Friday, 22 May 2015

Sinopsis The Girl Who Sees Smells Episode 16 - END

ki-00438

[Sinopsis Episode 15 klik di sini]

Begitu mendengar dari Yeom Mi bahwa Cho Rim menghilang, Moo Gak langsung berlari. Detektif Ki pergi mencari di luar, sementara Detektif Yeh mencari di dalam gedung. Detektif Yeh menemukan Ae Ri pingsan di tangga. Yeom Mi mencari di toilet tapi tidak ada jejak Cho Rim. Detektif Ki tidak menemukan apapun di tempat parkir.

Moo Gak melihat ruang tunggu pengantin yang berantakan. Ia menyadari Cho Rim diculik.

ki-00004 ki-00010

Mereka segera ke kantor polisi untuk melihat rekaman CCTV tempat itu. Terlihat seorang pria membawa Cho Rim yang pingsan di atas kursi roda menuju sebuah ambulans. Jae Hee sengaja membalikkan tubuhnya menatap kamera. Memperlihatkan bahwa ia yang menculik Cho Rim.

Semua terkejut karena Jae Hee ternyata masih hidup. Inspektur Kang meyakinkan Moo Gak bahwa ia sudah mengutus para polisi untuk mencari mobil ambulan tersebut.

ki-00012ki-00015

Moo Gak berkata ia ingin dilibatkan dalam penyelidikan ini. Inspektur Kang mengijinkan. Untuk menghibur Moo Gak, ia berkata ia yakin Cho Rim tidak apa-apa.  

Yeom Mi juga mengajukan permintaan untuk bergabung dengan penyelidikan. Ia mewanti-wanti Moo Gak agar tidak bergerak sendirian dan bekerjasama dengan polisi.

Moo Gak tidak menjawab. Detektif Ki menemui mereka dan melaporkan bahwa ambulans Jae Hee terlihat di Paju. Yeom Mi langsung meminta bantuan dari kepolisian Paju. Mereka segera berangkat ke lokasi di mana ambulans itu terakhir terlihat.

ki-00022 ki-00024

Namun Jae Hee sudah memindahkan Cho Rim ke mobil lain di sebuah tempat parkir. Cho Rim sudah sadarkan diri. Jae Hee memperlihatkan sebuah perangkat pada Cho Rim. Cho Rim bertanya apa yang akan Jae Hee lakukan dengan alat tersebut.

Jae Hee berkata Cho Rim tidak perlu khawatir. Ia tidak akan menggunakan alat ini pada Cho Rim, melainkan pada Moo Gak. Cho Rim bertanya sebenarnya apa yang Jae Hee pikirkan. Jae Hee menyuruh Cho Rim berhenti bertanya.

Saat Jae Hee tak melihat, Cho Rim melepas cincinnya, menggoreskannya pada alat tersebut lalu melemparnya keluar jendela. Untunglah Jae Hee tidak melihat aksinya. Ia mengemudikan mobil tanpa curiga.

ki-00031 ki-00036

Moo Gak tiba di tempat parkir tersebut bersama rekan-rekannya. Mereka melihat ambulans Jae Hee tapi tentu saja ambulans itu kosong. Moo Gak menemukan cincin Cho Rim. Awalnya Detektif Yeh mengira cincin itu terjatuh saat dipindahkan dari ambulans. Tapi Moo Gak melihat ada sesuatu pada cincin itu. Ia yakin Cho Rim sengaja menjatuhkannya dan meminta cincin itu dikirim ke bagian forensik.

Melihat bagaimana Jae Hee sengaja memperlihatkan wajahnya di kamera, Yeom Mi berpendapat kasus ini berbeda dengan penculikan-penculikan Jae Hee sebelumnya. Penculikan ini bukan tujuan utama Jae Hee dan karena itu Jae Hee pasti akan menghubungi mereka untuk memberitahu apa maksudnya sebenarnya.

ki-00042 ki-00044

Ternyata Jae Hee membawa Cho Rim ke rumah percontohan yang pernah didatangi Cho Rim dan Moo Gak untuk rumah baru mereka. Cho Rim menyadari bahwa selama ini Jae Hee mengawasi mereka. Sebenarnya apa yang Jae Hee inginkan?

“Sederhana. Menentukan siapa yang mati dan siapa yang hidup.”

Cho Rim bertanya dengan marah siapa yang memberi hak pada Jae Hee untuk menentukan kehidupan dan kematian. Tapi Jae Hee melarang Cho Rim bertanya lagi. Cho Rim berkata ia hanya ingin menanyakan 1 pertanyaan terakhir.

“Kenapa kau membunuh orangtuaku?”

Jae Hee baru tahu kalau ingatan Cho Rim telah kembali. Cho Rim berkata ia ingat semua perbuatan kejam Jae Hee dan menyebutnya seorang pembunuh. Ia tidak akan memaafkan Jae Hee. Dengan wajah tanpa ekspresi, Jae Hee berkata rasanya berbeda jika Cho Rim yang mengatakan kata-kata itu.

ki-00053 ki-00055

Jae Hee akhirnya menghubungi Moo Gak. Hal pertama yang ditanyakan Moo Gak adalah keadaan Cho Rim. Jae Hee berkata Cho Rim tidak apa-apa. Karena yang diinginkannya bukanlah Cho Rim, melainkan Moo Gak.

