Sabtu, 04 Desember 2010

Sinopsis Secret Garden Episode 3

sg3-00133 sg3-00101

Dalam drama ini banyak pemandangan indah….

Sinopsis episode 3

Joo-won dengan tenang memberitahu sutradara bahwa ia adalah fans Gil Ra-im. Ia menambahkan bahwa seharusnya sutradara tidak menyingkirkan Ra-im seperti itu. Kemudian dia mengumumkan bahwa ia menraktir makan semua orang yang terlibat dalam syuting yang tentu saja disambut gembira oleh semua kecuali Ra-im yang masih terkejut dan tidak tahu harus bersikap bagaimana.

sg3-00009  Joo-won “meminjam” Ra-im, lebih tepatnya menariknya untuk makan bersama dengannya di kantor pribadinya di lantai 9, yang disambut dengan “Huuuu….!” para kru film.

Joo-won mempersiapkan hidangan satu meja penuh mirip jamuan makan bangsawan (kayanya bisa untuk sepuluh orang deh). Joo-won menjelaskan bahwa ia telah bertanya pada teman sekamar Ra-im, Ah-young ( yang bekerja di LOEL), makanan apa yang Ra-im suka. Ah-young menjawab lebih penting kuantitas daripada kualitas. Jadi dia memesan makanan yang banyak untuknya. Ra-im sedikit malu.

sg3-00019 sg3-00024

Joo-won menarik kursi untuk Ra-im tapi Ra-im spontan meraih kursinya mengira Joo-won hendak melakukan sesuatu. Ra-im mengatakan ia tidak suka tindakan ksatria sperti itu. Namun Joo-won menebak tidak ada yang pernah melakukan itu untuknya.

Joo-won menganggap statusnya sekarang membuat segalanya berbeda - dia terlihat lebih tampan, lebih penting. Ra-im mengangguk sedikit, membuat Joo-won sedikit kaget. Ra-im berkata, “Karena kau mengatakan aku cantik ketika aku marah, aku memutuskan untuk tidak marah di depanmu. Jangan datang lagi ke sekolah.” Lalu Ra-im pergi dengan kesal.

sg3-00025

Ra-im menemukan restoran tempat kru makan sudah kosong. Ia duduk lalu meminta semangkuk nasi pada pelayan. Joo-won yang datang belakangan melarang pelayan untuk memberikannya. Ra-im mengambil semangkuk nasi yang tersisa di meja, Joo-won merebutnya. Ia tidak mengerti sikap Ra-im. Ra-im mengatakan ia tidak nyaman dengan sikapnya yang royal. Ra-Im menaruh uang 40 ribu won di atas meja. Ini adalah bayaran untuk makanan ini dan biaya rumah sakit. Jadi, sekarang mereka tidak memiliki hubungan apa-apa lagi.

Ra-im beranjak pergi.

Joo-won: “aku hanya tidak ingin kau terus merendahkan diri dan mengatakan maafkan aku.” Kilas balik: Joo-won melihat dari balkon ketika Ra-im terus menerus mengucapkan “maafkan aku” dan terus dimarahi oleh sutradara.

sg3-00031

Ra-im membalas bahwa ia dapat melakukannya seharian. Itu adalah cara hidupnya. Sekarang karena Joo-won, semua orang akan menggosipkannya mempunyai koneksi tingkat atas. Artinya ia harus mengucapkan “maafkan aku” lebih banyak di masa yang akan datang. “Apa kau pikir dunia ini cerita dongeng? Apa kau pikir semua meja makan di dunia dilengkapi dengan bunga, lilin, dan wine?”

Benar saja, ketika Ra-im kembali ke set film. Semua orang memperlakukannya berbeda. Memujinya karena punya koneksi bagus. Termasuk sutradara yang malah menyuruh Chae-rin melakukan sendiri aksinya sementara Ra-im duduk di sebelah bangku sutradara. Ra-im merasa tidak enak dan risih dengan semua itu.

