Friday, 17 October 2014

Sinopsis Bad Guys Episode 2

shot0041

Tae Soo tertatih-tatih menyusuri sebuah gang sempit dalam keadaan terluka. Tangannya bersimbah darah sementara tangan satu lagi memegangi perutnya yang terluka. Akhirnya ia tak tahan lagi dan merosot ke tanah.

Seorang wanita keluar dari rumahnya dan melihat Tae Soo. Tae Soo melihat wajah wanita itu samar-samar lalu pingsan.

Ketika ia sadarkan diri, ia sudah berada di sebuah klinik dan ia melihat wanita itu sedang berbicara dengan dokter. Wanita itu telah menolongnya. Ia memejamkan matanya kembali.

shot0009 shot0011

Tae Soo terbangun, ternyata tadi ia bermimpi. Ia ada di gereja tua markas tim bad guys (aku sebut tim bad guys aja ya biar lebih mudah^^). Jung Moon terlihat duduk di deretan kursi seberang.

“Hei psycho, kau dipenjara di Cheongsong, bukan? Aku juga pernah di sana tapi hanya sebentar,” kata Tae Soo. Jadi ia pernah melihat Jung Moon sebelumnya.

Memangnya kenapa, tanya Jung Moon. Tae Soo berkata tidak ada apa-apa. Ia hanya merasa hal ini menakjubkan. Seperti takdir.

“Takdir baik atau buruk, kita hanya bisa menunggu, bukan?” ujar Jung Moon. Lalu ia berjalan pergi.

“Bila takdir buruk, kau akan mati di tanganku,” kata Tae Soo.

Terdengar suara pintu dibanting (berarti Jung Moon sempat mendengar perkataan Tae Soo). Woong Chul terbangun dan mengomel karena berisik. Lalu ia kembali tidur.

 shot0022shot0016  

Pembunuh yang mereka buru telah beraksi kembali. Seorang wanita tewas ditikam di sebuah gang. Goo Tak mendatangi TKP. Saat ia melihat seorang polisi muda memberi hormat padanya, ia teringat pada Petugas Nam yang juga pernah memberi hormat dengan penuh semangat padanya pada hari pertama ia bertugas. Dan sekarang Petugas Nam yang bersemangat itu telah tiada.

Goo Tak melihat jasad wanita itu diangkut ke dalam ambulans. Lalu ia berbalik dengan wajah diliputi amarah. “Apa kau bersenang-senang?” tanyanya. Perkataan itu ditujukan pada si pembunuh.

shot0031shot0036 

Tim bad guys dalam perjalanan menuju TKP bersama Mi Young. Mi Young menjelaskan bahwa ini adalah korban ke-9. Ketiganya tampak bosan mendengar penjelasan Mi Young mengenai prosedur di TKP.

Tiba-tiba Tae Soo menyuruh mereka berhenti. Ia meminta diijinkan pergi sebentar. Karena Tae Soo meminta dengan sungguh-sungguh, Mi Young menelepon Goo Tak untuk menanyakan pendapatnya. Goo Tak mengijinkan Tae Soo pergi asalkan diberi pengawalan. Tapi Mi Young khawatir akan terjadi sesuatu. Goo Tak berkata ia yang akan bertanggung jawab.

Tae Soo ternyata pergi ke rumah wanita penolongnya. Wanita itu bernama Park Seon Jung. Tapi Seon Jung sudah tidak tinggal di sana lagi. Tae Soo meminjam ponsel polisi yang mengawalnya. Polisi itu tidak mau memberikannya. Tae Soo menonjok polisi itu dan merebut ponselnya.

Mi Young menunggu dengan tidak sabar. Woong Chul mempergunakan kesempatan itu untuk minta ijin juga seperti Tae Soo. Ketika Mi Young tidak menjawab, ia memohon dengan gaya Tae Soo (lengkap dengan kepala menunduk). Hasilnya, Mi Young mengancam akan menendangnya. Ha.

shot0055 shot0065

Mi Young melihat alat pelacak (yang terpasang di gelang elektronik) Tae Soo mulai bergerak ke arah mereka. Tapi anehnya Tae Soo terlihat bergerak dengan cepat. Ketika ia menoleh, ia melihat Tae Soo melewati mereka dalam sebuah mobil. Woong Chul langsung pindah ke balik kemudi dan mereka mengejar Tae Soo.

Apakah Tae Soo benar-benar melarikan diri? Tampaknya ia sedang mencari wanita itu. Dalam percakapannya dengan seorang pria paruh baya yang mengunjunginya di penjara, pria itu bertanya apakah Seon Jung sangat penting bagi Tae Soo. 

“Kau mencoba membunuhku. Wanita itu menyelamatkanku,” jawab Tae Soo.

