Selasa, 03 Mei 2011

Sinopsis 49 Days Episode 14

DH6-00118

Jh-kyung mengamati wajah Scheduler. Scheduler menunjuk foto yang “mirip” dirinya dan bertanya, “Siapa ini? Ini aku??” JH-kyung terkejut mengetahui perkiraaannya benar. “Ini benar kau, kan? Kau adalah Yi-soo. Orang yang dicintai Yi-kyung adalah kau. Kau dan Yi-kyung saling mencintai.”

“Omong kosong apa ini?” Scheduler masih tak percaya dia adalah Yi-soo. Dia kesal karena JH-kyung mengganggunya dengan berita ini. JH-kyung mencoba meyakinkan Scheduler dengan menunjukkan kartu-kartu yang pernah dikirim Yi-soo untuk Yi-kyung. Ia bertanya kalau Yi-soo dan Yi-kyung pasti saling mencintai bukan, dan mungkin alasan Yi-soo menjadi Scheduler adalah Yi-kyung.

Scheduler menertawakan kemungkinan itu, tidak mungkin ia mencintai gadis seperti Yi-kyung (yang tak terawat dan bagai mayat hidup). Tidak mungkin ia bertahan 5 tahun menjadi Scheduler hanya karena gadis seperti Yi-kyung.

DH6-00030 DH6-00032

JH-kyung berkata ia pernah melihat Yi-kyung memanggil “Yi-soo” lalu menangis. “Mungkin dia menjadi seperti itu karena dirimu, coba kau ingat baik-baik,“ pinta JH-kyung. Scheduler berkata ia tidak ingat apapun. Sebelum ia menjadi Scheduler, ia sudah diprogram (kok kaya robot) agar tidak ingat apapun dan tidak terkait dengan apapun di lingkungan kerja Schedulernya.

Tapi ia juga tidak bisa menampik kalau Yi-soo sangat mirip dengan dirinya dan seharusnya ia tidak boleh ketahuan oleh orang dari masa lalunya. Ia mendapat ide dan menyentuh wajahnya. “Mungkin wajah ini adalah pinjaman.” “Wajah dapat dipinjam?” tanya Jh-kyung dengan polos. Scheduler memarahi JH-kyung karena kepolosannya, mana mungkin seaneh itu!!

DH6-00035 DH6-00036

JH-kyung menyuruh Scheduler memperlihatkan dirinya di depan Yi-kyung. Scheduler berkata jika seorang Scheduler memperlihatkan wajah aslinya di depan seseorang yang mengenalnya ketika dia hidup maka otomatis wajahnya akan berubah menjadi orang lain (agar tidak bisa dikenali, bayangin kalo wajahnya dikenali pasti orang akan menganggap dia hantu).

Tapi kaubilang ada urusan yang belum kauselesaikan bukan, tanya JH-kyung. Scheduler berpikir bahwa urusan itu pasti tentang orangtuanya atau balas dendam seperti Ji-hyun. JH-kyung berkata Yi-soo itu yatim piatu, jadi tidak ada orang tua. Scheduler terdiam.

DH6-00004 DH6-00005

Jh-kyung meminta Scheduler jangan langsung membantah, tapi mengkonfirmasinya langsung dengan berdiri di hadapan Yi-kyung. Scheduler berteriak agar JH-kyung tidak mendesaknya terus dan mengusirnya pergi.

JH-kyung keluar dengan kesal. Ia kesal karena Scheduler tidak mau berbuat apapun tentang hal ini. “Kak Yi-kyung menjadi seperti ini karena dirimu. Bagaimana bisa kau tak melakukan apapun setelah melihat foto ini?

DH6-00006

Scheduler mondar-mandir memikirkan perkataan JH-kyung. Ia juga ingat beberapa kali saat berpapasan dengan Yi-kyung dan perasaan yang muncul dalam hatinya. Ia memutuskan menelepon sunbae-nya.

DH6-00008 DH6-00009

“Sunbae(senior), ini aku magnae(yang termuda). Aku ingin menanyakan lebih dulu apa keinginanku setelah masa tugasku sebagai Scheduler berakhir…” belum sempat ia berbicara, ia menjauhkan ponselnya dari telinganya. Sunbae-nya pasti marah-marah^^ Yi-soo berkata pada sunbae-nya bahwa ia sudah tahu, tapi masalahnya ada orang yang mengenalinya.

Jadi Yi-soo merasa ada urusan yang belum selesai ketika dia mati. Nah untuk mengetahui urusan apa yang belum selesai itu, ia bersedia menjadi Scheduler selama 5 tahun. Setelah masa kerjanya sebagai Scheduler berakhir, ia akan diberitahu urusan apa yang belum selesai itu.

DH6-00015 DH6-00017

JH-kyung berjalan memikirkan Yi-kyung. Ia merasa kasihan pada Yi-kyung yang menjadi seperti itu karena tidak bisa melupakan Yi-soo. Ia berpkir jika ia mati, tidak ada seorang pun yang mengingatnya seperti Yi-kyung mengingat Yi-soo, kecuali ayah dan ibunya.

Setelah tiga hari berada di rumah Min-ho, ia merindukan Han Kang. JH-kyung melihat ponselnya dan kecewa karena selama 3 hari ia menghilang, Han Kang tidak mencarinya dan tidak khawatir. JH-kyung berpikir Han Kang pasti marah. Min-ho juga tidak meneleponnya, ia berpikir apa yang terjadi dengan Min-ho.

DH6-00019 DH6-00021

Min-ho mendapat laporan dari penguntit itu. Yi-kyung sudah pindah dari alamat yang tertera pada KTP-nya. Karena Yi-kyung tidak mendaftarkan alamat barunya, maka alamatnya tidak tertera. Min-ho berpikir bagaimana bisa Yi-kyung hidup tanpa KTP. Penguntit itu melaporkan kalau Yi-kyung pernah memiliki kekasih tapi sudah meninggal.

Setelah kekasihnya meninggal, Yi-kyung tidak pergi kerja (di hotel), dan setelah uangnya habis, ia pindah. Min-ho terkejut, kekasihnya meninggal? Penguntit melaporkan kalau Yi-kyung tahu dibuntuti hingga menghilang, ia bahkan sudah 2 hari tidak bekerja di Heaven (restoran Han Kang).

Penguntit itu akan kembali mengecek ke tempat Han Kang tapi Min-ho dapat mengetahui lebih cepat apakah YI-kyung masih bekerja di sana atau tidak.

“Kekasihnya meninggal dan ia mengabaikan hidupnya,” pikir Min-ho. Ia pikir Ji-hyun yang simpatik mengasihani Yi-kyung. Sementara Han Kang membantu Ji-hyun dan Yi-kyung. Telepon Min-ho berbunyi. Dari In-jung.

