ sindir Ae-jung.

Jin berkata Ae-jung harus mengenakan pakaian lain agar bisa terlibat skandal dengannya. Tidak mungkin Jin terlibat skandal dengan seseorang yang berpakaian seperti Ae-jung.

“Kalau begitu baguslah aku berpakaian sederhana.”

“Bahkan bintang top yang mengenakan pakaian sepertimu tidak bisa membuat Dokko Jin berada dalam penderitaan seperti ini.” Jin mengangkat gelasnya untuk toast, “Mengesankan.”

Ae-jung bertanya apakah “menyukainya” merupakan hal yang menyakitkan bagi Jin. Jin mengaku ia tidak pernah menyukai orang lain selain dirinya sendiri. Jadi menyakitkan untuknya keadaan menjadi seperti ini dan memalukan karena orang itu adalah Ae-jung. Pffftt…ini caranya bikin orang jatuh cinta?

Ae-jung mengangguk, pasti menyakitkan. Dan lebih memalukan lagi karena kau ditolak, Ae-jung menegaskan. Ae-jung ini kalo ngomong cuek tapi tajem banget ^^

Jin tidak mau Ae-jung mengungkit penolakan itu karena ia masih shock. Ae-jung menerka Jin tidak menyangka jawaban “tidak” dari Ae-jung. Tentu saja, sahut Jin, kupikir kau akan seperti menggigit kue beras (ungkapan Korea ->mendapat keberuntungan tidak terduga).

Ia ingin “digigit” (diterima) oleh Ae-jung hingga ia merasa sakit dan sepenuhnya sadar kembali. Jadi jika aku “mengigit” tawaranmu, kau akan sepenuhnya sadar dan mencampakkan aku, tanya Ae-jung.

Tentu saja, itu akan sangat mudah, sahut Jin. Hahahaha….ia tertawa terbahak-bahak. Tawanya berhenti saat melihat wajah Ae-jung yang tersinggung dan kesal.

MP-00042 MP-00043

“Gigit-sadar-buang, harusnya itu mudah sekali,” sindir Ae-jung dengan tajam. Kau bilang kau belum pernah menyukai orang lain selain dirimu bukan, jadi aku adalah cinta pertamamu, kata Ae-jung.

Jin tidak mau Ae-jung membahasnya, itu hal yang memalukan.

Ae-jung tidak mau berhenti. “Kau ingin lebih dipermalukan? Kau pria brengsek jahat! Cinta pertamamu pada usiamu sekarang ini akan berakhir bertepuk sebelah tangan!! Kau tahu kenapa? Karena aku TIDAK AKAN, TI-DAK A-KAN PER-NAH menyukaimu!” Ae-jung bangkit berdiri lalu pergi.

MP-00046 MP-00050

Jin memukul mulutnya dan mengejar Ae-jung. Kali ini Ae-jung menepis tangan Jin. Jin meminta Ae-jung melupakan semua yang dikatakannya di dalam, mari mulai lagi dari awal.

Ia berkata sebelum datang ke tempat seperti ini Ae-jung seharusnya berubah dulu menjadi seorang putri dan didandani dengan pantas. Usaha yang bagus, Jin… hihihi^^

Ia membujuk Ae-jung untuk melupakan semuanya dan memulai lagi dari awal. Ia akan mempersiapkan(mendandani) Ae-jung dengan baik jadi ia meminta Ae-jung jangan pergi. Jin memegang tangan Ae-jung.

Ae-jung menepisnya lagi. “Jika kau punya uang untuk melakukannya, cukup berikan saja aku uang itu. Lalu aku akan menyelesaikannya dengan cepat dan mudah, persis seperti yang kausukai. Aku akan menerima tawaranmu dan mengurus semuanya dengan cepat. ”

MP-00054 MP-00056

“Apa maksudmu dengan seperti yang kusukai? Coba katakan.”

“Dokko Jin, kau kelihatannya mudah. Mau tidur denganku?”

Jin terpana, apa? Ae-jung melihat Jin dengan tatapan menantang. Jin tak bisa berkata apa-apa.

“Sepertinya kau sudah sadar. Aku pergi sekarang.” Ae-jung meninggalkan Jin.

MP-00058 MP-00060

Ini mengingatkanku pada perkataan Joo-won dalam Secret Garden yang meminta Ra-im menjadi little mermaid. Ae-jung juga merasa seperti Ra-im. Jin tidak sungguh-sungguh ingin berhubungan dengan Ae-jung. Joo-won dan Jin sama-sama tak mengerti mengapa mereka bisa jatuh cinta pada wanita seperti Ra-im dan Ae-jung. Dan mereka sama-sama berpikir kalau cinta mereka diterima, mungkin mereka akan bosan atau disadarkan oleh kenyataan, dan dengan demikian menghilangkan perasaan cinta mereka. Sigh, men and their ego…

Jin merenung di rumahnya. Ia menyesal telah membawa Ae-jung ke klub eksekutif itu. Semuanya baik-baik saja dan hebat ketika ia “menangkap” Ae-jung di depan bioskop. Hei…the problem is with your mouth..

“Kukira semuanya akan mudah dengan mengakui perasaanku…tapi semuanya malah bertambah rumit sekarang," keluh Jin. Ae-jung dan Pil-joo juga merenung.

MP-00064 MP-00070

Tim produksi “Couple Making” dan para kontestan (minus Pil-joo) mengadakan rapat untuk episode selanjutnya. PD Kim berkata episode selanjutnya adalah menyelesaikan misi dan memilih lokasi kencan. Pilihannya adalah piknik, hiking, berlayar (cruise), makan malam lux. Penulis Han meminta semua peserta mengosongkan jadwal karena acara kencan itu baru ditentukan nanti.

Se-ri berkomentar, karakter para kontestan belum mantap, terutama…Ae-jung. Ia berkata Ae-jung memiliki karakter yang reseh, jadi mengapa tidak ditonjolkan saja. Peserta lain menertawakan Ae-jung. Se-ri menuduh Ae-jung terlalu berhati-hati dengan image-nya.

MP-00073

Tapi Ae-jung tidak tersinggung, ia setuju menjadi karakter yang reseh tapi ia ingin minta bantuan Se-ri. Seperti yang para pembawa acara lain lakukan untuk mencerahkan suasana. Ia minta Se-ri mengarahkannya agar lebih mendapat reaksi penonton.

“Aku baca di jadwalnya, ada “pertarungan ayam”. (permainan rakyat di Korea, di mana setiap peserta mengangkat satu kakinya dan melompat-lompat dengan satu kali lalu mneggunakan lutut untuk menjegal lawan agar terjatuh. Peserta yang terakhir berdiri adalah pemenangnya.) Aku akan menantangmu dalam permainan itu. Jadi tolong bantu aku,” kata Ae-jung pada Se-ri.

PD Kim menganggap itu adalah ide yang bagus. Se-ri tak menyangka Ae-jung malah menerima usulannya (yang sebenarnya sindiran) dan bukannya tersinggung.

MP-00074 MP-00076

Syuting “Couple Making”. Ae-hwan menyarankan Ae-jung untuk menjadi pemenang lalu memilih “hiking” untuk acara kencannya. Kemudian Ae-jung bisa meminta Pil-joo mengajarinya naik sepeda.

Ae-jung bertanya-tanya apa yang harus ia lakukan agar membuat acara hari ini menarik. Ae-hwan melihat sekitarnya dan melihat tabung gas helium di depannya yang digunakan untuk meniup balon. Ia mengambil selang gas helium dan menghirupnya.

Suara Ae-hwan berubah, jadi seperti suara alien. “Ae-jung, bukankah ini lucu? Ayo cobalah.”

Ae-jung tertawa dan mencobanya.

MP-00080 MP-00081

“Oppa…Oppa!” Suara Ae-jung seperti suara anak kecil . Ae-hwan pergi untuk memberitahu hal ini pada sutradara.

Pil-jo datang dan memanggil Ae-jung. “Yoon Pil-joo-shi,” sapa Ae-jung dengan suara anehnya.

“Ada apa dengan suaramu?” tanya Pil-joo geli.

“Ini karena helium…hahaha…” Ae-jung tertawa. Pil-joo ikut tertawa.

“Malam itu di bioskop, aku yakin kau terkejut. Hanya saja ada seseorang yang ingin kuhindari dan kau tidak mengatakannya pada siapapun, bukan?” tanya Ae-jung.

Pil-joo mengangguk, ia tidak memberi tahu siapapun.