Jong-soo mengetahui kejadian itu dari salah satu teman Ra-im. Ia diberitahu bahwa “orang yang pintar menghasilkan uang “ ternyata seorang CEO. Ia juga menambahkan Joo-won sepertinya menyukai Ra-im. Jong-soo tentu saja tidak senang mendengamya. Pada saat itulah Ra-im datang, mendengar temannya bercerita pada Jong-soo tentang Joo-won, ia menjadi tidak enak lalu buru-buru pergi. Namun tiba-tiba tali tasnya putus. Temannya langsung berkata, “Kau bisa minta Joo-won membelikanmu tas yang baru dan bagus.” Ra-im tambah merasa tidak enak. Jong-soo memperhatikan sikap Ra-im lalu melakukan panjat tebing untuk menghilangkan kegalauannya. Ia ingat melihat Joo-won memeriksa bekas luka Ra-im dan bagaimana pandangan Ra-im setelah Joo-won pergi.

sg3-00057 sg3-00064

Oska mendapat telepon dari asistennya yang mengabarkan bahwa di LOEL ada poster iklan kampanye yang hadiahnya adalah melakukan perjalanan bersama Oska. Oska langsung mendatangi kediaman Joo-won menanyakan hal tersebut. Joo-won tidak ambil pusing, ia menenangkan sepupunya, karena ia pasti akan melakukan perjalanan itu pada akhirnya. Oska protes dan memindahkan jadwal syuting CFnya agar bentrok dengan jadwal perjalanan tersebut.

sg3-00086 sg3-00087

Oska sebenarnya bukan seorang bintang yang bertemperamen jelek, tapi pendiriannya yang berubah-ubah membuat orang susah mengaturnya. Hari ini managernya bertanya mengenai sebuah berita di yang menyebutkan Oska mencari bakat baru. “Oooh, karena banyak artis yang melakukannya, secara spontan aku jawab aku juga melakukannya ketika aku diwawancara,” kilah Oska. Lalu Oska menyuruh managernya mencari pemuda yang ia lihat di kafe waktu itu.

Joo-won terus memikirkan Ra-im. Akhirnya ia mencari Oska ke rumahnya, yang sedang berduaan dengan pacar barunya. Joo-won tidak peduli dan langsung meluapkan isi kepalanya pada Oska.

sg3-00099 sg3-00097

Joo-won : “Dia tidak berpendidikan, sering menggunakan kata-kata kasar (cuma sama Joo-won aja sebenernya), kadang-kadang bersikap kasar. Apakah kau pernah mengencani wanita seperti itu?

Oska (marah akrena kencannya diganggu) : “Aku bisa gila! Tentu saja aku pernah! Park Chae-rin wanita seperti itu, lalu kenapa?!”

Joo-won: “Baguslah, setidaknya Ra-im lebih keren. Atau pernahkah kau ditampar seorang gadis dan kau menyukainya?”

Oska: “Apa?!”

Joo-won : “Walau kau dipukuli, kau dapat menahannya. Bahkan ada sedikit perasaan aneh yang membuatmu menginginkan lebih.”

Oska: “Aigoo! Pantas saja orang yang tidak berpendidikan lebih nakal. Apa kau suka diikat? Menggunakan borgol dan semacamnya?”

Joo-won (kaget): “Aigoo! Bukan yang seperti itu! Sudah, lanjutkan saja apa yang mau kau lakukan!”

Sambil berjalan keluar ia menambahkan, “Kurasa Park Chae-rin juga mengenakan gaun yang sama.” Pacar baru Oska mendengar itu langsung marah. “Bukan, dia salah!” Oska berusaha menjelaskan, “ Chae-rin menggunakan baju tidurku! Ups..” Oska menggigit tangannya, kelepasan ngomong hehehe…

Jong-soo datang ke kantor Joo-won mencarinya. “Kau kelihatan lebih baik mengenakan jas daripada jaket.” Katanya. “Bukan berarti aku tidak terlihat bagus mengenakan jaket,” balas Joo-won. Joo-won ini kayanya suka banget sama jaket bling-blingnya…

sg3-00114 sg3-00113

Jong-soo memperingatkan Joo-won untuk tidak mengganggu Ra-im . Ra-im bagus dalam melakukan pekerjaannya dan sedang menuju ke rah yang lebih baik. Joo-won mengatakan ia sedang membantu Ra-im jadi Jong-soo juga jangan menganggunya.