DH6-00022 DH6-00025

Min-ho bertemu dengan In-jung. In-jung berkata ia telah memberi waktu 3 hari pada Min-ho untuk memikirkan semuanya. Ia ingin tahu apa yang akan Min-ho lakukan karena Han Kang sudah mengetahui hubungan mereka. Ia khawatir Han Kang akan membocorkan pada orang tua Ji-hyun. Min-ho meminta In-jung tidak mengkhawatirkan Han Kang karena Han Kang orang yang sangat berhati-hati.

In-jung bertanya bagaimana dengan JH-kyung yang telah mengetahui semua rencana mereka. Min-ho juga memastikan JH-kyung tidak akan membocorkan pada orang tua Ji-hyun. In-jung kesal, bagaimana Min-ho bisa seyakin itu.

Apa karena JH-kyung menyukaimu? Min-ho tidak menjawab. In-jung berkata JH-kyung tidak benar-benar menyukai Min-ho, ia memiliki motif tersembunyi.

Min-ho berkata jika JH-kyung ingin membocorkannya pasti ia sudah melakukannya, baik pada Han Kang maupun pada orang tua Ji-hyun. In-jung terkejut Min-ho mempercayai JH-kyung. Ia yakin JH-kyung bukan teman Ji-hyun dan hanya berpura-pura.

Min-ho hanya menghela nafas. In-jung menyadari Min-ho ingin meneruskan hubungannya dengan JH-kyung. Min-ho tidak membantah. Ini artinya ia memutuskan hubungannya dengan In-jung.

Oppa, In-jung tak percaya Min-ho mencampakkannya. Maafkan aku, In-jung.

DH6-00045 DH6-00046

In-jung berkata Min-ho tahu betapa berartinya Min-ho bagi dirinya, ia tidak akan tahan menghadapi situasi ini. In-jung mulai menangis, bertanya mengapa Min-ho bisa melakukan ini pada dirinya. Min-ho adalah orang yang selalu berjalan mengikuti rencana. In-jung berkata ketika Min-ho pertama kali bertemu dengannya, Min-ho tak mau bertemu dengan In-jung karena akan pergi ke luar negeri. Waktu itu Min-ho tak ingin semakin dekat dengan In-jung dan merasa terikat.

Min-ho juga bertahan bersama Ji-hyun selama 2 tahun tanpa tertarik pada Ji-hyun. Seperti itulah Min-ho, kata In-jung.

Min-ho berkata ia tak bisa mengontrol dirinya yang sekarang. In-jung berkeras Min-ho mencintainya. Min-ho mengatakan ia mencintai In-jung tapi perasaannya sekarang berubah. Ia tak bisa kembali lagi. Min-ho meminta In-jung membiarkan takdir berjalan dengan sendirinya.

Tidak bisa, kata In-jung. Selama 2 tahun ini kau bilang kita membangun bisnis, mulai sekarang aku akan menangani bisnis, jadi dengarkan baik-baik. Jangan bertemu dengan Song Yi-kyung atau aku akan memberitahukan semuanya pada ayah Ji-hyun.

Min-ho meminta In-jung tidak bersikap seperti itu karena In-jung tidak akan mendapatkan apa-apa, ia akan kehilangan Mih-o dan juga merusakkan semua rencana mereka. In-jung berkata diam juga tidak akan memberinya apapun. Min-ho mengingatkan mereka telah menyembunyikan masa lalu mereka, mengkhianati teman mereka, dan semuanya akan sia-sia hanya karena emosi In-jung. Min-ho bertanya apakah In-jung tidak bisa menahan emosinya.

In-jung berkata ia bisa melakukan lebih. Ia telah mencintai Min-ho selama hampir 5 tahun sedangkan Min-ho baru mengenal Yi-kyung sebulan. In-jung berdiri dan pergi.

DH6-00052 DH6-00051

In-jung menyelidiki Park Jung-eun dari forum sulap internet yang diikuti Ji-hyun. Ternyata Park Jung-eun memang ada, namun telah meninggal setahun yang lalu. In-jung semakin curiga siapa Song Yi-kyung sebenarnya. Karena Han Kang meyakinkan kalau JH-kyung adalah teman Ji-hyun, In-jung berpikir Han Kang juga telah berbohong.

DH6-00058

Sementara itu Han Kang terus menyelidiki tentang proyek Haemido. Namun ia tak bisa berhenti memikirkan JH-kyung yang telah pergi selama 4 hari. JH-kyung hanya mengirim pesan sms pada Han Kang bahwa ia tidak bisa kerja selama beberapa hari.

Chef Oh datang. Ia baru pergi ke vihara dan berbicara dengan biksu namun tidak mendapat informasi apa-apa mengenai 49 hari atau hidup setelah kematian. Ia berkata Ji-hyun tidak masuk kerja lagi hari ini dan bertanya apakah Han Kang pergi ke rumahnya.

Setiap pagi Han Kang ke rumah Yi-kyung tapi Ji-hyun tidak ada. Sepertinya hanya Song Yi-kyung yang tinggal di sana. Han Kang pikir roh Ji-hyun pasti pergi ke suatu tempat.

Chef Oh bertanya tentang Haemido. Han Kang berkata Haemido terdiri dari 3 bagian. Semua saham telah dijual pada investor termasuk tanah milik Ji-hyun. Pembelinya bernama Park Seung-jae. Han Kang berkata ia tidak bisa menemukan Tn. Park.

DH6-00062

Perusahaan itu didaftarkan atas nama Jun tapi dalam waktu kurang dari 6 bulan, perusahaan itu dijual. Chef Oh berkata ia tidak mengerti. Han Kang mengatakan perusahaan HM sepertinya membuat perusahaan cabang gadungan untuk menjual tanah itu. Han Kang akan meminta bantuan temannya untuk menyelidiki lebih lanjut.

Su-jin dan istri Chef Oh msih membicarakan cara untuk menunjukkan ketulusan. Su-jin berpendapat cara untuk menunjukkan ketulusan adalah dengan hadiah dan uang. Baginya perasaan tidak penting karena tidak terlihat. Su-jin dan istri Chef bingung apa hal ini begitu penting hingga Chef Oh harus pergi padahal ia begitu dekat dengan istrinya. Iya, keluh istri Chef, ia pergi sehari 2 malam sendirian.

DH6-00063

Jh-kyung datang dan menyapa mereka. Keduanya menyapa Jh-kyung dengan ramah dan bertanya bagaimana liburan JH-kyung, ia pergi ke mana? JH-kyung heran. Su-jin berkata Han Kang mengatakan JH-kyung pergi berlibur selama beberapa hari.

JH-kyung mencari Han Kang ke kantornya. Han Kang bersikap biasa saja dan bertanya apakah JH-kyung sudah menyelesaikan urusannya. “Pasti belum,” katanya. “Bagaimana kau tahu?” tanya JH-kyung.