Dengan nada minta maaf Ae-jung berkata ia membicarakan hal yang serius tapi karena suaranya semuanya malah terdengar lucu. Ia berharap suranya segera kembali.

Pil-joo ingin mencobanya. Ae-jung tidak mau memberikan selang itu. Ia tidak mau membagi perhatian penonton dengan Pil-joo.

Pil-joo mengambil selang itu, “Ayolah, sekali saja.”

MP-00085 MP-00086

“Apa kau benar-benar akan melakukannya dalam acara nanti?” tanya Ae-jung.

“Jika hal ini membuat orang tertawa tentu saja aku akan melakukannya. Aku adalah seorang entertainer sekarang,” sahut Pil-joo.

Pil-joo menghirupnya dan mulai bersuara aneh. Ae-jung tertawa-tawa. Se-ri dan penulis Han yang baru datang juga melihat kegembiraan mereka.

Penulis Han berkata sepertinya Pil-joo dan Ae-jung benar-benar telah menjadi akrab. Kelihatannya Ae-jung tidak akan dieliminasi pada tahap berikutnya. Se-ri tidak berkata apa-apa namun ia terlihat kesal.

MP-00093 MP-00094

Ae-jung bertanya pada Pil-joo apakah berbahaya jika menghirup gas Helium terlalu banyak. Pil-joo menatap Ae-jung dan berkata ia khawatir dengan Ae-jung. Ae-jung pikir Pil-joo mengatakannya karena gas Helium itu berbahaya dan bisa menyebabkan sakit kepala jika menghirup terlalu banyak.

Pil-joo tidak membantah, ia mengatakan Ia khawatir Ae-jung terluka dan ia tidak ingin Ae-jung terluka. Wow, maknanya daleeem^^ Ia tidak ingin Ae-jung terluka karena Jin.

“Tapi, jika sesuatu menyakitimu, datanglah padaku. Aku akan mengobatimu,” kata Pil-joo sambil menatap Ae-jung.

Ae-jung tersenyum senang, “Ya, sepertinya Yoon Pil-joo adalah seorang dokter yang baik.” Pil-joo tersenyum.

MP-00099 MP-00100

Moon menginterogasi Jae-seok. “Apa kau benar-benar tidak melihat wanita yang bersama Jin?” Jae-seok terlihat menyesal dan berkata ia tidak melihatnya. Moon yakin ada seseorang bersama Jin tapi ia tidak bisa menebak siapa orang itu.

Jae-seok bertanya pada Moon seandainya Jin mengencani seorang selebritis rendahan, apa yang akan Moon lakukan? Moon menertawakan kemungkinan itu. Tidak mungkin Jin membuat statusnya merosot.

“Jika…anggap saja jika…,” desak Jae-seok.

“jika benar terjadi seperti itu, aku akan mengirim Jin ke luar negeri. Dan selama Jin pergi, aku akan menghancurkan karier wanita itu agar ia tidak bisa lagi menjadi selebriti.”

Jae-seok menelan ludah, “Apa Dokko hyung (kakak) akan membiarkan itu terjadi?” Moon meyakinkan Jin tidak akan tahu apa-apa dan ia berkata itulah tugasnya sebagai agen Jin. Ia harus melindungi image Jin sebaik-baiknya. Ia tidak akan membiarkan selebritis rendahan menghancurkan karier Jin. Jae-seok menghela nafas panjang.

MP-00104 MP-00108

Giliran Jin yang diinterogasi oleh Moon. Moon bertanya apa Jin tidak sempat bertemu dengan Se-ri dan timnya yang juga pergi ke bioskop. Dengan tenang Jin menjawab ia juga tidak bertemu dengan Jae-seok yang dikirim Moon untuk memata-matainya. Moon tertawa kikuk karena Jin mengetahuinya.

Moon berkata Se-ri pasti merasa malu pada rekan setimnya karena tidak bertemu Jin kemarin. Ia mengusulkan untuk mengirim bunga dan kue pada Se-ri di studio, atas nama Jin. Selain itu juga untuk memperingati setahun diumumkannya kencan Se-ri dan Jin.

Jin berpikir sejenak, studio yang mana? Apa studio Couple Making? Moon membenarkan. Jin menawarkan diri untuk membawa sendiri kue dan bunga itu ke studio. Ia beralasan ingin melakukannya agar Se-ri tidak segera mendepaknya. Moon tentu saja senang dengan inisiatif Jin. Padahal itu akal-akalan Jin agar bisa melihat Ae-jung.

Jin bertanya kesan Moon mengenai dirinya. Apakah dia (Jin) benar-benar orang yang kasar? Moon heran mengapa Jin mendadak menanyakannya. Jin berkata sebelumnya ia tidak pernah memikirkannya tapia akhir-akhir ini kepribadiannya mempersulit dirinya.

“Dokko Jin sedang melalui hal sulit?” tanya Moon.

“Yeah, dan semakin lama semakin sulit,” aku Jin dengan wajah putus asa.

MP-00113 MP-00114

Syuting Couple Making dimulai. Para peserta wanita (4 orang termasuk Ae-jung) mengikuti pertarungan ayam. Dan Ae-jung berhasil menjegal semuanya. Ae-jung melompat-lompat gembira.

Pembawa acara yang satu lagi, selain Se-ri, memuji Ae-jung memang “paha ayam” Kukbeo Sonyeo. Ae-jung membantahnya. Ia menunjuk Se-ri, “Se-rilah yang dulu menjadi “paha ayam” Kukbeo Sonyeo.”

MP-00115 MP-00117

Se-ri tertegun. MC satu lagi berkata ia baru pertama kali mendengar hal seperti itu. Se-ri terpaksa tertawa untuk menutupi kekesalannya. Ae-jung berkata dalam semua variety show, Se-rilah yang selalu memenangkan pertarungan ayam. Dan akhirnya mereka ditunjuk untuk membintangi iklan paha ayam Kukbeo Sonyeo.

Ia bertanya apakah Se-ri ingat itu. Mata Se-ri melirik kesal pada Ae-jung tapi mulutnya tetap tersenyum. Ia terpaksa membenarkan kata-kata Ae-jung di depan kamera.

MC mengusulkan mereka melihat iklan lama tersebut dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyaksikan pertarungan ayam antara Ae-jung dan Se-ri.

Se-ri melambaikan tangannya, mencoba menolak. Ae-jung berteriak, Jika MC membolehkan, ia akan mencobanya dan menantang Se-ri untuk bertarung.

MP-00133 MP-00134

Se-ri terpaksa menyambut tantangan Ae-jung. Namun jika hanya bertarung tentulah tidak seru, ia ingin ada hadiahnya. Jika Ae-jung menang, maka Ae-jung berkesempatan melakukan dua kali kencan dengan Pil-joo, namun jika Se-ri menang maka Se-ri menggantikan kesempatan kencan Ae-jung. Kali ini Ae-jung yang terpaksa mengikuti aturan Se-ri.

Keduanya berhadapan di tengah panggung, menaikkan satu kaki mereka dan mulai melompat-lompat mendekati lawan. Ae-jung berhasil membuat Se-ri goyah tapi Se-ri tidak terjatuh dan memantapkan posisinya kembali.

Se-ri menatap Ae-jung dan berkata dalam hatinya, “Benar. Dulu akulah paha ayam Kukbeo Sonyeo. Tapi aku tidak bisa mempertahankan paha ayam itu.”

Kilas balik (iklan ayam goreng)

Kukbeo Sonyeo menjadi bintang iklan sebuah produk ayam goreng. Sutradara menghentikan syuting iklan dan bertanya mengapa Se-ri yang memegang paha ayam, bukankah Ae-jung yang seharusnya memegangnya. Se-ri disuruh menukar paha ayamnya dengan sayap yang dipegang Ae-jung.

Se-ri kesal. Ae-jung merasa tak enak dan bertanya apa Se-ri mau berada di depan (dan memegang paha ayam). Se-ri berkata pelan, “Sudahlah. Sutradara berkata kakaklah paha ayamnya. Aku adalah sayap jadi aku akan berdiri di belakang.”

MP-00514 MP-00519

Se-ri kembali ke posisinya di belakang dan syuting iklan pun dilanjutkan.

Akhir kilas balik.

Mengingat itu Se-ri semakin kesal. “Tapi sekarang berbeda. akulah MC-nya dan kakak (Ae-jung) bukanlah apa-apa.” Se-ri pun melompat dengan penuh tekad mendekati Ae-jung.