“Kalau begitu kenapa kau menyerahkan diri? Sudah pernah kukatakan, daripada berusaha menebus dosamu dengan menyerahkan diri, lebih baik kau tinggal untuk melindungi wanita itu. Untuk meringankan bebanmu sendiri, kau sudah meninggalkan wanita itu.”

shot0068shot0074

Tae Soo semakin kencang memacu mobilnya karena ia tahu ia dikejar. Dan ia berhasil lolos dari pengajaran karena mobil Woong Chul tertahan oleh mobil-mobil lain. Mi Young langsung melotot pada Woong Chul. Woong Chul membela diri bahwa mobil van (mobil polisi yang mereka tumpangi) tidak bertenaga.

Ternyata Tae Soo pergi menemui pria paruh baya yang pernah mengunjunginya di penjara. Pria itu tampak tidak terkejut dengan kedatangan Tae Soo. Tae Soo bertanya di mana wanita itu (Seon Jung). Pria itu berkata ia tidak tahu. Ia hanya secara rutin mentransfer uang pada wanita itu.

“Aku sudah memintamu melindungi wanita itu, bukan? Dengan begitu kau bisa hidup,” kata Tae Soo kesal.

“Kau tidak percaya padaku?”

Tae Soo memanggil pria itu “Guru” dan mencengkeram kerahnya. Ia ingin pria itu mencari tahu di mana dan bagaimana keadaan Seon Jung dan anak Seon Jung secara detil.

shot0100 shot0108

Terdengar suara sirine mobil polisi yang kian mendekat. Tae Soo melepaskan cengkeramannya lalu berbalik pergi.

Ketika ia turun dari tempat itu, Goo Tak sudah menunggunya. Dan jelas ia tidak terlihat senang. Ia bertanya apakah ini balasan Tae Soo atas kepercayaan yang diberikannya. Dengan cuek Tae Soo bertanya mengapa semua orang berbicara tentang kepercayaan hari ini. Ketika ia hendak berjalan pergi, Goo Tak menahannya dan memukulnya.

“Apa dunia ini berputar hanya untukmu? Dasar egois,” maki Goo Tak.

shot0113 shot0121

Mi Young melaporkan kejadian itu pada Chief Nam. Saat ini para bad guys sedang dalam perjalanan menuju TKP bersama Goo Tak. TV memberitakan mengenai korban baru tersebut. Chief Nam bertanya apakah pelakunya sama. Mi Young dengan yakin berkata pelakunya sama. Teknik yang sama, tempat yang sama, dan pada hari hujan.

Chief Nam melihat keluar. Hujan turun deras. Ia berkata puteranya saat ini pasti sedang menangis. Meminta mereka untuk segera menangkap si pembunuh yang telah membuat istrinya menjadi seorang janda.

Mi Young memberanikan diri untuk mengungkapkan hal mencurigakan yang ia temukan mengenai Goo Tak dan para bad guys. Bahwa mereka ditangkap pada waktu yang hampir bersamaan dengan diskorsnya Goo Tak.

“Oh Goo Tak juga tahu banyak mengenai Lee Jung Moon, kan?” kata Chief Nam.

Mi Young membenarkan dengan sedikit terkejut. Apakah Chief Nam tahu sesuatu?

“Biarkan Oh Goo Tak menanganinya,” kata Chief Nam. Dan ia tidak membicarakan hal itu lagi.

shot0126 shot0127

Goo Tak memberi waktu setengah hari pada trio bad guys untuk mencari petunjuk mengenai pembunuh itu. Ia menurunkan mereka di area tempat sering terjadinya pembunuhan.

Mereka pun menyebar di area itu. Daerah itu adalah daerah padat penduduk dengan tingkat bunuh diri dan pembunuhan yang tinggi.

Jung Moon berdiri di TKP tempat mayat korban terakhir ditemukan. Ia membuka file korban dan melihat foto mayat korban saat ditemukan.

“Ini bukan kali pertamamu, bukan?” ujarnya.

“Apa maksudnya?” tanya Tae Soo menghampiri. “Apanya yang bukan kali pertama?”

shot0137 shot0140

Tapi Jung Moon tidak berniat membagi temuannya dengan Tae Soo. Ia berjalan pergi. Tae Soo memegang bahunya dan bertanya lagi dengan nada mengancam. Jung Moon menatap Tae Soo dan menyuruhnya melepaskannya.

“Jika aku tidak mau?” tantang Tae Soo.

“Kau akan mati.”

shot0142shot0147

Tae Soo melepaskan tangannya dari bahu Jung Moon. Ia berkata meski Jung Moon seorang yang gila, tetap saja tidak bisa membunuh sembarang orang. Kenali dulu lawannya, jika tidak Jung Moon yang akan mati.

“Kau pasti mengenal dirimu sendiri kan? Tapi aku tidak mengenal diriku sama sekali. Meski aku membunuh seseorang, aku tidak bisa mengingatnya. Apa kau tahu apa keuntungannya? Tidak ada perasaan bersalah,” kata Jung Moon tanpa ekspresi, “Apa kau juga seperti itu?”