Ia menyuruh Moo Gak pergi ke tempat yang akan ia sebutkan. Moo Gak meminta bukti bahwa Cho Rim tidak apa-apa. Jae Hee melarang Moo Gak memberi perintah padanya. Ia akan mengirim bukti pada Moo Gak jika ia menginginkannya. Ia menyuruh Moo Gak pergi ke rumah lama Cho Rim untuk menunggu telepon selanjutnya darinya.

Moo Gak berkata ia akan pergi sekarang juga tapi Cho Rim tidak boleh dilukai. Jae Hee berkata jika Moo Gak membawa 1 polisi saja maka ia pastikan akan mengirim video kematian Cho Rim. Ia menyuruh Moo Gak mengirim foto Moo Gak di sana jika sudah tiba.

Errr…agak aneh deh. Kalau hanya foto, bisa saja kan Moo Gak membawa rekan-rekannya asal tidak ikut terfoto? Jika ia menyuruh Moo Gak mengirim foto untuk membuktikan bahwa Moo Gak memang sendirian di rumah lama Cho Rim, bukankah lebih meyakinkan jika ia memasang kamera di rumah lama Cho Rim? Mungkin Jae Hee agak berkurang kejeniusannya setelah nyemplung ke Sungai Han ;p

Moo Gak melirik senjata yang terdapat di saku jas Detektif Yeh, sepertinya mempertimbangkan untuk mengambil senjata itu. Yeom Mi menoleh dan merasa curiga dengan sikap Moo Gak. Untunglah Detektif Yeh kembali dan duduk di kursinya hingga Moo Gak mengurungkan niatnya. Ia bangkit berdiri dan berlari pergi. Yeom Mi masih curiga tapi tidak mengejarnya.

 ki-00059ki-00062

Moo Gak pergi ke rumah lama Cho Rim. Ia mengirimkan fotonya pada Jae Hee. Jae Hee membuat video call dengan Moo Gak untuk membuktikan Cho Rim masih hidup.

Moo Gak bertanya apakah Cho Rim baik-baik saja. Cho Rim dalam keadaan terikat di kursi dan mulut tertutup lakban. Ia mengangguk. Moo Gak memintanya menunggunya, ia akan segera pulang. Moo Gak mengira Cho Rim disekap di dalam rumah mereka yang baru. Tapi Cho Rim menggelengkan kepala sambil terisak.

Jae Hee menyuruh Moo Gak tetap diam di rumah lama. Jika tidak, Cho Rim akan mati. Moo Gak berusaha menenangkan dirinya.

ki-00069 ki-00072

Jae Hee memegang kunci rumah baru Moo Gak dan Cho Rim. Lalu ia memperlihatkan kembali alat yang tadi dibawanya. Itu adalah sebuah bom. Rencananya adalah menaruh bom itu di rumah baru Moo Gak dan Cho Rim. Begitu Moo Gak masuk dan menginjakkan kakinya di atas bom itu, maka…..Boom!! Semua berakhir.

Cho Rim menggeleng sambil menangis. Jae Hee menenangkannya bahwa Cho Rim akan menyusul kematian Moo Gak.

Kecurigaan Yeom Mi membuat rekan-rekannya melacak di mana Moo gak sekarang melalui GPS. Mereka melihat Moo Gak ada di rumah Cho Rim. Inspektur Kang mengerti Moo Gak tidak memberitahu mereka karena ingin menyelamatkan Cho Rim. Untuk sementara mereka akan menunggu. Jika Moo Gak bergerak, maka mereka juga akan bergerak.

Mereka bertanya-tanya sebenarnya apa yang sedang direncanakan Jae Hee. Sepertinya Jae Hee membutuhkan waktu karena Moo Gak tidak bergerak dari rumah lama Cho Rim. Moo Gak juga bertanya-tanya kenapa Jae Hee menahannya di rumah yang kosong itu.

ki-00078 ki-00081

Jae Hee mengaktifkan bom yang dibawanya, lalu menaruhnya di bawah karpet rumah baru Cho Rim dan Moo Gak. Jae Hee tersenyum membayangkan Moo Gak menginjak karpet itu.

Lalu ia menelepon Moo Gak dan menyuruhnya datang ke rumah baru tepat jam 3 sore. Barulah ia akan melepaskan Cho Rim. Moo Gak berkata ia akan datang namun Jae Hee harus memenuhi janjinya melepaskan Cho Rim.

Para polisi melihat Moo Gak mulai bergerak. Pada saat yang sama, laporan pemeriksaan cincin Cho Rim sudah keluar. Ditemukan potasium nitrat yang merupakan bahan pembuat bom. Yeom Mi menduga Cho Rim memang sengaja meninggalkan cincin itu.

ki-00086 ki-00098

Jae Hee pergi ke gedung seberang gedung rumah baru Cho Rim dan Moo Gak. Ia sengaja menunggu untuk melihat apakah rencananya berhasil atau tidak.

Moo Gak menekan password rumahnya lalu melangkah masuk. Jae Hee melihat jamnya. Tepat pukul 03.00….bom itu meledak. Jae Hee tersenyum puas.

