Friday, 19 September 2014

Sinopsis Empress Ki Episode 47-49

ki-00318 

Episode 47:

Ta Hwan semakin sulit membedakan antara mimpi dan kenyataan. Ia bermimpi Seung Nyang hendak membunuhnya untuk membalas kematian ayah Seung Nyang dan Wang Yoo, dan Ibu Suri menuduhnya menjadi Kaisar berkat kematian adiknya dan ayahnya. Seung Nyang berusaha membangunkan Ta Hwan, tapi Ta Hwan langsung mencekiknya begitu bangun. Ia menuduh Seung Nyang hendak membunuhnya. Seung Nyang mengingatkan Ta Hwan bahwa itu hanya mimpi. Untunglah Ta Hwan segera sadar dan melepaskan cekikannya. Ia berkali-kali minta maaf dengan wajah kalut dan bingung.

ki-00011 ki-00014

Masih dengan pikiran belum jernih, Ta Hwan pergi ke aula besar bersama Seung Nyang karena para menteri berkumpul untuk mengajukan pemecatan Bayan (bahasanya kaya bahasa detik[dot]com hahaha XD). Alasan mereka adalah karena perbuatan Khutugh yang adalah keponakan Bayan.

Tapi tanpa disangka-sangka, Bayan berteriak dari luar aula memohon agar Ta Hwan menurunkannya dari jabatan PM. Lengkap sambil membawa stempel kerajaan yang merupakan lambang pemerintahan tertinggi setelah Ta Hwan.

ki-00016 ki-00020

Seung Nyang bersikap sinis melihat Bayan berlutut di depan aula dan memohon Ta Hwan menurunkan jabatannya dengan alasan demi ketenangan Ta Hwan. Tapi Ta Hwan percaya Bayan benar-benar tidak mengejat kekuasaan dan hanya ingin membantunya. Karena itu ia malah memarahi para menteri dan menolak permintaan mereka.

Lebih jauh lagi, ia melarang siapapun membicarakan keburukan Bayan di hadapannya. Karena merendahkan Bayan dianggap sama dengan merendahkan Kaisar. Seung Nyang speechless melihat semua itu.

ki-00024 ki-00026

Bayan dan Seung Nyang mendeklarasikan “perang” satu sama lain. Dengan santun tentunya. Kalau biasa kita berbalas pantun, mereka berbalas pujian.

Bayan memuji Seung Nyang yang bisa menggerakkan para pejabat. Sementara Seung Nyang memuji Bayan yang mampu mendapatkan kepercayaan penuh dari Ta Hwan bahkan setelah insiden Khutugh.

Bayan bertekad menghalau orang Goryeo dari Yuan, menurut pendapatnya dengan begitu tercipta kedamaian di Yuan. Lah siapa yang bawa emangnya? Selama ini kan Yuan yang minta dikirim orang Goryeo? Sementara Seung Nyang hanya berharap perdamaian di negeri Yuan ini tanpa memandang siapapun yang menjadi rakyatnya. Dipikir-pikir Bayan ini jadi kaya Hitler dong ya…mengagungkan ras tertentu >,<

ki-00033 ki-00034

Setelah mengetahui bahwa Maha adalah puteranya, Wang Yoo pergi menemuinya. Maha belum pulih dari lukanya dan tampaknya bertambah parah. Sehari-hari ia banyak berdoa di kuil Buddha.

Saat Dayang Seo sedang keluar, Wang Yoo masuk menemui Maha. Tapi sebelumnya Sun Woo sudah mengingatkan agar Wang Yoo tidak memberitahu Maha bahwa ia adalah puteranya, karena Seung Nyang bisa terancam mati. Wang Yoo memberi nasihat pada Maha bahwa siapapun orangtua kita, yang terpenting adalah bagaimana kita menjalani hidup itu. Sebelum pergi, ia menyentuh pipi Maha dan menatapnya dengan sayang hingga Maha sempat terkejut. Wang Yoo berjanji akan mengunjungi Maha sesekali.

Wang Yoo memberitahu anak buahnya bahwa ia akan membawa Maha ke Goryeo suatu saat nanti. Dan di sana ia akan memberitahunya bahwa ia adalah ayahnya dan Seung Nyang adalah ibunya. Sun Woo setuju, karena di Goryeo Maha akan aman. Tapi mereka tidak tahu bahwa Dayang Seo tak sengaja mendengar percakapan mereka dan terkejut mengetahui siapa orangtua Maha sebenarnya.

ki-00042 ki-00058

Ta Hwan semakin larut dalam kemabukannya dan tidak lagi mengurusi urusan kerajaan. Ia kerap bermain bersama para selir dan tidak mengindahkan teguran Seung Nyang agar berhenti minum-minum. Alasannya, ia tidak bermimpi buruk Seung Nyang akan membunuhnya jika ia mabuk.

Ta Hwan menyerahkan urusan kenegaraan seluruhnya pada Bayan. Ia bahkan membiarkan Bayan mengambil semua keputusan kenegaraan tanpa perlu lagi mendiskusikan dengannya. Stempel Kaisar beralih pada Bayan.

ki-00064 ki-00074

Melihat Bayan sekarang seperti melihat El Temur kembali. Tal Tal khawatir melihat ambisi pamannya yang semakin tidak terkendali. Ia berusaha menghalangi pamannya memecat para pejabat yang memiliki kemampuan. Tapi Bayan berkeras ia tidak membutuhkan orang berkemampuan tapi membutuhkan orang yang setia. Karena itu ia hendak memecat semua pejabat yang memihak Seung Nyang meski mereka memiliki kemampuan.

Ia yakin hanya dengan cara itu ia bisa memulihkan kondisi keuangan negara yang kacau balau. Tal Tal tidak tahu harus bagaimana lagi menasihati pamannya.

ki-00084 ki-00088

Bayan menangkapi para pejabat yang memihak Seung Nyang dan menuduh mereka menjual aset mereka. Mereka disiksa. Seung Nyang tidak diam. Ia pergi ke penjara dan meminta mereka dibebaskan. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena tuduhan Bayan sudah mendapat stempel Kaisar dan stempel kerajaan.

Ta Hwan sedang menasihati anaknya agar menjadi Kaisar yang kuat. Ayu berkata ibunya mengajarkan bahwa pemimpin itu harus bijak. Ta Hwan berkeras seorang Kaisar harus kuat dan memiliki kekuasaan, jangan sampai diinjak negara tetangga seperti Goryeo. Ayu pernah mendengar dari para pelayan bahwa Seung Nyang adalah orang Goryeo. Ta Hwan jadi marah dan melarang Ayu berbicara tentang Goryeo lagi.

