Jumat, 17 Desember 2010

Sinopsis Secret Garden Episode 6

Di episode 6 ini pemakaian nama jadi agak membingungkan apalagi jika belum terbiasa. Jadi untuk memudahkan aku akan menggunakan nama : Joo-wonim (untuk Joo-won bertubuh Ra-im) dan Ra-imwon (untuk Ra-im bertubuh Joo-won), pengaturannya jiwa-tubuh. Mudah-mudah jadi mudah….

Sinopsis episode 6

Oska terbangun mendengar teriakan [Joo-won] dan mencoba menenangkannya, namun bukannya tenang, Ra-imwon malah berteriak ketakutan dan lari masuk ke kamar mandi. Oska heran melihat tingkah “sepupu”nya. “Apa kau bermimpi? Apa harga saham ada yang turun?” tanyanya bingung.

Joo-wonim yang terbangun di tempat sauna juga membuat bingung seisi sauna. Ia meraba seluruh tubuhnya, “Mengapa aku jadi seperti ini?” Seorang ahjumma bertanya apa yang terjadi padanya.” Joo-won hanya mengoceh, “Mengapa aku di sini? Kemarin aku masih baik-baik saja.” Ia meraba dadanya, “Ini bukan milikku! Ini tidak ada sebelumnya.” Para ahjumma menggelengkan kepala, dikiranya Joo-wonim masih mabuk, “Dasar wanita muda.” Lalu meninggalkannya.

sg06-00009

Joo-wonim tidak peduli, “Aku gila!” ia lalu berlari ke cermin dan sangat terkejut melihat wajah siapa yang terpantul di cermin. “Gil Ra-im? Aku menjadi Gil Ra-im??” Ia cepat-cepat berlari keluar sauna, membuat pengelola sauna berteriak-teriak memanggilnya agar membayar dulu.

Ra-imwon juga melihat dirinya di cermin kamar mandi. Menyadari ia dalam tubuh siapa, ia berteriak histeris, “Mengapa aku ada di sini?”

sg06-00011

Oska yang mendengar teriakan itu, langsung mengetuk pintu kamar mandi, “Ada apa?” Ia berusaha membuka pintu kamar mandi, “Apa kau sakit?”

Ra-imwon memegangi pintu kamar mandi sambil berpikir apa yang harus ia lakukan, tapi terlambat, Oska sudah masuk melalui pintu samping, cepat-cepat ia melarikan diri keluar dari kamar. Oska bertanya-tanya dan berteriak , “ Apakah aku melakukan sesuatu padamu tadi malam?!”

Sementara itu Joo-wonim mengendap-ngendap masuk hotel dan mengetuk pintu kamar Ra-im. “Gil Ra-im!, Gil Ra-im kau di dalam?” Seseorang menyentuh pundaknya dan membalikkan badannya. Ra-imwon. Keduanya bertatapan kaget, melihat tubuh masing-masing berdiri di hadapannya.

sg06-00019

“Tidak mungkin,” kata Ra-imwon,” bagaimana ini bisa terjadi? Sejak kapan kau menjadi seperti ini?”

“Terjadi padaku saat aku bangun tidur. Apa yang telah kaulakukan padaku?” tanya Joo-wonim. Ra-imwon kesal, “Kau menuduhku melakukan sesuatu? Dengan cara apa? Kau selalu menuduhku jika terjadi sesuatu. Sejujurnya, apa hal ini masuk akal?”

“Ini memang tidak masuk akal, tapi bagaimana bisa terjadi?”

“Bagaimana aku tahu?”

“Apa kau tidak bisa mengecilkan suaramu? Mari bicara di dalam. Ayo buka pintunya! Kunci?”

Ra-imwon mengatakan ia telah mengembalikan kuncinya tadi malam. “Kau mengembalikannya? Kau tidak tidur di sini semalam?” tanya Joo-wonim tak percaya. “Aku bisa gila! Mari kita pergi ke tempat yang tidak ada orang. Temui aku di lobby hotel.”

Ra-imwon ingin pergi bersama tapi Joo-wonim tidak ingin terlihat oleh orang lain. Ini adalah hotelnya, apa yang akan terjadi jika orang lain melihat ia seperti itu. “Kau selalu mengatakan di manapun kita pergi adalah milikmu.” “Ya, semua tempat yang kita datangi adalah milikku. Kau berjalanlah melalui taman. Dagu diangkat, pandangan mata angkuh. Berpura-puralah kita akan berolahraga. Mengerti?”

Ra-imwon mengendap-endap takut terlihat orang lain. Dari balik semak, ia memperhatikan Seul yang sedang duduk di café hotel. Ia berpikir bagaimana wanita semuda itu sudah menjadi seorang sutradara. Dan berpikir karena ia tidak akan diterima casting, seharusnya ia membunuh Seul. Kayanya Ra-im agak cemburu sama Seul. Joo-wonim mendekatinya dan bertanya apa yang sedang Ra-imwon lakukan. “Kau terlihat aneh bersikap seperti itu.” Belum sempat Ra-imwon menjawab, Jong-soo berdiri di hadapan mereka, dan bertanya apa yang [Ra-im] lakukan di sini dan mengapa ia berpakaian seperti itu. Jong-soo berbicara dengan bahasa informal (seperti biasa bila ia bicara dengan Ra-im, sementara Ra-im biasanya menggunakan bahsa formal bila berbicara dengan Jong-soo) dan dibalas dengan bahasa informal pula oleh Joo-wonim, membuat Jong-soo terkejut melihat sikap [Ra-im] yang tidak seperti biasanya.

sg06-00027 sg06-00037

Ra-imwon memandang Joo-wonim tak percaya,” Nn. Gil Ra-im! Sikap seperti apa itu pada sutradara? Seul melihat mereka dari jauh dan tertarik. Ra-imwon meminta maaf pada Jong-soo dengan sopan,” Barusan aku mengatakan hal-hal buruk padanya jadi kurasa ia sedikit tidak stabil. Ayo minta maaf!” Hal ini membuat Jong-soo semakin bingung.

