Wednesday, 1 April 2015

Sinopsis Heard It Through The Grapevine Episode 8

ki-00130

Meski Nyonya Han merasa punya alasan untuk mengusir Bom, Tuan Han tahu bahwa penyebab kemarahan Nyonya Han bukanlah semata karena Bom membiarkan In Sang tidur di sofa.

Karena itu ia menelepon Young Ra ndan bertanya apa yang dikatakannya hingga istrinya meledak seperti itu. Young Ra berkata sebenarnya Nyonya Han marah pada Tuan Han tapi statusnya sebagai istri sempurna tidak membiarkannya mengeluarkan unek-uneknya. Karena itu dilampiaskan pada Bom.

Tuan Han meminta Young Ra membantunya tapi Young Ra tidak mau ikut-ikutan.

ki-00191 ki-00192

Bom memohon agar Nyonya Han memberitahu apa kesalahannya hingga ia diusir. Ia bertanya apa hanya ia sendiri yang pergi, atau ia disuruh mengoreksi diri dan kembali setelahnya? Apa kesalahannya adalah membuat In Sang tidur di sofa? In Sang cepat-cepat berkata bahwa ia tidak keberatan tidur di sofa.

Nyonya Han bertambah kesal dan hendak memukul anaknya. Tuan Han menghampiri mereka. In Sang memegang tangan ibunya dan berkata ibunya sedikit aneh. Apa yang tidak disukai ibunya dari Bom?

Semuanya, ujar Nyonya Han. In Sang berkata ibunya seharusnya menilai Bom setelah ujian akhir semester, bagaimana bisa ibunya mengenal Bom hanya dalam waktu sebulan? Bom berkata ia ingin Nyonya Han menyukainya tapi ia tidak bisa menjadikan itu sebagai satu-satunya tujuan hidupnya. Jika ia gagal, maka ia akan membenci dirinya sendiri dan tidak bisa menghormati Nyonya Han sepenuh hati.

Nyonya Han berseru bahwa dihormati Bom juga bukan satu-satunya tujuan dalam hidupnya. Tuan Han akhirnya turun tangan dan menyuruh In Sang melepaskan tangan ibunya. Lalu ia meminta istrinya menenangkan diri di kamar. Nyonya Han akhirnya menurut.

ki-00200 ki-00201

Di kamar, Sekretaris Lee berkata Nyonya Han sudah bersikap berlebihan. Itu adalah kehidupan pribadi In Sang dan Bom. Nyonya Han malah menyalahkan Sekretaris Lee yang sudah memberitahunya perihal In Sang tidur di sofa.

Yi Ji curhat pada ahjumma bahwa orangtuanya bertengkar, begitu juga dengan Bom dan In Sang. Tapi pertengkaran orangtuanya lebih serius. Mereka hanya bertengkar 2 tahun sekali dan tiap kalinya selama 2 minggu.

Ahjusshi mengobrol dengan Sekretaris Kim dan Guru Park. Ia berpendapat Sekretaris Lee berlebihan dengan melaporkan kehidupan pribadi Bom dan In Sang. Tapi sebagai sesama sekretaris, Sekretaris Kim membela bahwa itu adalah tugas utamanya. Dan lagi melaporkan suatu masalah terkadang membawa kebanggaan karena dengan begitu para sekretaris merasa telah melakukan tugasnya.

Guru Park berpendapat yang bermasalah justru para orangtuanya. “Sang Ratu” memang sedang kesal sebelum hal ini terjadi.

ki-00205 ki-00210

Tuan Han memarahi Bom dan In Sang. Tapi di tengah-tengah omelannya, pengasuh datang memanggil Bom karena Jin Young kelaparan. Hehe selamat deh…

Teringat pada perkataan Young Ra bahwa Nyonya Han sebenarnya marah padanya, Tuan Han buru-buru menemui istrinya. Nyonya Han merajuk bahwa yang salah adalah ibu mertuanya. Ia merasa sudah dibodohi. Dulu Tuan Han mengejar Young Ra dan dicampakkan tapi ibu mertuanya membohonginya dengan berkata bahwa Young Ra yang menempel terus pada Tuan Han.

Tuan Han berkata itu karena ibunya sangat menyukai Nyonya Han sejak Nyonya Han masih SMA. Hanya Nyonya Han yang lulus seleksi tingkat tinggi dari ibunya.