Yoon-seul datang ke tempat Oska mencarinya namun Oska tidak ada, yang ada hanya managernya. Managernya tidak suka melihat Yoon-seul, ia mengetahui masa lalu mereka yang menyakitkan bagi Oska, Manager menolak proposal Yoon-seul untuk menjadi sutradara MV Oska dan mengatakan sudah memperoleh sutradara, jadi sebaiknya Yoon-seul tidak datang lagi.

Yoon-seul pergi ke luar namun tidak menghentikan usahanya. Ia menelepon temannya yang seorang PD. Ia meminta tolong temannya itu untuk mencari tahu siapa sutradara MV Oska, dengan iming-iming sebuah tas baru yang mahal. Ia senang ketika melihat Joo-won datang. Yoon-seul berkilah ada urusan pekerjaan dengan manager ketika Joo-won menanyakan mengapa ia ada di sini.

sg3-00121 sg3-00123

Yoon-seul bertanya apakah Joo-won tidak bekerja. Joo-won menjawab ia hendak bersenang-senang saja. “Oh bagus sekali, aku juga punya waktu luang sekarang ini dan ingin bersenang-senang juga,” Yoon-seul berharap Joo-won mengajaknya kencan. Dasar Joo-won, katanya, “Baiklah, selamat bersenang-senang.” Lalu langsung meninggalkan Yoon-seul masuk ke dalam rumahnya. Yoon-seul kesal, “Mengapa aku memilih orang yang begitu sulit. Apakah tidak ada sepupu yang lain?” hmmm, membuatku berpikir sepertinya Yoon-seul ini sedang balas dendam pada Oska, dan tidak benar-benar tertarik pada Joo-won.

D rumahnya Joo-won mondar-mandir memandangi uang 40 ribu won di atas meja (yang ditinggalkan Ra-im di restoran). Lalu menelepon dokternya bersikeras meminta salinan tagihan biaya rumah sakit Ra-im. Dokternya menyuruh Joo-won mengambil sendiri ke rumah sakit, lalu bergumam, “Dia sedang jatuh cinta…”

Ra-im berjalan ke tempat perhentian bus, di mana terpampang poster iklan kosmetik yang dibintangi Jeon Do-yeon. Ra-im ingat Joo-won berkata bahwa ia adalah Jeon Do-yeon baginya, ia langsung tersipu, dan mencoba meniru pose Jeon Do-yeon dalam poster itu. Setelah nya ia merasa bodoh dan meminta maaf pada poster Jeon Do-yeon. Seperti dia merasa bersalah ingin menjadi cantik padahal dia merasa dia tidak secantik itu.

sg3-00141 sg3-00142

Joo-won datang ke tempat latihan Ra-im. Kali ini mengenakan jaket tutul. Dia mengumumkan dia bukan ke situ untuk bertemu dengan Ra-im tapi untuk menagih hutang. “Kau tahu, orang kaya terobsesi dengan uangnya,” katanya. Lalu dia memberikan tagihan rumah sakit Ra-im. Di situ tertulis 45 ribu won, jadi Ra-im kurang membayar 5 ribu won.

Ra-im mengeluarkan uangnya hanya ada 3 ribu won. “Sisanya nanti.”

sg3-00145 sg3-00146

“Beri aku sekarang!” kata Joo-won. Dia sih masih ingin berlama-lama bertemu dengan Ra-im. Ra-im meninggalkannya dengan kesal.