Tae Soo tersenyum. Tapi senyum itu lenyap saat ia teringat pergi ke rumah duka dan melihat seorang wanita menangisi suaminya yang sudah meninggal. Wanita itu adalah Park Seon Jung. Hmmm…apakah Tae Soo membunuh suami Seon Jung?

shot0149   shot0152

Woong Chul pergi mencari preman yang menguasai daerah itu. Dengan beberapa pukulan, preman itu takluk pada Woong Chul. Woong Chul menanyai Yoon Cheol Ju, si preman, apakah ia mengumpulkan uang keamanan di lingkungan tersebut. Awalnya Cheol Ju pura-pura tidak tahu tapi akhirnya ia mengaku ia memang memungut uang keamanan dari lingkungan itu. Woong Chul menyuruh Cheol Ju mengumpulkan anak buahnya.

Giliran Tae Soo. Ia berjongkok di TKP lalu membuka tas berisi deretan pisau yang bisa dijadikan senjata si pembunuh. Dengan membandingkan bekas luka tikaman korban, ia bisa menemukan jenis pisau yang digunakan si pembunuh. Lalu ia melihat keadaan di sekitarnya dan membayangkan apa yang terjadi pada saat pembunuhan itu.

Di tempat itu tidak ada CCTV, tidak ada orang (saksi). Tempat sempurna untuk membunuh. Pembunuhnya sangat mengenal tempat itu. Karena luka tikaman terdapat pada tubuh bagian bawah dan tinggi korban 170 cm, maka pembunuhnya lebih pendek dari korban. Pembunuh hanya membunuh saat hari hujan, kemungkinan ada faktor kejiwaan yang mendorongnya.

shot0162 shot0171

Mereka berkumpul kembali di gereja tua. Tapi ketiganya tidak mau mengatakan apa yang mereka temukan karena mereka bersaing menangkap si pembunuh untuk mendapatkan pemotongan masa hukuman.

Woong Chul berkata ia bisa menangkap si pembunuh dalam waktu 3 hari. Tae Soo berkata bukankah Goo Tak yang tidak mengharapkan kerjasama tim. Jadi mereka tidak akan membagikan keahlian mereka dan menyelidiki bersama.

“Jika jatuh korban lagi, kalian semua yang akan bertanggungjawab,” ujar Goo Tak.

“Aku bisa bertanggung jawab. Tapi apa untungnya itu bagiku?” kata Tae Soo.

“Jadi kalian tidak peduli seberapa banyak korban yang jatuh. Kalian hanya peduli menangkap si pembunuh dan mengurangi masa hukuman kalian. Itukah yang kalian pikirkan? Baik, silakan saja berpikir demikian,” kata Goo Tak.

shot0178 shot0184

“Apa yang mungkin menjadi motif si pembunuh untuk membunuh?” tiba-tiba Jung Moon bertanya. “Bau darah. Ia menyukai bau darah. Karena itu ia membunuh orang pada hari hujan. Saat hari hujan, bau darah tercium semakin kuat. Dan dorongannya untuk membunuh semakin tak tertahankan.”

Ia berkata pasti ada kasus lain sebelumnya. Pembunuh ini pasti pernah membunuh sebelum melakukan serangkaian pembunuhan ini. Dalam 9 kasus terakhir, teknik membunuhnya terlalu bersih dan cepat. Semua korban tewas dalam satu tikaman ke paru-paru.

“Ia pasti pernah membunuh sebelumnya sambil menyempurnakan tekniknya. Mungkin ia membuat banyak kesalahan saat ia berlatih. Diperlukan waktu untuk mempelajari keahliannya dan sekarang ia melakukannya dengan sempurna tanpa ada kesalahan.”

Ia menambahkan bahwa TKP sebelumnya pasti sangat penuh darah karena si pembunuh menyukai bau darah dan sangat terdorong untuk membunuh. Dan mayat korban pasti sangat rusak. Pembunuh ini bersembunyi di antara kasus-kasus pembunuhan lainnya.

shot0194 shot0195

Goo Tak dan Mi Young segera menghubungi kantor kepolisian untuk meminta arsip kasus-kasus pembunuhan yang belum terpecahkan lebih dari setahun yang lalu.

Masalahnya apakah analisis yang dikatakan Jung Moon adalah kebenaran? Tae Soo dan Woong Chul meragukannya. Woong Chul curiga Jung Moon mengarahkan mereka ke arah yang salah lalu sendirian menangkap si pembunuhnya.

Semalaman Goo Tak memeriksa tumpukan arsip pembunuhan yang belum terpecahkan. Ia mencari kasus yang sesuai dengan apa yang digambarkan Jung Moon. TKP penuh darah dan mayat korban yang sangat rusak. Ia menemukannya.

Pembunuhan itu terjadi dari bulan Juli hingga November tahun lalu. Pembunuh masuk ke dalam rumah di daerah Seoul. Tidak diketahui apakah terjadi pada hari hujan tapi sepertinya pemilik rumah cukup diyakinkan oleh si pembunuh sehingga mereka membuka pintu rumah mereka untuknya. Si pembunuh menggunakan kunci pipa untuk membunuh para korbannya.

shot0205shot0208

Kesamaan dalam kasus-kasus itu adalah TKP yang penuh darah dan tidak ada barang berharga yang diambil. Juga bekas suntikan di tubuh para korban.