Orang-orang berkerumun di luar gedung melihat asap mengepul dari apartemen Moo Gak. Jae Hee dengan tenang berjalan melewati mereka.

ki-00104 ki-00107

Ia kembali ke rumah percontohan tempat ia menyekap Cho Rim. Ia berkata Moo Gak baru saja mati dan tubuhnya tercabik menjadi beberapa bagian. Pasti Moo Gak tidak menduga akan mati dengan cara seperti itu.

Anehnya Cho Rim tidak menangis. Ia melihat Jae Hee membubuhkan suatu cairan ke saputangan, cairan yang beraroma sama dengan aroma Dokter Chun. Jae Hee berkata ia tidak akan membunuh Cho Rim dengan sekejam cara Moo Gak. Ia mendekati Cho Rim, siap untuk menempelkan saputangan itu ke hidung Cho Rim.

Moo Gak keluar dari persembunyiannya dan menyerang Jae Hee hingga Jae Hee terjatuh. Pantas Cho Rim tidak menangis, ia pasti sudah mengetahui keberadaan Moo Gak dari aromanya.

ki-00111 ki-00114

Moo Gak melepaskan lakban dari mulut Cho Rim dan berusaha melepaskan ikatannya. Cho Rim berseru melihat Jae Hee mengeluarkan pisau. Jae Hee mengayunkan pisaunya ke arah Cho Rim tapi Moo Gak menghalangi hingga ia yang tertusuk.

Jae Hee mengacungkan pisaunya dengan sikap waspada. Ia memilih untuk melarikan diri. Moo Gak meminta Cho Rim menunggu karena Yeom Mi akan segera tiba. Ia sendiri berlari mengejar Jae Hee.

ki-00118 ki-00119

Jae Hee naik ke atap gedung. Moo Gak menyusulnya dan mereka berkelahi. Moo Gak berhasil membuat Jae Hee terkapar. Ia mengambil sebatang besi dan siap mengayunkannya pada Jae Hee.

“Tunggu!!” teriak Jae Hee. “Jangan bunuh aku. Selamatkan aku.”

“Kau takut pada kematianmu sendiri?!” bentak Moo Gak tak percaya. “Apa hidupmu berharga? Dasar pengecut. Kau harus mati.”

Jae Hee berkata membunuhnya tak akan menyelesaikan apapun. Menyadari betapa kacaunya Jae Hee, Moo Gak berkata ia tidak takut mengotori tangannya dan Jae Hee pantas mati 100 kali. Tapi karena ada hukum yang berlaku, ia akan menaati hukum bodoh itu. Ia memutuskan Jae Hee akan ditangkap untuk diadili.

ki-00125 ki-00129

Ia menyuruh Jae Hee berlutut dan membelakanginya. Namun Jae Hee meraup segenggam pasir dan melemparkannya ke arah Moo Gak. Lalu ia mengambil batang besi tadi dan memukulkannya pada Moo Gak. Moo Gak berhasil menangkap ujung satu lagi batang besi tersebut tapi Jae Hee menyodokkannya ke arah perut Moo Gak.

Dengan sekuat tenaga ia mendorong Moo Gak menuju tepi atap gedung. Moo Gak berkelit dan Jae Hee pun terjatuh membentur jalan di bawahnya. Darah mengalir dari kepala Jae Hee. Goodbye Jae Hee…

Moo Gak terduduk lemas. Yeom Mi dan Inspektur Kang tiba. Mereka membantu Cho Rim keluar.

Moo Gak berdiri di dekat tubuh Jae Hee yang tak bernyawa lagi. Cho Rim dan rekan-rekannya menyusul Moo Gak. Cho Rim memalingkan wajah melihat tubuh Jae Hee yang mengenaskan.

ki-00137 ki-00146

Mereka kembali ke kantor polisi. Yeom Mi bertanya apa yang membuat Moo Gak memutuskan pergi ke rumah percontohan dan bukan rumah barunya. Ternyata Moo Gak menyadarinya saat melihat video yang dibuat Jae Hee. Dalam video tersebut, tidak ada bingkai foto yang sebelumnya sudah diletakkan Cho Rim pada rumah baru mereka.

Detektif Ki dan Detektif Yeh terkagum-kagum dengan ketajaman Moo Gak. Yeom Mi berkata mereka bisa tahu adanya bom berkat Cho Rim. Karena itu mereka mengirim tim penjinak Bom ke rumah baru Cho Rim dan menjinakkan bom yang ditaruh Jae Hee.

Lalu mereka sengaja memecahkan jendela dengan menggunakan efek bom palsu. Tepat jam 3 sesuai perintah Moo Gak, untuk mengelabui Jae Hee. Dengan ini kasus tersebut selesai.

 ki-00155ki-00157 

Pertanyaan penting yang tersisa, apakah Cho Rim dan Moo Gak sudah menikah atau belum? Inspektur Kang berkata ia belum mengesahkannya, jadi mereka belum menikah. Cho Rim setuju, ia bahkan belum berjalan menuju pelaminan.

Moo Gak tidak setuju. Cho Rim sudah mengenakan gaun pengantin, jadi mereka sudah menikah. Wah kalau ini modusnya, di dunia ini sudah banyak model dan artis yang menikah gara-gara berpose dengan pakaian pengantin ;p

Cho Rim kesal kenapa Moo Gak tidak mau mereka menikah dengan betul. Moo Gak beralasan rumah mereka rusak (gara-gara bom palsu), jadi mereka tidak punya uang lagi untuk mengadakan acara pernikahan.