DH6-00066 DH6-00067

“Terlihat jelas dari wajahmu, apa kau sudah makan?” tanya Han Kang. Belum sempat menjawab, JH-kyung mendapat telepon dari In-jung. Ia cepat-cepat meminta ijin untuk mengangkat telepon lalu pergi. Tapi ia menjatuhkan sesuatu dan tidak menyadarinya.

Han Kang melihat dan memungutnya. Itu adalah surat yang ditujukan pada tuan di Kamar 507 Rumah Sakit Ming Saeng. Itu kamar ayah Ji-hyun.

DH6-00070 DH6-00072

JH-kyung menemui In-jung. In-jung bertanya apakah JH-kyung benar-benar menyukai Min-ho. JH-kyung tidak merasa perlu menjawab pada In-jung. In-jung berkata jika JH-kyung benar-benar menyukai Min-ho, ia akan merelakan Min-ho. Tapi ia tahu JH-kyung tidak betul-betul menyukai Min-ho dan bertanya apa tujuan JH-kyung mendekati Min-ho. JH-kyung tidak mau menjawabnya.

In-jung berkata ia tahu JH-kyung bukan teman Ji-hyun. Ia bertanya kapan Jh-kyung mengenal Ji-hyun, mengapa ia mewawancarai teman-teman Ji-hyun tapi tidak mewawancarai Seo-woo dan In-jung.

Karena kau bukan teman Ji-hyun , jawab JH-kyung tajam. Ji-hyun tidak mengetahui apapun sampai ia mengalami kecelakaan, kata In-jung. Mengapa kau pikir ia tidak tahu, tanya JH-kyung.

In-jung berkata itulah sebabnya JH-kyung tidak mungkin teman Ji-hyun. “Ji-hyun begitu mudah terbaca dan 100% dapat tertipu olehku. Jika Ji-hyun bisa menyembunyikan seorang teman sepertimu maka ia tidak akan tertipu dengan mudah olehku.”

In-jung berkata ia mendengar JH-kyung tidak akan membocorkan apapun karena menyukai Min-ho tapi ia merasa bukan begitu. Jika JH-kyung teman Ji-hyun, seharusnya ia membenci In-jung. Tapi Yi-kyung yang terus mendekati Min-ho tidak masuk akal bagi In-jung.

Banyak hal di dunia ini yang tidak masuk akal, sahut JH-kyung. Ia bertanya mengapa In-jung menipu Ji-hyun, teman yang 100% mempercayainya dan tulus padanya.

DH6-00074 DH6-00075

In-jung bertanya apa Ji-hyun tidak pernah menceritakan dirinya pada Jh-kyung. JH-kyung berkata Ji-hyun dilahirkan sendiri tanpa saudara itulah sebabnya Tuhan mengirim In-jung dan Seo-woo menjadi saudaranya. Apapun yang terjadi ia tidak akan mengasihani teman-temannya. Ia akan memberi apapun yang In-jung mau.

In-jung berkata itulah sebabnya ia melakukannya. Ia ingin Ji-hyun merasakan bagaimana rasanya tidak memiliki apapun untuk diberikan. Ia ingin Ji-hyun berakhir seperti In-jung, yang tidak bisa mengatakan apapun yang ia suka.

JH-kyung tak mengerti maksud In-jung. In-jung berkata JH-kyung sama seperti Ji-hyun walau bukan teman. In- jung bertanya mengapa JH-kyung berpura-pura menjadi teman Ji-hyun. Jh-kyung mendapat telepon dari Min-ho. In-jung melihatnya dan tertegun sejenak. Jh-kyung mengambil teleponnya dan berdiri. Ia berkata daripada memikirkan Jh-kyung sebaiknya In-jung lebih memperhatikan Min-ho.

Han Kang membaca surat Ji-hyun pada ayahnya. Isinya adalah memberitahu tentang rencana Min-ho mengambil perusahaan ayahnya dan pulau Haemido. Ia meminta ayahnya membatalkan surat wasiatnya dan juga untuk segera dioperasi. Ia juga meminta maaf karena tidak bisa mendampingi ayahnya dan ibunya.

DH6-00078 DH6-00079

Han Kang menyadari Ji-hyun sudah mengetahui penyakit ayahnya. Ia ingat JH-kyung pernah mengundurkan diri dan berkata akan pergi ke suatu tempat. Ia cepat-cepat mengambil surat itu dan membacanya kembali:

Dalam gurun tak berujung, aku sangat bingung dan kesepian. Aku bertemu dengan Direktur Han Kang yang seperti oasis. Terima kasih, Presiden Han Kang. Dalam perjalanan terakhirku, kau adalah teman sejatiku. Dari seorang teman yang dikenal sebagai Song Yi-kyung.

Han Kang berpikir JH-kyung akan mengungkapkan semuanya pada ayahnya dan ini adalah surat bunuh diri. Ia cepat-cepat berdiri dan pergi ke rumahnya di lantai atas restoran. Ia tidak tahu In-jung datang mencarinya. In-jung diberitahu pegawai kalau Han Kang ada di kantor. In-jung masuk ke kantor Han Kang dan melihat surat pengunduran diri Jh-kyung di atas meja.

Ia membacanya dan terkejut mengenali tulisan itu tulisan Ji-hyun. Bahkan ada gambar wajah tersenyum, ciri khas Ji-hyun. In-jung memfotokopi surat tersebut. Lalu cepat-cepat keluar. Ia berpapasan dengan Han Kang yang baru turun dari atas. Han Kang telah berganti pakaian dengan pakaian resmi.

DH6-00084 DH6-00085

In-jung berkata ada sesuatu yang ia temukan dan ingin bicara dengan han Kang. Tapi Han Kang sedang buru-buru dan meminta In-jung mengatakannya lain kali. Han Kang meninggalkan In-jung.

Di rumahnya, In-jung mencari kartu pemberian Ji-hyun dan membandingkan tulisannya dengan tulisan JH-kyung. Ia terkejut karena tulisannya sama persis.

Han Kang pergi menemui ayah Ji-hyun di rumah sakit. Tentu saja seperti biasa ia tidak disambut hangat oleh ayah Ji-hyun. Han Kang berkata ia ingin menanyakan sesutau pada ayah Ji-hyun. “Paman, apakah kau berpikir Ji-hyun sudah mati?” Ayah Ji-hyun jelas marah.

DH6-00093 DH6-00095

Han Kang berkata Ji-hyun belum mati dan tidak akan mati. Ia bertanya kira-kira di mana roh Ji-hyun saat ini? Ayah Ji-hyun berpikir Han Kang sedang omong kosong. Han Kang berkata roh Ji-hyun belum kembali ke tubuhnya, mungkinkah ia sedang berkelana di suatu tempat?