“Aku melakukannya karena dia menggangguku. Sorry!” kata Joo-wonim mengangkat tangan namun tetap menatap sinis pada Jong-soo membuat Jong-soo kesal akan sikap [Ra-im].

“Nn. Gil Ra-im! Bagaimana bisa kau lupa kau adalah Nn. Gil Ra-im!” Ra-imwon semakin panic. “ya terserah, ayo kita selesaikan masalah kita.” Joo-wonim mengajak Ra-imwon pergi. Tapi Jong-soo memegang tangan [Ra-im] dan menariknya pergi. Ra-imwon mencoba menahannya, “Sutradara tolonglah, kau sebaiknya bicara di sini saja.” “Kau tidak usah ikut campur!” seru Jong-soo. Ra-imwon terdiam.

sg06-00035 sg06-00040

Joo-wonim yang ditarik pergi mulai panic, ia melihat Ra-imwon,” Ada apa ini? Kau tidak akan menghentikannya? Kau akan membiarkanku pergi dengannya?”

“Lepaskan tangannya!” seru Ra-imwon, membuat Jong-soo tambah marah dan berjalan mendekatinya. “Aku bilang lepaskan tangannya. Aku sudah bilang padamu aku akan mengurus Gil Ra-im untuk sementara.”

“Aku juga perlu mengatakan padamu sejak dulu bahwa Gil Ra-im adalah bagian dari keluargaku.” Tegas Jong-soo. “Aku tahu, itulah sebabnya aku selalu berterima kasih padamu.” Kata Ra-imwon dengan sopan. “Apa?” Jong-soo tak mengerti.

“Tapi saat ini kuharap kau memberikannya (Joo-wonim) padaku. Aku akan bertanggung jawab dan membawanya ke set film nanti.” Lalu Ra-imwon menarik Joo-wonim ke sebelahnya dan menundukkan kepala Joo-wonim, “Ayo pergi!”

sg06-00050 sg06-00051

Jong-soo heran melihat semua itu, demikian juga Seul yang terus memperhatikan dari café.

“Beraninya kau menundukkan kepalaku seperti itu, “kata Joo-wonim saat mereka sudah berada di tempat sepi, “Aku bahkan tidak menundukkan kepalaku pada presidenku (kakekku).”

“Apanya yang kepalamu! Itu kepalaku.” Balas Ra-imwon.

“Ini adalah kepalamu dan selama aku berada dalam tubuh ini, kepalaku adalah kepalaku dan kepalamu adalah kepalaku. Mengerti? Kau mau ke mana?” tanya Joo-wonim melihat Ra-imwon yang terus berjalan, ‘Kita bicara di sini saja. Tidak ada orang.”

“Kau pasti banyak minum semalam.” Kata Ra-imwon. “Apa?”

“Aku tak tahan lagi!” Ra-imwon merapatkan kakinya,” aku tak bisa!” ternyata ia mau buang air kecil hehe…

sg06-00058

Joo-wonim menunggu di depan toilet, “Apa kau baik-baik saja?’ tanyanya,” pertama, lakukan seperti biasa kau melakukannya.” AAAAAHHH!! terdengar teriakan Ra-imwon dari dalam toilet.

Mereka duduk di café hotel. Ra-imwon menyembunyikan kepalanya di meja, sementara Joo-wonim minum dengan gaya pria. Para pengunjung café memperhatikan mereka dan berbisik-bisik. Joo-wonim menyuruh Ra-imwon mengangkat kepalanya. Ra-imwon melarang Joo-wonim makan dan minum apapun, ia ngeri membayangkan Joo-won melihat tubuhnya.

Joo-wonim balas memperingatkan Ra-imwon untuk tidak menangis dengan wajahnya. Ra-imwon membalas kesal, bagaimana tidak menangis, siapa yang ingin menjadi seperti ini, jika ingin bertukar tubuh seharusnya dengan Kim Tae-hee atau Jeon Do-yeon, cepat pikirkan sesuatu.

Joo-wonim: Aku berpikir tapi otakku serasa diblokir, jadi aku tidak dapat berpikir sekarang. Berapa IQ-mu? Apa mencapai 3 digit?”

Ra-imwon: Kecepatan tinjuku lebih dari 3 digit.

Joo-wonim: Wanita ini benar-benar…!

Semua melihat ke arah mereka. Joo-wonim merendahkan suaranya ,baik secara medis maupun ilmu pengetahuan keadaan ini terlihat tidak ada harapan. Lalu ia mengeluh tali bra-nya selalu melorot. Ra-imwon menjelaskan di talinya ada pengencang. Tapi Joo-wonim tidak bisa menemukannya dan melorotkan lengan kausnya membuat Ra-imwon panic. “Apa kau gila ! Sini!” Ia mendekat dan memasukkan tangannya ke balik kaus Joo-wonim membuat semua pengunjung café heboh. “Kita tidak bisa melakukannya di sini. Mari pergi dari sini.”

sg06-00079

Mereka duduk di bangku taman yang sepi.

Joo-wonim: Bagaimanapun kupikirkan, kurasa masalah ini tidak bisa diselesaikan baik secara medis maupun ilmu pengetahuan.

Ra-imwon bertanya pada Joo-wonim sesuatu yang aneh sebelumnya. Ia menjelaskan biasanya di film-film sebelum hal seperti ini terjadi, karakternya disambar petir, atau diminta seseorang melakukan sesuatu yang aneh, atau mendapat jimat aneh, hal-hal seperti itu. Joo-wonim menilai cuaca bersahabat akhir-akhir ini. Juga tidak ada orang yang memintanya melakukan hal aneh, sedangkan jimat ia punya banyak di rumah.

Joo-wonim lalu menyarankan mereka ke Rumah Sakit, ke peramal, ke gereja, ke kuil, lompat dari sebuah gedung, namun semuanya dengan mudah dipatahkan oleh Joo-wonim. Saran terakhir Ra-imwon adalah ciuman, yang langsung membuat Joo-wonim tertarik.