“Setelah membunuh para korban, si pembunuh menggunakan suntikan untuk mengambil darah mereka.”

“Tapi dalam kasus kita, para korban tidak memiliki bekas suntikan,” kata Mi Young.

Goo Tak mengingatkan bahwa si pembunuh telah menemukan metode yang lebih sempurna. Ia memerlukan cara yang lebih mudah dan cepat untuk memenuhi keinginannya. Mi Young bertanya mengapa para detektif tidak menyadari kesamaan dari kasus-kasus ini.

“Karena mereka adalah orang-orang brengsek yang tidak berguna. Bagaimana bisa mereka dengan mudah saling membagi kepandaian mereka di saat mereka terlalu sibuk bersaing satu sama lain,” ujar Goo Tak. Nyindir nih yeee….

Tapi Mi Young masih tidak yakin. Jika ini hanya dugaan maka akan timbul masalah nantinya.

Goo Tak berkata kasus terakhir korban dengan bekas suntikan adalah tanggal 27 November, sementara kasus penikaman bermula tanggal 5 Desember. Ada jeda 10 hari di mana si pembunuh mengubah metode membunuhnya. Korban sebelumnya ada 15 orang, tapi 2 orang selamat. (Jadi total 13+9 = 22 orang)

shot0209shot0214  

Woong Chul tidak mau ikut menemui para korban selamat. Alasannya, meski ia pergi menemui mereka, mereka tidak akan memberi alamat si pembunuhnya. Ia memiliki cara sendiri.

Caranya? Mengintai lingkungan tersebut bersama si preman Cheol Ju. Ia berbagi pikiran dengan Cheol Ju mengenai si pembunuh. Pembunuh ahli memasuki rumah tanpa meninggalkan jejak. Cheol Ju berkata si pembunuh ahli mengotak-atik kunci untuk menyusup. Ia dulu ahli juga, awalnya karena saking kebeletnya ingin ke toilet.

Cheol Ju melihat di seberang jalan ada toko reparasi mendapat ide. Ke mana orang memperbaiki kunci rumah yang rusak? Ke toko reparasi. Tukang reparasi yang ahli memperbaiki segala sesuatu. Dengan begitu pemilik rumah tidak curiga padanya,.

shot0219 shot0220

Woong Chul pergi ke toko reparasi itu. Ahjusshi pemilik toko sedang memperbaiki kunci otomatis yang rusak. Woong Chul bertanya apakah toko ini satu-satunya toko reparasi di area tersebut.

“Iya,” jawab si ahjusshi tanpa memalingkan wajahnya.

“Apa kau membuat kunci baru untuk mereka?”

“Iya.”

“Jika kunci rumahku rusak, apa kau bisa memperbaikinya?”

“Mungkin,” si ahjusshi mulai kesal.

“Kau membuat telepon rumah juga?”

“Iyaaa,” kata si ahjusshi merasa terganggu.

“Kau ini sangat ramah,” sindir Woong Chul.

“Iya!!”

“Apa kau membunuh orang?”

“Iya! Apa?”

“Kau orangnya,” kata Woong Chul. Ia menyeret si ahjusshi keluar dari tokonya dan menonjoknya.

Goo Tak datang bersama Tae Soo. Dan Goo Tak langsung menonjok Woong Chul dengan keras. Si ahjusshi buru-buru kembali ke tokonya. Goo Tak memarahi Woong Chul agar tidak sembarangan menuduh orang tak bersalah.

shot0224 shot0230

Tae Soo mengikuti Goo Tak pergi menemui korban selamat. Ia ikut karena ia ingin menangkap pembunuhnya. Goo Tak bertanya mengapa Tae Soo ingin mengurangi masa hukumannya (semua juga mau kali…). Ada seseorang yang ingin kulindungi, jawab Tae Soo.

Mereka tiba di apartemen korban selamat. Alangkah terkejutnya Tae Soo ketika melihat Seon Jung yang membuka pintu. Ia ingat wajah dan suara Seon Jung, tapi Seon Jung tidak mengenali Tae Soo.  

Mereka dipersilakan masuk. Tae Soo nampak sangat gugup apalagi ketika Goo Tak menanyakan di mana suami Seon Jung. Seon Jung berkata suaminya telah tiada beberapa tahun lalu sementara puterinya di sekolah. Saking gugupnya, Tae Soo tidak sengaja menumpahkan teh. Goo Tak melihat Tae Soo berusaha menutupi gelang elektroniknya di hadapan Seon Jung.

“Petugas Jung, ada apa? Apa kau tidak enak badan?” tanya Goo Tak, dengan begitu Seon Jung akan mengira Tae Soo adalah polisi sama seperti dirinya.

shot0239shot0240

Goo Tak meminta Seon Jung menceritakan insiden bagaimana ia bisa lolos dari si pembunuh.