Han Kang berkata mungkin saja saat ini roh Ji-hyun sedang mengawasi ayahnya. Ayahnya mulai mikir nih… Ibu Ji-hyun membenarkan, mungkin saja seperti itu. Han Kang berkata jika ia berada dalam posisi Ji-hyun, ia akan memilih mati saja.

Apa, sahut ayah Ji-hyun kaget campur kesal. Han Kang berkata ayah Ji-hyun menolak dioperasi karena menunggu Ji-hyun bangun kembali. Jika aku adalah Ji-hyun maka aku juga lebih baik mati asal ayahku dioperasi. Ayah Ji-hyun berkata ancaman Han Kang tidak akan berhasil.

DH6-00096 DH6-00099

Han Kang berkata ia juga mengkhawatirkan operasi ayah Ji-hyun tidak berhasil tapi ia tidak bisa membiarkannya. Ayah ji-hyun bertanya apa Han Kang tidak punya masalah lain untuk dipikirkan selain masalah Ji-hyun?

Han Kang menahan perasaannya dan berkata Ji-hyun bukanlah tipenya. Kalau begitu mengapa Han Kang berani sekali mengancamnya, kata ayah Ji-hyun. Han Kang berkata ia akan menjawabnya setelah ayah Ji-hyun sukses dioperasi. Ayah Ji-hyun kehabisan kata-kata sementara ibu Ji-hyun tersenyum melihat kegigihan Han Kang.

DH6-00103

Min-ho pergi ke rumah sakit jiwa. Ia melihat ibunya dari luar kamar. Ibunya melihat Min-ho melalui cermin tapi tidak bereaksi apa-apa. Min-ho sedih melihat ibunya namun tidak masuk ke kamarnya. Ia berbalik pergi. Tiba-tiba ibu Min-ho seperti tersadar lalu mencari Min-ho keluar kamar.

DH6-00106 DH6-00111 

Min-ho bersembunyi dan diam-diam meneteskan air mata, mendengar suara ibunya memanggil-manggil dirinya.

DH6-00113 DH6-00116

JH-kyung heran walau Min-ho sudah mengetahui ia teman Ji-hyun, ia tetap saja mencarinya dan ingin bertemu dengannya. Min-ho berkata JH-kyung terlihat seperti dulu. Min-ho menegaskan JH-kyung adalah teman Ji-hyun dan diperkenalkan oleh Ji-hyun pada Han Kang. Han Kang mengetahui keadaan JH-kyung. Apa ada hal lain yang kausembunyikan, tanyanya.

Tidak ada, jawab JH-kyung, apa kau akan percaya apa yang kukatakan? Apa kau tipe orang yang mudah percaya orang lain? Wanita dapat dengan mudah mencuri hati pria seperti itu.

Min-ho tersenyum dan barkata sekarang ia tahu mengapa ia merasa nyaman dengan JH-kyung. Karena mereka sama. Jh-kyung mengangguk, kita berdua memiliki kekurangan.

DH6-00120 DH6-00121

Min-ho ingin JH-kyung berhenti bekerja pada Han Kang tapi JH-kyung berkata ia belum memikirkan hal itu karena ia tidak tahu apakah akan bertemu dengan Min-ho lagi atau tidak. Min-ho ingin Jh-kyung keluar dari pekerjaannya dan ia akan mencarikan pekerjaan baru. JH-kyung mengalihkan pembicaraan dengan mengajak Min-ho makan di restoran tempat Min-ho pernah membawanya (tempat makan Min-ho bersama ibunya).

Di restoran itu, JH-kyung bertanya siapa saja yang pernah dibawa Min-ho ke restoran ini, ibunya, In-jung, JH-kyung, Ji-hyun? Min-ho berkata JH-kyung tidak seperti biasanya berbicara tentang masa lalu. JH-kyung mulai bertanya-tanya tentang orang yang paling penting untuk Min-ho, yaitu ibunya. Berapa usia ibumu? 60 tahun, jawab Min-ho.

Min-ho terlihat tidak nyaman membicarakan ibunya. JH-kyung bertanya kapan ulang tahun ibu Min-ho. Min-ho bertanya mengapa JH-kyung sangat tertarik dengan ibunya. JH-kyung menjawab karena dia adalah wanita yang melahirkan Min-ho ke dunia. Ia penasaran ingin tahu ibu Min-ho seperti apa.

DH6-00123

Min-ho berkata ibunya berusaha untuk membesarkannya seorang diri namun akhirnya malah ibunya yang hancur. Min-ho bertanya mengapa JH-kyung tidak menanyakan ulang tahun Min-ho. JH-kyung berkata ia sudah sering membicarakan Min-ho dengan Ji-hyun (jadi ia sudah tahu tanggal ulang tahun Min-ho).

Min-ho bertanya kapan ulang tahun JH-kyung. JH-kyung tidak mau menjawab sebelum Min-ho menjawab kapan ulang tahun ibunya (smart girl^^). Akhirnya Min-ho menjawab 10 Januari. JH-kyung mengatakan ulang tahun Song Yi-kyung tanggal 8 November 1984.

Min-ho bertanya dengan siapa JH-kyung merayakan ulang tahunnya. JH-kyung membalas, Min-ho tidak seperti biasanya membicarakan hal seperti itu. Min-ho tersenyum sementara JH-kyung mengingat-ingat tanggal lahir ibu Min-ho. Ia menghitung jika ibu Min-ho berusia 60 tahun, berarti ia lahir tahun 1952 (biasanya perhitungan kalender cina selalu ditambah satu tahun)

Jh-kyung naik ke bus, kali ini penguntit berhasil mengikutinya dengan menggunakan taksi. Setibanya di rumah, Jh-kyung menyadari tasnya sobek dan ia berencana untuk memperbaikinya karena itu tas Yi-kyung. Ia mengembalikan buku tahunan Yi-kyung ke tempatnya semula.

DH6-00125

Malam itu, Ji-hyun menunggu Yi-kyung bangun. Ia lalu bertanya keadaan Yi-kyung selama ia pergi. Dengan sedih Ji-hyun mengabarkan bahwa Song Yi-soo sudah mati. Ia bertanya apakah Yi-kyung tidak bisa melupakan Yi-soo hingga hidup seperti ini, pasti terjadi sesuatu di antara mereka berdua hingga Yi-soo menjadi Scheduler. Ji-hyun meminta Yi-kyung menunggu. Ia akan meyakinkan Yi-soo untuk kembali pada Yi-kyung.

Selama Ji-hyun berbicara, lama-lama Yi-kyung seperti mendengar suara Ji-hyun. Ji-hyun berkata ia berharap dapat bertemu Yi-kyung lagi saat ia kembali hidup. Ia akan menolong Yi-kyung agar tidak kesepian lagi. Yi-kyung melihat ke sekelilingnya, ia seperti mendengar suara Ji-hyun.