Detektif Yeh menengahi mereka, setidaknya mereka harus merayakan selesainya kasus ini.Mereka pun pergi dengan gembira, meski Cho Rim masih mengomeli Moo Gak.

ki-00159 ki-00163

Dengan tidak adanya Jae Hee lagi di dunia ini, Moo Gak dan Cho Rim menjalani hidup mereka dengan damai. Mereka menata kembali rumah baru mereka.Dan Moo Gak mengikuti apapun keinginan Cho Rim.

Mereka menemui Detektif Oh dan memberi hormat. Moo Gak memanggilnya “Ayah”. Ia berkata Detektif Oh tidak perlu lagi mengkhawatirkan Cho rim mulai sekarang. Mereka akan hidup bahagia.

Detektif Oh berterimakasih. Lalu ia berkata pada Cho Rim agar menggunakan namanya yang asli, Choi Eun Seol. Tapi Cho Rim menggeleng.

“Tidak, Ayah. Aku tetap puteri Ayah. Aku akan mengurus kedua orangtuaku yang sudah tiada. Tapi aku juga akan mengurus Ayah. Aku Oh Cho Rim, puteri Ayah.”

ki-00171ki-00177  

Detektif Oh sangat terharu. Ia memberitahu mereka bahwa ia sudah memutuskan untuk kembali ke Jeju. Cho Rim dan Moo Gak mendukung keputusan tersebut. Mereka bisa pulang kampung menjenguk Detektif Oh.

Detektif Oh menggenggam tangan mereka berdua. Mereka sudah melalui banyak kesulitan dan ia bangga pada mereka. Ia mendoakan mereka bahagia mulai sekarang.

ki-00182 ki-00189

Karena mereka tidak mengadakan lagi pesta pernikahan, mereka akan mengesahkan pernikahan mereka langsung secara hukum. Mereka membicarakan siapa yang akan mereka pilih untuk mengajukan permohonan pernikahan mereka. Moo Gak berkata ia akan memilih orang yang penting bagi Cho Rim, sementara Cho Rim memilih orang yang penting bagi Moo Gak. Keduanya pura-pura menjawab tidak tahu ketika ditanya siapa orangnya.

Ternyata Cho Rim memilih Yeom Mi. Ae Ri sempat protes tapi ia tidak marah. Yeom Mi bertanya apakah ia orang yang tepat untuk menjadi saksi pernikahan mereka. Cho Rim berkata Moo Gak menganggap Yeom Mi sebagai orang yang mengubah hidupnya. Apakah Yeom Mi bersedia?

Tentu saja, kata Yeom Mi. Moo Gak sudah menyelamatkan hidupnya. Cho Rim mengaku ia sering merasa iri dengan persahabatan Yeom Mi dan Moo Gak. Yeom Mi berkata ia bahagia melihat Moo Gak sangat memperhatikan Cho Rim. Ia menyukai mereka berdua. Dan menurutnya Cho Rim sangat cute^^

Cho Rim tertawa. Ia berkata ia akan mengencani Yeom Mi jika seorang pria. Yeom Mi curhat ia memiliki penyakit kerja. Jika ia bertemu seorang pria, maka ia akan menganalisis pria itu dengan teliti. Bagaimana cara berpikirnya, apa kebiasaannya, apakah ada trauma masa lalunya. Dan itu cukup membuat para pria mundur. Mereka mundur? Keluh Cho Ri kesal. Menurutnya adalah hal bagus Yeom Mi tidak jadi dengan mereka semua.

ki-00197 ki-00208

Sementara itu Moo Gak menemui pimpinan Grup Katak dan memintanya menjadi saksi. Moo Gak berkata bagi Cho Rim pimpinan adalah seorang yang mengubah hidupnya. Jadi ia datang untuk meminta tanda tangannya. Pimpinan tersenyum senang.

Woo Ya berkata ia merasa iri. Ia memberitahu Moo Gak bahwa selama ini pimpinan selalu sedih setiap kali habis memarahi Cho Rim. Itu membuatnya iri. Senior Cho Rim yang lain berkata ia juga jadi ingin dimarahi pimpinan.

Moo Gak mengucapkan selamat pada mereka karena berhasil tampil di TV. Woo Ya berkata ia akan menjadi selebritis top. Sebelum pergi ke panggung, Woo Ya mewanti-wanti agar Moo Gak dan Cho Rim bahagia. Ia akan memukuli Moo Gak jika membuat Cho Rim tidak bahagia. Woo Ya meniru gaya lucu Moo Gak lalu berlari pergi.

ki-00212 ki-00220

Pimpinan berkata ia senang melihat Woo Ya sukses. Woo Ya sudah menempuh jalan yang panjang dan sulit. Ia mengenal Woo Ya sejak Woo Ya kecil.

Pimpinan menandatangani surat permohonan pernikahan Moo Gak lalu menyerahkannya kembali.