Ayu terkejut dimarahi ayahnya dan menangis pada Seung Nyang. Ta Hwan ikut memarahi Seung Nyang agar menjadi ibu yang baik bagi Ayu dan tidak lagi mengurus kerajaan. Seung Nyang meminta Ta Hwan menghentikan kekejaman Bayan, tapi Ta Hwan tidak mau dengar. Di matanya, Seung Nyang telah menyelamatkan musuh, yaitu Wang Yoo. Ia menganggap Bayan yang sedang memperbaiki negara sementara Seung Nyang menghancurkan negara.

ki-00102 ki-00103

Golta yang mendengar perselisihan mereka diam-diam tersenyum licik. Ternyata ia adalah pemimpin tertinggi Maebak. Dan orang yang selalu berdiri di sebelahnya adalah salah satu pengawal Ta Hwan bernama Na Moo (kembarannya Junsu JYJ).

Karena melihat Ta Hwan sekarang mempercayai Bayan dan menjauh dari Seung Nyang, Golta berencana menggunakan Bayan untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya.

ki-00110 ki-00113

Untuk itu ia mengirim Byung Soo dan Jocham pada Bayan dengan membawa surat darinya. Melalui surat itu, Maebak mengajukan tawaran kerja sama. Mereka meminta Bayan menghabisi kelompok pedagang lain selain kelompok Maebak. Sebagai balasannya mereka akan memberikan banyak uang.

Bayan yang membutuhkan uang untuk memenuhi kas negara, dengan mudah menerima tawaran itu. Apalagi setelah Byung Soo mengomporinya bahwa kolompok pedagang Goryeo juga akan dihabisi. Membasmi musuh, juga mendapat uang. Bagai sekali tepuk mendapat 2 lalat.

ki-00118 ki-00122

Bayan menangkapi para pedagang-pedagang yang bukan berasal dari Yuan. Tal Tal sebenarnya tidak setuju dengan tindakan pamannya tapi Bayan berkeras para pedagang dari negara lain itu yang menyebabkan kejatuhan negara mereka. Aneh deh, tuh liat aja di Byung Soo juga kan orang Goryeo >,<

Tal Tal berusaha menegur dan menasihati pamannya tapi ia malah kena tampar dan Bayan hampir membunuh Tal Tal jika tidak dihalangi oleh anak buahnya. Bayan mewanti-wanti Tal Tal agar tidak menentang kekuasaannya sebagai Perdana Menteri. Tal Tal menyerah.

ki-00124  ki-00139

Dengan berat hati ia menjalankan pemerintah pamannya untuk memberi cap pada wajah pedagang negara lain yang telah mereka tangkap. Setiap orang yang telah diberi cap tersebut dilarang untuk berdagang di Yuan. Capnya bukan cap biasa, tapi cap dengan besi membara yang akan meninggalkan bekas luka di wajah seumur hidup.

Seung Nyang hendak menghentikan semua kekejaman itu tapi Tal Tal berkata Seung Nyang tidak boleh berada di tempat itu. Seung Nyang sekali lagi kecewa karena orang bijak dan pandai seperti Tal Tal bukan menghentikan Bayan malah menuruti kemauannya. Tal Tal mengaku ia tidak memiliki kemampuan untuk melawan kekuasaan Bayan. Ia menasihati agar Seung Nyang menghentikan “perang” ini karena nyawa Seung Nyang juga bisa hilang.

Seung Nyang tidak mau menyerah. Setidaknya ia tidak kejam seperti Bayan.

ki-00142 ki-00150

Wang Yoo menemani Maha berdoa di kuil. Ia bertanya apa yang Maha doakan. Maha mendoakan orangtua kandungnya jika mereka sudah di surga dan ingin bertemu dengan mereka jika mereka masih hidup. Wang Yoo tertegun. Ketika Maha bertanya apa yang Wang Yoo doakan, Wang Yoo berkata ia berdoa agar doa Maha dikabulkan. Diam-diam Dayang Seo memperhatikan mereka.

Kondisi Maha tampaknya bertambah parah, tapi Maha tidak mau menunjukkannya pada orang lain termasuk Wang Yoo. Ia menegaskan bahwa ia tidak apa-apa.

ki-00151 ki-00152

Seung Nyang berdandan dengan cantik dan mengajak Ta Hwan berjalan-jalan menikmati pemandangan indah di luar istana. Tapi yang mereka lihat bukan pemandangan indah melainkan penderitaan rakyat.

Maya-mayat bergelimpangan. Ratap tangis terdengar di mana-mana. Anak-anak meminta-minta sedekah. Ta Hwan tidak suka melihat semua itu. Seung Nyang meminta maaf. Jika ia mengatakan ke mana mereka akanpergi, Ta Hwan pasti tidak akan mau ikut.

Ta Hwan kesal, apalagi ketika Seung Nyang berkata bahwa semua ini terjadi akibat kekejaman Bayan. Ia meminta Ta Hwan tidak lagi fokus pada kejayaan dan kemakmuran, tapi memikirkan kesejahteraan rakyat. Ta Hwan sekali lagi menegaskan bahwa ia percaya pada Bayan. Ia yakin Bayan bisa memulihkan keadaan ini.

ki-00158 ki-00162

Dalam perjalanan kembali ke istana, rakyat yang melihat mereka berbisik-bisik dengan wajah tidak suka melihat Ta Hwan dan Seung Nyang. Seung Nyang mengatakan itu pada Ta Hwan. Sayangnya, kondisi jiwa Ta Hwan tidak kuat melihat dan menerima semua itu. Ia malah melihat Wang Yoo dan berseru bahwa Wang Yoo menertawakannya. Seung Nyang mengira Ta Hwan sedang berhalusinasi lagi.

Ta Hwan berkeras ia melihat Wang Yoo. Lalu ia jatuh pingsan dan terjatuh dari kuda. Sebenarnya Wang Yoo memang ada di sana. Dan ia bersembunyi dari balik kerumunan rakyat.

ki-00172 ki-00173

Ta Hwan terkena serangan jantung akibat kebiasaannya minum-minum. Untunglah masa kritisnya sudah lewat. Seung Nyang memohon agar tabib menyembuhkan Ta Hwan.

Bool Hwa dengan hati-hati menyuapkan obat pada Maha. Tapi Maha sudah dalam keadaan setengah sadar dan tidak ada obat yang bisa masuk ke dalam mulutnya. Bool Hwa memberi uang pada Dayang Seo dan membebaskannya untuk pergi. Ia sendiri yang akan mengawal Maha ke Goryeo.

Dayang Seo menurut meski ia masih curiga. Sayangnya, begitu Dayang Seo pergi, Maha menghembuskan nafas terakhirnya.