DH6-00133 DH6-00186

Malam itu Yi-kyung bekerja di Purple Café seperti biasanya. Ia melihat di luar café ada seorang pria aneh yang bolak-balik melihat ke arahnya. Ternyata itu Scheduler. Ia sedang mempertimbangkan untuk masuk. Scheduler mengomel bahwa ia melakukan hal bodoh yang merusak imagenya sebagai Scheduler.

DH6-00137 DH6-00189

Akhirnya ia masuk dan memesan kopi. Ia mengamat-amati Yi-kyung. Yi-kyung tidak mengenali Scheduler. Scheduler menggunakan wajah aslinya lho tapi Yi-kyung melihatnya dengan wajah berbeda. Itu artinya Yi-kyung mengenal Scheduler semasa hidupnya. Jika Yi-kyung tidak mengenal Scheduler maka ia akan melihat wajah Scheduler yang asli.

DH6-00142 DH6-00143

Mungkin ada yang bingung, kalau begitu kenapa waktu di Jinan Yi-kyung bisa melihat wajah Scheduler asli. Pendapatku sih karena hari itu dianggap mimpi oleh Yi-kyung hingga aman jika Yi-kyung melihat wajah Yi-soo. Atau mungkin ini hanya kesalahan kecil penulis^^

Saat menunggu kopinya dibuat Yi-kyung, Scheduler menggelengkan kepalanya. Tidak, tidak, tidak. Ia melihat dua wanita seksi keluar dari kafe. Oh, seharusnya tipeku yang seperti itu. Bukan, bukan, tipeku juga bukan seperti itu. Ia melihat seorang wanita berpakaian modern lewat. “Atau seperti itu, bukan juga” ujarnya. Terus tipenya kaya apa dong, semuanya bukan^^

Ia melirik Yi-kyung dan mengamatinya. “Aku mencintai wanita itu?” Ia menggaruk-garuk kepalanya frustrasi, “Ahhh, aku tidak percaya ini, sepertinya tidak nyata.” Ia mengendap-endap berjalan ke luar, lalu menoleh lagi pada Yi-kyung. Yi-kyung melihatnya (tapi ia melihat pria aneh). Mereka sempat bertatapan sejenak. Scheduler merasakan perasaan itu lagi.

Yi-kyung mengatakan kopinya sudah selesai. Scheduler mengambil kopinya dan keluar kafe. Yi-kyung bertanya-tanya ada apa dengan pria ini. Di luar Scheduler berkata pada dirinya sendiri, “Ia tidak mengenaliku. Apa betul ia terhubung denganku?”

DH6-00150 DH6-00157

Sisa 15 hari 4 jam 29 menit

JH-kyung menjahit tas Yi-kyung yang sobek. Saat ia memasukkan kembali barang-barangnya, ia menyadari surat untuk ayahnya tidak ada. Ia panik. Jika seseorang menemukan surat itu dan memberikannya pada ayahnya seperti yang tertulis pada amplop surat, maka berakhirlah sudah.

DH6-00160

Ibu Ji-hyun membawa surat Ji-hyun dan memberikannya pada ayahnya. Ayahnya terkejut, ini dari Ji-hyun. Ji-hyun berdiri ketakutan sementara liontinnya semakin memerah. Akhirnya ia tak tahan lagi, panas sekali. Liontin itu pecah. Roh Ji-hyun terlempar keluar dari tubuh Yi-kyung.

DH6-00164 DH6-00200

Scheduler menjemputnya dan mengatakan Ji-hyun dikeluarkan dari program 49 hari karena telah melanggar aturan. Ia meminta Ji-hyun memasuki lift.

DH6-00174 DH6-00176

Untunglah itu semua cuma bayangan JH-kyung saja. Cuma membayangkannya saja sudah membuatanya ketakutan setengah mati.

Ayha Ji-hyun pergi kekantor. Ia memikirkan kata-kata Han Kang bahwa Ji-hyun mungkin sedang mengawasinya. Ia melihat foto Ji-hyun dan ingat ketika stempelnya dan foto Ji-hyun mendadak terjatuh dari meja. Ia berpikir apa mungkin Ji-hyun yang melakukannya. Ia mengambil kembali artikel koran tentang seorang wanita yang bangun setelah 20 tahun koma.

DH6-00205 DH6-00208

In-jung bertanya-tanya tentang Park Jung-eun pada pelayan rumah Ji-hyun. Ia menanyakan apa yang Park Jung-eun dan ibu Ji-hyun bicarakan. Pelayan itu tidak tahu tapi sepertinya mereka berdua sangat dekat karena Park Jung-eun tahu kalau ibu Ji-hyun tidak makan sup tulang. In-jung ingat ketika ia datang ke rumah Ji-hyun untuk mengambil boneka kangguru, ia melihat gelang dan juga boneka Ji-hyun yang telah dirapikan. In-jung mulai merasa takut.

DH6-00210

Ayah Ji-hyun pergi ke rumah sakit dan menegur istrinya yang sedang melihat foto-foto masa kecil Ji-hyun. Ibu ji-hyun berkata sejujurnya ia senang Ji-hyun masih bernafas walau dalam keadaan seperti ini. Walau seperti ini, ia berharap Ji-hyun terus bersama mereka.

Ayah Ji-hyun menghela nafas. Ia ingin istrinya berjanji untuk terus berada di sisi Ji-hyun, baik itu 5 tahun, 10 tahun. Dan walau sendirian, ia ingin ibu Ji-hyun terus berada di sisi Ji-hyun. Ibu Ji-hyun bertanya apa maksud ayah Ji-hyun.

DH6-00211 DH6-00212

Ayah Ji-hyun berkata ia memutuskan utnuk dioperasi, ia tidak ingin Ji-hyun marah padanya. Ibu Ji-hyun senang sekali. Ia menelepon Han Kang untuk memberitahu kabar ini. Chef Oh menyuruh Han Kang segera menelepon JH-kyung. Han Kang bingung bagaimana dengan surat Ji-hyun untuk ayahnya. Yang penting telepon dia dulu, kata Chef Oh.

JH-kyung pergi ke rumah sakit dan menanyakan apakah ibu Ji-hyun menerima surat. Ia lega karena sepertinya ibu Ji-hyun tidak tahu apa-apa. JH-kyung bertanya ke mana ayah Ji-hyun. Ibu Ji-hyun berkata ayah Ji-hyun pergi menemui dokter karena ia memutuskan untuk dioperasi.