“Kau adalah ibu dari keluarga ini dan kau adalah ratuku,” Tuan Han berlutu di depan istrinya sambil memegang tangannya. Meski Nyonya Han masih kesal akhirnya ia mau dipeluk suaminya.

ki-00221 ki-00224

Para staf saling memberi isyarat bahwa perang sudah berakhir. Yi Ji terkejut karena baru kali ini orangtuanya begitu cepat berbaikan.

Sisi baiknya, Bom dan In Sang juga berbaikan. In Sang berkata mereka tidak boleh bertengkar lagi agar tidak digunakan lagi sebagai alat politis pertengkaran orangtuanya. Bom tidak keberatan asal mertuanya berbaikan.

Keluarga Bom di rumah berusaha membujuk ayah Bom agar tidak ikut demo. Tapi ayah bertekad. Ia bahkan sudah bangun pagi membuat papan demo. Ibu hanya berharap ayah melakukannya dengan sungguh-sungguh jika memang ingin berdemo.

Tuan Han berkata pada istrinya kalau mereka harus bekerja sama karena setiap hari adalah perjuangan baginya. Mereka harus memulai dari awal.

ki-00227 ki-00228

Dan hari keluarga Han pun kembali dimulai seperti biasa. Tuan Han pergi bekerja sementara Bom dan In Sang memulai pelajaran mereka.

Guru Park baru kali ini melihat bagaimana seluruh keluarga dan staf berdiri mengantar keberangkatan Tuan Han. Ia bertanya apakah hal itu terjadi setiap pagi. Hampir tiap pagi, jawab In Sang. Guru Park menganggap hal itu luar biasa karena baru kali ini ia melihat hal seperti ini. 

Sebelum ke kantor, Tuan Han pergi ke dokter. Kebotakan di puncak kepala Tuan Han terjadi karena paksaan di saat akar rambut lemah, jadi ia tidak bisa menjamin rambut akan tumbuh kembali di daerah tersebut. Tuan Han jadi teringat bahwa ayah Bom yang telah menjambak rambutnya.

Perawatan yang pasti berhasil adalah translantasi rambut. Tuan Han mengkhawatirkan rasa sakitnya. Ia tambah ketakutan saat dokter memperlihatkan kondisi kulit kepala setelah ditranplantasi.

ki-00230ki-00232

Dan ketakutan itu terus terbawa hingga ia tiba di kantor. Sekretaris Kim memberitahu rekan-rekannya bahwa adalah satu kesalahan mereka pergi ke dokter lebih dulu. Akibatnya ia harus sangat berhati-hati jangan sampai membuat Tuan Han marah. Sekretaris Yang berkata Tuan Han dibesarkan oleh ibunya dengan sangat hati-hati, bahkan ujung jarinya tidak boleh tergores.

Ia membawakan teh untuk bosnya dan mulai menghiburnya. Ia sudah 25 tahun mengenal Tuan Han (sebelumnya Sekretaris Yang bekerja pada orangtua Tuan Han) dan baginya Tuan Han tetap sama seperti dulu.

Ia berkata Tuan Han sukses baik dalam pekerjaan maupun di rumah dan selalu memilih jalan yang benar ditengah banyak kritik dan kesalahpahaman. Itulah kelebihan Tuan Han. Bahkan sejak muda sikap dan pemikiran Tuan Han sudah berbeda dari anak lainnya.

Ia berkata Tuan Han cukup tinggi jadi tidak mudah untuk bisa melihat ketebalan rambut di puncak kepala Tuan Han. Hanya orang-orang yang tinggi seperti pemain basket yang bisa melihatnya. Tambahan lagi, Julius Caesar juga tidak memiliki rambut terlalu banyak.

Dan dengan begitu Tuan Han sudah terhibur. Ia berkata hanya Sekretaris Yang yang bisa membaca pikirannya. Ia tidak mengkhawatirkan rambutnya lagi. Dan Sekretaris Kim pun bisa bernafas lega.

ki-00238 ki-00243

Nyonya Han merasa dirinya cepat tua akhir-akhir ini dengan kemunculan Bom. Sebulan bagaikan bertahun-tahun lamanya. Ia mulai memikirkan untuk melakukan operasi plastik.