Ra-imwon berkata itu yang dilakukan dalam cerita-cerita dongeng. Ah, tentu saja, satu-satunya dongeng yang kautahu adalah ‘the Little Mermaid”. Beauty and The Beast, Princess and The Frog, mereka semua berciuman lalu kembali ke asal. Karena sesuatu hal yang konyol terjadi pada kita, mari kita lakukan sesuatu yang konyol untuk membalikkannya.

Kayanya mereka lupa sesuatu deh, dalam cerita dongeng kan harus dengan cinta, hehe….

Ra-imwon: Apa itu solusi terbaik? Apa kau yakin?

sg06-00086

Joo-wonim: apa kau punya ide lain?

“Tidak ada. Baiklah, aku duluan. Kecupan ringan atau sesuatu yang lebih berat?” tanya Joo-wonim. “Kurasa kita akan mengetahuinya saat kita melakukannya. Tutup matamu!”

Ra-imwon memberi kecupan sangat-sangat ringan di bibir Joo-wonim. Tidak terjadi apapun.

sg06-00101

Ra-imwon mulai sedih, bagaimana ini, tidak mempan. Joo-wonim bilang itu karena terlalu singkat. Jangan bergerak!

Ia menarik Ra-imwon dalam ciuman yang sangat panjang…

sg06-00121

Sementara itu di Mystic House, wanita pemilik resto melihat pantulan wajahnya di permukaan arak obat yang dibuatnya. Lambat laun wajahnya berubah menjadi….ayah Ra-im! Kemudian dalam arak obat itu terlihat Ra-im dan Joo-won sedang berciuman. Dengan sedih ayah Ra-im berkata, “Anak muda, aku merasa bersalah padamu. Ini adalah satu-satunya cara aku dapat menyelamatkan anak perempuanku. Cara yang buruk dan mengerikan. Tapi kuharap suatu saat nanti kau akan mengerti.”

sg06-00113 sg06-00118

Sementara itu Joo-wonim dan Ra-imwon mulai hanyut dalam ciuman mereka dan tangan mereka bergerak naik untuk memeluk tapi sayang seribu kali sayang Joo-wonim sadar dan mendorong Ra-imwon. Ia menggoda Ra-imwon yang ingin menciumnya hingga mengusulkan hal itu. Tentu saja dibantah keras oleh Ra-imwon.

 sg06-00123 sg06-00131

Joo-wonim terus menggodanya dengan mengatakan walau seumur hidup seperi ini ia tidak akan rugi apapun. Ra-imwon bertanya apa memang Joo-wonim berpikir demikian. “Iya.” Kata Joo-wonim.

“Aku juga, bila memang harus seperti ini. Aku senang berada dalam tubuh pria kaya. Dan kau, akan menjalani hidup seorang tetangga yang miskin dan terasing...Hahahaha.”

“Kau tertawa? Kau bisa tertawa di saat seperti ini?”

“Seperti kau bilang, aku tidak akan kehilangan apapun. Kapan tanggal lahirmu?”

“Kenapa kau tiba-tiba bertanya?”

“Aku harus tahu passwordmu. Kau pasti punya sangat banyak uang di bank.” “HEI!”

“Aku akan membelikan mobil untuk setiap anggota sekolah laga dan aku akan membuat film laga sendiri. Oya, aku akan membelikan Ah-young apartemen bagus. Ah, aku akan menikahi wanita yang akan membuatmu terkejut setengah mati.”

Joo-wonim akan protes tapi dihentikan oleh Ra-im won. Tunggu sebentar, jangan bergerak. Joo-wonim bergerak mundur melihat Ra-imwon menatapnya serius dan bergerak maju mendekati tubuhnya.

sg06-00141a sg06-00152

“Ini aneh…seperti inilah rupaku.”

“Wah! Kukira ada apa. Sejujurnya, aku juga ingin mengatakan aku tampan tapi aku menahannya.” Ha.

sg06-00151 

Handphone Ra-im berbunyi, ada SMS, Ra-imwon mencarinya dan menggeledah tubuh Joo-wonim membuat Joo-wonim geli, “Apa yang kau sentuh itu!”

“Kenapa? Aku menyentuh tubuhku!”

Sms itu mengabarkan tim stuntmen sudah berada di set film. Ra-imwon mengajak Joo-wonim ke sana . Joo-wonim tidak mau, bahkan jika itu menyebabkan Ra-imwon dipecat. Baik, kata Ra-imwon, aku akan mendatangi Seul, dan mengatakan semuanya. Mengatakan apa? Bahwa aku hanya berpura-pura sulit didekati kemarin, dan aku akan mengatakan aku sudah berada dalam genggamanmu (Seul). Hal ini membuat mata Joo-wonim melebar dan segera mengejar Ra-imwon, “Hei! Apa kau gila? Ah, mengapa kakaimu begitu pendek. Baik, mari pergi bersama.”

“Kau duluan,” kata Ra-imwon. “Mengapa aku duluan? Apa kau tidak akan berganti pakaian? Kau akan pergi seperti itu?” sembur Joo-wonim. Ra-imwon baru sadar barang-barangnya masih di sauna. “Ayo ambil sekarang juga!”

Sementara itu Oska mogok melakukan syuting, ia hanya berbaring di tempat tidur. Manager Choi mencoba membujuknya. Namun tidak mempan. Manager mengingatkan Oska sebenarnya Oska ingin bertemu dengan Yoon-seul. Kenapa kalian pura-pura tidak pernah terjadi sesuatu? Kalian seharusnya kembali bersama. Atau kau bisa menyelesaikan produksi ini dengan cool. Sebagai pria kau sungguh pengecut. Mendengar itu Oska bangkit dan duduk.