Wang Yoo sangat senang karena sebenarnya ia yang akan membawa Maha kembali ke Goryeo. Dan di sana ia akan memberitahu Maha bahwa ia adalah ayah kandungnya. Tapi rencana itu tidak pernah terwujud.

Meski hatinya sangat pedih karena tidak bisa memberitahu Maha mengenai siapa dirinya dan juga tidak akan pernah bisa melihat puteranya lagi, Wang Yoo tetap memikirkan yang terbaik bagi Seung Nyang. Ia melarang Bool Hwa memberitahu Seung Nyang mengenai kematian Maha karena saat ini Seung Nyang sudah terlalu menderita. Ia meminta Bool Hwa memberitahu Seung Nyang bahwa Maha dibawanya ke Goryeo.

ki-00187 ki-00189

Seung Nyang memandang Ta Hwan yang terbaring tidur. Sambil menangis ia berkata suatu hari nanti Ta Hwan akan menyadari bahwa ia benar-benar tulus dan melakukan segalanya demi melindungi Ta Hwan.

Mendengar kondisi Maha membaik, Seung Nyang menarik nafas lega. Ia mendengar Ibu Suri dan Bayan sedang merencanakan sesuatu. Ia mengumpulkan semua menteri dan pejabat di aula istana.

ki-00191 ki-00194

Ibu Suri dan Bayan memang sedang merencanakan sesuatu. Ibu Suri merasa sekarang saat yang tepat untuk menyingkirkan Seung Nyang karena Ta Hwan dalam keadaan koma. Tidak ada yang tahu kapan Ta Hwan akan sadar. Mereka berencana menuduh Seung Nyang hendak memberontak.

Tapi mereka kalah langkah dari Seung Nyang yang sudah mengangkat dirinya menjadi penguasa sebagai ibu Putera Mahkota. Para menteri mendukungnya. Ibu Suri dan Bayan protes tapi Seung Nyang berkata semua itu diatur undang-undang. Ia menarik pembukuan istana dari kekuasaan Ibu Suri dan menyerahkannya pada Deok Man. Kemudian ia menarik stempel kerajaan dari Bayan dan menyerahkan komando militer pada Bool Hwa.

Hmmm….apakah ini langkah yang tepat dilakukan Seung Nyang? Karena jelas-jelas ia memberikan kekuasaan hanya pada orang Goryeo. Bahkan para menteri pun nampak terkejut dengan keputusan Seung Nyang.

ki-00202 ki-00212

Seung Nyang bertanya apakah Tal Tal masih menolak membantunya. Tal Tal berkata jawabannya ada di buku perang Sun Tzu yang ia taruh di perpustakaan.

Seung Nyang mencari buku tersebut. Di dalamnya ia menemukan daftar korupsi para pejabat yang memihak Bayan. Meski begitu tidak ada kesalahan Bayan yang tercantum pada buku tersebut.

ki-00223 ki-00229

Seung Nyang mengundang seluruh pejabat yang tertera dalam buku tersebut dalam rangka merayakan ulang tahun Ayu. Apa yang ia suguhkan dalam pesta itu? Air tawar.

Seung Nyang berkata tidak pantas ia merayakan ulang tahun puteranya sementara rakyat di luar menderita. Bayan kesal karena merasa dipermainkan Seung Nyang.

Seung Nyang mulai membeberkan kejahatan korupsi para pejabat di ruangan itu. Ia berkata air tawar yang ada di tangan mereka mengandung racun mematikan. Ia menantang mereka untuk minum racun itu. Jika mereka minum racun dan terbukti tidak bersalah, maka ia bersedia dihukum mati karena telah berlaku kejam.

Tapi jika mereka tidak berani minum, itu artinya mereka mengakui kejahatan mereka. Bayan tanpa ragu meminum air itu. Seung Nyang tersenyum. Air tawar itu sama sekali tidak beracun. Tapi hanya Bayan yang meminumnya, artinya para pejabat lain memang bersalah. Semuanya digelandang ke dalam penjara.

ki-00234ki-00235 

Dayang Seo kembali ke istana untuk menemui Ta Hwan. Tepat saat itu Ta Hwan sadarkan diri. Dayang Seo hendak mengatakan sesuatu mengenai Maha.

Episode 48:

Dayang Seo hampir saja memberitahukan identitas Maha sebenarnya. Tapi Seung Nyang keburu masuk dalam kamar Ta Hwan. Ia tidak jadi memberitahu Ta Hwan siapa Maha, tapi memberitahunya bahwa Maha sudah meninggal. Lalu ia mengamati ekspresi Seung Nyang.

Seung Nyang terhenyak, tapi ia sanggup menguasai dirinya untuk tidak shock dan menangis. Bool Hwa menyeret Dayang Seo keluar istana dan melarangnya kembali.

 ki-00010 ki-00013

Seung Nyang meminta Ta Hwan meminum obatnya. Obat itu sudah ia bubuhi obat tidur. Golta terkejut dan bertanya apa yang sudah Seung Nyang lakukan. Seung Nyang berkata Ta Hwan hanya tertidur. Ia memerintahkan agar Ta Hwan dipindahkan ke kediamannya. Ia sendiri yang akan merawat Ta Hwan. Golta protes tapi Seung Nyang tidak mempedulikannya.

Seung Nyang memerintahkan pada Bool Hwa untuk menghukum Khutugh dengan racun dan mencari Byung Soo sampai dapat. Ia menaikkan imbalan 10 kali lipat bagi mereka yang bisa menemukan Byung Soo. Ia ingin membalas kematian puteranya yang tragis.

ki-00019  ki-00025

Barulah setelah ia memeluk kendi yang berisi abu puteranya, Seung Nyang meratap sejadi-jadinya. Membuat Sun Woo yang melihatnya ikut menangis tersedu-sedu.

Bool Hwa mencekoki racun pada Khutugh dengan paksa. Khutugh pun mati. Tapi lingkaran dendam terus berputar. Kali ini Bayan yang bertekad membalas dendam kematian keponakannya itu pada Seung Nyang.

Ibu Suri memberitahu Bayan bahwa Seung Nyang membawa Ta Hwan ke kediamannya. Ia meminta Bayan mengambil kembali Ta Hwan. Tal Tal melihat Golta dan Na Moo mengamati mereka dari jauh. Sepertinya Tal Tal curiga melihat keduanya.

ki-00037 ki-00047

Ta Hwan sudah sadarkan diri. Ia terkejut melihat ia berada di kamar Seung Nyang. Tapi ia terlalu lemah untuk melakukan sesuatu dan kembali tertidur. Seung Nyang mewanti-wanti Hong Dan agar tidak ada seorangpun tahu kalau Ta Hwan sudah sadar.