Sekretaris Lee berkata ia sependapat dengan Bom, bahwa pendapatnya mengenai ibu mertuanya adalah ibu mertuanya luar biasa cantik (ketika Bom pertama kali diperkenalkan pada Young Ra dan Soo Jung). Ia bertanya apakah Nyonya Han menyadari bahwa Bom sama sekali tidak pernah berbohong.

Nyonya Han mau tidak mau mengakuinya. Meski ia berkata hanya itu kelebihan Bom. Jika tidak memiliki kelebihan, maka ia tidak akan menerima Bom sedikitpun.

ki-00008ki-00012  

Sepertinya ia cukup tersentuh hingga ia memberikan hadiah kalung emas untuk Bom. Bom awalnya tak percaya. Ia sangat gembira karena pertama kalinya ibu mertuanya memberikan sesuatu padanya. Ia bertanya mengapa ibu mertuanya memberikan kalung itu padahal ia tahu ibu mertuanya tidak menyukainya.

“Aku tidak bisa mengatakan bahwa kau mendapat nilai 100, tapi aku suka dengan kejujuranmu. Aku harus memujimu jika kau memang pantas mendapatkannya.”

Bom berterima kasih pada mertuanya tanpa bisa menahan senyumnya. Ia berkata ia bahagia.

Setelah ibu mertuanya mengijinkannya pergi, Bom langsung pergi memperlihatkan hadiah itu pada In Sang. Mereka sangat gembira.

ki-00023ki-00028 

Taun Han mendapat laporan bahwa ayah Bom terlibat sebuah kasus. Tuan Han mengenal hakim yang menangani kasus tersebut. Dan sebagai pembalasan dendam, ia menggunakan koneksinya itu untuk menjatuhkan denda 2 juta won atau kerja sosial selama 40 hari.

Pada saat yang sama, ayah Bom berada di depan kantor Hansong untuk berdemo. Di sana sudah banyak pendemo, para karyawan perusahaan suami Young Ra yang menuntut gaji mereka dibayarkan. Ayah Bom tidak berdemo untuk mereka, ia akan berdemo demi keadilan besan.

Entah karena takut diserbu pada pendemo itu jika ketahuan ia adalah besan Tuan Han, entah karena hal lain, ayah Bom akhirnya berubah pikiran dan tidak jadi berdemo setelah menaruh papan demonya di suatu tempat.

Tuan Han yang sedang memeriksa situasi di luar melalui kamera CCTV, sempat melihat ayah Bom meninggalkan tempat itu.

ki-00046 ki-00049

Tapi ayah Bom tidak mau mengakui itu pada keluarganya. Ia memberitahu istrinya bahwa ia benar-benar berdemo dan sepertinya Tuan Han sedikit takut terhadapnya. Ia berbohong sekretaris Tuan Han keluar untuk membujuknya dan ingin berbicara di tempat sepi, tapi ia menolak karena ia harus memikirkan Bom. Maksudnya ia khawatir Bom yang akan kena dampaknya jika ia ribut lagi dengan Tuan Han.

Ibu berkata seharusnya ayah lebih kuat demi Bom. Bisa-bisa Tuan Han meremehkannya jika ayah Bom terus membiarkannya.

Bom bertanya mengapa orangtua In Sang meminta berbicara dengan guru In Sang. In Sang menduga untuk membicarakan ujian masuk kuliah Bom. Bom tiba-tiba mengaduh saat sedang menyusui Jin Young.

“Han Jin Young, jangan keras-keras!” ujarnya.

“Bicaralah baik-baik pada bayi kita,” kata Bom. In Sang menurut.

ki-00058ki-00061

Dugaan In Sang memang benar, Tuan dan Nyonya Han memanggil Guru Park untuk menanyakan penilaiannya mengenai kemampuan Bom. Tuan Han berkata Bom tidak kelihatan luar biasa tapi juga sepertinya bukan gadis yang bodoh. Nyonya Han berkata mereka tidak bisa memaksa Bom masuk universitas terbaik, tapi dengan bimbingan Guru Park setidaknya Bom bisa masuk universitas wanita yang cukup baik.