Seon Jung bercerita ketika itu malam di musim panas. Si pembunuh masuk dengan mengenakan jas hujan yang basah. Tetesan air hujan membangunkan puteri Seon Jung. Puteri Seon Jung langsung berteriak. Seon Jung terbangun dan berusaha melawan si pembunuh yang hendak memukulnya dengan kunci pipa.

Untunglah puteri Seon Jung lari keluar dan berteriak-teriak membangunkan para penghuni apartemen hingga si pembunuh mengurungkan niatnya. Tapi Seon Jung tidak sempat melihat wajah si pembunuh itu karena sangat gelap.

shot0250 shot0255

Mi Young dan Jung Moon menemui korban selamat satu lagi, Bae Ji Yeon. Ji Yeon bercerita malam itu sangat gelap dan hujan sangat deras. Ia terbangun karena nyamuk. Saat itulah ia melihat si pembunuh. Ia sangat ketakutan. Adik perempuannya dibunuh di sampingnya. Saking takutnya, ia tidak bisa melakukan apapun. Ia pikir jika ia pura-pura tidur, si pembunuh tidak akan membunuhnya.

Setelah membunuh adiknya, si pembunuh mendekatinya dan berbisik.

“Jika aku ingin mengalahkan orang itu, aku harus membunuh lebih dari satu orang dalam sekali waktu. Karena itu aku datang ke rumahmu. Aku bisa membunuh dua orang sekaligus. Jadi mengertilah…”

shot0264  shot0266

Sama seperti Seon Jung, ia juga tidak melihat wajah si pembunuh karena ia sangat ketakutan. Ia pikir ia akan mati jika melihat wajah si pembunuh.

“Kau beruntung,” ujar Jung Moon. “Kau tidak mati, tapi hidup.”

“Adikku mati, tapi aku bertahan hidup. Maka artinya aku beruntung?” Ji Yeon menyingkap rambut yang menutupi sebagian wajahnya. Terdapat bekas luka menghitam yang besar. “Apa maksudmu aku beruntung?”

Ternyata si pembunuh juga memukul Ji Yeon dengan tongkat pipa untuk membunuhnya tapi Ji Yeon tidak mati. Jung Moon memalingkan wajahnya.

“Hiduplah dalam terang, jangan mati dalam kegelapan,” ujarnya.

shot0270 shot0271

Goo Tak dan Tae Soo pamit dari apartemen Seon Jung. Tae Soo meminta ijin pada Goo Tak untuk tinggal dan berbicara dengan Seon Jung sebentar. Goo Tak mengijinkannya.

“Kenapa? Kenapa kau tinggal di tempat seperti ini?” tanya Tae Soo. “Apa kau tidak punya uang?”

Sepertinya Tae Soo menanyakan itu karena ia bingung mengapa Seon Jung tinggal di tempat seperti ini padahal ia sudah mengirim uang secara berkala melalui “gurunya”. Tapi Seon Jung tidak tahu hal itu, karena itu ia tersinggung mengira Tae Soo sedang menghinanya. Ia mengira Tae Soo menyalahkannya tinggal di daerah berbahaya seperti ini.

“Bukan begitu.”

“Begini, Pak Polisi. Tidak ada orang di dunia ini yang miskin karena mereka menginginkannya. Daripada selalu melihat ke atas, cobalah melihat ke bawah juga. Orang miskin sering bunuh diri. Orang miskin sering menjadi korban kecelakaan. Orang miskin sering dibunuh. Jika kau ingin tetap melakukan tugas polisi, bukalah matamu dan lihat juga ke bawah. Mengerti?”

Seon Jung masuk ke apartemennya sambil membanting pintu.

“Park Seon Jung-sshi, aku pasti akan menangkap pembunuh itu,” Tae Soo berjanji di depan pintu apartemen Seon Jung.

Ia tidak tahu kalau sejak tadi Goo Tak diam-diam mendengarkan.

shot0278shot0279

Tim bad guys kembali berkumpul, kecuali Woong Chul. Mi Young memberitahu mereka mengenai Jo Dong Soo, pembunuh berantai sakit jiwa yang ditangkap setahun lalu. Sama seperti pembunuh yang mereka kejar, Jo selalu mengincar wanita pada hari hujan. Total ada 23 korban dan semua mati di tempat. Jo Dong Soo mengaku ia sangat menyukai bau darah. Saat hujan, bau darah akan semakin kuat dan ia tidak bisa melawan keinginannya untuk membunuh.

Ia yakin orang yang dimaksud si pembunuh saat berbisik pada Bae Ji Yeon adalah Jo Dong Soo. Si pembunuh bertekad untuk mengalahkan skor Jo Dong Soo. Dan untuk mengalahkannya artinya membunuh lebih banyak dan lebih cepat.

Jung Moon berkata sedikitnya si pembunuh akan membunuh 2 orang lagi untuk mengalahkan skor Jo Dong Soo (agar menjadi 24 orang). Goo Tak menyadari si pembunuh mengejar gelar pembunuh berantai terhebat di Korea.