Seung Nyang melarang Bayan masuk menemui Ta Hwan. Ia bahkan mengerahkan tentara untuk mencegah Bayan masuk kediamannya. Bayan mengancam akan meratakan istana Seung Nyang jika terjadi sesuatu pada Ta Hwan. Bukan hanya Seung Nyang, Ayu juga tidak akan lepas dari hukuman. Dengan tenang Seung Nyang berkata ia akan mengingat itu.

ki-00060 ki-00072

Seung Nyang kembali ke kamarnya, tepat saat Ta Hwan hendak kembali ke istananya sendiri. Seung Nyang memeluknya dan memintanya tetap tinggal. Merasa aneh dengan sikap Seung Nyang yang tidak biasanya, Ta Hwan bertanya apa terjadi sesuatu di istana selama ia tidak sadarkan diri. Belum, jawab Seung Nyang. Ia meminta Ta Hwan percaya padanya.

Tal Tal menangkap tabib kerajaan yang merawat Ta Hwan dan membawanya ke hadapan Ibu Suri dan Bayan. Mereka bertanya obat apa yang diminum Ta Hwan. Dengan gemetar, tabib memohon ampun karena ia hanya melakukan perintah Seung Nyang dan ia memberitahu nama obat yang diberikannya pada Ta Hwan. Tabib itu berkata obat itu bisa menjadi racun bagi Ta Hwan yang jantungnya lemah.

Semua terkejut. Apa Seung Nyang hendak membunuh Ta Hwan? Tabib itu mengaku ia selalu membawa obat itu ke kediaman Seung Nyang tapi ia sendiri tidak diijinkan menemui dan memeriksa keadaan Ta Hwan. Seung Nyang selalu keluar dari kamar untuk mengambil obat itu dan melarang siapapun masuk. Termasuk para kasim dan pelayan yang biasa melayani Ta Hwan.

ki-00081  ki-00088

Mereka juga mendengar Seung Nyang mengadakan pertemuan dengan para petinggi militer. Mereka semakin yakin Seung Nyang sedang merencanakan mengambil alih negeri Yuan. Karena itu mereka berencana bertindak lebih dulu. Mereka akan membunuh Seung Nyang dan Ayu malam itu juga.

Padahal Seung Nyang sengaja melakukan itu agar dilihat mata-mata Bayan. Ia hanya minum bersama dengan para petinggi militer tersebut tanpa membicarakan apapun. Obat yang ia ambil dari tabib selama ini juga diminum olehnya sendiri. Sementara ada tabib lain yang mengobati Ta Hwan.

ki-00092 ki-00106

Tal Tal menemui Seung Nyang. Ia sudah bisa menebak Seung Nyang sama sekali tidak akan melukai Ta Hwan. Ia tahu Seung Nyang hendak menjebak Bayan dan Ibu Suri agar melakukan kejahatan. Seung Nyang berkata dalam peperangan ini hanya satu yang bisa hidup. Entah dirinya atau Bayan.

Tal Tal mengingatkan kalau rencana Seung Nyang hanya setengah berhasil. Rencana itu tidak akan berhasil jika Tal Tal memberitahu rencana Seung Nyang pada Bayan. Ia bertanya apakah Ta Hwan sudah sadar. Jika Ta Hwan belum sadar, maka Seung Nyang dana Ayu akan mati. Seung Nyang tidak mau memberitahu Tal Tal. Ia tidak mau membeberkan semua kartunya dalam perang seperti ini. Meski begitu dalam hatinya, Seung Nyang percaya Tal Tal akan memilih yang benar.

ki-00112 ki-00122

Bayan curiga pada Tal Tal karena Tal Tal pergi menemui Seung Nyang. Ia bertanya apakah Seung Nyang sudah tahu rencana mereka. Tal Tal berkata tidak ada yang berubah meski Seung Nyang tahu rencana mereka. Bukankah Bayan sudah memutuskan Seung Nyang dan Ayu akan mati malam ini?

Ia memberitahu Bayan mengenai keadaan pengamanan istana Seung Nyang. Ia mengaku tidak tahu Ta Hwan masih hidup atau tidak.

Bayan berkata meski ia dan Tal Tal tidak selalu berpendapat sama, mereka memiliki hati yang sama. Tal Tal adalah penerusnya dan keponakan yang ia sayangi. Dengan sedih Tal Tal melihat pamannya yang berjalan pergi. Ia bertanya mengapa Pamannya menempuh jalan yang salah dan tidak bisa melihat hal yang benar.

ki-00127 ki-00135

Ta Hwan mengamuk karena ia dihalangi keluar kamar oleh Deok Man, Hong Dan, dan Bool Hwa. Seung Nyang datang. Ia memberitahu Ta Hwan bahwa malam ini Bayan berencana membunuhnya dan Ayu. Ta Hwan tidak percaya. Seung Nyang meminta Ta Hwan membuktikan sendiri malam ini. Jika tidak terbukti, ia akan menjadi biksuni sepanjang sisa hidupnya.

Malam itu, tabib diam-diam membukakan pintu istana Seung Nyang agar Bayan dan pasukannya bisa masuk. Tal Tal terlihat sedikit gelisah. Bayan dan pasukannya menerjang masuk kediaman Seung Nyang dan membunuh para kasim yang menghalangi mereka.

Seung Nyang keluar menemui mereka. Ia berkata Ta Hwan baik-baik saja jadi kenapa Bayan mengambil jalan seperti ini. Bayan tidak percaya. Ia mengayunkan pedangnya. Seung Nyang berteriak memanggil Ta Hwan.

ki-00144 ki-00168

Ta Hwan keluar dibopong Deok Man dan Hong Dan. Bayan terkejut melihat Ta Hwan masih hidup. Sementara Ta Hwan terkejut melihat Bayan mengacungkan pedang pada Seung Nyang. Seung Nyang menyarankan agar Bayan menurunkan pedangnya.

Tapi Golta berbisik membujuk Bayan membunuh Seung Nyang. Mereka sudah terlanjur menerobos istana Seung Nyang, Bayan akan menyesal jika tidak membunuh Seung Nyang sekarang. Tal Tal berkata pamannya akan menjadi pengkhianat negara jika membunuh Seung Nyang. Golta berbisik menyuruh Bayan segera memberi perintah untuk mengerahkan pasukan.

ki-00173 ki-00177

Ta Hwan mendekati Bayan dengan sedih . Ia bertanya apa yang Bayan lakukan. Golta masih berbisik agar Bayan tetap menyerang, tapi Bayan menurunkan pedangnya dan berlutut di hadapan Ta Hwan. Ia berkata ia pantas mati.