MP-00524 MP-00525

Jin melihat pertarungan tersebut dari jauh. Ae-jung berhasil menjatuhkan Se-ri dengan 3 kali benturan. Jin bertepuk tangan bangga hehe^^

“Goo Ae-jung, kau benar-benar kuat. Nice, nice…” (Jin kok kaya landak ya, dipenuhi duri gitu)

MP-00154 MP-00156

Selesai syuting, Pil-joo menghampiri Ae-jung yang sedang berisitirahat dan membalsem kakinya. Pil-joo memujinya ahli dalam pertarungan ayam. Ae-jung tertawa, “Kesempatan syuting selama seminggu taruhannya, aku harus bertarung hidup dan mati.”

Ae-jung memenangkan kencan bersepeda di gunung. Pil-joo bertanya apa Ae-jung bisa bersepeda dengan baik. Ae-jung mengaku sebenarnya ia tidak bisa dan harus banyak berlatih. Ia berkata karakternya di TV adalah orang yang reseh jadi ia minta Pil-joo jangan marah jika ia meminta Pil-joo mengajarinya bersepeda. Pil-joo tertawa kecil.

“Lalukan apa saja yang kau mau. Aku juga berada dalam industri TV sekarang. Praktikus pengobatan yang kukagumi adalah Lee Jae-ma. Bagaimana bisa aku sekarang tampil dalam variety show?”

Jin berjalan di belakang mereka dan melihat mereka tertawa-tawa. Ae-jung berkata kalimat Pil-joo lucu sekali, bolehkah ia mengucapkannya dalam acara nanti. Ia akan menuliskannya. Karena Ae-jung tidak membawa bolpen, Pil-joo meminjamkan bolpen miliknya.

MP-00162 MP-00168

Pil-joo mengusulkan kata-kata yang lucu untuk ditulis Ae-jung. Ae-jung tertawa hingga Jin kesal melihatnya(cemburu deh^^). Ae-jung mengenali bolpen itu adalah bolpen yang berharga bagi Pil-joo. Pil-joo mengingatkan Ae-jung untuk mengembalikannya. Pil-joo di telepon PD Kim dan ia pun pergi.

Kesempatan ini digunakan Jin untuk mendekati Ae-jung. Ia duduk di samping Ae-jung. Ia memuji Ae-jung.

“Goo Ae-jung, kau cukup hebat dalam pertarungan ayam. Seperti ayam jantan yang penuh energi. ‘Olah ayammu” benar-benar hebat.” Jin mengacungkan jempolnya.

“Olah ayam? Apa kau pikir mencari nafkah seperti aku adalah hal yang lucu? Caramu berbicara…” Ae-jung pikir Jin meledeknya.

Senyum dan jempol Jin menghilang, “Aku sedang memujimu. Aku mencoba bergurau.”

MP-00173 MP-00174

“Tidak lucu sama sekali, “ sahut Ae-jung.

“Kau tertawa keras sekali mendengar gurauan “garing (tak lucu)” Yoon Pil-joo. Tidak bisakah kau hanya tertawa mendengar gurauanku?”

“Gurauan Yoon Pil-joo memang lucu jadi aku tertawa.”

Jin menahan kesabarannya, “Benar, kau ingin terlihat baik di depannya jadi kau berusaha tertawa keras. Imagemu memang cocok dengan karakter reseh, jadi tertawalah yang keras…hahahaha….”

“Maksudmu aku terlihat murahan karena imageku?” Ae-jung kembali salah paham.

“Aku menyemangatimu agar kau kuat kembali,” sahut Jin mulai putus asa.

“Aku sama sekali tidak menemukan kekuatan. Jika kau datang untuk menyiksaku sebaiknya kau pergi jauh-jauh saja!” usir Ae-jung.

Aww..poor Jin. “Aku ingin terlihat baik di depanmu jadi aku memaksa diriku memuji dan menyemangatimu. Aku sama sekali tidak mengatakan kau murahan atau menertawakanmu!” protes Jin.

Ae-jung jadi merasa sedikit bersalah.

“Jika kau ingin memujiku dan menyemangatiku seharusnya kau melakukannya dengan baik-baik. Yah, karena Dokko Jin memiliki mulut dongkko (a**hole, lubang a*us), maka masuk akal kata-kata yang dikeluarkan seperti itu. Tapi, coba tahanlah sedikit…tahan sedikit lebih lama. Seperti ketika kau mau membuka dongkko-mu, kau menahannya dulu, lalu pergi ke toilet dan membukanya di sana. Jadi ketika kau membuka mulutmu, tahanlah sedkit dan tanyakan pada dirimu apakah hal itu tepat untuk dikatakan. Lihatlah situasinya dulu baru bukalah mulutmu,” Ae-jung menasihati panjang lebar sementara Jin berusaha bersabar menelan kata-kata Ae-jung.

MP-00177 MP-00180

“Kau sedang memperingatkanku? Seharusnya kau melakukannya dengan baik-baik. Karena kau memang seperti itu, aku akan melakukan seperti yang kau lakukan. Aku akan menahannya dan berpura-pura tidak mengatakannya.”

Ae-jung mengangguk, akhirnya ia berterima kasih pada Jin atas pujian dan semangatnya. Ia memastikan akan berusaha keras dan bertahan sampai acara itu berakhir.

“Dan aku pasti akan menjadi pasangan Yoon Pil-joo.”

“Kau akan menjadi apa?” tanya Jin kaget.

“Couple…acara ini kan berjudul Couple Making.”

Jin baru sadar acara itu adalah acara perjodohan. Ckckck…

MP-00186 MP-00187

Ae-jung berkata sejauh ini ia telah terlihat baik di depan Pil-joo. Ia menghela nafas, jika ia bertahan sampai akhir pastilah itu yang terbaik.

Ae-jung memegangi bolpen Pil-joo. Jin melihatnya dan bertanya apakah itu milik Pil-joo. Ae-jung mengiyakan. Jin ingin melihat bolpen itu dan tanpa curiga Ae-jung memberikannya. Ae-jung berkata bolpen itu sangat berarti bagi Pil-joo.

“Jadi jika kau menghilangkannya, dia pasti akan sangat marah padamu, kan?” tanya Jin. Dasar polos, Ae-jung menjawab, “ kurasa begitu.” Jin mendadak melangkahkan kakinya ke dalam kolam bola besar yang ada di depan mereka dan memasukkan bolpen itu ke sana. Lalu ia mengubek-ubek (bahasa apa ini???) kolam itu agar bolpen itu tidak bisa ditemukan.

Ae-jung panik dan bertanya apa yang Jin lakukan. Jin menyuruh Ae-jung bilang pada Pil-joo bahwa ia telah menghilangkan bolpennya. Lalu Pil-joo akan marah padanya. Ae-jung bingung.

MP-00193 MP-00196

“Kau harus menyukaiku! Jadi berhentilah dari acara ini sekarang juga!” kata Jin dengan tegas.

Jin masuk lagi ke kolam dan mengubek-ngubek bola. Ae-jung memukulinya dan berusaha menariknya keluar dari kolam bola. Jin pergi seperti tidak ada apa-apa.

Ae-jung kebingungan. “Apa yang harus kulakukan?”

Ia masuk ke kolam bola dan mencari bolpen itu. “Bagaimana bisa aku menemukannya?” serunya hampir menangis.

MP-00202 MP-00207

Jae-seok mengantar kue dan bunga untuk Se-ri. Penulis Han memuji Jin sangat baik seperti image-nya. Ia berkata Se-ri sedang bad mood dan tidak mau keluar dari van (gara-gara kalah dari Ae-jung).

Jin masuk dan berteriak pada Jae-seok. Tapi sikapnya langsung berubah begitu tahu banyak orang di sana. Ia langsung bersikap sopan pada Jae-seok.

Penulis Han menahannya dan berkata bahwa Se-ri sedang bad mood. Jadi ia minta Jin mengadakan sesuatu untuk mencerahkan mood-nya. Jin melirik Jae-seok. Penulis Han tahu hari ini adalah hari setahunnya Se-ri berkencan dengan Jin, jadi ia minta Jin merayakannya di situ. Semua memohon pada Jin. Jin tidak bisa menolak. Semua bertepuk tangan dengan gembira.

MP-00211 MP-00214

Ae-jung keluar dari kolam bola dengan kesal. Ia tidak bisa menemukan bolpen Pil-joo. Kemudian sepatunya malah hilang sebelah dan rambutnya jadi berantakan. Amarahnya berkobar pada Jin.