“Moo Gak, aku tidak belajar banyak di sekolah. Aku tidak pintar. Tapi aku mempelajari satu hal ketika aku membuat orang lain tertawa. Aku hanya bisa membuat orang lain tertawa saat aku berpikir aku lebih rendah dari orang lain, aku lebih kecil dari orang lain. Mungkin karena itulah orang bodoh membuat orang lain tertawa, jatuh membuat orang lain tertawa, dan kata-kata bodoh membuat orang lain tertawa. Buatlah Cho Riim tertawa.”

Moo Gak berkata ia akan mengingatnya.

ki-00228 ki-00230

Inspektur Kang menangani kasus baru. Seorang pria dibunuh di rumahnya. Pria itu adalah pemilik 9 gedung di lingkungan itu, terkenal hemat dan pelit. Kematiannya diperkirakan 12 jam lalu. Namun sepertinya tim forensik tidak menemukan apapun yang berguna di TKP. Inspektur Kang berkata ini adalah penyelidikan yang sulit.

Detektif Ki berkata mereka tidak bisa melihatnya, tapi pasti ada aroma di sini. Inspektur Kang langsung cerah. Ia juga memikirkan hal yang sama. Alangkah baiknya jika Moo Gak dan Cho Rim masih bersama mereka. Detektif Yeh mengingatkan bahwa mereka akan pergi bulan madu besok.

“Apa? Mereka pergi besok? Bukan hari ini?” kata Inspektur Kang senang. O-ow….

ki-00231 ki-00234

Moo Gak dan Cho Rim memasuki rumah sambil berpelukan. Ini adalah kali pertama mereka pulang setelah mendaftarkan pernikahan mereka. Lalu mereka duduk. Ini adalah kali pertama mereka duduk di sofa itu sebagai pasangan yang sudah menikah. Moo Gak mengecup Cho Rim. First kiss!!

“Dan aku akan mandi pertama kali sebagai pria sudah menikah!” Moo Gak tertawa terbahak-bahak lalu berjalan ke kamar mandi. Ia melempar jasnya ke lantai. Cho Rim tersipu.

ki-00238 ki-00241

Terdengar bunyi bel. Aaack jangan dibuka >,< Tapi Cho Rim membukanya dan Inspektur Kang yang datang. Ia basa-basi bagaimana kehidupan pernikahan Cho Rim dan Moo Gak. Sulit bukan? Cho Rim tidak tahu karena ia baru menikah. Ia memberitahu bahwa Moo Gak sedang mandi.

Inspektur Kang berkata ia datang untuk meminta pertolongan Cho Rim dan ini menyangkut masa depannya. Hidupnya!

Ketika Moo Gak keluar dari kamar mandi hanya berbalutkan kimono dan berpose seksi, hanya ruang tamu kosong yang menyambutnya. Di meja terdapat pesan: aku pergi dengan Inspektur Kang. Kenapa, gumamnya.

ki-00245ki-00254

Inspektur Kang membawa Cho Rim ke TKP. Cho Rim berkata ia tidak tahu apakah ia diijinkan menyelidiki seperti ini karena ia bukan polisi. Inspektur Kang berkata ia bisa menjadikan Cho Rim seorang polisi kapan saja. Apa Cho Rim tertarik? Cho Rim tersenyum.

Lalu ia melihat aroma seafood dari bawah meja kecil, seperti cumi dll. Detektif Yeh melihat ke bawah meja itu dan menemukan sebutir kancing merah. Melihat kancing itu tidak berdebu, artinya kancing itu baru saja jatuh ke sana.

Detektif Ki berpikir sejenak. Ia memiliki dugaan siapa pelakunya. Bersama dengan Detektif Yeh, ia pergi untuk membuktikan kecurigaannya itu. 

Inspektur Kang berkata ini sudah cukup. Ia akan mengantar Cho Rim pulang. Moo Gak tidak boleh dibiarkan menunggu lama, apalagi sudah mandi dan lainnya. Cho Rim sempat melihat sesuatu yang tampaknya membuatnya bingung tapi ia membiarkannya.

ki-00266ki-00274

Detektif Ki dan Yeh pergi ke sebuah restoran seafood. Mereka melihat ahjumma pemilik restoran mengenakan pakaian merah. Mereka memperkenalkan diri sebagai polisi dan menunjukkan foto korban. Ahjumma adalah salah satu penyewa apartemen korban.

Ahjumma melepas celemeknya, terlihat ada satu kancing yang tidak ada dari pakaiannya. Kancing yang sama dengan yang mereka temukan di TKP. Ahjumma juga pernah terlihat cekcok dengan korban karena uang sewa yang dinaikkan. Detektif Yeh bertanya apakah itu sebabnya ahjumma membunuh korban. Ahjumma itu menangis lalu meminta maaf.

Detektif Ki berkata mereka akan menangkap ahjumma sebagai tersangka pembunuh. Ahjumma itu terus menangis dan berkata itu adalah kesalahannya dan ia minta maaf.

Mereka juga menemukan pisau yang digunakan sebagai alat untuk membunuh korban, sesuai dengan pengakuan ahjumma. Inspektur Kang menyuruh Detektif Ki memeriksa sidik jari dari pisau itu.

Ia sangat senang karena kasus ini selesai dengan mudah. Semuanya berkat Cho Rim. Jadi ia hendak menraktir Cho Rim besok malam. Detektif Yeh mengingatkan bahwa besok adalah waktu bulan madu mereka. Sebaiknya lain kali saja.

“Benar, aku jadi teringat pada bulan maduku.”