Mereka bisa mengajarinya etika tapi mereka tidak bisa berbuat banyak untuk pendidikannya. Dan lagi mereka memiliki pendapat bahwa orangtuan Bom tidak memberi pengaruh yang baik pada Bom. Intinya mereka ingin Bom menjadi seorang yang pantas bagi putera mereka.

Guru Park berkata ia akan memberi jawaban singkat. Seo Bom tidak berada pada tingkat untuk mengikuti ujian masuk universitas. Menurutnya Bom sama sekali tidak tertinggal dari In Sang dalam hal persiapan ujian sekolah hukum.

ki-00064 ki-00068

Tuan dan Nyonya Han terkejut. Guru Park berkata Bom adalah investasi yang lebih baik daripada In Sang. Jika terserah padanya, ia akan menaruh Bom pada jalur yang sama dengan In Sang sekarang juga. Tahun ini Bom bisa mengikuti ujian persamaan lulus SMA. Bisa lulus ujian persamaan sekaligus memiliki anak dan bersiap mengikuti ujian hukum pada usia termuda, itu sama saja dengan menjadi legenda. Bom akan menjadi kandidat bakat sempurna untuk Hansong.

Nyonya Han sampai tak bisa berkata-kata. Tuan Han berkata ia akan melihat langsung kemampuan Bom besok. Tampaknya ia senang dengan kemungkinan Bom, menantunya, bisa menjadi legenda di dunia sekolah hukum.

Tapi Nyonya Han khawatir In Sang akan ketinggalan karena Bom terlalu kuat. Tuan Han berkata itu anggapan kuno. Sekarang adalah abad 21. Kemampuan Bom bisa membuat pernikahan mereka benar-benar bersinar dan membuktikan kalau mereka tidak membiarkan orang sembarangan masuk dalam keluarga mereka. Memikirkannya saja sudah membuatnya gembira.

ki-00075 ki-00082

Satu orang lagi yang gembaira adalah In Sang. Karena ini adalah kesempatan bagi Bom untuk diterima oleh orangtuanya. Ia yakin ayahnya akan terkejut dan tidak mampu berkata-kata.

Apa tidak apa-apa jika aku lebih baik darimu, tanya Bom. In Sang sama sekali tidak keberatan. Bom memang cerdas.

Paman Bom menemukan bahwa orang yang menjadi intel di Hansong adalah adik dari temannya, Min Joo Wan. Ah, Sekretaris Min. Sekretaris Min awalnya mengikuti akademi polisi tapi tidak diterima karena kakaknya. Hansong memberinya pekerjaan.

Min Joo Wan adalah orang yang mengungkapkan keburukan kantor penuntut umum saat menyamar bekerja di kantor tempat paman Bom dulu bekerja.

Paman berkata Tuan Han memang luar biasa karena memiliki orang-orang berlatar belakang seperti itu yang bekerja untuknya. Dengan kata lain Tuan Han mempekerjakan dua pihak berlawanan dan mengambil posisi di tengah. Ayah jadi merasa semakin terintimidasi.

ki-00086 ki-00097

Ibu mendengar percakapan mereka. Saat hendak tidur, ia memberi kesempatan pada ayah untuk mengaku. Ia bertanya mengapa ayah merasa minder terhadap besan mereka. Apa ayah terkena kasus?

Ayah mengaku ia pernah melanggar lalu lintas dan kemungkinan terkena denda. Denda tertinggi mungkin 500 ribu won. Ibu marah bahwa 10 ribu won saja jumlah yang besar baginya. Ayah berkata bisa saja ia dihukum kerja sosial atau dibebaskan dengan peringatan.

Ibu berkata ayah bisa berharap hukuman ringan hanya jika hakim yang memutuskan perkara itu tidak sedang mood jelek atau tidak mendapat tekanan dari atasannya. Ayah menghela nafas panjang.

ki-00103 ki-00104

Keesokan paginya In Sang mengantar Bom untuk menemui ayahnya. Bom tidka merasa gugup, malah In Sang yang terlihat gugup.

Keduanya menghadap Tuan Han dan memberi salam. Tuan Han bertanya kenapa In Sang ikut-ikutan, apa mereka akan ikut ujian bergandengan tangan. Bom menyuruh In Sang keluar. In Sang diam-diam mengintip dan menguping di luar.