Manager Choi mengira usahanya berhasil. Ayo, ganti pakaian dan kita segera berangkat. Tapi Oska mengatakan bahwa Manager Choi tidak benar-benar mengenalnya. Ia tidak punya rasa percaya diri untuk memulai kembali. Tidak punya rasa percaya diri untuk menyelesaikan produksi MV ini dengan sikap cool. Manager Choi kesal, kalau begitu mengapa kau tidak katakan saja bahwa kau sudah melewati masa terbaikmu. Bangkit dan bersiaplah. Manager Choi meninggalkan kamar.

Joo-wonim dan Ra-imwon mengambil barang-barang Ra-im di sauna. Ra-imwon meminta maaf kepada pengelola sauna dan memberi alasan bahwa temannya ini baru pertama kali menginap di sauna, sambil menundukkan kepala Joo-wonim sebagai tanda minta maaf.

“Hei! Kepala siapa yang kautundukkan itu! Sudah kukatakan kepalamu adalah kepalaku.” Ra-imwon menutup mulut Joo-wonim dengan tangannya. “Jadai berapa?” tanya Ra-imwon pada pengelola sauna,” temanku ini pasti menggunakan banyak barang ya.”

“Kembalikan saja kuncinya dan segera pergi,” kata pengelola sauna. “Baik, nyonya. Kemarikan kakimu!” kata Ra-imwon pada Joo-wonim. “Mau apa kau?” ternyata Ra-im menyimpan uangnya di kaus kaki. Ha Ji-won ini lentur ya, kakinya bisa naik ke atas meja tinggi sambil berdiri.

“Sup rumput laut, minuman beras manis, hot bar, dan lima butir telur.” Hitung pengelola hotel. “Kau mengatakan bahwa aku memakan semua itu? Kau habis berpesta?” tanya Joo-wonim pada Ra-imwon tak percaya. Ra-imwon hanya tersenyum kecut, “Berapa semuanya?” “16500 won.”

Ra-imwon mencari dompet di tasnya sementara perhatian Joo-wonim tertarik pada seorang wanita yang hendak sauna. Wanita itu bertubuh aduhai dan seksi. Ia mendapat ide. Karena pengelola hotel mnyuruhnya mengembalikan seragam sauna, Joo-wonim ingin menggunakan kesempatan ini untuk “melihat-lihat” kamar ganti wanita. Tentu saja Joo-wonim melarangnya. Ia memohon pengelola sauna menjual seragam itu padanya. Ia tidak ingin Joo-wonim melihat tubuhnya. Tapi Joo-wonim berkeras, “biarkan aku melihat yang lain!” Sejak kapan Joo-won jadi genit begini ya…

sg06-00169 sg06-00170

Ra-imwon kembali ke hotel bersama Joo-wonim yang masih mengenakan seragam sauna. Joo-wonim mulai menggaruk tubuhnya dan ingin mandi, yang tentu saja dilarang Ra-imwon. “ Tapi seluruh tubuhku gatal, kapan kau terakhir mandi? Apa kau ke sauna hanya untuk makan?”

Sekretaris Kim berlari mendatangi mereka berdua, “Presdir!”

“Ada apa?” tanya Joo-wonim. Sekretaris Kim bingung.

Ra-imwon melihat itu segera mengacungkan tangannya dan menajwab manis, “Aku di sini Sekretaris Kim.” Sekretaris Kim tambah bingung melihat bosnya, “Apa kau sakit?”

sg06-00178

“Apa?” Ra-imwon pun menyadari kesalahannya. Joo-wonim memandangnya geli. “Ada apa?” kali ini Ra-imwon meniru sikap Joo-won.

“Aku ingin memberitahukan bahwa acara TV yang akan meliput perjalanan romantic bersama Oska mengabarkan bahwa jadwalnya telah diubah.”

“Apa?!” sahut keduanya bersamaan. “Mereka berpendapat bahwa bagus sekali pemenangnya seorang stuntwoman. Kukatakan bahwa ia juga masuk dalam tim stunt untuk MV Oska. Mereka mengubah konsep acara dan ingin meliput pembuatan MV Oska juga.”dengan takut-takut Sekretaris Kim menjelaskan.

“Mengapa mereka memutuskan semuanya sepihak!” seru Joo-wonim marah, “Batalkan!”

Sekretaris Kim melongo. “Eh,” Joo-wonim menyikut Ra-imwon,” Bukankah itu yang akan kaukatakan, Tn. Kim Joo-won?”

“Per…persis…Batalkan!”

“Tapi mereka sudah tiba..itu dia. “ Sekretaris menunjuk ke belakang Ra-imwon dan Joo-wonim.

Oska berjalan mendekat bersama kru TV yang sedang meliput. Oska mengulurkan tangannya hendak menyalami Joo-wonim dengan hangat, “Nn. Gil Ra-im apa kabar?” Joo-wonim memandangnya dengan sinis. “Kemarin dia tersesat di hutan, “Oska menjelaskan pada kru TV, “Syukurlah kau kembali dengan selamat.” Ia pun memeluk Joo-wonim. Joo-wonim berbisik di telinga Oska, “Apa kau ingin mati?” Oska kaget bukan main demikian juga Sekretaris Kim. “Masih tidak lepaskan?”

sg06-00189 sg06-00188

“Nn. Gil Ra-im?” Oska bertanya bingung. “Apa kau makan obat-obatan? Siapa Gil ….ah, itu aku!” Joo-wonim menyadari kesalahannya. Lalu ia mengambil tangan Oska dan meletakkannya di pundaknya, “Tadi di sini bukan? 1, 2, 3, apa selanjutnya berpelukan?” tanyanya pada kru TV.

“Apa telah terjadi sesuatu?” tanya Oska pada Ra-imwon.

“Sulit untuk dijelaskan. Bagaimanapun aku minta maaf.” Ra-imwon membungkukkan badannya memberi hormat. Oska tambah bingung, “Ada apa denganmu? Kau masih belum sadar dari mabukmu?”