Tal Tal dan prajuritnya mengikuti Bayan. Berlutut dan meminta hukuman. Seung Nyang memerintahkan agar Bayan dimasukkan dalam penjara.

Gagal dengan rencana Bayan, Golta kembali menjadi pemimpin Maebak dan memerintahkan Dang Ki Se bergabung dengan pemberontak Anggrek Putih (pemberontak yang memihak Han. Han adalah dinasti yang memerintah Cina sebelum Mongol menguasai daratan Cina) untuk mendapatkan dana militer.

ki-00184 ki-00194

Sementara itu Wang Yoo berniat menyamar menjadi pemimpin Maebak karena tidak seorangpun tahu bagaimana wajahnya. Sayangnya ketika ia mengumpulkan para pengikut Maebak, termasuk Dang Ki Se dan kroconya, ia tidak tahu menahu mengenai perintah bergabung dengan Anggrek Putih.

Wang Yoo berhasil menguasai keadaan dengan mengatakan bahwa perintah itu dibatalkan. Hanya saja, apakah Dang Ki Se dan kroconya percaya begitu saja dan tidak curiga dengan perubahan yang tiba-tiba ini?

ki-00200 ki-00202

Ibu Suri hendak menemui Ta Hwan untuk meminta pengampunan bagi Bayan. Tapi Seung Nyang menemuinya lebih dulu dan melarangnya keluar dari kediamannya sampai Bayan dihukum. Ia mengingatkan kalau Ibu Suri juga terlibat dengan pemberontakan yang dilakukan Bayan. Ibu Suri tidak bisa berbuat apa-apa.

Ta Hwan menemui Bayan di penjara. Bayan memberitahu Ta Hwan bahwa ia dijebak oleh Seung Nyang. Ia bersikeras Seung Nyang harus diturunkan dari kedudukannya. Golta membela Bayan dengan mengatakan hal yang sama. Tapi Ta Hwan membentak Golta agar tidak ikut campur. Ia berkata pada Bayan bahwa ia menganggap Seung Nyang dan Bayan sama penting. Ia tidak ingin kehilangan Bayan, karena itu ia meminta Bayan mundur selangkah.

ki-00224 ki-00226

Seung Nyang mengumpulkan para pejabat di aula besar dan meminta mereka mendukungnya untuk mengajukan hukuman mati atas Bayan. Mereka setuju mendukung Seung Nyang.

Tapi Seung Nyang salah memperhitungkan kepercayaan Ta Hwan pada Bayan. Ia sangat terkejut ketika melihat Ta Hwan masuk ke dalam aula diikuti Bayan yang menggendong Ayu.

Ta Hwan berkata Bayan akan setia pada Seung Nyang. Ia ingin keduanya akur.

Seung Nyang tidak mau. Ia meminta Ta Hwan memilih antara dirinya dan Bayan. Dan jawaban Ta Hwan mengejutkan semua orang. Ia meminta keduanya pergi. Daripada memilih salah satu, lebih baik ia kehilangan semuanya karena sejak awal ia kesepian. Ia bertanya mengapa Seung Nyang tidak bisa mengerti perasaannya. Bayan berlutut di hadapan Seung Nyang dan bersumpah setia pada Seung Nyang dan Ayu.

ki-00232 ki-00249

Seung Nyang mengalah demi Ta Hwan. Tapi apakah Bayan benar-benar mundur? Tidak, ia hanya menginginkan kebebasan untuk melakukan tekadnya. Ia meminta Tal Tal memancing Seung Nyang keluar dan ia akan membunuhnya. Bukan hanya Seung Nyang, tapi juga Ayu dan semua orang yang memihak Seung Nyang. Jika Tal Tal tidak mau membantunya, ia akan mengerahkan pasukan dan pertumpahan darah akan terjadi.

Di lain pihak, Seung Nyang memanggil Tal Tal dan meminta bantuannya untuk memancing Bayan keluar dan ia akan membunuhnya. Tal Tal berkata jawabannya akan ia berikan tengah malam ini di aula besar. Pada Bayan, Tal Tal juga mengatakan hal yang sama.

ki-00258 ki-00262

Sebelum memasuki aula, Bayan berkata pada Tal Tal bahwa Tal Tal yang akan memimpin negeri ini jika ia dihukum mati oleh Ta Hwan karena membunuh Seung Nyang. Ia berkata ia merasa tenang dengan adanya Tal Tal.

Tal Tal sangat sedih dan hendak menghentikan pamannya masuk ke aula. Tapi Bayan sudah menerobos masuk.

Dan menemukan Seung Nyang sedang duduk minum teh di sana. Seung Nyang menawari teh yang ia buat karena hal pertama yang dipelajarinya begitu masuk istana Yuan adalah membuat teh. Bayan tidak mau berbasa-basi. Seung Nyang berkata ia tahu Bayan berbohong saat bersumpah akan setia padanya. Karena ia tahu jelas Bayan tidak mudah mengalihkan kepercayaannya.

ki-00271 ki-00272

Bayan mengeluarkan pedangnya dan menyuruh pasukannya keluar. Tapi pasukan yang keluar adalah pasukan Seung Nyang. Bayan terkejut dan berusaha menghadapi mereka. Karena kewalahan, ia berteriak memanggil Tal Tal.

Di luar, Tal Tal menangis mendengar teriakan pamannya. Lalu ia mencabut pedangnya.

Bayan terluka parah dan berusaha keluar dari aula. Tapi begitu ia membuka pintu, seseorang menusuknya dengan pedang. Tal Tal.

ki-00274 ki-00290

Bayan terkejut. Ia bertanya mengapa Tal Tal mengkhianatinya. Sambil menangis Tal Tal mengingatkan kalau Bayan pernah memintanya untuk membunuh Bayan jika suatu hari nanti Bayan dibutakan keserakahan seperti El Temur.

Bayan bertanya apakah ia terlihat seperti itu saat ini. Ia melakukan semuanya demi Ta Hwan dan negeri ini. Tal Tal berkata Bayan telah mengabikan rakyat dan mengabaikan rakyat sama saja dengan keserakahan. Ia menusuk pamannya lebih dalam agar pamannya tidak lebih menderita lagi.

ki-00296 ki-00301

Pada saat itulah Ta Hwan masuk setelah mendengar dari Golta bahwa ada pasukan dikerahkan ke aula besar. Ia terkejut melihat Bayan terkapar. Sebelum mati, Bayan meminta maaf karena tidak bisa melindungi Ta Hwan hingga akhir. Ta Hwan sangat berduka dan menangisi Bayan dengan sedih.