Mereka mendapat kiriman arsip kasus pembunuhan dari daerah lain yang memiliki modus serupa. Mi Young terkejut saat melihat korban adalah korban ke-9. Jadi setahun lalu korban ke-9 pernah diserang namun tidak mati. Si pembunuh kembali mengincarnya tahun ini dan berhasil membunuhnya.

Artinya si pembunuh ingin memperbaiki kesalahannya. Karena satu kesalahan saja maka tidak akan menjadi pembunuhan yang sempurna. Si pembunuh sedang mengincar para korban selamat. Dan itu berarti Bae Ji Yeon dan Park Seon Jung. Mereka langsung bergerak.

shot0284 shot0286

Woong Chul sedang mengintai di lingkungan sekitar bersama anak buah Cheol Ju yang berpencar di beberapa tempat. Padahal malam itu turun hujan. Woong Chul pergi ke warung dan sempat bersinggungan dengan seorang berpakaian hitam-hitam. Aaaack…itu si pembunuh?

Woong Chul melihat tangannya dan melihat noda darah. Ia menyadari noda darah itu berasal dari pakaian orang yang tadi bersinggungan dengannya. Ia segera keluar dan melihat orang itu berjalan menjauh. Woong Chul memanggilnya dan menyuruhnya berhenti.

“Hei, kemarilah! Kemarilah, ayo kita bicara! Apa mata dan telingamu tersumbat sosis?”

shot0289 shot0296

Orang itu berhenti dan berbalik. Lalu tiba-tiba ia melarikan diri. Woong Chul mengejarnya dan memberi perintah pada anak buah Cheol Ju melalui walkie talkie agar mencari pria bertopi hitam.

Si pembunuh terus berlari. Sementara itu tim bad guys yang lain telah tiba. Tae Soo langsung turun dari mobil dan pergi ke apartemen Seon Jung. Tapi apartemen itu kosong.

Woong Chul terus mengejar tapi ia kehilangan jejak si pembunuh. Ia mencurigai dua gang gelap berseberangan. Ia mendekati salah satunya. Tiba-tiba si pembunuh muncul dan mengayunkan pisaunya untuk menusuk Woong Chul.

Woong Chul terkesiap menahan sakit. Rupanya ia sempat menangkap mata pisau si pembunuh. Dengan kekuatannya ia mencekik si pembunuh dan mendorongnya. Merasa terdesak, si pembunuh menarik pisaunya hingga menyayat tangan Woong Chul. Woong Chul meninjunya tapi si pembunuh mengayunkan pisaunya melukai wajah Woong Chul. Lalu pergi melarikan diri.

shot0311 shot0320

Woong Chul tak sanggup lagi mengejar. Seseorang datang menghampirinya. Jung Moon.

Woong Chul menyuruhnya mengejar si pembunuh. Tapi Jung Moon mengulurkan tangannya untuk menolong Woong Chul.

Menarik…berarti hanya omong kosong kalau mereka tidak peduli korban dan hanya bersaing menangkap si pembunuh, bukan? Kenapa Woong Chul menyuruh Jung Moon menangkap si pembunuh, bukankah dengan demikian kesempatan mendapatkan pengurangan masa hukuman akan diraih Jung Moon? Juga kenapa Jung Moon memilih menolong Woong Chul daripada mengejar si pembunuh?

Si pembunuh pulang ke rumahnya. Ia mengeluarkan pisaunya dan memutar gagangnya hingga terbuka. Lalu ia menuangkan darah dari gagang pisau tersebut ke dalam tabung dan menempatkannya dalam rak bersama tabung-tabung berisi darah lainnya. Psycho >,<

 shot0321shot0324

Itu artinya si pembunuh berhasil membunuh kembali. Siapakah korbannya? Tae Soo nampak ragu membuka kantung mayat di hadapannya. Ia membukanya sedikit. Bae Ji Yeon. Ia menarik nafas panjang.

Ia berdiri dan melihat Seon Jung berada di dekat sana bersama puterinya. Tae Soo menghampirinya. Seon Jung bertanya ada peristiwa apa. Tae Soo tidak menjawab dan berjalan pergi. Goo Tak mengamati mereka.

 shot0336 shot0337

Mereka duduk di gereja tua menunggu hasil penyelidikan forensik. Jung Moon yakin tidak akan ada bukti yang ditemukan. Selama ini tidak ada bukti dan akan terus begitu.

Tapi kali ini Jung Moon salah karena Goo Tak mendapat laporan dari ahli forensik bahwa telah ditemukan sidik jari. Mereka menemukan pelakunya.

Cheol Ju. Really? Preman bertampang lugu dan polos itu adalah pembunuhnya?

Woong Chul juga tidak yakin. Ia menemui Cheol Ju yang sedang ditangkap polisi dan menempatkan tangannya di leher Cheol Ju. Mencoba mencari kemiripan Cheol Ju dengan pembunuh yang semalam menyerangnya. Cheol Ju ketakutan dan berkata kalau ia tidak membunuh siapapun.

shot0344 shot0345

Berita penangkapan Cheol Ju menjadi berita utama. Tim bad guys menonton dari televisi di gereja tua. Jung Moon berkata Cheol Ju bukanlah pembunuhnya.