“Oh aku belum memang belum sepenuhnya sadar. Hei man!” Ra-imwon menepuk pundak Oska. Oska bingung sepupunya jadi baik sementara Ra-im bersikap dingin padanya.

Joo-wonim dan Ra-imwon berhasil kembali ke kamar hotel untuk berganti pakaian. Ra-imwon khawatir kejadian dengan Oska tadi membuat Oska berpikir ia adalah gadis aneh. Joo-wonim menghiburnya dengan mengatakan Oska memang menganggap Ra-im gadis aneh.

Joo-wonim meletakkan satu set pakaian dia tas meja, “Kenakan ini! Karena pakaianku mudah kusut, jangan menggulung lengannya. Agar kau terlihat sempurna, jangan menaruh apapun di kantung celanamu. Jangan duduk di sembarang tempat. Jika ada noda pada pakaianku, kau akan mengetahui apa itu pembalasan berdarah.”

“Aku tidak mau mengenakannya.”

“Baiklah aku juga tidak. Aku mau mandi.”

“Apa yang kaukatakan?!”

“Kau tidak akan mandi?”

“Tunggu. Kumandikan kau. Itu tubuhku!”

“Jadi kau ingin kita berdua melihat tubuhmu?” tanay Joo-wonim nakal.

“Kita cuci muka saja. Mungkin kita akan kembali normal besok. Mari kita bercukur dan cuci muka saja.”

Joo-wonim mengoleskan krim cukur di wajah Ra-imwon. Ra-imwon berkata ia bisa melakukannya, dia juga sering melakukannya. Joo-wonim tertarik, “Di bagian mana?”

sg06-00200

Joo-wonim berusaha mengenakan bra dengan mata tertutup tapi tidak berhasil, ia melemparkan branya ke Ra-imwon, “Aku tidak mau mengenakannya.”

“Kau sudah melepaskan ini entah 100 kali pada wanita dan tidak bisa mengenakannya?” Ra-imwon bertanya sinis. “Mengapa begitu mudah untuk melepasnya, namun sangat sulit mengenakannya,” gerutu Joo-wonim. “Apa kau sedang pamer? Perhatikan! Kaitkan pengaitnya di depan, lalu putar ke belakang. Masukkan tanganmu. Seperti ini, Ok?”

sg06-00210

Di setting film, Seul mengeluh dengan gaya sok pada Jong-soo bahwa adegan laga yang ditampilkan tim Jong-soo kuno. Ia berharap gerakan laga yang lebih stylish.

Tanapa terpengaruh Jong-soo berkata,” Kupikir juga begitu. Sutradara selalu menginginkan gaya baru. Tapi kami selalu diberi pemukul kasti, pipa logam, dan borgol yang sama. Adegan selalu dilakukan di night club atau lahan parkir kosong. Jika bukan lahan parkir kosong, kami akan ditaruh di gudang kosong. Kami selalu bertarung melawan para gangster berpakaian buruk 10 lawan 1. Anak kota melawan anak kampung. Mobil polisi selalu datang terakhir setelah semua selesai. Jadi apa aku harus mengubah scenario produksi?”

Seul malu, jadi ia mengalihkan pembicaraan, berteriak mencari pemeran utama. Manager Choi mengatakan pemeran utama sedang menuju ke sini. Oska tiba di set, tanpa basa basi ia langsung mengatakan ia ingin melakukan syuting terpisah dengan adegan laga. Oska hanya akan syuting close-up saja. Jong-soo tak percaya ini dan agak kesal, mungkin menganggap Oska tidak bertanggung jawab. Seul membiarkannya.

Oska memperhatikan syuting dari jendela mobilnya. Sebenarnya yang ia perhatikan adalah Yoon-seul. Tiba-tiba seseorang mengetuk kaca mobilnya, membuat Oska terkejut. Park Chae Rin. Park Chae Rin dengan senang bermanis-manis pada Oska, mengira Oska yang memintanya menjadi pemeran utama. Oska menatap tajam Seul yang tersenyum padanya. Ia tahu Seul berada di balik semua ini.

sg06-00224 sg06-00225

Di Seoul, Ibu Joo-won menemui Dr. Lee (psikiater Joo-won) dan menanyakan sampai usia berapa seorang wanita dapat hamil dan memiliki anak. Dr. Lee mengatakan ibu dan anak sama saja, menganggap psikiater dapat merangkap apa saja. Dr. Lee menjawab di luar negeri ada wanita yang berusia 60 tahun masih dapat melahirkan. Di Korea mungkin 50-55 tahun. Hal ini membuat ibu Joo-won khawatir, ia tidak ingin istri baru ayahnya punya anak. Hal ini akan membahayakan warisannya.

Ibu Joo-won sepertinya sudah lama mengenal Dr. Lee. Ia bertanya mengapa Dr. Lee sering ke rumah Joowon, apa untuk tidur dengannya. Dr. Lee menjawab dingin, hubungan mereka sebatas dokter dan pasien. Ibu Joo-won jadi panic mengira Joo-won menggunakan obat-obatan. Dr. Lee tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut, ini adalah rahasia antar dokter dan pasien. “Hal inilah yang membuatku benci denganmu. “kata ibu Joo-won sebelum pergi. Dr. Lee hanya menggelengkan kepala.

sg06-00229 sg06-00228

Ibu Oska juga menemui dokter pribadi mereka. Ia menanyakan apa ayah mereka meminta resep kesuburan. Dokternya mengiyakan namun tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut. Ibu Joo-won menyusul kemudian dan diberitahu hal yang sama.

Tim Jong-soo siap melakukan stunt mobil. Senior Ra-im telah mengenakan wig. Ia melihat Jong-soo seperti mencari seseorang. “Apa kau menunggu Ra-im?” “Tidak,” elak Jong-soo.

“Kau terlalu keras padanya. Dia datang ke sini hanya untuk melompat ke dapan mobil, dan sekarang ia mungkin melompat ke laut. Oh itu dia datang!”

Jong-soo menoleh dan melihat [Ra-im] lagi-lagi bersama [Joo-won].