Bahkan Seung Nyang pun terkejut melihatnya. Ta Hwan menatap Seung Nyang dengan penuh kemarahan.

ki-00316 ki-00317

Episode 49:

Seung Nyang menemui Ta Hwan yang sedang berduka karena kematian Bayan. Ta Hwan bertanya mengapa Seung Nyang tidak berdiskusi dengannya lebih dulu sebelum membunuh Bayan. Seung Nyang berkata Bayan telah menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan Ta Hwan dengan menjadi tiran. Ta Hwan berkeras Bayan melakukan yang terbaik untuk negeri Yuan sementara Seung Nyang haus kekuasaan.

Seung Nyang tidak tahu harus mengatakan apa lagi melihat kekeraskepalaan Ta Hwan. Ta Hwan memerintahkan agar Seung Nyang berlutut, mengaku telah membunuh Bayan, dan memohon dimaafkan oleh Kaisar. Diam-diam Golta tersenyum.

ki-00007 ki-00008

Seung Nyang membuka pakaian selirnya dan pergi menuju kediaman Ta Hwan diiringi para pengikutnya.

Tal Tal menghadangnya. Ia yang membunuh Bayan jadi ia tidak ingin Seung Nyang yang dihukum. Tapi Seung Nyang berkata ini adalah masalah antara dirinya dan Ta Hwan. Tal Tal menyodorkan sebuah buku pada Seung Nyang.

Buku itu ditemukan di kediaman pamannya yang berisi rencana untuk membasmi berbagai suku yang bukan suku Mongol. Padahal jumlah semua suku itu adalah mayoritas rakyat Yuan, melebihi jumlah suku Mongol. Karena itulah Tal Tal akhirnya membunuh paman yang telah membesarkannya.

Tal Tal ingin menunjukkan buku itu pada Ta Hwan agar Seung Nyang dibebaskan. Tapi Seung Nyang tahu kepercayaan Ta Hwan pada Bayan terlalu besar melebihi kepercayaan Ta Hwan pada siapapun termasuk pada dirinya. Ia melarang Tal Tal memberikan buku itu karena Ta Hwan hanya akan menuduh mereka memalsukan buku itu.

Seung Nyang tidak ingin Tal Tal ikut dihukum. Masih banyak yang harus Tal Tal lakukan untuk negara ini dan Ta Hwan. Karena itu ia sendiri yang akan menanggung hukuman Ta Hwan.

ki-00016 ki-00017

Ta Hwan menemui Seung Nyang yang berdiri di luar kediamannya. Ia bertanya mengapa Seung Nyang tidak berlutut dan memohon ampun. Seung Nyang bersumpah ia tidak melakukan kesalahan, jadi ia tidak bisa berlutus meminta maaf. Meski ia dihukum, ia tidak bisa berbohong.

Ta Hwan menyuruh semua pengikut Seung Nyang pergi. Siapapun yang memihak Seung Nyang akan ikut dihukum. Dengan berat hati merekapun pergi meninggalkan Seung Nyang sendirian di luar hingga malam hari.

Tal Tal diam-diam melihat Seung Nyang dari jauh. Ta Hwan akhirnya keluar menemui Seung Nyang. Ia menyuruh Seung Nyang bersama seluruh pelayannya yang berasal dari Goryeo untuk pergi ke kuil Ganye dan menerima pukulan bambu 100 kali setiap hari. Dan selama dipukul, Seung Nyang harus menyebutkan kejahatannya satu per satu. Seung Nyang tidak diijinkan kembali ke istana sebelum bertobat meski sudah menjadi hantu.

Seung Nyang meneteskan air mata. Menurutku yang menyakitkan bagi Seung Nyang bukanlah hukumannya, tapi karena Ta Hwan begitu yakin kalau Seung Nyang adalah orang yang jahat dan haus kekuasaan.

Ta Hwan menguatkan dirinya untuk tetap tega. Ia tidak akan menyerah pada perasaannya kali ini.

ki-00031ki-00032 

Golta senang Seung Nyang keluar dari istana, karena itu artinya ia bisa menguasai Ta Hwan. Ia menerima laporan dari Na Moo bahwa tiba-tiba banyak bahan makanan beredar di kota hingga harga makanan jatuh. Tapi Golta tidak terlalu mempedulikan hal itu.

Tentu saja itu perbuatan Wang Yoo yang menjadi pemimpin Maebak palsu. Tapi sayangnya rakyat terlalu miskin bahkan untuk membeli makanan sekalipun.

Seung Nyang pergi berpamitan pada Ta Hwan tapi Ta Hwan tidak mau menemuinya. Ibu Suri sengaja datang untuk mengejek Seung Nyang. Seung Nyang berpesan agar Ibu Suri tidak menggunakan Ta Hwan demi meraup kekuasaan. Ibu Suri mengingatkan bahawa Seung Nyang bisa saja berakhir sama seperti Khutugh yang mati diracun.

ki-00046 ki-00048

Ta Hwan menemui para menteri dalam keadaan mabuk dan membawa pedang. Ia melihat para menteri yang memihak Seung Nyang, lalu para pejabat militer yang memihak Bayan, bangsawan Zhang yang memihak Ibu Suri.

Terakhir, Ta Hwan melihat Tal Tal. Ia berkata Tal Tal juga berpihak pada Seung Nyang. Karena sekarang Seung Nyang dan Bayan tidak ada lagi, Ta Hwan bertanya pada siapa mereka akan menunjukkan kesetiaan mereka.

Ia menyuruh siapapun yang bersedia mati untuk Kaisar agar berlutut di hadapannya. Jika tidak, maka akan dianggap tidak setia dan ia akan membunuh mereka. Mereka pun semua berlutut. Kecuali Tal Tal.

Ta Hwan tidak nampak senang dan menertawakn mereka. Ia bertanya pada Tal Tal kenapa ia tidak berlutut. Tal Tal berkata untuk membuktikan kesetiannya ia tidak ragu mematahkan tangan dan kakinya, tapi jika melihat keadaan Ta Hwan sekarang, ia tidak yakin untuk setia padanya.

Ta Hwan memuji jawaban Tal Tal. Ia memaki para menteri itu yang dengan mudah berpindah kesetiaan hanya karena takut mati. Mereka adalah orang-orang yang tidak setia. Ta Hwan hampir membunuh mereka jika saja Ibu Suri tidak masuk ke dalam aula.

Ta Hwan menyuruh Ibu Suri juga berlutut untuk membuktikan kesetiaannya pada Ta Hwan. Ibu Suri memerintahkan agar Ta Hwan dibawa kembali ke kamarnya. Ta Hwan dibawa keluar sambil berteriak-teriak.

 ki-00059 ki-00062

Tapi bukannya prihatin, Ibu Suri menganggap ini kesempatan bagus untuk menurunkan Ayu dari posisi Putera Mahkota dan mencari ibu pengganti untuknya. Alias Khutugh ke-2.