Bom menyerahkan buku (dalam bahasa Inggris) yang sudah dibacanya. Tuan Han berkata itu buku yang bagus. Ia menyuruh Bom membaca satu bab dan menjelaskan bagian tersebut. Bom melakukannya dengan mulus tanpa kesulitan sama sekali.

Nyonya Han juga mendengarnya. Dia bagus kan, ujar In Sang. Ibunya mencubitnya dan mengomelinya karena bom tanpa guru les saja sudah sebagus itu. Sedangkan ia, sudah berapa banyak yang ia keluarkan untuk pendidikan In Sang?

Terlepas dari keinginan suaminya, Nyonya Han masih tidak suka jika Bom terlalu pintar.

ki-00108 ki-00111

Meski Tuan Han memiliki sudut pandang berbeda dengan penjelasan Bom mnegenai bacaan itu tapi ia memuji bom. Ia ingin Bom menemuinya setiap pagi dan membacakan 2 halaman.

Terdengar suara Jin Young menangis, Tuan Han memperbolehkan Bom pergi. In Sang buru-buru menyusulnya. Mereka senang karena Bom berhasil.

ki-00116 ki-00121

Ayah Bom terkena flu. Ibu berkata pada Paman bahwa ayah sakit karena hati nuraninya. Setiap kali ayah berbohong pada ibu, pasti mengalami gejala flu. Ayah berkilah bahwa ia benar-benar sakit.

Paman memberi isyarat untuk berbicara berdua tanpa ketahuan ibu. Mereka pergi ke kamar. Ternyata Paman membawa surat panggilan pengadilan untuk Ayah. Ayah harus hadir, kalau tidak dendanya akan bertambah.

Ayah bertanya apakah Paman punya uang. Aku bahkan terlambat membayar tagihan ponsel, kata Paman. Ayah sekarang menyesal karena sudah bertengkar dengan ayah In Sang. Paman berkata seharusnya ayah bisa memanfaatkan situasi dengan memiliki besan sehebat Tuan Han. Ayah berkat aini sama saja memukul batu dengan telur. Telurnya yang hancur.

Ibu tiba-tiba masuk dan bisa merasa bahwa keduanya menyembunyikan sesuatu darinya. Untunglah ibu tidak mendesak mereka lebih lanjut. Ibu berkata terkadang terjadi hal memalukan dalam hidup tapi tidak boleh terjadi lagi. Bukan karena besan mereka, tapi karena bisa membuat anak-anak malu.

ki-00126ki-00127

Ibu menelepon Bom. Bom bercerita bahwa ia bertengkar dengan In Sang untuk pertama kalinya tapi sudah baikan. Menurutnya itu menyenangkan. Ibu tertawa mendengarnya.

Ayah merebut telepon dan menasihati Bom agar mengalah. Tidak akan terlihat baik di mata orangtua In Sang. Ibu langsung protes. Ayah berkata ia juga sedang memikirkan untuk berbaikan dengan orangtua In Sang. Dengan perbedaan yang terlalu jauh, mereka harus mencoba untuk saling menerima.

Bom berkata ayahnya mendadak menjadi bijaksana. Ia memberitahu mereka kalau sekarang orangtua In Sang menyukainya. In Sang juga berbicara dengan mereka. Dan memastikan bahwa orangtuanya mengakui kemampuan Bom.

ki-00132 ki-00138

Tuan Han sendiri yang membahas pendidikan Bom dengan Guru Park. Bahkan dengan pendidikan In Sang saja ia tidak sesemangat itu.

Sejak itu semuanya berjalan baik dan damai. Bom dan In Sang makan bersama orangtua mereka dan Yi Ji di meja makan. In Sang dan Bom terlihat sangat bahagia. Para staf menyadari perubahan ini. Ahjumma dan ahjusshi ikut senang melihat kedamaian itu.

Di sisi lain, orangtua Bom merasa Bom sedikit menjauh. Ia akan memaafkan Tuan dan Nyonya Han selama mereka mengakui puterinya seorang yang pintar dan menerimanya. Tapi ia merasa puterinya diambil oleh mereka.

ki-00144ki-00146 

Paman menunggu di depan kedai tempat Noo Ri bekerja dan melihat Sekretaris Min keluar dari sana. Paman memanggilnya dengan namanya, Min Joo Young. Ia berkata ia pernah bekerja bersama kakak Sekretaris Min.