“Nn. Gil Ra-im mengatakan ia ingin sekali melihat setting film.” Ra-imwon menjelaskan dengan hormat. Jong-soo melihat Joo-wonim. “Iya, aku akan melihat-lihat,” kata Joo-wonim cuek.

sg06-00241

“Mengapa kau baru datang sekarang jika kau ingin membantu. Bagaimana kau bisa melakukan sesuatu jika tidak menaruh perhatian. Apakah seperti ini sikap seseorang yang meminta untuk diberi kesempatan?”

“Maafkan aku,” kata Ra-imwon cepat, “sebenarnya sesuatu terjadi….”

“Mengapa kau minta maaf,” potong Jong-soo,” kejadian apa yang membuatmu meminta maaf untuk Gil Ra-im?”

“Aku mengerti apa yang ingin kaukatakan, ayo kita pergi dan bicara di sana sementara aku mengambil rokok.” Kata Joo-wonim pada Jong-soo.

Hening. “Kau merokok juga?” Jong-soo heran.

sg06-00243

“Ah ya, aku tidak merokok. Kalau begitu kopi, ayo pergi.”

Mereka berjalan. Ra-imwon cepat-cepat mengikuti mereka meminjam wig senior. Ia diam-siam mengikuti mereka.

“Ada sesuatu yang hendak kukatakan.” Joo-wonim memulai.

“Aku dulu. Aku tahu kau kecewa. Jadi percaya atau tidak aku akan memberimu kesempatan. Aku akan menyuruhmu masuk ke mobil itu. Karena kau sangat menginginkannya dan karena itu satu-satunya hal yang dapat kulakukan untukmu. Tapi baru saja, kau melepaskan kesempatan itu. Kau ke sini karena hadiah perjalanan itu, jadi lakukan saja.”

Joo-wonim tersenyum licik menatapnya,” Sutradara, kau baru saja tertangkap basah.” Jong-soo bingung. “Kau menyukaiku. Tapi sepertinya kau belum mengakuinya.”

sg06-00254

Jong-soo tertegun. Ia bangkit berdiri. Joo-wonim tersenyum penuh kemenangan. Jong-soo melihat Ra-imwon mengenakan wig bersembunyi. Ia tak mengerti tingkahnya. Ra-imwon yang tertangkap basah, tersenyum manis pada Jong-soo. Hal ini membuat Jong-soo tambah kesal, dikiranya [Joo-won] mengejeknya. Jong-soo melarang Joo-wonim datang ke set.

sg06-00263

Ra-imwon ingin tahu apa yang dibicarakan Jong-soo dan Joo-wonim. Joo-wonim tidak mau membicarakannya dan berkata ia lelah dan ingin kembali ke kamar. Ia menyuruh Ra-imwon melakukan urusannya dengan cepat dan segera kembali ke hotel.

Di set film, Ra-imwon membagi-bagikan minuman pada kru stuntmen, membuat mereka bingung dan tak enak. Selain itu Ra-imwon juga mengetahui minuman kesukaan masing-masing orang.

“Apa yang kau lakukan di sini!” Oska yang baru datang memanggilnya.

“Halo! Apa kabar?” Ra-imwon memberi hormat dengan ceria dan membungkukkan badannya. Oska cepat-cepat meghampiri [sepupu]nya, “Yang benar saja, apa kau sakit? Coba kulihat apa kau demam?” Oska meraba kening dan leher Ra-imwon. Ia memegangi kedua pipi Ra-imwon. Ra-imwon malah tersenyum malu, pipinya merona merah, dan tak ketinggalan sebelah kakinya mengetuk-ngetuk tanah. Semua orang keheranan. “Ada apa ini?” tanya Oska.

sg06-00271 sg06-00272

Syuting berjalan. Oska dan Chae-rin memerankan adegan kejar-kejaran mobil. Oska menghentikan mobilnya di depan mobil Chae-rin lalu menahannya. Menyuruhnya jangan pergi. Cut! Suara Seul terdengar dan meminta mereka mengulang adegan tadi. Chae-rin dan Oska kesal karena sudah berkali-kali diulang.

“Skenarionya tidak menyebutkan ekspresi menangis, tapi ekspresi terluka dan putus asa. Apa kau tidak pernah terluka, Tn. Choi Woo young?” tanya Seul, “Apa kau tidak bisa membedakannya? Pria ini ditinggalkan sendirian oleh kekasihnya. Apa kau tidak pernah merasa ingin mati karena seorang wanita?” Seul menatap Oska ingin tahu.

Oska diam sejenak. “Tidak pernah.”

“Tidak pernah?”

“Kubilang tidak pernah!”

“Kalau begitu kuberitahu. Tidak dapat tidur dan tidak dapat makan hanyalah awalnya. Tidur tapi terjaga adalah sebuah siksaan. Kau tidak tahu bagaimana cara berpisah dengan seseorang yang kaucintai. Kau tidak dapat mengatakannya pada siapapun karena kau takut akan dipandang buruk. Kau menangis sendirian.” Kilas balik, Seul menangis tersedu-sedu di dalam mobil di tengah lalu lintas yang ramai setelah mencampakkan Oska. “Sudah berakhir, sudah selesai. Tapi kenangan manis dan indah muncul semakin kau berusaha menghapusnya. Hari-hari terasa semakin panjang. Yang paling menyakitkan adalah merasa dia bahkan tidak memikirkanmu. kau sendirian sementara dia telah melupakan semua tentangmu dan sekarang bahagia. Kau berharap mati tapi tidak punya keberanian. Karena kau khawatir kau tidak dapat melihatnya lagi.” Seul terbawa perasaan. Sementara Ra-imwon memperhatikan semua itu dan menyadari ada sesuatu.

sg06-00284 sg06-00278

“Seperti itu bila kau patah hati. Itu adalah hatimu, mengapa kau menahannya, bagaimana putus asanya kau. Mengerti?” Seul mengendalikan dirinya.