“Kau memiliki 7 anak. Sepertinya bulan madumu tidak pernah berakhir,” ujar Detektif Yeh. Hehe…bener banget tuh^^

ki-00279ki-00282

Moo Gak ngambek. Ia tidak mau tertawa meski Cho Rim melucu. Cho Rim mencari cara lain. Ia bertanya apakah sebaiknya ia membawa bikini atau baju renang. Kenapa tidak dua-duanya, ujar Moo Gak datar. Cho Rim bertanya apa Moo Gak marah karena sesuatu.

Moo Gak kesal karena Moo Gak pergi menyelidiki seorang diri. Cho Rim berkata itu bukan sebuah penyelidikan. Inspektur Kang yang membawanya pergi tanpa banyak penjelasan. Jadi kau menyelidiki atau tidak, tanya Moo Gak.

 ki-00288ki-00289

“Eh, aku tidak yakin. Mungkin sedikit. Petugas Choi, jangan marah. Kau terlalu cute,” Cho Rim memeluk Moo Gak. Kekesalan Moo Gak langsung menguap dan ia tersenyum.

Cho Rim berkata ia tidak akan bisa menyelidiki apapun tanpa Moo Gak, jadi jangan kekanakkan. Kekanakkan?? Moo Gak protes.

“Aku akan tunjukkan apa itu kekanakkan,” Moo Gak mengeluarkan jarinya seperti cakar lalu menggelitiki Cho Rim.

ki-00299 ki-00311

Keesokan paginya mereka mengendarai mobil bulan madu berhias bunga-bunga menuju bandara. Enam jam lagi mereka akan menikmati bulan madu di pantai. Keduanya tertawa riang.

Tapi tawa itu tenggelam oleh suara sirine mobil polisi di belakang mereka. Mereka bingung karena mereka tidak melanggar batas kecepatan. Terdengar suara dari pengeras suara menyuruh mobil Moo Gak berhenti sekarang juga.

Moo Gak menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Detektif Ki dan Yeh turun dari mobil polisi. Mereka berkata pada Nyonya Cho Rim bahwa ahjumma itu bukan pembunuhnya. Mereka berkata Cho Rim telah salah menduga. Cho Rim bingung, bukankah ahjumma itu sudah mengaku?

Detektif Ki berkata putera si ahjumma datang ke kantor polisi dan mengaku sebagai pembunuhnya. Jadi ibu dan anak mengaku sebagai pembunuhnya. Cho Rim merasa kasihan pada mereka. Moo Gak ikut penasaran siapa pembunuh yang sebenarnya. Detektif Ki dan Yeh diam-diam tersenyum.

ki-00324ki-00327

Sudah bisa diduga, Cho Rim dan Moo Gak tidak bisa membiarkan kasus itu. Mereka ikut ke kantor polisi. Moo Gak menginterogasi si ahjumma. Ahjumma itu tidak mau mengatakan puteranya ada di sana. Ia yang membunuh korban sendirian. Moo Gak berkata korban sudah mati ketika ahjumma datang ke rumah korban.

Melihat pisau di tubuh korban, ahjumma tahu kalau si pembunuhnya adalah puteranya sendiri. Karena itu ahjumma mengambil pisau itu dan membuangnya ke taman. Ia berkata putera ahjumma harus mengaku agar mendapat hukuman lebih ringan. Tapi ahjumma berkeras ia yang membunuh korban.

Moo Gak lalu menginterogasi putera ahjumma. Seperti ibunya, ia berkeras ia yang membunuh korban. Ia juga menyangkal ibunya ada di TKP saat ia membunuh korban. Ia berkata ibunya memberi kesaksian palsu untuk menyelamatkannya. Moo Gak berkata pisau yang digunakan untuk membunuh adalah pisau yang biasanya digunakan untuk menyiapkan seafood.

Ia bertanya ke mana pisau itu dibuang? Putera ahjumma tidak tahu. Ia mengaku tidak ingat. Siapapun pasti tidak sedang waras setelah membunuh orang. Moo Gak kehabisan cara.

ki-00337 ki-00344

Saat itulah Cho Rim di ruangan sebelah kaca melihat aroma di kaki putera ahjumma. Anehnya aroma di kaki kiri dan kanan berbeda. Ia memanggil Moo Gak dan mengatakan keanehan yang pernah dilihatnya di TKP.

Di TKP ada jejak kaki aneh. Keduanya dari sepatu sneakers tapi memiliki aroma berbeda di kiri dan kanan. Kiri beraroma herbal sementara kanan beraroma seafood. Ia yakin itu.

Sepatu putera ahjumma memiliki aroma berbeda yang sama. Tapi terbalik. Sepatu kiri mengeluarkan aroma seafood, kanan mengeluarkan aroma herbal. Bagaimana itu mungkin? Moo Gak memikirkannya sejenak lalu berlari kembali ke ruang interogasi.

 ki-00346ki-00354

Ia berkata pada putera ahjumma bahwa ia bukan pembunuhnya. Ia akan menyelamatkannya dan ibunya. “Apa kau tahu siapa yang mengenakan sepatu sama denganmu?” tanyanya. Putera ahjumma berkata ada temannya yang bernama Kim Hyun Soo tinggal bersama mereka dan ibunya membelikan mereka sepatu yang sama.