“Dokko Jin! Aku akan menguburmu di dalam bola-bola ini!!” serunya.

Dengan sebelah kaki telanjang dan memanggul papan , Ae-jung mencari Jin di dalam studio. Ia mendengar Jae-seok yang berkata di telepon bahwa Jin sedang menunggu di ruang ganti. Ae-jung langsung menuju ke sana.

MP-00218 MP-00221

Jin sedang menunggu Se-ri di ruang ganti. Ia memegang buket bunga dan menggigit setangkai mawar merah. Ruangan itu sudah ditata dengan berbagai makanan, balon-balon, dan lilin. Suasana romantis pokoknya…

Ae-jung menendang pintu ruang ganti dan melangkah masuk. Ia terkejut melihat meja yang telah ditata. Jin juga kaget. Bunga mawar itu terjatuh dari mulutnya.

“Goo Ae-jung-sshi?”

“Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Ae-jung sinis.

MP-00226 MP-00228

“Aku sedang berada dalam sebuah acara (Keluar, Jin komat kamit memberi isyarat).”

“Acara? Apa kau ingin terlihat baik untuk seseorang?“ sindir Ae-jung lagi. Ia pikir semua itu masih usaha Jin untuk menariknya.

“Sepertinya kau sedang benar-benar marah. Hentikan sebentar dan biarkan aku jelaskan,” kata Jin. Harusnya Ae-jung sadar sikap dan kata-kata Jin berbeda dari biasanya.

“Tutup dongkko-mu!” bentak Ae-jung. Jin langsung melompat mengencangkan mulut dan bokongnya hahaha^^

(Keluar!) Jin berusaha memberi isyarat pada Ae-jung.

“Aku sebenarnya ingin membiarkannya tapi kupikir aku tidak bisa lagi,” kata Ae-jung.

MP-00230 MP-00231

“Goo Ae-jung-sshi!” Jin memberi peringatan, ia melirik sekitarnya.

“Aku tidak perlu kata-kata semangatmu atau pujianmu. Apa yang akan kau lakukan dengan “pen” (bolpen) yang kauhilangkan? Kembalikan!”

“Goo ae-jung-sshi” Jin terus memberi isyarat.

“Juga jangan pernah muncul lagi di depanku. Aku TIDAK AKAN TI-DAK A-KAN pernah menyukaimu!” Ae-jung meniup lilin di meja.

Lampu-lampu menyala. Se-ri muncul di pintu.

“Apa yang sedang kau lakukan?” tanyanya pada Ae-jung.

Ae-jung terkejut dan semua orang yang tadinya bersembunyi keluar dari tempat persembunyian mereka. Jin menghela nafas. Ae-jung baru sadar semua kata-katanya tadi didengar oleh banyak orang.

MP-00235 MP-00236

Jin mengambil alih dan berkata ia tahu Ae-jung telah mengalami banyak hinaan dan cacian karena dirinya (insiden tabrakan) hingga menjadi marah. Jin berkata ia berusaha meminta maaf dengan memberi semangat dan pujian tapi sepertinya tidak cukup bagi Ae-jung. Jin berkata fans (pen/bolpen) Ae-jung yang hilang hanya bisa didapat kembali dengan acara jumpa fans atau semacamnya. Dan sayangnya Jin tidak bisa membantu Ae-jung soal itu.

Ae-jung tidak bisa berkata-kata. Jin menghampiri Ae-jung. “Mendengar kau tidak akan pernah menyukaiku, sungguh disayangkan.” Jin cepat-cepat keluar. Di depan Ae-jung ia berhenti dan komat kamit mengucapkan “maaf”.

Penjelasan Jin malah membuat Ae-jung seakan-akan orang yang salah dan Jin orang yang baik. Se-ri memandang Ae-jung dengan kesal dan mengejar Jin. Semua orang membicarakan hal itu. Pil-joo kebetulan lewat dan melihat Ae-jung.

MP-00237 MP-00242

Muncullah berita di internet bahwa bintang top A sedang mengadakan acara untuk Nn. B ketika ia dipermalukan oleh Nn. C. Nona C dikenal memiliki dendam terhadap A. Semua staf yang melihat kejadian itu terkejut dengan sikap C. C dulu berada dalam satu grup dengan B.

Jenny membaca berita itu bersama Ae-hwan dan Jae-seok. Ae-hwan berkata C menjadi nomer satu dalam pencarian berita di internet. Dan nama yang tertera di bawah C adalah Goo Ae-jung. Para netizen itu menakutkan, katanya. (That’s true…walau ngga semua hehe^^). Jenny berkata jelas sekali berita ini menunjuk pada Ae-jung.

Ae-jung mengurung diri di rumahnya. Ia bahkan tidak berselera makan. Jin meneleponnya namun langsung dimatikan oleh Ae-jung.

MP-00246 MP-00249

Ternyata Jin menelepon dari dalam mobil di depan rumah Ae-jung. Ia tahu Ae-jung masih sangat marah. Ia mencoba mengirim pesan sms pada Ae-jung untuk meminta maaf tapi ia ingat kata-kata Ae-jung yang menegaskan bahwa ia tidak akan pernah menyukai Jin. Jin memutuskan salah Ae-jung sendiri yang berkata seperti itu. Mengapa semuanya menjadi rumit, keluhnya.

Ae-jung menemui Pil-joo dan meminta maaf karena telah menghilangkan bolpennya. Ia berkata ia sudah meminta bagian properti untuk menghubunginya jika mereka membongkar kolam bola itu dan menemukan bolpen Pil-joo.

Pil-joo mengajak Ae-jung mencari bersama.. Bukankah sepatu Ae-jung juga hilang. Ae-jung menghela nafas frustasi dan mulai memukuli dadanya.

“Aku benar-benar frustasi akhir-akhir ini,” keluhnya.

“Kalau begitu tetaplah pukuli bagian yang kaupukul itu. Itu adalah titik yang dapat melegakan frustasi. Kau melakukannya secara insting untuk menyembuhkan dirimu sendiri.”

MP-00252 MP-00254

Pantas saja aku melakukannya, kata Ae-jung. Pil-joo menghibur Ae-jung bahwa semua akan kembali ke tempatnya (semua akan baik-baik saja). Pil-joo berkata kunci kesembuhan adalah percaya. Ae-jung berkata semua kata-kata Pil-joo sepertinya dapat dipercaya.

Mereka berjalan menyusuri studio ketika Ae-jung bertemu dengan kepala bagian properti. Ae-jung menanyakan bolpen tapi orang itu tampaknya tidak peduli dan menganggap sambil lalu permintaan tolong Ae-jung. Pil-joo yang melihatnya menjadi khawatir kalau Ae-jung akan merasa terbebani jika bolpen itu tidak ditemukan.

MP-00258 MP-00261

Jin bertemu dengan Se-ri. Ia ingin segera menyelesaikan hubungannya dengan Se-ri karena keadaan semakin rumit. Se-ri bertanya apa karena artikel tentang A dan B? Bukankah semuanya sudah selesai dengan C menanggung semua kesalahan?

Jin membenarkan, C-lah yang menanggung semuanya. Se-ri berkata Ae-jung selalu berada di tempat yang salah pada waktu yang salah. “Mengapa dari sekian banyak tempat, ia malah ke ruang ganti? Persis seperti dulu (ketika Ae-jung menampar Se-ri).”

Dulu Ae-jung juga melakukan sesuatu di saat banyak wartawan. Jin tertarik dan bertanya kesalahan apa yang Se-ri lakukan waktu itu?

Se-ri tersinggung. Jin bertanya kesalahan apa yang dilakukan Se-ri hingga Ae-jung bereaksi seperti itu. Se-ri berkata tidak ada apa-apa sama seperti yang terjadi pada Jin sekarang.

“Aku memang melakukan sesuatu. Kesalahan apa yang kaulakukan?”

“Aku hanya bercanda sedikit dan ia menjadi sangat marah,” Se-ri membela diri. “Apa kau juga begitu membencinya? Apa yang sudah kaulakukan? Apa kau membuatnya kesal?”  

“Berpikir bahwa aku telah melakukan hal yang sama seperti yang telah kaulakukan, benar-benar membuatku malu,” gumam Jin.

“Kak Ae-jung juga berkata ia tidak menyukaimu jadi jauhi saja dia. Setelah kejadian dulu, aku tidak bertemu dengannya selama 10 tahun.”