JH-kyung terkejut tapi senang sekali. Ia bertanya mengapa ayah mendadak berubah pikiran. Ibu Ji-hyun berkata Han Kang yang telah berkali-kali berusaha untuk meyakinkan ayah Ji-hyun. JH-kyung heran, Han Kang meyakinkan ayah Ji-hyun untuk dioperasi?

DH6-00217 DH6-00218

Ibu Ji-hyun berkata Han Kang menyukai Ji-hyun. Ia menunjuk bunga mawar pink di meja. Ia berkata kalau Han Kang selalu memastikan bunga-bunga itu tetap segar. Jh-kyung terkejut melihat mawar-mawar itu. Teleponnya tiba-tiba berbunyi. Han Kang menyuruhnya segera datang karena ada hal darurat di restoran.

DH6-00219 DH6-00220

In-jung datang ke rumah sakit. Ia melihat JH-kyung keluar dari kamar Ji-hyun sambl menangis lalu memberi hormat ke segala arah. “Terima kasih, terima kasih…” katanya berulang-ulang. JH-kyung tidak melihat In-jung.

DH6-00221 DH6-00224

In-jung bertanya pada ibu Ji-hyun apakah JH-kyung tahu ayah Ji-hyun akan dioperasi. Ibu Ji-hyun membenarkan dan mengatakan tadi JH-kyung datang. In-jung mendekati tempat tidur Ji-hyun. Ia bertanya, “apa sebenarnya yang terjadi? Kau ada di sini tapi kenapa aku merasa Yi-kyung adalah kau?” In-jung mengulurkan tangannya untuk menyentuh tangan Ji-hyun. Tapi ia terlalu takut dan berlari keluar.

DH6-00227

Seperti biasa jika Han Kang meneleponnya, JH-yung berlari ke Heaven. Han Kang menyuruhnya cepat masuk dan berganti pakaian. Sambil mengenakan celemeknya, Jh-kyung berpikir seharusnya ia berada di rumah sakit untuk menjaga jangan sampai surat itu sampai ke tangan ayah. Ia keluar ruang ganti. Han Kang yang sudah bersembunyi menunggunya cepat-cepat masuk ke dalam ruang ganti.

Di luar, JH-kyung sadar ponselnya ketinggalan. Ia cepat-cepat balik ke ruang ganti. Ia terkejut melihat Han Kang membuka lokernya dan mengambil tasnya. Han Kang tidak tahu kalau JH-kyung melihatnya. Han Kang memasukkan surat untuk ayah Ji-hyun lalu cepat keluar. JH-kyung yang tadi bersembunyi cepat-cepat pergi ke lokernya dan membuka tasnya. Ia menemukan surat untuk ayahnya. JH-yung langsung menyadari kalau Han Kang telah membaca suratnya dan mengetahui kalau dia adalah Ji-hyun. Ia sangat panik dan berlari ke luar secepat kilat.

DH6-00235DH6-00237

Han Kang yang sudah menunggu di luar kebingungan melihat JH-kyung lari entah ke mana.

Jh-kyung berlari mencari Scheduler yang sedang duduk merenung si taman. Jh-kyung berkata Han Kang telah melihat surat yang ditulisnya untuk ayahnya seandainya ia tidak kembali hidup setelah 49 hari. Scheduler hanya diam saja tidak seperti biasanya.

DH6-00245

JH-kyung berkata ia menulis surat itu untuk memperingatkan ayah tentang Min-ho tapi Han Kang sudah membacanya. Scheduler hanya berkata, kalung itu masih di situ. Jh-kyung melihat kalungnya. Benar, mengapa kalung ini tidak pecah, tanyanya.

Scheduler berkata Han Kang pasti sudah mengetahuinya lebih dulu sebelum membaca suratmu. Jika manusia menemukannya sendiri, maka itu tidak dihitung sebagai kesalahanmu. JH-kyung bertanya apa itu bisa terjadi. Scheduler berkata kemungkinan terjadi seperti ini adalah 11%. Ia memperingatkan JH-kyung untuk tetap pura-pura tidak tahu. Ia tetap tidak boleh mengatakan bahwa dia adalah Ji-hyun dan tidak boleh membahasnya dengan Han Kang. Jh-kyung mengerti.

DH6-00246 DH6-00247

Scehduler menyuruh JH-kyung pergi. JH-kyung bertanya apa Scheduler sudah ingat Yi-kyung. Scheduler berkata ia tidak akan ingat sebelum masa kerjanya berakhir. Ia mengomeli JH-kyung karena telah membuat masalah yang tidak perlu dan membuat seorang Scheduler merasa bingung. JH-kyung berkata bukankah Scheduler tidak mengetahui perasaan manusia karena bukan manusia.

Scheduler menjelaskan ia sudah mendekati masa akhir jabatannya sehi ngga perasaaannya sedikit demi sedikit mulai kembali. JH-kyung memintanya untuk terus mengingat sebelum masa kerjanya habis. Scheduler kesal dan membentaknya, “ah aku tidak tahu!!” lalu menghilang.

JH-kyung berjalan kembali ke Heaven,. Ia ingat ketika Han Kang bertanya apakah ia Ji-hyun. Lalu ia ingat perubahan sikap Han Kang. Han Kang berkata ia sering berjalan dalam tidur untuk menjelaskan sikap anehnya. Lalu ketika di Jinan, juga ketika ia membelanya di depan In-jung. Jh-kyung sadar Han Kang melakukan semua ini untuknya .

Ia juga ingat Han Kang memeluknya dan berkata menyukai seorang gadis. Jadi itu bukan Oenni, tapi aku? Han Kang menyukaiku? Bagaimana ini? Sepertinya Ji-hyun belum sadar kalau ia menyukai Han Kang, pikirannya masih dipenuhi bagaimana caranya utuk menggagalkan rencana Min-ho.

DH6-00251DH6-00252

Di Heaven, Han Kang mengkhawatirkan JH-kyung. Ia kesal karena tidak bisa mengatakan apapun dan tidak bisa bertanya apapun. “Kau pergi ke mana?” serunya, tepat saat JH-kyung berada di belakangnya. Ada apa? Tanya JH-kyung.

Han Kang berkata mulai sekarang ke manapun JH-kyung pergi, ia harus memberitahu Han Kang karena JH-kyung selalu lari seperti wanita gila. JH-kyung mngangguk negrti. Han Kang menurunkan suaranya, ia bertanya apa JH-kyung baik-baik saja? Apakah ada yang terjadi? Lalu ia mengajak JH-kyung masuk.

DH6-00254 DH6-00255

JH-kyung bertanya mengapa Han Kang meneleponnya agar segera ke restoran, sebenarnya ada apa. Han Kang baru ingat, ia berkata ayah Ji-hyun bersedia dioperasi. Aku tahu, kata JH-kyung tersenyum. Bagaimana kau bisa tahu, tanya Han Kang heran (gatot deh surprisenya^^). Aku tadi ke rumah sakit, kata JH-kyung.