Golta mulai menjalankan rencananya untuk sepenuhnya mengendalikan Ta Hwan. Diam-diam ia membubuhkan sesuatu ke dalam teh Ta Hwan.

Tal Tal menemui Ta Hwan dan menyerahkan bukti bahwa Bayan memang berniat membasmi berbagai suku di Yuan. Juga bukti transaksi antara Bayan dan Maebak. Bahwa Bayan menerima uang dari Maebak untuk menekan kelompok pedagang lain. Tal Tal memberitahu Ta Hwan bahwa saat ini negeri dikuasai Maebak. Untuk itu Maebak harus dibasmi hingga ke akarnya.

Ta Hwan hendak menugasi Tal Tal untuk itu tapi Tal Tal berkata ia mengundurkan diri dari jabatannya. Meski demi negara, ia telah berdosa karena membunuh pamannya sendiri. Ia ingin mengasingkan diri di pegunungan untuk memperkaya dirinya dengan pengetahuan.

Ta Hwan menghela nafas panjang karena Tal Tal juga akan meninggalkannya. Tal Tal meminta Ta Hwan memanggil Seung Nyang kembali karena hanya satu orang yang benar-benar tulus dan setia pada Ta Hwan. Dan itu adalah Seung Nyang.

ki-00073 ki-00088

Seung Nyang menerima hukumannya tanpa mengeluh sedikitpun. Tidak ada teriakan keluar dari bibirnya setiap kali pundaknya dipukul oleh bambu.

Ta Hwan diam-diam melihatnya. Golta berkata Seung Nyang tidak pernah menunjukkan penyesalan bahkan selalu mengata-ngatai Ta Hwan. Ia berkata perkataan Tal Tal pasti tidak benar. Termakan hasutan Golta, Ta Hwan pun pergi.

ki-00093 ki-00094

Dengan bantuan para kelompok pedagang yang dihancurkan oleh Bayan, Wang Yoo membuat banyak uang palsu lalu cepat-cepat menarik semua bahan makanan di pasaran sebelum identitas aslinya ketahuan.

Pemimpin asli Maebak berang saat mengetahui semua bahan makanannya telah di lepas ke pasaran . Para pengikutnya keheranan karena mereka merasa telah melakukan apa yang diperintahkan pimpinan (palsu). Golta (tidak ada yang tahu ia sebenarnya Golta) menyuruh para pengikutnya untuk menarik kembali bahan makanan mereka tapi mereka terlambat. Semua bahan makanan itu telah dibeli Wang Yoo.

Diam-diam Tal Tal mengawasi perkembangan di kota. Dan tidak sulit baginya untuk menduga bahwa Wang Yoo telah kembali dan melakukan semua ini.

ki-00100 ki-00103

Dang Ki Se menyogok komandan pengawal istana yang baru untuk menarik pasukan kerajaan agar berpihak padanya.

Golta menyadari ada yang menyamar menjadi dirinya. Tapi ia akan menanti hingga pemimpin palsu itu harus membongkar sendiri penyamarannya.

Ta Hwan semakin merasa kesepian. Saat ia berjalan-jalan mengitari istana, ia teringat masa-masa ia bersama Seung Nyang ketika Seung Nyang masih menjadi pelayan istana.

Akhirnya ia memutuskan untuk pergi menemui Seung Nyang. Ia berkata pada Golta bahwa ia harus menghukum Seung Nyang dengan berat.

ki-00118 ki-00119

Ketika sampai, ia melihat Seung Nyang masih dipukul di dalam kuil. Ia mendengar Seung Nyang mendoakan kesehatannya. Deok Man mencegah Ta Han mendekati Seung Nyang karena Seung Nyang yang melarang dirinya diganggu jika sedang berdoa.Ta Hwan terlihat sedih sementara Golta terlihat kesal.

Selesai berdoa, Seung Nyang masuk ke kamarnya. Saat mendengar suara pintu dibuka, ia mengira Hong Dan yang masuk. Tapi ketika orang itu mengoleskan obat di pundaknya yang memar, Seung Nyang menyadari kehadiran Ta Hwan.

Ta Hwan mengajaknya kembali ke istana. Seung Nyang berkata doanya untuk Ta Hwan belum selesai dan meminta Ta Hwan kembali ke istana. Ta Hwan memeluk Seung Nyang dan mengajaknya pulang. Mungkin ini terakhir kalinya ia bisa memaafkan Seung Nyang.

ki-00123 ki-00139

Seung Nyang kembali ke istana. Para selir dan Ayu menyambut kepulangannya. Tapi tentu saja ada yang tidak senang dengan kembalinya Seung Nyang secepat ini. Ibu Suri.

Tapi pendukung Seung Nyang banyak yang sudah disingkirkan sehingga Ibu Suri merasa pengaruh Seung Nyang tidak akan sebesar sebelumnya. Ia akan memastikan Seung Nyang tidak akan keluar dari istana dalam keadaan hidup.

ki-00146 ki-00147

Wang Yoo mengerahkan para kelompok pedagang suku lain untuk menyebarkan uang palsu yang telah dibuatnya.

Seung Nyang menyerahkan pembukuan istana pada Ta Hwan. Juga laporan militer dan laporan mengenai Maebak yang selama ini telah dikumpulkannya dari mata-matanya.

Ta Hwan bertanya apa alasan Seung Nyang memberikan semua laporan itu. Seung Nyang berjkata pertempurannya dengan Bayan adalah untuk melindungi Ayu. Sekarang setelah Ayu tidak ada, tidak ada alasan baginya memegang kekuasaan. Karena itu ia menyerahkan semuanya pada Ta Hwan. Ia akan mendampingi Ta Hwan dan mendidik Ayu seperti yang Ta Hwan harapkan.

Mendengar itu, Ta Hwan menyadari selama ini Seung Nyang bersikap tulus padanya. Ia meminta maaf karena sudah meragukan Seung Nyang. Seung Nyang meminta 2 hadiah. Pertama, kesehatan Ta Hwan. Ia tidak ingin Ta Hwan minum-minum lagi. Entah apa permintaan keduanya. Anak ke dua? XD

ki-00157 ki-00171

Golta kesal karena Seung Nyang kembali ke sisi Ta Hwan. Ia bertanya-tanya apakah ia sendiri yang harus membunuh Seung Nyang. Kemarahannya semakin berkobar setelah mendengar banyaknya uang palsu beredar di pasaran hingga uang palsu Maebak jatuh nilainya. Kalau bahasa ekonominya: deflasi, bener ngga?