Jin terhenyak, “10 tahun…itu terlalu lama!” Ia berkata pada Se-ri bahwa ia akan mempersiapkan “perpisahan” mereka secepatnya lalu Jin pergi begitu saja.

MP-00266MP-00268

Jin pergi ke ruang properti studio. Ia disambut dengan ramah oleh kepala bagian properti. Jin melihat ruang yang luas itu dan memerintahkan beberapa orang untuk mencari bolpen Pil-joo.

Akhirnya bolpen itu ditemukan. Juga sepatu Ae-jung.

Pada waktu yang sama Pil-joo membeli bolpen yang persis sama dengan bolpennya yang hilang.

MP-00272 MP-00277

Ibu Pil-joo sedang bergosip dengan perawat di klinik Pil-joo mengenai berita artis A, B, dan C. Ia tahu C adalah Ae-jung. Mereka menertawakan Ae-jung yang mendapat julukan baru “Gadis Ribut” karena telah menciptakan keributan. Ibu Pil-joo berkata ia harus memperingatkan Pil-joonya agar tidak dekat-dekat dengan Ae-jung.

Ayah Ae-jung datang mencari Pil-joo. Ibu Pil-joo dengan senang menghampirinya. Ayah Ae-jung berkata putrinya sedang lemah akhir-akhir ini jadi ia ingin minta nasihat Pil-joo.

Ibu Pil-joo berkata Pil-joo sedang keluar. Dengan prihatin, ibu Pil-joo menghibur ayah Ae-jung tentang artikel A, B, dan C. Ayah Ae-jung langsung sedih namun tidak mengatakan apa-apa.

MP-00281 MP-00282

Untuk menghibur ayah Ae-jung yang dikiranya ayah Kang Se-ri, ibu Pil-joo menawarkan sekotak obat herbal eksklusif. Ia menyuruh ayah Ae-jung mencoba sebutir dan berkata obat itu sangat baik jika dimakan satu setiap harinya.

“Aigooo…dengan mengunyahnya saja sudah membuatku berenergi kembali,” puji ayah Ae-jung.

“Mintalah putrimu membelikannya. Kang Se-ri menghasilkan banyak uang, bukan? Karena kau adalah ayah Kang Se-ri, aku memberimu sampel. Harganya 200 dollar perbuah.”

“200 dollar? Jadi sample ini: 1, 2, 3,…semuanya 2000 dollar?”

Dengan bangga ibu Pil-joo berkata ia memberikan sampel ini gratis karena ia adalah ayah Se-ri.

Ayah Ae-jung mencoba menjelaskan, “sebenarnya putriku Ae-jung… (matanya memperhatikan obat herbal 200 dollar)..penuh Ae-jung (kasih sayang) padaku. Se-ri akan sangat berterimakasih. Aku akan menerimanya.”

Ia memasukkan obat tadi kembali ke mulutnya.

MP-00288 MP-00290

Jin menunggu Hyung-gyu di depan sekolahnya dan memanggilnya. Jin bertanya pada Hyung-gyu apakah Ae-jung ada di rumah karena ia tidak menjawab telepon. Hyung-gyu berkata bibinya berkata akan ada di rumah seharian. Jin meminta Hung-gyu membujuk bibinya untuk mengangkat telepon. Jika Ae-jung tidak mengangkat, Hyung-gyu harus mengangkatnya dan mengopernya pada Ae-jung. Hyung-gyu menurut.

Jin melihat ke langit dan bergumam, “Melihat wajahnya (Ae-jung) pasti seperti mencabut sebuah bintang dari langit (kelam).” Jin bermaksud mengembalikan bolpen Pil-joo pada Ae-jung agar Ae-jung tak marah lagi. Tapi ia juga tidak mau Ae-jung menjadi dekat dengan Pil-joo.

MP-00295 MP-00296

Hyung-gyu ditegur teman-temannya karena mereka dilarang berbicara dengan orang asing. Hyung-gyu berbisik bahwa ia berbicara dengan Dokko Jin, bukan orang asing. Tentu saja teman-temannya tidak percaya dan menuduhnya telah berbohong. Hyung-gyu berkata itu benar-benar Dokko Jin. Mereka jadi berdebat.

Akhirnya Jin berteriak,” Itu tidak bohong!” ia keluar dari mobil dan memeluk pundak Hyung-gyu. Hyung-gyu senang dan bangga.

“Aku adalah Dokko Jin. Dan anak ini mengenalku. Jika kalian punya kamera di ponsel, kalian boleh mengambil foto. Dan sebarkan foto-foto itu sebagai bukti betapa spesialnya anak ini.”

Hyung-gyu sangat senang. Mereka pun berpose…so cute^^

MP-00304 MP-00308

Hyung-gyu ikut ke rumah Jin dan menelepon Ae-jung agar menjemputnya. Ini akal-akalan Jin agar Ae-jung mau menemuinya. Jin bertanya apakah teman-teman Hyung-gyu tidak tahu kalau bibinya adalah selebritis.

Hyung-gyu berkata ia tidak memberitahu siapapun karena dilarang keras oleh bibinya. Jin menerka bahwa keluarga selebriti yang tidak disukai juga pasti akan kena dampak buruknya.

“Hei Ding-dong, kau boleh menyebarkan bahwa kau dekat denganku. Aku juga akan mengirim 100 tandatangan ke kelasmu. Sebarkan saja sesukamu.”

Hyung-gyu berterima kasih dengan sopan. Jin melihat mic mainan Pororo yang dikalungkan di leher Hyung-gyu. Ia bertanya mainan apa itu. Hyung-gyu mengatakan itu adalah detektor kebohongan. Jin ingin melihatnya.

MP-00529 MP-00531

“Jika kau berbohong, lampu merah akan menyala dan mengatakan ‘kau berbohong’,” Hyung-gyu menjelaskan.

Jin menyalakannya dan lampu mic itu langsung menyala sambil berkata ‘itu bohong”.

“Ini adalah alat pendeteksi kebohongan yang menyangkal bahwa ia adalah pendeteksi kebohongan,” ujar Jin geli.

“Tapi jika kita tidak dekat dan aku berkata bahwa kita dekat, bukankah itu bohong? Apakah kita boleh berbohong?” tanya Hyung-gyu khawatir.

Jin menyodorkan mic itu pada Hyung-gyu, “katakan bahwa kita dekat.”

“Kita dekat,” kata Hyung-gyu. Lampu mic itu tidak menyala.

“Lihat, lampunya tidak menyala bukan? Itu bukanlah kebohongan jadi kau boleh mengatakannya,” sebenarnya Jin juga takjub dengan ke’ajaib’an mainan ini.

Hyung-gyu tersenyum mengangguk.

MP-00534 MP-00539

Ae-jung menjemput Hyung-gyu. Ia masih marah dengan Jin dan tidak mau melihatnya. Ae-jung berusaha membangunkan Hyung-gyu yang tertidur pulas di sofa. Dengan kesal ia menuduh Jin telah memanfaatkan Hyung-gyu karena ia tidak menjawab telepon Jin.

Jin berkata ia tak sengaja bertemu Hyung-gyu yang lalu mengikutinya. Jadi ia tidak punya pilihan dan membawanya. Ae-jung terlihat tak percaya.

“Apa kaupikir aku menunggu di depan sekolah keponakanmu dan berbicara dengan manis padanya untuk meneleponmu dan menyuruhmu datang ke sini? Aku ini Dokko Jin, hmm? Hanya karena kau berkata “TIDAK AKAN TI-DAK A-KAN pernah menyukaiku” (jin ngomongnya kaya orang kebelet pas bagian ini^^), apa aku orang yang akan melakukan hal seperti itu?”

MP-00314 MP-00315

“Jika tidak, ya sudahlah,” ujar Ae-jung ketus.

“Memang tidak, mulai sekarang aku tidak akan menahanmu lagi.”

Ae-jung terdiam sejenak. “baiklah, sungguh melegakan.”

Jin melihat reaksi Ae-jung, “barusan kau sedikit kecewa, bukan? Kau berdebar karena kubilang tidak akan menahanmu.”

Ae-jung membantahnya tapi Jin menyuruh Ae-jung jangan berbohong. Jin mengambil mic Pororo dan duduk di sebelah Ae-jung.

“Ini adalah pendeteksi kebohongan. Jika kau berbohong, dalam sekejap lampunya akan menyala merah.”