Terima kasih, kata JH-kyung. Terima kasih untuk apa, tanya Han Kang. Karena telah membuat ayah Ji-hyun bersedia dioperasi, aku berterima kasih atas nama Ji-hyun, kata JH-kyung. Ji-hyun adalah temanku juga, ujr Han Kang. Jh-kyung berkata Ji-hyun beruntung memiliki dua orang teman sejati (ia masih mengira Seo-woo yang memberinya air mata).

DH6-00259 DH6-00260

Pelayan tergopoh-gopoh datang dan berkata ia telah pergi ke tempat itu. Han Kang cepat-cepat memukul kepalanya, sudah berapa kali kubilang hati-hati kalau bicara. JH-kyung curiga apa yang sedang mereka rahasiakan darinya.

Min-ho mendapat telepon bahwa seseorang sedang menyelidiki proyek Haemido. Penguntit Jh-yung memberi alamat rumah Yi-kyung. Min-ho memberi uang pada penguntit itu dan memintanya pergi ke Haemido untuk mencari tahu siapa orang yang sedang menyelidikinya. Min-ho ditelepon Han Kang.

Merekapun bertemu. Han Kang berkata ia sudah tahu semua rencana Min-ho pada perusahaan ayah Ji-hyun. Ia minta Min-ho menghentikan rencananya..

Min-ho berkata Han Kang tidak bisa menghentikannya. Ia bahkan tidak perlu mencaritahu bagaimana Han Kang bisa tahu rencananya dan seberapa banyak Han Kang tahu rencananya.

DH6-00264 DH6-00265

Han Kang bertanya mengapa Min-ho melakukan ini pada keluarga Ji-hyun, apa mereka melakukan sesuatu yang buruk pada Min-ho? Min-ho berkata tidak, mereka tidak melakukan hal yang buruk padanya dan ia melakukannya bukan untuk uang.

Han Kang bingung, kalau begitu mengapa kau melakukan hal ini pada orang yang tidak bersalah padamu. Mengapa Min-ho mau merebut milik mereka. Min-ho berkata ia sedang mengubah masa depannya, dan ia mengubahnya dengan tanganya sendiri.

Min-ho berkata Ji-hyun dan ayahnya hanyalah orang tidak beruntung seperti dirinya yang dilahirkan tidak beruntung. Han Kang berkata Min-ho tidak bisa menjadikan kemiskinannya sebagai alasan. Min-ho berkata Han Kang tidak tahu rasanya karena Han Kang lahir dan hidup dalam keluarga yang berkecukupan.

Han Kang tetap berkata bahwa hal itu tidak boleh jadi alasan karena seorangpun tidak bisa memilih dilahirkan dalam keluarga seperti apa. Tuhan yang menentukan, bukan kita. Min-ho menyindir Han Kang bisa berkata seperti itu karena Han Kang hidup dalam kenyamanan. Walau terluka dengan kepergian ibunya, Han Kang masih hidup enak. Walau memiliki bakat besar sebagai arsitek, Han Kang bisa membuang-buang waktu di restoran tanpa perlu khawatir akan apapun.

DH6-00268  DH6-00270

Min-ho berkata ia telah mengenali dunia ini seperti apa, jauh sebelum Han Kang menyadarinya. Pada usia 4 tahun, ia sangat kelaparan hingga ia menangis kesakitan. Ia menghisap air susu ibunya tapi masih kelaparan, pernahkah Han Kang merasakan hal seperti itu. Ayahnya adalah pecandu judi dan mengambil uang hasil jerih payah ibunya setiap hari. Bukannya membeli makanan, ayahnya malah membeli soju. Ibunya bekerja keras mencari uang untuk anaknya tapi malah dipukuli oleh ayahnya.

Han Kang terpana mendengar penuturan Min-ho. Min-ho berkata pada usianya yang ke-13 ayahnya mati karena alkohol dan itu adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidupnya.

Min-ho dan ibunya tidak punya uang untuk menguburkan ayahnya hingga merekamelarikan diri. Ia lari sambil menangis senang. Akhirnya tidak akan ada pukulan lagi. Tapi apa yang menunggu mereka? Kelaparan yang paling buruk. Seluruh inderanya mati. Ia dihina, diabaikan, direndahkan.

Saat itu Ibunya berusia 40 tahun. Tanpa uang ia membawa putranya ke kota. Dengan menahan emosinya Min-ho menuturkan selain kelaparan, pada musim dingin tangan dan kakinya akan membeku. Pada musim panas, tubuhnya akan basah oleh keringat. Mereka hidup berdua dalam sebuah kamar. Ibunya mengajar dan memberi makan anaknya. Han Kang prihatin mendengar penderitaan Min-ho.

DH6-00273 DH6-00274

“Berkali-kali kutanyakan mengapa aku dan ibuku harus hidup seperti itu. Apa salah kami? Kami bersalah pada siapa? Tidak ada yang menjawab kami.”

Han Kang berkata keluarga Ji-hyun tidak menyebabkan penderitaan itu pada Min-ho. Min-ho bersikukuh keluarga Ji-hyun tidak beruntung sama sepertinya. Han Kang bertanya mengapa Min-ho harus mealampiaskan kegetirannya pada keluarga Ji-hyun yang tidak melakukan kesalahan apapun pada Min-ho. Min-ho bahkan mencuri hati Ji-hyun. Apa Min-ho tidak merasa bersalah pada Ji-hyun?

“Mengapa aku harus merasa bersalah? Lalu pada siapa aku harus melampiaskan amarahku? Pada Tuhan, Buddha, dll? Tuhan membiarkan aku menderita, apa salahnya membuat orang lain merasakan hal yang sama. Mereka dilahirkan beruntung dan menikmati hidup. Berkat Ji-hyun dan ayahnya, aku tidak akan hidup menderita. Aku akan mengubah hidupku dengan tanganku sendiri.”

Han Kang berkata apa yang dilakukan Min-ho tidak benar, tidak peduli seberapa banyak Min-ho telah menderita. Min-ho berkata Han Kang tidak bisa berbicara seperti itu karena ia tidak tahu betapa sulitnya hidupnya.

Han Kang bertanya apa itu artinya Min-ho tidak akan berhenti? Aku tidak punya alasan untuk berhenti, sahut Min-ho. Apa yang bisa kuperbuat, aku akan menghentikanmu, kata Han Kang. Cobalah, kata Min-ho sambil tersenyum. Baik, aku akan mencoba, kata Han Kang. Ia mengakui masa lalu Min-ho sangat menyedihkan tapi ia tidak bisa membiarkan orang tak bersalah yang membayar pendertitaan Min-ho. Dalam hati mereka sedih persahabatan mereka berakhir seperti ini.