Joo-won melihat-lihat loker Ra-im yang lupa ditutupnya. Ada foto Ra-im dan ayahnya, “dia pasti mirip ibunya.” Joo-won bahkan memfoto foto Ra-im yang sedang tersenyum manis. Tapi ia kesal melihat poster Oska yang cukup besar sedang berpose dengan seorang gadis. Namun wajah gadis model itu telah diganti dengan foto wajah Ra-im hehe…namanya juga fans. Joo-won mencopotnya dan meremasnya.

sg3-00152 sg3-00153

Ia terus melihat isi loker Ra-im. Ada banyak pembalut luka, sarung tinju, stoking yang digunakan sebagai tas kecil, bahkan ada beberapa peralatan kosmetik seperti cat kuku, krim wajah, pemerah pipi. Menariknya ketika Joo-won melakukan hal itu, wajah ayah Ra-im dalam foto yang awalnya tersenyum lebar perlahan-lahan merengut. Hiiiiyyyy…….

Ra-im sedang melatih para stunt dan menyuruh mereka latihan sit-up berpasangan, yang satu memegang kaki temannya. Joo-won ikut latihan tapi tidak mau dipegangi oleh teman yang lain. Ia terus mengoceh dia mendapat perlakuan berbeda dan tidak ada pasangannya. Kesal, Ra-im memegangi kakinya agar Joo-won diam. Joo-won mulai melakukan setengah sit-up, soalnya yang diangkat cuma lehernya dikit.

sg3-00167 sg3-00166

Ra-im: “Apa kau tidak bisa melakukannya dengan benar?”

Joo-won: “Kau akan menyesal telah mengatakannya.”

Lalu dia menunjukkan maksudnya dengan melakukan sit-up yang benar dan membuat wajah mereka menjadi sangat dekat. Setiap Joo-won mengangkat badannya mendekati wajah Ra-im, ia menatap Ra-im lekat-lekat, membuat Ra-im tidak nyaman. Adegan ini bener-bener seksi, chemistry keduanya mana tahaaaaann….

sg3-00181 sg3-00183a

Joo-won: “Gil Ra-im, sejak kapan kau menjadi sangat cantik? Tahun lalu?”

Ra-im berdiri. “Aku hanya bermain-main,” kata Joo-won. Berakhir dengan satu lagi tendangan di kaki Joo-won.“Aku juga hanya main-main,” sembur Ra-im sambil pergi.

Perdebatan mereka dilanjutkan di atas atap. Ra-im bertanya mengapa Joo-won mengikutinya terus, menggodanya apakah dia menyukainya.

sg3-00197 sg3-00196

Joo-won : “Apa aku orang tidak punya pikiran? Apakah aku berkekurangan? Pernahkah kau melihat seseorang sepertiku menyukai seseorang sepertimu? Apa kau pikir hal itu realistis? Kurasa kau salah paham. Aku memiliki antrian gadis yang ingin menikahiku. Sedangkan kau tidak memiliki satu pun hal yang baik..Apa yang dapat kulakukan jika aku memikirkanmu terus? Bahkan ketika kau tidak ada aku tetap merasakan kehadiranmu. Kau membuatku mengucapkan “kimsuhanmu” tiap malam. Apa yang kau lakukan padaku? Mengapa kau memilihku hingga menjadi seperti ini?”

Ra-im: “Apa?”

Joo-won: “Kau menutup telepon sesukamu. Jika aku menemuimu, kau marah. Aku membelikanmu makanan, kau lebih marah. Lebih buruk dari itu kau bahkan memukulku. Tapi itulah masalahnya. Kau begitu aneh hingga aku mencarimu, bingung dan kagum.”

Ra-im tak dapat mengucapkan apa-apa.

Joo-won menambahkan: “Jadi saat ini, aku sedang gila. Aku takkan kembali ke sini. Aku akan pergi. Pastikan kau memberiku 2 ribu won itu. Aku akan memberimu alamatku melalui sms.” Dan ia pergi. Ra-Im sepertimya tersentuh dengan pernyataan Joo-won.