MP-00319 MP-00324

Jin menyuruh Ae-jung mengatakan yang sebenarnya, Ae-jung tidak mau. Jin mendesak ae-jung dan menyuruhnya mengatakan yang sebenarnya atas anam Ding-dong (karena anak adalah sesuatu yang berharga). Jika Ae-jung berbohong, maka Ding-dong akan tumbuh besar dengan bentuh tubuh seperti sekarang.

Ae-jung melihat Hyung-gyu yang tembem.

“Jika kau ingin Ding-dong memiliki tubuh yang bagus seperti aku, maka jangan berbohong dan katakan yang sebenarnya. Kau tadi kecewa bukan?”

Ae-jung mencibir. Ia melihat Ding-dong lagi.

“Kau kecewa karena kubilang tidak akan menahanmu lagi?”

“TIDAK!” seru Ae-jung kesal.

“Itu bohong! Kau tidak boleh bohong!” kata Pororo. Lampu mic itu menyala.  

Jin menggoda Ae-jung dengan mendekatkan mic itu ke wajah Ae-jung. Ae-jung jadi kesal dan menepis mic itu hingga mengenai mata Jin.

“Apa kau tidak apa-apa?” tanya Ae-jung khawatir.

MP-00329MP-00336

Mereka duduk di meja makan. Jin mengompres matanya sambil mengaduh kesakitan. Ae-jung merasa bersalah.

“Kau baik-baik saja?”

“Aku tidak baik-baik saja. Bola mataku hampir terloncat keluar. Dokko Jin dipukul Pororo.”

“Lebih baik terpukul oleh Pororo daripada oleh Goo Ae-jung. Setidaknya Pororo adalah bintang top,” sahut Ae-jung.

Ae-jung berkata mata Jin terlihat merah, apa mungkin ada pembuluh darah yang pecah. Jin jadi khawatir karena ia harus mengadakan tur promosi ke Jepang. Ae-jung minta Jin mendekatkan wajahnya. Ia memeriksa mata Jin.

Begitu menyadari wajah Ae-jung sangat dekat dengan wajahnya, jantung Jin berdebar kencang. Jin tidak berani menatap Ae-jung. Ae-jung menyuruh Jin menatapnya dan menyuruhnya melihat ke kanan dan ke kiri.

MP-00348 MP-00349

‘Kelihatannya tidak apa-apa, hanya ada sedikit bagian yang lebih merah. Sungguh melegakan.”

Jin tidak berkata apa-apa, ia terus menatap Ae-jung. Ae-jung jadi salah tingkah. Jin memegang kedua bahu Ae-jung.

“Goo Ae-jung. Kali ini aku yang akan berbicara dan kau yang akan menyalakan detektor kebohongan. Bagiku Goo Ae-jung sulit (didapatkan). Sama sekali tidak mudah. Bahkan sebenarnya sangat sulit.”

Ae-jung menunduk, tak berani menatap Jin. Jin tersenyum melihat reaksi Ae-jung. Ia melepas bahu Ae-jung dengan perlahan.

MP-00357 MP-00361

“Jika aku menemukan bolpen dokter itu, apa kau akan menarik perkataanmu bahwa kau tidak akan pernah menyukaiku?” tanya Jin.

Ae-jung berkata jika Jin menemukannya, ia setidaknya bisa memaafkan Jin.

“Hanya memaafkan? Sepertinya akan memalukan bagimu jika kau menarik perkataan tidak sukamu dengan begitu mudah. Aku harus melakukan dengan cara lain agar kau bisa menarik perkataanmu tanpa kau harus merasa malu,” kata Jin.

Ae-jung tidak tahu harus berkata apa.

“Aku akan pergi ke Jepang besok untuk tur promosi film “Fighter”. Sementara aku pergi, kau bisa melakukan sesuatu untukku. Datanglah ke sini dan beri makan ikan-ikan itu.”

Ae-jung tak mengerti mengapa Jin memintanya melakukan itu. Jin berkata hanya Ae-jung yang tahu kode masuk rumahnya dan ia belum mengubahnya. Hanya Ae-jung yang bisa masuk dan ia tidak akan meninggalkan kunci pada siapapun. “Jika kau tidak datang mereka akan mati kelaparan.”

“Jika mereka mati, bukan salahku ya? Mengapa aku harus keluar masuk dunia Dokko Jin,” keluh Ae-jung.

Jin menatap Ae-jung dengan hangat. ”Nyalakan detektor kebohongan dalam hatimu. Maka kau akan menemukan dirimu dalam duniaku,” katanya lembut.

Ae-jung terpana.

MP-00367 MP-00370

Di rumah, Ae-jung mengambil mic Pororo dan mengingat perkataan Jin untuk menyalakan detektor kebohongan dalam hatinya.

“Aku tidak akan pernah menyukai Dokko Jin.”

“Itu bohong! Kau tidak boleh bohong!” seru Pororo. Ae-jung kaget dan melempar mic itu ke kasur. Ia merenungkan benarkah ia mulai menyukai Jin?

MP-00373 MP-00375

Jin mengisi tempat makanan ikan dan menyembunyikan bolpen Pil-joo di dalamnya. Jika Ae-jung memberi makan ikan-ikan Jin, maka Ae-jung akan menemukan bolpen Pil-joo. Dengan demikian, Ae-jung tidak akan merasa malu ketika memaafkan Jin dan menarik kata-katanya.

Pil-joo memandangi bolpen “tiruan” yang dibelinya. Ia ingin membuat seakan-akan Ae-jung yang menemukannya agar Ae-jung tidak terus merasa bersalah. Pil-joo memikirkan caranya.

MP-00544 MP-00377

Ae-hwan mendekati Hyung-gyu dan bertanya apakah Hyung-gyu benar-benar ke rumah Jin. Hyung-gyu membenarkan, kami benar-benar dekat. Ae-hwan bertanya bagaimana hubungan Jin dan Ae-jung, apa yang mereka bicarakan? Hyung-gyu mengatakan ia tidak mendengarkan apapun.

Keeseokan harinya Ae-hwan berbicara dengan Ae-jung bahwa popularitas Jin di Jepang bukan main. Ia berpikir jika Jin muncul dalam MV (video klip musik) Ae-jung, Ae-jung mungkin akan menapakkan kakinya dalam ketenaran hallyu.

Ae-jung meminta kakaknya jangan terlalu banyak minum kaldu kimchi (bermimpi di siang bolong). Ae-hwan bertanya kapan “Camellia” akan berbunga? Ia tahu Camellia di ponsel Ae-jung adalah Jin.

“Jika kau terlalu banyak minum kaldu kimchi, kau akan sakit pencernaan,” nasihat Ae-jung.

Asisten Se-ri ingin memotret Se-ri untuk mengeposnya di me2day (twitternya Korea). Se-ri minta diambilkan tetes air mata tiruan dari Prancis.

“Apakah Dokko Jin benar-benar ingin meresmikan perpisahan kalian?” tanya asisten Se-ri. Ae-jung yang tadinya tidak jadi msuk ke ruangan itu, diam-diam menguping pembicaraan mereka.

Se-ri berkata sebelum hal itu diumumkan, ia ingin terlihat sedih agar nantinya tidak terlalu mendapat cacian. Ia meneteskan air mata palsu di matanya. Asistennya bertanya bagaimana dengan kontrak iklan senilai 1 juta yang dibintangi Se-ri dan Jin. Se-ri berkata ia tidak tahu dan ia sedih memikirkannya.

MP-00385 MP-00386

Ae-jung datang ke rumah Jin untuk memberi makan ikan-ikan. Ia mengajak bicara ikan-ikan itu.

“Iklan senilai 1 juta won sedang berada di ujung tanduk dan kalau kalian kelaparan setengah mati pastilah akan membuat pemilik kalian sangat sedih. Aku merasa bersalah seakan-akan akulah penyebabnya. Itulah sebabnya aku datang ke sini.”

MP-00391 MP-00398

Ae-hwan mendekati penulis Han dan PD Kim. Ia ingin mereka membantu Ae-jung dalam acara dan setelah MV Ae-jung selesai, ia ingin minta bantuan mereka untuk menyiarkannya di TV.

Saat Ae-hwan berbicara tentang Ae-jung membuat album. Manager jahat itu (Manager Jang) tak sengaja mendengar pembicaraan mereka. Apalagi Ae-hwan berkata Jin akan membintangi MV Ae-jung. Penulis Han tertawa,mereka kan tidak memiliki hubungan yang baik. Ae-hwan membantahnya.