Di mana dia, tanya Moo Gak. Putera ahjumma berkata orang itu bekerja di toko obat herbal. Detektif Yeh berkata ia akan mengeceknya.

Ia pergi ke toko obat herbal itu dan menemukan Kim Hyun Soo, lalu membawanya ke ruang interogasi. Moo Gak berkata Kim Hyun Soo ditangkap karena sudah membunuh korban. Kim Hyun Soo berkata bagaimana bisa Moo Gak menuduhnya begitu saja. Apakah ada buktinya?

ki-00360 ki-00362

Buktinya adalah sepatu. Dan tumpukan uang dan lempengan emas milik korban yang ditemukan di toko Kim Hyun Soo oleh Detektif Ki.

Moo Gak berkata Kim Hyun Soo menyusup rumah korban dan mencuri, tapi ketahuan oleh pemilik rumah. Karena itu ia menikam korban dengan pisau yang diambilnya dari restoran milik ahjumma. Ahjumma datang ke rumah korban untuk membayar uang sewa tapi melihat korban sudah mati.

Melihat pisau itu, ahjumma mengira puteranya yang membunuh korban. Apalagi puteranya pernah bertengkar dengan pemilik rumah. Ahjumma mengambil pisau itu dan sengaja menjatuhkan kancing untuk menyelamatkan puteranya.

Sedangkan Kim Hyun Soo membuat kesalahan dengan salah mengenakan sebelah sepatu saat hendak mencuri di rumah korban. Karena itulah dua sepatu itu tidak mengeluarkan aroma yang sama. Maka Kim Hyun Soo pun ditangkap.

ki-00367 ki-00375

Ahjumma dan puteranya berterimakasih pada Moo Gak dan Cho Rim atas bantuan mereka. Mereka mempersilakan keduanya datang ke restoran mereka kapan saja. Mereka akan menjamu Moo Gak dan Cho Rim. Mereka mengucapkan terima kasih berkali-kali.

“Tidak apa-apa,” kata Cho Rim tertawa menenangkan. “Kami hanya ketinggalan bulan madu.”

Inspektur Sa menghampiri mereka dan mendengar mereka sudah menyelesaikan kasus itu dengan baik. Ia mengajak Moo Gak bergabung dengan timnya, ditukar dengan dua anak buahnya. Dua anak buahnya merengek agar tidak dicampakkan.

ki-00378 ki-00383

Berkat kemampuan Cho Rim melihat aroma, ia membantu permasalahan para tetangga. Ada yang menemukan kunci mobilnya dengan bantuan Cho Rim. Cho Rim juga menemukan pria yang selalu membuang puntung rokok di depan rumah seorang tetangga. Mereka mengirim berbagai makanan sebagai balasannya.

Ia bahkan membantu pak RT menangkap pria yang melanggar aturan pembuangan sampah berkat aroma rokok elektrik.

Akibatnya makanan di meja makan mereka berlimpah. Moo Gak berkata semua makanan pemberian itu enak. Lalu ia mencoba beberapa sayur dan berkata itu tidak enak, dari siapa? Dengan cemberut Cho Rim berkata semua itu masakannya.

Tiba-tiba ponsel Moo Gak berbunyi. Dari Inspektur Kang. Penyelidikan lagi? Cho Rim melarang Moo Gak mengangkatnya. Mereka kan sedang berlibur. Giliran Cho Rim ditelepon oleh Detektif Ki. Moo Gak menyuruhnya mematikan ponsel.

Mereka jadi bertanya-tanya bagaimana kalau para polisi itu mengikuti mereka besok? Mereka akan pergi ke Thailand, tidak mungkin mereka mengikuti sejauh itu. Tapi untuk yakinnya, mereka memutuskan untuk berdoa.

ki-00392 ki-00402

Masalahnya, karena kasus ahjumma itu banyak kasus yang dilimpahkan pada tim Inspektur Kang untuk diperiksa kembali. Mereka ingin penyelidikan ulang karena merasa tidak bersalah. Inspektur Kang berkata mereka wajib membantu orang yang tidak bersalah. Detektif Yeh akhirnya setuju. Bulan madu kan bisa kapan-kapan.

Tapi mereka kehilangan jejak Cho Rim dan Moo Gak. Ponsel mereka berdua tidak aktif dan mereka tidak ada di rumah. Detektif Ki nongkrong di bandara untuk mencegat mereka tapi mereka tidak terlihat sama sekali, bahkan tidak ada dalam daftar penumpang.

Inspektur Kang menyuruh mereka menangkap eh membawa Moo Gak dan Cho Rim sekarang juga.

“Mereka berdua tidak akan datang ke sini seperti itu,” ujar seseorang.

Ternyata Yeom Mi kembali. Mulai sekarang ia mengepalai sebuah tim untuk menangani kasus khusus di cabang ini.

ki-00406 ki-00412

Moo Gak dan Cho Rim tidak meninggalkan Korea. Mereka berbulan madu dengan bersepeda. Moo Gak mengeluh ia tidak jadi melihat Cho Rim dalam pakaian renang padahal ia memilih bikin. Cho Rim berkata ia mengenakan bikininya saat ini.

“Benarkan? Biarkan aku melihatnya,” ujar Moo Gak.

“Lupakan,” kata Cho Rim malu.