Oska sedang latihan menari dengan para penari latarnya. Asistennya datang mengabarkan dia telah menemukan pemuda itu, namanya Han Tae-sun. Tapi dia tidak mengenal Oska. “Apa? Apa dia orang Korea Utara?” “Bukan, dia orang Seoul.” Hahahahaha….para penari latarnya tertawa.

Oska pikir pemuda itu tak percaya kalau dia adalah Oska sang bintang. Dia langsung menelepon Tae-sun untuk meyakinkannya kalau dia benar Oska, bahakan menyanyikan lagunya lewat telepon, Telepon itu dioper pada seorang wanita yang histeris mendengar suara Oska lewat telepon, encore….encore…!

sg3-00207 sg3-00209

Tae-sun tidak peduli Oska siapa dan berkata kalau Oska ingin menemuinya, kirim dulu musik Oska. Tae-sun sedang berada di toko musik untuk menjual keyboardnya. Dia memutuskan untuk berhenti menulis lagu. Tadinya peran Tae-sun ini gosipnya akan diperankan oleh Park Jae-bum lho…

Ah-young pergi kencan buta, dan menemukan bahwa kencannya adalah sekretaris Kim, tangan kanan Joo-won. Lucunya, sekretaris Kim meniru tingkah laku Joo-won. Bahkan meniru ucapannya ketika memesan menu, “Apakah ini yang terbaik? Apa kau yakin?” Ah-young tidak terkesan melihatnya, bahkan dia tampak kesal. Ketika sekretaris Kim mulai mengatakan seseuatu tentang “selama lima tahun…” Ah-young pikir sekretaris Kim sudah mengawasinya selama itu. Dia pergi dengan marah.

sg3-00217 sg3-00222

Tapi begitu ia melangkah keluar, ia disambut dengan ucapan selamat dari beberapa pria di atas balkon restoran dan sekretaris Kim keluar membawa kue lengkap dengan lilinnya untuk merayakan lima tahun Ah-young bekerja. Ah-young terharu , “Sekretaris Kim!”

sg3-00223

Sementara itu Ra-im mendapat telepon, yang sudah ditunggu-tunggunya. Sebelumnya ia terus mengecek handphone menunggu sms masuk . Dia mendapat telepon untuk menemui Joo-won di sebuah klub eksklusif. Untuk pertama kalinya dia tidak protes dan cuek ketika pengunjung memperhatikan gaya berpakaiannya. Sementara itu beberapa wanita berbisik-bisik, “Itu Kim Joo-won! Tampannyaaa…”

Ra-im mengikatkan scarf di lehernya, mengikuti Ah-young yang juga memakainya untuk kencan. Ketika Ra-im bertanya apa tidak panas, Ah-young menjawab pria lebih suka jika kita menutupi sedikit. Tapi Joo-won malah bertanya apa leher Ra-im terluka, dengan cepat Ra-im melepas scarfnya.

sg3-00231

Ra-im menawarkan untuk membelikan Joo-won bir, dan bersikap lebih ramah dari biasanya. Juga meminta maaf atas beberapa sikapnya. Tapi anehnya pandangan Joo-won hanya tertuju pada tas Ra-im yang talinya putus namun sudah dipasangkan kembali dengan beberapa peniti.

sg3-00238 sg3-00240

Tas itu mengingatkan Joo-won akan berbedanya Ra-im dengan dirinya. Joo-won ingat rumah Ra-im yang kumuh, lokernya yang berisi barang-barang usang, dan sekarang tasnya yang sudah jelek.

Joo-won : “Aku merasa kau wanita pertama yang tak dapat kuhadapi sejak aku dilahirkan. Tanpa berpikir apakah latar belakang keluarga yang baik akan membantu bisnisku atau memiliki gen yang cukup baik unutk diturunkan pada anakku. Berapa harga tas seperti ini? Jika kau menghormatiku seharusnya kau memperhatikan penampilanmu. Aku bukan jenis pria yang menyuruhmu datang hanya untuk 2 ribu won. Apa kau tidak punya pakaian lain? tas lain?”