Oska tak tahan lagi dan segera naik ke mobilnya. Manager Choi mencoba menahannya untuk meneruskan syuting tapi Oska tidak mau.

Ra-imwon yang melihat semua itu menemui Seul yang termenung sendirian. “Apa kau baik-baik saja?” tanyanya. Seul terkejut melihat perubahan sikap [Joo-won].

“Ini terjadi di manapun dalam setiap hubungan actor-sutradara. Tidak ada yang pribadi, kuharap kau mengerti.” Katanya.

“Aku ke sini bukan karena itu, aku mengkhawatirkanmu, Sutradara Yoon. Hanya saja aku merasa cerita tadi adalah pengalamanmu.”

“Aku minta maaf aku tidak pernah mengatakan padamu aku pernah bersama Woo-young. Jika hal itu membuatmu mundur….”

“Aah jadi kalian berdua pernah berkencan. Apa? Jadi pria dalam cerita tadi…..?”

“Kau bertanya sebelum mengetahui apapun?” Seul mengira [Joo-won] telah mengetahuinya lebih dulu.

“Tidak, hanya saja aku merasa setiap orang pasti memiliki luka masing-masing. Tapi benarkah pria itu Oska?”

Seul mengalihkan pembicaraan, “Namanya Gil Ra-im bukan? Wanita yang mengancam untuk memukuliku. Berkencan dengan Woo-young dan makan siang denganmu. Aku belum bertanya apapun padamu tentang gadis ini. Baiklah, kita lakukan begini. Aku telah mengalami dan selesai dalam cinta. Jadi Kim Joo-won, sebaiknya kau juga menyelesaikannya dan datang padaku.” Lalu Seul meninggalkan Ra-imwon seorang diri. Ra-im tergagap,” Wah, gaya hidup kita benar-benar berbeda.”

Ra-imwon kembali ke kamar hotel menemui Joo-wonim yang ngomel-ngomel karena Ra-imwon tidak mengangkat teleponnya dan tidak segera kembali. Lalu ia mengatakan apa saja yang Ra-imwon lakukan selama itu. “Aku melihat syuting. Aku juga melihat wanita kencan butamu, kudengar kau dan Yoon-seul kencan buta.” Kata Ra-imwon.

“Dia yang menyukaiku.”

“Apa dia bilang dia menyukaimu?” tanya Ra-imwon sinis.

“Wanita mana yang tidak akan menyukaiku?” Joo-wonim membalas dengan angkuh.

“Sombong sekali, dia tidak suka padamu. Itu adalah sesuatu yang dapat wanita lihat.”

“Benarkah? Lalu bagaimana kalau begini. Sutradaramu menyukaimu.”

sg06-00300 sg06-00301

“Jangan berpikir sesukamu, sutradara kami (Jong-soo) memperlakukan orang-orangnya dengan baik.” Sahut Ra-imwon sambil beranjak pergi.

“Hei, mau ke mana kau?”

“Aku sudah selesai melapor padamu bahwa tubuhmu kugunakan dengan baik. Aku mau pergi. Oska menunggu di kamarku.”

“Apa kau gila? Apa berbagi kamar dengan pria adalah hobimu? Oska juga seperti keluarga bagimu?

“Lalu apa aku harus tidur di sini? Semua akan tambah berpikir kita berdua aneh. Dan lagi tidak ada yang perlu dilihat. Kau tidak memilki six-packs.” Olok Ra-imwon lalu keluar kamar. “Apa? Kau melihat tubuhku?!” Joo-wonim berteriak.

Ra-imwon mengendap-ngendap masuk ke dalam kamar. Oska tiba-tiba keluar dari kamar mandi hanya mengenakan sehelai handuk melilit di pinggang. Ra-imwon kontan saja berteriak lalu membalikkan tubuhnya.

sg06-00304

“Hari ini kau sangat aneh. Ada apa lagi sekarang?”

“Kau pasti kedinginan.” Kata Ra-imwon malu-malu, lalu menyerahkan pakaian pada Oska.

“Hei! Walau kau berakting seperti itu apa aku dapat dibohongi? Siapa?”

“Siapa apa?”

“Siapa yang mengganti Gil Ra-im dan peranku tanpa memberitahuku?”

“Tapi bukan aku. Sumpah pramuka!” Ra-imwon mengangkat tangannya di dada.

“Kau sangat aneh hari ini. Aku melihatmu seperti adik laki-lakiku. Sejak kecelakaan itu kau tidak….”

“Kecelakaan?”

“Ah, aku terselip lidah,” Oska menepuk mulutnya dengan tangan,” Sejak sekolah tinggi privat ini adalah pertama kalinya kau bersikap seperti ini lagi.” Oska menepuk dada Ra-imwon.  Membuatnya seperti ini:

sg06-00311

Ra-imwon berteriak histeris menutup dadanya. “Ada apa? Ada apa lagi?” Oska berusaha membuka tangan Ra-imwon membuat Ra-imwon berteriak-teriak berlari menghindari Oska dan mendorongnya menjauh. Terdengar ketukan keras di pintu, “Ada apa!” suara [Ra-im].

Mereka duduk bersama di sofa kamar. Joo-wonim duduk dan menaikkan kakinya ke atas meja. Oska melongo. Dan tambah melongo lagi mendengar Joo-wonim mengucapkan kata-kata kasar.

sg06-00327

“Ah, stuntmen cenderung bersikap kasar. Mengapa tadi ada suara teriakan?” Tanya Joo-wonim ingin tahu, “Apa kakakmu melecehkanmu?”

Oska bertanya pada Ra-imwon, “Apa yang kaukatakan pada Nn.Gil Ra-im tentang aku?”

“Nn. Gil Ra-im, aku ini pria, aku pernah bertugas di….eh..” (maksud Ra-imwon, sesama pria tidak akan terjadi sesuatu kan)

“Ah ya, kau pernah bertugas di militer, betul kan?” Joo-wonim membantu menyelesaikan kalimat Ra-imwon.