“Dan aku tidak perlu memberitahumu bahwa aku paman Bom dan Noo Ri.”

“Kau memergokiku. Hal ini hampir tidak pernah terjadi,” kata Sekretaris Min. Biasanya ia tertangkap basah hanya jika ia merasa bersalah.

Paman bertanya apakah Sekretaris Min benar-benar merasa bersalah. Ini bukan lagi penguntitan tapi pengawasan ranah pribadi. Sekretaris Min meminta paman mengerti bahwa ia hanya melakukan tugasnya. Paman ingin Sekretaris Min berhenti mengikuti mereka. Sekretaris Min berkata ia mengerti dan buru-buru pergi.

ki-00152 ki-00156

Di rumah, Paman memberitahu keluarga Bom mengenai pengawasan tersebut. Ibu meminta Noo Ri tidak memberitahu Bom. Noo Ri kesal karena Bom sekarang seperti orang asing saja.

Ibu memarahi ayah karena tidak bersikap lebih tega saat demo kemarin. Ayah berkata mereka akan mendapat masalah lebih besar jika ia ngotot. Setelah ibu pergi, Paman berbisik bahwa ayah tidak benar-benar berdemo kan. Ayah mengaku ia tidak jadi demo. Dan lagi hari ini ia sudah menjalani saat yang menakutkan. Ia didenda 2 juta won! Bagaimana caranya membayar.

Noo Ri bertanya kenapa Bom selalu tidak diberitahu. Semua orang sekarang menyukai Bom, tapi ia masih sesak nafas setiap kali mengingat shock yang ditimbulkan Bom tahun lalu.

ki-00159 ki-00162

Sekretaris Min menemui Paman dan bertanya apakah ia mendengar kabar dari kakaknya akhir-akhir ini. Paman hanya mendengar rumor dari orang lain bahwa kakak Sekretaris Min memulihkan diri di desa.

Sekretaris Min membenarkan. Sekarang ia yang menjadi kepala keluarga dan Hansong yang menyelamatkannya. Tapi tetap saja apakah kau tidak terlalu setia, ujar Paman.

Sekretaris Min menyerahkan sebuah amplop. Untuk membayar denda ayah Bom. Ia berkata itu atas pertimbangan Tuan Han. Paman tertawa tak percaya. Tuan Han yang memberi mereka penyakit tapi juga obatnya.

Sekretaris Min tidak mau mengatakan apa-apa lagi dan pamit pergi. Ia berharap mereka tidak akan bertemu lagi. Sekilas ia melihat Sekretaris Kim di tempat itu. Ia buru-buru pergi.

Di kantor, Sekretaris Min menegur Sekretaris Kim agar tidak mengawasinya. Sekretaris Kim pura-pura tidak tahu.

ki-00167 ki-00169

Tuan Han mendapat laporan bahwa Noo Ri melamar ke stasiun kabel dan lolos tahap pertama. Besar kemungkinan ia akan diterima. Tapi Tuan Han tidak akan menyia-nyiakan kesempatan. Ia mengundang Pimpinan stasiun tersebut ke klubnya. Dengan begitu seolah-olah Noo Ri diterima karena bantuannya.

Nyonya Han khawatir dengan langkah yang diambil Tuan Han. Tuan Han menenangkannya bahwa sekarang keluarga Bom akan berterimakasih padanya.

Ayah akhirnya membayar dendanya dengan uang dari Sekretaris Min dan sejak itu tidak melakukan apapun. Tuan Han menyuruh Sekretaris Min tetap mengawasinya. Lalu ia pergi menemui Pimpinan stasiun tempat Noo Ri melamar bekerja.

Itu adalah taktik Tuan Han. Dengan biaya minimum mendapatkan efek maksimun. Dengan dua juta won dan satu makan malam bersama pimpinan stasiun, Tuan Han menyentuh hati sekaligus menakuti keluarga Bom.

ki-00170 ki-00179

Noo Ri bercerita bahwa saat wawancara, pimpinan stasiun banyak menanyainya. Jika diterima, ia akan bekerja di sana.