Ra-im tersinggung, ia berkata, “Sepertinya kau salah paham, aku datang hanya untuk ini.” Ra-im merogoh kantongnya dan menggebrakkan uang 2 ribu won ke atas meja. Lalu pergi.

Ra-im berjalan antara sedih dan kesal saat Oska tiba, marah-marah sendiri mengenai seorang pemuda yang sama sekali tidak mengenalinya. Oska melihat Ra-im dan menyapanya dengan senang. Bener-bener gampang banget berubah ini orang.

Oska hendak mengajak Ra-im mengobrol saat Joo-won keluar dari klub dan melihat mereka berdua. Melihat Joo-won, Ra-im bergegas pergi namun Oska menahannya. Sayang, tali tasnya kembali putus dan hal ini membuat Joo-won semakin marah. Oska bersikap berbeda dengan Joo-won melihat tas Ra-im. Ia malah memuji Ra-im orang yang dapat memanfaatkan segala sesuatu, tapi hal itu tidak menghibur Ra-im. Joo-won pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.

sg3-00255 sg3-00260

Oska mendengar bahwa Tae-sun telah keluar dari klub dan tidak tahu ada di mana. Ia ngomel-ngomel dan mengajak Ra-im berjalan bersama. Oska ingin mengetahui hubungan Ra-im dengan Joo-won. Ra-im menjawab, “Sejenis hubungan di mana kami dapat saling mengetahui perasaan masing-masing melalui sebuah tas.” “Sedekat itukah?” Oska terkejut, “Pantas saja, apakah kau mengetahui kelemahan Joo-won sehingga ia terus membicarakanmu? Ayo beritahu aku apa kelemahannya. Aku sungguh memerlukannya.” Ra-im kaget mendengar Joo-won sering membicarakannya.

Ketika mereka berjalan melewati sebuah restoran, seorang wanita melambaikan tangan pada Oska lalu keluar menyapanya. Dia adalah Kim Hee-won, adik Joo-won. Hee-won menggoda Ra-im dengan membisikkan bahwa Oska seorang playboy. Oska mengatakan bahwa Hee-won adalah seorang yang baik tidak seperti kakaknya. Hee-won mengatakan, kasihan Joo-won dicampakkan oleh kencan butanya. Senyum Oska lenyap ketika mendengar bahwa wanita itu adalah Yoon-seul. Rumor yang beredar adalah Joo-won dicampakkan Yoon-seul.

sg3-00273 Dalam perjalanan pulang Oska mengingat ketika masih bersama dengan Yoon-seul. Ketika itu Oska baru mulai terkenal dan banyak sekali kegiatannya. Dia mengatakan pada Yoon-seul dia berada di studio rekaman padahal saat itu dia baru keluar sebuah gedung bersama managernya. Banyak fans mengerumuninya. Oska melihat di belakang kerumunan, Yoon-seul dengan wajah marah mengacungkan sebuah karton bertuliskan “Kau pembohong!” lalu menuliskan sesuatu tentang Oska bersama gadis lain. Yoon-seul pergi dengan marah.

sg3-00281 sg3-00285

Joo-won dan Oska berjalan-jalan di sekitar rumah mereka dengan pikiran masing-masing. Mereka tak sengaja bertemu dan akhirnya duduk minum bersama.

sg3-00300

Joo-won & Oska: “Aku mau bertanya sesuatu.”

Joo-won & Oska: “Aku dulu yang bicara.”

Joo-won: “Apa Gil Ra-im pulang baik-baik saja?”

Oska: “Kudengar kau pergi kencan buta.”

Joo-won: “Aku selalu pergi kencan buta, lalu kenapa? Apa kau mengantarnya, atau ia pulang sendiri?”