Ternyata hadiah kedua yang diminta Seung Nyang dari Ta Hwan adalah mengangkat Tal Tal sebagai Perdana Menteri. Seung Nyang sendiri yang datang menemui Tal Tal karena Tal Tal sudah 3 kali menolak kedatangan Deok Man. Seung Nyang berhasil meyakinkan Tal Tal untuk menerima jabatan itu. Tal Tal memberitahu Seung Nyang perihal banyaknya uang kertas palsu yang beredar di seluruh negeri.

ki-00173 ki-00177

Seung Nyang melaporkan hal ini pada Ta Hwan dan mengusulkan agar mereka melakukan perubahan mata uang. Mengganti kertas dengan perak yang dikeluarkan istana. Ta Hwan khawatir para pejabat dan bangsawan akan menentang hal itu karena mereka yang akan dirugikan. Seung Nyang mengingatkan bahwa yang terpenting adalah hati rakyat.

Ta Hwan setuju dan mengeluarkan titah kerajaan. Golta hampir pingsan saat mendengar dekrit tersebut. Selain titah tersebut, Ta Hwan mengeluarkan titah lain. Ia mengangkat Seung Nyang menjadi Permaisuri dan tidak peduli meski Ibu Suri berteriak protes. Kai ini Ibu Suri yang hampir pingsan. LOL^^

ki-00200 ki-00203

Wang Yoo mengumpulkan semua bahan makanan yang dibelinya dan dikirimkannya ke istana dengan pesan bahwa makanan itu untuk rakyat. Tentu saja tanpa memberitahukan jati dirinya.

Seung Nyang penasaran siapa yang begitu murah hati memberikan bahan makanan itu. Tal Tal berkata suatu saat nanti Seung Nyang akan tahu.

ki-00209 ki-00213

Wang Yoo mendapat laporan bahwa Dang Ki Se ingin bertemu dengan pemimpin Maebak untuk membicarakan rencana membunuh Seung Nyang dan Ta Hwan. Dang Ki Se juga mengajukan permintaan untuk melihat wajah asli pemimpin Maebak.

Dayang Seo menemui Dang Ki Se dan memberitahu siapa orang tua asli Maha. Ia ingin Dang Ki Se memberitahu Ta Hwan demi membalas kematian Danashiri. Dang Ki Se berkata hal itu tidak berarti lagi karena ia akan membunuh Ta Hwan dan Seung Nyang.

ki-00225 ki-00228

Dang Ki Se pergi menemui pemimpin Maebak (palsu) dan menuntut agar pemimpin memperlihatkan wajahnya. Ia ingin melihat apakah pemimpin Maebak orang yang memihak Seung Nyang atau bukan. Pemimpin Maebak membuka topengnya. Bukan Wang Yoo.

Wang Yoo sebenarnya ada di sana bersama pengikut yang lain, mengenakan jubah hitam dan penutup wajah. Dang Ki Se membeberkan rencananya untuk membunuh Ta Hwan, Seung Nyang, Ayu besok di kota. Ia berkata para pengawal kerajaan adalah orang-orangnya. Wang Yoo terkejut.

ki-00233 ki-00240

Ta Hwan dan Seung Nyang ikut mengawasi pembagian bahan makanan untuk rakyat. Mereka senang melihat rakyat mendapatkan makanan. Rakyat mengelu-elukanTa Hwan.

Dalam perjalanan kembali ke istana, Dang Ki Se menghadang mereka. Ta Hwan dan Seung Nyang terkejut. Ta Hwan memerintahkan agar Dang Ki Se dibunuh. Tapi pengawal kerajaan berkhianat dan membunuh para kasim yang melindungi Ta Hwan.

ki-00253ki-00258

Tiba-tiba muncul sekelompok orang mengenakan penutup wajah melawan para pengawal kerajaan yang hendak membunuh Ta Hwan dan Seung Nyang. Siapa lagi kalau bukan Wang Yoo dan pengikutnya. 

Seung Nyang mengambil panah dan memanah Dang Ki Se berkali-kali hingga Dang Ki Se roboh ke tanah. Wang Yoo dan pengikutnya langsung pergi. Tapi Seung Nyang bisa mengenali tatapan Wang Yoo dan terkejut saat menyadari Wang Yoo masih hidup.

ki-00266 ki-00272

Entah apa yang membuat Ta Hwan mendekati tubuh Dang Ki Se yang tergeletak di tanah sementara Seung Nyang dan yang lainnya kembali ke kuda mereka. Apakah ia hendak memastikan kalau Dang Ki Se sudah mati? Bukankah ia bisa menyuruh Deok Man melakukannya? Sigh…

Dang Ki Se tiba-tiba membuka matanya dan mencengkeram jubah Ta Hwan. Ia memberitahu Ta Hwan kalau Maha adalah Seung Nyang dan Wang Yoo. Ia menertawakan Ta Hwan adalah kaisar malang yang hanya bisa memperoleh tubuh Seung Nyang.

Ta Hwan berteriak “tidak, tidak!”. Seung Nyang terkejut melihat sikap Ta Hwan. Ta Hwan mengangkat wajahnya dan melihat Wang Yoo. Apakah Ta Hwan kembali berhalusinasi?

ki-00276 ki-00280

Komentar:

Karena cerita Maebak terpotong-potong, aku coba jelaskan dengan singkat. Selama in Maebak memonopoli bahan makanan. Karena hanya sedikit makanan yang dijual di pasaran, harganya jadi tinggi dan Maebak mendapat keuntungan besar dengan menjual makanannya sedikit-sedikit.

Wang Yoo menyamar penjadi pemimpin Maebak dan menyuruh pedagang Maebak mengeluarkan persediaan mereka ke pasaran, akibatnya harga menjadi turun ditambah lagi dengan peredaran uang palsu yang menurunkan nilai uang palsu Maebak.

Kemudian Wang Yoo cepat-cepat membeli semua bahan makanan itu hingga Maebak tidak bisa memperoleh lagi bahan makanan untuk dijual. Seluruh persediaan Maebak beralih ke tangan Wang Yoo. Bahan makanan itu yang dikirimkan Wang Yoo ke istana. Maebak rugi besar.

Sayang sampai akhirnya Bayan tidak menyadari bahwa ia telah memilih jalan yang salah. Tapi memang sejak awal ia tidak bertujuan menyejahterakan rakyat. Menurutnya, kerajaan yang jaya adalah yang memiliki daerah jajahan luas, yang menang perang dan bisa menaklukkan musuh.

Hmmm…kira-kira bubuk apa yang dimasukkan Golta ke dalam teh Ta Hwan? Apakah racun? Atau semacam narkotik?