“Ia gemetaran. Ia takut dengan semua perhatian yang tertuju padanya. Jika ia pembunuhnya, ia tidak akan ketakutan melainkan sangat marah.”

“Kenapa?” tanya Tae Soo.

“23 korban. Seri dengan skor Jo Dong Soo. Ia harus membunuh 1 orang lagi untuk menang. Sangat disayangkan,” jawab Jung Moon.

Tae Soo menelepon Mi Young dan menanyakan berapa tinggi Cheol Ju. 175 cm. Tae Soo terhenyak, hanya ia yang tahu kalau pembunuhnya memiliki tinggi di bawah 170 cm.

Hujan pun turun.

“Hujan. Ia akan membunuh lagi untuk menjadi pemenangnya,” kata Jung Moon sambil melirik Tae Soo. “Hanya ada satu orang yang selamat.”

Park Seon Jung. Tae Soo langsung berlari keluar.

shot0350 shot0352

Seon Jung berjalan pulang membawa belanjaannya. Seorang pria berpakaian hitam-hitam berjalan di belakangnya. Ketakutan, Seon Jung mempercepat langkahnya di jalan yang sepi itu.

Pria itu berjalan melewatinya. Belum sempat Seon Jung menarik nafas lega, ia bertabrakan dengan seseorang. Ahjusshi tukang reparasi. O-ow…I’ve got a bad feeling about this >,<  

Apel belanjaan Seon Jung berhamburan. Ahjusshi membantu Seon Jung mengumpulkan apel-apel yang berserakan. Ia menawari untuk mengantar Seon Jung. Seon Jung dengan sopan menolaknya karena rumahnya sudah dekat.

shot0358shot0364

“Aku akan mengantarmu. Para polisi sudah pergi. Sangat berbahaya di sini.”

“Tidak apa-apa,” kata Seon Jung mencoba menarik tas belanjaannya dari tangan si ahjusshi.

“Sudah kubilang aku akan mengantarmu,” kali ini si ahjusshi tidak terlihat ramah lagi. “Mengapa kau tidak menurut? Membuat orang merasa kesal.”

Seon Jung mengira ahjusshi itu mabuk. Ia menarik kantung belanjaannya dan cepat-cepat pergi. Ahjusshi itu menyeringai.

shot0367 shot0369

Ia mengenakan jas hujannya dan berlari mengejar Seon Jung. Lalu menghantam kepalanya dengan kunci pipa. Seon Jung jatuh terkapar. Memohon agar ahjusshi itu melepaskannya.

“Mengapa kalian semua memintaku melepaskan kalian? Aku harus membunuhmu.”

Ia menarik rambut Seon Jung dan menyeretnya. Lalu menghempaskannya ke sisi sebuah mobil. Seon Jung jatuh pingsan.

shot0376shot0379 

Si pembunuh membuang kunci pipa ke tanah lalu mengambil pisau dari saku jas hujannya. Di saat ia hendak menghunjamkan piseu itu, ia melihat bayangan Tae Soo pada badan mobil di hadapannya. Ia berbalik. Tae Soo menghantamkan tinjunya. Si pembunuh roboh.

Tae Soo menyuruhnya memohon dan meminta maaf. Si pembunuh menunduk dan tersedu-sedu. Tapi sebenarnya ia bukan menangis. Ia tertawa. Tae Soo menghajarnya habis-habisan.

“Mintalah ampun, brengsek! Sama seperti ketika kau membunuh para wanita itu, memohonlah agar aku melepaskanmu! Memohonlah agar aku tidak harus membunuhmu! Katakan!”

“Ampuni aku…Kumohon…aku mohon lepaskan aku,”

shot0384 shot0400

“Jadi kau ingin hidup. Maka sekarang, matilah,” Tae Soo memungut pisau si pembunuh dan siap menikamnya.

“Cukup sampai di sini, Tae Soo,” terdengar suara Goo Tak. “Ia tidak boleh mati di tanganmu.”

Tae Soo heran mengapa Goo Tak ada di sini. Pelan-pelan ia sadar…

“Ini…Kau sudah merencanakannya? Katakan padaku.”

Goo Tak hanya diam, seakan mengiyakan pertanyaan Tae Soo. Tae Soo marah dan hendak menikam si pembunuh. Goo Tak menembak lengan Tae Soo.

shot0406 shot0409

Tae Soo diamankan oleh para polisi. Chief Nam mendekati Goo Tak.

“Saatnya untuk mengemballikan mereka ke penjara. Hingga saat berikutnya mereka bisa berguna lagi,” kata Chief Nam.

Goo Tak menyelimuti Seon Jung yang menggigil kehujanan dengan jasnya. Ia menghela nafas panjang.

shot0413 shot0415

Ternyata memang Goo Tak sudah merencanakan hal ini. Sama sekali tidak ditemukan adanya sidik jari pada tubuh Bae Ji Yeon, jadi penangkapan Cheol Ju adalah rekayasa dan Seon Jung adalah umpan untuk menangkap si pembunuh.