Kenapa, protes Moo Gak, mereka kan sudah menikah. Bagaimana kalau mereka ke Thailand dengan sepeda ini? Cho Rim tertawa.

ki-00416 ki-00426

Mereka duduk di pinggir danau menikmati pemandangan. Cho Rim berkata ia tidak akan melupakan saat ini, udara ini, dan pemandangan yang ia nikmati bersama Moo Gak. Saking terharunya ia mengeluarkan air mata.

Moo Gak berkata Cho Rim harus memanggilnya dengan sebutan lain mulai sekarang, tidak boleh Petugas Choi lagi.

“Kalau begitu suamiku, sayang, kekasih. Pilih salah satu.”

“Aku mencintaimu, istriku,” kata Moo Gak sungguh-sungguh.

“Aku mencintaimu, sayang,” balas Cho Rim terharu. Mereka berpandangan dan tersenyum.

ki-00428 ki-00435

Ponsel Moo Gak bergetar namun Moo Gak tidak mempedulikannya. Dari Yeom Mi.

Mereka bersepeda kembali.

“Apakah kita sebaiknya menyelesaikan sebuah kasus?” tiba-tiba Moo Gak bertanya. Ia menghentikan sepedanya.

Cho Rim berkata bukankah mereka sebaiknya tidak menerima telepon. Tapi ia tidak bisa menyembunyikan nada penuh semangat ketika ia bertanya siapa yang menelepon. Detektif Yeh? Detektif Ki? Inspektur Kang?

 ki-00442 ki-00445

Moo Gak berkata Yeom Mi yang menelepon. Saat ini kepolisian memiliki tim terpisah untuk kasus khusus (kaya tim bad guys gitu ya?^^). Dan sekarang sedang menangani kasus menghilangnya 9 warga secara bersamaan di sebuah kota di Gangwon.

Kasus yang benar-benar tidak masuk akal. Bagaimana bisa 9 warga menghilang bersamaan? Keduanya pura-pura tidak tertarik dan tidak penasaran. Tapi tentu saja mereka sangat penasaran dan tertarik. Mereka cepat-cepat naik ke sepeda dan memutuskan untuk kembali.

ki-00452 ki-00457

The End.

Komentar:

Sudah bisa diduga drama ini berakhir dengan happy ending. Sayangnya hal ini cukup mengurangi ketegangan di episode terakhir ini. Tidak ada perasaan tegang ketika Cho Rim diculik atau ketika Moo Gak seharusnya terkena bom. Sejak awal sudah merasa Jae Hee akan ditangkap atau mati.

Tapi terlepas dari kekurangan drama ini (terutama menyangkut Jae Hee dan kejahatannya, juga kompetensi para polisi), semuanya tertutupi dengan pasangan Moo Gak-Cho Rim, dan juga akting Jae Hee.

Jae Hee benar-benar menarik perhatian dengan suaranya yang lembut dan senyumnya yang memikat. Tapi ekspresinya bisa berubah menakutkan dalam sekejap. Akting Nam Goong Min oke banget lah^^

Karena aku pernah membuat sinopsis Three Days, rasanya surprise banget melihat Yoo Chun di sini. Tidak menyangka ia bisa selucu itu. Dee dan Putri menyarankan agar aku menonton Rooftop Prince..hmmm..suatu saat nanti aku akan menontonnya ;)

Dan tentu saja Shin Se Kyung membuat kejutan karena perannya sangat berbeda dengan peran-peran yang biasa ia tampilkan. Ia cocok memerankan Cho Rim yang riang. Chemistrynya dengan Yoo Chun TOP BGT. Nyaman rasanya melihat mereka berdua^^ Emangnya sofa….nyaman ;p

Hal lain yang kusukai dari drama ini adalah tidak adanya saingan dalam cinta mereka. Dan meski mereka mengalami hal buruk dalam hidup mereka, mereka tetap melangkah maju dan tidak putus asa. Selain itu rasa percaya di antara mereka berdua patut diacungi jempol.

Biasanya pria dalam drama tidak mau wanitanya menempuh bahaya apalagi menghadapi pembunuh, tapi Moo Gak meski sempat keberatan bisa mengerti keinginan Cho Rim untuk membantu menangkap si pembunuh. Ia tidak meragukan kemampuan Cho Rim dan tetap melindunginya dari belakang. Moo Gak juga menunjukkan bahwa ia seorang polisi yang baik dengan kemampuannya menganalisis suatu kasus. Karena itu mereka berdua sangat saling melengkapi.

Aku senang pada akhirnya Moo Gak dan Cho Rim menyadari bahwa mereka memang senang membantu menyelesaikan kasus. Mereka senang membantu orang lain dengan kemampuan mereka. Sayangnya tidak dijelaskan apakah Moo Gak benar-benar sudah mendapatkan seluruh indera perasanya kembali. Kemampuan Cho Rim juga tidak hilang meski ingatannya sudah kembali.

Bersama tim mereka, mereka menjadi tim yang solid dan saling membantu.

ki-00147

Demikian juga dengan tim trio ahjumma yang saling membantu hahahaha XD Thank you, Dee dan Putri^^ Mmmuaaaahh…

Terima kasih juga untuk para pembaca yang sudah membaca sinopsis kami^^ *bow*