MP-00399 MP-00400

Manager Jang menemui Moon. Ia ingin memberi saran karena ia mengenal Ae-jung sejak debutnya. Ia menasihati Moon tidak berinvestasi untuk Ae-jung. Moon berkata ia sudah tahu skandal-skandal Ae-jung.

Manager Jang berkata Moon tidak tahu penyebab bubarnya grup Kukbeo Sonyeo. Apa artinya ada penyebab lain selain pertengkaran Se-ri dan Ae-jung? Tanya Moon.

MP-00403 MP-00404

Moon menemui Se-ri untuk menanyakan apa penyebab pertengkaran Se-ri dan Ae-jung hingga Kukbeo Sonyeo bubar. Se-ri heran Moon menanyakannya karena Jin juga pernah menanyakan hal yang sama. Se-ri menyangka Moon sedang mencari keburukannya untuk berjaga-jaga saat berita putusnya Se-ri dan Jin beredar. Moon tak mengerti. Se-ri menebak Moon belum tahu kalau Jin ingin mengakhiri hubungan dengan Se-ri. Kapan ia berkata begitu, tanya Moon. Setelah berita A, B, dan C tersebar, jawab Se-ri.

Moon berpikir sejenak. Sebenarnya apa yang dikatakan Ae-jung pada Jin di ruang ganti itu, tanya Moon. Ia menghambur ke situ dan berseru sekuat tenaga ‘aku tidak akan pernah menyukaimu!’, jawab Se-ri. Begitukah? Moon merenung.

Moon masih tak percaya Jin menyukai Ae-jung dan wanita yang telah membuat Jin susah adalah Ae-jung tapi ia mulai curiga.

Ae-jung datang ke rumah Jin dan memberi makan ikan-ikan. Sebentar lagi, bolpen Pil-joo pasti terlihat olehnya. Tapi sayang, Ae-jung malah mengisi kembali tempat makanan itu tanpa menemukan bolpen itu.

MP-00408 MP-00409

Jin baru pulang dari Jepang. Jae-seok melihat Jin memegangi dadanya. Ia bertanya apa Jin baik-baik saja. Jin selalu merasa seperti itu setiap kali naik pesawat. Jae-seok khawatir dan menawarkan untuk pergi ke rumah sakit. Tapi Jin bersemangat ingin langsung ke rumah, ia penasaran apakah makanan ikannya berkurang banyak.

Namun kegembiraannya lenyap ketika melihat tempat ikannya penuh (lebih penuh dari sebelumnya malah, cuma sayang Jin ngga menyadari itu) dan bolpen Pil-joo masih di dalam. Ia pikir Ae-jung tidak datang dan membiarkan ikan-ikannya kelaparan.

Sementara itu Pil-joo mengirim bolpen “tiruannya” pada Ae-jung dan membuat seakan-akan bolpen itu dikirim oleh bagian properti studion. Ae-jung yang menerimanya tidak curiga sama sekali dan sangat lega karena bolpen itu telah ditemukan.

MP-00412 MP-00413

Ae-jung segera mengembalikan bolpen itu pada Pil-joo. “Itu bolpenmu, bukan?” Pil-joo berbohong membenarkan. Ia berterima kasih Ae-jung telah menemukan bolpennya. Ae-jung minta maaf karena telah menghilangkan bolpen itu. Pil-joo berkata Ae-jung tidak perlu meminta maaf karena bolpen itu sekarang telah ditemukan.

Pil-joo ingin menraktir Ae-jung makan malam karena telah menemukan bolpennya. Ia mengajak Ae-jung ke tempat Jenny.

Malam itu Jin menunggu di depan rumah Ae-jung. Ia sedang berpikir perlukah ia memberikan bolpen itu langsung pada Ae-jung. Ae-hwan melihatnya dan menghampirinya.

“Dokko Jin-sshi, apa yang sedang kaulakukan di sini?”

“Apa yang kau lakukan di sini?” balas Jin.

Ae-hwan kebingungan, ini kan rumahku. Gubrakkk....

MP-00421 MP-00422

Ae-hwan bertanya apa Jin mencari Ae-jung. Jin mengatakan ada sesuatu yang hendak diberikannya pada Ae-jung. Ae-hwan berkata Ae-jung sedang di restoran Jenny. Jin hendak menyusul ke sana tapi Ae-hwan menghalanginya dan mengusulkan Jin menunggu di dalam rumah.

Ae-hwan membocorkan kalau Ae-jung hendak makan malam bersama Pil-joo. Walau hubungan mereka tidak begitu dekat tapi Ae-jung telah menemukan barang yang hilang milik dokter itu, Ae-hwan menjelaskan.

Jin terkejut, bolpen Pil-joo masih ada di tangannya. Ae-hwan mendesak Jin masuk ke rumah karena ia ingin membicarakan sesuatu dengan Jin. Ia ingin minta bantuan Jin untuk mempromosikan album baru Ae-jung dan MV-nya. Jin yang kesal, menjadi semakin kesal dan menyuruh Ae-hwan membicarakan hal itu dengan Moon saja.

Ae-jung masih menunggu Pil-joo di restoran Jenny. Ia minta Jenny membuat pizza terbaik dengan topping yang banyak. Jenny berkata jangan khawatir ia berada di P-line (pihak Pil-joo untuk merebut hati Ae-jung).

Ponsel Ae-jung berbunyi. Ia senang karena Jin yang meneleponnya.

“Apa kau masih di Jepang?” tanyanya riang.

“Apa yang sedang kau lakukan?” Jin berada di dalam mobil di depan restoran Jenny. Ia bisa melihat Ae-jung.

Aku sedang keluar untuk makan, jawab Ae-jung. Ketika Jin bertanya dengan siapa, Ae-jung dengan jujur berkata ia diundang makan oleh Pil-joo.

MP-00426 MP-00428

“Dokter itu? Bukankah kau menghilangkan bolpennya yang berharga tapi kau malah ditraktirnya makan?”

Ae-jung berkata ia menemukan bolpen itu (tanpa menjelaskan “bagian properti” yang mengirimnya).

“Jadi kau menemukannya? Benar-benar menemukannya?”

Ae-jung membenarkan. Jin bertanya apa Ae-jung minta ditraktir Pil-joo karena telah menemukan bolpennya. Ae-jung berkata bolpen itu mahal harganya. Jin mengatakan pasti Ae-jung sekarang terlihat baik di mata Pil-joo.

Ae-jung berkata ia memang harus terlihat baik di mata Pil-joo karena mereka berada dalam satu acara yang sama. Jin berkata Ae-jung sepertinya berusaha keras untuk itu. “Teruslah seperti itu,” ujarnya dingin. Jin langsung menutup teleponnya, membuat Ae-jung heran.

Jin melihat bolpen Pil-joo di tangannya. Ia pikir Ae-jung ingin terlihat baik di mata Pil-joo hingga berbohong. Pada Pil-joo dan juga pada Jin. Jin pikir Ae-jung sengaja membuat bolpen tiruan lalu mengembalikannya pada Pil-joo. Sigh, ketidakpercayaan dan kesalahpahaman selalu membuat semua menjadi rumit. Kurang komunikasi yang tepat juga menambah keruwetan dalam suatu hubungan. Lho kok jadi nasihat pernikahan hehehe^^

Ae-hwan menelepon Ae-jung dan bertanya apakah Jin mencarinya. Ae-jung mengira Jin masih di Jepang. Ae-hwan bilang tadi Jin datang ke rumah dan berkata hendak memberikan sesuatu pada Ae-jung. Ae-hwan bertanya apa Jin tidak datang. Tidak, kata Ae-jung heran.

Ae-hwan menyuruh Ae-jung membicarakan MV-nya dengan Jin jika bertemu dengannya. Ae-jung minta Ae-hwan berhenti membicarakan hal itu dan menutup teleponnya.

Ae-jung pikir Jin menutup telepon karena kesal Ae-jung akan makan malam bersama Pil-joo.

Pil-joo sudah berdandan dengan rapi. Ia senang sekali akan bertemu Ae-jung. Tapi belum sampai pintu rumah, ia ditelepon Ae-jung yang minta maaf dan meminta mereka makan malam lain waktu. Pil-joo menutupi kekecewaannya. Ae-jung berkata ia akan menraktir Pil-joo di lain kesempatan. Pil-joo menghela nafas panjang. Poor Pil-joo…

MP-00432 MP-00434

Ae-jung pergi ke rumah Jin. Ia pikir bolpen Pil-joo telah ditemukan jadi ia akan memaafkan Jin sesuai janjinya. Di tengah perjalanan ia melihat kentang, yang langsung mengingatkannya pada cerita Camelia. Ia mengambil sebuah kentang.