Oska: “Siapa wanita yang kencan denganmu?

Joo-won : “Apa dia membicarakan aku?”

Oska: “Hee-won bilang ia mencampakkanmu. Apa itu benar?”

Joo-won: “Apa dia masih membawa tas jelek itu? Tas plastic bahkan lebih baik.”

sg3-00305 sg3-00304

Oska: “Apa kau akan menikahi seorang pemeran pengganti? Jika kau hanya bermain-main, jangan sekalipun khawatir atau bertanya apapun. Nikmati sajalah. Jika kau akan menikah dengan seorang wanita dari kencan butamu, mengapa semua itu (tentang Ra-im) penting bagimu?

Jadi seperti apa dia (kencan buta Joo-won)?

Joo-won: “Kau dengar dari Hee-won, aku dicampakkan. Puas? Mari kita bicara tentang Gil Ra-im.

Oska: “Apa dia mengetahui kelemahanmu? Apa dia mengambil fotomu?”

Joo-won: “Apa?! Aku yang mengambil fotonya!”

(Sigh, dua saudara ini bener-bener deh kalau ngobrol….)

Joo-won tidak dapat berhenti memikirkan Ra-im. Dia meletakkan buku yang sedang di bacanya. Buku itu berisi puisi:

Hari yang cerah tak berarti apapun

Sseorang berjalan masuk ke dalam hatiku

Aku menunggu sebuah kesempatan

Wanita murungku yang berharga

Kau terbang kemari tanpa sengaja

sg3-00312 sg3-00317

Ra-im menerima sebuah telepon yang mengabarkan kalau ia mendapat sebuah hadiah dari LOEL. Dia pikir Ah-young melakukan sesuatu karena itu adalah tempat kerjanya. Tapi Ah-young mengatakan pasti Predir yang terlibat. Ra-im berpikir sebentar lalu bertanya pada Ah-young bolehkah ia meminjam tas Ah-young yang baru.

sg3-00324

Di luar rumah Ra-im, Joo-won duduk dalam mobilnya. Dia seperti menunggu telepon Ra-im atau berniat meneleponnya. Lalu dia memutuskan keluar dan menuju ke pintu rumah Ra-im, namun sesampainya di pintu ia mengurungkan niatnya.

sg3-00340

Keesokan harinya, Joo-won lebih pagi datang ke kantor. Sekretarsi Kim menyambutnya sedikit kaget, karena bukan hari kerja Joo-won. Ketika ia berjalan, seseorang menarik perhatiannya. Itu adalah Ra-im yang mau mengambil hadiahnya. Mereka bertatapan.

sg3-00345 sg3-00351 sg3-00346

Komentar:

Joo-won sebenarnya berniat membantu Ra-im namun kekurangannya memahami orang lain membuatnya mendapat reaksi kebalikannya. Joo-won menyadari ketertarikannya pada Ra-im tapi tidak mau mengakuinya karena dalam dunia Joo-won, Ra-im tidak mungkin menjadi pasangannya. Joo-won tidak mengerti cinta dan tidak pernah jatuh cinta.

Aku senang drama ini tidak bertele-tele dengan cinta segiempatnya. Biasanya aku mengalami second male lead sindrom, misalnya Jae-shin. Tapi dalam drama ini tidak ada pahlawan di balik layar yang sempurna. Jong-soo mungkin seperti itu tapi tidak terlalu menonjol. Dalam episode ini ia hanya muncul sebentar.

Sementara itu hubungan Oska dan Joo-won juga sangat menarik. Dua orang kesepian yang tidak mau mengakui kalau mereka membutuhkan satu sama lain. Hubungan Oska dan Yoon-seul cukup manis di masa lalu, dan kisah percintaan mereka sepertinya lebih dari itu. Apa yang menyebabkan mereka putus?

Sumber: Dramabeans.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih komentarnya^^
Maaf aku tidak bisa membalas satu per satu..tapi semua komentar pasti kubaca ;)