“Jadi kau memprovokasi si pembunuh untuk bertindak dan merancang jebakan. Benar-benar pintar tapi terlalu kejam,” kata Mi Young sambil tersenyum.

“Kau tertawa? Kau berpikir aku kejam tapi kau menikmatinya. Inspektur Yoo yang patuh aturan bisa tertawa pada saat seperti ini? Jangan bersikap kau lebih suci dari yang lainnya di saat kau merendahkan orang lain.”

Mi Young terdiam.

shot0419 shot0423

Mereka memperhatikan layar monitor di mana Jung Moon terlihat sedang menginterogasi si pembunuh. Ia bertanya mengapa hanya ada 22 tabung berisi darah padahal korban ada 23 orang.

“Kau ini bicara apa? 22 orang,” kata si pembunuh kesal, “Kurang satu dari Jo Dong Soo.”

“Bukan 23?” tanya Jung Moon terkejut. Tidak mungkin si pembunuh berbohong dengan mengurangi jumlah korban karena ia sangat ingin mengalahkan skor Jo Dong Soo.

“Sudah kubilang 22. Aku seharusnya membunuhnya sebelum aku ditangkap,” keluh si pembunuh.

Jung Moon memperlihatkan foto 23 korban dan menyuruh si pembunuh memberitahunya mana yang bukan korbannya.

shot0424 shot0427

Tae Soo mendobrak pintu ruangan Goo Tak dan langsung mencekiknya. Ia bertanya mengapa Goo Tak mengumpankan Seon Jung pada si pembunuh.

“Kau bilang tidak akan berbagi kepandaian dan tidak akan bekerja bersama. Kau bilang kau tidak peduli apakah ada korban baru atau tidak selama kau bisa mengurangi masa hukumanmu. Walau aku tidak tahu seberapa berharganya Park Seon Jung untukmu, tapi jika kau menganggap nyawa orang lain sama berharganya dengannya, kau tidak akan berbicara seenteng itu mengenai nyawa korban lain. Omong kosong kau hanya peduli mengurangi masa hukumanmu.”

Tae Soo melepaskan cekikannya dengan kesal. Baru saja Goo Tak berdiri tegak, Woong Chul masuk dan meninjunya dengan keras.

“Hei Oh Goo Tak! Kau yang bergurau dengan nyawa orang lain,” ujarnya.

shot0430shot0435 

Terdengar suara si pembunuh dari layar monitor.

“Aku tidak membunuh wanita itu. Apa ia benar-benar mati? Wah, sungguh mengesankan.”

“Apa maksudmu?” tanya Jung Moon.

“Aku mengikutinya selama 3 bulan dan ingin membunuhnya. Tapi akhirnya aku menyerah. Sepertinya selalu ada orang lain di sekitar. Wanita itu tidak dibunuh olehku. Kau mendapat pembunuh yang salah.”

Semua tertegun. Ada pembunuh lainnya?

shot0440 shot0446

Tapi belum sempat mereka mencerna informasi itu, polisi berdatangan untuk menangkap penjahat. Bukan menangkap si pembunuh, tapi tim bad guys. Woong Chul dan Tae Soo menoleh pada Goo Tak dengan tatapan tak percaya, merasa dikhianati. Jung Moon juga dibawa pergi.

Mi Young menatap Goo Tak meminta penjelasan.

“Setelah perburuan selesai…apa yang bisa kita lakukan? Kita harus mengurung anjingnya,” ujar Goo Tak.

shot0450 shot0453

Komentar:

Aku selalu menyukai drama yang para karakternya terlihat nyata. Dari luar Goo Tak memang terlihat bengis dan ia melakukan segala cara demi mendapatkan keinginannya. Memang kejam jika ia mengumpankan Seon Jung pada si pembunuh. Tapi yang ada di pikiran Goo Tak adalah menangkap si pembunuh agar tidak jatuh korban lagi.

Sebenarnya terlihat ia juga membenci cara itu, ia juga merasa bersalah telah mengumpankan Seon Jung karena itu ia marah ketika melihat Mi Young tertawa. Juga dengan caranya, ia telah membuat tim bad guys memperlihatkan kepribadian mereka masing-masing.

Tapi masalahnya, dengan caranya menangani para bad guys seperti meninju, menembak, menjebak, apakah mereka akan bersedia membantu lagi jika Goo Tak meminta mereka kembali beraksi?

Lalu siapa yang mendapat potongan masa hukuman? Sepertinya Tae Soo. Walau sebenarnya tanpa rancana Goo Tak dan kepandaian Jung Moon, pembunuh itu mungkin tidak tertangkap.

Soal cerita: Satu kali menangkap pembunuh dipotong masa hukuman 5 tahun. Jika mereka masing-masing dihukum 20 tahun lebih penjara, berapa banyak pembunuh yang harus mereka tangkap?

Anggap saja satu orang menangkap 4 (agar dipotong 20 tahun penjara) berarti ada 12 penjahat. 1 episode = 1 penjahat. Episodenya cuma 11…. Kurang dooongggg ;p