Oska memandang keduanya heran, “Nn. Gil Ra-im kau bersikap aneh hari ini. Biasanya orang-orang berpikir dia tidak pernah bertugas di militer. Oya, ada apa kau kemari?”

“Aku ke sini untuk bermain bersama kalian.” Joo-wonim tersenyum nakal.

“Hei! Pergi! Apa kau tidak lihat hanya pria yang tinggal di sini?” Ra-imwon mengingatkan.

“Apa yang kaulakukan? Ra-im pasti merasa malu.” Oska membela [Ra-im].

“Oppa…Oppa dapatkah aku tinggal di sini?” Joo-wonim memasang wajah cute-nya.

sg06-00330

“Oh, tentu saja. Ra-im kita ingin tinggal di sini.”

“Jika kau tidak keberatan, aku ingin tidur di sini malam ini.”

Oska diam-diam bersorak. Sementara Ra-im own menatap Joo-wonim ngeri,” Kau bukan wanita seperti itu, Nn Gil Ra-im!”

“Iya, aku seperti ini…Oppa, apa kau juga ingin aku di sini?”

“Tentu saja, apa kau ingin aku mengeluarkannya [Joo-won] dari sini?”

Joo-wonim merasa hidup sebagai wanita sangatlah menyenangkan.

“Kau sepertinya tidak mengenalku dengan baik. Aku berharap wanita di seluruh dunia bahagia. Itu adalah filosofiku.” Oska menambahkan.

Joo-wonim tersenyum geli.

Melihat itu Ra-imwon kesal, “Yang benar saja, sebaiknya aku keluar dari sini.” Ia pun keluar kamar.

Oska meneruskan merayu Joo-wonim yang sekarang dibalas dingin dan sinis dengan Joo-wonim, menyebabkan Oska kembali bingung. Joo-wonim hanya ingin mencegah Ra-imwon sekamar dengan Oska.

Ra-imwon mengirim sms pada Jong-soo, “Sutradara, aku tahu kelakuanku hari ini sangat aneh dan kau pasti kecewa. Mungkin untuk beberapa waktu atau lebih aku menjadi aneh. Aku akan menjelaskan semuanya nanti. Maaf, Sutradara.”

Joo-wonim merenung sendirian di kamar lalu menyadari tali branya melorot lagi. Ia hendak membetulkannya tapi sesuatu terlintas di kepalanya. “Hanya satu kali saja.” Ia mengangkat kausnya dan terkejut melihat bekas luka di sekujur tubuh Ra-im.

sg06-00348 sg06-00347

Keesokan harinya mereka terbangun di temapt tidur mereka masing-masing dan menyadari mereka masih tertukar. “Apa yang harus kulakukan?” Ra-imwon melompat-lompat di kamar mandi sementara Joo-wonim berteriak kesal.

Joo-wonim mendatangi kamar Ra-imwon,” Bagaimana ini? Semua masih seperti kemarin setelah hari yang begitu melelahkan. Bukankah seharusnya kita membuka mata dan bahagia?”

“Mungkin ini takdir yang kejam. Mari pikirkan ini setelah makan pagi.”

“Ah terserahlah…mana Woo-young?”

“Dia tidak di sini. Tasnya juga tidak ada. Lihat ini!” Ra-imwon mengambil sehelai kertas di meja yang bertuliskan: “Aku berangkat dengan pesawat pertama. Sampai jumpa di Seoul.”

“Lalu bagaimana dengan acara dept.store? Bahkan ada acara TV yang meliput. Apa yang harus kulakukan?” Joo-wonim kesal.

Joo-wonim ingin mandi tapi Ra-imwon masih keberatan. Iya tuh udah seharian ngga mandi, kaya apa ya hehe…

“Berapa lama kau akan menghindari mandi? Sejujurnya tidak banyak yang bisa dilihat.” Joo-wonim mengangkat kausnya,” Lihat! Apa ini tubuh wanita? Dengan bekas luka di mana-mana.”

 

“Hei! Apa yang kaulakukan! Apa kau gila? Berapa banyak yang kau lihat?” Ra-imwon mencoba mnurunkan kembali kaus Joo-wonim. Mereka tarik menarik kaus Joo-wonim dan menyadari seseorang di hadapan mereka. Seul yang memandang mereka kaget…ups

sg06-00363 sg06-00361

Komentar:

Episode ini awal kelucuan pertukaran tubuh Joo-won dan Ra-im. Adegan mereka berdua, juga ketika mereka dengan Oska, sangat lucu. Di samping itu banyak pertanyaanyang muncul yang membuatku semakin penasaran.

Apa yang dimaksud ayah Ra-im dengan menyelamatkan hidup Ra-im? Apa penyebab putusnya Seul dan Oska? Kecelakaan apa yang pernah dialami Joo-won hingga ia seperti sekarang? Tampaknya sebelum kecelakaan itu ia tidak se-dingin sekarang. Apa hubungan Dr. Lee dengan Joo-won sebelum ini, tampaknya melibatkan ibu Joo-won.

Perpisahan Seul dan Oska sepertinya akibat kesalahpahaman, dan keduanya sama-sama merasa dikhianati sekaligur merasa menjadi korban.

Akting Ha Ji-won sebagai Joo-won cukup meyakinkan, ia bisa memerankan Joo-won yang angkuh, arogan, tidak berhati, dan seenaknya.

Sementara itu menurutku Hyun Bin memerankan Ra-im agak terlalu berlebihan. Misalnya melihat dada wanita, berteriak memegangi dada, dan ia tidak seketus biasanya pada Joo-won. Tapi aku dapat menikmati sisi komediknya, aku tertawa terus pada beberapa adegan hehehe…Sseperti yang Hyun Bin jelaskan, ia sengaja memerankan Ra-im lebih girly karena tidak inign penonton melihat “pria” lain dalam tubuh pria.

Pictures Credit tohttp://www.dramabeans.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)