DH6-00277 DH6-00280

In-jung menunjukkan fotokopi surat pengunduran diri JH-kyung pada Seo-woo. Sekilas melihatnya Seo-woo langsung tahu itu tulisan Ji-hyun. Ia tak sempat membacanya karena In-jung cepat-cepat merebutnya kembali. In-jung semakin takut, ia bertanya apa Seo-woo percaya hantu? Apa roh seseorang bisa mendiami tubuh orang lain? Bukankah itu namanya kesurupan, kata Seo-woo. In-jung takut mendengarnya, kesurupan?

DH6-00282 DH6-00284

In-jung menunggu Min-ho di depan apartemennya. Min-ho melihat In-jung gemetar dan bertanya ada apa. In-jung menceritakan semua kecurigaannya pada Min-ho. Ia membawa fotokopi surat itu dan kartu yang pernah ditulis Ji-hyun untuknya. Min-ho berkata apa In-jung gila. In-jung berkata ia juga merasa akan gila tapi ia meminta bantuan Min-ho untuk menyelidikinya.

Kau berpikir Yi-kyung adalah Ji-hyun, tanya Min-ho. In-jung memastikan ini bukan karena ia cemburu. Ia meminta Min-ho memperlakukan Yi-kyung seperti Ji-hyun maka Min-ho akan mengerti maksudnya. In-jung memohon pada Min-ho untuk melakukannya.

DH6-00285

JH-kyung pulang ke rumah dan terkejut saat seseorang menyapanya. Dr. Noh. JH-kyung berusaha bersikap seperti Yi-kyung. Dr. Noh berkata ia kebetulan akan ke Daejeon jadi ia mampir. Ia bertanya mengapa Yi-kyung tidak pergi terapi.

JH-kyung bertanya, terapi? Ia kembali dengan nada bicara biasanya tapi lalu ia cepat-cepat bersikap seperi Yi-kyung, aku sedang tidak enak badan. Dr. Noh mengamati dandanan JH-kyung dari atas ke bawah. ”Awalnay memang terasa sulit tapi kau tidak boleh menyerah di tengah-tengah karena akhir-akhr ini banyak hal aneh….” JH-kyung cepat-cepat pamit dan berlari masuk ke rumah Yi-kyung. Dr. Noh bingung melihatnya. JH-kyung bersembunyi di rumah, ia kaget Yi-kyung mengikuti terapi.

DH6-00286 DH6-00323

JH-kyung pergi ke rumah Min-ho. Tapi kode rumahnya sudah diubah hingga ia tidak bisa masuk . Jangan-jangan jadi tanggal ultah Yi-kyung ya^^. Ia kaget saat Min-ho meneleponnya dan mengajaknya makan siang. Ia memutar otak bagaimana caranya mengetahui kode baru rumah Min-ho.

DH6-00291 DH6-00292

Min-ho melihat JH-kyung yang berdiri di pinggir jalan menunggunya. Ia teringat kata-kata Injung untuk memperlakukan Yi-kyung seperti Ji-hyun. Ia menertawakan dirinya yang sesaat terpengaruh perkataan In-jung. Ia menyuruh JH-yung masuk ke mobil. Saat JH-kyung masuk, ia melihat sepatu JH-kyung dan terkejut. Ia mengenali ornamen sepatu JH-yung yang ia pungut di depan kamar hotel saat ia bersama In-jung.

DH6-00295 DH6-00296

Ia membawa JH-kyung ke sebuah toko sepatu. Min-ho menyuruh JH-kyung mengenakan sepatu pembeliannya dan membuang sepatu lamanya. Jh-kyung protes ia menyukai sepatu lamanya. Karena itu bukan sepatuku, pikirnya. Aku yang tidak menyukainya, sergah Min-ho kesal. JH-kyung kaget dengan sikap Min-ho, mengapa mendadak jadi galak.

DH6-00334 DH6-00335

JH-kyung merajuk sambil cemberut, “tapi sepatu itu yang kusuka.” Min-ho terlihat terkejut dengan sikap JH-kyung. Jangan-jangan sikap Ji-hyun juga begitu ya kalau tidak suka sesuatu. Akhirnya JH-kyung mengenakan sepatu pemberian Min-ho.

DH6-00339 DH6-00342

Min-ho mencari oranamen yang ia temukan di hotel. Penguntit memberikan sepatu lama JH-kyung pada Minho. Min-ho membandingkan ornamen yang ia temukan dengan ornamen sepatu JH-kyung. Sama.

DH6-00300 DH6-00302

Ia menyadari Yi-kyunglah gadis yang duduk di depan kamar hotelnya dan In-jung. Ia bertanya-tanya mengapa YI-kyung di sana dan ingat perkataan In-jung tentang betapa miripnya Yi-kyung dan Ji-hyun.

Min-ho tidak bisa membiarkan ini. Ia pergi ke rumah Yi-kyung dan menunggunya di luar. Yi-kyung keluar hendak berangkat kerja . Ia melihat Min-ho tapi tidak mengatakan apapun karena ia tidak mengenali Min-ho. Min-ho terkejut dengan sikap Yi-kyung.

DH6-00304 DH6-00305

Min-ho mengikuti Yi-kyung ke Purple Café. Ia bertatapan dengan Yi-kyung. Yi-kyung masih terlihat tidak mengenalinya.“Nn. Song Yi-kyung,” panggil Min-ho. Yi-kyung diam memandang Min-ho. Tiba-tiba sebuah kalimat meluncur dari bibinya, “Kenapa Tn. Kang Min-ho?” Deg, Min-ho terkejut. Aku juga…

DH6-00315 DH6-00316

Komentar

DH6-00308

Wah tegang banget…dari previewnya sih Yi-kyung tidak kenal Min-ho tapi tanpa sadar mengucapkan kalimat itu. Apakah Min-ho akan tahu kalau JH-kyung adalah Ji-hyun?

Seandainya Min-ho dan In-jung tahu, sedangkan Ji-hyun tidak tahu kalau Min-ho dan In-jung sudah tahu ia adalah Ji-hyun, menurutku keadaan akan berbahaya bagi Yi-kyung dan Ji-hyun. Min-ho dan In-jung adalah orang-orang pintar yang bisa merencanakan sesuatu.

Untunglah kita punya Han Kang di pihak Ji-hyun. Dan Scheduler pasti melindungi Yi-kyung.

Masa lalu Min-ho memang mneyedihkan ya :( tapi bener kata Han Kang, tidak bisa menyalahkan itu pada keluarga Ji-hyun.

Oh ya, spekulasiku tentang Dr. Noh dan istrinya yang mungkin menabrak Yi-soo gagal total, karena aku lupa istri Dr. Noh meninggal 3 tahun setelah kecelakaan Yi-soo.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)