“Aku telah memberi makan ikannya perlukah aku memberi makan pemiliknya juga?” katanya tersenyum.

Jin bad mood di rumahnya. Ia pikir Ae-jung terus mempersulitnya tapi dengan mudahnya berbohong pada Pil-joo.

MP-00437 MP-00439

Ae-hwan menelepon Jin. Ia meminta bantuan Jin untuk membicarakan tentang promosi album dan MV jika nanti bertemu dengan Ae-jung. Ae-hwan berkata Ae-jung tidak berani membicarakan hal itu dengan Jin. Tapi dari cara Ae-hwan mengatakan, terkesan Ae-jung ingin Jin membantu promosinya. Jin langsung menutup teleponnya dengan kesal.

Ae-jung masuk dan memanggilnya. Ia seperti berada di rumah sendiri dan menaruh belanjaannya di meja. Jin bertanya mengapa Ae-jung datang, bagaimana dengan Pil-joo?

Ae-jung berkata ia telah membatalkannya. Ia bercerita Ae-hwan memberitahunya kalau Jin datang ke rumahnya. Tanggapan Jin sangat dingin hingga Ae-jung bingung.

Ia bertanya mengapa Jin datang ke rumahnya.

“Aku tidak ada alasan mencarimu. Apa kau punya alasan mencariku?” tanya Jin ketus. Jin berpikir Ae-jung mencarinya karena masalah MV dan promosi album. Ia bertanya apa Ae-jung menganggapnya murahan.

Ae-jung mencoba menjelaskan. Ia datang untuk memaafkan Jin karena telah menemukan bolpennya. Jin minta Ae-jung berhenti berbohong dan langsung saja katakan apa yang Ae-jung inginkan darinya.

Ae-jung tak mengerti.

“Apa aku perlu membuatnya lebih mudah? Goo Ae-jung, aku akan membantumu dengan promosi album dan membuat MV unutkmu. Jadi tidurlah di sini malam ini.”

Apa? Ae-jung terhenyak.

MP-00445 MP-00447

“Karena kau sekarang murahan, tidurlah di sini malam ini. Mari kita lakukan dengan mudah dan akhiri semua di sini.”

Ae-jung terluka mendengar perkataan Jin. “Kurasa seharusnya aku tidak datang.” Ia bangkit berdiri dan mengambil belanjaannya. Tapi belanjaan itu malah tumpah dan kentang pun berserakan ke lantai.

Jin terkejut dan menatap Ae-jung. Tapi Ae-jung sangat sedih. Ia menahan tangisnya dan berlari keluar. Jin memungut kentang dan menyadari sesuatu (dalam cerita Camellia, kentang melambangkan rasa suka pada seseorang).

MP-00451 MP-00453

Pil-joo ternyata tetap pergi ke restoran Jenny dan makan seorang diri. Ketika ia keluar, ia melihat Ae-jung sedang duduk sambil memukuli dadanya. Ia memanggil Ae-jung dan menghampirinya. Namun ia melihat ternyata Ae-jung sedang menangis.

Ae-jung berjalan melewati Pil-joo dan memintanya pura-pura tidak melihatnya. Pil-joo menahannya dengan memegang lengan Ae-jung. Ae-jung menangis, ia merasa malu.

Pil-joo bertanya apa yang terjadi. “Aku hanya sedang merasa tidak baik saat ini. Karena itu air mata terus keluar,” jawab ae-jung. Pil-joo tentu saja tidak percaya.

MP-00456 MP-00461

Ae-jung berkata bahkan ketika ia menekan pergelangan tangannya (tempat yang ditunjuk Pil-joo sebagai titik penenang), tidak ada yang terjadi. Dan ketika ia memukuli dadanya (untuk mengurangi stress), itu juga tidak mempan.

Pil-joo menatap Ae-jung.

“Apa yang harus kulakukan saat air mata terus keluar?” tanya Ae-jung. Pil-joo tak tahan melihat kesedihan Ae-jung.

MP-00469 MP-00479

“Ketika hal seperti ini terjadi....mungkin ini akan berhasil.” Pil-joo maju dan merengkuh Ae-jung dalam pelukannya. Ae-jung menumpahkan semua kesedihannya. Pil-joo memeluknya sambil menepuk punggung Ae-jung dengan lembut.

“Aku malu sekali,” isak Ae-jung.

 MP-00485 MP-00488

Dari balik tembok, Jin muncul dan melihat mereka. Ia menatap kentang di tangannya dan melihat Ae-jung yang menangis di dalam pelukan Pil-joo. Jin menutup matanya dengan tangan.

MP-00491 MP-00493

MP-00496MP-00499 

“Jangan lihat. Kau adalah Dokko Jin,” perintahnya pada dirinya sendiri. Ia membuka matanya dan memaksa tangannya untuk memalingkan wajahnya membelakangi Pil-joo dan Ae-jung.

“Jangan lihat,” matanya berkaca-kaca.

MP-00503 MP-00504

 

FUN FACTS:

1. Gas Helium bila dihirup memang bisa menyebabkan suara kita berubah karena gas itu meningkatkan frekuensi resonansi pita suara. Akibatnya suara yang dihasilkan seperti suara bebek. Jika Helium terlalu banyak dihirup akan berbahaya bagi kesehatan karena sifatnya yang asfiksia. Akibatnya oksigen dalam tubuh berkurang. Menghirup Helium langsung dari tabung bertekanan tinggi lebih berbahya lagi karena bisa menyebabkan rusaknya paru-paru dan berujung pada kematian. (sumber: Wikipedia)

2. Shin Min-ah berperan dalam drama My Girlfriend is A Gumiho dan Han Ye-seul berperan dalam drama Fantasy Couple . Keduanya ditulis oleh Hong bersaudara, yang juga menulis Best Love.

3. Jin bertanya apakah Ae-jung ingin Hyung-gyu bertubuh seperti dirinya saat dewasa. Baru-baru ini Cha Seung-won dianggap sebagai pria bertubuh terbaik oleh pelatih fisiik. Baca selengkapnya di sini.

4. Pororo akhir-akhir ini sangat terkenal, bukan saja di kalangan anak-anak tapi juga di kalangan orang dewasa karena beberapa kali muncul dalam drama dan variety show, di antaranya 1 Night 2 Days (variety show), dan City Hunter (Kdrama)

5. Studio MBS dalam drama ini benar-benar menggunakan gedung MBC (stasiun yang memproduksi drama ini) dan mereka berusaha keras untuk mengubah MBC menjadi MBS, walau ada detil-detil yang terlewat. Baca selengkapnya di sini.

6 comments:

  1. Hiks,,,jadi ngebayangin kalau bebek ngirup gas helium,jadi suara apaan?

    Plester pororo iya di City hunter ada,Oh..terkenal banget pororo ya fanny ^^

    fighting2 fanny atas sinopsisnya.
    bagus banget sinopnya :)

    ReplyDelete
  2. thanks cha, anak-anakku juga suka pororo hehe^^

    hmm...kalo bebek ngirup gas helium jadinya suara bebek kejepit kali ya hihihi^^

    ReplyDelete
  3. Daku mampir lageeee.... Tiap hari ngecek ternyata Mbak Fany belum update. Lagi sibuk ya Mbak? Hwaiting aza deh!

    Bentar lagi best Love tamat ya? ngikutin di forum Si Ahjussi Dokko Jin udah mau operasi. Emang bener ya Hong Sister udah punya ciri khas dalam menulis naskah. Kalo lucu, lucuuuuu banget tapi pas scene sedih kita yang lagi nonton juga ikut di preteli *nangis... Daebak!

    ReplyDelete
  4. haha appa csw lucu!!! baru tau kalo dah punya anak ^^"
    oya, ingat camelia di sini tiba-tiba ingat iklannya salah satu kosmetik wkwkwk kok bisa pas ya waktunya wkwkwk

    ReplyDelete
  5. Wah,aku sama kayak anak2nya mbak fanny, suka ama pororo. abisnya pororo ngegemesin deh...

    ReplyDelete
  6. @kaliandra: iya nih, kirain kalo anak-anak libur bakal lebih banyak waktu kosong, ternyata oh ternyata...mereka cari perhatian mamanya terus hehehe^^

    @dira: bener banget, aku pas liat iklan itu langsung inget Jin sama Ae-jung^^

    @phoo: pororo emang ngegemesin, imut-imut^^

    ReplyDelete

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)