Ibu tidak terlalu senang mendengarnya. Ia sudah tahu dari ayah bahwa Tuan Han yang memberi uang untuk membayar denda. Dan sekarang ia bertanya-tanya apakah Tuan Han juga ikut campur dengan diterimanya Noo Ri. Noo Ri jadi kesal, apa itu artinya mereka harus diam saja dan menerima apapun yang dilemparkan pada mereka?

ki-00180 ki-00182

Tuan Han diam-diam pergi ke ruang belajar untuk memeriksa apa saja yang sudah dipelajari In Sang dan Bom. Tanpa sengaja ia terkunci di dalam. Ia melihat Bom dan In Sang di ujung ruangan. Tapi vas bunga besar menghalangi pandangannya. Dan lagi lorong itu panjang banget ;p

Untunglah In Sang dan Bom mendengar seruannya dan membukakan pintu. Tuan Han pura-pura tidak terjadi apa-apa dan menyuruh mereka tidur. Padahal wajahnya itu lho kelihatan malu banget^^

In Sang bertanya apakah Bom merasa senang karena sudah diakui. Bagaikan mimpi, kata Bom. Ia telah melalui banyak kesulitan. In Sang bertanya apa yang paling sulit.

ki-00185 ki-00187

Saat mengakui kehamilannya pada orangtuanya. Ibunya sangat shock. Kehamilan Bom saat itu sudah sembilan minggu. Ibu mengajak Bom ke rumah sakit untuk menggugurkannya. Tapi Bom menunjukkan hasil USGnya dan berkata ia ingin memiliki bayinya. Ia sudah ke rumah sakit tapi tak sanggup menggugurkannya.

Wajah bayinya mulai terbentuk, begitu juga mata dan jari-jarinya. Dan lagi ia dengar ia akan mendapat subsidi 150 ribu won sebulan.

ki-00248 ki-00252

Ayah masuk setelah mendengar dari luar. Ia nampak sangat terpukul. Ia bertanya siapa orang yang sudah menghamilinya. Bom menangis dan berkata orang itu bukan orang jahat dan mereka saling mencintai. Ayah sangat marah dan membentak Bom.

Ibu yang berusaha menenangkannya. Ia berkata Noo Ri juga hasil hamil di luar nikah. Ayah berteriak bukan waktunya membicarakan itu. Ibu memukuli Bom karena hanya mengikuti jejak buruk mereka. Setidaknya ia hamil saat usianya lebih dari 20 tahun.

Noo Ri ikut memarahi bahwa Bom seharusnya menjaga diri dengan baik. Bom berkata ia sudah berusaha tapi ia gagal. Hal yang paling menyedihkan adalah ia tidak ingin melihat ayahnya menangis.

Tapi harapan ayah hancur berantakan. Bom menyia-nyiakan masa mudanya. Padahal ia berharap setidaknya Bom menjadi menteri hukum. Mereka semua menangis berpelukan.

ki-00265ki-00266  

In Sang memeluk Bom setelah mendengar cerita itu.

Tuan dan Nyonya Han tidak bisa tidur malam itu. Nyonya Han bertanya bagaimana jika hanya Bom yang lulus. Ternyata Tuan Han memikirkan hal yang sama.

“Itu tak boleh terjadi,” ujar Nyonya Han cemas.

ki-00271 ki-00274

Komentar:

Pada akhirnya orangtua Bom terpaksa menggunakan bantuan dari Tuan Han dan Tuan Han mendapatkan keinginannya. Sekarang keluarga Bom berhutang budi padanya dan pasti lebih mudah dikendalikan.

Keluarga Han memang aneh. Tuan Han hanya merasa dimengerti oleh Sekretaris Yang, sementara Nyonya Han oleh Jae Won atau Sekretaris Lee. Yi Ji lebih dekat dengan ahjumma. Pantas saja In Sang sangat menginginkan Bom di sisinya. Rumah sebesar itu, staf sebanyak itu, tetap saja mereka kesepian.

Meski Bom mendapatkan pengakuan dari mertuanya, tapi benar bahwa apa yang ia lalui tidaklah mudah. Terutama ketika ia memberitahu orangtuanya bahwa ia hamil. Ia sudah menghancurkan harapan orangtuanya, menghancurkan hati mereka, dan juga menghancurkan masa depannya.

Memang sekarang semuanya sudah lebih baik dan tampaknya masa depan Bom kembali tertata. Tapi apakah Tuan dan Nyonya Han benar-benar membantu dengan tulus?